In Culinary Journey

The Heaven Wonosobo: Cafe Viral View Telaga Menjer yang sering "Waiting List"

Area outdoor The Heaven Wonosobo dengan panorama pegunungan

Kalau ngomongin cafe viral di Wonosobo, saya rasa nama The Heaven Wonosobo memang sudah masuk daftar tempat yang paling sering muncul di media sosial. 

Mulai dari TikTok, Instagram, sampai FYP wisata kuliner, tempat ini hampir selalu lewat di beranda saya. Hihihihi… 

Awalnya saya kira ini cuma tempat yang viral sesaat aja, tapi ternyata setelah datang langsung, saya baru ngerti kenapa banyak orang rela antre panjang demi bisa nongkrong di sini.

The Heaven Wonosobo memang punya daya tarik yang beda. Lokasinya ada di area perbukitan dengan suasana sejuk khas pegunungan. 

Begitu pertama datang, saya langsung merasa seperti masuk ke dunia impian yang serba cantik. Dominasi warna putih bersih dipadukan sentuhan vintage membuat suasana cafe ini terasa elegan tapi tetap nyaman.

Oh ya, saya datang ke sini pas tanggal 10 Mei 2026 sekitar jam 14.00 WIB dan suasananya sudah cukup ramai. 

Bahkan area parkir juga lumayan penuh. Dannnn...harus masuk waiting list, dan untungnya gak lama waktu itu. 

Dari awal masuk aja sudah terasa kalau tempat nongkrong hits ini memang lagi naik daun banget.

Selain terkenal sebagai cafe instagramable Wonosobo, The Heaven Telaga Menjer juga dikenal punya panorama alam yang bikin mata susah berkedip. 

Gak heran kalau tempat ini akhirnya jadi hidden gem Wonosobo yang ramai dibicarakan wisatawan.

The Heaven glamping Wonosobo dengan suasana pegunungan sejuk
The Heaven glamping Wonosobo dengan suasana pegunungan sejuk (doc. Riana Dewie)


The Heaven Wonosobo: Wish List Sejak Lama

Jujur aja, The Heaven ini memang salah satu wish list saya sejak lama. Apalagi setelah diiming-imingi adek saya yang bilang kalau ada cafe premium dengan view indah banget di Wonosobo. 

Dari situ saya langsung penasaran sih, emang sebagus apa sampai banyak orang rela datang jauh-jauh?

Awalnya saya tahu The Heaven Wonosobo viral dari TikTok. Banyak video yang memperlihatkan pemandangan Telaga Menjer dari atas bukit dengan suasana cafe yang adem dan estetik. 

Ditambah lagi desain bangunannya yang cantik banget, bikin saya makin pengin datang langsung.

Ekspektasi saya sebelum datang sebenarnya tinggi. Kadang kalau tempat terlalu viral, realitanya suka beda sama foto media sosial. 

Tapi ternyata The Heaven cafe Wonosobo justru lebih cantik saat dilihat langsung.

Begitu sampai di lokasi, hawa dingin khas pegunungan langsung terasa. Anginnya adem, suasananya tenang, dan pemandangannya benar-benar bikin hati nyaman. 

Tempat parkir The Heaven Wonosobo
Tempat parkir The Heaven Wonosobo (doc. Riana Dewie)


Saya langsung ngerti kenapa tempat ini disebut sebagai salah satu cafe hits dekat Dieng dan resto view bagus Wonosobo.

Oh ya, menurut saya tempat ini cocok banget buat yang lagi cari cafe healing di Wonosobo. Rasanya tuh seperti diajak berhenti sebentar dari keramaian hidup.


View Telaga Menjer yang Super Estetik

Daya tarik terbesar The Heaven Wonosobo tentu saja ada pada view Telaga Menjer yang super cantik. 

Dari area cafe, pengunjung bisa melihat perpaduan danau, perbukitan hijau, kabut tipis, dan langit luas yang bikin suasana terasa magis.

Apalagi kalau cuaca sedang cerah, warna biru telaga terlihat sangat cantik dari atas. 

Saya sampai beberapa kali cuma diam sambil menikmati panorama alamnya. Hahahaha… serius deh, rasanya pengin duduk lama tanpa buru-buru pulang.

Cafe dengan panorama alam seperti ini memang jarang ditemukan. Gak cuma cantik buat dilihat langsung, tapi juga sangat fotogenik.

Spot foto estetik di The Heaven Wonosobo yang instagramable
Spot foto estetik di The Heaven Wonosobo yang instagramable (doc. Riana Dewie)


Spot Foto Favorit di The Heaven

Saya suka banget foto dengan latar belakang Telaga Menjer karena memang sebagus itu. Hampir semua sudut cafe terasa estetik dan cocok masuk frame foto.

Area semi outdoor dan beberapa sudut bernuansa putih vintage jadi spot favorit pengunjung. Banyak juga yang sengaja datang buat bikin konten karena tempatnya memang mendukung banget untuk foto-foto.

Menurut saya sih, salah satu spot terbaik ada di area yang langsung menghadap telaga. Apalagi saat cahaya sore mulai turun, hasil fotonya jadi lebih lembut dan cantik.

Waktu Terbaik Menikmati View Telaga Menjer

Waktu itu saya mulai foto-foto sekitar jam 15.00 WIB. Menurut saya itu sudah waktu yang pas karena matahari mulai agak redup dan suasananya lebih nyaman.

Menjelang sore, warna langit mulai berubah hangat dan suasana cafe jadi makin syahdu. Kalau mau hasil foto bagus, saya saranin datang saat golden hour atau menjelang senja.

Oh ya, buat yang suka suasana tenang, datang di hari kerja mungkin lebih nyaman dibanding akhir pekan karena antreannya biasanya gak sepanjang hari libur.

Suasana cafe semi outdoor The Heaven Wonosobo yang adem
Suasana cafe semi outdoor The Heaven Wonosobo yang adem (doc. Riana Dewie)


Banyak yang Rela Waiting List, Ternyata Ini Alasannya

1. View yang Sulit Dilawan

Panorama alam jadi alasan utama kenapa cafe ini selalu ramai. Sensasi nongkrong sambil lihat Telaga Menjer dari atas bukit memang punya pengalaman tersendiri.

Tempat nongkrong Wonosobo view gunung seperti ini memang punya daya tarik kuat, apalagi buat wisatawan luar kota.

2. Suasana Cozy dan Bikin Betah

Selain view, suasananya juga nyaman banget. Musiknya pelan, desain tempatnya cantik, dan udaranya dingin khas pegunungan.

Saya rasanya ingin berlama-lama di sana dan gak pingin pulang saking nyamannya. Dimanjakan dengan menu lezat dipadukan panorama indah benar-benar bikin suasana cozy dan tenang terasa maksimal.

Menurut saya sih, tempat ini cocok buat quality time, baik sama pasangan, teman, maupun keluarga kecil.

Spot duduk favorit pengunjung di The Heaven Telaga Menjer
Spot duduk favorit pengunjung di The Heaven Telaga Menjer (doc. Riana Dewie)


3. Tempatnya Viral di Media Sosial

Ini memang beneran gak cuma viral di medsos, tapi tempatnya juga worth it dijadikan list wisata kuliner Wonosobo.

Cafe viral TikTok Wonosobo ini sering muncul di berbagai konten karena visualnya memang menarik. Efek FOMO akhirnya bikin makin banyak orang penasaran datang langsung.

Oh ya, saya sempat lihat beberapa pengunjung bahkan sengaja antre demi dapat tempat duduk yang langsung menghadap telaga.

4. Cocok untuk Semua Momen

The Heaven resto Wonosobo cocok untuk banyak suasana. Mau nongkrong santai, dinner romantis, healing sendirian, atau kumpul keluarga juga nyaman.

Bahkan buat yang lagi cari tempat makan favorit anak muda di Wonosobo, tempat ini jelas masuk daftar paling populer sekarang.

5. Pengalaman yang Tidak Sekadar Makan

Menurut saya, orang datang ke sini bukan cuma cari makanan. Tapi juga mencari pengalaman, suasana, dan momen menikmati view pegunungan Wonosobo yang cantik banget.

Dan itu yang bikin The Heaven glamping Wonosobo terasa spesial dibanding cafe biasa.

Menu Salad di The Heaven resto Wonosobo
Menu Salad di The Heaven resto Wonosobo (doc. Riana Dewie)


Harga Sesuai dengan Suasana yang Didapat

Saya kemarin sempat pesan beberapa menu seperti salad sayur dan wedang jahe, walaupun jujur saya lupa nama persisnya di katalog menu. Tapi rasanya enak dan cocok di lidah saya.

Untuk ukuran cafe premium dengan suasana sebagus ini, menurut saya harga makanan The Heaven Wonosobo masih cukup masuk akal.

Memang sekilas terlihat agak pricy, tapi ternyata sesuai dengan pengalaman yang didapat. Mulai dari desain tempat, kualitas makanan, pelayanan, sampai view-nya benar-benar terasa premium.

Menu Favorit Pengunjung

Selain makanan berat, banyak juga pengunjung yang pesan kopi, minuman hangat, dan camilan santai. Karena hawanya dingin, minuman hangat memang terasa lebih nikmat.

Minuman yang kami pesan di The Heaven Wonosobo
Minuman yang kami pesan di The Heaven Wonosobo (doc. Riana Dewie)


Oh ya, wedang jahe yang saya pesan kemarin cocok banget diminum sambil menikmati udara pegunungan yang dingin.

Apakah The Heaven Worth It?

Kalau menurut saya sih, jawabannya jelas worth it. Tempatnya nyaman, makanannya enak, dan suasananya bikin betah.

Buat yang suka cafe aesthetic view alam atau resto dengan view terbaik di Wonosobo, tempat ini layak banget dicoba.

Tempat pembayaran The Heaven Wonosobo
Tempat pembayaran The Heaven Wonosobo (doc. Riana Dewie)


Lokasi dan Tempat Wisata Terdekat yang Bisa Dikunjungi

Lokasi The Heaven Wonosobo cukup strategis untuk dijadikan tempat singgah saat liburan ke area Dieng dan sekitarnya. Jalannya juga masih cukup nyaman dilalui kendaraan pribadi.

Kalau dari pusat kota Wonosobo, perjalanan menuju lokasi gak terlalu jauh. Tapi karena jalurnya area pegunungan, saya sarankan datang dalam kondisi kendaraan yang prima.

1. Telaga Menjer

Tempat wisata terdekat tentu saja Telaga Menjer. Danau ini memang jadi ikon utama panorama di sekitar cafe.

2. Dieng Plateau

Kalau sudah ke sini, sekalian aja lanjut ke Dieng Plateau yang terkenal dengan udara dingin dan pemandangan alamnya.

3. Bukit Sikunir

Buat yang suka berburu sunrise Wonosobo, Bukit Sikunir juga bisa masuk itinerary perjalanan.

4. Batu Angkruk

Tempat ini juga terkenal sebagai spot menikmati view pegunungan Wonosobo dari ketinggian.

5. Kebun Teh Tambi

Hamparan kebun teh hijau di Tambi cocok buat wisata santai sambil menikmati udara segar.

View pegunungan Wonosobo dari cafe The Heaven yang viral
View pegunungan Wonosobo dari cafe The Heaven yang viral (doc. Riana Dewie)


Menurut saya, The Heaven Wonosobo memang layak banget masuk daftar wisata Wonosobo viral yang wajib dicoba. 

Gak cuma soal makanan, tapi pengalaman menikmati suasana alamnya juga benar-benar berkesan.

Kalau mau datang tanpa terlalu lama waiting list, saya sarankan hindari akhir pekan atau datang lebih awal sebelum jam ramai. Karena begitu sore tiba, biasanya pengunjung mulai membludak.



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Hotels

Vila Umacabana 2 Dieng, Hidden Gem Staycation yang Lagi Banyak Dicari

Vila Umacabana 2 Dieng dengan desain mezzanine modern minimalis

Gak cuma hawa dingin yang menusuk kulit saat sampai di area Dieng. Saya juga melihat banyak vila estetik dengan berbagai tipe, dari mulai masih di bawah sampai naik ke atas perbukitan. 

Sepanjang perjalanan menuju kawasan wisata Dieng Wonosobo, mata saya benar-benar dimanjakan dengan pemandangan alam Dieng yang hijau dan suasana adem yang bikin pikiran terasa lebih ringan.

Belakangan ini memang makin banyak orang mencari villa nyaman di Dieng untuk sekadar short escape akhir pekan. 

Saya sih bisa paham kenapa. Setelah penat dengan rutinitas kota yang padat, suasana pegunungan yang tenang memang terasa seperti tempat rehat dari rutinitas yang paling pas.

Karena saya sampai lokasi sekitar jam 2.30 pagi, suasana benar-benar sunyi senyap. Kecuali area titik nol Dieng yang masih cukup ramai oleh wisatawan dan motor yang lalu lalang. 

Oh ya, udara dingin khas Dieng waktu itu langsung terasa menusuk sampai ke tangan meski saya sudah pakai jaket tebal. Hihihihi....

Dannnnn... di area tempat kami akan menginap, ternyata itu adalah kawasan perbukitan yang dipenuhi ratusan villa modern dengan desain mezzanine yang aesthetic banget. 

Buat yang belum tahu, konsep mezzanine adalah desain rumah atau villa dengan lantai tambahan terbuka di bagian atas, jadi ruangan terasa lebih luas, hangat, dan modern minimalis.

Tapi saat itu masih malam ya, sedangkan kami baru akan check in setelah turun dari Bukit Sikunir dan beberapa destinasi lain. 

Nah, setelah jam 12 siang, barulah kami sampai di villa yang sudah kami pesan dua minggu sebelumnya lewat aplikasi online.

Dan serius... Vila Umacabana 2 Dieng ternyata secakep itu!


Vila Umacabana 2 Dieng, Penginapan dengan Suasana Tenang di Pegunungan

Kalau mencari penginapan hidden gem di Dieng dengan nuansa alam yang masih asri, menurut saya Vila Umacabana 2 Dieng layak banget masuk wishlist. 

Villa ini punya desain modern minimalis yang dipenuhi kaca besar, dominasi warna putih, serta konsep mezzanine yang bikin suasananya terasa hangat sekaligus estetik.

Area villanya dikelilingi pepohonan, kebun, taman bunga disekelilingnya dan suasana alam yang menenangkan. 

View pegunungan dari Vila Umacabana 2 Dieng di Wonosobo
View pegunungan dari Vila Umacabana 2 Dieng di Wonosobo (doc. Riana Dewie)


Dari teras villa, saya bisa melihat perbukitan Dieng yang hijau dengan langit biru cerah. Ada sinar matahari yang hangat, tapi hawanya tetap sejuk banget. 

Oh ya, suasana cozy dan homey di villa ini benar-benar bikin saya betah duduk lama sambil menikmati kopi hangat.

Secara lokasi, Vila Umacabana 2 berada di kawasan Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. 

Aksesnya cukup strategis menuju berbagai tempat wisata populer seperti Bukit Sikunir, Telaga Menjer, Kawah Sikidang, hingga area titik nol Dieng. 

Jadi buat yang mencari penginapan dekat wisata Dieng, villa ini cukup ideal dijadikan tempat menginap di Dieng untuk liburan santai di pegunungan.

Udara sejuk, view alam, dan suasana tenang membuat villa ini cocok banget untuk healing di alam maupun staycation dingin di Dieng.

Cocok untuk Staycation Bareng Keluarga atau Teman

Area depan Vila Umacabana 2 Dieng dengan udara sejuk khas Dieng
Area depan Vila Umacabana 2 Dieng dengan udara sejuk khas Dieng (doc. Riana Dewie)

Kebetulan saya datang bersama adik-adik saya beserta pasangannya. Plus satu bocil usia hampir dua tahun. Jadi total kami ada tujuh orang yang memang lagi pengin banget healing ke Dieng.

Niat awalnya sih cuma mau istirahat setelah menerjang puncak Sikunir yang lumayan melelahkan. 

Tapi ternyata pilihan kami menginap di Vila Umacabana 2 memang gak salah sama sekali. Villa untuk keluarga di Dieng ini terasa nyaman untuk quality time karena suasananya santai dan hangat.

Oh ya, saya pribadi suka banget dengan konsep ruang kumpul di villa ini karena bikin kami lebih banyak ngobrol dibanding sibuk main gadget masing-masing. Hahahaha....

Villa cozy di Dieng ini juga cukup nyaman untuk rombongan kecil. Jadi meski kami datang ramai-ramai, suasananya tetap terasa lega dan menyenangkan.


Daya Tarik Vila Umacabana 2 yang Bikin Banyak Orang Penasaran

Desain Villa yang Instagramable dan Estetik

Hal pertama yang bikin saya jatuh hati tentu desainnya. Vila Umacabana 2 punya konsep villa modern di Dieng dengan interior minimalis yang clean banget. 

Dominasi warna putih berpadu dengan elemen kayu membuat suasana di dalam ruangan terasa hangat sekaligus elegan.

Jendelanya besar-besar dengan pencahayaan alami yang masuk dari berbagai sisi. Jadi meski cuaca di luar dingin, bagian dalam villa tetap terasa nyaman dan terang.

Ruang santai hangat di Vila Umacabana 2 Dieng untuk quality time
Ruang santai hangat di Vila Umacabana 2 Dieng untuk quality time (doc. Riana Dewie)

Saya bahkan bisa berfoto di hampir tiap sudutnya yang serba putih dan estetik. Baik di dalam maupun luar ruangan, semuanya terasa instagramable. 

Gak heran kalau villa aesthetic di Dieng ini mulai banyak dicari wisatawan.

Oh ya, saya sampai beberapa kali bilang ke adik saya, “Kalau nanti bangun rumah, penginnya konsep kayak gini deh.” 

Karena desain mezzanine minimalis seperti ini memang terlihat sederhana tapi tetap hangat dan cantik.

Udara Sejuk Khas Dieng yang Bikin Betah

Salah satu alasan banyak orang mencari staycation nyaman di Dieng tentu karena udaranya. Dan jujur saja, udara di sekitar Vila Umacabana 2 benar-benar bikin malas pulang.

Pagi hari kami disambut kabut pagi Dieng yang tipis dan cantik. Sementara malamnya terasa dingin banget dan super tenang. 

Bahkan menurut info warga sekitar, suhu di Dieng pada Mei 2026 sempat mencapai minus 9 derajat Celsius di beberapa titik tertentu.

Kebetulan saat saya menginap, suhu berada di sekitar 14 derajat Celsius. Tetap dingin sih buat saya yang biasanya tinggal di daerah panas (Jogja). 

Salah satu sudut estetik di villa Umacabana 2
Salah satu sudut estetik di villa Umacabana 2 (doc. Riana Dewie)


Tapi justru itu yang bikin pengalaman staycation aesthetic di sini terasa berbeda.

Villa dengan udara sejuk di Dieng seperti ini memang cocok buat istirahat dari rutinitas dan mencari suasana baru.

View Alam yang Menenangkan Mata

Dari pagi sampai sore, mata benar-benar dimanjakan dengan view alam sekitar. Pemandangan pegunungan, area hijau yang masih asri, serta udara segar membuat suasana terasa damai banget.

Saya sih paling suka duduk santai di depan villa sambil melihat kabut bergerak perlahan di antara bukit-bukit. Rasanya kayak lagi ada di luar negeri.

Sensasi bangun pagi dengan udara segar dan pemandangan alam Dieng seperti ini memang susah dijelaskan dengan kata-kata. 

Apalagi kalau cuacanya cerah dan matahari muncul perlahan dari balik bukit. Cantik banget!


Spot foto instagramable di Vila Umacabana 2 Dieng
Spot foto instagramable di Vila Umacabana 2 Dieng (doc. Riana Dewie)


Fasilitas Vila Umacabana 2 Dieng

Untuk ukuran penginapan estetik di Wonosobo, fasilitas Vila Umacabana 2 menurut saya sudah cukup lengkap.

  • 3 bed
  • 1 kamar mandi air hangat
  • Dapur lengkap beserta alat masak
  • Smart TV
  • Free WiFi
  • Area parkir
  • Welcome drink
  • View pegunungan
  • Kapasitas maksimal 6 orang termasuk anak

Villa ini terdiri dari dua lantai. Satu bed berada di kamar bawah, sedangkan dua bed lainnya ada di lantai atas. 

Tapi karena kami ingin quality time bersama, akhirnya dua bed di atas kami turunkan semua ke bawah.

Jadilah malam itu kami santai sambil selonjoran depan TV, ngobrol, nonton film horor, makan camilan, dan bercengkrama sampai malam. 

Suasananya hangat banget meski di luar hujan deras dan udara dingin menusuk.

Nyaman untuk Staycation Maupun Liburan Akhir Pekan

Pemandangan depan villa Umacabana 2 di malam hari
Pemandangan depan villa Umacabana 2 di malam hari (doc. Riana Dewie)

Beneran nyaman sih di sini. Bahkan saking nyamannya, rencana kami mencari menu dinner di luar akhirnya batal total.

Ada yang sudah pulas tertidur, ada juga yang kedinginan karena hujan malam itu cukup deras. Akhirnya kami hanya masak mie instan dan telur yang dibeli di perjalanan. 

Lumayan sih buat ganjel perut, ditambah camilan kami juga masih banyak yang belum habis. Hehehe....

Menurut saya, villa romantis di Dieng sekaligus villa untuk liburan akhir pekan seperti ini memang cocok buat short escape dari hiruk pikuk kota.


Tips Menginap di Dieng agar Liburan Makin Seru

Siapkan Pakaian Hangat

Suhu Dieng bisa sangat dingin terutama malam dan pagi hari. Jadi jangan remehkan udara dingin khas Dieng ya.

Waktu itu bahkan jaket bulu yang saya bawa masih terasa tembus dinginnya. Akhirnya saya langsung mampir ke tempat penyewaan jaket yang ada di depan minimarket tempat kami berhenti.

Jaket bulu yang saya sewa saat naik ke Puncak Sikunir
Jaket bulu yang saya sewa saat naik ke Puncak Sikunir (doc. Riana Dewie)


Dan lucunya, saya malah happy sendiri karena menemukan jaket bulu dengan lengan puff yang stylenya favorit saya banget. 

Oh ya, ternyata banyak wisatawan juga mendadak sewa jaket karena gak menyangka dinginnya separah itu.

Datang Saat Cuaca Cerah

Kalau ingin menikmati sunrise Dieng, view pegunungan, dan spot foto instagramable dengan maksimal, sebaiknya datang saat cuaca cerah.

Karena saat cuaca bagus, pemandangan sekitar villa terlihat jauh lebih cantik dan hasil foto juga lebih maksimal.

Jangan Lupa Explore Wisata Sekitar Dieng

Selain staycation, jangan lupa juga eksplor wisata sekitar Dieng. Kebetulan selain ke Bukit Sikunir, kami juga mampir ke beberapa perbukitan lain di area Dieng.

Saat perjalanan pulang, kami sekalian mampir ke The Heaven Wonosobo dan Telaga Menjer yang letaknya persis di bawahnya.

The Heaven ini memang lagi jadi hidden gem wisata Wonosobo yang ramai diburu wisatawan. Jadi jangan kaget kalau harus masuk waiting list saat datang ke sana. Hahahaha.... 

Ya, ini karena tempatnya benar-benar kayak negeri dongeng. Tapi tenang, besok saya akan review tempat itu di postingan berikutnya ya.

Staycation nyaman di Vila Umacabana 2 Dieng bersama keluarga
Staycation nyaman di Vila Umacabana 2 Dieng bersama keluarga (doc. Riana Dewie)


Vila Umacabana 2 Dieng Layak Masuk Wishlist Staycation

Buat saya, review Vila Umacabana 2 Dieng ini benar-benar meninggalkan kesan menyenangkan. 

Mulai dari desain villa yang modern minimalis, suasana adem dan nyaman, penginapan dengan view alam, sampai nuansa hangat untuk quality time bersama keluarga.

Kalau kamu sedang mencari rekomendasi villa Dieng yang estetik, nyaman, dan cocok buat healing maupun refreshing singkat, Vila Umacabana 2 layak banget dicoba.

Kebetulan waktu itu kami mendapatkan harga sekitar satu jutaan per malam, sudah termasuk pajak (check-in 9 Mei 2026). Dan menurut saya cukup worth it untuk 6–7 orang.

Pokoknya buat kamu yang ingin liburan santai di pegunungan sambil menikmati suasana tenang dan penginapan instagramable Dieng, boleh banget memasukkan Vila Umacabana 2 Dieng ke daftar wishlist berikutnya.

Okay, happy holiday dan semoga energi barumu setelah healing nanti bikin semangat lagi menjalani aktivitas sehari-hari 😊



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Travel Stories

Tips Anti Mabuk di Jalan Gunung Biar Tetap Nyaman

tips perjalanan jauh anti mabuk di jalur pegunungan

Belum lama ini saya traveling ke Dieng, Wonosobo. Sebagai orang Jogja yang seumur hidup lebih sering main ke pantai atau kota, ini pertama kalinya saya pergi ke area pegunungan yang udaranya super dingin. 

Awalnya perjalanan biasa aja. Saya masih ngobrol santai, ketawa-ketawa kecil, bahkan sempat foto-foto di mobil. 

Tapi makin masuk area Wonosobo dan jalan mulai naik, tubuh saya langsung berubah total. Kepala mulai berat, perut terasa gak nyaman, lalu muncul sensasi mual yang bikin panik sendiri.

Nah, pengalaman itu bikin saya sadar kalau tips anti mabuk di jalan gunung memang penting banget dipahami sebelum traveling ke area pegunungan. 

Apalagi kalau jalurnya penuh jalan berkelok-kelok dan tanjakan tajam. Hihihihi… saya sampai bilang ke adek saya, “Ini kapan sampenya sih?”

Tahu sendiri kan rasanya orang mabuk darat itu seperti gimana? Serba salah. Posisi kepala berubah sedikit aja langsung terasa muter. 

Saya bahkan mulai sering bersendawa terus-menerus. Kata beberapa orang sih, itu tanda asam lambung mulai naik karena tubuh sedang berusaha menyesuaikan kondisi perjalanan.

Oh ya, saya memang punya riwayat vertigo dan asam lambung, jadi kondisi mabuk perjalanan di jalan berliku seperti ini terasa lebih berat dibanding orang lain. 

Bahkan saat melihat lampu kendaraan di malam hari, kepala rasanya makin pusing dan badan mulai dingin.

suasana perjalanan pegunungan dengan jalan berkelok-kelokSuasana perjalanan pegunungan dengan jalan berkelok-kelok (doc. Riana Dewie)


Kenapa Jalan Pegunungan Sering Bikin Mabuk Kendaraan?

Sebenarnya ada beberapa penyebab mabuk kendaraan di jalan gunung yang sering dialami banyak orang. 

Jalur pegunungan memang punya karakter berbeda dibanding jalan biasa. Selain naik turun, kendaraan juga sering bermanuver cepat di tikungan.

Jalan Berkelok dan Naik Turun Memicu Pusing

Saat perjalanan naik ke Dieng tengah malam, saya benar-benar merasa tersiksa. Di luar gelap total, sementara mobil terus melewati jalan tanjakan pegunungan yang berliku tanpa henti. 

Mata saya melihat kondisi gelap, tapi tubuh merasakan gerakan terus-menerus. Nah, kondisi inilah yang sering memicu mual dan pusing di perjalanan.

Tubuh sebenarnya sedang bingung menerima sinyal berbeda antara mata dan otak. Makanya gak heran kalau perjalanan naik turun gunung sering bikin orang mabuk kendaraan.

Oh ya, kalau saya sih biasanya langsung mencoba fokus melihat jalan depan supaya tubuh lebih cepat menyesuaikan arah gerakan kendaraan.

Udara Dingin dan Perjalanan Lama Bisa Memperparah Mual

Selain jalan ekstrem, udara dingin pegunungan juga bisa bikin tubuh lebih sensitif. Apalagi kalau kondisi kendaraan tertutup dan penuh aroma kendaraan yang menyengat. 

Kombinasi capek, kurang tidur, dan perjalanan jauh naik mobil memang gampang bikin badan drop.

Kadang ada juga penumpang yang makan makanan terlalu berat sebelum berangkat. Akhirnya perut makin gak nyaman saat mobil mulai menikung tajam. 

Hahahaha… padahal niat awalnya supaya kenyang di jalan.

pemandangan jalan tanjakan pegunungan menuju wisata Dieng
Pemandangan jalan tanjakan pegunungan menuju wisata Dieng (doc. Riana Dewie)


Persiapan Sebelum Berangkat Agar Tidak Mabuk Perjalanan

Menurut saya, cara mencegah mabuk kendaraan paling penting justru dilakukan sebelum perjalanan dimulai. Persiapan kecil ternyata cukup membantu membuat perjalanan wisata gunung tetap nyaman.

Jangan Bepergian Saat Perut Kosong

Perut kosong saat perjalanan bisa memperparah rasa mual. Tapi terlalu kenyang juga gak bagus. Saya biasanya memilih makan ringan seperti roti atau pisang sebelum berangkat.

Selain itu, minum air putih cukup juga penting supaya tubuh gak dehidrasi selama perjalanan pegunungan.

Hindari Main HP Terlalu Lama Sebelum dan Saat Perjalanan

Ini kebiasaan yang sering disepelekan. Padahal fokus melihat layar HP saat mobil bergerak bisa bikin otak makin bingung menerima gerakan. Akibatnya mabuk perjalanan makin cepat muncul.

Oh ya, semenjak pengalaman ke Dieng kemarin, saya mulai membatasi scrolling media sosial selama road trip. Ternyata lumayan membantu mengurangi rasa pusing.

Siapkan Obat atau Minuman Anti Mabuk

Saya pribadi selalu membawa obat alami anti mabuk perjalanan seperti jahe untuk mabuk perjalanan, permen mint, dan minyak kayu putih. Aroma hangat dari minyak angin cukup bikin kepala lebih rileks.

Kemarin saya juga menempelkan salonpas di area perut supaya tubuh terasa hangat. Lalu bagian leher dan kepala saya oles minyak angin sebagai aromaterapi sederhana.

Selain untuk traveling, menurut saya pengalaman seperti ini juga bisa jadi inspirasi Ide Bisnis kecil-kecilan, misalnya menjual paket travel kit anti mabuk berisi minyak angin, jahe instan, dan permen mint. 

Menarik juga sih buat penumpang bus atau wisatawan.


Tips Anti Mabuk Saat Melewati Jalan Gunung

Nah, ini bagian paling penting berdasarkan pengalaman pribadi saya selama perjalanan ke pegunungan.

Pilih Posisi Duduk yang Paling Nyaman

Posisi duduk agar tidak mabuk perjalanan ternyata cukup berpengaruh. Kalau memungkinkan, pilih kursi depan atau dekat jendela. Area depan biasanya terasa lebih stabil dibanding kursi belakang.

Selain itu, duduk dekat jendela membantu mendapatkan udara segar lebih mudah.

Fokus Melihat Jalan di Depan

Fokus melihat jalan depan membantu tubuh menyesuaikan arah kendaraan. Saya sendiri mencoba terus melihat arah jalan dibanding melihat samping kanan kiri.

Cara ini lumayan membantu mengurangi rasa muter di kepala saat melewati jalur ekstrem pegunungan.

Akhirnya saya menikmati suasana DIeng walaupun harus mabuk darat dulu
Akhirnya saya menikmati suasana Dieng walaupun harus mabuk darat dulu (doc. Riana Dewie)


Atur Napas dan Jangan Panik

Semakin panik, tubuh biasanya makin tegang. Saya mencoba menarik napas perlahan sambil memejamkan mata beberapa detik. Cara sederhana ini cukup membantu tubuh lebih rileks.

Oh ya, saya juga berusaha ngobrol santai dengan teman supaya pikiran gak terlalu fokus ke rasa mual.

Buka Sedikit Jendela untuk Udara Segar

Sirkulasi udara kendaraan penting banget saat perjalanan jauh. Udara segar membantu mengurangi rasa enek akibat aroma kendaraan yang terlalu kuat.

Bahkan saat perjalanan pulang, kondisi saya malah lebih parah. Saya sampai minta berhenti di SPBU karena merasa ingin muntah. 

Tapi lucunya, saat masuk kamar mandi malah gak jadi muntah. Jadinya badan terasa makin gak enak karena perut gak plong sama sekali.

Istirahat Jika Perjalanan Terlalu Lama

Kalau perjalanan terlalu panjang, usahakan sesekali berhenti untuk stretching ringan. Minum air putih dan berjalan sebentar bisa membantu tubuh lebih segar.

Tips road trip ke daerah pegunungan seperti ini sering disepelekan padahal efeknya cukup terasa untuk mengurangi mabuk perjalanan.


Makanan dan Minuman yang Bisa Membantu Mengurangi Mabuk Kendaraan

Beberapa makanan sederhana ternyata membantu perjalanan pegunungan tanpa mual.

Jahe dan Permen Mint

Jahe hangat membantu meredakan rasa mual di perut. Saya biasanya minum jahe instan sebelum perjalanan dimulai.

Permen mint juga cukup membantu membuat mulut terasa segar selama perjalanan.

Air Putih dan Camilan Ringan

Air putih membantu menjaga tubuh tetap stabil selama perjalanan. Saya biasanya membawa camilan ringan seperti biskuit supaya perut gak kosong.

Kalau saya sih lebih nyaman makan sedikit tapi sering dibanding langsung makan berat.

Hindari Makanan Berminyak dan Aroma Tajam

Sebelum perjalanan, usahakan gak makan gorengan berlebihan atau makanan dengan bau terlalu menyengat. Karena aroma tajam sering memperparah rasa enek selama perjalanan gunung.

Oh ya, jangan lupa juga untuk cukup tidur sebelum berangkat. Tubuh yang capek biasanya lebih gampang mengalami anti mual saat perjalanan yang gagal total alias malah makin pusing.


Perjalanan ke Pegunungan Tetap Bisa Menyenangkan

Meski cukup menyiksa, pengalaman mabuk perjalanan kemarin tetap jadi cerita seru buat saya. 

Saya jadi belajar kalau mabuk kendaraan itu hal umum dan bisa dialami siapa saja, terutama saat melewati jalan gunung yang panjang dan berliku.

Pastikan posisi duduk nyaman agar tidak mabuk perjalanan saat road trip
Pastikan posisi duduk nyaman agar tidak mabuk perjalanan saat road trip (doc. Riana Dewie)


Dengan persiapan yang tepat, perjalanan liburan ke gunung sebenarnya tetap bisa dinikmati. Mulai dari menjaga kondisi tubuh, memilih posisi duduk nyaman, sampai membawa perlengkapan anti mabuk sederhana.

Dan setelah semua perjuangan itu, rasa capek langsung terbayar saat melihat indahnya wisata alam pegunungan Dieng yang dingin dan tenang. 

Ditambah menikmati kuliner enak khas Wonosobo yang hangat di tengah udara malam, rasanya perjalanan itu tetap worth it untuk dikenang.



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Travel Stories

Hunting Golden Sunrise di Puncak Sikunir Dieng, View-nya Bikin Speechless!

Sunrise di Puncak Sikunir Dieng saat pagi hari

Puncak Sikunir Dieng jadi salah satu destinasi alam yang akhirnya berhasil saya datangi tahun ini. 

Jujur saja, sejak lama saya penasaran dengan sunrise golden sunrise Sikunir yang katanya termasuk sunrise terbaik di Dieng. 

Setelah melihat banyak foto dan video orang-orang di media sosial, akhirnya saya dan keluarga memutuskan untuk mencoba langsung pengalaman trekking Sikunir Dieng saat subuh.

Oh ya, perjalanan ini juga jadi pengalaman pertama saya mendaki bukit sepanjang hidup. Jadi kalau nanti ceritanya agak heboh atau lebay, maklumi saja ya hihihihi....

Buat saya yang terbiasa dengan udara panas Jogja beberapa bulan terakhir, perjalanan ke wisata alam Dieng ini benar-benar terasa berbeda. 

Mulai dari udara dingin Dieng, kabut pagi Dieng, sampai suasana perjalanan subuh ke Sikunir yang tenang banget, semuanya terasa seru sekaligus menantang.


Berangkat Tengah Malam dari Jogja ke Dieng

Kami berangkat dari Jogja sekitar jam 23.00 malam. Jalanan malam itu cukup lancar dan udara mulai terasa makin dingin ketika memasuki area Wonosobo. 

Perjalanan ke Sikunir memang lumayan panjang, tapi karena rame-rame bersama keluarga, rasanya tetap menyenangkan.

Kami sampai di titik nol km Dieng
Kami sampai di titik nol km Dieng (doc. Riana Dewie)


Sekitar jam 02.30 pagi, kami sampai di Titik Nol Kilometer Dieng. Area itu masih cukup ramai meski dini hari. 

Banyak wisatawan lain yang juga sedang bersiap hunting golden sunrise Dieng. Beberapa terlihat duduk sambil minum kopi hangat, sementara yang lain sibuk memakai jaket berlapis.

Oh ya, kami sempat menghangatkan badan dulu dengan beli wedang ronde dan bakso tusuk. Di udara sedingin itu, makanan hangat memang terasa nikmat banget sih.

Karena jaket yang saya bawa ternyata kurang tebal, akhirnya saya memutuskan sewa jaket tambahan di sekitar area sana. Dan ternyata keputusan itu benar. 

Setelah cek suhu, udara malam itu berkisar 10-12 derajat celcius. Dingin banget sampai terasa menusuk kulit.

Sekitar jam 03.30 pagi, kami lanjut naik kendaraan menuju area Bukit Sikunir Wonosobo. Perjalanan dari Titik Nol Dieng menuju area parkir Sikunir kurang lebih sekitar 30 menit.


Trekking Puncak Sikunir Dieng Saat Subuh

Sekitar jam 04.00 pagi, kami sampai di area bawah Puncak Sikunir Dieng. Di sana kami mulai siap-siap dengan “alat perang” masing-masing. 

Ada yang pakai kupluk, jaket super tebal, sarung tangan, sampai membawa camilan kecil untuk tenaga.

Selfie sebelum trekking di Puncak Sikunir
Selfie sebelum trekking di Puncak Sikunir (doc. Riana Dewie)


Dan ya, kami juga membawa si bocil yang masih umur di bawah dua tahun.

Sebelumnya saya memang sudah cari info soal jalur pendakian Sikunir. 

Banyak yang bilang kalau jalurnya termasuk pendakian ramah pemula, jadi masih aman untuk wisata keluarga. Karena itulah kami cukup pede membawa toddler ikut perjalanan ini.

Jalur Pendakian Sikunir yang Ramah Pemula

Kami mulai mendaki sekitar jam 04.30 pagi. Jalanan masih gelap, hanya diterangi lampu kecil milik para pendaki lain. 

Meski beberapa jalur cukup menanjak dan terjal, saya merasa rutenya cukup nyaman karena sudah dibuat bertangga.

Buat yang baru pertama mencoba hiking pemula Dieng, menurut saya jalur ini masih aman diikuti. Tinggal atur napas dan jangan terlalu terburu-buru saja.

Tapi kalau soal ngos-ngosan, wah jangan ditanya. Saya benar-benar ngos-ngosan banget karena persiapan fisik kurang matang. 

Kami cuma stretching sebentar sebelum naik. Jadi saat mendaki bukit Sikunir, rasanya seperti sesak napas dan kaki cepat pegal.

Oh ya, beberapa orang terlihat melambat di tengah jalur. Ada juga yang tiap beberapa langkah langsung duduk untuk menstabilkan badan. 

Tapi ada pula yang melaju cepat karena ingin segera melihat golden sunrise Dieng dari atas bukit.

Pengalaman Mendaki Bukit Sikunir Bersama Bocil

Total kami berangkat bertujuh termasuk si toddler kecil. Sepanjang perjalanan, kami saling menyemangati satu sama lain. Meski capek, suasananya tetap seru.

Buat saya sih, pengalaman naik Sikunir ini terasa cukup asyik karena jadi momen langka kumpul keluarga sambil menikmati destinasi alam Dieng bersama-sama.

Suasana wisata pagi di Puncak Sikunir DiengSuasana wisata pagi di Puncak Sikunir Dieng (doc. Riana Dewie)


Sekitar jam 05.20 pagi, akhirnya kami sampai di Pos 1. Di titik itu sebenarnya masih ada jalur menuju area lebih tinggi lagi. 

Namun karena mempertimbangkan kondisi fisik dan membawa bocil, kami memutuskan berhenti di sana saja.

Dan ternyata view-nya sudah bagus banget.

Udara Dingin Dieng yang Menusuk Kulit

menikmati golden sunrise Dieng di atas bukit
Kami menikmati golden sunrise Dieng di atas bukit (doc. Riana Dewie)

Di Pos 1, udara dingin Dieng benar-benar terasa maksimal. Anginnya cukup kencang dan kabut pagi Dieng masih turun tipis-tipis.

Saya sampai beberapa kali menggosok tangan karena dinginnya lumayan bikin kaku. Bahkan para penjual di bawah pun terlihat memakai jaket sangat tebal.

Oh ya, di bulan Mei ini (2026), katanya suhu bahkan sempat mencapai sekitar 9 derajat celcius. Pantas saja rasanya dingin banget sampai menusuk kulit.


Menikmati Golden Sunrise dan Panorama Dieng

Banyak pendaki yang mengabadikan momen di Puncak SikunirBanyak pendaki yang mengabadikan momen di Puncak Sikunir (doc. Riana Dewie)


Momen yang paling ditunggu akhirnya datang juga.

Langit perlahan berubah warna dari gelap menjadi jingga keemasan. 

Cahaya matahari mulai muncul dari balik panorama pegunungan Dieng dan perlahan memperlihatkan view Gunung Sindoro Sumbing yang megah.

Jujur, sunrise golden sunrise Sikunir memang secantik itu.

Saya benar-benar paham kenapa tempat ini disebut bukit sunrise Jawa Tengah terbaik. Suasananya tenang, udaranya segar, dan pemandangan negeri atas awan Dieng terlihat luar biasa indah.

Saat kami turun dari Puncak Sikunir Dieng
Saat kami turun dari Puncak Sikunir Dieng (doc. Riana Dewie)


Hahahaha... rasanya capek poll tapi puas banget. Apalagi ini pendakian pertama saya sepanjang hidup. Dan lucunya lagi, ini bahkan belum gunung, baru bukit saja sudah bikin kaki gemeteran.

Sunrise Golden Sunrise Sikunir yang Bikin Speechless

Banyak orang sibuk mengabadikan momen dengan kamera dan ponsel masing-masing. Spot foto Sikunir memang bagus dari berbagai sudut.

Bahkan tanpa filter pun hasil fotonya sudah cantik banget. Apalagi kalau kabut tipis masih muncul di sela pegunungan.

Spot Foto Sikunir dengan View Gunung Sindoro Sumbing

Salah satu hal paling memorable adalah view Gunung Sindoro Sumbing yang terlihat jelas dari atas. Buat pecinta wisata instagramable Dieng, tempat ini jelas wajib masuk wishlist.

Oh ya, saya pribadi merasa tempat ini cocok banget jadi spot healing Dieng untuk melepas penat dari rutinitas harian.

Jalur pendakian Sikunir yang ramah pemulaJalur pendakian Sikunir yang ramah pemula (doc. Riana Dewie)


Sarapan Soto Hangat dengan View Alam Dieng

Sekitar jam 06.15 pagi, kami turun perlahan menuju area bawah. Matahari mulai terasa hangat dan suasana wisata pagi Dieng makin ramai.

Sesampainya di area kuliner, kami memutuskan sarapan soto ayam di salah satu warung dengan view alam yang cantik banget. 

Warung soto dengan view alam yang cantik di area Sikunir
Warung soto dengan view alam yang cantik di area Sikunir (doc. Riana Dewie)


Di belakang warung terlihat bukit hijau penuh bunga dan embun tipis yang masih turun.

Kami sebenarnya memilih makan di sana bukan karena sudah tahu rasa makanannya, tapi karena jarang banget bisa sarapan soto dengan view wisata alam Wonosobo seperti ini. Hihihihi....

Harga makanannya juga masih masuk akal. Enam porsi soto lengkap dengan gorengan dan minuman total sekitar seratus ribuan.

Menurut saya sih, menikmati soto hangat ditemani udara dingin Dieng setelah trekking Sikunir Dieng jadi pengalaman sederhana yang terasa sangat menyenangkan.


Kenapa Puncak Sikunir Cocok untuk Wisata Keluarga

Puncak Sikunir Dieng menurut saya cocok dijadikan referensi wisata keluarga karena jalurnya termasuk pendakian singkat Jawa Tengah yang ramah pemula.

Selain itu, fasilitas di sekitar area juga cukup lengkap. Ada penginapan, area kuliner, toilet, hingga tempat camping di Sikunir untuk wisatawan yang ingin menikmati suasana lebih lama.

Oh ya, banyak juga villa dan penginapan nyaman di sekitar area Dieng. Kebetulan saya juga menginap di salah satu villa dekat sana, dan mungkin bakal saya spill di artikel berikutnya.

Selain menyenangkan, mendaki bukit juga punya manfaat untuk kesehatan tubuh dan mental. 

Menikmati udara pagi di Puncak Sikunir Dieng
Menikmati udara pagi di Puncak Sikunir Dieng (doc. Riana Dewie)


Meski capek, aktivitas seperti ini bisa membantu tubuh lebih aktif, pikiran lebih segar, dan mempererat hubungan keluarga.

Buat yang ingin mencoba pengalaman hiking pemula Dieng dengan view cantik dan jalur yang gak terlalu ekstrem, menurut saya Puncak Sikunir Dieng layak banget masuk daftar destinasi liburan berikutnya.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Destinations

Masuk Taman Sari Jogja Serasa Balik ke Zaman Kerajaan

Area bangunan heritage di Taman Sari Jogja yang memadukan arsitektur Jawa dan Eropa

Siang itu panas buanget. Tapi saya dan suami tetap semangat untuk mengunjungi salah satu “kerajaan” Jogja di masa lalu, yaitu Taman Sari Jogja. 

Dari luar saja, bangunannya sudah terlihat klasik dengan dominasi warna putih kusam yang justru bikin suasananya terasa makin estetik. 

Begitu masuk area wisata, aura kerajaan langsung terasa kuat banget.

Mulai dari arsitektur depan hingga belakang, semuanya mencerminkan suasana zaman dulu. 

Oh ya, sejak dulu saya memang suka mengunjungi bangunan bersejarah karena selalu punya cerita menarik di baliknya.

Dinding tua yang masih kokoh berdiri, lorong lorong sempit, hingga kolam pemandian membuat saya seperti sedang masuk ke cerita kerajaan Jawa.

Gak heran saya pribadi saat masuk kesini, berasa jadi putri kerajaan loh. Hahahaha... Baiklah, ikuti saya jalan jalan kesini ya.


Taman Sari Jogja, Wisata Sejarah yang Masih Memikat

Wisata Taman Sari Jogja sampai sekarang masih jadi destinasi wisata favorit Jogja. Saya sih gak heran kalau tempat ini selalu ramai wisatawan lokal maupun luar kota. 

Daya tariknya memang kuat banget, terutama buat pecinta wisata sejarah Jogja dan tempat instagramable di Jogja.

Banyak wisatawan datang kesini untuk menikmati suasana zaman kerajaan, hunting foto estetik, sampai belajar tentang sejarah Taman Sari Jogja yang cukup panjang. 

Selain itu, kawasan ini juga termasuk wisata budaya Yogyakarta yang terkenal sampai mancanegara.

Wisatawan menikmati suasana klasik di Taman Sari Jogja dengan bangunan putih peninggalan kerajaanWisatawan bisa menikmati suasana klasik di Taman Sari Jogja (doc. Riana Dewie)


Lokasi Strategis di Tengah Kota Yogyakarta

Lokasi Taman Sari Yogyakarta cukup strategis karena masih berada di area kompleks Keraton Yogyakarta. Tepatnya berada di Jalan Taman, Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta.

Kalau dari Malioboro, jaraknya sekitar 3 kilometer saja. Sedangkan dari Keraton Yogyakarta sangat dekat karena masih berada dalam satu kawasan kompleks keraton. 

Di sebelah utara terdapat area pemukiman warga, sementara sisi selatannya dekat dengan kampung wisata Taman Sari yang cukup terkenal.

Oh ya, akses menuju lokasi juga gampang banget karena jalannya sudah bagus dan bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.

Sekilas Tentang Kompleks Taman Sari

Taman Sari adalah kompleks bekas taman kerajaan milik Kesultanan Yogyakarta yang dibangun pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I sekitar abad ke 18. 

Tempat ini dulu dikenal sebagai “istana air” karena memiliki kolam pemandian, kanal, dan area rekreasi keluarga kerajaan.

Kompleks Taman Sari bukan cuma dipakai untuk bersantai, tapi juga menjadi tempat meditasi, pertahanan, hingga lokasi persembunyian. 

Di dalamnya terdapat beberapa bangunan ikonik seperti Umbul Binangun, lorong bawah tanah Taman Sari, masjid bawah tanah Sumur Gumuling Jogja, dan area bekas danau buatan.

Arsitektur Jawa dan Eropa yang berpadu disini membuat suasananya terasa unik. Sampai sekarang kawasan ini masih menjadi hidden gem Jogja yang selalu menarik untuk dikunjungi.


Sejarah Taman Sari yang Penuh Cerita Kerajaan

Menurut saya, bagian sejarahnya justru paling menarik. Cerita kerajaan yang populer ini berasal dari masa Kesultanan Yogyakarta ketika Taman Sari Keraton Jogja digunakan sebagai tempat khusus keluarga kerajaan.

Oh ya, saat mendengar kisah kerajaan zaman dulu, saya selalu membayangkan bagaimana hiruk pikuk kehidupan masyarakat kerajaan pada masa itu.

Dibangun pada Masa Sultan Hamengkubuwono I

Taman Sari dibangun pada masa Sri Sultan Hamengkubuwono I sekitar tahun 1758. 

Konon, pembangunan pesanggrahan kerajaan ini melibatkan arsitek dari Portugis sehingga bentuk bangunannya terlihat berbeda dibanding bangunan Jawa biasa.

Dulu kawasan ini dikelilingi air sehingga terlihat seperti benteng air kerajaan. Makanya gak sedikit wisatawan yang kagum saat mengetahui konsepnya sudah modern sejak ratusan tahun lalu.

Suasana wisata sejarah Taman Sari Jogja yang ramai dikunjungi wisatawan saat liburan
Suasana wisata sejarah Taman Sari Jogja yang ramai dikunjungi wisatawan saat liburan (doc. Riana Dewie)

Fungsi Taman Sari di Zaman Dahulu

Ternyata fungsi Taman Sari zaman dulu cukup banyak. Selain menjadi tempat rekreasi keluarga kerajaan, area ini juga dipakai sebagai tempat meditasi Sultan.

Beberapa bagian juga digunakan sebagai tempat pertahanan dan persembunyian ketika terjadi serangan musuh. Bahkan ada lorong rahasia kerajaan yang menghubungkan area tertentu untuk keamanan.

Selain itu, area kolam dipakai sebagai pemandian putri kerajaan. Saya membayangkan suasananya pasti tenang banget pada masa itu.

Kisah Pemandian Putri Keraton yang Melegenda

Salah satu cerita paling terkenal dari Taman Sari Jogja adalah kisah pemandian putri kerajaan. Konon, Sultan memilih putri kerajaan dari menara yang berada dekat kolam pemandian.

Cerita ini memang cukup melegenda dan sampai sekarang masih sering diceritakan oleh pemandu wisata. Kalau pas airnya penuh, saya pingin juga sih mandi disini ala ala kerajaan gitu. Hihihi...


Pesona Taman Sari yang Membuat Pengunjung Kagum

Saat masuk lebih dalam, saya makin kagum karena hampir setiap sudut punya keindahan tersendiri. Gak cuma estetik, tapi juga penuh nilai sejarah.

Kolam Pemandian dengan Nuansa Kerajaan

Kolam pemandiannya benar benar jadi ikon utama Taman Sari Jogja. Airnya terlihat kebiruan dengan bangunan putih klasik di sekitarnya.

Nuansa klasik Yogyakarta terasa kuat banget disini. Saya pribadi suka melihat detail bangunan yang masih dipertahankan sampai sekarang. Tempat ini juga jadi spot foto Taman Sari paling favorit wisatawan.

Lorong bawah tanah Taman Sari Jogja yang misterius dan penuh cerita sejarah kerajaan
Lorong bawah tanah Taman Sari Jogja yang misterius dan penuh cerita sejarah kerajaan (doc. Riana Dewie)


Lorong Bawah Tanah yang Misterius

Bagian yang bikin penasaran tentu saja lorong bawah tanah Taman Sari. Suasananya agak gelap dan lembap, tapi justru membuat pengalaman wisata terasa berbeda.

Konon lorong ini dipakai sebagai jalur rahasia kerajaan pada masa lalu. Jadi, kalau sekarang kamu berada disana, kira kira berani sendirian gak ni?

Oh ya, saya sempat membayangkan bagaimana suasana lorong ini saat masih dipakai keluarga kerajaan zaman dulu. Agak merinding tapi menarik juga sih.

Sumur Gumuling yang Ikonik dan Unik

Sumur Gumuling Jogja termasuk area yang cukup viral di media sosial. Bentuk bangunannya melingkar dengan tangga bersilang di tengah membuat tempat ini terlihat unik banget.

Saya juga takjub saat kesini karena suasananya benar benar berbeda dibanding area lain. Tempat ini sering dipakai untuk fotografi karena hasil fotonya memang estetik. Buat foto prewed bagus juga loh!

Sumur Gumuling di Taman Sari Yogyakarta dengan arsitektur unik dan spot foto instagramable
Sumur Gumuling di Taman Sari Yogyakarta dengan arsitektur unik dan spot foto instagramable (doc. Riana Dewie)


Spot Foto Estetik di Setiap Sudut

Buat pecinta fotografi, Taman Sari Yogyakarta memang surganya foto estetik. Hampir semua sudut terlihat cantik untuk dijadikan background.

Beberapa spot menarik disini adalah area kolam pemandian, lorong batu, Sumur Gumuling, hingga dinding klasik bernuansa vintage. Gak heran kalau tempat ini disebut destinasi wisata favorit Jogja.


Pengalaman Serasa Balik ke Zaman Kerajaan

Satu kompleks yang kental dengan kerajaan zaman dulu memang bikin rindu ya. Rasanya gak ingin dengar ceritanya saja, tapi juga ingin balik ke masa itu. 

Kehidupannya, hiruk pikuk masyarakatnya, rajanya, putri putrinya dan semuanya.

Suasana Tenang dengan Bangunan Klasik

Saya memang penyuka bangunan klasik yang masih berdiri sampai sekarang. Ada rasa kagum tersendiri melihat bangunan bersejarah Jogja yang tetap kokoh walau sudah berusia ratusan tahun.

Suasananya juga tenang banget meski ramai wisatawan. Cocok untuk wisata heritage Jogja maupun wisata edukasi Jogja.

Arsitektur Jawa dan Eropa yang Menarik

Perpaduan arsitektur Jawa dan Eropa menghadirkan nuansa unik karena terlihat elegan sekaligus klasik. Detail jendela, lorong, dan bentuk bangunannya membuat saya betah berlama lama disini.

Oh ya, menurut saya perpaduan budaya seperti ini justru bikin Taman Sari Jogja terasa berbeda dibanding tempat wisata sejarah populer lainnya.

Nuansa Heritage yang Masih Terasa Kuat

Pecinta heritage wajib mampir kesini karena suasana zaman kerajaan masih terasa kuat. Dari bentuk bangunan hingga area kompleks keraton Yogyakarta, semuanya punya cerita tersendiri.

Saya sih termasuk orang yang gampang kagum dengan tempat seperti ini. Apalagi kalau sambil membayangkan kehidupan masa lalu. Hahahaha...

Kolam pemandian bersejarah di Taman Sari Jogja dengan nuansa kerajaan Jawa yang estetik

Kolam pemandian bersejarah di Taman Sari Jogja dengan nuansa kerajaan Jawa yang estetik (doc. Riana Dewie)


Informasi Wisata Taman Sari Jogja

Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional

Tiket masuk Taman Sari Jogja (2026) untuk wisatawan domestik sekitar Rp15.000 per orang. Sedangkan wisatawan asing dikenakan tarif sekitar Rp25.000.

Jam buka Taman Sari biasanya mulai pukul 09.00 sampai 15.00 WIB setiap hari.

Rute dan Cara Menuju Taman Sari

Kalau dari Malioboro, perjalanan menuju Taman Sari bisa ditempuh sekitar 10 sampai 15 menit menggunakan motor atau mobil.

Bisa juga menggunakan becak dan andong supaya pengalaman wisata terasa lebih khas Jogja.

Tips Berkunjung agar Lebih Nyaman

Datanglah pagi atau sore supaya cuacanya gak terlalu panas. Gunakan alas kaki nyaman karena area wisatanya cukup luas untuk dijelajahi.

Jangan lupa membawa air minum dan kamera karena banyak tempat wisata estetik Jogja yang sayang kalau gak diabadikan.

Spot foto estetik di Taman Sari Jogja dengan nuansa klasik khas kompleks keraton Yogyakarta
Spot foto estetik di Taman Sari Jogja dengan nuansa klasik khas kompleks keraton Yogyakarta (doc. Riana Dewie)


Kenapa Taman Sari Jogja Selalu Jadi Favorit Wisatawan?

Cocok untuk Wisata Sejarah dan Edukasi

Tempat ini cocok banget untuk belajar sejarah sekaligus menikmati wisata budaya Yogyakarta.

Banyak Spot Instagramable untuk Konten Media Sosial

Setiap sudutnya punya nilai estetika yang tinggi sehingga cocok untuk konten media sosial.

Memberikan Pengalaman Wisata yang Berbeda

Masuk Taman Sari Jogja benar benar memberikan pengalaman berbeda dibanding wisata biasa. Ada suasana klasik, sejarah, dan nuansa kerajaan yang masih terasa hidup sampai sekarang.

***

Disini mata terasa segar melihat bangunan bernuansa putih dengan air kolam yang jernih kebiruan. Saya pribadi merasa wisata sejarah ternyata bisa terasa sangat menyenangkan dan gak membosankan.

Saat liburan ke Jogja, jangan lupa mampir ke tempat bersejarah ini ya. Siapa tahu kamu juga ikut merasakan sensasi serasa balik ke zaman kerajaan, dimana kamu jadi salah satu putri kerajaan hihihi.... 


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments