Showing posts with label Culinary Journey. Show all posts
Showing posts with label Culinary Journey. Show all posts

In Culinary Journey

Kopi Jogja Viral Outdoor Unik di Tengah Kota

Kopi Viral Jogja


Cari coffee shop di Jogja itu banyak banget. Serius. Dari yang konsepnya industrial, estetik minimalis, sampai yang vintage klasik juga ada. Apalagi saat saya lagi suntuk dan ingin melepas segala penat, beban hati, beban kerja, atau sekadar meet up bareng teman untuk berbagi cerita, pilihan tempatnya kayak gak ada habisnya. Tapi di tengah ramainya kuliner kopi jogja, saya justru nemu satu spot kopi jogja viral yang konsepnya beda dari yang lain.

Asyik banget ya bisa nongkrong bareng temen. Ketawa, curhat, sharing mimpi, atau cuma bengong bareng pun rasanya tetap hangat. Nah, biasanya kalau saya sih suka cari tempat yang gak terlalu formal, gak terlalu ribet, dan tetap nyaman. Eh, ternyata ada satu tempat ngopi asyik yang konsepnya semacam street coffee gitu. Outdoor. Santai. Dan lokasinya… di museum. What?

Oh ya, waktu pertama kali tahu tempat ini, saya sempat mikir, “Seriusan ngopi depan museum?” Tapi justru itu yang bikin penasaran. Di antara banyaknya kopi jogja viral yang berlomba tampil estetik, tempat ini malah tampil simpel tapi berkarakter.

Coffee Street Asyik di Jogja

Konsep street coffee ini menurut saya unik banget. Bayangin aja, meja dan kursinya portable, mirip peralatan camping atau wisata alam. Gak ada kursi empuk mewah, gak ada ruangan ber-AC super dingin. Tapi justru di situlah letak pesonanya.

Ngopi di jogja itu identik dengan suasana santai dan obrolan panjang. Di sini, sensasinya lebih membumi. Duduk di kursi lipat, meja kecil minimalis, lampu temaram menjelang malam, dan angin Jogja yang sepoi-sepoi. Kalau saya sih suka banget suasana kayak gini karena terasa lebih intim dan hangat.

Oh ya, konsep outdoor ini juga bikin kita lebih leluasa menikmati suasana sekitar. Gak terkurung dinding. Gak terasa sempit. Justru terasa luas dan bebas. Hihihihi…. kadang saya merasa suasana kayak gini lebih jujur, lebih apa adanya.

Di tengah tren kopi Yogyakarta yang makin kreatif, street coffee seperti ini jadi warna tersendiri. Sederhana, tapi tetap serius soal rasa. Apalagi buat yang lagi cari kopi jogja viral dengan vibes beda, ini bisa jadi pilihan menarik.

Ngajak teman ngopi juga asyik
Ngajak teman ngopi juga asyik (Doc. Riana Dewie)


Strategis: Lokasi di Museum TNI AD Dharma Wiratama

Baree Street Coffee (IG @baree.idn) berlokasi di area trotoar depan Museum TNI AD Dharma Wiratama, Jalan Jenderal Sudirman No.75, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta. Lokasinya strategis banget karena ada di pusat kota.

Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama sendiri adalah museum sejarah perjuangan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Di dalamnya tersimpan ribuan artefak senjata, peralatan perang, dokumen sejarah, hingga bangunan yang dulu pernah digunakan sebagai markas TKR. Tempat ini mengabadikan citra, rasa, karsa, dan dharma prajurit TNI AD.

Oh ya, saya sempat masuk ke museumnya juga sebelumnya, dan auranya memang terasa penuh sejarah. Jadi habis menyerap cerita perjuangan bangsa, lanjut ngopi santai di depannya tuh rasanya unik banget.

Ngopi di jogja sambil menikmati Jalan Sudirman itu punya sensasi tersendiri. Kita bisa melihat gedung-gedung tinggi seperti Swiss-Belboutique Yogyakarta yang menghias area tersebut. Lampu kota mulai menyala saat sore berganti malam. Mobil lalu lalang, tapi tetap terasa santai.

Menurut saya sih, kombinasi antara sejarah dan kopi itu jarang banget ditemui. Biasanya kan kopi identik dengan area kampus atau sudut-sudut hipster. Tapi di sini, kopi jogja viral justru menyatu dengan nuansa perjuangan.

Tempatnya luas untuk ukuran trotoar, adem karena pepohonan, dan nyaman buat nongkrong lama. Gak heran kalau makin ke malam, pengunjungnya makin ramai.

Kopinya Nikmat & Creamy!

Sekarang kita masuk ke bagian paling penting: rasa kopinya.

Varian kopinya memang gak begitu banyak, tapi justru itu yang bikin fokus. Kopi susu-nya creamy banget. Beneran lembut dan gak terlalu pahit. Perpaduan espresso dan susunya pas. Saya yang biasanya sensitif sama kopi terlalu strong pun masih bisa menikmati dengan santai.

Kopi yang saya pesan
Kopi yang saya pesan: Caramel & Matcha (Doc. Riana Dewie)

Beberapa varian rasa yang tersedia antara lain Brown Sugar, Aren, Caramel, Americano dan Matcha. Matcha-nya juga seenak itu, loh. Gak terlalu manis, gak terlalu pahit. Balance banget. Menu non coffee juga ada, seperti Dark Chocolate, Matcha & red Velvet buat kamu yang gak bisa konsumsi kopi. 

Oh ya, harga di sini juga ramah di kantong. Mulai dari 15 ribuan aja, kita sudah bisa dapat satu cup coffee dengan mesin espresso sekelas resto. Untuk ukuran kopi jogja viral dengan kualitas rasa seperti ini, menurut saya sih worth it banget.

Jam bukanya dari pukul 15.00 sampai 23.59 WIB. Cocok buat yang habis kerja dan ingin melepas penat. Atau buat mahasiswa yang lagi cari tempat nongkrong hemat tapi tetap berkualitas.

Di tengah ramainya kuliner kopi jogja, tempat ini membuktikan bahwa gak perlu tempat mewah untuk menyajikan kopi enak. Kadang yang sederhana justru lebih membekas.

Apa sih Manfaat Ngopi itu?

Tempatnya adem, luas, dan nyaman buat nongkrong lama bareng temen. Pilihan minumannya oke, harganya terjangkau, vibes-nya pas buat santai kapan aja.

Oh ya, ternyata ngopi juga ada manfaatnya, loh! Banyak yang mengira ngopi cuma soal gaya hidup, padahal ada sisi positifnya juga.

1. Meningkatkan Mood

Kafein dalam kopi bisa membantu meningkatkan hormon dopamin. Makanya setelah ngopi, suasana hati terasa lebih ringan.

2. Menambah Fokus

Buat saya pribadi, kopi sering membantu saat lagi butuh konsentrasi ekstra. Apalagi kalau lagi nulis atau kerja deadline.

3. Jadi Momen Sosialisasi

Ngopi di jogja itu identik dengan ngobrol. Dari yang serius sampai receh. Hahahaha…. kadang obrolan random justru jadi kenangan paling seru.

4. Me Time yang Berkualitas

Duduk sendirian, menyeruput kopi Yogyakarta yang creamy, sambil melihat lalu lintas kota, itu bisa jadi terapi kecil yang menenangkan.

5. Mengurangi Rasa Penat

Kadang yang kita butuhkan cuma berhenti sebentar. Duduk. Tarik napas. Minum kopi jogja viral favorit. Dan biarkan pikiran pelan-pelan tenang.

Oh ya, saya sendiri sering merasa bahwa ngopi itu bukan sekadar minumannya, tapi jeda. Jeda dari rutinitas yang padat. Jeda dari pikiran yang berisik.

***

Jadi, kapan kamu ngajak temanmu ngopi di sini? Atau mungkin pingin me time saja, ngopi sendirian sambil melamun pelan di bawah langit Jogja sore hari?

Baree Street Coffee membuktikan bahwa kopi jogja viral gak selalu harus mewah dan glamor. Kadang yang sederhana, outdoor, dengan kursi lipat dan suasana museum justru terasa lebih berkesan.

Oh ya, kalau kamu lagi cari pengalaman ngopi yang beda dari biasanya, tempat ini layak masuk daftar. Perpaduan sejarah, suasana kota, harga terjangkau, dan rasa creamy yang konsisten bikin saya pengin balik lagi.

Nongkrong asyik sambil ngopi
Nongkrong asyik sambil ngopi (Doc. Riana Dewie)

Di tengah ramainya kopi Yogyakarta dan tren kuliner kopi jogja yang terus berkembang, Baree Street Coffee punya identitas yang kuat. Dan menurut saya sih, identitas itu yang bikin sebuah tempat bertahan lama.

Akhirnya, saya sadar satu hal. Ngopi itu bukan cuma soal rasa, tapi soal cerita. Tentang siapa yang duduk di sebelah kita. Tentang obrolan apa yang mengalir. Tentang jeda kecil yang kita beri untuk diri sendiri.

Dan di sudut Jalan Sudirman itu, kopi jogja viral menemukan maknanya sendiri.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Culinary Journey

King Kerang, Hidden Gem Kuliner Seafood di Jogja



Wah udah bulan Maret aja nih, lagi siap-siap mau liburan kemana towners. Kalau pun masih belum ada rencana, nggak papa, santai dulu aja. Jalan-jalan di kota sendiri juga nggak kalah seru. Naik motor ke Kaliurang, sampai di sana foto cekrek-cekrek trus turun sampai ke Parangtritis nungguin beautiful sunset, udah deh seharian melepas penat. Pikiran fresh, hati bahagia ya meskipun tangan mungkin pegel-pegel dikit ya. Eits jangan manyun dulu, barangkali di perjalanan nemuin hidden gem kuliner yang enak, maknyus dan harganya affordable. 

Kerang dara goreng mentega ala King Kerang

Nyari resto seafood di Jogja ini susah susah gampang ternyata, pepatah lama mengatakan bagai mencari jarum ditumpukkan jerami. Nemu yang enak, harga agak di atas rata-rata tapi kok porsinya cuman segini, ukuran kepitingnya kecil lah, ini lah. Giliran ketemu yang harga miring duh rasanya ikutan miring. Apalagi mengolah seafood memang tidak mudah banyak do’s and don’ts-nya agar cita rasa seafood tidak rusak. Coba deh ke King Kerang. Lokasinya cukup dekat dengan pusat kota, kira-kira 5 menit ke arah barat dari Titik Nol Kilometer Jogja. Nah barangkali resto seafood ini boleh jadi salah satu hidden gem itu, terutama buat seafood lover. Mau tau kenapa? Berikut ini alasan kenapa King Kerang recommended banget:

1.  Harga Terjangkau

Tidak perlu menguras kantong terlalu dalam untuk seporsi aneka kerang cukup sepuluh ribu rupiah saja. Ada 3 pilihan kerang yang dijual di sini yaitu kerang dara, kerang ijo dan kerang batik. Seporsi kerang dara kira-kira berisi 25 biji lumayan banyak kan. Jika datang beramai-ramai ada paket hemat yang bisa dipilih sesuai selera misalnya paket kepiting setia yang berisi 2 ekor kepiting, kerang dara, kerang ijo dan kerang batik seharga 55 ribu. Ini paket paling laris di King Kerang. Sedangkan jika hanya ingin menikmati kepitingnya saja, para crab lover cukup menyediakan budget 25 ribu. Untuk seporsi udang, cumi dan kepala gurita bisa disantap dengan harga 15 ribu saja. Tidak hanya menyediakan aneka seafood, menu lain seperti ayam, nila dan lele dalam menu paket komplit seharga 12 ribu – 17 ribu saja. Aneka sayuran seperti cah kangkung dan tumis tauge dibanderol dengan harga 8 ribu. Untuk minuman dan nasi putih hanya seharga 3 ribu. Gimana masuk budget kamu pasti kan, cocok buat bawa seluruh keluarga, handai taulan  dan teman untuk bersantap di sini. Seratus ribu udah bisa makan rame-rame nih.

Daftar menu di King Kerang


2
. Pilihan Menu Seafood Komplit.

Siapa sangka berawal dari hobi keluargKia mbak Dewi yang suka makan seafood akhirnya mereka punya warung seafoodnya sendiri. Tidak heran kalau olahan masakan seafood di King Kerang ini punya cita rasa khas yang beda dari yang lain. Jelas iya lah, resep rahasia keluarga. Mau diolah apa? Pedas manis, asam manis, saus tiram, saus padang? Boleh banget pilih aja yang jadi fovorit kalian. Jika suka pedas bisa pilih dengan olahan rica-rica.  jika tidak terlalu suka yang olahan yang kaya bumbu dan pedas pilihan goreng mentega cocok juga lho. Cobain aja kerang dara goreng menteganya, beuh. Mau lebih mantep lagi bisa dicocol dengan saus tomat dan  cabe racikan khusus dari King Kerang yang beuh manteb pol. Atau mau udgortep dan cumgortep alias udang goreng tepung dan cumi goreng tepung hehehe. Bisa banget. Tidak hanya memanjakan lidah seafood lovers dengan menu kerang, kepiting, udang, cumi dan gurita King Kerang juga menyediakan menu non seafood yang merupakan menu baru mulai Maret 2021 ini. Ayam goreng, nila goreng dan lele goreng bisa jadi pilihan jika ada salah satu anggota keluarga yang alergi terhadap seafood. Nggak usah khawatir jika membawa seluruh keluarga makan disini kan? Selain menu non seafood di bulan Maret ini ada menu baru nasi goreng seafood yang wajib dicoba.

Pilihan menu di King Kerang


3
. Menggunakan Bahan yang Fresh  

Selain resep rahasia dapur King Kerang, kunci utama dari kelezatan masakan olahan seafoodnya adalah selalu menggunakan pilihan bahan yang berkualitas dan fresh. Yup benar sekali dengan bahan yang fresh maka aroma dan cita rasa menjadi lebih lezat. Selain memperhatikan kesegaran bahan baku, perlakuan dan trik mengolah kerang, kepiting, udang dan cumi juga penjadi perhatian khusus. Misalnya saja untuk mengolah kerang hijau bagian belakang kerang yang berbentuk seperti serabut harus dicabut, jika tidak akan menimbulkan rasa pahit ketika diolah dan dimakan. Karena memang harus fresh King Kerang harus mengekspornya dari negeri tetangga yaitu Semarang hehehe. Mbak dewi sempat bercerita saat terjadi banjir beberapa waktu yang lalu di Semarang, dia terpaksa menutup warungnya karena memang tidak bisa kulakan bahan baku.

Bersama mb Dewi owner King Kerang


 4.  Order via Aplikasi Pemesanan Online

Masa pandemi memang merubah hampir semua kehidupan masyarakat, beruntung mbak Dewi dan usaha King Kerangnya mampu bertahan. Usaha yang mulai dirintis di tahun 2018 ini semula hanya berawal dari menerima pesanan melalui WA dan ternyata banyak yang memesan. Karena mulai ramai, mb Dewi membuka lapak kecil. “Tahun lalu  saat Corona mulai, memang ada penurunan omset,”ujar mba Dewi. “Untungnya kita ada di semua aplikasi online Gofood, Grabfood, Maxim Food dan Jogja Kita, itu sangat membantu saat orang tidak ada yang datang, orderan lewat aplikasi-aplikasi tetap berjalan,”imbuhnya. Buat kalian yang memang harus stay at home selama masa pandemi ini masih tetap bisa merasakan kelezatan menu-menu King Kerang, tinggal memesan dari gawai melalui aplikasi pemesananan makanan online yang kalian miliki. Gofood, Grabfood, Maxim Food atau Jogja Kita bisa semua. Gampang dan praktis kan.

Nasgor seafood, menu baru di King Kerang

5. Lokasi Mudah Dicari

Berada di jalan HOS Cokroaminoto, di seberang Pasar Klitikan yang merupakan pasar barang bekas yang cukup legend di Jogja membuat King Kerang mudah dicari. Dengan patokan itu maka pendatang yang baru pertama kali ke Jogja pun nggak bakal ke sasar. Bila dicari dengan google map sila ketik King Kerang Jogjakarta di pencarian. Jika sebelumnya King Kerang menempati tempat kecil, kini di tahun 2021 King Kerang memperluas area makannya sehingga seafood lovers bisa lebih nyaman menyantap menu kesukaannya. Ups udah time for lunch aja nih. Siap-siap ke King Kerang ah. Saya udah kangen sama kerang dara goreng menteganya. Siapa mau ikut? (Dian)

Suasana makan seafood di King Kerang



 

 

 


Read More

Share Tweet Pin It +1

2 Comments