Showing posts with label Cultural Events. Show all posts
Showing posts with label Cultural Events. Show all posts

In Cultural Events

Raminten Cabaret Show Jogja: Perpaduan Seni, Musik, dan Hiburan yang Memukau

Suasana meriah pertunjukan Raminten Cabaret Show Jogja yang dipadati penonton

Kalau berbicara tentang Raminten Cabaret Show Jogja, saya selalu teringat suasana meriah yang penuh tawa, musik, dan penampilan memukau dari para performer berbakat. 

Di tengah banyaknya pilihan hiburan malam Jogja, pertunjukan ini berhasil menawarkan pengalaman yang berbeda dan sulit dilupakan. 

Saya sendiri sudah beberapa kali menonton, dan setiap kali datang selalu ada kejutan baru yang membuat pertunjukan terasa segar.

Oh ya, bagi yang belum pernah datang, pertunjukan ini bukan sekadar acara musik biasa. Ada unsur teater, komedi, tari, hingga akting yang berpadu menjadi satu kesatuan yang sangat menghibur.


Mengenal Raminten Cabaret Show Jogja

Raminten Cabaret Show Jogja merupakan salah satu pertunjukan kabaret Jogja yang sudah cukup terkenal di kalangan wisatawan maupun warga lokal. 

Berlokasi di kawasan Malioboro yang strategis, tempat ini mudah dijangkau oleh wisatawan yang sedang menikmati suasana pusat kota Yogyakarta.

Konsep yang diusung oleh Raminten Cabaret Show cukup unik. Para pengisi acaranya merupakan seniman dan performer yang sudah memiliki nama di dunia hiburan Jogja. 

Mereka tampil dengan karakter yang kuat, kemampuan panggung yang matang, serta totalitas yang membuat penonton betah mengikuti pertunjukan dari awal hingga akhir.

Yang membuat The Raminten Cabaret Show menarik adalah kemampuannya menghadirkan suasana hiburan ala kabaret internasional dengan sentuhan lokal yang kental. 

Berbagai tokoh terkenal, penyanyi legendaris, hingga diva dunia sering diduplikasi dengan gaya yang lucu namun tetap menghibur.

Oh ya, menurut saya lokasi yang berada dekat Malioboro menjadi nilai tambah tersendiri karena wisatawan bisa dengan mudah memasukkan pertunjukan ini ke dalam agenda wisata malam Yogyakarta.

Gak heran kalau tempat ini kemudian menjadi salah satu ikon tempat wisata malam Jogja yang selalu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.


Daya Tarik Raminten Cabaret Show yang Membuat Penonton Terpesona

Kostum Mewah dan Tata Panggung Spektakuler

Kostum mewah para performer Raminten Cabaret Show Jogja yang menjadi daya tarik wisata malam Yogyakarta
Kostum mewah para performer Raminten Cabaret Show Jogja yang menjadi daya tarik (IG @ramintencabaret)

Hal pertama yang langsung mencuri perhatian saya adalah kostumnya. Para performer tampil dengan kostum glamor, detail yang rapi, serta aksesori yang mendukung karakter yang sedang diperankan.

Selain itu, tata cahaya dan dekorasi panggung juga dibuat sangat menarik. Kombinasi lampu warna-warni dan efek visual tertentu membuat suasana terasa hidup. 

Sebagai penonton, saya merasa seperti sedang menyaksikan sebuah live performance profesional.

Panggung spektakuler yang disiapkan membuat setiap adegan terasa lebih megah. Kalau soal visual sih, menurut saya pertunjukan ini memang layak mendapat apresiasi.

Perpaduan Tarian, Musik, dan Akting yang Menghibur

Daya tarik berikutnya adalah kombinasi antara tarian modern, akting, dan pertunjukan musik. Setiap segmen memiliki tema berbeda sehingga penonton gak akan merasa bosan.

Ada penampilan yang terinspirasi dari budaya internasional, ada juga yang mengangkat unsur budaya Jawa sehingga terasa dekat dengan identitas Yogyakarta sebagai kota budaya.

Oh ya, saya cukup kagum dengan kemampuan para artis kabaret yang mampu meniru gaya, ekspresi, hingga gerakan tokoh yang mereka perankan. 

Hasilnya benar-benar menjadi sebuah penampilan memukau yang menghibur.

Beberapa dancer Raminten Cabaret Show
Beberapa dancer Raminten Cabaret Show (IG: @ramintencabaret)


Interaksi Seru dengan Penonton

Bagian yang paling sering mengundang tawa adalah interaksi para performer dengan penonton. Kadang mereka turun dari panggung, mendekati audiens, lalu mengajak bercanda secara spontan.

Momen seperti ini membuat seluruh ruangan tertawa bersama. Hahahaha... kadang banyolannya sederhana, tetapi justru itu yang membuat suasana menjadi cair.

Yang saya suka, para performer tampil lucu dengan dandanan bak diva yang centil dan penuh percaya diri. 

Bahkan beberapa karakter terlihat sangat mirip dengan penyanyi aslinya sehingga membuat pertunjukan terasa hidup dan penuh warna.


Pengalaman Menonton Raminten Cabaret Show dari Awal hingga Akhir

Suasana Sebelum Pertunjukan Dimulai

Salah satu hal yang langsung saya rasakan adalah tingginya antusiasme pengunjung. Bahkan pada akhir pekan, antrean bisa cukup panjang. Banyak orang yang datang lebih awal demi mendapatkan posisi duduk terbaik.

Kalau gak reservasi terlebih dahulu, sering kali tiket sudah habis. Karena itu, saya selalu menyarankan untuk memesan lebih awal.

Area tunggunya nyaman dan mampu menampung ratusan penonton. Meski begitu, ruangnya memang gak terlalu luas sehingga suasananya terasa ramai sejak sebelum acara dimulai.

Saat Lampu Panggung Menyala

Saat lampu mulai redup dan pertunjukan dibuka, suasana langsung berubah. Biasanya acara diawali dengan band khas Jawa yang menghadirkan suasana hangat dan akrab.

Vokalis perempuannya sering melontarkan candaan spontan yang mengundang tawa. Bahkan lirik lagu yang dibawakan kadang diubah menjadi lebih lucu sehingga membuat penonton semakin menikmati suasana.

Oh ya, bagian pembukaan ini sering menjadi favorit saya karena mampu mencairkan suasana sebelum pertunjukan utama dimulai.

Momen-Momen yang Paling Berkesan

Sepanjang pertunjukan, ada banyak segmen yang mendapat tepuk tangan meriah. Biasanya penampilan tokoh-tokoh terkenal menjadi bagian yang paling ditunggu.

Saya pribadi paling suka ketika performer tampil total dengan ekspresi dan gerakan yang sangat meyakinkan. Penonton tampak terhibur sekaligus kagum melihat kemampuan mereka membawakan karakter yang diperankan.

Kalau soal pengalaman sih, menurut saya ini termasuk salah satu pengalaman wisata unik yang wajib dicoba saat berkunjung ke Jogja.


Informasi Penting dan Tips Menikmati Raminten Cabaret Show

Lokasi dan Cara Menuju Raminten Cabaret Show

Lokasi pertunjukan berada di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Akses menuju lokasi cukup mudah menggunakan kendaraan pribadi, taksi online, maupun transportasi umum.

Jadwal Pertunjukan

Jadwal Raminten Cabaret Show biasanya tersedia hampir setiap hari dengan jam pertunjukan tertentu. Sebaiknya cek informasi terbaru sebelum berkunjung agar gak salah jadwal.

Harga Tiket dan Cara Pemesanan

Harga tiket Raminten Cabaret Show tergolong terjangkau jika dibandingkan dengan kualitas hiburan yang ditawarkan. 

Pemesanan bisa dilakukan secara langsung maupun melalui kanal reservasi yang tersedia.

Oh ya, saat musim liburan atau akhir pekan, tiket sering habis lebih cepat karena tingginya minat wisatawan.

Tips Menikmati Raminten Cabaret Show dengan Maksimal

  • Datang lebih awal untuk mendapatkan posisi duduk terbaik.
  • Reservasi tiket sebelum hari pertunjukan.
  • Siapkan kamera atau ponsel untuk mengabadikan momen.
  • Datang bersama keluarga atau teman agar pengalaman semakin seru.

Kalau saya sih lebih suka datang sekitar 30 menit sebelum acara dimulai agar bisa menikmati suasana tanpa terburu-buru.

Pertunjukan ini juga cocok sebagai hiburan keluarga, acara bersama pasangan, maupun rombongan teman kantor yang sedang berlibur di Jogja.

***

Pada akhirnya, Raminten Cabaret Show Jogja bukan hanya sebuah seni pertunjukan, tetapi juga bagian dari wisata budaya Yogyakarta yang berhasil dikemas menjadi entertainment show modern dan menyenangkan. 

Penampilan artis kabaret di Raminten Cabaret Show Jogja
Penampilan artis kabaret di Raminten Cabaret Show Jogja (sumber: tripadvisor.co.id) 


Kombinasi seni, budaya, musik, komedi, dan interaksi hangat dengan penonton membuatnya menjadi salah satu destinasi wisata populer yang layak dikunjungi.

Saya sudah beberapa kali datang ke sini dan selalu merasa terhibur. 

Menurut saya, membeli tiket untuk menikmati pertunjukan penuh warna ini benar-benar worth it. Bahkan wisatawan luar kota sering berebut tiket demi menyaksikan atraksi yang satu ini.

Saya aja yang orang Jogja masih suka nonton, masak kamu gak penasaran sih? Hihihihi... 

Kalau sedang mencari atraksi wisata Yogyakarta yang berbeda dari biasanya, Raminten Cabaret Show layak masuk ke dalam daftar perjalananmu.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Cultural Events

Dari Legenda ke Panggung: Tari Sugriwa Subali di Gua Kiskendo

Tari Sugriwa Subali di Gua Kiskendo saat pertunjukan

Pernah gak sih membayangkan menyaksikan pertunjukan seni di sekitar gua yang dingin, lembap, dan penuh cerita? 

Saya sendiri merasakan pengalaman itu saat melihat Tari Sugriwa Subali di Gua Kiskendo. 

Beberapa waktu lalu, saya beserta teman teman pegiat media sosial diajak oleh Dinas Pariwisata Kulon Progo untuk berjalan jalan ke beberapa destinasi di Kulon Progo. Nah, salah satunya adalah Gua Kiskendo.

Gua Kiskendo adalah sebuah gua berbentuk lorong yang lumayan panjang dan berliku. Area di dalamnya cenderung basah dengan hiasan stalaktit pada langit langit guanya. 

Oh ya, suasananya tuh langsung berubah begitu masuk, lebih dingin, agak sunyi, dan terasa magis banget. Saya sih langsung merasa seperti masuk ke dunia lain, hahahaha....

Nah, apa hubungan Gua Kiskendo dengan legenda Sugriwa Subali? Daripada penasaran, ikuti petualangan saya kali ini ya!

Suasana Gua Kiskendo Kulon Progo yang mistis
Suasana Gua Kiskendo Kulon Progo yang mistis (doc. Riana Dewie)


Gua Kiskendo, Tempat Legenda Itu Berasal

Terletak di kawasan Kulon Progo, Gua Kiskendo bukan sekadar destinasi wisata alam biasa. Tempat ini punya aura yang berbeda, perpaduan antara keindahan alam dan cerita rakyat yang sudah hidup sejak lama. 

Begitu memasuki gua, suasana langsung terasa berubah, lebih dingin, lembap, dan sunyi. Cahaya meredup, digantikan bayangan alami dari dinding batu yang basah dan tetesan air yang jatuh perlahan.

Lorong lorong gua yang sempit dengan stalaktit dan stalagmit membentuk siluet unik. Kadang terlihat seperti sosok samar yang memancing imajinasi. 

Lorong gua dengan stalaktit dan stalagmit
Lorong gua dengan stalaktit dan stalagmit (doc. Riana Dewie)


Aura mistisnya makin kuat karena tempat ini dipercaya sebagai lokasi pertarungan dalam legenda Gua Kiskendo. Hawa didalamnya cukup dingin, tapi ada juga yang keringetan karena harus menyusur gua yang lumayan luas. 

Oh ya, saya sempat berhenti beberapa kali hanya untuk menikmati suara tetesan air yang jatuh, tenang tapi bikin merinding juga, hihihihi.... Perpaduan keheningan dan cerita yang menyelimuti membuat tempat ini terasa hidup.

Kisah Singkat Gua Kiskendo

Kaitan antara Gua Kiskendo dengan cerita Sugriwa dan Subali berasal dari legenda lokal yang mengadaptasi kisah Ramayana. 

Dalam kisah Ramayana Sugriwa Subali, keduanya adalah saudara yang mengalami konflik karena kesalahpahaman dan perebutan kekuasaan.

Dalam cerita tersebut, terjadi pertarungan Subali dan Sugriwa yang sangat sengit. Versi lokal percaya bahwa pertempuran itu terjadi di dalam Gua Kiskendo. Bahkan, beberapa bagian gua diyakini menggambarkan adegan cerita tersebut.

Kostum penari Tari Sugriwa Subali yang khas
Kostum penari Tari Sugriwa Subali yang khas (doc. Riana Dewie)

Oh ya, yang menarik, masyarakat sekitar masih sangat menghormati cerita ini. Gua ini bukan hanya tempat wisata, tapi juga dianggap sebagai ruang yang punya nilai sejarah dan spiritual. 

Saya sih merasa tempat ini punya roh cerita yang kuat banget.


Dari Cerita Rakyat Menjadi Tari Tradisional

Menariknya, asal usul Tari Sugriwa Subali gak berhenti sebagai cerita lisan saja. Seiring waktu, legenda ini diangkat menjadi seni pertunjukan yang bisa dinikmati secara visual.

Awalnya, masyarakat hanya mengenal kisah ini lewat wayang atau cerita turun temurun. Namun, untuk menjaga agar cerita tetap hidup, muncullah ide menjadikannya sebagai tari dramatik. 

Dari sinilah lahir Tari Sugriwa Subali Gua Kiskendo.

Oh ya, menurut saya ini langkah cerdas sih. Karena dengan mengubah cerita menjadi pertunjukan, generasi sekarang jadi lebih mudah memahami dan merasakan kisahnya. 

Gak cuma dibayangkan, tapi benar benar dihidupkan di depan mata.

Nilai Budaya yang Diangkat

Tari ini gak hanya menampilkan gerakan indah, tapi juga membawa pesan moral yang dalam seperti kepahlawanan dalam menghadapi konflik, kisah saudara yang berselisih, serta nilai kejujuran dan keadilan. 

Semua itu dibungkus dalam seni tari tradisional Jawa yang penuh ekspresi.


Keunikan Tari Sugriwa Subali di Gua Kiskendo

Kalau dibandingkan dengan pertunjukan lain, pertunjukan tari Gua Kiskendo ini punya keunikan tersendiri. Lokasinya yang berada di alam terbuka dekat area gua membuat suasana terasa lebih dramatis.

Bayangkan saja, kamu menonton seni pertunjukan di Gua Kiskendo dengan latar alam asli, bukan panggung buatan. Ini yang bikin pengalaman jadi beda banget.

Oh ya, saya duduk di area penonton sambil menikmati suasana alam yang sejuk. Rasanya tuh seperti ikut masuk ke dalam cerita, bukan sekadar menonton.

Atraksi Tari Sugriwa Subali di alam terbuka
Atraksi Tari Sugriwa Subali di alam terbuka (doc. Riana Dewie)


Kostum dan Gerakan yang Ikonik

Karakter Sugriwa dan Subali ditampilkan dengan kostum khas yang mencolok. Gerakannya tegas, dinamis, dan penuh energi, menggambarkan konflik yang intens. 

Ekspresi para penari juga kuat banget dan mampu menghidupkan cerita.

Musik dan Nuansa Dramatis

Iringan gamelan menambah suasana semakin hidup. Ditambah lagi dengan efek suara alami dari lingkungan sekitar, membuat pertunjukan terasa lebih nyata. 

Oh ya, bagian ini yang paling saya suka sih karena suara alam dan musik tradisional berpadu jadi satu pengalaman yang sulit dilupakan.

Penabuh gamelan dan sinden ikut meramaikan pentas Sugriwa Subali
Penabuh gamelan dan sinden ikut meramaikan pentas Sugriwa Subali (doc. Riana Dewie)


Pengalaman Menonton yang Gak Biasa

Menonton wisata budaya Gua Kiskendo ini bukan sekadar hiburan. Ini adalah pengalaman yang melibatkan emosi dan imajinasi. 

Sensasi duduk di alam terbuka dengan latar gua benar benar berbeda dari pertunjukan biasa.

Oh ya, saya merasa pengalaman ini cocok banget buat kamu yang suka eksplor hal baru, apalagi kalau kamu tipe yang suka wisata alam dan budaya Jogja.

Tips Buat Kamu yang Mau Nonton

Datang lebih awal supaya dapat spot terbaik. Gunakan pakaian yang nyaman karena area terbuka. Jaga sikap dan hormati jalannya pertunjukan agar tetap kondusif.

Wisata budaya Gua Kiskendo di Kulon Progo
Wisata budaya Gua Kiskendo di Kulon Progo (doc. Riana Dewie)


Kenapa Tari Ini Wajib Kamu Masukkan ke Wishlist Wisata

Sebagai bagian dari destinasi wisata Kulon Progo, pertunjukan ini punya banyak keunggulan. Unik karena menggabungkan alam dan budaya, edukatif karena membawa cerita legenda, serta estetik untuk kebutuhan foto dan video.

Pemainnya juga banyak dan berkarakter. Mereka mampu menghidupkan makna Tari Sugriwa Subali dengan sangat indah. 

Oh ya, menurut saya sih ini bukan cuma tontonan, tapi pengalaman yang bikin kita lebih menghargai budaya lokal.

Seluruh penari Sugriwa Subali di akhir pementasan
Seluruh penari Sugriwa Subali di akhir pementasan (doc. Riana Dewie)


Dari pengalaman saya, sejarah Tari Sugriwa Subali bukan sekadar cerita masa lalu. Ini adalah bukti bahwa legenda bisa terus hidup dan berkembang.

Rasanya pingin balik ke sana lagi dan menikmati pertunjukan ini sekali lagi. Transformasi ini menunjukkan bagaimana sebuah legenda bisa terus hidup dengan cara yang relevan. 

Dari cerita yang dulu hanya didengar, kini menjadi pengalaman yang bisa dilihat dan dirasakan.

Oh ya, kalau kamu sedang mencari wisata alam dan budaya Jogja, jangan ragu memasukkan Gua Kiskendo ke dalam daftar perjalananmu. 

Karena di sini, cerita bukan hanya diceritakan, tapi benar benar dihidupkan.




Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Cultural Events

Ngayogjazz: Festival Jazz Unik di Desa Yogyakarta

Festival Ngayogjazz yang unik

Ngayogjazz adalah salah satu festival musik yang menurut saya paling unik di Indonesia. Festival ini menghadirkan musik jazz di tengah desa, jauh dari kesan formal yang biasanya melekat pada konser jazz. 

Sejak pertama kali mendengar tentang Ngayogjazz, saya langsung merasa penasaran. Kok bisa sih festival jazz digelar di kampung, bahkan di dekat sawah dan rumah warga?

Oh ya, saya pertama kali tahu tentang Ngayogjazz dari cerita teman yang pernah datang langsung ke acaranya, bahkan sudah berkali-kali. 

Katanya suasananya santai banget, penonton bisa duduk lesehan sambil menikmati musik jazz. Kalau saya sih membayangkannya seperti piknik musik di pedesaan yang hangat dan penuh kebersamaan.

Buat banyak orang, festival Ngayogjazz Jogja memang punya daya tarik tersendiri. Festival jazz di Yogyakarta ini selalu berhasil menghadirkan pengalaman yang berbeda. 

Bukan hanya musiknya yang menarik, tapi juga atmosfer desa yang membuat acara ini terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.


Ngayogjazz dan Cerita Awal Festivalnya

Ngayogjazz pertama kali digelar pada tahun 2007. Ide dasarnya cukup sederhana, yaitu membawa musik jazz keluar dari ruang konser yang eksklusif dan menghadirkannya langsung ke tengah masyarakat. 

Tapi emang bener sih, musik jazz selama ini terkesan eksklusif banget kan? Dari situlah konsep Ngayogjazz di desa mulai berkembang.

Oh ya, konsep festival seperti ini sebenarnya jarang ditemui di tempat lain. Biasanya festival musik jazz Jogja digelar di gedung pertunjukan atau hotel. Tapi di sini justru sebaliknya. 

Suasana Ngayogjazz yang asyik
Ngayogjazz dengan suasana"ndeso" (doc. Riana Dewie)

Musisi datang ke desa dan bermain di panggung yang dekat dengan warga. Keren banget sih konsepnya!

Setiap tahun festival ini juga selalu berpindah lokasi. Beberapa desa yang pernah menjadi tuan rumah antara lain Desa Wisata Brayut, Desa Ketingan, Desa Tembi, hingga kawasan Imogiri di Bantul. Perpindahan lokasi ini membuat festival Ngayogjazz Jogja terasa selalu baru.

Yang menarik, festival ini juga terbuka untuk siapa saja. Pengunjung bisa datang tanpa harus merasa canggung. 

Bahkan banyak keluarga yang datang bersama anak-anak mereka. Hahahaha... membayangkan anak kecil duduk santai sambil mendengar jazz memang terasa unik ya. Saya sempat ngobrol dengan teman saya tentang fenomena anak-anak diajak nonton jazz disini. 

"Mungkin dulu bapak ibunya pas masih pacaran suka nonton Ngayogjazz, jadi kebawa sampai mereka udah punya anak...", katanya. Ehhh, setelah dipikir-pikir, bener juga sih logika dia... Hahaha....

Penonton Ngayogjazz dari segala kalangan
Penonton Ngayogjazz dari segala kalangan (doc. Riana Dewie)

Suasana Festival Ngayogjazz yang Bikin Rindu

Kalau bicara soal atmosfer, Ngayogjazz memang punya karakter yang berbeda dari festival musik lainnya. Begitu memasuki area desa tempat festival berlangsung, pengunjung biasanya langsung disambut oleh keramaian yang hangat.

Oh ya, yang paling menarik menurut saya adalah cara orang menikmati musik di festival ini. Banyak yang duduk di atas tikar atau rumput sambil mendengarkan alunan musik dari panggung. Rasanya santai banget.

Suasana festival musik jazz Jogja ini juga terasa lebih akrab karena warga desa ikut terlibat langsung. Rumah-rumah warga kadang dihias sederhana, dan jalan kampung dipenuhi pengunjung yang berjalan santai dari satu panggung ke panggung lainnya.

Panggung Musik di Area Desa

Biasanya Ngayogjazz menghadirkan beberapa panggung musik yang tersebar di area desa. Setiap panggung memiliki karakter yang berbeda.

Beberapa panggung menampilkan musisi jazz nasional, sementara panggung lainnya menghadirkan komunitas jazz dari berbagai kota. Kadang ada juga kolaborasi musik jazz dengan unsur tradisional Jawa.

Menurut saya sih konsep ini membuat festival terasa lebih hidup. Pengunjung bisa bebas memilih panggung mana yang ingin mereka nikmati.

Peta lokasi acara Ngayogjazz 2025
Peta lokasi acara Ngayogjazz 2025 (doc. Riana Dewie)


Ngayogjazz 2025: Lokasi, Bintang Tamu, dan Suasana

Ngayogjazz kembali digelar meriah pada tahun 2025 di kawasan Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Festival Ngayogjazz Jogja ini berlangsung sekitar pukul 13.00 hingga malam hari dan menghadirkan puluhan musisi jazz dari dalam maupun luar negeri.

First time saya datang ke festival ini adalah saat Ngayogjazz 2025 kemarin. Lumayan kaget sih, karena sejak dari parkrian, saya melihat papan-papan seni di sudut-sudut jalan dengan kata-kata nyleneh. 

Ngayogjazz 2025
Salah satu jalan masuk Ngayogjazz 2025 di Imogiri, Bantul (doc. Riana Dewie)

Tahun 2025 Ngayogjazz Jogja mengusung tema unik “Jazz Diundang Mbokmu”, sebuah ajakan santai yang menggambarkan bahwa musik jazz bisa dinikmati oleh siapa saja, seperti hajatan desa yang terbuka untuk semua orang

Oh ya, satu kunci yang membuat Ngayogjazz selalu menarik adalah konsepnya yang tetap gratis untuk pengunjung. Jadi siapa saja bisa datang menikmati festival jazz di Yogyakarta tanpa harus membeli tiket mahal.

Bintang Tamu yang Tampil

Beberapa musisi yang meramaikan Ngayogjazz 2025 antara lain:

  • Sri Hanuraga

  • Andre Dinuth

  • Aditya Ong Quartet

  • Encik Sri Krishna

  • Kua Etnika feat. Ari Wvlv & Gamellance

  • Kevin Saura Group

  • Eef Van Breen Quartet

  • Bennet Brandeis Trio

Musisi siap menghibur penikmat Ngayogjazz
Musisi siap menghibur penikmat Ngayogjazz (doc. Riana Dewie)

Selain musisi profesional, festival musik jazz Jogja ini juga menghadirkan berbagai komunitas jazz dari berbagai kota di Indonesia.

Panggung Festival

Pada penyelenggaraan Ngayogjazz 2025 terdapat sekitar empat panggung utama yang tersebar di area desa, yaitu:

  • Panggung Simbok

  • Panggung Ibu

  • Panggung Biyung

  • Panggung Simak

Konsep panggung yang tersebar ini membuat pengunjung bisa berjalan santai menyusuri desa sambil menikmati berbagai penampilan musik jazz.


Kuliner Tradisional dan Booth UMKM

Selain musik, salah satu daya tarik Ngayogjazz adalah keberadaan kuliner tradisional yang dijual oleh warga desa. Area festival biasanya dipenuhi berbagai warung kecil yang menawarkan makanan khas.

Pengunjung bisa menemukan nasi kucing, sate ayam, mie jawa, cilok, sate kere, seafood bakar hingga berbagai jajanan pasar seperti getuk dan klepon. 

Minuman hangat seperti wedang jahe juga sering menjadi favorit pengunjung. Kebetulan kemarin saya sempat jajan es jeruk baby untuk menyegarkan tenggorokan siang itu. Hihihi....

Oh ya, saya selalu membayangkan suasana makan jajanan pasar sambil mendengar musik jazz. Kedengarannya sederhana, tapi justru di situlah letak keistimewaan Ngayogjazz di desa.

Di beberapa area juga terdapat Pasar Jazz, yaitu tempat berbagai produk lokal dijual. Kerajinan tangan, kaos festival, hingga tote bag biasanya tersedia di sana. Kemarin saya lihat banyak pengunjung yang tergoda untuk membeli suvenir kecil sebagai kenang-kenangan.

Menariknya lagi, konsep festival ini juga mengingatkan saya pada berbagai tulisan perjalanan yang pernah saya baca, termasuk artikel dari Review Bandung yang sering membahas pengalaman wisata unik di Indonesia.

Hihihihi... rasanya menarik juga membayangkan jalan kampung yang biasanya sepi tiba-tiba dipenuhi pecinta musik jazz dari berbagai kota, ya!

Salah satu seniman yang menghibur Ngayogjazz 2025
Salah satu seniman yang menghibur Ngayogjazz 2025 (doc. Riana Dewie)


Kenapa Ngayogjazz Selalu Ditunggu?

Setiap tahun Ngayogjazz selalu dinanti oleh para pecinta musik. Selain karena musiknya, pengalaman yang ditawarkan memang terasa berbeda.

Oh ya, saya pernah membaca cerita pengunjung yang datang dari luar kota hanya untuk merasakan suasana festival ini. Mereka bilang, Ngayogjazz bukan hanya konser musik, tapi juga pengalaman budaya yang hangat.

Menurut saya sih itu masuk akal. Ketika musik jazz dimainkan di tengah desa, suasananya otomatis terasa lebih santai. Penonton dan musisi juga terasa lebih dekat. Saya lihat, penonton ada yang maju ke depan panggung untuk ikut berjoget, menyanyi dan menikmati alunan musik yang mengalun dinamis. 

Di sisi lain, festival Ngayogjazz Jogja ini juga memberi manfaat bagi masyarakat desa. Kehadiran ribuan pengunjung tentu membantu meningkatkan aktivitas ekonomi warga.

Pada akhirnya, Ngayogjazz memang lebih dari sekadar festival musik jazz di Yogyakarta. Festival ini menjadi tempat berkumpulnya komunitas, pecinta musik, serta masyarakat desa dalam suasana yang hangat.

Festival Ngayogjazz selalu ditunggu
Festival Ngayogjazz selalu ditunggu (doc. Riana Dewie)

Bagi banyak orang, datang ke Ngayogjazz bukan hanya soal menonton konser. Mereka datang untuk menikmati suasana santai, berjalan di jalan kampung, dan merasakan momen kecil yang menyenangkan. Ya, termasuk yang saya kemarin. 

Buat saya pribadi, acara ini menjadi kesempatan untuk sekadar mencari waktu healing sambil menikmati alunan musik jazz di desa-desa yang sejuk dan menangkan. 




Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments