Showing posts with label Personal Notes. Show all posts
Showing posts with label Personal Notes. Show all posts

In Personal Notes

Nonton Film Daniel and the Fiery Furnace: Belajar Kitab Suci

Nonton Film Daniel and the Fiery Furnace

Aktivitas saya belakangan ini cukup padat dengan kerjaan. Rasanya waktu untuk sekadar refreshing atau healing jadi makin tipis. 

Tahu gak, sebenarnya saya sudah cukup lama gak punya agenda nonton yang benar-benar santai tanpa memikirkan pekerjaan.

Tanggal 24 September 2026 kemarin, saya baru saja sampai Jogja setelah perjalanan pulang dari Jakarta. 

Sebelumnya saya mengantar teman-teman atlet senam mengikuti Lomba Senam Perwosi 2026. Sampai Jogja dini hari, saya memilih istirahat seharian karena badan memang butuh diajak kompromi.

Hari sebelumnya, dua teman tiba-tiba mengajak saya nonton. Saya bahkan gak tahu sinopsisnya, belum melihat trailernya, dan gak punya ekspektasi apa-apa. Saya langsung bilang, “OK.” Saya pikir, sekalian refreshing lah.

Akhirnya di Kamis Sore itu saya bergegas ke XXI Jogja City Mall. Seperti biasa, saya telat sekitar lima menit dan dua teman saya sudah duduk manis di kursi deretan B. Hahaha.

Ternyata film yang kami tonton adalah Film Daniel and the Fiery Furnace. Awalnya saya mengira ini hanya akan menjadi tontonan film rohani biasa. Eh, setelah selesai menonton, saya malah jadi penasaran lagi dengan kisah Nabi Daniel.

Tahu gak, salah satu hal yang saya rasakan justru sederhana: membaca Kitab Suci kadang membuat saya harus membayangkan sendiri bagaimana suasana, tokoh, tempat, sampai konflik yang sedang terjadi. Lewat film, semuanya terasa lebih hidup.

Film Daniel and the Fiery Furnace Bercerita tentang Apa?

Poster Film Daniel and the Fiery Furnace
Poster Film Daniel and the Fiery Furnace (20thecountdown.com)

Jadi, film Daniel and the Fiery Furnace tentang apa? Film ini merupakan drama Alkitab berlatar pembuangan bangsa Yahudi ke Babilonia. 

Daniel diperankan Mena Massoud, sementara Raja Nebukadnezar diperankan Elijah Alexander. Ceritanya membawa penonton mengikuti perjalanan Daniel dan teman-temannya ketika mereka harus mempertahankan iman di tengah kekuasaan kerajaan Babilonia.

Daniel digambarkan sebagai sosok yang tetap memegang keyakinannya kepada Tuhan meskipun berada di lingkungan yang berbeda. 

Film kemudian membawa kita pada konflik ketika Raja Nebukadnezar mengeluarkan perintah penyembahan terhadap patung emas. 

Sadrakh, Mesakh, dan Abednego memilih untuk gak tunduk pada perintah tersebut dan akhirnya menghadapi hukuman dilempar ke dalam tungku api.

Kalau ada yang bertanya Daniel and the Fiery Furnace bercerita tentang apa, jawaban sederhananya adalah tentang iman, keberanian, kesetiaan, dan pilihan untuk tetap berpegang kepada Tuhan ketika tekanan datang dari berbagai arah.

Nonton Film Daniel and the Fiery Furnace
Nonton Film Daniel and the Fiery Furnace (doc. Riana Dewie)


Film tentang Nabi Daniel ini juga menarik karena gak hanya berhenti pada satu peristiwa. Perjalanan Daniel sebagai seorang pemuda Yahudi di Babilonia ikut menjadi bagian penting dari cerita.

Oh ya, ada juga tokoh Yeremia yang menjadi salah satu highlight dalam film. Roberto Zenca memerankan Jeremiah, dan situs resmi film bahkan menyebut perjalanan Daniel dan Jeremiah sebagai bagian dari materi pendalaman cerita. 

Jadi, karakter Jeremiah dalam film ini ikut memberi warna pada perjalanan Daniel dalam memperjuangkan imannya.

Buat saya, kehadiran karakter-karakter tersebut membuat kisah yang sebelumnya hanya saya kenal sebagai cerita Alkitab terasa lebih punya wajah.

Nabi Daniel dan Iman yang Gak Gampang Goyah

Bagian yang paling mudah ditangkap dari kisah Nabi Daniel dalam film adalah soal kesetiaan kepada Tuhan.

Daniel berada di tempat asing. Ia hidup di tengah budaya dan kekuasaan yang berbeda dengan keyakinannya. Namun, keadaan tersebut gak membuatnya begitu saja meninggalkan iman kepada Tuhan.

Nabi Daniel mempertahankan iman kepada Tuhan
Nabi Daniel mempertahankan iman kepada Tuhan (IG @menamassoud)


Berani Mempertahankan Iman

Salah satu pelajaran dari kisah Nabi Daniel adalah keberanian mempertahankan iman ketika ada tekanan. 

Dalam cerita tentang tungku api, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menolak menyembah patung emas yang dibuat Raja Nebukadnezar. Mereka memilih tetap setia kepada Tuhan meskipun konsekuensinya sangat berat.

Tahu gak, justru bagian seperti ini yang menurut saya lebih gampang direnungkan setelah melihat visualisasinya. Kita bisa melihat ekspresi ketakutan, suasana kerajaan, kobaran api, sampai keputusan para tokohnya.

Iman Bukan Sekadar Kata

Dari kisah Nabi Daniel dalam Alkitab, saya menangkap bahwa iman bukan cuma soal berkata percaya kepada Tuhan. Ada saat ketika keyakinan itu harus dibuktikan lewat pilihan.

Buat saya sih, bagian ini cukup relatable. Bentuk “tungku api” dalam kehidupan sekarang mungkin berbeda. 

Bisa berupa tekanan pekerjaan, masalah keluarga, keputusan sulit, atau situasi ketika kita harus memilih antara mengikuti keadaan dan tetap memegang prinsip.

Kenapa Belajar Kitab Suci Lewat Film Terasa Lebih Mudah?

Nah, ini justru alasan utama kenapa saya merasa film Alkitab seperti Daniel and the Fiery Furnace menarik untuk dibahas.

Bukan berarti film menggantikan Kitab Suci. Justru sebaliknya, film bisa menjadi pintu masuk untuk membuat seseorang lebih penasaran dan kemudian membaca sumber aslinya.

Visual Membantu Otak Membayangkan Cerita

Ketika membaca Kitab Daniel, kita perlu membangun gambaran sendiri mengenai tokoh, tempat, pakaian, suasana kerajaan, hingga kondisi ketika para tokoh menghadapi ancaman.

Lewat film, visualisasi cerita Alkitab tersebut sudah tersedia. Kita tinggal mengikuti alurnya.

Tahu gak, buat saya cara seperti ini terasa lebih mudah untuk memahami kisah dalam Alkitab. Setelah melihat adegannya, beberapa bagian cerita jadi lebih gampang diingat.

Film Alkitab tentang Nabi Daniel dan teman-temannya
Film Alkitab tentang Nabi Daniel dan teman-temannya (doc. Riana Dewie)


Cerita Jadi Terasa Lebih Dekat

Film juga membuat cerita yang sudah sangat lama terasa lebih dekat dengan kehidupan kita. Ada karakter yang harus memilih, ada rasa takut, ada tekanan, ada persahabatan, dan tentu saja ada iman kepada Tuhan.

Kalau saya sih, pendekatan visual seperti ini cocok untuk orang yang selama ini merasa membaca Kitab Suci cukup berat. Bukan karena Kitab Sucinya kurang menarik, tetapi karena setiap orang punya cara berbeda dalam memahami sebuah cerita.

Tentu tetap ada batasnya. Film adalah karya visual yang mengadaptasi kisah Kitab Suci, sehingga kita tetap perlu membaca Kitab Suci untuk memahami konteksnya secara lebih utuh.

Setelah Nonton Film Daniel, Saya Jadi Penasaran Buka Kitab Suci

Salah satu hal yang saya suka dari film ini justru efek setelah menontonnya.

Saya jadi ingin membaca lagi Kitab Daniel. Bukan karena merasa sudah memahami semuanya setelah menonton film, tetapi justru karena muncul rasa penasaran.

Hihihihi.... ternyata cara saya belajar bisa sesederhana itu: nonton dulu, penasaran, kemudian membaca.

Buat saya, film rohani tentang Nabi Daniel ini akhirnya bukan sekadar tontonan. Ia menjadi semacam jembatan untuk kembali melihat kisah Alkitab dengan perspektif yang lebih hidup.

Tahu gak, saya malah merasa pengalaman ini mengingatkan bahwa belajar Kitab Suci gak selalu harus dimulai dengan cara yang terasa serius atau berat. 

Kadang kita bisa memulainya dari sebuah film, kemudian perlahan mencari tahu kisah aslinya.

Pada akhirnya, saya gak ingin menjadikan film ini sebagai pengganti Kitab Suci. Justru saya ingin menjadikannya sebagai pengingat untuk lebih mengenal kisah-kisah iman yang selama ini mungkin hanya saya baca sekilas.

Wkwkwkwk.... niat awalnya cuma diajak nonton dadakan untuk refreshing, pulangnya malah membawa PR baru: pengin buka Kitab Daniel lagi.

Pengalaman belajar Kitab Suci lewat Film Daniel and the Fiery Furnace
Pengalaman belajar Kitab Suci lewat Film Daniel and the Fiery Furnace (doc. Riana Dewie)


Kadang kita cuma butuh satu cerita yang divisualisasikan untuk membuat kita berkata, “Oh, ternyata kisahnya seperti ini.”

Cukup menarik dan semoga pengalaman sederhana ini juga menguatkan iman saya kepada Tuhan yang saya imani dari dulu. Thank you untuk filmnya. Saya jadi lebih mudah memahami isi Kitab Suci tentang Nabi Daniel.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Personal Notes

10 Manfaat Jalan-Jalan Bersama Anabul bagi Pemilik dan Hewan Peliharaan

Keyword: manfaat jalan-jalan bersama anabul  Meta Description: Temukan manfaat jalan-jalan bersama anabul bagi kesehatan fisik dan mental pemilik serta hewan peliharaan. Aktivitas sederhana yang bikin makin dekat!  Alt Text Gambar:  Manfaat jalan-jalan bersama anabul di taman pada pagi hari. Pemilik mengajak anjing peliharaan jalan santai di area hijau. Jalan-jalan bersama anabul sebagai aktivitas healing bersama hewan peliharaan. Quality time bersama anabul di pet friendly park. Kucing peliharaan menikmati aktivitas outdoor bersama pemilik. Bonding dengan anabul melalui jalan santai setiap pagi. Liburan bersama anabul di tempat ramah hewan peliharaan. Pet parent mengajak anabul menikmati udara segar di lapangan. Tips jalan-jalan bersama anabul agar tetap sehat dan bahagia. Manfaat jalan-jalan bersama anabul untuk kesehatan fisik dan mental. ```

Kalau ada yang bertanya kepada saya tentang manfaat jalan-jalan bersama anabul, saya pasti langsung tersenyum. 

Soalnya, kegiatan sederhana ini ternyata memberikan banyak perubahan, baik untuk saya maupun anabul kesayangan. 

Dulu saya mengira jalan-jalan bersama anjing hanya sekadar melepas penat atau menghabiskan waktu luang. 

Setelah benar-benar menjalaninya, saya baru sadar kalau aktivitas ini menjadi salah satu bentuk healing bersama anabul yang murah, menyenangkan, dan penuh makna.

Oh ya, saya termasuk orang yang percaya kalau hubungan manusia dan hewan itu bisa terjalin begitu erat ketika kita meluangkan waktu bersama mereka. 

Bahkan, hanya berjalan santai mengelilingi kampung di pagi hari sudah cukup membuat hati terasa lebih ringan.

Saya sendiri sih sekarang lebih sering mengajak anabul menikmati udara segar dibanding membiarkannya hanya bermain di rumah. 

Hasilnya? Kami sama-sama lebih bahagia. Hihihihi.... ternyata mereka juga punya cara sendiri untuk menunjukkan rasa senang ketika diajak keluar rumah.


Sejak Kecil, Saya Sudah Terbiasa Memelihara Anjing

Kalau dihitung-hitung, sejak kecil saya sudah memelihara sekitar enam ekor anjing di generasi yang berbeda. 

Masing-masing punya karakter unik yang sampai sekarang masih saya ingat. Ada yang super aktif, ada yang pendiam, ada juga yang paling manja ketika saya pulang ke rumah.

Oh ya, sejak dulu saya memang senang menghabiskan waktu bermain dengan mereka. Kadang saya memberi susu, mengajak bermain lempar bola, menemani berlari kecil di halaman, sampai sekadar duduk bersama saat sore hari. 

Semua momen itu sekarang menjadi kenangan yang sangat berharga.

Dulu saya belum mengenal istilah quality time bersama anabul. Saya hanya merasa bahagia ketika melihat ekor mereka bergoyang sambil berlari menghampiri saya. 

Jalan-jalan bersama anabul sebagai aktivitas healing
Jalan-jalan bersama anabul sebagai aktivitas healing (doc. Riana Dewie)


Sekarang baru saya tahu kalau kebiasaan sederhana itu ternyata membantu membangun bonding dengan anabul yang kuat.

Kalau akhir pekan tiba, saya juga sering mengajak mereka melakukan berbagai aktivitas bersama anabul. 

Mulai dari bermain di lapangan, berjalan santai, sampai menikmati aktivitas luar ruangan yang sederhana. 

Saya baru sadar kalau kegiatan seperti ini juga termasuk olahraga ringan yang baik untuk pemilik maupun hewan peliharaan.


Belajar dari Kehilangan yang Mengubah Cara Saya Merawat Anabul

Sayangnya, perjalanan saya memelihara anabul gak selalu dipenuhi cerita bahagia. Ada beberapa periode dalam hidup ketika hati saya benar-benar patah karena harus kehilangan mereka secara mendadak. 

Yang paling membuat sedih, sebagian besar justru karena ulah manusia lain yang gak bertanggung jawab.

Oh ya, sampai sekarang saya masih merasa sesak kalau mengingat beberapa kejadian tersebut. Rasanya seperti kehilangan anggota keluarga sendiri.

Kalau dipikir-pikir lagi, saat itu saya juga masih minim edukasi tentang cara merawat hewan peliharaan dengan benar. 

Saya belum memahami pentingnya vaksin, nutrisi, vitamin, stimulasi mental, maupun menjaga keamanan mereka setiap hari. Saya juga sering membiarkan mereka keluar rumah sendirian tanpa pengawasan.

Saya sih sekarang menyesali kebiasaan itu. Ternyata membiarkan anabul berkeliaran bebas memiliki risiko yang cukup besar, mulai dari kecelakaan, keracunan, sampai menjadi korban orang yang gak menyukai hewan.

Liburan bersama anabul di tempat ramah hewan peliharaan.
Liburan bersama anabul di tempat ramah hewan peliharaan (doc. Riana Dewie)

Karena pengalaman itulah, dua anabul yang saya pelihara sekarang benar-benar saya rawat dengan lebih serius. 

Mereka rutin vaksin, mendapatkan vitamin, pelebat bulu yang aman, makanan sehat yang saya buat sendiri, hingga berbagai nutrisi sesuai kebutuhan. 

Saya juga memilih mengajak mereka menikmati aktivitas outdoor bersama anabul secara terjadwal daripada membiarkan mereka berkeliaran sendiri.

Hahahaha.... mungkin ada yang bilang saya terlalu protektif. Tapi buat saya, lebih baik sedikit repot daripada harus kehilangan mereka lagi.


10 Manfaat Jalan-Jalan Bersama Anabul yang Saya Rasakan

Sekarang saya punya kebiasaan baru. Saat jogging pagi, saya sering mengajak anabul ke lapangan. 

Kadang saya membiarkan mereka berlari di area yang aman, kadang mengajak muter kampung menggunakan tali handle, bahkan sesekali mengikuti lomba anabul supaya mereka bertemu banyak orang maupun sesama hewan peliharaan.

Oh ya, dari kebiasaan sederhana inilah saya benar-benar merasakan banyak manfaat yang mungkin dulu gak pernah saya bayangkan.

1. Tubuh Anabul Menjadi Lebih Sehat

Berjalan rutin membantu menjaga kesehatan anabul karena tubuhnya lebih aktif bergerak dan energinya tersalurkan dengan baik.

2. Membantu Mengurangi Stres

Healing bersama anabul ternyata juga berdampak pada kesehatan mental saya. Pikiran terasa lebih tenang setelah menikmati udara segar bersama mereka.

3. Membuat Anabul Lebih Percaya Diri

Bertemu lingkungan baru membuat mereka lebih berani dan terbiasa menghadapi berbagai situasi.

4. Melatih Interaksi Sosial

Ketika bertemu orang lain maupun sesama anjing peliharaan atau kucing peliharaan, kemampuan interaksi sosial mereka ikut berkembang.

Pet parent mengajak anabul menikmati udara segar di lapangan.
Pet parent mengajak anabul menikmati udara segar di lapangan (doc. Riana Dewie)

5. Memperkuat Bonding dengan Anabul

Menurut saya, inilah salah satu manfaat jalan-jalan bersama anabul yang paling terasa. Waktu yang dihabiskan berdua membuat kami semakin mengenal kebiasaan masing-masing. 

Saya jadi tahu kapan mereka merasa lelah, penasaran, atau justru ingin bermain lebih lama. Sebaliknya, mereka juga semakin percaya kepada saya sebagai pemiliknya.

6. Memberikan Stimulasi Mental

Lingkungan baru menghadirkan aroma, suara, dan pemandangan yang berbeda setiap hari. Semua itu menjadi stimulasi mental yang sangat baik bagi hewan peliharaan. Dibanding hanya berada di rumah sepanjang hari, eksplorasi lingkungan baru membuat mereka lebih aktif dan rasa ingin tahunya tetap terasah.

7. Menambah Aktivitas Fisik Pemilik

Saya sih justru ikut mendapatkan manfaatnya. Awalnya niat mengajak anabul jalan-jalan, lama-lama saya sendiri jadi lebih rajin bergerak. Aktivitas sederhana ini membuat saya lebih sering berjalan kaki, berolahraga ringan, sekaligus menerapkan gaya hidup sehat tanpa terasa seperti sedang berolahraga.

8. Membantu Anabul Lebih Mudah Bersosialisasi

Sesekali saya mengajak mereka datang ke acara komunitas atau lomba anabul. Di sana mereka bertemu banyak pet parent, anak-anak, hingga hewan lain. 

Pengalaman seperti ini membantu mereka lebih nyaman saat bertemu orang baru dan mengurangi rasa takut ketika berada di lingkungan ramai.

Oh ya, saya juga beberapa kali mengajak mereka ke pet friendly park dan pet friendly cafe. 

Tentunya saya tetap memastikan tempat tersebut memang ramah hewan peliharaan serta mengikuti aturan yang berlaku. Pengalaman ini membuat mereka semakin terbiasa dengan suasana baru.

9. Menjadi Ide Healing yang Murah dan Menyenangkan

Kalau sedang penat karena pekerjaan, saya gak selalu mencari liburan mahal. Jalan santai mengelilingi kampung atau duduk di lapangan sambil menemani anabul bermain sudah cukup mengembalikan semangat. 

Healing bersama anabul memang sederhana, tetapi efeknya benar-benar terasa. Saya merasa lebih rileks, meningkatkan mood, dan kembali bersemangat menjalani aktivitas.

Selain itu, kegiatan ini juga bisa menjadi alternatif me time yang menyenangkan. Kita bisa menikmati rekreasi bersama hewan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

10. Menciptakan Kenangan Indah yang Sulit Dilupakan

Kalau ada satu hal yang paling saya syukuri, jawabannya adalah kenangan. 

Foto-foto saat jalan-jalan bersama anabul, video ketika mereka berlari kegirangan, sampai momen sederhana saat duduk menikmati angin sore menjadi memori yang sangat berharga.

Hihihihi.... kadang saya tertawa sendiri saat melihat kembali video mereka yang berlari ke sana kemari dengan penuh semangat. 

Momen sederhana seperti itu ternyata mampu menghadirkan kebahagiaan yang luar biasa.

Bagi saya, manfaat membawa anabul jalan-jalan bukan hanya menjaga kesehatan anabul, tetapi juga mempererat emotional bonding antara manusia dan hewan. 

Hubungan yang terbangun lewat perhatian kecil setiap hari justru menjadi fondasi kasih sayang yang kuat.

Tips jalan-jalan bersama anabul agar tetap sehat dan bahagia.
Tips jalan-jalan bersama anabul agar tetap sehat dan bahagia (doc. Riana Dewie)


Quality Time Bareng Anabul

Nah, itulah berbagai manfaat jalan-jalan bersama anabul yang saya rasakan sendiri selama beberapa tahun terakhir. 

Dari pengalaman kehilangan hingga belajar merawat mereka dengan lebih baik, saya semakin percaya kalau perhatian kecil setiap hari bisa memberikan dampak yang besar.

Kalau sekarang saya lebih sering mengajak mereka berjalan santai, bermain di lapangan, atau sekadar menikmati udara pagi, itu bukan hanya demi kesehatan mereka. 

Saya juga sedang menjaga kebahagiaan diri sendiri. Aktivitas sederhana ini membuat saya lebih tenang, lebih banyak bergerak, dan semakin menghargai waktu bersama anabul selama mereka masih ada menemani hidup saya.

Saya berharap semakin banyak pemilik anjing maupun kucing yang menyadari pentingnya quality time bersama anabul. 

Gak harus pergi jauh atau menghabiskan banyak uang. Bahkan berjalan santai di sekitar rumah pun sudah menjadi bentuk kasih sayang yang luar biasa bagi mereka.

Kalau suatu saat nanti kamu berencana liburan bersama anabul, jangan lupa memilih tempat ramah hewan peliharaan, membawa perlengkapan yang dibutuhkan, serta memperhatikan kondisi fisik mereka agar tetap nyaman selama perjalanan.

Nah, itulah manfaat positif saat jalan-jalan bareng anabul versi saya. 

Kalau kamu punya pengalaman seru atau manfaat lain yang pernah dirasakan saat mengajak anabul jalan-jalan, yuk cerita di kolom komentar. Siapa tahu pengalamanmu bisa menginspirasi pet parent lainnya.



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Personal Notes

Di Balik Senyum Wisatawan, Ada Kuda Andong Malioboro yang Bekerja Seharian

Kuda andong menunggu penumpang di kawasan Malioboro Yogyakarta

Suatu sore di kawasan Malioboro, saya duduk di salah satu bangku yang menghadap jalan utama. 

Seperti biasa, suasana ramai oleh wisatawan yang berjalan santai, berburu oleh-oleh, hingga mengabadikan momen dengan kamera ponsel mereka. 

Di tengah keramaian itu, kuda andong Malioboro melintas perlahan sambil menarik kereta yang berisi wisatawan dari berbagai daerah.

Pemandangan tersebut sebenarnya sudah sangat akrab bagi siapa saja yang pernah berkunjung ke Yogyakarta. Andong sudah lama menjadi bagian dari identitas kota ini. 

Bahkan bagi banyak wisatawan, naik andong menjadi pengalaman yang wajib dicoba saat liburan ke Jogja.

Namun sore itu perhatian saya justru tertuju pada sang kuda. 

Saat orang-orang sibuk tersenyum menikmati perjalanan, saya memperhatikan bagaimana hewan tersebut terus berjalan di tengah cuaca yang cukup panas. 

Dari situlah muncul pertanyaan sederhana di kepala saya: bagaimana sebenarnya kehidupan kuda-kuda yang bekerja setiap hari di Malioboro?

Oh ya, saya termasuk orang yang suka memperhatikan hal-hal kecil saat bepergian. Kadang yang menarik perhatian saya bukan hanya tempat wisatanya, tetapi juga cerita yang ada di baliknya.

Belakangan ini, isu kesejahteraan hewan memang semakin sering dibahas. Ada yang menyerukan agar penggunaan kuda sebagai alat transportasi wisata dihentikan. 

Ada juga yang berpendapat bahwa andong merupakan warisan budaya yang harus tetap dilestarikan. 

Menurut saya, kedua pandangan tersebut layak didengar karena masing-masing memiliki alasan yang kuat.


Andong, Ikon Wisata yang Tak Terpisahkan dari Malioboro

Membicarakan Malioboro rasanya sulit jika melewatkan keberadaan andong. Kendaraan tradisional ini sudah menjadi bagian dari wajah Yogyakarta selama puluhan tahun. 

Bahkan sebelum transportasi modern berkembang pesat seperti sekarang, andong sudah menjadi sarana mobilitas masyarakat.

Kuda penarik andong beristirahat setelah bekerja di Malioboro
Kuda penarik andong beristirahat setelah bekerja di Malioboro (doc. Riana Dewie)


Sampai hari ini, andong tetap bertahan sebagai salah satu daya tarik wisata budaya. Banyak wisatawan memilih naik andong karena ingin menikmati suasana kota dengan cara yang lebih santai. 

Kalau saya sih, sensasi mendengar suara langkah kuda sambil melihat suasana kota memang memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan naik kendaraan bermotor.

Selain menjadi daya tarik wisata, keberadaan andong juga memberikan penghasilan bagi para kusir. 

Dari pekerjaan tersebut, mereka membiayai kebutuhan keluarga sekaligus merawat kuda yang menjadi partner kerja setiap hari.

Oh ya, sering kali kita hanya melihat andong sebagai sarana wisata. Padahal di baliknya ada banyak keluarga yang menggantungkan hidup dari profesi kusir andong.

Karena itulah, isu kesejahteraan hewan dalam sektor pariwisata ini menjadi topik yang cukup kompleks. 

Ada aspek budaya, ekonomi, dan juga tanggung jawab terhadap makhluk hidup yang sama-sama penting untuk diperhatikan.


Di Balik Ramainya Wisata, Ada Kuda yang Bekerja dari Pagi hingga Malam

Di saat wisatawan menikmati perjalanan yang menyenangkan, kuda-kuda tersebut menjalani rutinitas yang cukup berat. 

Pada musim liburan, jumlah penumpang meningkat dan aktivitas andong menjadi lebih sibuk dibandingkan hari biasa.

Melihat kuda berjalan bolak-balik sepanjang hari kadang membuat saya bertanya-tanya mengenai kondisi fisik mereka. 

Hihihihi... mungkin terdengar terlalu kepikiran, tetapi memang itulah yang muncul di benak saya saat melihat mereka bekerja tanpa henti.

Andong wisata menjadi ikon transportasi tradisional Yogyakarta
Andong wisata menjadi ikon transportasi tradisional Yogyakarta (doc. Riana Dewie)


Cuaca Panas dan Risiko Dehidrasi

Salah satu tantangan terbesar bagi kuda pekerja adalah cuaca panas. Yogyakarta terkenal memiliki suhu yang cukup terik, terutama saat musim kemarau. Dalam kondisi seperti itu, tubuh kuda akan mengeluarkan lebih banyak keringat sehingga kebutuhan cairannya juga meningkat.

Jika kebutuhan air minum gak terpenuhi dengan baik, risiko dehidrasi tentu bisa meningkat. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh menjadi lemah, kehilangan energi, bahkan berpotensi memicu gangguan kesehatan lainnya.

Oh ya, saya pernah melihat seekor kuda yang sedang diberi minum setelah menarik andong. Saat itu saya baru sadar bahwa kebutuhan air bagi kuda pekerja ternyata sama pentingnya dengan kebutuhan bahan bakar bagi kendaraan.

Karena itu, penyediaan akses air minum yang cukup menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan kuda andong Malioboro.

Pakan dan Istirahat yang Menjadi Kebutuhan Utama

Sama seperti manusia yang bekerja seharian, kuda juga membutuhkan asupan nutrisi yang memadai. Rumput berkualitas, pakan tambahan, serta jadwal makan yang teratur sangat membantu menjaga stamina mereka.

Sayangnya, masih ada kekhawatiran dari sebagian masyarakat mengenai kemungkinan adanya kuda yang memperoleh pakan kurang optimal. Isu inilah yang sering memicu perdebatan mengenai penggunaan kuda sebagai transportasi wisata.

Selain makanan, waktu istirahat juga gak kalah penting. Tubuh kuda membutuhkan waktu untuk memulihkan energi setelah bekerja selama berjam-jam di jalanan yang ramai.

Kalau dipikir-pikir, manusia saja bisa merasa lelah setelah bekerja seharian. Jadi wajar kalau kuda juga membutuhkan perhatian yang sama terhadap kebutuhan fisiknya.


Tidak Semua Kisah Tentang Kuda Andong Berakhir Buruk

Meskipun berbagai kritik bermunculan, saya merasa penting untuk melihat persoalan ini secara lebih utuh. Gak semua cerita tentang kuda andong berakhir dengan kondisi yang memprihatinkan.

Banyak Kusir yang Sangat Peduli pada Kudanya

Bagi banyak kusir, kuda bukan sekadar alat kerja. Hewan tersebut adalah aset utama yang menentukan keberlangsungan pekerjaan mereka. 

Karena itu, banyak kusir yang berusaha menjaga kesehatan kudanya dengan baik.

Saya pernah berbincang singkat dengan seorang kusir yang mengatakan bahwa biaya pakan dan perawatan kuda bisa mencapai jumlah yang gak sedikit setiap bulan. 

Dari cerita itu saya memahami bahwa sebagian besar kusir tentu ingin kudanya tetap sehat dan kuat.

Kalau saya sih, hubungan antara kusir dan kuda ini lebih mirip rekan kerja yang saling membutuhkan dibanding sekadar pemilik dan hewan peliharaan.

Transportasi tradisional andong yang masih bertahan di Yogyakarta
Transportasi tradisional andong yang masih bertahan di Yogyakarta (doc. Riana Dewie)


Pemeriksaan Kesehatan dan Upaya Pembinaan

Beberapa pihak juga mulai memberikan perhatian lebih terhadap kesehatan kuda andong. 

Pemeriksaan kesehatan berkala, edukasi perawatan hewan, hingga pembinaan kepada kusir menjadi langkah yang cukup positif.

Oh ya, upaya seperti ini menurut saya penting karena dapat menjadi jalan tengah antara pelestarian budaya dan perlindungan kesejahteraan hewan.

Tentu masih ada ruang untuk perbaikan. Namun keberadaan program-program tersebut menunjukkan bahwa isu ini mulai mendapatkan perhatian yang lebih serius dibandingkan beberapa tahun lalu.




Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Personal Notes

Dari Seekor Burung Pelikan di Gembiraloka, Saya Belajar Tentang Kasih Tanpa Pamrih

Makna Burung Pelikan


Hari itu cuaca cerah banget, badan juga lagi enak dan segar. Saya memang lagi pengen healing ringan sambil lihat pepohonan hijau, danau, dan hewan-hewan lucu. 

Kebetulan juga lagi libur, jadi rasanya pas banget buat keluar sebentar dari rutinitas.

Oh ya, saya sengaja pilih datang di hari kerja biar suasananya gak terlalu ramai. 

Dan ternyata bener sih, pas sampai sana suasananya cukup lengang, jadi rasanya lebih tenang dan benar-benar bisa menikmati setiap sudutnya.

Saya jalan santai, lihat satu per satu hewan yang ada di sana. Kadang saya ajak “ngobrol”, kadang cuma diam sambil memperhatikan gerak-geriknya. 

Hihihihi… mungkin terdengar aneh, tapi menurut saya itu cara sederhana buat merasa lebih dekat dengan alam.

Pertemuan Tak Terduga di Gembira Loka Zoo

Sampai akhirnya saya melihat burung pelikan di Gembira Loka Zoo. Kesan pertama saya? Lucu… tapi juga unik dan sedikit aneh.

Paruhnya besar banget, dengan kantong di bawahnya yang terlihat seperti tas kecil. Cara berdirinya tenang, jalannya pelan, dan ekspresinya seperti “diam tapi penuh cerita”. Ada rasa damai yang aneh waktu saya melihatnya.

Oh ya, dari situ saya mulai sadar, mungkin ini bukan sekadar burung biasa. Awalnya saya cuma menganggapnya lucu, tapi ternyata ada makna burung pelikan yang jauh lebih dalam…


Keunikan Burung Pelikan yang Bikin Saya Terpikat

Di Gembira Loka Zoo sendiri ada banyak banget hewan. Saya mencoba berinteraksi dengan beberapa yang bisa saya jangkau. Ada yang saya panggil, saya ajak ngobrol, bahkan saya foto-foto juga.

Kalau saya sih kadang berpikir, mereka itu seperti hidup di satu tempat dalam waktu lama. Mungkin ada rasa jenuh, walaupun mereka gak bisa mengungkapkan. Jadi, saya mencoba hadir sebentar buat “menyapa” mereka.

Burung Pelikan warna pink
Burung Pelikan warna pink (doc. Riana Dewie)

Nah, waktu sampai di area pelikan, saya melihat beberapa jenis dengan warna bulu yang berbeda. Ada yang putih bersih, ada yang agak gelap, bahkan ada yang sedikit bernuansa pink. Menurut saya, ini salah satu keunikan burung pelikan yang bikin mereka terlihat elegan sekaligus menarik.

Ciri-Ciri Burung Pelikan yang Ikonik

Salah satu ciri-ciri burung pelikan yang paling mencolok tentu saja paruhnya yang besar dengan kantong di bawahnya. Selain itu, tubuhnya juga cukup besar, tapi gerakannya tetap kalem.

Warna bulunya pun beragam. Yang putih terlihat bersih dan anggun, yang gelap terlihat lebih tegas, sementara yang pink memberi kesan unik dan berbeda.

Oh ya, dari segi penampilan saja, sebenarnya sudah bisa terlihat kalau burung ini punya karakter yang “tenang tapi kuat”.

Perilaku Burung Pelikan yang Menenangkan

Kalau diperhatikan lebih lama, perilaku burung pelikan ini cenderung diam dan mengamati. Mereka gak banyak bergerak, tapi setiap gerakannya terasa terukur.

Mereka juga terlihat gak agresif. Justru ada kesan sabar dan santai. Kadang mereka berdiri berdekatan, seolah menikmati kebersamaan.

Kalau saya sih merasa, melihat mereka itu seperti diingatkan untuk gak selalu terburu-buru dalam hidup.

Burung pelikan cenderung diam dan mengamati
Burung pelikan cenderung diam dan mengamati (doc. Riana Dewie)


Cara Makan yang Unik

Salah satu fakta burung pelikan yang menarik adalah cara makannya. Mereka menggunakan kantong di paruhnya untuk menangkap ikan, lalu menyimpannya sebelum dimakan.

Dari sini saya mulai berpikir, mungkin ini juga bisa jadi simbol. Menyimpan, lalu memberi. Ada proses yang tenang di dalamnya.

Dan dari situlah saya mulai memahami arti burung pelikan lebih dalam…


Filosofi Burung Pelikan: Simbol Kasih Tanpa Pamrih

Banyak yang bertanya, sebenarnya pelikan simbol apa sih?

Ternyata dalam beberapa budaya, simbol burung pelikan sering dikaitkan dengan pengorbanan dan kasih sayang.

Simbol Pengorbanan

Pelikan dikenal sebagai simbol pengorbanan. Ada cerita yang menggambarkan bahwa pelikan rela memberi untuk anaknya tanpa pamrih.

Oh ya, walaupun ini lebih ke simbolik, tapi maknanya terasa dekat banget dengan kehidupan manusia.

Memberi tanpa banyak bicara. Memberi tanpa berharap balasan. Itu yang bikin saya cukup tersentuh saat memikirkan hal ini.

Burung Pelikan simbol kasih sayang yang tulus
Burung Pelikan simbol kasih sayang yang tulus (doc. Riana Dewie)

Kasih Sayang yang Tulus

Makna lain dari makna burung pelikan adalah tentang kasih sayang yang tulus, atau istilahnya unconditional love.

Ini mengingatkan saya pada orang tua, atau siapa pun yang pernah memberi tanpa syarat.

Hahahaha… kadang kita baru sadar betapa berharganya itu setelah kita sendiri merasakannya.

Kesabaran dalam Kehidupan

Pelikan juga mengajarkan kesabaran. Mereka menunggu saat yang tepat untuk menangkap makanan.

Ini seperti pengingat bahwa gak semua hal harus dilakukan dengan cepat. Ada waktunya kita harus diam, menunggu, dan percaya pada proses.


Refleksi Sederhana yang Saya Bawa Pulang

Tentang Memberi Tanpa Pamrih

Saya jadi berpikir, dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali memberi dengan harapan tertentu.

Padahal, mungkin yang lebih indah adalah memberi dengan tulus. Tanpa pamrih. Tanpa hitungan.

Oh ya, ini juga jadi pengingat kecil buat saya pribadi untuk lebih ikhlas dalam melakukan sesuatu.

Tentang Melihat Makna dari Hal Sederhana

Kadang kita mencari makna kehidupan di tempat yang jauh, padahal bisa jadi jawabannya ada di hal-hal sederhana.

Seperti bertemu burung pelikan lucu di kebun binatang.

Bahkan dari sana, kita bisa mendapatkan pelajaran hidup dari hewan dan memahami filosofi kehidupan dari alam.

Filosofi Kehidupan dari alam
Filosofi Kehidupan dari alam (doc. Riana Dewie)


Pelajaran yang Masih Saya Ingat Sampai Sekarang

Setelah pulang, saya masih kepikiran pengalaman itu. Bahkan sebagai seorang yang aktif menulis seperti blogger Surabaya, saya merasa pengalaman ini layak dibagikan dalam tulisan. 

Oh ya, sejak saat itu saya mulai percaya bahwa alam selalu punya cara sederhana untuk mengajarkan hal besar.

Dan mungkin, lain kali kalau saya kembali, saya ingin merasakan lagi momen itu… atau bahkan mencoba memberi makan hewan dengan cara yang lebih sadar dan penuh rasa. 

Eh, tapi gak boleh ding yaa ngasih makan hewan di kebun binatang :(







Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Personal Notes

Drama Korea 2025 Ini Wajib Kamu Tonton, Bikin Harimu Makin Semangat!

Drama Korea 2025

Drama Korea 2025 dijamin pecah banget ini! Pastinya, gak akan kalah dengan drakor 2024 yang penuh dengan kisah seru. Jangan khawatir, beberapa paltform streaming sudah menyiapkan deretan judul drama untuk menyambut tahun 2025 yang pastinya menyenangkan. 

Aneka genre drakor akan mewarnai hari-hari barumu. Para penyuka komedi romantis (romcom) hingga thriller akan dimanjakan dengan judul-judul film Korea yang menarik. Drama Korea 2025 Ini Wajib Kamu Tonton, Bikin Harimu Makin Semangat!

Kenapa sih Drama Korea Disukai?

Gelombang Korea (Hallyu) memang telah booming sejak beberapa waktu lalu di Indonesia. Mulai dari musik (Kpop), fashion Korea hingga Drama Korea yang banyak dielu-elukan, baik kisah maupun tokohnya.

Kenapa sih Drama Korea begitu disukai masyarakat? Berikut alasannya!

1.  Alur Cerita Menarik

Siapa yang setuju kalau alur cerita drakor itu asyik & menarik? Mulai dari cerita yang ringan hingga berat, kamu akan merasa nyaman mengikuti kisahnya. Akting pemainnya terasa natural, jalan ceritanya unik serta ada konflik yang bikin tegang. Jadi, seseru ini ya nonton drama korea?

2. Genre Bervariasi

Pecinta drakor pasti tahu bahwa genre tayangnya beranekaragam. Topik atau genre yang diangkat selalu menawarkan kisah spesial, baik itu cerita romansa dua orang, slice of life, horor, sejarah, family, politik dan sebagainya.

3. Aktornya Cakep!

Nah, kita pasti sepakat banget kalau ini memang real. Salah satu daya tarik drakor adalah visual para aktor atau aktrisnya yang imut, cute, cantik atau ganteng. Ternyata ini juga cukup mencuri perhatian, bukan hanya di area Korea saja, namun dunia. Jadi, itulah alasan kenapa drama korea cukup laris manis!

Deretan Drama Korea 2025 yang bisa Kamu Tonton

Saatnya ngasih bocoran nih, deretan drakor menarik yang bisa kamu nikmati di Netflix atau platform streaming lainnya. Pokoknya, Drama Korea 2025 Ini Wajib Kamu Tonton, Bikin Harimu Makin Semangat!

1. Wall to Wall

Wall to Wall adalah drama bergenre thriller yang menampilkan akting Kang Ha Neul, Yeom Hye Ran, dan Seo Hyun Woo. Disutradarai oleh Kim Tae Joon, drama ini berkisah tentang isu sosial yang dialami banyak warga Korea Selatan. Penasaran dengan ceritanya? Tonton ya!

2. Lost in Starlight

Mau nonton film animasi Korea pertama di platform streaming kamu? Yuk tonton Lost in Starlight, dimana film ini berlatar tahun 2050 tentang kisah LDR (long-distance relationship) antara seorang ilmuwan dan musisi. Pengisi suara dua karakter utamanya adalah Kim Tae Ri dan Hong Kyung.

Film ini disutradarai oleh Han Ji Won yang telah lama berkiprah di bidangnya. Sang sutradara juga sempat berkompetisi di Sundance Film Festival 2023 lewat The Sea on the Day When the Magic Returns (2022).

3. Mantis

Film ini mengangkat kisah Mantis, si pembunuh bayaran papan atas yang kembali ke dunia pembunuhan setelah pulang dari liburannya. Mantis merupakan spin-off dari Kill Boksoon yang akan disutradarai Lee Tae Sung

Drama ini menampilkan akting Im Siwan, Park Gyu Young, dan Jo Woo Jin.

Mantis, Drama Korea 2025
Mantis, Drama Korea 2025 ((Instagram.com/netflixkcontent)

4. Revelations

Ceritanya seru nih! Revelations menampilkan kisah seorang pastur Min Chan (diperankan oleh Ryu Jun Yeol) yang percaya bahwa dirinya ditakdirkan untuk menghukum pelaku di balik kasus orang hilang.

Uniknya, pastur ini dipertemukan dengan detektif Yeon Hee (diperankan oleh Shin Hyun Been) yang dihantui oleh bayangan saudarinya yang meninggal dunia. Film ini disutradarai oleh Yeon Sang Ho (Train To Busan, Hellbound),

5. Good News

Berlatar tahun 1970, drama ini berkisah tentang tiga orang yang merencanakan pendaratan sebuah pesawat yang dibajak. Bakal menegangkan nih!

Aktor Sol Kyung Gu, Hong Kyung, dan Ryoo Seung Bum akan main di film ini. Menurut informasi yang beredar, drama ini diadaptasi dari kisah nyata yang disutradarai oleh Byun Sung Hyun.

Wah, jadi gak sabar nonton Korean Drama 2025 ya, ceritanya bakal seru banget nih!

Kabar Gembira! Dapatkan Bonus Voucher Streaming dari BRImo

Eh, beneran ada bonus ini? Iya donk, kamu bisa menikmati promo spesial khusus untuk pengguna BRImo Android! Nonton drama korea terbaru 2025 jadi makin asyik kan? Promo ini berlaku untuk layanan: YouTube Premium, Viu, Spotify, Video, WeTV, dan Mola.

Caranya mudah banget! Bonus voucher streaming bisa kamu dapatkan setelah melakukan transaksi pembelian minimal satu bulan. Selanjutnya, bonus voucher akan dikirimkan melalui WhatsApp Blast ke nomor kamu yang terdaftar di aplikasi BRImo. Voucher akan dikirimkan maksimal 30 hari setelah periode program berakhir

Wah, untung banget donk ya? Pokoknya, kamu harus manfaatin ini untuk mendapatkan akses streaming lebih dengan bonus spesial dari BRImo! Eitss, tapi gak cuma itu, kamu juga bisa ikutan #BRImo FSTVL dengan hadiah yang lebih besar lagi.

Ramaikan  BRImo FSTVL 2024, Dapatkan Taburan Hadiah ini!

Jadi, BRI punya event besar buat seluruh nasabahnya. Buat kamu yang rajin meningkatkan saldo serta memperbanyak transaksi menggunakan BRImo, Kartu Debit dan Kartu Kredit BRI, kamu berkesempatan dapat hadiah ini.

Apa saja sih hadiahnya? Kamu bisa dapatkan hadiah mingguan di Friday Deals! Gak cuma itu, kamu juga berkesempatan meraih 100.000 hadiah langsung di #BRImoFSTVL dan memenangkan hadiah undian BMW 520i M Sport, Hyundai Creta Alpha, dan kendaraan bermotor Vespa Primavera! Wih, beneran #BerlimpahHadiah ya.

Ini adalah bentuk apresiasi BRI kepada kalian dalam Program BRImo FSTVL 2024 yang hadir mulai 1 Oktober 2024 - 31 Maret 2025.

BRImo FSTVL (sumber: BRI)

Ada lagi 2 kejutan lagi di festival yang bertabur hadiah ini, yaitu:

1. PROGRAM UNDIAN BERHADIAH

Program loyalti dari BRI yang diberikan kepada seluruh pengguna Tabungan BRI dalam bentuk undian berhadiah yang bersumber dari setiap rata-rata saldo dan nominal BRI Poin yang dimiliki nasabah selama periode program.

2.  PROGRAM DIRECT GIFT (REDEEM BRIPOIN)

Program loyalti dari BRI yang diberikan kepada seluruh nasabah Tabungan BRI (BritAma dan Simpedes), pengguna e-banking (BRImo, Qlola Internet Banking, dan ATM), Kartu Debit dan Kartu Kredit BRI akan mendapatkan reward dalam bentuk BRIPoin atas setiap transaksi.

***

Beneran nih, #BRImoMudahSerbaBisa untuk ngasih kita banyak hadiah menggiurkan. Semoga kamu salah satu yang beruntung, ya! Jadi, ayo terus memperbanyak tabungan & transaksi di BRImo FSTVL.

Jangan lupa download aplikasi BRImo agar terus mendapatkan promo menarik, termasuk bonus voucher streaming untuk nonton drakor favoritmu. Itulah Drama Korea 2025 Ini Wajib Kamu Tonton, Bikin Harimu Makin Semangat! 

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments