In Travel Stories

Review Obelix Sea View Jogja: Sunsetnya Bikin Lupa Pulang

Review Obelix Sea View Jogja

Review Obelix Sea View Jogja ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi waktu diajak healing dadakan sama "anak lanang". Jadi ceritanya, suatu sore di hari libur, saat saya lagi santai di rumah, tiba-tiba dia chat, “Tak ajak ke satu tempat wisata estetik tapi seru.”

Saya yang lagi butuh angin segar jelas auto mau lah. Namanya juga diajak jalan, siapa sih yang nolak? Apalagi katanya tempatnya punya pemandangan laut dari atas tebing. Kalau saya sih urusan healing dan cuci mata memang jarang saya tolak, hihihihi....

Oh ya, saya memang tipe yang gampang banget tergoda kalau diajak lihat sunset. Rasanya selalu ada energi baru tiap lihat langit berubah warna pelan-pelan. Dan tanpa banyak tanya, kami pun sepakat berangkat sore itu juga.


Perjalanan Naik Turun Gunung

Dari rumah saya di Wirobrajan, perjalanan ke lokasi Obelix Sea View Jogja memakan waktu sekitar satu jam. Ada beberapa rute yang bisa dilewati.

Pertama, lewat Jl. Parangtritis. Ini menurut saya paling cepat dan simpel. Kedua, bisa lewat Jl. Bantul lalu sambung ke Jl. Parangtritis. Ketiga, lewat Jl. Bantul – Jl. Samas/Palbapang – Samas – lalu Jl. Parangtritis.

Jarak waktunya sebenarnya gak beda jauh, hanya selisih beberapa menit saja. Kebetulan kemarin saya pilih jalur Jl. Parangtritis karena menurut saya lebih praktis.

Oh ya, sepanjang perjalanan makin ke selatan, suasananya mulai berubah. Rumah-rumah makin jarang, sawah dan pepohonan makin banyak. Begitu mulai masuk area perbukitan, jalannya naik turun dan berkelok. Deg-deg’an? Lumayan sih.

Kalau saya sih lebih deg-deg’an lihat kendaraan di depan yang kadang melambat saat nanjak curam.


Finally, Sampai ke Obelix Sea View

Begitu mendekati lokasi Obelix Sea View Jogja, jalannya memang cukup menanjak. Bahkan sempat ada momen mobil di depan kami berhenti di tengah tanjakan karena gak kuat naik. Untung langsung ada yang bantu dorong. Saya cuma bisa bilang dalam hati, “Semoga mobil kami aman.”

Karena lokasi ini berada di perbatasan Bantul–Gunungkidul, biasanya pengunjung melewati retribusi jalan atau TPR Parangtritis dan retribusi masuk wilayah Gunungkidul. Ini terpisah dari tiket masuk utama. Jadi siapkan uang kecil ya.

Bukit di Obelix Sea View
Bukit di Obelix Sea View (doc. Riana Dewie)

Akhirnya kami sampai di area parkir pintu utama. Parkirannya luas dan tertata rapi. Kebetulan waktu itu sudah sore, jadi suasananya sejuk dengan angin laut yang cukup kencang.

Oh ya, lokasi Obelix Sea View Jogja memang berada di atas tebing yang menghadap langsung ke Samudra Hindia. Jadi jangan heran kalau anginnya terasa lebih kuat dibanding tempat biasa.


Menikmati Senja di Obelix Sea View

Obelix Sea View sering disebut sebagai “The Twilight Paradise” karena menyajikan sunset di Obelix Sea View yang luar biasa cantik. Dan setelah saya lihat sendiri, memang gak berlebihan sih julukannya.

Sebelum masuk, kami membeli tiket terlebih dahulu. Berdasarkan informasi harga tiket Obelix Sea View terbaru tahun 2026:
- Weekdays (Senin–Kamis): Rp 30.000/orang
- Weekend (Jumat–Minggu) & Libur Nasional: Rp 40.000/orang

Suasana Obelix Sea View setelah pintu masuk
Suasana Obelix Sea View setelah pintu masuk (doc. Riana Dewie)


Menurut saya, harga tiket Obelix Sea View terbaru ini cukup worth it karena sudah bisa menikmati area utama dengan panorama laut dan perbukitan.

Oh ya, kami sampai sekitar jam 16.00 dan itu timing yang pas banget. Matahari sudah gak terlalu terik, tapi langit masih terang. Jadi bisa dapat dua suasana sekaligus: sore cerah dan senja keemasan. Otomatis foto jadi makin banyak dong, hahahaha....

Angin laut berhembus kencang, suara ombak terdengar samar dari bawah tebing, dan langit pelan-pelan berubah dari biru ke jingga, lalu keunguan. Momen sunset di Obelix Sea View ini memang susah dijelaskan kalau gak lihat langsung.

Kalau ditanya review jujur Obelix Sea View versi saya, bagian senjanya ini yang paling bikin nagih.

Obelix Sea View menjelang senja
Obelix Sea View menjelang senja (doc. Riana Dewie)


Spot Menarik di Obelix Sea View

Obelix Sea View bukan sekadar tempat lihat pemandangan. Tempat ini konsepnya modern dan panoramik.

Pemandangan Ciamik

Dari atas bukit, panorama Laut Selatan terlihat luas tanpa penghalang. Kombinasi laut, langit, dan tebing benar-benar memanjakan mata.

Spot Foto Instagramable

1. The Nest
Spot berbentuk sarang raksasa dengan latar laut lepas. Cocok buat foto siluet saat senja.

The Nest di Obelix Sea View
The Nest di Obelix Sea View (doc. Riana Dewie)

2. Single & Couple Swing
Ayunan dengan latar Samudra Hindia. Seru dan sedikit memacu adrenalin.

Ayunan di Atas Laut Obelix Sea View
Single Swing - Ayunan di Atas Laut Obelix Sea View (doc. Riana Dewie)

3. Infinity Pool
Kolam renang yang menghadap langsung ke laut, jadi seolah menyatu dengan horizon.

4. Pool Deck, Amphitheater Mozaik, Cactus Land
Area ini estetik banget buat foto santai atau sekadar duduk menikmati suasana.

Oh ya, datang agak sore memang lebih nyaman karena cahaya mataharinya lebih lembut untuk foto.

Kuliner & Santai

Kami sempat makan di Element Restaurant by Petit Paris. Restonya menghadap laut dan punya area duduk dekat kolam renang yang cantik. Menu yang ditawarkan kombinasi Western dan Nusantara.

Untungnya anak lanang sudah reservasi dulu jauh-jauh hari. Karena antreannya panjang banget. Kalau datang dadakan sih belum tentu kebagian meja.

Aneka hidangan menggiurkan
Aneka hidangan menggiurkan di Element Restaurant by Petit Paris (Doc. Riana Dewie) 


Sambil makan, kami menikmati senja yang pelan-pelan tenggelam. Rasanya malas beranjak. Tempat ini memang cocok buat hangout santai.

Selain itu, ada live music, live DJ, sampai pertunjukan sendratari di waktu tertentu. Perpaduan cerita klasik dan panorama senja dari ketinggian bikin suasana makin hidup.


Review Obelix Sea View Jogja: Keunggulannya

Suasana Obelix Sea View menjelang senja
Suasana Obelix Sea View menjelang senja (doc. Riana Dewie)

Panorama Alam yang Menawan

Lokasinya di atas bukit tinggi membuat pemandangan laut dan perbukitan terlihat dramatis.

Spot Foto Kekinian

Banyak sudut estetik yang cocok untuk konten media sosial atau foto keluarga.

Suasana Lengkap dan Santai

Ada beach club, restoran, hiburan, jadi bukan cuma tempat foto lalu pulang.

Area live music di Obelix Sea View
Area live music di Obelix Sea View (doc. Riana Dewie)


Dekat Destinasi Lain

Lokasinya relatif dekat kawasan Parangtritis dan beberapa wisata Gunungkidul lain. Bisa sekalian dalam satu itinerary.

Oh ya, fasilitasnya juga lengkap. Area parkir luas, musholla, toilet bersih, VIP room atau gazebo (beberapa berbayar), dan toko oleh-oleh.


Obelix Sea View Memang Seasyik ini

Kalau saya sih merasa tempat ini memang dirancang untuk orang-orang yang ingin santai tapi tetap dapat pengalaman visual yang maksimal.

Di akhir kunjungan, saya sadar kenapa banyak orang mencari review Obelix Sea View Jogja sebelum datang. Karena memang pengalaman tiap orang bisa beda, tapi suasana sunsetnya hampir pasti bikin terkesan.

Review jujur Obelix Sea View dari saya: tempat ini cocok buat healing sejenak dari rutinitas. Melupakan kerjaan kantor, urusan rumah, dan beban pikiran yang kadang bikin lelah.

Saya menikmati suasana Obelix Sea View
Saya menikmati suasana Obelix Sea View (Doc. Riana Dewie)

Dan saat saya turun dari lokasi menuju parkiran, langit sudah gelap sepenuhnya. Angin masih berhembus, tapi suasananya terasa lebih tenang.

Akhir kata, review Obelix Sea View Jogja ini benar-benar berdasarkan apa yang saya rasakan sendiri. Tempatnya indah, vibes-nya santai, dan sunset di Obelix Sea View memang seasyik itu.

Kalau kamu lagi cari tempat untuk kabur sebentar dari rutinitas, tempat ini bisa jadi pilihan. Jangan lupa mampir ke Obelix Sea View Jogja kapan-kapan ya. Siapa tahu kamu juga bakal susah pulang, seperti saya waktu itu.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Travel Stories

Wisata Heritage Prambanan Jogja: Menikmati Senja dari Abhayagiri

Wisata Heritage Prambanan Jogja: Menikmati Senja dari Abhayagiri

Adakah yang pernah jalan-jalan ke wisata heritage Jogja area Prambanan? Kalau bicara soal wisata heritage Prambanan Jogja, banyak orang langsung terpikir pada candi. Dan itu memang benar. Kawasan ini adalah salah satu lanskap sejarah paling kuat di Yogyakarta.

Tapi sore itu saya ingin melihat warisan sejarah dari sudut yang berbeda. Bukan dari halaman candi, melainkan dari atas bukit.

Saya menuju Abhayagiri, bersama beberapa teman saya yang lainnya. Niat awal cuma dinner, tapi kok jadi sesuka ini sama tempatnya. 

Buat kamu yang suka ngonten, kesini gak bakal rugi. Banyak banget spot yang bisa kamu manfaatkan untuk membuat feed-mu makin kece!  

Dan setelah sampai di sana, saya paham kenapa tempat ini sering disebut sebagai bagian dari pengalaman heritage di Prambanan.


Kenapa Abhayagiri Disebut Heritage?

Nah, wisata heritage biasanya fokus pada warisan budaya dan sejarah suatu daerah, baik yang berwujud fisik maupun yang berupa tradisi. Saat ke tempat ini pun, kamu gak sekadar jalan-jalan, tapi mengenang jejak masa lalu. 

Sebelum cerita makin jauh, saya mau menjawab pertanyaan yang sempat muncul di kepala saya sendiri: memangnya kenapa Abhayagiri disebut heritage? 

Jawabannya ternyata cukup jelas.

Pertama, lokasinya berada di kawasan cagar budaya Prambanan. Jadi secara geografis saja, ia sudah berdiri di tengah lanskap sejarah.

Dari area atas, kita bisa melihat megahnya Candi Prambanan. Di sisi lain, tak jauh dari situ ada kompleks Ratu Boko yang berdiri di perbukitan. Bahkan Candi Sojiwan juga terlihat dari kejauhan saat cuaca cerah. 

Sekali lagi, buat kamu yang doyan ngonten, berkunjung ke area ini bakal dapat banyak materi sejarah yang menarik dan asyik!

Kedua, Abhayagiri mengusung konsep arsitektur dan filosofi bernuansa klasik. Material batu alam, tata ruang bertingkat mengikuti kontur bukit, dan konsep terbuka membuat bangunan ini terasa menyatu dengan sejarah di sekitarnya. Gak heran ya, suasana di area ini sejukk banget. 

Stupa Sumberwatu di Abhayagiri
Stupa Sumberwatu di Abhayagiri (doc. Riana Dewie)

Ketiga, tempat ini merupakan bagian dari Sumberwatu Heritage Resort. Jadi memang sejak awal dibangun memang berfokus juga untuk menghormati lanskap budaya Prambanan.

Hmmm.. jadi ternyata bukan sekadar restoran dengan view bagus ya.

Ia berdiri di tengah cerita panjang peradaban.


Lanskap yang Bikin Hati Langsung Adem

Salah satu alasan utama saya merasa ini layak disebut wisata heritage Prambanan Jogja adalah karena pemandangannya. Beneran beda, loh! 

Dan bukan pemandangan biasa. Dari ketinggian, saya bisa melihat Gunung Merapi yang berdiri gagah. Tapi dengan syarat, cuaca saat cerah ya. Hihihi....

Gak cuma itu, saya kemarin juga sempat memandang siluet Candi Prambanan dan Candi Sojiwan yang gagah dan penuh nilai sejarah. 

Ini yang bikin mata seger, yaitu pemandangan sawah hijau luas dan perbukitan yang berlapis. 

Sawah hijau & pemandangan luas di Abhayagiri
Sawah hijau & pemandangan luas di Abhayagiri (doc. Riana Dewie)

Oh ya, semua itu bisa dinikmati dari area makan outdoor, balkon, bahkan spot foto yang tersebar di beberapa titik.

Saya duduk cukup lama tanpa banyak bicara. Angin sore berembus pelan. Langit perlahan berubah warna.

Ada rasa kecil yang muncul saat melihat candi dari kejauhan. Seolah diingatkan bahwa tempat ini sudah menyimpan cerita ratusan tahun.

Tak lama, hujan turun dengan derasnya. Ah, saya berhenti jeprat-jepret suasana dan langsung lari ke area resto untuk menyantap hidangan nikmat. Hehehe... 


Inilah 5 Keunggulan Abhayagiri yang Bikin Saya Malas Pulang

1. Pemandangan Alam & Landmark Budaya

Ini jelas juaranya.

Perpaduan Gunung Merapi, Candi Prambanan, sawah, dan langit senja membuat pengalaman di sini terasa lengkap. Bukan hanya cantik, tapi juga berlapis makna.

Wisata heritage Prambanan Jogja terasa lebih hidup ketika dilihat dari atas seperti ini.

2. Pengalaman Bersantap Nikmat

Restoran di Abhayagiri menyajikan kombinasi masakan Indonesia dan internasional. Bisa à la carte, buffet, atau menu set untuk acara tertentu.

Area makannya ada indoor yang nyaman, dan outdoor dengan view terbuka. Tinggal pilih mau suasana seperti apa.

Dinner di Resto Abhayagiri
Dinner di Resto Abhayagiri (doc. Riana Dewie)

3. Atmosfer Romantis & Fotogenik

Saya paham kenapa tempat ini sering direkomendasikan untuk dinner romantis, bahkan candlelight dinner. Sunset di sini memang istimewa.

Langit berubah dari biru ke oranye, lalu keunguan. Siluet candi semakin tegas. Lampu-lampu mulai menyala hangat.

Tak heran banyak yang memilih tempat ini untuk foto pre-wedding, foto keluarga, ulang tahun, atau perayaan anniversary.

4. Aktivitas Wisata yang Beragam

Yang menarik, Abhayagiri bukan cuma soal makan dan nongkrong. Tapi kamu juga bisa memanjakan diri dengan: 

1. Horse riding dan feeding kuda

Mainan sama kuda
Mainan sama kuda (doc. Riana Dewie)


2. Jemparingan, memanah tradisional Jawa

3. Breakfast picnic dan lunch picnic di alam terbuka

4. Cycling tour ke Candi Barong dan desa sekitar

5. Open air theater dan hiburan budaya seperti sendratari

6. Jeep adventure untuk sunrise Merapi atau eksplorasi candi lokal

5. Fasilitas Lengkap & Nyaman

Selain restoran dan aktivitas, fasilitasnya juga lengkap loh, seperti kolam renang, playground anak, shuttle ke Candi Prambanan, massage tradisional, mushola, area parkir luas dengan keamanan 24 jam, bahkan villa untuk menginap.

Kebayang gak sih kamu suatu hari menginap semalam di sini, bangun pagi dengan udara bukit yang segar. Rileks banget ya....


Menikmati Senja, Menghormati Sejarah

Wisata heritage Prambanan Jogja di Abhayagiri bukan hanya tentang datang dan foto. Tapi tentang merasakan ruang.

Ruang yang menghadap sejarah.
Ruang yang memberi jeda.
Ruang yang membuat kita sedikit melambat.

Hmmm.. mungkin itu sebabnya saya selalu betah di tempat seperti ini. Karena saat beraktivitas rutin, semua serba tergesa-gesa. 

Area masuk resto Abhayagiri
Area masuk resto Abhayagiri (doc. Riana Dewie)

Kalau kamu ingin merasakan sisi lain dari kawasan Prambanan. Bukan dari pelataran candi, tapi dari ketinggian dengan lanskap utuh, Abhayagiri bisa jadi pilihan.

Datang saja di sore hari. Biarkan senja dan sejarah bekerja dengan caranya sendiri. 




Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Travel Stories

9 Hewan Lucu di Gembira Loka Zoo Jogja yang Bikin Gemes!

Hewan Lucu di Gembira Loka Zoo Jogja

Menikmati masa-masa setelah resign kerja itu rasanya campur aduk, tapi jujur lebih banyak bahagianya. Dulu saya cuma bisa jalan-jalan kalau nunggu libur kantor. 

Sekarang, hari biasa pun bisa jadi hari healing. Dan salah satu momen paling seru belakangan ini adalah saat saya kembali melihat hewan lucu di Gembira Loka Zoo Jogja tanpa dikejar waktu.

Apalagi sekarang saya lagi senang banget quality time bareng keponakan. Kadang anter dia lomba merangkak, kadang ngemall, kadang main di kafe yang ada playground-nya. 

Oh ya, sebagai budhe yang dipanggil “mami” sama keponakan, saya tuh gampang banget bilang “ayo berangkat!” begitu ada ide keluar rumah. Jadi waktu kepikiran wisata keluarga ke Gembira Loka Zoo, saya langsung semangat.

Kunjungan kali ini terasa berbeda. Bukan cuma soal jalan-jalan, tapi juga tentang pengalaman saya ke Gembira Loka Zoo yang penuh nostalgia.

Gembira Loka Zoo: Taman Bermain Sejak Saya Kecil

Kalau ngomongin hewan lucu di Gembira Loka Zoo Jogja, saya langsung kebayang masa kecil. Dulu sekitar tahun 90-an, bapak dan ibu sering ngajak saya ke sini. Rasanya luas banget dan penuh kejutan.

Dari yang saya baca sih, kebun binatang ini sudah berdiri sejak 1956. Lama banget ya. Dan sampai sekarang masih jadi ikon wisata Jogja.

Saya pernah melihat kabar di media sosial ada kebun binatang di kota lain yang kondisinya bikin sedih. Hewannya kurus dan kandangnya kurang terawat. Jadi, waktu kemarin saya masuk lagi ke sini dan melihat hewan lucu di Gembira Loka Zoo Jogja dalam kondisi sehat, lega rasanya.

Oh ya, zaman pacaran dulu saya juga sempat beberapa kali ke sini. Jadi kunjungan kemarin tuh seperti mengulang fase-fase hidup saya sendiri, hahahaha…. Bedanya sekarang saya datang sebagai budhe yang sibuk motret dan memastikan keponakan saya gak kepanasan.


Gembira Loka Zoo Dulu vs Sekarang

Eskalator Gembria Loka
Eskalator Outdoor Gembira Loka Zoo (doc. Riana Dewie)

Perubahannya terasa banget. Kalau dulu kesannya sederhana, sekarang jauh lebih tertata dan modern. Ada area yang sudah dilengkapi eskalator outdoor, jadi gak terlalu capek naik-turun. 

Fasilitas ini terletak di area dekat pintu keluar, dirancang untuk membantu pengunjung, terutama lansia, ibu hamil, dan anak-anak, menuju area parkir atau pintu keluar dengan nyaman setelah berkeliling.

Ada juga ruangan ber-AC di Zona Cakar (dibuka 2025), memungkinkan pengunjung melihat satwa buas melalui lorong kaca yang sejuk, seperti macan, hyena, dan singa. Buat saya sih ini peningkatan yang bikin pengunjung lebih nyaman.

Ruangan ber-AC Gembira Loka Zoo
Ruangan AC Gembira Loka Zoo (Doc. Riana Dewie)


Oh ya, area danaunya sekarang cantik banget. Bahkan ada kafe di sekitarnya. Jadi setelah keliling panjang, bisa duduk santai sambil minum dan lihat air yang tenang. Rasanya damai.

Beberapa hal yang saya rasakan berbeda:

Fasilitas Lebih Nyaman

  • Jalur pejalan kaki lebih rapi  
  • Area duduk lebih banyak  
  • Informasi edukasi satwa lebih lengkap  

Pengelolaan Lebih Baik

  • Kandang terlihat bersih  
  • Hewan terlihat sehat  
  • Suasana lebih hijau dan terawat  

Menurut saya sih sekarang Gembira Loka bukan cuma tempat lihat satwa, tapi benar-benar paket lengkap untuk wisata keluarga ke Gembira Loka Zoo.

Hewan Lucu di Gembira Loka Zoo Jogja yang Bikin Saya Gemas

Ini bagian yang paling saya tunggu. Karena tujuan utama saya memang ingin melihat langsung hewan lucu di Gembira Loka Zoo Jogja.

Oh ya, saya sampai berkali-kali bilang ke keponakan, “lihat tuh lucu banget!” sambil sibuk ambil foto.

1. Alpaka  

Alpaka Gembira Loka
Alpaka di Gembira Loka Zoo (Doc. Riana Dewie)

Bulunya tebal dan ekspresinya kalem. Wajahnya kayak selalu tersenyum, mirip kamu... hahaha...

2. Babi Mini  

Babi Mini Gembira Loka Zoo
Babi mini di Gembira Loka Zoo (Doc. Riana Dewie)

Kecil dan jalannya menggemaskan. Si kecil sampai ketawa terus lihat tingkahnya, apalagi pas kami datang kesana tuh mereka sedang berkerumun santai. 

3. Gajah  

Gajah Gembira Loka
Gajah di Gembira Loka Zoo (Doc. Riana Dewie)

Besar tapi lembut. Interaksinya dengan pawang bikin saya terharu. Tingkah lakunya ternyata menggemaskan juga!

4. Orangutan  

Orangutan Gembira Loka
Orangutan di Gembira Loka Zoo (Doc. Riana Dewie)

Tatapannya dalam banget. Seolah lagi mikir serius. Mirip manusia yang sedang mikirin banyak hutang. Hahaha!

5. Harimau Sumatera  

Harimau Sumatera di Gembira Loka
Harimau Sumatera di Gembira Loka Zoo (Doc. Riana Dewie)

Gagah dan berwibawa. Walau cuma tiduran, tetap memikat. Kalau berdiri dan jalan, gagahnya sungguh terpancar. 

6. Monyet Capuchin  

Monyet Capuchin Gembira Loka
Monyet Capuchin di Gembira Loka Zoo (Doc. Riana Dewie)

Nah ini favorit saya sih. Lincah banget dan ekspresif. Dan saat saya memberi makanan, mereka tampak berebut dan enggan berbagi dengan yang lainnya!

7. Burung Pelikan  

Burung Pelikan Gembira Loka
Burung Pelikan di Gembira Loka Zoo (Doc. Riana Dewie)

Paruhnya unik. Saat berdiri dekat danau, kelihatan estetik banget. Cakep banget dia!

8. Pinguin  

Pinguin Gembira Loka
Pinguin di Gembira Loka Zoo (doc. Riana Dewie)

Ini salah satu hewan paling menggemaskan di Gembira Loka. Cara jalannya bikin senyum sendiri. Dan mereka bisa loh bertahan hidup di kebun binatang ini, tentunya dengan fasilitas ruangan yang mirip dengan habitat aslinya. 

9. Singa  

Singa Gembira Loka
Singa di Gembira Loka Zoo (Doc. Riana Dewie)

Diam saja sudah terlihat berkarisma. Apalagi saya bisa foto semobil sama dia. Hahaha.....

Semakin lama keliling, saya semakin sadar kalau hewan lucu di Gembira Loka Zoo Jogja memang beragam. Dari yang kecil sampai besar, semuanya menarik.

Tips Santai Biar Gak Capek Keliling

Keliling kebun binatang itu butuh tenaga juga, apalagi areanya luas. Jadi saya punya beberapa tips kecil.

Oh ya, sebaiknya datang pagi supaya cuacanya belum terlalu panas dan hewan lebih aktif.

Kalau saya sih selalu pakai sepatu nyaman karena jalannya cukup jauh. Bawa topi atau payung juga membantu banget.

Dan jangan lupa minum yang cukup. Kadang karena terlalu asyik lihat hewan paling menggemaskan di Gembira Loka, kita jadi lupa istirahat.

Tiket masuknya Rp60.000 untuk hari biasa dan Rp75.000 saat akhir pekan. Sudah termasuk kereta dan katamaran. Anak di bawah 80 cm gratis. Menurut saya sih harganya masih sepadan dengan pengalaman yang didapat.

***

Akhirnya, walau kaki agak gempor, hati saya tetap penuh. Melihat hewan lucu di Gembira Loka Zoo Jogja kali ini terasa lebih bermakna. Bukan cuma soal melihat satwa, tapi tentang berbagi tawa bareng keluarga.

Oh ya, momen sederhana seperti ini yang sering kali justru paling membekas. Duduk di tepi danau, melihat anak kecil tertawa memanggil “mami…”, dan menyadari bahwa hidup gak selalu harus buru-buru.


Danau Gembira LokaDanau Gembira Loka (doc. Riana Dewie)

Healing banget sih rasanya.

Dan kalau suatu hari nanti saya kembali lagi, saya yakin tetap akan tersenyum saat melihat hewan lucu di Gembira Loka Zoo Jogja. Karena tempat ini bukan cuma kebun binatang, tapi juga ruang untuk mengulang kenangan dan menciptakan cerita baru.



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Lifestyle

Ide Mengisi Waktu Senggang di Rumah yang Seru

Ide Mengisi Waktu Senggang di Rumah


Hari libur biasanya identik dengan traveling. Kalau lagi semangat, saya bisa aja dolan ke pantai atau tempat wisata terdekat di Jogja. Tapi jujur, gak setiap minggu saya punya energi dan waktu buat jalan-jalan jauh. Hahaha....

Kadang justru yang saya butuhkan adalah ide mengisi waktu senggang di rumah yang simpel tapi tetap bikin hati senang. Oh ya, beberapa waktu lalu saya sadar, ternyata momen senggang itu bukan cuma soal ke mana kita pergi, tapi bagaimana kita menikmatinya.

Kalau gak dolan, biasanya saya utak-atik blog, beberes rumah, atau sekadar dengerin lagu favorit sambil rebahan. Teman-teman saya sih banyak yang hobi baca novel tebal atau marathon nonton film sampai larut malam. 

Saya sendiri dulu termasuk yang gak betah nonton film kelamaan, padahal ceritanya bagus-bagus. Hihihihi…. entah kenapa dulu rasanya dua jam itu lama banget.

Waktu Senggang? Tetep Produktif Yuk!

Buat saya, waktu senggang itu bisa datang kapan saja. Saat weekend, saat cuti kerja, atau bahkan di sela-sela hari biasa ketika pekerjaan sedang gak terlalu padat. Waktu senggang seperti ini sebenarnya berharga banget kalau dimanfaatkan dengan baik.

Biasanya saya manfaatkan untuk dolan atau meet up bareng teman dan keluarga. Ngobrol santai, makan bareng, atau sekadar jalan sore sudah cukup bikin hati hangat. 

Tapi kalau lagi di rumah, saya mulai mencari kegiatan santai di rumah yang tetap produktif. Oh ya, saya percaya waktu senggang itu sebaiknya gak cuma dihabiskan untuk rebahan tanpa arah (kecuali emang beneran males ya.. wkwkkw)

Menurut saya sih, menikmati hiburan sederhana di rumah tetap bisa jadi aktivitas relaksasi setelah kerja yang menyenangkan. Asal kita tahu batasannya dan tetap punya tujuan kecil yang ingin dicapai. 

Entah itu menyelesaikan satu buku, menonton satu film sampai tuntas, atau merapikan sudut rumah yang lama terabaikan.

Ide Mengisi Waktu Senggang di Rumah agar Tetap Produktif

Seiring waktu, saya mulai menyadari bahwa ada banyak ide mengisi waktu senggang di rumah yang bisa dilakukan tanpa harus keluar biaya besar. Justru di rumah, saya merasa lebih leluasa mengatur ritme dan suasana hati.

Oh ya, saya juga suka membaca tulisan di Blog Tulisandin. Saya termasuk yang rajin mengikuti update-nya karena tulisannya menarik dan selalu fresh. 

Kadang dari sana saya jadi terinspirasi mencoba hal baru, termasuk menonton film yang kemudian ingin saya tulis review film versi saya sendiri. Hahahaha…. ternyata membaca pengalaman orang lain bisa ikut memantik ide.

Berikut beberapa tips ala saya untuk mengisi waktu senggang supaya tetap seru dan produktif:

1. Baca Novel atau Buku Favorit

Membaca adalah cara paling tenang untuk menikmati waktu luang. Saya suka memilih novel ringan atau buku pengembangan diri yang bahasanya santai. Dengan membaca, pikiran terasa lebih segar dan wawasan bertambah.

Oh ya, membaca juga membantu saya melatih fokus. Di tengah dunia yang serba cepat, duduk tenang dengan satu buku rasanya mewah banget. Aktivitas ini termasuk me time di rumah yang gak ribet tapi berdampak besar.

Selain itu, membaca membuat saya lebih mudah memahami sudut pandang orang lain. Cerita-cerita yang saya baca sering kali terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

2. Nonton Film, Drakor, atau Dracin

Sekarang saya mulai menikmati nonton film saat senggang. Dulu saya gampang bosan, tapi sekarang saya belajar memilih tontonan sesuai mood. Ternyata, manfaat nonton film untuk kesehatan mental itu nyata terasa.

Saya biasanya memilih genre ringan seperti komedi, drama keluarga, atau film bertema perjalanan hidup. Menurut saya sih, kunci menikmati tontonan itu ada pada cerita yang relate dengan kondisi kita saat itu.

Dari satu film saja, saya bisa tertawa, terharu, bahkan merenung cukup lama. Kadang setelah selesai menonton, saya tergoda menulis review film kecil-kecilan sebagai catatan pribadi. Aktivitas ini benar-benar jadi salah satu ide mengisi waktu senggang di rumah yang sekarang saya sukai.

3. Cobain Resep Masakan Baru

Kalau lagi bosan dengan menu yang itu-itu saja, saya suka coba resep baru. Entah itu camilan sederhana atau menu utama yang belum pernah saya buat sebelumnya.

Oh ya, memasak juga bisa jadi quality time yang hangat bersama keluarga. Meski dapur kadang jadi agak berantakan, prosesnya tetap menyenangkan. Ada rasa puas tersendiri ketika hasil masakan dinikmati bersama.

Memasak termasuk hiburan sederhana di rumah yang bikin hati terasa penuh.

4. Mandiin Anabul Sebulan Sekali

Buat yang punya hewan peliharaan, memandikan anabul bisa jadi kegiatan menyenangkan sekaligus bermanfaat. Idealnya sih, yang rajin bisa memandikan mereka lebih sering supaya kebersihannya tetap terjaga.

Tapi kalau saya, sering kali menunggu waktu kosong yang benar-benar luang. Kadang susah banget mencari waktu yang pas karena jadwal cukup padat. Jadi biasanya saya lakukan sebulan sekali ketika benar-benar punya waktu santai.

Meski begitu, melihat anabul bersih dan wangi tetap bikin hati senang. Aktivitas sederhana seperti ini membuat saya sadar bahwa ide mengisi waktu senggang di rumah gak selalu harus rumit.

5. Benerin Blog atau Nulis Artikel

Sebagai orang yang suka menulis, saya merasa memperbaiki blog adalah aktivitas produktif yang menyenangkan. Mulai dari merapikan tampilan, memperbarui artikel lama, sampai menulis konten baru.

Kadang saya membaca ulang tulisan lama dan memperbaikinya supaya lebih rapi. Aktivitas ini bukan cuma bikin blog berkembang, tapi juga meningkatkan kemampuan saya dalam merangkai kata. Oh ya, konsistensi kecil seperti ini lama-lama terasa hasilnya.

Nonton Film: Belajar Empati dan Kesabaran

Semakin ke sini, saya makin sadar bahwa nonton film bukan sekadar hiburan biasa. Ini adalah bentuk aktivitas relaksasi setelah kerja yang efektif.

Saya memang belum bisa marathon berjam-jam seperti teman-teman saya. Mereka sih kuat banget nonton sampai tengah malam. Tapi buat saya, satu film yang berkualitas sudah cukup memberi pengalaman berharga.

Menariknya, dari satu tontonan saja saya bisa belajar tentang empati, kesabaran, bahkan keberanian mengambil keputusan. Kadang dari situ muncul keinginan untuk menulis review film dengan sudut pandang yang lebih personal.

Oh ya, sekarang saya jadi lebih terbuka mencoba berbagai genre. Kadang film yang awalnya saya kira membosankan justru memberi pelajaran penting. Dan di situlah saya merasa menemukan kembali makna ide mengisi waktu senggang di rumah yang sebenarnya.

Menikmati Waktu Senggang dengan Cara Sendiri

Pada akhirnya, mengisi waktu senggang memang semenyenangkan ini. Kita gak harus selalu pergi jauh atau menghabiskan banyak uang. Di rumah pun, ada banyak ide mengisi waktu senggang di rumah yang bisa membuat hidup terasa lebih seimbang.

Saya belajar bahwa yang terpenting bukan seberapa mewah aktivitasnya, tapi seberapa sadar kita menjalaninya. Entah itu membaca buku, mencoba resep baru, memandikan anabul, memperbaiki blog, atau menikmati satu film yang menyentuh hati.

Oh ya, mungkin dulu saya terlalu cepat menilai nonton film itu membosankan. Sekarang justru saya menantikannya sebagai momen jeda yang menenangkan. Dari satu cerita, saya bisa tertawa, menangis, bahkan terinspirasi menulis review film dengan perspektif yang lebih dewasa.

Jadi, kalau kamu sedang bingung mencari ide mengisi waktu senggang di rumah, coba mulai dari hal-hal sederhana yang kamu suka. Siapa tahu dari aktivitas kecil itu, kamu menemukan kebahagiaan versi kamu sendiri. 

Dan buat saya, perjalanan menikmati waktu senggang ini masih terus berjalan, satu cerita demi cerita.



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Travel Stories

Pengalaman ke Gardens by the Bay yang Tak Terlupa

Gardens By The Bay - Riana Dewie


Pengalaman ke Gardens by the Bay adalah salah satu cerita yang selalu bikin saya tersenyum sendiri sampai hari ini. Ya, izinkan saya untuk bercerita tentang sebuah negara yang sebelumnya hanya ada dalam impian. 

Dulu, saat duduk di bangku kuliah, ada sebuah mata kuliah Geografi (atau sebutannya lain ya, agak lupa) yang memberi tugas kelompok untuk mengulas satu negara; boleh tentang wisata, tata kota, sampai kuliner khasnya. Kelompok saya waktu itu membahas Singapura, pemilihan negara yang awalnya merupakan ide saya. 

Nah, sejak saat itu saya diam-diam menyimpan mimpi kecil: suatu hari saya harus ke sana, melihat langsung negara yang dulu cuma saya presentasikan di kelas.


8 Tahun Kemudian.... Beneran ke Singapura 

Delapan tahun kemudian, Tuhan benar-benar mengabulkannya. Saya terbang ke Singapura tanpa biaya sedikit pun. Iya, gratis. Pengalaman ke Gardens by the Bay dan berbagai sudut kota lainnya akhirnya bukan cuma bahan diskusi, tapi nyata di depan mata saya.

Kalau ditanya, negara mana yang ingin saya kunjungi sejak zaman dulu? Singapura jelas ada di urutan atas. Sekarang sih nambah lagi, ada Venezia dan Switzerland. Hehehe. Tapi Singapura tetap punya tempat spesial karena di sanalah mimpi pertama saya tentang luar negeri dimulai.

Pertama kali menginjakkan kaki di Bandara Changi bulan April 2015, saya langsung terpukau. Tata kotanya rapi dan bersih. Bahkan selembar daun rontok pun kayaknya hampir gak ada. Hahahaha… saya sampai mikir, ini negara nyata atau setting film?

Di dalam bus menuju resto di kawasan Sentosa Island, juga tempat saya menginap, saya sempat bertanya ke beberapa orang, “Pernah ke sini sebelumnya?” Mereka santai menjawab, “Udah lebih dari dua kali, kak.” 

Jujur saja, mental saya langsung agak drop. Dalam hati saya bilang, “Berarti saya ndeso banget ya?” Tapi ya sudahlah, setiap orang punya perjalanan masing-masing.


Singapura, Mimpi itu Nyata

Pengalaman ke Gardens by the Bay tentu gak bisa dilepaskan dari cerita awal saya tentang Singapura sebagai destinasi impian. Kota ini kecil tapi modern, tertata, dan efisien. Transportasinya jelas, warganya disiplin, dan tata kotanya bikin betah.

Oh ya, saya paling suka memperhatikan detail kecil dalam sebuah kota. Di Singapura, taman kota pun dirancang dengan konsep futuristik. Kalau saya sih memang gampang takjub melihat hal-hal seperti itu.

Singapura buat saya bukan sekadar negara tetangga. Ia adalah simbol bahwa mimpi yang dulu hanya dibahas dalam tugas kuliah, ternyata bisa benar-benar saya pijak tanahnya. Rasanya campur aduk antara haru dan bangga.


Pengalaman ke Gardens by the Bay yang Megah

Gardens by the Bay adalah salah satu destinasi yang kami kunjungi. Terwujud sebagai taman futuristik seluas kurang lebih 101 hektare di kawasan Marina Bay. Tempat ini menjadi salah satu ikon wisata modern Singapura dengan konsep taman berteknologi tinggi.

Supertree Grove di Gardens by the Bay (doc. Riana Dewie)
Supertree Grove di Gardens by the Bay (doc. Riana Dewie)

Pengalaman ke Gardens by the Bay waktu itu terasa sangat spesial. Rasanya melihat Supertree Grove pertama kali tuh takjub banget. Struktur raksasa setinggi puluhan meter itu sebelumnya cuma saya lihat di media sosial. Sekarang berdiri megah tepat di depan saya.

Sayangnya, saya datang pagi menjelang siang. Jadi belum sempat menikmati pertunjukan cahaya malam yang terkenal itu. Tapi ya gak apa-apa, setiap perjalanan pasti punya cerita uniknya sendiri.

Oh ya, walau datang di siang hari, suasananya tetap luar biasa. Langit biru, udara hangat, dan siluet Supertree yang menjulang bikin saya beberapa kali berhenti cuma untuk memandangi lalu... jepret..!!!. Kalau sekarang diingat-ingat, rasanya seperti mimpi.


Apa Aja yang Bisa Kita Explore?

Setelah puas memandangi Supertree Grove dan mencoba menenangkan hati yang masih deg-degan, saya sadar bahwa perjalanan ini bukan sekadar jalan-jalan biasa. Pengalaman ke Gardens by the Bay kali ini terasa berbeda karena saya gak datang sendirian.

Saya datang bersama tim Kompasiana dan tim dari Samsung yang saat itu mengundang kami ke Singapura dalam rangka peluncuran produk terbaru mereka. Tahu gak sih, rasanya seperti alur cerita yang disusun rapi oleh Tuhan.

Oh ya, yang bikin suasana makin berkesan, dalam rombongan itu juga hadir dua brand ambassador mereka, yaitu Paula Verhoeven dan Arifin Putra. Saya yang biasanya cuma melihat mereka di layar kaca, tiba-tiba bisa satu lokasi wisata yang sama. Wahahaha auto seneng dong!

Paula Verhoeven dan Arifin Putra
Paula Verhoeven dan Arifin Putra (Doc. Riana Dewie)


Kalau diingat sekarang, momen itu terasa hangat sekaligus membanggakan. Di tengah taman modern yang dulu hanya saya lihat di internet, penulis receh ini cukup hoki karena bisa liburan ke tempat ini. Hihihihi… hidup memang sering memberi kejutan.

Setelah sesi foto dan menikmati suasana bersama rombongan, barulah saya benar-benar fokus menjelajahi setiap sudutnya. Dan di sinilah cerita liburan ke Gardens by the Bay itu benar-benar dimulai.

1. Supertree Grove

Ikon utama taman ini. Deretan “pohon” setinggi 25–50 meter dilapisi tanaman rambat dan vertikal garden. Malam hari ada pertunjukan cahaya gratis yang cantik. Area bawahnya nyaman untuk duduk atau berfoto. Pokok asyik banget kalau kamu kesini!

2. Flower Dome

Salah satu kubah kaca terbesar di dunia. Suhunya sejuk dengan koleksi tanaman dari wilayah Mediterania. Jadi dijamin sejuk seperti di bawah AC jadi gak bakal keringetan walau muter-muter. hihihi...

Bunga di Flower Dome Singapura
Bunga di Flower Dome Singapura (doc. Riana Dewie)

Dekorasinya sering berubah tema sesuai musim. Pas saya berkunjung, kebetulan saat perayaan Paskah 2015. Gak heran jika dekorasinya banyak tentang telur paskah yang lucu dan unik :)

3. Cloud Forest

Di dalamnya ada air terjun indoor tinggi yang langsung bikin saya terpukau. Jalur skywalk mengelilingi vegetasi tropis dan memberi pengalaman edukatif tentang perubahan iklim. Inget banget deh, disini saya berfoto berdua sama Arifin Putra. Hihihi...

Saya berfoto dengan Arifin Putra
Saya berfoto dengan Arifin Putra (doc. Riana Dewie)


4. OCBC Skyway

Jembatan gantung di antara Supertree dengan pemandangan Marina Bay dari atas. Kalau saya sih lebih suka datang sore supaya dapat cahaya cantik.

5. Floral Fantasy

Zona indoor dengan instalasi bunga artistik dan efek visual imersif.

6. Heritage Gardens

Area taman outdoor gratis dengan tanaman khas budaya Asia.

7. Dragonfly & Kingfisher Lakes

Danau buatan dengan jalur jogging dan boardwalk yang tenang.

Sepertinya dulu saya hanya tour ke lokasi no 1-4 saja, selebihnya tidak dilanjut karena waktu terbatas untuk ke destinasi lainnya. 


Berapa Harga Tiketnya?

Untuk Harga tiket Gardens by the Bay 2026, biasanya Outdoor Gardens & Supertree Grove masih gratis, sedangkan konservatori berbayar dengan paket kombinasi yang lebih hemat. 

Nah, dari data yang saya baca di Google, harga tiket masuk Gardens by the Bay Singapura per Februari 2026 berkisar antara Rp109.000 hingga Rp559.000, tergantung atraksi yang dipilih (Cloud Forest, Flower Dome, Floral Fantasy). 

Tiket terusan untuk dua kubah (Cloud Forest + Flower Dome) umumnya dijual mulai Rp278.000 - Rp345.000, sedangkan penambahan akses OCBC Skyway atau Supertree Observatory berkisar Rp146.000 - Rp380.000.

Harga ini dapat berubah sewaktu-waktu ya, tergantung kurs Rupiah dan promo. Oh ya, jam buka Gardens by the Bay biasanya mulai pagi hingga malam, tapi untuk area konservatori seperti Flower Dome dan Cloud Forest ada jam operasional khusus. Pastikan cek informasi terbaru sebelum datang.

Gardens by the Bay Singapura
Gardens by the Bay Singapura (Doc. Riana Dewie)


Tips Liburan ke Gardens by the Bay

Supaya pengalaman ke Gardens by the Bay makin maksimal, ini beberapa tips dari saya:

Datang Sore Hari

Selain menghindari matahari yang terlalu terik, kamu juga bisa menikmati suasana siang sekaligus pertunjukan malam.

Cek Jam Buka Terbaru

Pastikan update jam buka Gardens by the Bay sebelum berangkat, biar kamu gak kecewa!

Siapkan Kamera

Spot fotonya banyak banget. Kamu bisa jepret & selfie sesuka hati. 

Gunakan Sepatu Nyaman

Area tamannya luas dan bikin betah jalan kaki. Buat kamu yang hobi olahraga, kaki dijamin aman!

Salah satu spot di Gardens by the Bay
Salah satu spot di Gardens by the Bay (doc. Riana Dewie)

Jaga stamina

Oh ya, jangan lupa minum yang cukup karena cuaca Singapura bisa cukup terik. Siapkan stamina juga biar gak kecapekan. 

***

Pengalaman ke Gardens by the Bay ini sebenarnya tulisan ulang dari cerita pertama yang saya posting di Kompasiana tahun 2015. Gara-gara sebuah tulisan tentang Samsung Galaxy S6 (lomba), saya diajak ke Singapura gratis untuk menghadiri malam launching produk tersebut plus jalan-jalan gratis selama 4 hari 3 malam.

Saya harus bersaing dengan ratusan penulis lainnya dan akhirnya tulisan sederhana itu terpilih bersama satu orang lainnya untuk berangkat ke Singapura. Bersyukur banget.... 

Gardens By The Bay - flower dome
Momen tak terlupakan saat mengunjungi Gardens by the Bay (doc. Riana Dewie)


Bagi sebagian orang yang terbiasa liburan ke luar negeri, mungkin ini hanya secuil pengalaman yang tak berarti. Tapi bagi saya, pengalaman ke liburan ke Singapura adalah bukti bahwa tulisan bisa membuka jalan yang gak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Oh ya, semoga suatu hari nanti saya bisa menuliskan cerita perjalanan ke negara impian berikutnya. Aamiiiiiiiiiin.

Dan sampai sekarang, setiap kali mengingat pengalaman ke Gardens by the Bay, saya selalu percaya: mimpi yang ditulis dengan sungguh-sungguh, suatu saat bisa jadi nyata.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Travel Stories

Pantai Jungwok Blue Ocean, Hidden Gem Jogja

Pantai Jungwok Blue Ocean

Pantai jungwok blue ocean adalah salah satu destinasi yang namanya terdengar ala Korea-koreaan, padahal lokasinya ada di pesisir selatan Jogja. Saya sendiri awalnya cuma dengar dari media sosial, katanya tempat ini viral karena konsepnya unik dan estetik. Tapi ya gitu, untuk sampai ke pantai Gunungkidul ini memang butuh perjuangan. Jalannya lumayan jauh, naik turun, dan berkelok.

Oh ya, saya akhirnya berkesempatan piknik ke sana bareng teman-teman saat cuaca cerah banget. Dan sumpah, begitu sampai, rasa capek langsung kebayar lunas. Lautnya biru jernih, anginnya segar, dan suasananya tenang. Kalau saya sih langsung merasa, ini pantai Gunungkidul yang bagus banget dan beda dari biasanya.

pantai jungwok blue ocean memang sudah viral sejak beberapa waktu lalu. Tapi datang langsung ke lokasi itu rasanya beda. Saya sempat mengabadikan beberapa momen berharga di sana, duduk santai memandangi ombak laut selatan yang berderu pelan. Rasanya damai banget, hihihihi….

Pantai Jungwok Blue Ocean
Pantai Jungwok Blue Ocean (doc. Riana Dewie)

Kenapa pantai jungwok blue ocean Viral?

Kalau dipikir-pikir, pantai jungwok blue ocean ini viral bukan tanpa alasan. Tempat ini berhasil menggabungkan keindahan alam klasik khas Gunungkidul dengan konsep estetika modern yang instagrammable.

Oh ya, begitu masuk area Jungwok beach, mata saya langsung tertuju pada bangunan putih-biru yang berdiri kontras dengan birunya laut. Visualnya bikin mata berbinar. Kombinasi warna putih bersih dan biru laut itu memang cantik banget.

Pantai Jungwok sendiri sebenarnya sudah lama dikenal sebagai pantai Jogja yang alami. Pasir putihnya lembut, tebing karangnya gagah, dan laut selatannya luas membentang. Tapi kehadiran konsep modern di pantai jungwok blue ocean membuatnya terasa naik kelas tanpa menghilangkan nuansa alamnya.

Saat cuaca cerah, air lautnya tampak biru terang dan jernih. Angin berhembus pelan, dan suara ombak jadi latar musik alami yang menenangkan. Saya sih merasa tempat ini cocok banget untuk healing tipis-tipis dari rutinitas.

Oh ya, yang bikin menarik lagi, tempat ini cocok untuk liburan keluarga, pasangan, bahkan konten kreator. Banyak sudut estetik yang bisa dieksplor. Gak heran kalau Jungwok beach sekarang sering masuk daftar pantai Gunungkidul yang bagus versi wisatawan.

Salah satu spot instagramable di Jungwok
Salah satu spot instagramable di Jungwok (Doc. Riana Dewie)


Jungwok Beach Rasa Santorini

Kalau biasanya orang harus terbang jauh ke Yunani untuk melihat Santorini, sekarang di pantai Jogja juga ada versi lokalnya. Konsep putih-biru khas Santorini itu dihadirkan dengan cukup serius di pantai jungwok blue ocean.

Bangunan bertingkat dengan tangga melengkung, dinding putih bersih, dan sentuhan biru laut membuat suasananya terasa seperti di luar negeri. Saya sempat berdiri di salah satu spot tinggi dan melihat laut lepas dari atas. Rasanya seperti sedang berada di Jungwok beach versi Eropa.

Oh ya, saya sempat bercanda ke teman, “Ini sih gak perlu ke Santorini, cukup ke Gunungkidul aja.” Hahahaha…. Tapi memang beneran terasa berbeda.

Pantai Gunungkidul yang biasanya identik dengan tebing karang alami dan suasana tradisional, kini punya sentuhan modern yang tetap menyatu dengan alam. Saya sih suka konsep seperti ini, karena tetap mempertahankan karakter alamnya.

Tempat ini juga cocok untuk pasangan yang ingin foto prewedding, keluarga yang ingin quality time, atau sekadar ingin mempercantik feed media sosial. Estetiknya dapet, view lautnya juga dapet.

Oh ya, jangan lupa datang saat cuaca cerah supaya warna biru lautnya maksimal. Percaya deh, hasil fotonya jauh lebih hidup.


Fasilitas Lengkap di pantai jungwok blue ocean

Selain visual yang cantik, pantai jungwok blue ocean juga unggul dari segi fasilitas. Ini yang bikin pengalaman liburan terasa nyaman dan praktis.

Playground & Mini Pool

Untuk yang datang bersama anak-anak, tersedia playground dan mini pool. Anak-anak bisa bermain dengan aman sambil orang tua menikmati pemandangan laut. Jadi liburannya gak cuma untuk orang dewasa saja.

Resto & Souvenir

Ada restoran atau kafe dengan pemandangan laut yang luas. Menikmati makanan sambil melihat ombak itu rasanya beda banget. Selain itu, ada juga outlet butik dan souvenir untuk oleh-oleh khas Jungwok beach.

Oh ya, area duduknya juga cukup nyaman dan bersih. Saya sempat duduk cukup lama sambil menikmati angin laut.

Area Parkir & Mushola

Area parkirnya luas, toilet bersih, dan tersedia mushola. Fasilitas seperti ini penting sih menurut saya, apalagi kalau datang bareng keluarga besar.

Pantai Jogja memang banyak yang indah, tapi pantai jungwok blue ocean menawarkan kenyamanan lebih. Itu yang membuatnya terasa istimewa.

Kolam renang Jungwok
Saya berfoto di atas kolam renang (doc. Riana Dewie)


Tiket Masuk, Jam Buka & Foto Murah

Soal harga, pantai jungwok blue ocean termasuk ramah di kantong. Dengan tiket masuk sekitar Rp 25.000 – Rp 35.000, pengunjung sudah bisa menikmati semua spot wisata yang ada.

Jam Operasional

Pantai Jungwok secara umum buka 24 jam untuk akses ke area pantainya. Namun untuk area komersial Jungwok Blue Ocean biasanya buka sekitar pukul 08.00 atau 09.00 WIB hingga 19.00 atau 20.00 WIB saat weekday, dan bisa sampai 20.00 atau 21.00 WIB saat weekend atau libur nasional.

Oh ya, sebaiknya datang lebih pagi supaya bisa menikmati suasana yang lebih tenang dan cahaya matahari yang bagus untuk foto.

Harga Tiket

Harga tiketnya relatif terjangkau. Menurut saya sih dengan konsep dan fasilitas yang ditawarkan, harga segitu cukup worth it.

Fotografer 5 Ribuan

Yang unik, ada banyak mas fotografer yang siap membantu mengabadikan momen terbaikmu. Dengan harga sekitar 5 ribu rupiah saja, kamu sudah bisa mendapatkan foto proper dengan latar laut dan bangunan putih-biru yang estetik.

Oh ya, saya sempat mencoba jasa fotografernya dan hasilnya cukup memuaskan. Murah tapi hasilnya oke.

***

Di akhir perjalanan, saya merasa pantai jungwok blue ocean bukan cuma soal spot foto estetik. Tempat ini adalah kombinasi antara alam pantai Gunungkidul yang memesona dan konsep modern yang bikin pengalaman liburan terasa berbeda.

Keceriaan kami di Jungwok Blue Ocean
Keceriaan kami di Jungwok Blue Ocean (Doc. team)


Kalau kamu mencari pantai Gunungkidul yang bagus, ingin merasakan Jungwok beach dengan nuansa Santorini, sekaligus menikmati fasilitas lengkap di pantai Jogja, maka pantai jungwok blue ocean layak masuk daftar kunjunganmu.

Buat saya pribadi, perjalanan jauh menuju pantai jungwok blue ocean terasa sepadan. Dan mungkin suatu hari nanti, saya akan kembali lagi ke pantai jungwok blue ocean untuk menikmati birunya laut selatan yang menenangkan hati.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments