Showing posts with label Cultural Events. Show all posts
Showing posts with label Cultural Events. Show all posts

In Cultural Events

Travelling ke Pameran Lukisan? Ini 7 Manfaat untuk Pikiran dan Emosi

Travelling ke Pameran Lukisan

Tinggal di Jogja membuat saya cukup beruntung karena kota ini punya banyak ruang untuk menikmati seni. 

Bukan cuma soal wisata kuliner atau jalan-jalan ke tempat hits, saya juga bisa menemukan banyak pameran lukisan yang menghadirkan karya para seniman dengan karakter masing-masing.

Gak heran kalau circle teman-teman saya sesekali mengajak mampir ke pameran seni lukis yang sedang berlangsung. Saya pribadi suka takjub sih. 

Kadang sebuah lukisan terlihat sederhana, tetapi setelah diamati lebih lama, ternyata punya makna yang dalam. Ada pula karya yang tampak abstrak, tetapi justru memancarkan keindahan dengan caranya sendiri.

Tahu gak, aktivitas seperti ini sebenarnya bisa menjadi bagian menarik dari travelling. Sebab, jalan-jalan gak selalu harus diisi dengan foto di tempat wisata, mencoba makanan baru, atau berburu oleh-oleh. 

Mengunjungi pameran lukisan juga bisa menjadi pengalaman yang memperkaya pikiran dan emosi. Lalu, apa saja manfaat melihat pameran lukisan yang bisa kita dapatkan?

Menikmati karya seni sebagai aktivitas travelling
Menikmati karya seni sebagai aktivitas travelling (doc. Riana Dewie)


Kenapa Pameran Lukisan Bisa Jadi Bagian dari Travelling?

Bagi saya, travelling adalah kesempatan untuk melihat sesuatu yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Karena itu, mengunjungi galeri seni, museum seni, atau art exhibition bisa menjadi salah satu aktivitas saat travelling.

Apalagi ketika sedang berkunjung ke sebuah kota yang punya kehidupan seni cukup kuat. 

Kita gak hanya melihat destinasi wisata dari sisi bangunan, kuliner, atau pemandangan, tetapi juga mengenal bagaimana masyarakat dan seniman di tempat tersebut mengekspresikan gagasan.

Oh ya, wisata seni juga bisa menjadi bentuk wisata budaya dan wisata edukasi yang menarik. Kita dapat mengenal seniman lokal, melihat koleksi seni, memahami kurasi pameran, sampai mengetahui cerita di balik sebuah karya.

Saya juga sering dibuat penasaran dengan hasil karya para seniman. Kok bisa, ya, mereka kepikiran membuat karya seperti ini?

Dari rasa penasaran tersebut, kita sebenarnya sedang belajar melihat dunia dari sudut pandang orang lain. Itulah yang membuat manfaat mengunjungi pameran lukisan gak berhenti pada pengalaman visual saja.

Wisata seni dan pengalaman travelling di galeri
Wisata seni dan pengalaman travelling di galeri (doc. Riana Dewie)


Manfaat Melihat Pameran Lukisan untuk Pikiran dan Emosi

Ada alasan kenapa sebagian orang merasa lebih tenang setelah menikmati karya seni. Proses mengamati lukisan membuat kita berhenti sejenak dari aktivitas yang serba cepat.

1. Membantu memberi ruang untuk relaksasi

Saat melihat lukisan, perhatian kita bisa tertuju pada warna, bentuk, tekstur, detail, dan komposisinya. Aktivitas sederhana ini dapat menjadi jeda dari berbagai hal yang memenuhi kepala.

Buat saya, momen seperti ini terasa seperti mengambil napas di tengah perjalanan. Gak perlu buru-buru memahami semuanya. Cukup berdiri, melihat, lalu membiarkan mata menikmati karya yang ada di depan kita.

Dalam konteks kesehatan mental, aktivitas yang membuat seseorang lebih mindful dan fokus pada pengalaman saat ini dapat menjadi bagian dari kegiatan self-care. 

Jadi, manfaat pameran lukisan untuk kesehatan mental bisa dilihat dari pengalaman menikmati seni sebagai ruang jeda dan relaksasi, bukan sebagai pengganti penanganan profesional.

2. Membantu mengenali dan mengekspresikan emosi

Menariknya, satu lukisan bisa menimbulkan respons emosional yang berbeda pada setiap orang. Warna gelap mungkin terasa muram bagi seseorang, tetapi justru menenangkan bagi orang lain.

Tahu gak, kita bisa saja menemukan perasaan tertentu saat mengamati sebuah karya, bahkan ketika sebelumnya gak sadar sedang merasakan emosi tersebut.

Inilah salah satu manfaat seni bagi emosi. Melalui pengalaman visual, seseorang dapat melakukan refleksi diri, mengenali suasana hati, atau sekadar memberi kesempatan kepada dirinya untuk merasakan sesuatu tanpa harus menjelaskannya panjang lebar.

Menikmati lukisan untuk relaksasi dan refleksi diri
Menikmati lukisan untuk relaksasi dan refleksi diri (doc. Riana Dewie)


3. Memberikan pengalaman yang menyenangkan

Menikmati lukisan juga bisa menjadi aktivitas sederhana untuk memperbaiki suasana hati. Ada rasa puas ketika menemukan karya yang menarik perhatian, memahami cerita di baliknya, atau menemukan detail yang sebelumnya terlewat.

Bukan berarti setiap orang otomatis menjadi lebih bahagia setelah melihat pameran seni, tetapi pengalaman positif dan menyenangkan tentu bisa menjadi bagian dari kesejahteraan psikologis.

Melihat Lukisan Juga Bisa Mengasah Otak dan Kreativitas

Pernah melihat lukisan abstrak lalu bertanya dalam hati, “Ini sebenarnya menggambarkan apa?” Nah, justru dari pertanyaan semacam itu otak diajak bekerja.

Manfaat melihat karya seni salah satunya adalah memberikan stimulasi kognitif melalui proses mengamati, menafsirkan, dan menghubungkan berbagai informasi visual.

4. Melatih kemampuan observasi

Saat berada di art gallery, coba jangan hanya melihat lukisan sekilas. Perhatikan warna dan komposisi, garis, ekspresi, objek kecil, hingga detail yang mungkin sengaja ditampilkan oleh seniman.

Aktivitas tersebut melatih kemampuan observasi karena kita belajar memperhatikan sesuatu secara lebih teliti. Bahkan karya yang awalnya terlihat biasa saja bisa terasa berbeda setelah diamati lebih lama.

5. Memancing imajinasi dan kreativitas

Seni dan kreativitas memang punya hubungan yang menarik. Ketika melihat sebuah lukisan, otak gak selalu menerima informasi secara mentah. Kita bisa membayangkan cerita, suasana, karakter, atau kejadian yang mungkin melatarbelakangi karya tersebut.

Saya sih suka bagian ini karena setiap orang bisa punya interpretasi berbeda. Satu lukisan bisa membuat seseorang teringat masa lalu, sementara orang lain justru mendapatkan ide baru.

Proses tersebut dapat menjadi latihan untuk membuka imajinasi dan melihat kemungkinan dari sesuatu yang sama. Karena itu, manfaat seni bagi otak gak hanya berkaitan dengan pengetahuan, tetapi juga cara kita mengolah informasi.

Mengamati detail lukisan di sebuah galeri seni
Mengamati detail lukisan di sebuah galeri seni (doc. Riana Dewie)


6. Membiasakan diri melihat perspektif berbeda

Sebuah karya seni gak selalu dibuat untuk memberikan jawaban yang jelas. Justru kadang seniman sengaja membiarkan penikmatnya membuat interpretasi sendiri.

Dari sini kita belajar bahwa sesuatu dapat dilihat dari berbagai perspektif. Kebiasaan memahami makna sebuah karya, mempertimbangkan konteks, dan menerima interpretasi yang berbeda dapat mendorong kemampuan berpikir kritis.

Jadi, seni dan kecerdasan gak harus selalu dibicarakan dalam konteks akademis. Berdiri di depan lukisan dan mencoba memahami gagasan pembuatnya pun bisa menjadi pengalaman belajar.

Travelling ke Pameran Seni Bikin Jalan-Jalan Lebih Berkesan

Travelling sering kali meninggalkan kenangan melalui tempat yang kita kunjungi. Namun, pengalaman tersebut bisa terasa lebih kaya ketika kita juga berinteraksi dengan budaya dan karya kreatif di sebuah daerah.

Oh ya, manfaat mengunjungi pameran seni juga bisa menjadi cara untuk mengenal karakter sebuah kota. Setiap daerah punya cerita, kebiasaan, sejarah, dan lingkungan sosial yang dapat memengaruhi karya para senimannya.

Ketika mengunjungi pameran saat travelling, kita bisa mendapatkan pengalaman wisata yang berbeda. 

Bukan hanya melihat karya, tetapi juga bertemu orang dengan ketertarikan serupa, berbincang mengenai seni, atau menemukan destinasi seni yang sebelumnya gak masuk itinerary.

Pameran lukisan sebagai destinasi wisata seni
Pameran lukisan sebagai destinasi wisata seni (doc. Riana Dewie)


7. Membawa pulang cerita, bukan cuma foto

Ini mungkin menjadi salah satu alasan saya menyukai wisata seni. Setelah pulang, yang tersisa bukan hanya foto di galeri atau dokumentasi di media sosial, tetapi juga cerita tentang karya yang kita lihat.

Kita mungkin jadi ingat satu lukisan dengan warna tertentu, seorang seniman yang baru dikenal, atau percakapan singkat dengan teman saat membahas sebuah karya.

Wkwkwkwk.... ternyata travelling memang bisa sesederhana itu: pergi ke suatu tempat, melihat sesuatu yang baru, lalu pulang membawa pikiran yang sedikit berbeda.

Pada akhirnya, manfaat menikmati karya seni memang bisa terasa sangat personal. Ada yang menemukan ketenangan, mendapatkan inspirasi, belajar memahami perspektif, atau sekadar menikmati pengalaman visual yang menyenangkan.

Tahu gak, kita juga gak harus pergi jauh untuk mendapatkan pengalaman tersebut. Pameran lukisan bisa saja ada di kota sendiri, galeri kecil, ruang komunitas, museum, atau agenda seni yang sedang berlangsung.

***

Jadi, saat sedang merencanakan travelling berikutnya, gak ada salahnya memasukkan pameran seni ke dalam daftar aktivitas. 

Siapa tahu, perjalanan kali ini bukan cuma membuat kaki melangkah lebih jauh, tetapi juga membuat pikiran melihat dunia dengan cara yang baru.

Karena travelling bukan cuma tentang ke mana kita pergi, tetapi juga tentang apa yang kita lihat, rasakan, dan bawa pulang setelahnya.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Cultural Events

Pasar Malam Sekaten Jogja: Dulu Selalu Saya Tunggu

Pasar Malam Sekaten Jogja di Alun-Alun Utara Yogyakarta

Sebagai orang Jogja, ada satu event tahunan yang dulu selalu saya tunggu-tunggu: Pasar Malam Sekaten Jogja di Alun-Alun Utara. 

Rasanya belum lengkap melewati bulan Mulud tanpa melihat kerlap-kerlip lampu, mendengar suara wahana dari kejauhan, lalu ikut hanyut dalam keramaian pasar malam.

Sejak kecil, Pasar Malam Perayaan Sekaten atau PMPS sudah mewarnai hari-hari saya. Sampai dewasa pun, event ini tetap punya daya tarik sendiri. 

Gak harus punya tujuan khusus. Kadang datang cuma untuk keliling, jajan, melihat wahana, atau berburu barang yang sebenarnya gak ada di daftar belanja.

Tahu gak, bukan cuma warga Jogja yang datang ke sini. Dulu, banyak orang dari luar kota berbondong-bondong datang menggunakan mobil, bus, bahkan truk rombongan demi menikmati pasar malam di Alun-Alun Utara Yogyakarta.

Sayangnya, suasana seperti itu kini tinggal kenangan. PMPS di Alun-Alun Utara terakhir digelar pada 2018. Setelah itu, pasar malamnya ditiadakan di lokasi tersebut. 

Memang sempat ada pasar malam bernuansa nostalgia di tempat lain pada 2022, tetapi rasanya tetap berbeda.

Pasar Malam Sekaten, Event Tahunan yang Selalu Saya Tunggu

Dulu, begitu mendengar kabar Pasar Malam Sekaten akan dibuka, rasanya sudah ada agenda yang harus masuk kalender. Bukan karena saya harus membeli sesuatu, melainkan karena suasananya memang selalu bikin penasaran.

PMPS berlangsung berminggu-minggu sehingga punya cukup banyak waktu untuk dikunjungi. Hari ini datang bersama keluarga, beberapa hari kemudian datang lagi dengan teman. 

Bahkan bisa saja awalnya cuma ingin jalan-jalan, tetapi pulangnya membawa jajanan, mainan, atau barang yang sebelumnya gak terpikir untuk dibeli.

Oh ya, yang paling saya ingat justru bukan satu wahana atau satu makanan tertentu, melainkan suasananya secara keseluruhan.

Alun-Alun Utara Yogyakarta berubah menjadi kawasan yang penuh manusia. Ada suara musik dari wahana, teriakan pengunjung, suara pedagang menawarkan dagangan, sampai suara orang yang sedang sibuk menawar harga.

Mau naik Ombak Banyu, suara teriakannya bisa terdengar dari jauh. Masuk area Tong Setan juga gak kalah heboh. Sementara di sisi lain, orang sibuk memilih pakaian, melihat mainan, atau sekadar mencari jajanan.

Kalau saya sih, bagian keliling tanpa tujuan ini justru yang paling menyenangkan. Kita bisa berjalan pelan sambil melihat apa saja yang menarik perhatian.

Dan karena PMPS menjadi event tahunan Jogja, ada semacam perasaan, “Nanti tahun depan datang lagi.” Begitu terus dari tahun ke tahun.

Tahu gak, mungkin justru karena selalu datang setiap tahun itulah kenangan tentang Pasar Malam Sekaten dulu terasa begitu kuat sampai sekarang.

Dari Wahana, Jajanan, sampai Barang yang Bikin Kalap

Kalau membicarakan nostalgia Pasar Malam Sekaten, rasanya kurang lengkap tanpa membahas isi pasar malamnya. Sebab, daya tarik PMPS bukan cuma keramaiannya.

Wahana yang bikin deg-degan

Wahana Ombak Banyu di Pasar Malam Perayaan Sekaten
Wahana Ombak Banyu di Pasar Malam Perayaan Sekaten (doc. Riana Dewie)

Ada banyak wahana permainan yang menjadi magnet pengunjung. Sebut saja komidi putar, bianglala, Ombak Banyu, Tong Setan, sampai istana karet untuk permainan anak.

Masing-masing punya penggemar sendiri.

Bagi anak-anak, melihat wahana saja sudah cukup membuat mata berbinar. Bagi yang lebih dewasa, mungkin justru bagian paling seru adalah menyaksikan keberanian orang lain dari bawah. Hihihihi....

Tong Setan, misalnya, selalu punya cara sendiri untuk mengundang penonton berkumpul. Suara kendaraan yang melaju di dinding tong bercampur dengan teriakan penonton menciptakan suasana yang khas pasar malam.

Komedi Putar di Pasar Malam Sekaten Jogja
Komedi Putar di Pasar Malam Sekaten Jogja (doc. Riana Dewie)


Jajanan yang susah ditolak

Belum lagi urusan kuliner pasar malam. Ada bakso, siomay, sate kere, sate ayam, sempol, gula-gula, galundeng atau bolang-baling, telur gulung, cilok, jagung bakar, sampai aneka gorengan.

Oh ya, aroma makanan yang bercampur dengan bau khas wahana dan keramaian pengunjung itu entah kenapa justru menjadi bagian dari kenangan masa kecil.

Datang dengan niat cuma jalan-jalan, akhirnya tangan membawa makanan. Mau hemat, tapi melihat jajanan lain jadi ingin mencoba. Begitu terus sampai dompet ikut merasakan atmosfer PMPS. Wkwkwkwk....

Mainan dan barang dagangan

Istana bermain anak di Pasar Malam Sekaten Jogja
Istana bermain anak di Pasar Malam Sekaten Jogja (doc. Riana Dewie)

Ada pula mainan anak yang sederhana tetapi menghibur. Salah satu yang saya ingat adalah kapal otok-otok yang dimainkan di atas wadah berisi air.

Ada juga permainan memancing untuk anak dan berbagai mainan kecil yang biasanya membuat anak berhenti berkali-kali.

Untuk orang dewasa, pilihannya lebih beragam lagi. Ada pakaian, celana, boneka, aksesori, peralatan dapur, pecah belah, sampai berbagai barang kebutuhan rumah.

Namun, salah satu yang paling bikin saya kangen adalah awul-awul alias pakaian thrift.

Awul-awul di pasar malam punya sensasi berburu tersendiri. Harus sabar mengaduk-aduk tumpukan pakaian demi menemukan barang yang dirasa menarik. 

Pedagang awul-awul di Pasar Malam Sekaten
Pedagang awul-awul di Pasar Malam Sekaten (doc. Riana Dewie)


Kadang dapat, kadang pulang dengan tangan kosong. Tapi justru proses berburu itulah yang seru.

Tahu gak, saya bisa saja datang tanpa rencana membeli baju, tetapi begitu melihat tumpukan awul-awul, niat belanja mendadak berubah. Hahaha.

Riuhnya yang bikin kangen

Semua elemen tadi bercampur menjadi satu: lampu warna-warni, stan pedagang, wahana permainan, kuliner, suara musik, pengunjung yang berdesakan, dan kadang panggung hiburan yang membuat suasana semakin ramai.

Itulah kenapa kenangan masa kecil dan masa muda tentang PMPS sulit hilang. Pasar malamnya memang sederhana, tetapi pengalaman yang ditinggalkan terasa lengkap.

Kenapa PMPS di Alun-Alun Utara Akhirnya Ditiadakan?

Pertanyaan “kenapa Pasar Malam Sekaten ditiadakan?” sebenarnya punya beberapa sisi. Peniadaan PMPS pada 2019 bukan berarti tradisi Sekaten ikut dihentikan.

1. Ada upaya memulihkan kondisi Alun-Alun Utara

Keraton Yogyakarta pada 2019 menyampaikan bahwa PMPS ditiadakan salah satunya untuk memulihkan kondisi Alun-Alun Utara. Setelah digunakan untuk wahana dan pedagang selama pasar malam, kondisi kawasan tersebut dinilai perlu dipulihkan, termasuk persoalan rumput dan kebersihan.

Namun, pada saat itu ada juga penjelasan dari Pemerintah Kota Yogyakarta yang memberikan sudut pandang berbeda. 

Pemkot menyebut PMPS 2019 memang tidak dianggarkan dan terdapat konsolidasi mengenai penyelenggaraan pasar malam. Jadi, alasan peniadaan saat itu tidak bisa disederhanakan hanya menjadi persoalan rumput.

Suasana ramai Pasar Malam Sekaten di Alun-Alun Utara
Suasana ramai Pasar Malam Sekaten di Alun-Alun Utara (doc. Riana Dewie)

2. Penataan kawasan menjadi pertimbangan

Alun-Alun Utara merupakan bagian penting dari kawasan Keraton Yogyakarta. Ketika sebuah area digunakan untuk pasar rakyat dengan banyak wahana dan pedagang selama berminggu-minggu, tentu ada konsekuensi terhadap kondisi kawasan.

Keraton kemudian ingin mengembalikan kondisi Alun-Alun Utara sekaligus menata kembali penyelenggaraan Sekaten.

3. PMPS dan tradisi Sekaten sebenarnya berbeda

Nah, ini bagian yang sering tertukar.

Pasar Malam Perayaan Sekaten merupakan kegiatan keramaian yang selama bertahun-tahun melekat dengan perayaan Sekaten. 

Namun, menurut penjelasan Keraton pada 2019, pasar malam bukan bagian inti dari tradisi Hajad Dalem Sekaten. Keraton ingin mengembalikan Sekaten pada semangat dan makna awalnya.

Tradisi Sekaten sendiri tetap berlangsung sebagai bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pada 2026 pun rangkaian Hajad Dalem Sekaten tetap dilaksanakan, termasuk Miyos Gangsa dan Kondur Gangsa.

4. Pandemi ikut memperpanjang jedanya

Setelah PMPS di Alun-Alun Utara berhenti, pandemi COVID-19 ikut membuat keramaian besar seperti pasar malam semakin sulit diselenggarakan.

Baru pada 2022 masyarakat kembali mendapat kesempatan menikmati pasar malam bernuansa Sekaten melalui Pasar Rakyat Jogja Gumregah. 

Lokasinya bukan di Alun-Alun Utara, melainkan di eks kampus STIE Kerjasama, Jalan Parangtritis, Sewon, Bantul, dan berlangsung sekitar satu bulan.

Buat saya, suasananya tetap menyenangkan. Tetapi tetap ada satu hal yang terasa berbeda: lokasinya.

Sebab, yang dirindukan bukan sekadar wahana atau jajanan. Ada hubungan antara pasar malam, Alun-Alun Utara, Keraton, dan memori bertahun-tahun yang membuat PMPS dulu terasa begitu spesial.

PMPS Hilang, Kenangannya Tetap Tinggal

Mungkin yang hilang sebenarnya bukan sekadar pasar malam.

Yang hilang adalah feel-nya.

Ada rasa berbeda ketika melihat Alun-Alun Utara yang biasanya menjadi ruang terbuka berubah menjadi lautan lampu, wahana, pedagang, dan manusia. 

Ada sensasi berjalan berdesakan sambil mencari jajanan. Ada rasa penasaran setiap melihat wahana baru. Ada juga awul-awul yang tiba-tiba membuat dompet menipis.

Sebagai generasi milenial, saya termasuk orang yang cukup beruntung pernah menikmati keramaian itu hampir tanpa absen setiap tahunnya. Pasar Malam Sekaten zaman dulu menjadi bagian dari kenangan masa kecil, lalu terbawa sampai masa muda.

Saat saya naik Bom bom car di Pasar Malam Sekaten Jogja
Saat saya naik Bom bom car di Pasar Malam Sekaten Jogja (doc. Riana Dewie)


Oh ya, setiap generasi mungkin punya versi nostalgia masing-masing. Anak-anak sekarang mungkin akan mengingat event dan tempat yang berbeda. 

Begitu pula dengan generasi sebelum saya yang punya kenangan lain tentang Sekaten Alun-Alun Utara Jogja.

Jadi, menurut saya, gak perlu membandingkan mana yang lebih baik. Setiap zaman memang punya wajahnya sendiri.

Pasar Malam Sekaten dulu boleh menjadi kenangan. PMPS sekarang mungkin sudah gak lagi hadir seperti yang saya kenal. Tetapi tradisi Sekaten tetap hidup dan terus dijalankan.

Dan justru di situlah menariknya Yogyakarta. Tradisi bisa tetap dijaga, sementara bentuk perayaannya dapat berubah mengikuti zaman.

Sekaten bukan hanya soal pasar malam. Ada gamelan pusaka, prosesi Keraton, peringatan Maulid Nabi, Garebeg Mulud, serta berbagai tradisi budaya yang masih bisa dinikmati masyarakat.

***

Jadi, kalau suatu hari saya merasa rindu keramaian PMPS, mungkin jawabannya bukan terus menunggu pasar malam yang dulu kembali. 

Saya bisa datang menikmati event budaya Keraton lainnya, melihat prosesi, pertunjukan seni, atau sekadar berjalan-jalan di kawasan yang menyimpan begitu banyak cerita.

Sebab, kenangan tentang Pasar Malam Sekaten memang boleh tinggal di masa lalu. Tetapi semangat untuk menikmati budaya Yogyakarta seharusnya tetap jalan terus.

Dan siapa tahu, suatu hari nanti ada bentuk perayaan baru yang kembali membuat generasi berikutnya berkata, “Dulu, event ini selalu saya tunggu.”


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Cultural Events

Raminten Cabaret Show Jogja: Perpaduan Seni, Musik, dan Hiburan yang Memukau

Suasana meriah pertunjukan Raminten Cabaret Show Jogja yang dipadati penonton

Kalau berbicara tentang Raminten Cabaret Show Jogja, saya selalu teringat suasana meriah yang penuh tawa, musik, dan penampilan memukau dari para performer berbakat. 

Di tengah banyaknya pilihan hiburan malam Jogja, pertunjukan ini berhasil menawarkan pengalaman yang berbeda dan sulit dilupakan. 

Saya sendiri sudah beberapa kali menonton, dan setiap kali datang selalu ada kejutan baru yang membuat pertunjukan terasa segar.

Oh ya, bagi yang belum pernah datang, pertunjukan ini bukan sekadar acara musik biasa. Ada unsur teater, komedi, tari, hingga akting yang berpadu menjadi satu kesatuan yang sangat menghibur.


Mengenal Raminten Cabaret Show Jogja

Raminten Cabaret Show Jogja merupakan salah satu pertunjukan kabaret Jogja yang sudah cukup terkenal di kalangan wisatawan maupun warga lokal. 

Berlokasi di kawasan Malioboro yang strategis, tempat ini mudah dijangkau oleh wisatawan yang sedang menikmati suasana pusat kota Yogyakarta.

Konsep yang diusung oleh Raminten Cabaret Show cukup unik. Para pengisi acaranya merupakan seniman dan performer yang sudah memiliki nama di dunia hiburan Jogja. 

Mereka tampil dengan karakter yang kuat, kemampuan panggung yang matang, serta totalitas yang membuat penonton betah mengikuti pertunjukan dari awal hingga akhir.

Yang membuat The Raminten Cabaret Show menarik adalah kemampuannya menghadirkan suasana hiburan ala kabaret internasional dengan sentuhan lokal yang kental. 

Berbagai tokoh terkenal, penyanyi legendaris, hingga diva dunia sering diduplikasi dengan gaya yang lucu namun tetap menghibur.

Oh ya, menurut saya lokasi yang berada dekat Malioboro menjadi nilai tambah tersendiri karena wisatawan bisa dengan mudah memasukkan pertunjukan ini ke dalam agenda wisata malam Yogyakarta.

Gak heran kalau tempat ini kemudian menjadi salah satu ikon tempat wisata malam Jogja yang selalu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.


Daya Tarik Raminten Cabaret Show yang Membuat Penonton Terpesona

Kostum Mewah dan Tata Panggung Spektakuler

Kostum mewah para performer Raminten Cabaret Show Jogja yang menjadi daya tarik wisata malam Yogyakarta
Kostum mewah para performer Raminten Cabaret Show Jogja yang menjadi daya tarik (IG @ramintencabaret)

Hal pertama yang langsung mencuri perhatian saya adalah kostumnya. Para performer tampil dengan kostum glamor, detail yang rapi, serta aksesori yang mendukung karakter yang sedang diperankan.

Selain itu, tata cahaya dan dekorasi panggung juga dibuat sangat menarik. Kombinasi lampu warna-warni dan efek visual tertentu membuat suasana terasa hidup. 

Sebagai penonton, saya merasa seperti sedang menyaksikan sebuah live performance profesional.

Panggung spektakuler yang disiapkan membuat setiap adegan terasa lebih megah. Kalau soal visual sih, menurut saya pertunjukan ini memang layak mendapat apresiasi.

Perpaduan Tarian, Musik, dan Akting yang Menghibur

Daya tarik berikutnya adalah kombinasi antara tarian modern, akting, dan pertunjukan musik. Setiap segmen memiliki tema berbeda sehingga penonton gak akan merasa bosan.

Ada penampilan yang terinspirasi dari budaya internasional, ada juga yang mengangkat unsur budaya Jawa sehingga terasa dekat dengan identitas Yogyakarta sebagai kota budaya.

Oh ya, saya cukup kagum dengan kemampuan para artis kabaret yang mampu meniru gaya, ekspresi, hingga gerakan tokoh yang mereka perankan. 

Hasilnya benar-benar menjadi sebuah penampilan memukau yang menghibur.

Beberapa dancer Raminten Cabaret Show
Beberapa dancer Raminten Cabaret Show (IG: @ramintencabaret)


Interaksi Seru dengan Penonton

Bagian yang paling sering mengundang tawa adalah interaksi para performer dengan penonton. Kadang mereka turun dari panggung, mendekati audiens, lalu mengajak bercanda secara spontan.

Momen seperti ini membuat seluruh ruangan tertawa bersama. Hahahaha... kadang banyolannya sederhana, tetapi justru itu yang membuat suasana menjadi cair.

Yang saya suka, para performer tampil lucu dengan dandanan bak diva yang centil dan penuh percaya diri. 

Bahkan beberapa karakter terlihat sangat mirip dengan penyanyi aslinya sehingga membuat pertunjukan terasa hidup dan penuh warna.


Pengalaman Menonton Raminten Cabaret Show dari Awal hingga Akhir

Suasana Sebelum Pertunjukan Dimulai

Salah satu hal yang langsung saya rasakan adalah tingginya antusiasme pengunjung. Bahkan pada akhir pekan, antrean bisa cukup panjang. Banyak orang yang datang lebih awal demi mendapatkan posisi duduk terbaik.

Kalau gak reservasi terlebih dahulu, sering kali tiket sudah habis. Karena itu, saya selalu menyarankan untuk memesan lebih awal.

Area tunggunya nyaman dan mampu menampung ratusan penonton. Meski begitu, ruangnya memang gak terlalu luas sehingga suasananya terasa ramai sejak sebelum acara dimulai.

Saat Lampu Panggung Menyala

Saat lampu mulai redup dan pertunjukan dibuka, suasana langsung berubah. Biasanya acara diawali dengan band khas Jawa yang menghadirkan suasana hangat dan akrab.

Vokalis perempuannya sering melontarkan candaan spontan yang mengundang tawa. Bahkan lirik lagu yang dibawakan kadang diubah menjadi lebih lucu sehingga membuat penonton semakin menikmati suasana.

Oh ya, bagian pembukaan ini sering menjadi favorit saya karena mampu mencairkan suasana sebelum pertunjukan utama dimulai.

Momen-Momen yang Paling Berkesan

Sepanjang pertunjukan, ada banyak segmen yang mendapat tepuk tangan meriah. Biasanya penampilan tokoh-tokoh terkenal menjadi bagian yang paling ditunggu.

Saya pribadi paling suka ketika performer tampil total dengan ekspresi dan gerakan yang sangat meyakinkan. Penonton tampak terhibur sekaligus kagum melihat kemampuan mereka membawakan karakter yang diperankan.

Kalau soal pengalaman sih, menurut saya ini termasuk salah satu pengalaman wisata unik yang wajib dicoba saat berkunjung ke Jogja.


Informasi Penting dan Tips Menikmati Raminten Cabaret Show

Lokasi dan Cara Menuju Raminten Cabaret Show

Lokasi pertunjukan berada di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Akses menuju lokasi cukup mudah menggunakan kendaraan pribadi, taksi online, maupun transportasi umum.

Jadwal Pertunjukan

Jadwal Raminten Cabaret Show biasanya tersedia hampir setiap hari dengan jam pertunjukan tertentu. Sebaiknya cek informasi terbaru sebelum berkunjung agar gak salah jadwal.

Harga Tiket dan Cara Pemesanan

Harga tiket Raminten Cabaret Show tergolong terjangkau jika dibandingkan dengan kualitas hiburan yang ditawarkan. 

Pemesanan bisa dilakukan secara langsung maupun melalui kanal reservasi yang tersedia.

Oh ya, saat musim liburan atau akhir pekan, tiket sering habis lebih cepat karena tingginya minat wisatawan.

Tips Menikmati Raminten Cabaret Show dengan Maksimal

  • Datang lebih awal untuk mendapatkan posisi duduk terbaik.
  • Reservasi tiket sebelum hari pertunjukan.
  • Siapkan kamera atau ponsel untuk mengabadikan momen.
  • Datang bersama keluarga atau teman agar pengalaman semakin seru.

Kalau saya sih lebih suka datang sekitar 30 menit sebelum acara dimulai agar bisa menikmati suasana tanpa terburu-buru.

Pertunjukan ini juga cocok sebagai hiburan keluarga, acara bersama pasangan, maupun rombongan teman kantor yang sedang berlibur di Jogja.

***

Pada akhirnya, Raminten Cabaret Show Jogja bukan hanya sebuah seni pertunjukan, tetapi juga bagian dari wisata budaya Yogyakarta yang berhasil dikemas menjadi entertainment show modern dan menyenangkan. 

Penampilan artis kabaret di Raminten Cabaret Show Jogja
Penampilan artis kabaret di Raminten Cabaret Show Jogja (sumber: tripadvisor.co.id) 


Kombinasi seni, budaya, musik, komedi, dan interaksi hangat dengan penonton membuatnya menjadi salah satu destinasi wisata populer yang layak dikunjungi.

Saya sudah beberapa kali datang ke sini dan selalu merasa terhibur. 

Menurut saya, membeli tiket untuk menikmati pertunjukan penuh warna ini benar-benar worth it. Bahkan wisatawan luar kota sering berebut tiket demi menyaksikan atraksi yang satu ini.

Saya aja yang orang Jogja masih suka nonton, masak kamu gak penasaran sih? Hihihihi... 

Kalau sedang mencari atraksi wisata Yogyakarta yang berbeda dari biasanya, Raminten Cabaret Show layak masuk ke dalam daftar perjalananmu.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Cultural Events

Dari Legenda ke Panggung: Tari Sugriwa Subali di Gua Kiskendo

Tari Sugriwa Subali di Gua Kiskendo saat pertunjukan

Pernah gak sih membayangkan menyaksikan pertunjukan seni di sekitar gua yang dingin, lembap, dan penuh cerita? 

Saya sendiri merasakan pengalaman itu saat melihat Tari Sugriwa Subali di Gua Kiskendo. 

Beberapa waktu lalu, saya beserta teman teman pegiat media sosial diajak oleh Dinas Pariwisata Kulon Progo untuk berjalan jalan ke beberapa destinasi di Kulon Progo. Nah, salah satunya adalah Gua Kiskendo.

Gua Kiskendo adalah sebuah gua berbentuk lorong yang lumayan panjang dan berliku. Area di dalamnya cenderung basah dengan hiasan stalaktit pada langit langit guanya. 

Oh ya, suasananya tuh langsung berubah begitu masuk, lebih dingin, agak sunyi, dan terasa magis banget. Saya sih langsung merasa seperti masuk ke dunia lain, hahahaha....

Nah, apa hubungan Gua Kiskendo dengan legenda Sugriwa Subali? Daripada penasaran, ikuti petualangan saya kali ini ya!

Suasana Gua Kiskendo Kulon Progo yang mistis
Suasana Gua Kiskendo Kulon Progo yang mistis (doc. Riana Dewie)


Gua Kiskendo, Tempat Legenda Itu Berasal

Terletak di kawasan Kulon Progo, Gua Kiskendo bukan sekadar destinasi wisata alam biasa. Tempat ini punya aura yang berbeda, perpaduan antara keindahan alam dan cerita rakyat yang sudah hidup sejak lama. 

Begitu memasuki gua, suasana langsung terasa berubah, lebih dingin, lembap, dan sunyi. Cahaya meredup, digantikan bayangan alami dari dinding batu yang basah dan tetesan air yang jatuh perlahan.

Lorong lorong gua yang sempit dengan stalaktit dan stalagmit membentuk siluet unik. Kadang terlihat seperti sosok samar yang memancing imajinasi. 

Lorong gua dengan stalaktit dan stalagmit
Lorong gua dengan stalaktit dan stalagmit (doc. Riana Dewie)


Aura mistisnya makin kuat karena tempat ini dipercaya sebagai lokasi pertarungan dalam legenda Gua Kiskendo. Hawa didalamnya cukup dingin, tapi ada juga yang keringetan karena harus menyusur gua yang lumayan luas. 

Oh ya, saya sempat berhenti beberapa kali hanya untuk menikmati suara tetesan air yang jatuh, tenang tapi bikin merinding juga, hihihihi.... Perpaduan keheningan dan cerita yang menyelimuti membuat tempat ini terasa hidup.

Kisah Singkat Gua Kiskendo

Kaitan antara Gua Kiskendo dengan cerita Sugriwa dan Subali berasal dari legenda lokal yang mengadaptasi kisah Ramayana. 

Dalam kisah Ramayana Sugriwa Subali, keduanya adalah saudara yang mengalami konflik karena kesalahpahaman dan perebutan kekuasaan.

Dalam cerita tersebut, terjadi pertarungan Subali dan Sugriwa yang sangat sengit. Versi lokal percaya bahwa pertempuran itu terjadi di dalam Gua Kiskendo. Bahkan, beberapa bagian gua diyakini menggambarkan adegan cerita tersebut.

Kostum penari Tari Sugriwa Subali yang khas
Kostum penari Tari Sugriwa Subali yang khas (doc. Riana Dewie)

Oh ya, yang menarik, masyarakat sekitar masih sangat menghormati cerita ini. Gua ini bukan hanya tempat wisata, tapi juga dianggap sebagai ruang yang punya nilai sejarah dan spiritual. 

Saya sih merasa tempat ini punya roh cerita yang kuat banget.


Dari Cerita Rakyat Menjadi Tari Tradisional

Menariknya, asal usul Tari Sugriwa Subali gak berhenti sebagai cerita lisan saja. Seiring waktu, legenda ini diangkat menjadi seni pertunjukan yang bisa dinikmati secara visual.

Awalnya, masyarakat hanya mengenal kisah ini lewat wayang atau cerita turun temurun. Namun, untuk menjaga agar cerita tetap hidup, muncullah ide menjadikannya sebagai tari dramatik. 

Dari sinilah lahir Tari Sugriwa Subali Gua Kiskendo.

Oh ya, menurut saya ini langkah cerdas sih. Karena dengan mengubah cerita menjadi pertunjukan, generasi sekarang jadi lebih mudah memahami dan merasakan kisahnya. 

Gak cuma dibayangkan, tapi benar benar dihidupkan di depan mata.

Nilai Budaya yang Diangkat

Tari ini gak hanya menampilkan gerakan indah, tapi juga membawa pesan moral yang dalam seperti kepahlawanan dalam menghadapi konflik, kisah saudara yang berselisih, serta nilai kejujuran dan keadilan. 

Semua itu dibungkus dalam seni tari tradisional Jawa yang penuh ekspresi.


Keunikan Tari Sugriwa Subali di Gua Kiskendo

Kalau dibandingkan dengan pertunjukan lain, pertunjukan tari Gua Kiskendo ini punya keunikan tersendiri. Lokasinya yang berada di alam terbuka dekat area gua membuat suasana terasa lebih dramatis.

Bayangkan saja, kamu menonton seni pertunjukan di Gua Kiskendo dengan latar alam asli, bukan panggung buatan. Ini yang bikin pengalaman jadi beda banget.

Oh ya, saya duduk di area penonton sambil menikmati suasana alam yang sejuk. Rasanya tuh seperti ikut masuk ke dalam cerita, bukan sekadar menonton.

Atraksi Tari Sugriwa Subali di alam terbuka
Atraksi Tari Sugriwa Subali di alam terbuka (doc. Riana Dewie)


Kostum dan Gerakan yang Ikonik

Karakter Sugriwa dan Subali ditampilkan dengan kostum khas yang mencolok. Gerakannya tegas, dinamis, dan penuh energi, menggambarkan konflik yang intens. 

Ekspresi para penari juga kuat banget dan mampu menghidupkan cerita.

Musik dan Nuansa Dramatis

Iringan gamelan menambah suasana semakin hidup. Ditambah lagi dengan efek suara alami dari lingkungan sekitar, membuat pertunjukan terasa lebih nyata. 

Oh ya, bagian ini yang paling saya suka sih karena suara alam dan musik tradisional berpadu jadi satu pengalaman yang sulit dilupakan.

Penabuh gamelan dan sinden ikut meramaikan pentas Sugriwa Subali
Penabuh gamelan dan sinden ikut meramaikan pentas Sugriwa Subali (doc. Riana Dewie)


Pengalaman Menonton yang Gak Biasa

Menonton wisata budaya Gua Kiskendo ini bukan sekadar hiburan. Ini adalah pengalaman yang melibatkan emosi dan imajinasi. 

Sensasi duduk di alam terbuka dengan latar gua benar benar berbeda dari pertunjukan biasa.

Oh ya, saya merasa pengalaman ini cocok banget buat kamu yang suka eksplor hal baru, apalagi kalau kamu tipe yang suka wisata alam dan budaya Jogja.

Tips Buat Kamu yang Mau Nonton

Datang lebih awal supaya dapat spot terbaik. Gunakan pakaian yang nyaman karena area terbuka. Jaga sikap dan hormati jalannya pertunjukan agar tetap kondusif.

Wisata budaya Gua Kiskendo di Kulon Progo
Wisata budaya Gua Kiskendo di Kulon Progo (doc. Riana Dewie)


Kenapa Tari Ini Wajib Kamu Masukkan ke Wishlist Wisata

Sebagai bagian dari destinasi wisata Kulon Progo, pertunjukan ini punya banyak keunggulan. Unik karena menggabungkan alam dan budaya, edukatif karena membawa cerita legenda, serta estetik untuk kebutuhan foto dan video.

Pemainnya juga banyak dan berkarakter. Mereka mampu menghidupkan makna Tari Sugriwa Subali dengan sangat indah. 

Oh ya, menurut saya sih ini bukan cuma tontonan, tapi pengalaman yang bikin kita lebih menghargai budaya lokal.

Seluruh penari Sugriwa Subali di akhir pementasan
Seluruh penari Sugriwa Subali di akhir pementasan (doc. Riana Dewie)


Dari pengalaman saya, sejarah Tari Sugriwa Subali bukan sekadar cerita masa lalu. Ini adalah bukti bahwa legenda bisa terus hidup dan berkembang.

Rasanya pingin balik ke sana lagi dan menikmati pertunjukan ini sekali lagi. Transformasi ini menunjukkan bagaimana sebuah legenda bisa terus hidup dengan cara yang relevan. 

Dari cerita yang dulu hanya didengar, kini menjadi pengalaman yang bisa dilihat dan dirasakan.

Oh ya, kalau kamu sedang mencari wisata alam dan budaya Jogja, jangan ragu memasukkan Gua Kiskendo ke dalam daftar perjalananmu. 

Karena di sini, cerita bukan hanya diceritakan, tapi benar benar dihidupkan.




Read More

Share Tweet Pin It +1

1 Comments

In Cultural Events

Ngayogjazz: Festival Jazz Unik di Desa Yogyakarta

Festival Ngayogjazz yang unik

Ngayogjazz adalah salah satu festival musik yang menurut saya paling unik di Indonesia. Festival ini menghadirkan musik jazz di tengah desa, jauh dari kesan formal yang biasanya melekat pada konser jazz. 

Sejak pertama kali mendengar tentang Ngayogjazz, saya langsung merasa penasaran. Kok bisa sih festival jazz digelar di kampung, bahkan di dekat sawah dan rumah warga?

Oh ya, saya pertama kali tahu tentang Ngayogjazz dari cerita teman yang pernah datang langsung ke acaranya, bahkan sudah berkali-kali. 

Katanya suasananya santai banget, penonton bisa duduk lesehan sambil menikmati musik jazz. Kalau saya sih membayangkannya seperti piknik musik di pedesaan yang hangat dan penuh kebersamaan.

Buat banyak orang, festival Ngayogjazz Jogja memang punya daya tarik tersendiri. Festival jazz di Yogyakarta ini selalu berhasil menghadirkan pengalaman yang berbeda. 

Bukan hanya musiknya yang menarik, tapi juga atmosfer desa yang membuat acara ini terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.


Ngayogjazz dan Cerita Awal Festivalnya

Ngayogjazz pertama kali digelar pada tahun 2007. Ide dasarnya cukup sederhana, yaitu membawa musik jazz keluar dari ruang konser yang eksklusif dan menghadirkannya langsung ke tengah masyarakat. 

Tapi emang bener sih, musik jazz selama ini terkesan eksklusif banget kan? Dari situlah konsep Ngayogjazz di desa mulai berkembang.

Oh ya, konsep festival seperti ini sebenarnya jarang ditemui di tempat lain. Biasanya festival musik jazz Jogja digelar di gedung pertunjukan atau hotel. Tapi di sini justru sebaliknya. 

Suasana Ngayogjazz yang asyik
Ngayogjazz dengan suasana"ndeso" (doc. Riana Dewie)

Musisi datang ke desa dan bermain di panggung yang dekat dengan warga. Keren banget sih konsepnya!

Setiap tahun festival ini juga selalu berpindah lokasi. Beberapa desa yang pernah menjadi tuan rumah antara lain Desa Wisata Brayut, Desa Ketingan, Desa Tembi, hingga kawasan Imogiri di Bantul. Perpindahan lokasi ini membuat festival Ngayogjazz Jogja terasa selalu baru.

Yang menarik, festival ini juga terbuka untuk siapa saja. Pengunjung bisa datang tanpa harus merasa canggung. 

Bahkan banyak keluarga yang datang bersama anak-anak mereka. Hahahaha... membayangkan anak kecil duduk santai sambil mendengar jazz memang terasa unik ya. Saya sempat ngobrol dengan teman saya tentang fenomena anak-anak diajak nonton jazz disini. 

"Mungkin dulu bapak ibunya pas masih pacaran suka nonton Ngayogjazz, jadi kebawa sampai mereka udah punya anak...", katanya. Ehhh, setelah dipikir-pikir, bener juga sih logika dia... Hahaha....

Penonton Ngayogjazz dari segala kalangan
Penonton Ngayogjazz dari segala kalangan (doc. Riana Dewie)

Suasana Festival Ngayogjazz yang Bikin Rindu

Kalau bicara soal atmosfer, Ngayogjazz memang punya karakter yang berbeda dari festival musik lainnya. Begitu memasuki area desa tempat festival berlangsung, pengunjung biasanya langsung disambut oleh keramaian yang hangat.

Oh ya, yang paling menarik menurut saya adalah cara orang menikmati musik di festival ini. Banyak yang duduk di atas tikar atau rumput sambil mendengarkan alunan musik dari panggung. Rasanya santai banget.

Suasana festival musik jazz Jogja ini juga terasa lebih akrab karena warga desa ikut terlibat langsung. Rumah-rumah warga kadang dihias sederhana, dan jalan kampung dipenuhi pengunjung yang berjalan santai dari satu panggung ke panggung lainnya.

Panggung Musik di Area Desa

Biasanya Ngayogjazz menghadirkan beberapa panggung musik yang tersebar di area desa. Setiap panggung memiliki karakter yang berbeda.

Beberapa panggung menampilkan musisi jazz nasional, sementara panggung lainnya menghadirkan komunitas jazz dari berbagai kota. Kadang ada juga kolaborasi musik jazz dengan unsur tradisional Jawa.

Menurut saya sih konsep ini membuat festival terasa lebih hidup. Pengunjung bisa bebas memilih panggung mana yang ingin mereka nikmati.

Peta lokasi acara Ngayogjazz 2025
Peta lokasi acara Ngayogjazz 2025 (doc. Riana Dewie)


Ngayogjazz 2025: Lokasi, Bintang Tamu, dan Suasana

Ngayogjazz kembali digelar meriah pada tahun 2025 di kawasan Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Festival Ngayogjazz Jogja ini berlangsung sekitar pukul 13.00 hingga malam hari dan menghadirkan puluhan musisi jazz dari dalam maupun luar negeri.

First time saya datang ke festival ini adalah saat Ngayogjazz 2025 kemarin. Lumayan kaget sih, karena sejak dari parkrian, saya melihat papan-papan seni di sudut-sudut jalan dengan kata-kata nyleneh. 

Ngayogjazz 2025
Salah satu jalan masuk Ngayogjazz 2025 di Imogiri, Bantul (doc. Riana Dewie)

Tahun 2025 Ngayogjazz Jogja mengusung tema unik “Jazz Diundang Mbokmu”, sebuah ajakan santai yang menggambarkan bahwa musik jazz bisa dinikmati oleh siapa saja, seperti hajatan desa yang terbuka untuk semua orang

Oh ya, satu kunci yang membuat Ngayogjazz selalu menarik adalah konsepnya yang tetap gratis untuk pengunjung. Jadi siapa saja bisa datang menikmati festival jazz di Yogyakarta tanpa harus membeli tiket mahal.

Bintang Tamu yang Tampil

Beberapa musisi yang meramaikan Ngayogjazz 2025 antara lain:

  • Sri Hanuraga

  • Andre Dinuth

  • Aditya Ong Quartet

  • Encik Sri Krishna

  • Kua Etnika feat. Ari Wvlv & Gamellance

  • Kevin Saura Group

  • Eef Van Breen Quartet

  • Bennet Brandeis Trio

Musisi siap menghibur penikmat Ngayogjazz
Musisi siap menghibur penikmat Ngayogjazz (doc. Riana Dewie)

Selain musisi profesional, festival musik jazz Jogja ini juga menghadirkan berbagai komunitas jazz dari berbagai kota di Indonesia.

Panggung Festival

Pada penyelenggaraan Ngayogjazz 2025 terdapat sekitar empat panggung utama yang tersebar di area desa, yaitu:

  • Panggung Simbok

  • Panggung Ibu

  • Panggung Biyung

  • Panggung Simak

Konsep panggung yang tersebar ini membuat pengunjung bisa berjalan santai menyusuri desa sambil menikmati berbagai penampilan musik jazz.


Kuliner Tradisional dan Booth UMKM

Selain musik, salah satu daya tarik Ngayogjazz adalah keberadaan kuliner tradisional yang dijual oleh warga desa. Area festival biasanya dipenuhi berbagai warung kecil yang menawarkan makanan khas.

Pengunjung bisa menemukan nasi kucing, sate ayam, mie jawa, cilok, sate kere, seafood bakar hingga berbagai jajanan pasar seperti getuk dan klepon. 

Minuman hangat seperti wedang jahe juga sering menjadi favorit pengunjung. Kebetulan kemarin saya sempat jajan es jeruk baby untuk menyegarkan tenggorokan siang itu. Hihihi....

Oh ya, saya selalu membayangkan suasana makan jajanan pasar sambil mendengar musik jazz. Kedengarannya sederhana, tapi justru di situlah letak keistimewaan Ngayogjazz di desa.

Di beberapa area juga terdapat Pasar Jazz, yaitu tempat berbagai produk lokal dijual. Kerajinan tangan, kaos festival, hingga tote bag biasanya tersedia di sana. Kemarin saya lihat banyak pengunjung yang tergoda untuk membeli suvenir kecil sebagai kenang-kenangan.

Menariknya lagi, konsep festival ini juga mengingatkan saya pada berbagai tulisan perjalanan yang pernah saya baca, termasuk artikel dari Review Bandung yang sering membahas pengalaman wisata unik di Indonesia.

Hihihihi... rasanya menarik juga membayangkan jalan kampung yang biasanya sepi tiba-tiba dipenuhi pecinta musik jazz dari berbagai kota, ya!

Salah satu seniman yang menghibur Ngayogjazz 2025
Salah satu seniman yang menghibur Ngayogjazz 2025 (doc. Riana Dewie)


Kenapa Ngayogjazz Selalu Ditunggu?

Setiap tahun Ngayogjazz selalu dinanti oleh para pecinta musik. Selain karena musiknya, pengalaman yang ditawarkan memang terasa berbeda.

Oh ya, saya pernah membaca cerita pengunjung yang datang dari luar kota hanya untuk merasakan suasana festival ini. Mereka bilang, Ngayogjazz bukan hanya konser musik, tapi juga pengalaman budaya yang hangat.

Menurut saya sih itu masuk akal. Ketika musik jazz dimainkan di tengah desa, suasananya otomatis terasa lebih santai. Penonton dan musisi juga terasa lebih dekat. Saya lihat, penonton ada yang maju ke depan panggung untuk ikut berjoget, menyanyi dan menikmati alunan musik yang mengalun dinamis. 

Di sisi lain, festival Ngayogjazz Jogja ini juga memberi manfaat bagi masyarakat desa. Kehadiran ribuan pengunjung tentu membantu meningkatkan aktivitas ekonomi warga.

Pada akhirnya, Ngayogjazz memang lebih dari sekadar festival musik jazz di Yogyakarta. Festival ini menjadi tempat berkumpulnya komunitas, pecinta musik, serta masyarakat desa dalam suasana yang hangat.

Festival Ngayogjazz selalu ditunggu
Festival Ngayogjazz selalu ditunggu (doc. Riana Dewie)

Bagi banyak orang, datang ke Ngayogjazz bukan hanya soal menonton konser. Mereka datang untuk menikmati suasana santai, berjalan di jalan kampung, dan merasakan momen kecil yang menyenangkan. Ya, termasuk yang saya kemarin. 

Buat saya pribadi, acara ini menjadi kesempatan untuk sekadar mencari waktu healing sambil menikmati alunan musik jazz di desa-desa yang sejuk dan menangkan. 




Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments