Akhir-akhir ini saya sering merasa capek. Padahal secara aktivitas, harusnya sudah jauh berkurang karena sekarang saya gak ngantor lagi. Semua pekerjaan saya lakukan dari rumah, sesuai passion, dan jujur saja saya happy menjalaninya. Ritme kerja lebih fleksibel, tekanan jauh berkurang, dan saya merasa hidup lebih terkendali.
Oh ya, kesibukan saya yang lain adalah mengantar ibu kontrol ke rumah sakit secara rutin setiap minggu. Aktivitas ini sudah jadi bagian dari keseharian saya. Saya jalani dengan penuh tanggung jawab, meski kadang fisik dan mental sama-sama terasa lelah.
Entah kenapa, di tengah kondisi yang terlihat baik-baik saja itu, saya justru sering merasa sendiri. Ada rasa sepi yang muncul tanpa aba-aba. Mudah capek, cepat lelah, dan pikiran seperti gak pernah benar-benar istirahat. Dari sini saya mulai bertanya tentang cara menyehatkan mental saya sendiri.
Kalau dipikir-pikir sih, hidup saya sedang aman. Gak ada konflik besar. Tapi rasa kosong itu tetap datang, bahkan saat rumah ramai.
Oh ya, mungkin kamu juga pernah merasa sepi di keramaian, tapi bingung menjelaskannya ke siapa.
Apa Saya Kena Mental Breakdown ya?
Pertanyaan ini cukup sering mampir di kepala saya. Mental breakdown adalah kondisi ketika seseorang merasa kewalahan secara emosional karena tekanan yang menumpuk, baik disadari maupun gak.
Gejalanya bisa berupa mudah cemas, overthinking, cepat lelah, mental gampang down, dan sensitif terhadap hal-hal kecil. Kadang emosi naik turun tanpa sebab yang jelas.
Kalau saya sih, hampir semuanya saya rasakan. Capek padahal aktivitas biasa saja. Pikiran penuh, dan hati gampang tersentuh.
Oh ya, pernah suatu malam saya ketawa sendiri sambil mikir, “Kok lebay amat ya perasaan begini?” hahahaha…. Tapi setelah tawa itu hilang, rasa sepinya tetap ada.
Di titik ini, saya sadar bahwa cara menyehatkan mental gak bisa hanya dengan menyuruh diri sendiri untuk kuat.
Pergi ke Luar untuk Mengurangi Penat
Salah satu hal yang cukup membantu adalah pergi ke luar rumah. Saya dan keluarga sering melakukan aktivitas sederhana untuk healing dan melepas penat.
Kami pernah ke Hutan Pinus Kalilo, menikmati udara sejuk dan suasana tenang. Duduk tanpa banyak bicara, tapi rasanya menenangkan. Kami juga beberapa kali ke Gembira Loka, melihat anak-anak tertawa, dan ikut merasa hangat.
Kalau lagi santai sih, kami ke coffee shop, makan malam bareng keluarga di resto, atau hunting tempat wisata baru. Aktivitas sederhana ini cukup membantu menjaga kesehatan mental.
Oh ya, momen kebersamaan seperti ini sering jadi pengingat kalau hidup gak selalu harus berat.
Di tengah perjalanan ini, saya juga menyadari bahwa konsep destinasi wisata keluarga gak selalu soal tempat jauh, tapi soal rasa aman dan nyaman bersama.
Solusi Mengatasi Mental Breakdown
Beberapa hal yang saya lakukan untuk membantu menjaga kondisi mental adalah sebagai berikut.
1. Mengakui kondisi diri
Saya jujur mengakui kalau saya sedang gak baik-baik saja. Ini langkah awal dalam cara menyehatkan mental.
2. Mengurangi tuntutan pada diri sendiri
Saya berhenti memaksa diri untuk selalu produktif setiap hari.
3. Bercerita ke orang terpercaya
Didengar saja sudah cukup melegakan.
4. Mendekat secara spiritual
Doa dan refleksi membantu menenangkan pikiran.
5. Menjaga ritme hidup
Tidur cukup, makan teratur, dan memberi ruang untuk diri sendiri.
Kalau saya sih, proses ini naik turun. Ada hari ringan, ada hari berat, dan itu wajar.
Oh ya, di salah satu fase ini saya sempat tertawa kecil tanpa alasan, hihihihi…. Mungkin karena akhirnya saya berhenti melawan perasaan sendiri.
Issue Mental Health Jangan Disepelekan
Kesehatan mental sering dianggap sepele karena gak terlihat. Padahal dampaknya nyata. Merasa sepi di keramaian, mental gampang down, dan kelelahan emosional bisa memengaruhi kualitas hidup.
Setiap masalah pasti ada solusi. Dukungan dari pasangan, orang tua, anak, keluarga, sahabat, dan orang-orang yang peduli sangat berarti.
Oh ya, cara menyehatkan mental juga berarti berani meminta bantuan.
***
Kalau kamu sedang berada di fase ini, saya ingin bilang: kamu gak sendirian. Merasa capek dan sepi di keramaian itu manusiawi.
Saya sendiri masih belajar menerima naik turunnya emosi dan terus mencari cara menyehatkan mental yang paling cocok.
Pelan-pelan saja. Ambil jeda. Temukan hal-hal sederhana yang bikin hati hangat.
Dan semoga, di akhir perjalanan ini, kamu juga menemukan versi tips liburan paling sederhana: memberi diri sendiri izin untuk berhenti sejenak dan bernapas.
.jpeg)




.jpeg)








