Showing posts with label Destinations. Show all posts
Showing posts with label Destinations. Show all posts

In Destinations

Masuk Taman Sari Jogja Serasa Balik ke Zaman Kerajaan

Area bangunan heritage di Taman Sari Jogja yang memadukan arsitektur Jawa dan Eropa

Siang itu panas buanget. Tapi saya dan suami tetap semangat untuk mengunjungi salah satu “kerajaan” Jogja di masa lalu, yaitu Taman Sari Jogja. 

Dari luar saja, bangunannya sudah terlihat klasik dengan dominasi warna putih kusam yang justru bikin suasananya terasa makin estetik. 

Begitu masuk area wisata, aura kerajaan langsung terasa kuat banget.

Mulai dari arsitektur depan hingga belakang, semuanya mencerminkan suasana zaman dulu. 

Oh ya, sejak dulu saya memang suka mengunjungi bangunan bersejarah karena selalu punya cerita menarik di baliknya.

Dinding tua yang masih kokoh berdiri, lorong lorong sempit, hingga kolam pemandian membuat saya seperti sedang masuk ke cerita kerajaan Jawa.

Gak heran saya pribadi saat masuk kesini, berasa jadi putri kerajaan loh. Hahahaha... Baiklah, ikuti saya jalan jalan kesini ya.


Taman Sari Jogja, Wisata Sejarah yang Masih Memikat

Wisata Taman Sari Jogja sampai sekarang masih jadi destinasi wisata favorit Jogja. Saya sih gak heran kalau tempat ini selalu ramai wisatawan lokal maupun luar kota. 

Daya tariknya memang kuat banget, terutama buat pecinta wisata sejarah Jogja dan tempat instagramable di Jogja.

Banyak wisatawan datang kesini untuk menikmati suasana zaman kerajaan, hunting foto estetik, sampai belajar tentang sejarah Taman Sari Jogja yang cukup panjang. 

Selain itu, kawasan ini juga termasuk wisata budaya Yogyakarta yang terkenal sampai mancanegara.

Wisatawan menikmati suasana klasik di Taman Sari Jogja dengan bangunan putih peninggalan kerajaanWisatawan bisa menikmati suasana klasik di Taman Sari Jogja (doc. Riana Dewie)


Lokasi Strategis di Tengah Kota Yogyakarta

Lokasi Taman Sari Yogyakarta cukup strategis karena masih berada di area kompleks Keraton Yogyakarta. Tepatnya berada di Jalan Taman, Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta.

Kalau dari Malioboro, jaraknya sekitar 3 kilometer saja. Sedangkan dari Keraton Yogyakarta sangat dekat karena masih berada dalam satu kawasan kompleks keraton. 

Di sebelah utara terdapat area pemukiman warga, sementara sisi selatannya dekat dengan kampung wisata Taman Sari yang cukup terkenal.

Oh ya, akses menuju lokasi juga gampang banget karena jalannya sudah bagus dan bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.

Sekilas Tentang Kompleks Taman Sari

Taman Sari adalah kompleks bekas taman kerajaan milik Kesultanan Yogyakarta yang dibangun pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I sekitar abad ke 18. 

Tempat ini dulu dikenal sebagai “istana air” karena memiliki kolam pemandian, kanal, dan area rekreasi keluarga kerajaan.

Kompleks Taman Sari bukan cuma dipakai untuk bersantai, tapi juga menjadi tempat meditasi, pertahanan, hingga lokasi persembunyian. 

Di dalamnya terdapat beberapa bangunan ikonik seperti Umbul Binangun, lorong bawah tanah Taman Sari, masjid bawah tanah Sumur Gumuling Jogja, dan area bekas danau buatan.

Arsitektur Jawa dan Eropa yang berpadu disini membuat suasananya terasa unik. Sampai sekarang kawasan ini masih menjadi hidden gem Jogja yang selalu menarik untuk dikunjungi.


Sejarah Taman Sari yang Penuh Cerita Kerajaan

Menurut saya, bagian sejarahnya justru paling menarik. Cerita kerajaan yang populer ini berasal dari masa Kesultanan Yogyakarta ketika Taman Sari Keraton Jogja digunakan sebagai tempat khusus keluarga kerajaan.

Oh ya, saat mendengar kisah kerajaan zaman dulu, saya selalu membayangkan bagaimana hiruk pikuk kehidupan masyarakat kerajaan pada masa itu.

Dibangun pada Masa Sultan Hamengkubuwono I

Taman Sari dibangun pada masa Sri Sultan Hamengkubuwono I sekitar tahun 1758. 

Konon, pembangunan pesanggrahan kerajaan ini melibatkan arsitek dari Portugis sehingga bentuk bangunannya terlihat berbeda dibanding bangunan Jawa biasa.

Dulu kawasan ini dikelilingi air sehingga terlihat seperti benteng air kerajaan. Makanya gak sedikit wisatawan yang kagum saat mengetahui konsepnya sudah modern sejak ratusan tahun lalu.

Suasana wisata sejarah Taman Sari Jogja yang ramai dikunjungi wisatawan saat liburan
Suasana wisata sejarah Taman Sari Jogja yang ramai dikunjungi wisatawan saat liburan (doc. Riana Dewie)

Fungsi Taman Sari di Zaman Dahulu

Ternyata fungsi Taman Sari zaman dulu cukup banyak. Selain menjadi tempat rekreasi keluarga kerajaan, area ini juga dipakai sebagai tempat meditasi Sultan.

Beberapa bagian juga digunakan sebagai tempat pertahanan dan persembunyian ketika terjadi serangan musuh. Bahkan ada lorong rahasia kerajaan yang menghubungkan area tertentu untuk keamanan.

Selain itu, area kolam dipakai sebagai pemandian putri kerajaan. Saya membayangkan suasananya pasti tenang banget pada masa itu.

Kisah Pemandian Putri Keraton yang Melegenda

Salah satu cerita paling terkenal dari Taman Sari Jogja adalah kisah pemandian putri kerajaan. Konon, Sultan memilih putri kerajaan dari menara yang berada dekat kolam pemandian.

Cerita ini memang cukup melegenda dan sampai sekarang masih sering diceritakan oleh pemandu wisata. Kalau pas airnya penuh, saya pingin juga sih mandi disini ala ala kerajaan gitu. Hihihi...


Pesona Taman Sari yang Membuat Pengunjung Kagum

Saat masuk lebih dalam, saya makin kagum karena hampir setiap sudut punya keindahan tersendiri. Gak cuma estetik, tapi juga penuh nilai sejarah.

Kolam Pemandian dengan Nuansa Kerajaan

Kolam pemandiannya benar benar jadi ikon utama Taman Sari Jogja. Airnya terlihat kebiruan dengan bangunan putih klasik di sekitarnya.

Nuansa klasik Yogyakarta terasa kuat banget disini. Saya pribadi suka melihat detail bangunan yang masih dipertahankan sampai sekarang. Tempat ini juga jadi spot foto Taman Sari paling favorit wisatawan.

Lorong bawah tanah Taman Sari Jogja yang misterius dan penuh cerita sejarah kerajaan
Lorong bawah tanah Taman Sari Jogja yang misterius dan penuh cerita sejarah kerajaan (doc. Riana Dewie)


Lorong Bawah Tanah yang Misterius

Bagian yang bikin penasaran tentu saja lorong bawah tanah Taman Sari. Suasananya agak gelap dan lembap, tapi justru membuat pengalaman wisata terasa berbeda.

Konon lorong ini dipakai sebagai jalur rahasia kerajaan pada masa lalu. Jadi, kalau sekarang kamu berada disana, kira kira berani sendirian gak ni?

Oh ya, saya sempat membayangkan bagaimana suasana lorong ini saat masih dipakai keluarga kerajaan zaman dulu. Agak merinding tapi menarik juga sih.

Sumur Gumuling yang Ikonik dan Unik

Sumur Gumuling Jogja termasuk area yang cukup viral di media sosial. Bentuk bangunannya melingkar dengan tangga bersilang di tengah membuat tempat ini terlihat unik banget.

Saya juga takjub saat kesini karena suasananya benar benar berbeda dibanding area lain. Tempat ini sering dipakai untuk fotografi karena hasil fotonya memang estetik. Buat foto prewed bagus juga loh!

Sumur Gumuling di Taman Sari Yogyakarta dengan arsitektur unik dan spot foto instagramable
Sumur Gumuling di Taman Sari Yogyakarta dengan arsitektur unik dan spot foto instagramable (doc. Riana Dewie)


Spot Foto Estetik di Setiap Sudut

Buat pecinta fotografi, Taman Sari Yogyakarta memang surganya foto estetik. Hampir semua sudut terlihat cantik untuk dijadikan background.

Beberapa spot menarik disini adalah area kolam pemandian, lorong batu, Sumur Gumuling, hingga dinding klasik bernuansa vintage. Gak heran kalau tempat ini disebut destinasi wisata favorit Jogja.


Pengalaman Serasa Balik ke Zaman Kerajaan

Satu kompleks yang kental dengan kerajaan zaman dulu memang bikin rindu ya. Rasanya gak ingin dengar ceritanya saja, tapi juga ingin balik ke masa itu. 

Kehidupannya, hiruk pikuk masyarakatnya, rajanya, putri putrinya dan semuanya.

Suasana Tenang dengan Bangunan Klasik

Saya memang penyuka bangunan klasik yang masih berdiri sampai sekarang. Ada rasa kagum tersendiri melihat bangunan bersejarah Jogja yang tetap kokoh walau sudah berusia ratusan tahun.

Suasananya juga tenang banget meski ramai wisatawan. Cocok untuk wisata heritage Jogja maupun wisata edukasi Jogja.

Arsitektur Jawa dan Eropa yang Menarik

Perpaduan arsitektur Jawa dan Eropa menghadirkan nuansa unik karena terlihat elegan sekaligus klasik. Detail jendela, lorong, dan bentuk bangunannya membuat saya betah berlama lama disini.

Oh ya, menurut saya perpaduan budaya seperti ini justru bikin Taman Sari Jogja terasa berbeda dibanding tempat wisata sejarah populer lainnya.

Nuansa Heritage yang Masih Terasa Kuat

Pecinta heritage wajib mampir kesini karena suasana zaman kerajaan masih terasa kuat. Dari bentuk bangunan hingga area kompleks keraton Yogyakarta, semuanya punya cerita tersendiri.

Saya sih termasuk orang yang gampang kagum dengan tempat seperti ini. Apalagi kalau sambil membayangkan kehidupan masa lalu. Hahahaha...

Kolam pemandian bersejarah di Taman Sari Jogja dengan nuansa kerajaan Jawa yang estetik

Kolam pemandian bersejarah di Taman Sari Jogja dengan nuansa kerajaan Jawa yang estetik (doc. Riana Dewie)


Informasi Wisata Taman Sari Jogja

Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional

Tiket masuk Taman Sari Jogja (2026) untuk wisatawan domestik sekitar Rp15.000 per orang. Sedangkan wisatawan asing dikenakan tarif sekitar Rp25.000.

Jam buka Taman Sari biasanya mulai pukul 09.00 sampai 15.00 WIB setiap hari.

Rute dan Cara Menuju Taman Sari

Kalau dari Malioboro, perjalanan menuju Taman Sari bisa ditempuh sekitar 10 sampai 15 menit menggunakan motor atau mobil.

Bisa juga menggunakan becak dan andong supaya pengalaman wisata terasa lebih khas Jogja.

Tips Berkunjung agar Lebih Nyaman

Datanglah pagi atau sore supaya cuacanya gak terlalu panas. Gunakan alas kaki nyaman karena area wisatanya cukup luas untuk dijelajahi.

Jangan lupa membawa air minum dan kamera karena banyak tempat wisata estetik Jogja yang sayang kalau gak diabadikan.

Spot foto estetik di Taman Sari Jogja dengan nuansa klasik khas kompleks keraton Yogyakarta
Spot foto estetik di Taman Sari Jogja dengan nuansa klasik khas kompleks keraton Yogyakarta (doc. Riana Dewie)


Kenapa Taman Sari Jogja Selalu Jadi Favorit Wisatawan?

Cocok untuk Wisata Sejarah dan Edukasi

Tempat ini cocok banget untuk belajar sejarah sekaligus menikmati wisata budaya Yogyakarta.

Banyak Spot Instagramable untuk Konten Media Sosial

Setiap sudutnya punya nilai estetika yang tinggi sehingga cocok untuk konten media sosial.

Memberikan Pengalaman Wisata yang Berbeda

Masuk Taman Sari Jogja benar benar memberikan pengalaman berbeda dibanding wisata biasa. Ada suasana klasik, sejarah, dan nuansa kerajaan yang masih terasa hidup sampai sekarang.

***

Disini mata terasa segar melihat bangunan bernuansa putih dengan air kolam yang jernih kebiruan. Saya pribadi merasa wisata sejarah ternyata bisa terasa sangat menyenangkan dan gak membosankan.

Saat liburan ke Jogja, jangan lupa mampir ke tempat bersejarah ini ya. Siapa tahu kamu juga ikut merasakan sensasi serasa balik ke zaman kerajaan, dimana kamu jadi salah satu putri kerajaan hihihi.... 


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Destinations

Wisdom Park UGM Jogja: Spot Hijau Favorit Anak Muda

Wisdom Park UGM Jogja dengan hamparan rumput hijau luas dan suasana santai

Setiap orang pasti pernah merasa penat dengan rutinitas yang itu-itu saja. Saya pun begitu. Kadang, kerjaan numpuk, pikiran penuh, dan rasanya butuh healing tipis-tipis tanpa harus pergi jauh. 

Nah, salah satu tempat yang sering saya datangi adalah Wisdom Park UGM.

Oh ya, buat saya pribadi, tempat ini tuh semacam “pelarian sehat” yang selalu berhasil bikin mood balik lagi. Gak perlu tiket mahal, gak perlu ribet, tapi efeknya tuh berasa banget.

Kalau saya sih biasanya datang sore hari, duduk santai sambil lihat orang jogging, jalan santai, bahkan ada juga yang sibuk ngonten. 

Suasana wisdom park UGM Jogja ini emang hidup banget, tapi tetap terasa tenang.

Melihat orang ngobrol santai, pacaran, sampai sekadar rebahan di rumput tuh rasanya sederhana tapi hangat. Hihihihi… kadang saya juga ikut-ikutan bengong tanpa tujuan jelas.


Kenalan dengan Wisdom Park UGM

Kalau kamu belum pernah ke sini, Wisdom Park UGM adalah salah satu taman kampus UGM Jogja yang luas dan terbuka. Lokasinya cukup strategis dan mudah diakses dari berbagai arah.

Pintu masuk utama biasanya lewat area utara kampus, dekat Jalan Bhineka Tunggal Ika dan tidak jauh dari Masjid Kampus UGM. Gapura “Taman Kearifan Wisdom Park” jadi penandanya.

Aksesnya juga fleksibel. Dari arah utara bisa lewat portal UGM, sedangkan dari pusat kampus tinggal arahkan ke jalan utama tersebut.

Oh ya, saya biasanya masuk dari pintu utara sih karena lebih sepi dan sudah hafal spot-spot favorit di sana. Pernah juga masuk dari arah pusat UGM, tapi cuma sekali waktu nemenin teman jogging.

Secara keseluruhan, tempat ini adalah ruang terbuka hijau di Jogja yang luas, dengan hamparan rumput yang bikin mata adem. Gak heran kalau suasana wisdom park UGM selalu jadi daya tarik utama.

Aktivitas di Wisdom Park UGM seperti duduk di rumput dan menikmati angin sore
Aktivitas di Wisdom Park UGM seperti duduk di rumput dan menikmati angin sore (doc. Riana Dewie)


Alasan Saya Sering Healing ke Wisdom Park UGM

Tempatnya Luas & Gak Bikin Sumpek

Salah satu alasan saya sering datang ke sini adalah karena areanya luas banget. Mau lari ke sana kemari juga bebas.

Bahkan, saya sering lihat mahasiswa nugas bareng pakai almamater mereka. Jadi, tempat ini memang multifungsi, mulai dari belajar sampai santai.

Bisa Duduk Santai di Rumput

Ini bagian favorit saya. Duduk di rumput UGM tuh punya sensasi tersendiri.

Kalau datang bareng teman, saya biasanya bikin picnic vibes kecil-kecilan. Bawa tikar, snack, minuman dingin, bahkan kadang bawa permainan sederhana. 

Seru banget, hahahaha… berasa kembali ke masa kecil.

Gratis & Tanpa Ribet

Ini sih yang paling bikin nagih. Wisdom Park UGM termasuk tempat nongkrong UGM gratis yang ramah di kantong.

Kalau saya sih, biaya paling cuma parkir saja. Selebihnya, tinggal menikmati suasana tanpa beban.

Oh ya, selama kita tetap menjaga sikap dan gak melanggar aturan, semuanya aman dan nyaman kok.

Danau Bijak (Danau Lembah UGM) di Wisdom Park
Danau Bijak (Danau Lembah UGM) di Wisdom Park (doc. Riana Dewie)


Cocok untuk Me Time Tanpa Distraksi

Kadang saya juga datang sendiri. Duduk, pakai headset, atau sekadar lihat sekitar.

Banyak juga yang baca buku, foto-foto, atau menikmati waktu sendiri. Ini yang bikin tempat ini cocok sebagai tempat cari ketenangan di Jogja.


Aktivitas Santai yang Bisa Dilakukan di Sini

Duduk di Rumput & Menikmati Suasana

Sederhana, tapi efeknya luar biasa. Duduk di rumput sambil menikmati angin sore di Jogja bikin pikiran lebih ringan.

Oh ya, saya sering banget melakukan ini saat lagi butuh jeda dari aktivitas harian.

Lihat Orang Jogging & Jalan Santai

Wisdom Park juga jadi tempat jogging di UGM yang cukup populer. Banyak orang olahraga ringan di sini.

Melihat mereka tuh bikin saya ikut semangat bergerak.

Ngonten & Lihat Orang Ngonten

Sekarang, banyak juga yang datang untuk bikin konten. Spotnya aesthetic banget tanpa perlu biaya mahal.

Saya sendiri pernah coba ngonten di sini, dan hasilnya cukup unik karena serba hijau dan terlihat sejuk gitu. 

Saya dan anak lanang berfoto di Wisdom Park UGM
Saya dan anak lanang berfoto di Wisdom Park UGM (doc. Riana Dewie)


Oh ya, ada juga video lucu yang kami buat di sini. Kalau mau nonton bisa kepoin LINK ini yaa.... Hihihi

Sekadar Bengong yang Justru Menenangkan

Kadang, gak melakukan apa-apa justru yang paling menenangkan.

Kalau kamu lagi capek, coba deh duduk dan bengong di sini. Percaya deh, mood kamu bakal pelan-pelan naik lagi.


Suasana Wisdom Park UGM di Berbagai Waktu

Pagi hari, tempat ini terasa segar. Banyak yang jogging santai di taman dan menikmati udara pagi.

Sore hari adalah waktu favorit saya. Golden hour di taman hijau luas Jogja ini memang gak pernah gagal. Cahaya matahari, angin sepoi-sepoi, dan suasana yang hidup jadi kombinasi sempurna.

Oh ya, kalau malam, suasananya lebih tenang. Cocok buat kamu yang ingin suasana lebih sepi.

Pemandangan taman kampus UGM Jogja di Wisdom Park dengan suasana asri dan nyamanPemandangan taman kampus UGM Jogja di Wisdom Park dengan suasana asri dan nyaman (doc. Riana Dewie)


Kenapa Wisdom Park UGM Cocok untuk Healing Murah

Pertama, jelas karena gratis. Ini termasu

k tempat healing di Jogja murah yang tetap berkualitas.

Kedua, aksesnya mudah. Lokasi wisdom park UGM yang berada di area kampus membuatnya gampang dijangkau.

Ketiga, suasana kampus UGM yang asri bikin tempat ini terasa beda.

Keempat, gak perlu planning ribet. Tinggal datang, duduk, dan menikmati.

Kalau saya sih, ini definisi slow living versi sederhana.


Tips Biar Healing Kamu Makin Maksimal

- Datang sore hari biar gak terlalu panas
- Bawa alas duduk kalau mau lebih nyaman
- Pakai outfit santai
- Jangan lupa bawa air minum

Oh ya, satu lagi, jangan lupa bawa mood yang baik. Karena tempat ini akan terasa lebih menyenangkan kalau kita juga datang dengan pikiran terbuka.


Tempat Sederhana yang Selalu Bikin Rindu

Buat saya, Wisdom Park UGM bukan sekadar taman biasa. Ini adalah tempat di mana saya bisa “berhenti sebentar” dari dunia yang terlalu sibuk.

Gak perlu biaya mahal, gak perlu jauh-jauh. Cukup duduk di rumput, menikmati angin, dan melihat aktivitas santai di ruang terbuka.

Spot healing di Wisdom Park UGM Jogja yang cocok untuk me time dan santai
Spot healing di Wisdom Park UGM Jogja yang cocok untuk me time dan santai (doc. Riana Dewie)


Oh ya, healing saya memang sesederhana ini. Melihat taman hijau, merasakan angin, dan menikmati suasana sudah cukup untuk mengisi ulang energi.

Jadi, kalau kamu lagi butuh tempat santai sore hari Jogja yang murah dan nyaman, Wisdom Park UGM bisa jadi pilihan.

Buat kamu yang di Jogja, sudah pernah ke sini belum?



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Destinations

Candi Plaosan Jogja: Cantik, Sepi, dan Instagramable!

Spot foto Candi Plaosan yang estetik dan Instagramable

Seorang teman tiba-tiba chat, “mbak, anterin ke Candi Plaosan yuk? Cuma deket Candi Prambanan kok...”. Akhirnya tanpa pikir panjang, saya bilang, gasss! 

Hahahaha… kadang keputusan spontan justru jadi pengalaman paling berkesan, ya gak sih?

Kalau kamu lagi cari tempat wisata adem, gak terlalu rame, tapi tetap estetik buat foto-foto, Candi Plaosan bisa jadi jawaban yang pas. 

Oh ya, saya sendiri awalnya juga gak terlalu berekspektasi tinggi, tapi ternyata tempat ini punya vibes yang beda banget dari candi lainnya.


Sekilas Tentang Candi Plaosan

Candi Plaosan Jogja sebenarnya berada di wilayah Klaten, tepatnya di perbatasan Jogja dan Jawa Tengah. Lokasinya strategis banget, jadi sering masuk list wisata dekat Candi Prambanan.

Candi ini merupakan peninggalan kerajaan Mataram Kuno, dan punya cerita romantis antara Rakai Pikatan dan Pramodhawardhani. 

Saya sih selalu suka kalau wisata sejarah punya cerita cinta di baliknya, rasanya jadi lebih hidup.

Suasana sepi di wisata Candi Plaosan Klaten yang tenang dan nyaman
Suasana sepi di wisata Candi Plaosan Klaten yang tenang dan nyaman (doc. Riana Dewie)

Oh ya, sejarah Candi Plaosan Jogja juga menunjukkan perpaduan budaya Hindu dan Buddha. Hal ini terlihat dari arsitektur dan ornamen yang unik.

Candi ini dikenal sebagai candi kembar di Klaten, karena terdiri dari dua bagian utama: Candi Plaosan Lor dan Kidul. Dua kompleks ini punya kemiripan yang langsung terasa begitu kamu datang.


Daya Tarik Candi Plaosan yang Bikin Kamu Betah

Arsitektur Candi yang Unik dan Simetris

Begitu sampai, saya langsung terpesona dengan bentuk Candi Plaosan Lor dan Kidul yang simetris. Detail relief dan stupa di sini juga masih terlihat jelas.

Oh ya, saya sempat berhenti cukup lama cuma buat memperhatikan ukiran di dindingnya. Arsitektur candi Buddha Indonesia di sini benar-benar detail dan menarik.

Vibes-nya klasik tapi tetap estetik, cocok banget buat kamu yang suka wisata sejarah sekaligus foto-foto.

Candi Plaosan Kidul
Candi Plaosan Kidul (doc. Riana Dewie)


Suasana Sepi yang Bikin Lebih Nikmat

Kalau dibandingkan dengan candi populer lainnya, suasana di wisata Candi Plaosan ini jauh lebih tenang. Gak ada desak-desakan, jadi kamu bisa menikmati setiap sudutnya dengan santai.

Saya sih paling suka bagian ini, karena bisa benar-benar healing tanpa distraksi. Asyik banget gak perlu rebutan spot foto dengan pengunjung lain.

Oh ya, suasana seperti ini jarang banget ditemukan di destinasi wisata yang dekat dengan Jogja.

Spot Foto Instagramable di Setiap Sudut

Buat kamu yang cari spot foto Candi Plaosan, ini surganya! Area rumput yang luas dengan background candi kembar bikin hasil foto terlihat estetik banget.

Bahkan tanpa masuk ke dalam area candi pun, kamu sudah bisa memotret dari luar dengan angle yang bagus. Jadi fleksibel banget, apalagi kalau kamu punya banyak destinasi dalam satu hari.

Oh ya, tempat ini juga sering dijadikan tempat prewedding di Jogja karena suasananya yang tenang dan romantis.

Candi Plaosan Lor
Candi Plaosan Lor (doc. Riana Dewie)


Lokasi, Rute, dan Akses ke Candi Plaosan

Lokasi Candi Plaosan Klaten ada di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan. Dari Jogja, jaraknya sekitar 30 menit saja.

Saya waktu itu berangkat dari area Malioboro naik motor, dan perjalanan terasa cukup santai. Kalau kamu cari rute ke Candi Plaosan dari Jogja, tinggal arahkan saja ke Prambanan lalu lanjut ke arah timur.

Oh ya, akses ke sini cukup mudah. Kamu bisa pakai motor, mobil, atau transport online. Saya sih lebih nyaman pakai motor karena lebih fleksibel.


Tiket Masuk dan Jam Buka Terbaru

Untuk tiket masuk Candi Plaosan, harganya masih terjangkau, biasanya di kisaran Rp10.000 – Rp15.000 per orang.

Jam buka Candi Plaosan umumnya dari pagi hingga sore hari. Jadi kamu punya waktu cukup panjang untuk eksplor.

Fasilitasnya juga sudah cukup lengkap, mulai dari area parkir, toilet, sampai warung kecil.

Oh ya, kalau kamu mau hasil foto maksimal, datang pagi atau sore hari. Cahaya mataharinya lebih lembut dan bikin foto makin estetik, hihihihi…

Pemandangan Candi Plaosan Kidul dari luar area
Pemandangan Candi Plaosan Kidul dari luar area (doc. Riana Dewie)


Tips Berkunjung ke Candi Plaosan Biar Makin Seru

Datang di Waktu yang Tepat

Golden hour adalah waktu terbaik untuk menikmati suasana sekaligus berburu foto.

Pakai Outfit yang Nyaman & Estetik

Saya biasanya pakai outfit warna cerah biar kontras dengan warna candi. Hasilnya jadi lebih hidup.

Tetap Jaga Kebersihan & Kelestarian

Karena ini termasuk peninggalan sejarah, penting banget buat kita ikut menjaganya. Oh ya, sekecil apa pun tindakan kita tetap berpengaruh.


Kamu Harus Mampir!

Candi Plaosan Jogja dengan latar langit biru cerah
Candi Plaosan Jogja dengan latar langit biru cerah (doc. Riana Dewie)

Setelah dari sini, saya baru sadar kalau Candi Plaosan adalah hidden gem wisata Jogja yang underrated.

Tempatnya tenang, estetik, dan punya nilai sejarah tinggi. Cocok banget buat kamu yang bosan dengan destinasi mainstream.

Oh ya, kalau kamu lagi eksplor wisata sejarah di Jogja dan sekitarnya, tempat ini wajib masuk list kamu.

Jadi, kapan kamu mau ke sini?



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Destinations

Situs Brongsongan Borobudur: Jejak Sejarah Tersembunyi

situs brongsongan borobudur tampak depan

Kalau bicara soal Borobudur, kebanyakan orang pasti langsung kepikiran candi megah yang mendunia. Tapi jujur aja, saya sih justru makin penasaran sama tempat-tempat yang jarang dilirik di sekitarnya. 

Nah, salah satunya adalah Situs Brongsongan Borobudur, sebuah cagar budaya yang masih tersembunyi dan belum banyak diketahui wisatawan.

Oh ya, pertama kali saya dengar tentang tempat ini dari obrolan santai dengan beberapa teman yang suka traveling, dan sejak itu rasanya pengin banget eksplor sendiri. 

Ternyata, situs ini punya cerita sejarah yang cukup dalam, tapi suasananya tetap tenang dan jauh dari keramaian. Buat saya, ini sih definisi hidden gem yang sesungguhnya. 

Karena beneran, letaknya tuh jauh ke dalam desa, dan kamu harus jalan kaki melewati kebun dan sawah-sawah. 

Ini bukan cuma soal sejarah, tapi juga pengalaman personal saat mengunjungi tempat yang terasa “berbeda”. Hihihihi… kadang justru tempat seperti ini yang bikin perjalanan jadi lebih berkesan.

Ya, saya beruntung karena akhirnya bisa menjejakkan kaki di tempat bersejarah ini bersama teman-teman lainnya. 

peninggalan sejarah di brongsongan
Peninggalan sejarah di Brongsongan (doc. Riana Dewie)


Mengenal Situs Brongsongan Borobudur Lebih Dekat

Apa Itu Situs Brongsongan?

Situs Brongsongan merupakan salah satu situs bersejarah di Magelang yang masuk dalam kawasan wisata Borobudur. 

Menurut saya, tempat ini termasuk dalam kategori situs purbakala Indonesia yang menyimpan peninggalan kerajaan kuno, meskipun bentuknya gak semegah candi utama.

Secara fisik, situs ini terdiri dari susunan batu dan struktur kuno yang diduga merupakan bagian dari bangunan masa lampau. Look-nya masih sederhana banget!

Kalau diperhatikan lebih dekat, kita bisa melihat pola batu yang khas dan nuansa arkeologi Jawa Tengah yang cukup kuat.

Oh ya, walaupun terlihat sederhana, nilai sejarah situs ini justru tinggi banget. Ini sih yang bikin saya makin penasaran setiap melihat detail kecil di sana.

wisata sejarah borobudur selain candi
Wisata sejarah borobudur selain candi (doc. Riana Dewie)


Lokasi dan Letak Geografis

Lokasi situs Brongsongan Magelang berada gak jauh dari kawasan utama Borobudur. Aksesnya cukup mudah, meskipun memang belum terlalu ramai dikunjungi wisatawan.

Lingkungan sekitarnya masih asri, dengan suasana desa yang tenang dan alami. Buat saya sih, ini justru jadi nilai plus karena kita bisa menikmati suasana tanpa hiruk pikuk.

Sebagai salah satu cagar budaya di sekitar Borobudur, tempat ini cocok banget buat yang ingin eksplor destinasi wisata sejarah Jogja-Magelang yang lebih santai.

Jalan menuju Situs Brongsongan
Jalan menuju Situs Brongsongan (doc. Riana Dewie)


Sejarah dan Asal Usul Situs Brongsongan

Jejak Sejarah yang Tersisa

Kalau ngomongin sejarah situs Brongsongan, si pemandu wisata menginformasikan bahwa tempat ini merupakan bagian dari peninggalan kerajaan kuno pada masa Hindu-Buddha. 

Hal ini terlihat dari struktur batu dan pola bangunan yang mirip dengan situs lain di kawasan Borobudur.

Sejarah Borobudur sendiri memang gak bisa dipisahkan dari keberadaan situs-situs kecil di sekitarnya. memang relate banget ya!

Jadi, kemungkinan besar Situs Brongsongan Borobudur ini punya peran sebagai bagian dari kompleks atau jaringan peradaban masa lalu.

Oh ya, saya sempat mikir, sebenarnya situs Brongsongan Borobudur ada apa saja sih? Ternyata bukan cuma batu biasa, tapi juga jejak kehidupan masa lampau yang masih tersisa sampai sekarang.

Penemuan dan Penelitian Arkeologi

Dalam dunia arkeologi Jawa Tengah, situs seperti ini biasanya ditemukan melalui penelitian bertahap. Situs Brongsongan sendiri sudah mulai dikenal dan diteliti oleh pihak terkait, meskipun belum sepopuler situs lain.

Peran pemerintah dan arkeolog penting banget dalam menjaga pelestarian cagar budaya seperti ini. Hahahaha… pernah gak sih kepikiran, kalau gak ada mereka, mungkin situs seperti ini sudah hilang ditelan zaman.

Menariknya, masih ada beberapa bagian yang belum sepenuhnya terungkap. Ini sih yang bikin sejarah lengkap situs Brongsongan Magelang jadi terasa penuh misteri.

Salah satu arca menarik di Situs Brongsongan
Salah satu arca menarik di Situs Brongsongan (doc. Riana Dewie)


Daya Tarik Situs Brongsongan yang Jarang Diketahui

Suasana Tenang dan Anti-Mainstream

Salah satu daya tarik situs Brongsongan yang saya suka adalah suasananya yang tenang. Gak banyak wisatawan yang datang, jadi saya pribadi bisa menikmati tempat ini dengan lebih santai.

Oh ya, menurut saya sih ini cocok banget buat yang suka eksplor tempat wisata tersembunyi di Borobudur tanpa keramaian.

Nilai Edukasi dan Sejarah

Selain itu, situs ini juga punya nilai edukasi yang tinggi. Saya sih jadi bisa langsung belajar tentang peninggalan sejarah di Brongsongan tanpa harus membaca buku tebal.

Ini termasuk wisata edukasi Magelang yang cocok untuk semua usia. Apalagi kalau kamu tertarik dengan sejarah dan arkeologi, tempat ini pasti menarik.

Arca lainnya yang bernilai sejarah tinggi
Arca lainnya yang bernilai sejarah tinggi (doc. Riana Dewie)


Spot Foto Unik Bernuansa Klasik

Jangan salah, meskipun sederhana, situs ini punya spot foto yang estetik. Nuansa batu kuno dan lingkungan alami menciptakan suasana klasik yang unik.

Oh ya, buat kamu yang suka fotografi, ini sih bisa jadi tempat eksplor yang menarik banget.

Sebagai wisata sejarah Borobudur selain candi, tempat ini benar-benar menawarkan pengalaman berbeda.


Akses, Tips Berkunjung, dan Pentingnya Pelestarian

Cara Menuju Situs Brongsongan

Cara menuju situs Brongsongan dari Candi Borobudur sebenarnya cukup mudah. Jaraknya gak terlalu jauh dan bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi atau ojek lokal.

Akses menuju situs Brongsongan ini memang belum terlalu ramai, tapi justru itu yang bikin pengalaman jadi lebih seru.

Tips Berkunjung Agar Lebih Maksimal

- Datang pagi atau sore biar gak terlalu panas. Kemarin say kesana pas panas-panasnya, sekitar jam 10 pagi. 
- Pakai alas kaki yang nyaman. Saran saya pakai sepatu kets yaa karena harus berjalan jauh dari tempat parkir kendaraan. 
- Jaga kebersihan dan sikap selama di lokasi. 

Oh ya, hal kecil seperti ini penting banget sih supaya pengalaman tetap nyaman.

suasana lokasi situs brongsongan borobudur
Suasana lokasi situs Brongsongan Borobudur (doc. Riana Dewie)


Pentingnya Menjaga Cagar Budaya

Sebagai warisan budaya Indonesia, situs ini perlu dijaga bersama. Pelestarian cagar budaya bukan cuma tugas pemerintah, tapi juga kita sebagai pengunjung.

Oh ya, saya pribadi selalu berusaha gak merusak atau mengambil apapun dari lokasi. Karena kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi?

***

Situs Brongsongan Borobudur mungkin memang belum sepopuler destinasi lain di kawasan Borobudur. 

Tempat ini menawarkan pengalaman yang lebih tenang, lebih personal, dan tentunya lebih bermakna.

Sebagai informasi, foto-foto situs ini saya capture di tahun 2021. Jadi, saat artikel ini dibaca, mohon maklum jika kemungkinan sudah ada pemugaran dan situasinya berbeda. 

Buat saya, mengunjungi situs seperti ini bukan cuma soal jalan-jalan, tapi juga tentang memahami sejarah dan menghargai warisan budaya. 

Jadi, kalau kamu bosan dengan wisata yang itu-itu aja, mungkin ini saatnya mencoba sesuatu yang berbeda. Ya, itung-itung ikut melestarikan salah satu cagar budaya di Indonesia. 

Oh ya, siapa tahu dari kunjungan sederhana ini, kamu malah menemukan cerita yang gak terlupakan. 😊



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Destinations

Gua Maria Metes Bantul: Tempat Ziarah Tenang dan Sejuk di Yogyakarta

Gua Maria Metes Bantul

Saya mengenal Gua Maria Metes Bantul baru sekitar dua tahun terakhir. Sebelumnya, saya cuma sering lihat story Instagram teman-teman yang lagi ziarah di sana. 

Dalam hati saya sempat mikir, “Kok ada tempat doa sejuk banget kayak gini?” Eh ternyata, kata mereka, lokasinya gak jauh dari rumah. Hihihihi… saya langsung penasaran dong.

Oh ya, saya sendiri memang tipe orang yang kalau lagi capek atau pikiran penuh, lebih suka cari tempat yang tenang dibanding tempat ramai. Karena jujur aja, tempat yang hening tuh bisa bikin hati jauh lebih lega.

Akhirnya saya coba datang ke sana, dan ternyata benar, suasananya tuh beda. Adem, tenang, dan bikin saya betah berlama-lama. Tempat ini berada di Bantul, Yogyakarta, dan cocok banget buat kamu yang lagi cari tempat refleksi diri.

Akses jalan masuk menuju Gua Maria Metes
Akses jalan masuk menuju Gua Maria Metes (doc. Riana Dewie)


Mengenal Gua Maria Metes, Tempat Doa yang Penuh Kedamaian

Dan betul, setelah saya cek map, ternyata Gua Maria Metes Bantul ini gak jauh dari rumah saya. Bahkan cuma sekitar 25 menit perjalanan. Kalau dipikir-pikir, ini justru gua Maria terdekat yang pernah saya tahu sih.

Oh ya, yang menarik dari tempat ini adalah suasananya yang masih alami dan belum terlalu ramai, jadi terasa seperti hidden gem Bantul.

Lokasi dan Akses Menuju Gua Maria Metes

Untuk lokasi Gua Maria Metes Bantul, alamatnya berada di: Metes, Argorejo, Kec. Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Akses Gua Maria Metes dari Yogyakarta cukup mudah, sekitar 20–30 menit perjalanan. Rute ke Gua Maria Metes Bantul bisa diikuti lewat Google Maps, dan jalannya bisa dilalui motor maupun mobil.

Oh ya, kalau saya sih lebih nyaman pakai motor karena jalannya ada beberapa bagian yang agak sempit.

Sejarah Singkat Gua Maria Metes

Berdasarkan sejarah Gua Maria Metes, tempat ini dulunya merupakan area hutan alami. Lalu perlahan dikembangkan menjadi taman doa oleh masyarakat sekitar.

Pembangunannya dilakukan bertahap, dari sederhana hingga menjadi tempat ziarah yang nyaman seperti sekarang. Fungsinya sebagai tempat ziarah Katolik di Yogyakarta sekaligus ruang refleksi diri dan doa.

Gua Maria Metes
Gua Maria Metes (doc. Riana Dewie)


Daya Tarik Gua Maria Metes yang Bikin Hati Adem

Suasana Alam yang Sejuk dan Asri

Begitu sampai, saya langsung merasakan udara yang segar. Pepohonan rindang dan suasana alami bikin tempat ini terasa damai.

Oh ya, di sini juga ada aliran air seperti air terjun kecil. Saat musim hujan, airnya mengalir deras. Tapi saat kemarau, memang gak ada air. Walaupun begitu, tetap terasa sejuk sih.

Tempat ini dulunya seperti hutan, lalu dikembangkan jadi taman doa yang tetap mempertahankan nuansa alaminya.

Spot Doa dan Refleksi yang Hening

Patung Bunda Maria dengan para malaikatnya yang "mengintip"
Patung Bunda Maria dengan para malaikatnya yang "mengintip" (doc. Riana Dewie)

Di area utama terdapat gua dengan patung Bunda Maria. Tersedia juga tempat duduk untuk berdoa.

Yang unik, patung Bunda Maria di sini dikelilingi malaikat-malaikat kecil yang seolah “mengintip”. Simbol ini menggambarkan kesakralan dan ketenangan.

Oh ya, saya sempat duduk cukup lama di sini, dan rasanya hati jadi lebih ringan.

Nuansa Spiritual yang Kuat dan Menenangkan

Sebagai gua Maria tempat doa umat Katolik, tempat ini punya suasana yang sangat mendukung untuk doa rosario di gua Maria, meditasi, atau refleksi diri.

Tersedia gazebo untuk beristirahat dan air minum bagi pengunjung.

Kalau saya sih biasanya datang tanpa rencana, duduk saja, dan menikmati suasana. Hahahaha… sederhana tapi bermakna.

Menikmati Suasana Gua Maria Metes
Menikmati Suasana Gua Maria Metes (doc. Riana Dewie)


Fasilitas dan Informasi Penting untuk Pengunjung

Fasilitas yang Tersedia

Fasilitas Gua Maria Metes cukup sederhana namun memadai. Area parkir tersedia untuk motor dan mobil.

- Parkir mobil tersedia dekat pintu masuk (kapasitas terbatas)
- Parkir motor lebih fleksibel dan luas
- Akses jalan kaki dari parkiran ke gua cukup dekat

Oh ya, biaya parkir biasanya sukarela atau donasi. Kisaran motor Rp2.000 dan mobil Rp5.000.

Jam Buka dan Tiket Masuk

Jam buka Gua Maria Metes adalah 24 jam setiap hari.

Tiket masuk Gua Maria Metes Bantul gratis. Tidak ada biaya resmi, hanya donasi sukarela untuk perawatan.

Oh ya, waktu terbaik berkunjung sih pagi atau sore hari karena lebih adem.


Tips Berkunjung ke Gua Maria Metes Biar Lebih Nyaman

Waktu Terbaik untuk Datang

Pagi dan sore adalah waktu terbaik karena suasana lebih sejuk. Malam hari juga cocok untuk doa yang lebih hening.

Etika Saat Berkunjung ke Tempat Ziarah

Karena ini wisata religi di Bantul, penting untuk menjaga ketenangan, berpakaian sopan, dan menghormati pengunjung lain.

Menjaga Ketenangan selama ziarah di Gua Maria Metes  (doc. Riana Dewie)


Persiapan Sebelum Berangkat

Bawa air minum, gunakan alas kaki nyaman, dan siapkan diri untuk berjalan sedikit.

Oh ya, jangan lupa bawa hati yang tenang juga ya.

Setiap kali datang ke Gua Maria Metes Bantul, saya selalu merasa lebih adem dan seperti di-reset kembali.

Tempat ini bukan sekadar wisata spiritual Jogja, tapi juga ruang untuk menemukan diri sendiri.

Saya sudah, kamu kapan?


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Destinations

Enam Langit by Plataran Borobudur: Pengalaman Sarapan dengan View Gunung

pemandangan sunrise di Enam Langit by Plataran Borobudur dari atas bukit

Kira-kira di bulan Juni 2021, saya berkesempatan datang ke Enam Langit by Plataran Borobudur saat mengikuti event Konferensi Sound of Borobudur. Dari sekian banyak venue yang kami kunjungi selama 5 hari, tempat ini jadi salah satu yang paling membekas.

Awalnya, saya pikir ini cuma tempat biasa dengan pemandangan hijau khas perbukitan. Tapi begitu sampai… wah, ternyata luar biasa. Banyak spot estetik yang bikin saya benar-benar speechless.

Oh ya, jujur saja saya gak berekspektasi tinggi sebelumnya, tapi ternyata justru itu yang bikin pengalaman ini terasa lebih spesial.

Kalau kamu penasaran seperti apa rasanya sarapan dengan pemandangan gunung dari atas bukit, yuk ikuti cerita saya ini…


Pengalaman Pertama ke Enam Langit Saat Subuh

Perjalanan dimulai sangat pagi, bahkan bisa dibilang masih gelap gulita. Saya dan rombongan yang menginap di The Gade Village sudah bersiap sejak sebelum jam 4 pagi.

Oh ya, mandi pagi di udara dingin kaki perbukitan Menoreh itu pengalaman tersendiri sih—antara segar dan menggigil jadi satu.

Sekitar jam 4.15, kami berangkat menggunakan mini bus. Jalan menuju lokasi ternyata cukup menanjak dan berliku. Sepanjang perjalanan, suasana masih sepi, hanya lampu kendaraan yang menemani.

Sampai di Enam Langit by Plataran Borobudur masih gelap
Sampai di Enam Langit by Plataran Borobudur masih gelap (doc. Riana Dewie)

Sesampainya di Enam Langit by Plataran sekitar pukul 5 kurang, suasana masih gelap. Udara dingin langsung menyambut, dan tempatnya terasa tenang banget.

Awalnya memang belum terlihat apa-apa. Tapi perlahan… langit mulai berubah warna.

Dan saat cahaya mulai muncul, satu hal yang langsung terlintas di kepala saya: “Ini sih bukan tempat biasa…”


Menikmati Sarapan dengan View Gunung yang Memukau

Momen Sunrise yang Bikin Speechless

Perubahan langit dari gelap ke terang benar-benar magis. Gunung-gunung mulai terlihat satu per satu, menciptakan view alam Borobudur dari atas yang luar biasa indah.

Saya yang biasanya gak terlalu suka live, tiba-tiba langsung buka Instagram dan mulai siaran. Dan lucunya, banyak teman yang langsung join dan bertanya, “Kamu lagi di mana? Kok bagus banget?”

Dengan bangga saya jawab dong… hihihihi… jarang-jarang bisa pamer view seperti ini.

Oh ya, momen menikmati sunrise dari ketinggian seperti ini benar-benar bikin saya sadar kalau Indonesia punya banyak hidden gem dekat Borobudur yang luar biasa.

spot foto terbaik di Enam Langit by Plataran Borobudur dengan latar gunung dan langit
Spot foto terbaik di Enam Langit by Plataran Borobudur dengan latar gunung dan langit (doc. Riana Dewie)


Suasana Sarapan yang Tenang dan Eksklusif

Setelah matahari mulai naik, suasana jadi makin hangat tapi tetap sejuk. Tempat ini punya ambience yang tenang, nyaman, dan terasa premium.

Selain view gunung yang menjulang, saya juga sempat melihat kolam renang di depan resto yang terlihat segar banget.

Kalau saya sih, rasanya pengin sekalian nginep dan menikmati semua fasilitasnya.

Sarapan dengan pemandangan gunung seperti ini jelas bukan pengalaman biasa. Ini lebih ke pengalaman makan di atas bukit yang lengkap; view, udara, dan suasana semuanya menyatu.

Oh ya, hampir setiap sudut di sini juga cocok banget buat spot foto instagramable di Borobudur.

Dan tentu saja… makanan saya foto dulu sebelum dimakan. Itu wajib sih. Hahahaha…


Menu dan Harga Enam Langit by Plataran

Pilihan Menu Sarapan yang Disajikan

menu sarapan estetik di Enam Langit by Plataran Borobudur dengan konsep picnic breakfast
Menu sarapan estetik di Enam Langit by Plataran Borobudur dengan konsep picnic breakfast (doc. Riana Dewie)

Menu di sini disajikan dalam bentuk paket, bukan à la carte. Konsepnya lebih ke picnic breakfast yang estetik.

Isi menunya cukup lengkap, mulai dari hidangan utama seperti nasi goreng, ayam, atau sate, hingga pendamping seperti telur, sambal, dan buah. Ada juga minuman hangat dan jus segar.

Menunya kombinasi antara tradisional Indonesia dan internasional, jadi cocok untuk berbagai selera.

Dari segi rasa, menurut saya enak dan cukup berkelas. Tapi yang paling menonjol tetap pengalaman makan dengan panorama pegunungan.

Plating-nya juga cantik banget: rapi, estetik, dan Instagramable. Vibes-nya seperti fine dining tapi di alam terbuka.

Harga dan Sistem Reservasi

Untuk harga Enam Langit Borobudur, memang tergolong premium.

Kisaran paket sarapan sekitar Rp300.000 – Rp500.000 per orang, sudah termasuk makanan, minuman, dan akses view eksklusif.

Oh ya, harga ini bisa berubah tergantung hari dan paket yang dipilih.

Reservasi di sini wajib, karena kapasitas terbatas dan banyak yang datang khusus untuk sunrise di Enam Langit Borobudur.

Tanpa booking, kemungkinan besar kamu gak akan dapat tempat.

- Booking minimal H-3
- Pilih slot sunrise
- Minta spot outdoor
- Datang tepat waktu

Kalau saya sih, lebih baik effort di awal daripada menyesal karena gak dapat view terbaik.


suasana sarapan di Enam Langit by Plataran Borobudur dengan panorama pegunungan
Suasana sarapan di Enam Langit by Plataran Borobudur dengan panorama pegunungan (doc. Riana dewie)


Lokasi, Akses, dan Tips Berkunjung

Lokasi Enam Langit di Area Borobudur

Lokasi Enam Langit Borobudur berada di kawasan perbukitan Menoreh, tepatnya di Desa Candirejo.

Dari Candi Borobudur, jaraknya sekitar 15–20 menit berkendara.

Akses menuju lokasi memang menanjak, tapi justru itu yang membuat tempat ini terasa eksklusif.

View yang ditawarkan bukan hanya satu gunung, tapi beberapa sekaligus. Inilah yang membuatnya jadi restoran dengan view gunung di Borobudur yang unik.


Worth It Gak Sarapan di Enam Langit?

Kalau ditanya worth it atau gak?

Jawaban saya: worth it.

Dari awal datang sampai selesai, yang saya rasakan bukan sekadar sarapan, tapi sebuah pengalaman.

Mulai dari perjalanan subuh, suasana pagi yang tenang dan sejuk, sampai menikmati makanan dengan view terbaik, semuanya terasa spesial.

Oh ya, ada satu momen di mana saya cuma diam, pegang secangkir teh hangat, dan menikmati pemandangan tanpa gangguan. Dan itu rasanya priceless.

Kelebihan
- View alam yang luar biasa
- Suasana tenang dan eksklusif
- Konsep makan yang unik

Kekurangan
- Harga cukup tinggi
- Akses jalan menanjak

pemandangan sunrise di Enam Langit by Plataran Borobudur dari atas bukit
Saya berfoto saat menunggu sunrise di Enam Langit by Plataran Borobudur (doc. Riana dewie)


Pada akhirnya, saya sadar… yang saya bayar bukan cuma makanan.

Melainkan pengalaman sarapan di atas awan yang gak bisa saya dapatkan di tempat lain.

Dan buat saya pribadi, itu sangat layak untuk dicoba, ya minimal sekali seumur hidup.



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Destinations

Pictniq Land Jogja Malam Hari: Wisata Estetik dengan Suasana Romantis

Pictniq Land Jogja malam hari dengan lampu estetik

Kalau kamu lagi cari wisata malam di Jogja yang estetik dan beda dari yang lain, saya punya satu rekomendasi yang wajib banget masuk list: Pictniq Land Jogja. Tempat ini memang lagi naik daun sebagai tempat nongkrong malam Jogja aesthetic yang cocok buat healing tipis-tipis.

Tempat wisata hits di area Patuk, Gunungkidul ini pada awal berdiri memang se-viral itu. Dulu saya lihat video orang-orang saat matahari masih cerah. Tapi saat saya kesana di sore jelang malam, ternyata suasananya gak kalah cantik. Mau tahu cerita saat saya piknik kesana?

Oh ya, jujur aja saya awalnya gak berekspektasi tinggi karena biasanya tempat viral itu suka overhype. Tapi yang satu ini beda sih.


Pertama Kali ke Pictniq Land Jogja di Malam Hari

Awalnya saya dan keluarga datang ke sini saat sore menjelang malam, dan jujur, suasananya langsung bikin jatuh hati. Suasana malam Pictniq Land Jogja benar-benar terasa hidup dengan lampu-lampu estetik yang menyala perlahan.

Udara sejuk khas Gunungkidul, ditambah pemandangan malam Gunungkidul dari ketinggian, bikin tempat ini terasa seperti tempat healing di Jogja malam hari yang tenang sekaligus romantis. Gak heran kalau sekarang jadi salah satu spot favorit buat pasangan atau keluarga.

Oh ya, kalau saya sih paling suka momen saat langit mulai gelap tapi lampu-lampu belum semuanya menyala; itu vibes-nya dapet banget!

spot foto Pictniq Land malam aesthetic
Spot foto Pictniq Land malam aesthetic (doc. Riana Dewie)


Kesan Pertama Saat Sampai di Pictniq Land

  • Luas
    Saya lihat lahannya begitu luas, mulai dari area parkir sampai ke berbagai spot foto. Gak terasa sempit walaupun pengunjung ramai.

  • Megah
    Kesan pertama saya: “Wow, bagus…!” Serius, desain tempatnya dibuat modern tapi tetap menyatu dengan alam.

  • Fasilitas lengkap
    Di sini sudah tersedia area parkir luas, toilet bersih, mushola, tempat makan, hingga area duduk santai. Bahkan ada beberapa spot untuk tempat dinner romantis Jogja outdoor juga.

Hihihihi… saya sampai bingung mau foto di mana dulu karena hampir semua sudutnya menarik!


Daya Tarik Pictniq Land Jogja Saat Malam Hari

Lampu Estetik yang Bikin Suasana Makin Cantik

Salah satu daya tarik utama tentu saja lampu estetik Jogja malam yang jadi ciri khas tempat ini. Lampu-lampu gantung, dekorasi LED, sampai instalasi cahaya dibuat dengan konsep yang Instagramable banget.

Oh ya, lampu-lampu ini gak cuma cantik buat dilihat, tapi juga bikin suasana jadi lebih hangat dan nyaman.

View Malam Gunungkidul yang Menenangkan

pemandangan malam Gunungkidul dari Pictniq Land
Pemandangan malam Gunungkidul dari Pictniq Land (doc. Riana Dewie)

Dari ketinggian, kamu bisa melihat city light Jogja yang kelap-kelip. Ini yang bikin banyak orang menyebut tempat ini sebagai hidden gem Gunungkidul malam.

Kalau saya sih, bagian ini yang paling bikin betah. Duduk santai sambil lihat lampu kota dari jauh rasanya damai banget.

Spot Foto Instagramable di Pictniq Land

- Area lampu gantung – cocok untuk foto romantis dan aesthetic.
- Jembatan kayu dengan lampu – nuansa hangat dan dreamy.
- Area dome – spot santai dengan desain unik.
- View deck – latar city light yang cantik.
- Area piknik outdoor – konsep santai ala piknik kekinian.
- Menara ala Eropa (Mirip Eiffel mini)
- Bangunan kastil Eropa  
- Spot ala Santorini/Mediterania
- Jembatan kayu ala pedesaan Eropa

Oh ya, kalau kamu datang agak sore, kamu bisa dapat dua suasana sekaligus: sunset dan malam hari. Worth it banget!


Informasi Penting Sebelum ke Pictniq Land Jogja

Lokasi Pictniq Land Gunungkidul

Lokasinya ada di kawasan Patuk dan cukup mudah dijangkau dari pusat kota Jogja. Akses jalannya sudah bagus walaupun sedikit menanjak.

Harga Tiket Masuk Pictniq Land

Untuk harga tiket Pictniq Land Jogja, masih tergolong terjangkau, yaitu 

1. Weekday Pagi: Rp30.000 - Rp35.000
2. Weekend/Libur Pagi: Rp35.000 - Rp50.000
Menurut saya sih worth it dengan fasilitas yang didapat.

Jam Buka & Waktu Terbaik Berkunjung

Untuk jam buka Pictniq Land Jogja, umumnya dari siang hingga malam. Waktu terbaik datang sekitar pukul 17.00–18.30.

Oh ya, jangan terlalu malam kalau mau foto maksimal karena beberapa spot bisa lebih ramai.

pemandangan malam Gunungkidul dari Pictniq Land
Pemandangan malam Gunungkidul dari Pictniq Land (doc. Riana Dewie)


Tips Berkunjung ke Pictniq Land Jogja Malam Hari

Datang Saat Cuaca Cerah

Cuaca cerah bikin view lebih maksimal dan foto jadi lebih bagus.

Pilih Outfit yang Nyaman & Estetik

Pilih warna outfit yang cocok dengan lighting biar hasil foto makin menarik.

Datang Bareng Teman atau Pasangan

Tempat ini cocok untuk wisata romantis Gunungkidul malam atau sekadar nongkrong santai.

Oh ya, saya sempat lihat banyak yang foto prewedding juga di sini; berarti memang seindah itu!

tempat nongkrong malam Jogja aesthetic di Pictniq Land
Tempat nongkrong malam Jogja aesthetic di Pictniq Land (doc. Riana Dewie)


Worth It Gak ke Pictniq Land Jogja Malam Hari?

Menurut saya, dengan harga tiket segitu, Pictniq Land Jogja malam hari cukup worth it ya. Apalagi tempat ini terus melakukan inovasi dan menambah spot baru.

Yang saya suka, tempat ini bukan cuma sekadar wisata Jogja kekinian Instagramable, tapi juga punya suasana yang bikin hati tenang.

Hahahaha… saya aja sampai pengen balik lagi ke sini suatu hari nanti!

Jadi, kalau kamu lagi di Jogja dan bingung cari tempat malam yang beda, coba deh mampir ke sini. Siapa tahu kamu juga bakal jatuh hati seperti saya :)




Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments