Showing posts with label Growth & Productivity. Show all posts
Showing posts with label Growth & Productivity. Show all posts

In Growth & Productivity

Apakah AI Berbahaya atau Justru Dibutuhkan Manusia?

Apakah AI Berbahaya

Sebagai seorang content writer, pertanyaan apakah AI berbahaya jujur sering muncul di kepala saya akhir-akhir ini. Apalagi sejak AI makin sering dipakai di dunia kerja kreatif, termasuk menulis. Saya sendiri pernah menggunakan AI dalam pekerjaan, terutama untuk mencari referensi ide atau melihat sudut pandang awal sebuah topik. 

Tapi sampai sekarang, satu hal yang saya pegang: pengembangan kerangka dan isi tetap saya kerjakan sendiri agar otak tetap terasah. Oh ya, saya percaya teknologi itu netral, yang bikin berbahaya atau gak justru cara manusianya memakai.

Kalau saya sih melihat AI itu seperti pisau dapur, bisa sangat membantu tapi juga bisa melukai kalau dipakai sembarangan.

Apakah AI Berbahaya Jika Digunakan dalam Pekerjaan Konten?

Di dunia kepenulisan, diskusi soal apakah AI berbahaya sering mengarah ke satu ketakutan: penulis akan tergantikan. Kekhawatiran ini wajar, apalagi ketika AI bisa menghasilkan teks dalam hitungan detik. Tapi dari pengalaman saya, AI lebih cocok disebut alat bantu daripada pengganti.

Saya menggunakan AI untuk memantik ide awal, bukan untuk menelan mentah-mentah hasilnya. Di titik ini, saya justru merasa AI membantu mempercepat proses berpikir, bukan mematikan kreativitas. Yang jadi masalah adalah ketika manusia berhenti berpikir dan sepenuhnya bergantung pada mesin.

Pengalaman Saya Menggunakan AI untuk Cari Referensi Ide

Saya pernah stuck saat menulis artikel panjang dan butuh sudut pandang baru. AI saya gunakan untuk memetakan ide kasar, lalu selebihnya saya kembangkan sendiri. Kerangka tulisan, alur emosi, hingga gaya bahasa tetap saya olah manual. Jujur saja, bagian itu yang paling saya nikmati sih, karena di sanalah otak dipaksa bekerja.

Oh ya, kalau semua diserahkan ke AI, lama-lama kemampuan analisis kita bisa tumpul tanpa sadar.

Apakah AI Menggantikan Manusia atau Justru Membantu?

Pertanyaan lanjutan yang sering muncul adalah apakah AI menggantikan manusia di dunia kerja. Banyak yang menyebut AI sebagai ancaman karena dianggap sebagai ai pengganti kerja manusia. Tapi menurut saya, konteksnya gak sesederhana itu.

AI memang bisa mengambil alih tugas-tugas repetitif. Namun, pekerjaan yang melibatkan empati, pengalaman, dan konteks manusia masih sulit digantikan. Sebagai content writer, saya menyadari bahwa tulisan yang punya rasa biasanya lahir dari pengalaman hidup, bukan sekadar data.

AI Pengganti Kerja Manusia, Benarkah Begitu?

Kalau dilihat sepintas, AI memang terlihat seperti AI pengganti kerja manusia. Tapi ketika ditelusuri lebih dalam, AI tetap butuh manusia sebagai pengarah. Tanpa prompt yang tepat, hasilnya juga sering melenceng. Di sinilah peran manusia masih sangat krusial.

Oh ya, saya sering tertawa kecil sendiri saat hasil AI terasa kaku dan datar, hihihihi… Rasanya seperti membaca tulisan tanpa emosi.

Apakah AI Berbahaya untuk Dunia Kreatif?

Masuk ke dunia kreatif, pertanyaan apakah AI berbahaya jadi makin sensitif. Menulis bukan cuma soal rangkaian kata, tapi juga soal sudut pandang, emosi, dan keberanian mengambil sikap. AI bisa meniru struktur, tapi belum tentu bisa menghadirkan kejujuran.

Saya pribadi merasa dunia kreatif justru menantang kita untuk naik level. Bukan bersaing dengan AI, tapi menguatkan sisi manusiawi yang gak dimiliki mesin.

Content Writer Masih Dibutuhkan Gak, Sih?

Pertanyaan ini sering saya dengar, bahkan dari sesama penulis. Jawaban saya sederhana: masih. Content writer yang mampu berpikir kritis, memahami audiens, dan menyampaikan pesan dengan empati tetap dibutuhkan. AI boleh membantu teknis, tapi ruh tulisan tetap berasal dari manusia.

Seperti tulisan mbak Dian Kusumawardani yang banyak menulis tentang travelling & kuliner dengan gayanya yang masih hangat & menarik hingga saat ini. Kalau saya sih percaya, pembaca bisa merasakan mana tulisan yang “hidup” dan mana yang sekadar hasil mesin. 

Apakah AI Berbahaya Jika Otak Manusia Jadi Malas Berpikir?

Di titik ini, saya mulai melihat potensi bahaya yang sebenarnya. Apakah AI berbahaya? Bisa iya, kalau manusia berhenti berpikir. Ketika semua diserahkan ke AI, proses belajar dan refleksi bisa hilang pelan-pelan.

Itulah kenapa saya memilih tetap menyusun kerangka sendiri. Proses berpikir itulah yang menjaga saya tetap tajam sebagai penulis.

Oh ya, menjaga otak tetap aktif itu sama pentingnya dengan menjaga produktivitas kerja.

Peran SEO Content Writer di Era AI

Sebagai SEO Content Writer, tantangannya kini bukan cuma soal keyword, tapi juga soal kualitas. AI bisa membantu riset kata kunci, tapi menyusun strategi konten yang relevan dan berkelanjutan tetap butuh manusia. Di sinilah perpaduan antara logika, empati, dan pengalaman bekerja.

Kadang saya suka mikir, AI ini canggih banget hahahaha… tapi tetap saja, sentuhan manusia gak tergantikan.

Oh ya, di era sekarang, manusia seharusnya jadi pengendali teknologi, bukan sebaliknya.

AI Cerminan Cara Kita Berpikir?

Di akhir tulisan ini, saya kembali ke pertanyaan awal: apakah ai berbahaya? Bagi saya, jawabannya tergantung pada cara kita menggunakan. AI bisa jadi alat bantu yang luar biasa, atau justru jadi jebakan yang bikin manusia malas berpikir.

Sebagai SEO Content Writer, saya memilih jalan tengah: memanfaatkan AI secukupnya, tapi tetap mengasah otak dan nurani. Karena pada akhirnya, teknologi hanyalah alat, manusialah yang menentukan arahnya.

Oh ya, selama kita masih mau berpikir, belajar, dan bertanggung jawab, AI gak akan pernah sepenuhnya menggantikan manusia. Semangat ya!

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Growth & Productivity

Darsimah Siahaan: Mendidik Anak Desa dengan Alam Leuser

Darsimah Siahaan
Saya pertama kali mendengar nama Darsimah Siahaan ketika membaca kisah tentang Sekolah Alam Leuser, sebuah sekolah yang berdiri di kaki Gunung Leuser. Di tempat yang dikelilingi hutan lebat dan sungai jernih, Darsimah membangun ruang belajar yang berbeda: hutan jadi kelas, sungai jadi laboratorium, dan kearifan lokal jadi kurikulum hidup.


Dari Hutan ke Ruang Belajar

Beliau bukan sekadar guru, tapi penjaga harapan anak-anak di pelosok Langkat. Ketika banyak anak harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk belajar, Darsimah memilih membawa sekolah itu ke tengah kehidupan mereka. Sekolah Alam Leuser menjadi tempat di mana alam bukan latar belakang semata, melainkan sumber pengetahuan yang hidup dan nyata.

"Saya ingin anak-anak di sini nggak cuma pintar baca tulis, tapi juga paham pentingnya alam," itulah pesan yang sering ia sampaikan. Menurut saya, kalimat itu sederhana tapi berdampak besar—karena dari kesadaran seperti itu lah kelak lahir generasi yang menjaga, bukan merusak.


Inspirasi dari Alam, untuk Anak Negeri

Darsimah menyadari bahwa pendidikan di desa harus relevan dengan konteksnya. Di Leuser, pelajaran tentang alam sama pentingnya dengan pelajaran akademik. Maka metode belajar di Sekolah Alam Leuser menggabungkan kurikulum nasional dengan praktik langsung: menanam pohon, mengenal spesies lokal, memantau sungai, atau menghitung hasil panen sambil belajar matematika.

Saya suka bagaimana anak-anak dilibatkan dalam kegiatan nyata—mereka belajar bertanggung jawab lewat kebun, beternak kecil-kecilan, dan pengelolaan sampah organik. Lewat cara ini, pengetahuan akademis jadi lebih bermakna karena selalu terkait dengan kehidupan mereka sehari-hari.


Mengubah Tantangan Jadi Peluang

Membangun sekolah di wilayah pedalaman jelas penuh tantangan: akses sulit, fasilitas minim, dan sinyal yang sering nggak stabil. Namun Darsimah memandang keterbatasan sebagai pemicu kreativitas. Dinding kelas terbuat dari bambu, meja dibuat bersama orang tua murid, dan metode pembelajaran disesuaikan kondisi lokal—semua berlandaskan gotong royong.

Dan kerja keras itu pun berbuah manis. Pada tahun 2024, Darsimah Siahaan dinobatkan sebagai pemenang SATU Indonesia Awards kategori Pendidikan dari Astra, pengakuan atas upayanya memadukan pendidikan dan konservasi di Leuser.

Sekolah Alam Leuser: Kurikulum Hidup

Sekolah ini mengintegrasikan materi nasional dengan pengalaman lapangan. Mata pelajaran sains dikaitkan langsung dengan flora dan fauna lokal; matematika dipraktikkan lewat kegiatan bertanam; bahasa diajarkan dengan menulis cerita rakyat dan dokumentasi pengalaman. Cara ini menumbuhkan kebanggaan anak terhadap tanah kelahiran sambil menanamkan kecakapan hidup.

Di samping itu, proyek-proyek lingkungan seperti program penanaman pohon, pengolahan sampah, dan pemantauan kualitas air membentuk literasi konservasi yang penting bagi masa depan kawasan Leuser.


Jejak Kecil, Dampak Besar

Perubahan yang ditimbulkan Darsimah tampak nyata: anak-anak lebih percaya diri, masyarakat ikut terlibat, dan sejumlah lulusan memilih kembali mengabdi sebagai guru. Pemerintah daerah dan organisasi non-profit pun mulai memberi dukungan, dari bahan ajar sampai bantuan teknis.

Bagi Darsimah, penghargaan dan bantuan itu bukan tujuan akhir. Ia paling bahagia melihat anak-anaknya tumbuh percaya diri, peduli, dan berani bermimpi—itulah ukuran kesuksesan yang ia pegang erat.


Harapan untuk Masa Depan

Saat saya membaca kisahnya, saya teringat banyak guru di pelosok yang berjuang dalam diam. Darsimah mengajarkan bahwa pendidikan sejati bukan cuma mentransfer pengetahuan, tapi membentuk karakter dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.

Jika model Sekolah Alam Leuser bisa direplikasi di wilayah lain, saya percaya akan lahir banyak generasi yang tumbuh selaras dengan alam—bukan mengurasnya. Dari sekolah bambu di Leuser, kita melihat bukti bahwa pendidikan yang sederhana sekaligus kontekstual bisa mencetak perubahan besar.


#APA2025-KSB

Sumber foto: Darsimah Siahaan (sumber: https://blogger.googleusercontent.com)

Referensi:

  • https://www.goodnewsfromindonesia.id/2025/08/29/sekolah-alam-leuser-pendidikan-berbasis-alam-dengan-kurikulum-nasional
  • https://www.keliling.my.id/2025/10/sekolah-alam-leuser.html
  • https://vervalyayasan.data.kemdikbud.go.id
  • https://mongabay.co.id/2025/04/21/perempuan-perawat-hutan-tanam-asa-di-tengah-rimba



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Growth & Productivity

Jein Marlinda: Perempuan di Balik Manisnya Gula Semut Molomamua

Jein Marlinda

Di balik rasa manis yang kita nikmati dari sebutir gula semut, ada cerita perjuangan yang nggak kalah manisnya. Salah satunya datang dari Jein Marlinda, perempuan tangguh asal Desa Molomamua, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Ia adalah Ketua UMKM Gula Semut Molomamua yang bekerja sama dengan Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Lauje.  

Jein dan kelompoknya mengubah potensi nira aren di desa terpencil menjadi sumber penghidupan. Dengan ketekunan dan semangat gotong royong, mereka membuktikan bahwa produk lokal bisa punya nilai ekonomi tinggi sekaligus menjaga kelestarian alam.  

Dari Nira Aren Jadi Harapan Baru

Sebelum Jein memulai usahanya, masyarakat Molomamua hanya memanfaatkan nira aren untuk kebutuhan sendiri. Banyak warga belum tahu kalau cairan manis itu bisa diolah menjadi gula semut bernilai jual tinggi. Melihat potensi tersebut, Jein tergerak untuk belajar cara pengolahan nira menjadi gula semut.  

Berawal dari pelatihan sederhana, Jein kemudian mengajak masyarakat Suku Lauje untuk ikut serta. Suku ini termasuk dalam Komunitas Adat Terpencil (KAT) yang kehidupannya masih sangat sederhana dan terisolasi. Melalui pendekatan penuh empati, Jein mengajarkan cara penyadapan nira yang ramah lingkungan, pengeringan alami tanpa bahan kimia, hingga pengemasan yang menarik.

Sinergi dengan Komunitas Adat Suku Lauje

Bersama Suku Lauje, Jein membangun sistem kerja yang adil dan berkelanjutan. Setiap keluarga diberi kesempatan mengelola pohon aren di sekitar hutan, sementara kelompok UMKM bertugas mengolah hasilnya. Hasil penjualan dibagi secara proporsional agar semua pihak merasakan manfaatnya.  

Bagi masyarakat adat, program ini bukan cuma soal ekonomi, tapi juga pelestarian tradisi. Pohon aren punya makna penting dalam kehidupan mereka. Dengan menjaga pohon ini tetap lestari, mereka juga menjaga warisan leluhur.

Tantangan yang Nggak Kecil

Perjalanan Jein nggak selalu manis seperti produk yang ia hasilkan. Tantangan terbesar datang dari akses transportasi dan permodalan. Letak Desa Molomamua yang jauh dari pusat kota membuat biaya distribusi tinggi.  

Namun, berkat kerja keras dan komitmen, produk Gula Semut Molomamua kini sudah menembus pasar regional, bahkan mulai dilirik pembeli dari luar provinsi. Jein juga aktif mengikuti pelatihan dan pameran UMKM agar produknya semakin dikenal.

Dukungan Astra dan Penghargaan SATU Indonesia Awards

Perjuangan Jein Marlinda dalam memberdayakan masyarakat adat dan menciptakan ekonomi berkelanjutan membuatnya terpilih sebagai salah satu penerima Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2024.  

Astra melihat bahwa program Jein bukan hanya meningkatkan ekonomi, tetapi juga memperkuat kemandirian komunitas terpencil tanpa merusak lingkungan. Dengan dukungan ini, UMKM Gula Semut Molomamua makin berkembang, mulai dari peralatan produksi yang lebih efisien hingga pelatihan manajemen usaha.

Dampak Nyata untuk Masyarakat

Kini, lebih dari 40 keluarga Suku Lauje sudah terlibat dalam pengolahan gula semut. Pendapatan mereka meningkat, dan anak-anak bisa melanjutkan sekolah tanpa kekurangan. Desa Molomamua pun dikenal sebagai penghasil gula semut berkualitas tinggi.  

Jein merasa bangga karena kerja kerasnya bisa membuka peluang bagi perempuan di daerah terpencil untuk mandiri. Ia juga menginspirasi banyak anak muda agar mau kembali ke desa dan mengembangkan potensi lokal.

Pelestarian Alam dan Kearifan Lokal

Selain memberdayakan ekonomi, Jein juga menanamkan kesadaran lingkungan. Ia mengajak masyarakat agar nggak menebang pohon aren secara sembarangan. Pohon yang sehat menghasilkan nira berkualitas dan bisa disadap selama puluhan tahun.  

Melalui prinsip sustainability, Jein menegaskan bahwa bisnis lokal bisa berjalan seiring dengan kelestarian alam. Inilah bentuk nyata dari ekonomi hijau berbasis komunitas adat.

Harapan ke Depan

Jein berharap Gula Semut Molomamua bisa terus berkembang hingga menembus pasar nasional. Ia juga ingin menjadikan Molomamua sebagai contoh sukses pemberdayaan berbasis kearifan lokal.  

Menurutnya, perempuan desa punya peran besar dalam menjaga keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan alam. Dengan kerja keras, semangat gotong royong, dan dukungan semua pihak, cita-cita itu bukan hal yang mustahil.

#APA2025-KSB




Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Growth & Productivity

10 Game yang Bisa di Top Up melalui BRImo, Makin On Fire!

game yang bisa di top-up

Game yang bisa di top up memang cukup menarik, apalagi jika kamu memang penyuka game yang telah merasakan naik level. Gamers yang melakukan top up tentu memiliki banyak tujuan, walau pun fokusnya sebenarnya hampir sama, yaitu mendapatkan fitur eksklusif.

Apa saja fitur eksklusif itu? Baca ulasan ini hingga selesai ya. Inilah 10 Game yang Bisa di Top Up melalui BRImo, Makin On Fire!

Tujuan Gamer Melakukan Top Up Game

Top up game memiliki beberapa tujuan, tergantung pada kebutuhan dan preferensi pemain. Biasanya tujuan kamu top up game biar apa sih? Hehehe, berikut ada beberapa tujuan gamers top up game, barangkali ada yang relate sama kamu ya.  

1. Progres Melejit!

Jika sudah top up, kamu bisa bebas mengakses fitur tertentu, menyelesaikan misi lebih cepat, atau meningkatkan level karakter tanpa harus membuang banyak waktu untuk bermain.

2. Dalam Rangka Ikut Event

Kamu suka ikut event para gamers gak? Ternyata beberapa game mengadakan event khusus dengan hadiah menarik, tapi syaratnya harus top up dulu.

3. Meningkatkan Kompetisi

Saat punya karakter yang lebih kuat, kamu dapat bersaing lebih baik di mode PvP (Player vs Player) atau turnamen.

4. Bermain Makin Puas!

Game yang bisa di top up akan memberikan fitur premium yang tidak dimiliki oleh pengguna gratis. So, nge-game jadi lebih seru kan?

5. Belanja Item Premium

Top up memungkinkan pemain membeli item khusus seperti skin karakter, senjata, kendaraan, atau pakaian yang tidak tersedia secara gratis.

Top Up Game melalui Aplikasi BRImo

BRImo itu apa sih? Ini adalah aplikasi mobile banking yang dikembangkan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi perbankan secara digital. BRImo mengintegrasikan fitur-fitur perbankan modern dengan tampilan yang ramah pengguna, menjadikannya salah satu layanan unggulan BRI.

Fitur utamanya adalah bisa dimanfaatkan untuk transaksi perbankan, cek info keuangan, pendaftaran dan aktivasi online, layanan tambahan juga fitur lifestyle yang berhubungan dengan tiket transportasi, hiburan dan voucher game.

Kini, main game jadi lebih seru dengan BRImo karena ia adalah salah satu top up game store terpercaya! Kamu bisa dapatkan promo cashback real-time 100% hingga Rp.20-ribu setiap kali top up voucher game di BRImo. Pokoknya, jangan sampai ketinggalan ya!

Caranya gimana? Nah, biar gak bingung, berikut adalah Cara top up voucher game di BRImo khusus untuk pengguna Android:

1. Buka BRImo, pilih menu "Lifestyle"

2. Pada menu "Hiburan" pilih "Voucher Game"

3. Pilih Voucher Game yang ingin kamu top up

4. Pilih nominal voucher

5. Konfirmasi transaksi dengan PIN

6. Voucher berhasil dibeli! Saatnya kamu redeem pada aplikasi/website game favoritmu dan lanjut main dengan .

Wah, kalau gini mah dukung kamu para gamers agar makin lancar saat mabar juga saldomu tetap aman karena dapat cashback-nya! Pakai BRImo sekarang yuk, dan rasakan sendiri serunya top up dengan promo eksklusif ini. Jangan sampai kehabisan kuota, ya! Tapi, game yang bisa di top up tuh apa saja sih?

Inilah 10 Game yang Bisa di Top Up melalui BRImo

Selanjutnya, kamu bisa loh top up game biar makin semangat nge-gamenya. Inilah game yang bisa di Top Up melalui BRImo, Makin On Fire!

1. Voucher Google Play

Asyik banget nih! Dengan voucher ini, kamu bisa dmembeli aplikasi, game, dan konten digital lainnya di Google Play Store.

2. PlayStation™Store Gift Card

Nah, voucher ini memudahkan kamu untuk membeli game, add-on, dan konten lainnya di PlayStation Store.

3. Steam Wallet IDR

Kamu bisa membeli game dan item di platform Steam menggunakan saldo dalam Rupiah dengan Steam Wallet. 

4. Razer Gold

Razer Gold adalah kredit virtual yang dapat digunakan untuk membeli berbagai game dan konten digital. Sudah pernah cobain?

5. Point Blank Beyond Limits

Satu ini jangan terlewat. Dengan BRImo, kamu juga bisa top up game Point Blank dengan mudah!

6. UniPin Voucher

Buat kamu yang pernah cobain UniPin pasti paham bahwa ini menyediakan layanan top up untuk berbagai game online populer di Indonesia.

7. Garena

Buat para penggemar game-game yang diterbitkan oleh Garena, seperti Free Fire, kamu dapat memrosesnya melalui BRImo.

8. PUBG Mobile

Siapa pencinta PUBG? Yuk top up UC untuk game PUBG Mobile dengan mudah melalui BRImo.

9. Mobile Legends

Gampang banget nih! Top up diamond untuk game Mobile Legends bisa dilakukan melalui BRImo.

10.Minecraft

Dapatkan konten tambahan atau langganan di game Minecraft dengan melakukan top up melalui BRImo.

BRImo FSTVL 2024
BRImo FSTVL 2024 (sumber: BRI)

Gak Cuma dapat Cashback, Hadiah Menarik BRImo FSTVL 2024 juga Bisa Kamu Bawa Pulang!  

Hadiah menarik apa lagi ini ya? Ini loh, ada program apresiasi BRI kepada kalian dalam Program BRImo FSTVL 2024 yang hadir mulai 1 Oktober 2024-31 Maret 2025. Tentunya, hadiah ini khusus buat nasabah BRI yang rajin naikin saldo serta memperbanyak transaksi menggunakan #BRImo serta Kartu Debit dan Kartu Kredit BRI.

Jangan lewatkan hadiah mingguan di Friday Deals ya! Makin #BerlimpahHadiah karena kamu berkesempatan meraih 100.000 hadiah langsung di #BRImoFSTVL dan memenangkan hadiah undian BMW 520i M Sport, Hyundai Creta Alpha, dan kendaraan bermotor Vespa Primavera! Beneran gak mau nih? Hehehe...

Masih ada 2 hadiah lagi yang harus kamu tahu. Jadi, dua program berhadiah dari BRI juga bisa kamu dapatkan dengan syarat di bawah ini:

1.  PROGRAM DIRECT GIFT (REDEEM BRIPOIN)

Program loyalti yang diberikan kepada seluruh nasabah Tabungan BRI (BritAma dan Simpedes), pengguna e-banking (BRImo, Qlola Internet Banking, dan ATM), Kartu Debit dan Kartu Kredit BRI akan mendapatkan reward dalam bentuk BRIPoin atas setiap transaksi.

2. PROGRAM UNDIAN BERHADIAH

Program loyalti yang diberikan kepada seluruh pengguna Tabungan BRI dalam bentuk undian berhadiah yang bersumber dari setiap rata-rata saldo dan nominal BRI Poin yang dimiliki nasabah selama periode program.

Beneran nih! #BRImoMudahSerbaBisa dan mudah untuk bertransaksi serta bagi-bagi hadiah buat kamu yang memperbanyak tabungan & transaksi di BRImo FSTVL.

***

Inilah 10 Game yang Bisa di Top Up melalui BRImo, Makin On Fire! Ternyata BRImo gak cuma mempermudah top up game ya, tapi memberikan banyak hadiah yang nilainya fantastis. Berminat ikutan?


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Growth & Productivity

Jurus Jitu Work From Home di Masa Pandemi

 

Pandemi Covid-19 sudah setahun lebih kita alami membawa begitu banyak perubahan untuk dunia. Terutama perubahan menyangkut aktivitas manusia, tentu saja pandemi memaksa kita untuk membatasi interaksi langsung dengan orang lain. Adanya lockdown sempat membuat seluruh kegiatan terhenti. Kita tidak bisa melakukan apa-apa dan hanya diam di rumah saja. Awalnya berat, sekolah online, bekerja online, berolah raga online semua hanya dilakukan dari rumah. Untunglah ada teknologi digital sehingga semua hal bisa dikerjakan dari rumah saja.

Mulai Bosan di Rumah Saja



Manusia sebagai mahluk sosial ternyata tidak bisa hilang. Saat pandemi belumlah benar-benar usai kita berusaha agar tetap bisa bertemu dengan kawan-kawan baik. Apalagi bagi mereka yang biasanya pekerjaannya mengharuskan bertemu orang secara face to face. Tidak sedikit pula yang merindukan interaksi dengan teman-teman kantor. Sementara yang lain rindu akan kubikelnya. Namun sayang sekali suasana seperti itu entah kapan akan kembali lagi.

Kebetulan awal bulan kemarin saya sempat bertemu beberapa teman. Dua orang diantaranya adalah travelmate saya. Biasanya setahun sekali kami mencocokkan jadwal untuk traveling bersama. Karena pandemi ini artinya kami tidak traveling kemana-mana. Salah satu dari mereka mengusulkan untuk staycation ke kota terdekat. Wah ide bagus ini, toh kami juga bisa bekerja se
cara online kan? Kami memutuskan untuk ke Bandung. Selesai menghitung bujet akhirnya kami mulai hunting tempat tinggal. Alih-alih menginap di hotel, kami memilih sewa apartemen saja.

Sewa Apartemen Untuk Staycation, Lebih Menguntungkan

“sewa apartemen di Bandung” hanya dalam hitungan detik muncul beberapa website yang mengarahkan kami sesuai dengan kata kunci yang kami ketik di mesin pencarian di google. Kami meluncur ke apartemen 123 untuk mencari informasi sewa apartemen di Bandung. Ada banyak pilihan sewa apartemen di sini, tidak hanya di kota Bandung saja tetapi juga di beberapa kota besar lainnya. Penyajian informasinya juga cukup detil disertai dengan foto, denah lokasi, fasilitas kamar dan apartemen, akses di sekitar apartemen sehingga cukup membantu kami memutuskan apakah apartemen yang akan kami sewa cocok. 

Sebenarnya ada beberapa alasan mengapa kami memilih apartemen salah satunya adalah kenyamanan, terutama jika kita akan tinggal untuk jangka waktu yang lama. Privasi juga merupakan alasan kenapa tinggal di apartemen lebih di pilih. Karena kami harus bekerja dari “rumah” ketenangan dan lingkungan yang kondusif menjadi prioritas kami. Keamanan menjadi pertimbangan berikutnya, akses terbatas yang diberlakukan di apartemen membuat kami lebih merasa aman, apalagi di situasi pandemi seperti ini, bertemu dengan banyak orang/ berada di kerumunan sangat tidak disarankan. Selain itu biasanya di apartemen fasilitas yang ditawarkan lebih lengkap seperti peralatan masak, gym dan kolam renang. Urusan me time tidak perlu kemana-mana. Ruangan yang disewakan di apartemen pun cukup luas dibandingkan kamar hotel karena memang biasanya apartemen digunakan sebagai tempat tinggal. Ada banyak pilihan tipe studio yang bisa disewa tergantung kebutuhan. Yang terakhir tentu saja alasan yang paling utama adalah bujet yang lebih hemat karena bisa sharing dengan 3 orang.

Dari rencana awal hanya staycation kami akhirnya berniat untuk memperpanjang tinggal lebih lama di Bandung, bisa dua atau 3 bulan ke depan. Karena memang harga sewa apartemen per bulan lebih murah dibandingkan dengan sewa per harinya. Seakan nggak mau rugi kami langsung booking untuk sebulan dulu. Selain untuk mencari suasana baru dan sedikit menyegarkan pikiran, kami merasa sedikit diuntungkan karena kami bisa bekerja secara online. Kondisi memang belum memungkinkan kami untuk travelling lagi tapi dengan sedikit trik kami malah bisa travelling sambil bekerja. Wah kami malah menemukan jurus jitu untuk bisa bekerja dari mana saja. Work far away from home hehehe


 

Well, destinasi berikutnya kemana ya? Bali? Lombok? Atau Karimun Jawa? Bali sepertinya ide bagus. Sudah ada di angan-angan nih, bekerja sambil melihat hijau sawah atau suara debur ombak, berasa banget holiday. Mungkin jurus ini bisa kamu coba untuk mengatasi “kebosanan” di rumah saja akibat pandemi. Patungan dengan teman-teman segenk untuk sewa apartemen, tinggal di kota lain selama waktu tertentu sambil bekerja. Dengan catatan tetap memperhatikan prokes dan aturan pemerintah yang berlaku, memastikan situasi memungkinkan untuk keluar kota ya. Work from home? Kenapa tidak. 

-dian-

*sumber foto pixabay.com

 



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments