In Destinations

Masuk Taman Sari Jogja Serasa Balik ke Zaman Kerajaan

Area bangunan heritage di Taman Sari Jogja yang memadukan arsitektur Jawa dan Eropa

Siang itu panas buanget. Tapi saya dan suami tetap semangat untuk mengunjungi salah satu “kerajaan” Jogja di masa lalu, yaitu Taman Sari Jogja. 

Dari luar saja, bangunannya sudah terlihat klasik dengan dominasi warna putih kusam yang justru bikin suasananya terasa makin estetik. 

Begitu masuk area wisata, aura kerajaan langsung terasa kuat banget.

Mulai dari arsitektur depan hingga belakang, semuanya mencerminkan suasana zaman dulu. 

Oh ya, sejak dulu saya memang suka mengunjungi bangunan bersejarah karena selalu punya cerita menarik di baliknya.

Dinding tua yang masih kokoh berdiri, lorong lorong sempit, hingga kolam pemandian membuat saya seperti sedang masuk ke cerita kerajaan Jawa.

Gak heran saya pribadi saat masuk kesini, berasa jadi putri kerajaan loh. Hahahaha... Baiklah, ikuti saya jalan jalan kesini ya.


Taman Sari Jogja, Wisata Sejarah yang Masih Memikat

Wisata Taman Sari Jogja sampai sekarang masih jadi destinasi wisata favorit Jogja. Saya sih gak heran kalau tempat ini selalu ramai wisatawan lokal maupun luar kota. 

Daya tariknya memang kuat banget, terutama buat pecinta wisata sejarah Jogja dan tempat instagramable di Jogja.

Banyak wisatawan datang kesini untuk menikmati suasana zaman kerajaan, hunting foto estetik, sampai belajar tentang sejarah Taman Sari Jogja yang cukup panjang. 

Selain itu, kawasan ini juga termasuk wisata budaya Yogyakarta yang terkenal sampai mancanegara.

Wisatawan menikmati suasana klasik di Taman Sari Jogja dengan bangunan putih peninggalan kerajaanWisatawan bisa menikmati suasana klasik di Taman Sari Jogja (doc. Riana Dewie)


Lokasi Strategis di Tengah Kota Yogyakarta

Lokasi Taman Sari Yogyakarta cukup strategis karena masih berada di area kompleks Keraton Yogyakarta. Tepatnya berada di Jalan Taman, Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta.

Kalau dari Malioboro, jaraknya sekitar 3 kilometer saja. Sedangkan dari Keraton Yogyakarta sangat dekat karena masih berada dalam satu kawasan kompleks keraton. 

Di sebelah utara terdapat area pemukiman warga, sementara sisi selatannya dekat dengan kampung wisata Taman Sari yang cukup terkenal.

Oh ya, akses menuju lokasi juga gampang banget karena jalannya sudah bagus dan bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.

Sekilas Tentang Kompleks Taman Sari

Taman Sari adalah kompleks bekas taman kerajaan milik Kesultanan Yogyakarta yang dibangun pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I sekitar abad ke 18. 

Tempat ini dulu dikenal sebagai “istana air” karena memiliki kolam pemandian, kanal, dan area rekreasi keluarga kerajaan.

Kompleks Taman Sari bukan cuma dipakai untuk bersantai, tapi juga menjadi tempat meditasi, pertahanan, hingga lokasi persembunyian. 

Di dalamnya terdapat beberapa bangunan ikonik seperti Umbul Binangun, lorong bawah tanah Taman Sari, masjid bawah tanah Sumur Gumuling Jogja, dan area bekas danau buatan.

Arsitektur Jawa dan Eropa yang berpadu disini membuat suasananya terasa unik. Sampai sekarang kawasan ini masih menjadi hidden gem Jogja yang selalu menarik untuk dikunjungi.


Sejarah Taman Sari yang Penuh Cerita Kerajaan

Menurut saya, bagian sejarahnya justru paling menarik. Cerita kerajaan yang populer ini berasal dari masa Kesultanan Yogyakarta ketika Taman Sari Keraton Jogja digunakan sebagai tempat khusus keluarga kerajaan.

Oh ya, saat mendengar kisah kerajaan zaman dulu, saya selalu membayangkan bagaimana hiruk pikuk kehidupan masyarakat kerajaan pada masa itu.

Dibangun pada Masa Sultan Hamengkubuwono I

Taman Sari dibangun pada masa Sri Sultan Hamengkubuwono I sekitar tahun 1758. 

Konon, pembangunan pesanggrahan kerajaan ini melibatkan arsitek dari Portugis sehingga bentuk bangunannya terlihat berbeda dibanding bangunan Jawa biasa.

Dulu kawasan ini dikelilingi air sehingga terlihat seperti benteng air kerajaan. Makanya gak sedikit wisatawan yang kagum saat mengetahui konsepnya sudah modern sejak ratusan tahun lalu.

Suasana wisata sejarah Taman Sari Jogja yang ramai dikunjungi wisatawan saat liburan
Suasana wisata sejarah Taman Sari Jogja yang ramai dikunjungi wisatawan saat liburan (doc. Riana Dewie)

Fungsi Taman Sari di Zaman Dahulu

Ternyata fungsi Taman Sari zaman dulu cukup banyak. Selain menjadi tempat rekreasi keluarga kerajaan, area ini juga dipakai sebagai tempat meditasi Sultan.

Beberapa bagian juga digunakan sebagai tempat pertahanan dan persembunyian ketika terjadi serangan musuh. Bahkan ada lorong rahasia kerajaan yang menghubungkan area tertentu untuk keamanan.

Selain itu, area kolam dipakai sebagai pemandian putri kerajaan. Saya membayangkan suasananya pasti tenang banget pada masa itu.

Kisah Pemandian Putri Keraton yang Melegenda

Salah satu cerita paling terkenal dari Taman Sari Jogja adalah kisah pemandian putri kerajaan. Konon, Sultan memilih putri kerajaan dari menara yang berada dekat kolam pemandian.

Cerita ini memang cukup melegenda dan sampai sekarang masih sering diceritakan oleh pemandu wisata. Kalau pas airnya penuh, saya pingin juga sih mandi disini ala ala kerajaan gitu. Hihihi...


Pesona Taman Sari yang Membuat Pengunjung Kagum

Saat masuk lebih dalam, saya makin kagum karena hampir setiap sudut punya keindahan tersendiri. Gak cuma estetik, tapi juga penuh nilai sejarah.

Kolam Pemandian dengan Nuansa Kerajaan

Kolam pemandiannya benar benar jadi ikon utama Taman Sari Jogja. Airnya terlihat kebiruan dengan bangunan putih klasik di sekitarnya.

Nuansa klasik Yogyakarta terasa kuat banget disini. Saya pribadi suka melihat detail bangunan yang masih dipertahankan sampai sekarang. Tempat ini juga jadi spot foto Taman Sari paling favorit wisatawan.

Lorong bawah tanah Taman Sari Jogja yang misterius dan penuh cerita sejarah kerajaan
Lorong bawah tanah Taman Sari Jogja yang misterius dan penuh cerita sejarah kerajaan (doc. Riana Dewie)


Lorong Bawah Tanah yang Misterius

Bagian yang bikin penasaran tentu saja lorong bawah tanah Taman Sari. Suasananya agak gelap dan lembap, tapi justru membuat pengalaman wisata terasa berbeda.

Konon lorong ini dipakai sebagai jalur rahasia kerajaan pada masa lalu. Jadi, kalau sekarang kamu berada disana, kira kira berani sendirian gak ni?

Oh ya, saya sempat membayangkan bagaimana suasana lorong ini saat masih dipakai keluarga kerajaan zaman dulu. Agak merinding tapi menarik juga sih.

Sumur Gumuling yang Ikonik dan Unik

Sumur Gumuling Jogja termasuk area yang cukup viral di media sosial. Bentuk bangunannya melingkar dengan tangga bersilang di tengah membuat tempat ini terlihat unik banget.

Saya juga takjub saat kesini karena suasananya benar benar berbeda dibanding area lain. Tempat ini sering dipakai untuk fotografi karena hasil fotonya memang estetik. Buat foto prewed bagus juga loh!

Sumur Gumuling di Taman Sari Yogyakarta dengan arsitektur unik dan spot foto instagramable
Sumur Gumuling di Taman Sari Yogyakarta dengan arsitektur unik dan spot foto instagramable (doc. Riana Dewie)


Spot Foto Estetik di Setiap Sudut

Buat pecinta fotografi, Taman Sari Yogyakarta memang surganya foto estetik. Hampir semua sudut terlihat cantik untuk dijadikan background.

Beberapa spot menarik disini adalah area kolam pemandian, lorong batu, Sumur Gumuling, hingga dinding klasik bernuansa vintage. Gak heran kalau tempat ini disebut destinasi wisata favorit Jogja.


Pengalaman Serasa Balik ke Zaman Kerajaan

Satu kompleks yang kental dengan kerajaan zaman dulu memang bikin rindu ya. Rasanya gak ingin dengar ceritanya saja, tapi juga ingin balik ke masa itu. 

Kehidupannya, hiruk pikuk masyarakatnya, rajanya, putri putrinya dan semuanya.

Suasana Tenang dengan Bangunan Klasik

Saya memang penyuka bangunan klasik yang masih berdiri sampai sekarang. Ada rasa kagum tersendiri melihat bangunan bersejarah Jogja yang tetap kokoh walau sudah berusia ratusan tahun.

Suasananya juga tenang banget meski ramai wisatawan. Cocok untuk wisata heritage Jogja maupun wisata edukasi Jogja.

Arsitektur Jawa dan Eropa yang Menarik

Perpaduan arsitektur Jawa dan Eropa menghadirkan nuansa unik karena terlihat elegan sekaligus klasik. Detail jendela, lorong, dan bentuk bangunannya membuat saya betah berlama lama disini.

Oh ya, menurut saya perpaduan budaya seperti ini justru bikin Taman Sari Jogja terasa berbeda dibanding tempat wisata sejarah populer lainnya.

Nuansa Heritage yang Masih Terasa Kuat

Pecinta heritage wajib mampir kesini karena suasana zaman kerajaan masih terasa kuat. Dari bentuk bangunan hingga area kompleks keraton Yogyakarta, semuanya punya cerita tersendiri.

Saya sih termasuk orang yang gampang kagum dengan tempat seperti ini. Apalagi kalau sambil membayangkan kehidupan masa lalu. Hahahaha...

Kolam pemandian bersejarah di Taman Sari Jogja dengan nuansa kerajaan Jawa yang estetik

Kolam pemandian bersejarah di Taman Sari Jogja dengan nuansa kerajaan Jawa yang estetik (doc. Riana Dewie)


Informasi Wisata Taman Sari Jogja

Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional

Tiket masuk Taman Sari Jogja (2026) untuk wisatawan domestik sekitar Rp15.000 per orang. Sedangkan wisatawan asing dikenakan tarif sekitar Rp25.000.

Jam buka Taman Sari biasanya mulai pukul 09.00 sampai 15.00 WIB setiap hari.

Rute dan Cara Menuju Taman Sari

Kalau dari Malioboro, perjalanan menuju Taman Sari bisa ditempuh sekitar 10 sampai 15 menit menggunakan motor atau mobil.

Bisa juga menggunakan becak dan andong supaya pengalaman wisata terasa lebih khas Jogja.

Tips Berkunjung agar Lebih Nyaman

Datanglah pagi atau sore supaya cuacanya gak terlalu panas. Gunakan alas kaki nyaman karena area wisatanya cukup luas untuk dijelajahi.

Jangan lupa membawa air minum dan kamera karena banyak tempat wisata estetik Jogja yang sayang kalau gak diabadikan.

Spot foto estetik di Taman Sari Jogja dengan nuansa klasik khas kompleks keraton Yogyakarta
Spot foto estetik di Taman Sari Jogja dengan nuansa klasik khas kompleks keraton Yogyakarta (doc. Riana Dewie)


Kenapa Taman Sari Jogja Selalu Jadi Favorit Wisatawan?

Cocok untuk Wisata Sejarah dan Edukasi

Tempat ini cocok banget untuk belajar sejarah sekaligus menikmati wisata budaya Yogyakarta.

Banyak Spot Instagramable untuk Konten Media Sosial

Setiap sudutnya punya nilai estetika yang tinggi sehingga cocok untuk konten media sosial.

Memberikan Pengalaman Wisata yang Berbeda

Masuk Taman Sari Jogja benar benar memberikan pengalaman berbeda dibanding wisata biasa. Ada suasana klasik, sejarah, dan nuansa kerajaan yang masih terasa hidup sampai sekarang.

***

Disini mata terasa segar melihat bangunan bernuansa putih dengan air kolam yang jernih kebiruan. Saya pribadi merasa wisata sejarah ternyata bisa terasa sangat menyenangkan dan gak membosankan.

Saat liburan ke Jogja, jangan lupa mampir ke tempat bersejarah ini ya. Siapa tahu kamu juga ikut merasakan sensasi serasa balik ke zaman kerajaan, dimana kamu jadi salah satu putri kerajaan hihihi.... 


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Travel Tips

Tips Traveling Bawa Anak di Bawah 5 Tahun Biar Liburan Tetap Seru

tips traveling bawa anak kecil saat liburan keluarga di alam terbuka

Traveling bareng anak? Siapa takut! Aktivitas ini sebenarnya gak seribet yang dibayangkan kok, walaupun dalam perjalanan mungkin akan ada drama anak rewel yaaaa. 

Saya sendiri dulu sempat berpikir kalau traveling dengan balita bakal bikin capek mental dan fisik. Tapi ternyata setelah dijalani, semua tetap bisa menyenangkan asal persiapannya matang.

Saya pun merasakan sendiri saat traveling bersama ponakan yang usianya jelang 2 tahun. Ada aja dramanya, mulai dari minta gendong terus sampai tiba tiba nangis karena bosan di mobil. 

Hahahaha... namanya juga anak kecil ya. Tapi justru dari situ saya belajar banyak tentang tips traveling bawa anak kecil supaya perjalanan tetap nyaman.

Nah, biar perjalanan liburan bareng si kecil makin seru dan menyenangkan, orang tua memang harus siap merencanakan perjalanan.

Mulai dari memilih jadwal keberangkatan, menyiapkan perlengkapan traveling bayi dan balita, sampai menentukan destinasi yang nyaman untuk keluarga, semuanya bisa berpengaruh pada suasana liburan.

Oh ya, saya pribadi sekarang jadi lebih paham kalau traveling bersama anak itu bukan cuma soal jalan jalan, tapi juga proses belajar parenting saat traveling yang menyenangkan untuk orang tua maupun anak.

Nah, supaya liburan keluarga tetap nyaman dan minim drama, berikut 10 tips traveling bawa anak di bawah 5 tahun yang bisa dicoba sebelum berangkat.


Traveling Bersama Anak Kecil Perlu Persiapan Khusus

Traveling bersama balita memang membutuhkan perhatian ekstra. Anak kecil biasanya lebih sensitif terhadap perubahan suasana, cuaca, makanan, bahkan jadwal tidur. 

Jadi, orang tua memang perlu membuat checklist traveling anak balita supaya semuanya lebih siap.

Selain itu, anak usia di bawah 5 tahun juga masih mudah lelah dan gampang bosan. Kalau saya sih biasanya lebih memilih itinerary ramah anak dibanding jadwal liburan yang terlalu padat. 

Dengan begitu, anak tetap happy dan orang tua juga gak gampang stres.

Oh ya, jangan pernah skip traveling gara gara takut anak rewel. Justru perjalanan seperti ini bisa menjadi momen anak belajar bersosialisasi, mengenal lingkungan baru, dan melatih keberanian mereka sejak kecil. 

Perjalanan aman untuk balita tetap bisa dilakukan asal persiapannya matang.

anak kecil bermain saat perjalanan wisata family friendly
Anak kecil bermain saat perjalanan wisata family friendly (doc. Riana Dewie)


Persiapkan Barang Anak Sejak Jauh Hari

Menurut saya, salah satu kesalahan paling sering saat traveling adalah packing mendadak. Padahal barang wajib saat traveling dengan anak itu banyak banget. 

Mulai dari pakaian, camilan, obat, sampai perlengkapan tidur anak.

Karena itu, usahakan packing perlengkapan anak dilakukan lebih dulu agar gak ada yang tertinggal. Saya pernah traveling ke Wonosobo bersama keluarga dan tiba tiba baru sadar kalau gendongan anak tertinggal di rumah. 

Tepuk jidat banget sih rasanya. Sudah kebayang kan bagaimana ribetnya saat harus jalan di area menanjak sambil menggendong bocil terus menerus.

Oh ya, sejak kejadian itu saya selalu membuat daftar perlengkapan bayi praktis sebelum bepergian supaya gak panik lagi saat hari keberangkatan tiba.

Bawa Pakaian Cadangan Lebih Banyak

Anak kecil memang lebih gampang kotor. Kadang baru sejam jalan, bajunya sudah kena makanan atau minuman. Jadi jangan pelit membawa stok pakaian cadangan, terutama kalau tujuan traveling berada di daerah dingin.

Selain pakaian biasa, siapkan juga jaket, kaos kaki, dan selimut kecil untuk menghangatkan badan anak. Ini penting banget terutama saat melakukan tips road trip bersama anak kecil ke daerah pegunungan.

Siapkan Obat dan Perlengkapan Darurat Anak

Anak biasanya lebih rentan sakit saat berada di luar rumah karena perubahan cuaca atau kelelahan. Jadi, orang tua wajib membawa obat dasar dan perlengkapan darurat anak.

Minimal siapkan obat penurun panas, minyak telon, plester luka, tisu basah, dan termometer kecil. 

Dengan begitu, kita gak panik kalau tiba tiba anak demam atau kurang fit saat perjalanan jauh bersama keluarga.

suasana traveling hemat bersama anak di tempat wisata alam
Suasana traveling hemat bersama anak di tempat wisata alam (doc. Riana Dewie)


Jangan Lupa Mainan atau Comfort Item Favorit Anak

Setiap anak biasanya punya barang favorit yang selalu dibawa kemana mana. Ada yang suka boneka kecil, bantal tertentu, atau mobil mobilan kesayangannya.

Benda sederhana seperti ini ternyata bisa membantu cara menjaga mood anak saat traveling. Anak jadi merasa lebih nyaman walaupun sedang berada di tempat baru.

Sepele memang, tapi ternyata comfort item seperti itu penting banget untuk ketenangan anak. Hihihihi...


Pilih Waktu Perjalanan yang Ramah untuk Anak

Menentukan waktu terbaik traveling dengan anak juga penting banget. Sebisa mungkin pilih jam perjalanan yang sesuai dengan jadwal tidur anak saat liburan.

Kalau anak biasanya tidur siang, usahakan perjalanan panjang dilakukan di jam tersebut supaya mereka lebih tenang selama di kendaraan. 

Anak tidur di kendaraan biasanya membuat suasana perjalanan jadi lebih santai untuk semua anggota keluarga.

Oh ya, saya sih lebih suka berangkat pagi dibanding malam karena anak biasanya masih fresh dan mood nya lebih bagus.


Jangan Membuat Itinerary Terlalu Padat

Banyak orang terlalu semangat saat liburan sampai membuat jadwal super padat. 

Padahal traveling family friendly itu bukan soal banyaknya tempat wisata yang dikunjungi, tapi kenyamanan seluruh anggota keluarga.

Sisakan Waktu Istirahat di Tengah Aktivitas

Anak kecil tetap membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Jadi jangan memaksa mereka terus berjalan dari pagi sampai malam.

Kadang saya sengaja menyisipkan waktu santai di hotel ramah anak supaya si kecil bisa bermain atau tidur sebentar sebelum lanjut jalan jalan lagi.

Utamakan Destinasi yang Family Friendly

Pilih tempat wisata yang aman dan nyaman untuk anak. Misalnya taman bermain, kebun binatang, atau tempat wisata alam yang gak terlalu ekstrem.

Dengan memilih lokasi yang tepat, liburan tanpa drama bersama anak jadi lebih mungkin dilakukan.

Hindari Terlalu Banyak Pindah Tempat dalam Sehari

Terlalu sering berpindah tempat justru bikin anak gampang lelah dan cranky. Kalau saya sih biasanya cukup dua atau tiga destinasi saja dalam sehari agar anak tetap enjoy selama perjalanan.

tips traveling bawa anak kecil agar liburan tanpa drama bersama anak
Tips traveling bawa anak kecil agar liburan tanpa drama bersama anak (doc. Riana Dewie)


Siapkan Camilan dan Minuman Favorit Anak

Ini penting banget karena makanan wajib untuk anak saat traveling bisa membantu menjaga mood mereka tetap stabil.

Saya biasanya selalu membawa camilan anak untuk perjalanan jauh seperti biskuit, buah potong, susu, dan air minum. 

Anak yang lapar biasanya lebih gampang rewel, jadi jangan sampai stok camilan habis di tengah perjalanan.

Oh ya, membawa makanan sendiri juga bisa membantu traveling hemat bersama anak karena kita gak harus sering membeli snack di rest area atau tempat wisata.


Pastikan Anak Tetap Nyaman Selama Perjalanan

Kenyamanan anak selama perjalanan memang wajib diperhatikan. Mulai dari suhu kendaraan, posisi duduk, sampai pakaian yang digunakan.

Gunakan stroller travel friendly jika memang diperlukan, terutama untuk anak yang masih mudah lelah saat berjalan jauh. 

Selain itu, pilih pakaian yang nyaman dan menyerap keringat agar anak aktif saat traveling tetap merasa nyaman.


Gunakan Transportasi yang Paling Cocok untuk Keluarga

Setiap keluarga punya gaya traveling berbeda beda. Ada yang lebih nyaman naik mobil pribadi, kereta, atau pesawat.

Kalau melakukan perjalanan udara, orang tua bisa mencoba tips naik pesawat dengan balita seperti membawa headset anak, susu, dan mainan kecil agar anak gak bosan selama penerbangan.

Sementara untuk perjalanan darat, tips membawa anak liburan jauh yang paling penting adalah sering berhenti untuk stretching dan ke toilet.

anak kecil bermain saat perjalanan wisata family friendly
Anak kecil bermain saat perjalanan wisata family friendly (doc. Riana Dewie)


Ajak Anak Tetap Aktif dan Tidak Mudah Bosan

Cara mengatasi anak bosan saat perjalanan sebenarnya sederhana. Ajak mereka ngobrol, bermain tebak tebakan, atau melihat pemandangan di luar kendaraan.

Mainan anak saat di perjalanan juga bisa membantu mengalihkan perhatian mereka. Tapi usahakan pilih mainan yang praktis dan gak terlalu berisik agar penumpang lain tetap nyaman.


Tetap Fleksibel Saat Traveling Bersama Balita

Traveling dengan anak kecil memang membutuhkan fleksibilitas tinggi. Kadang rencana yang sudah disusun rapi tetap bisa berubah karena mood anak.

Jadi jangan terlalu memaksakan semuanya harus sempurna. Orang tua juga perlu santai menghadapi situasi yang gak terduga.


Nikmati Momen Liburan Tanpa Terlalu Perfeksionis

Menurut saya, momen terbaik saat traveling justru sering muncul dari hal hal sederhana. Misalnya melihat anak tertawa saat main pasir atau antusias melihat hewan di kebun binatang.

Jadi gak perlu terlalu perfeksionis mengejar foto estetik atau jadwal super padat. Yang penting kebersamaan bersama keluarga tetap terasa hangat.


Traveling Bersama Anak Bisa Jadi Kenangan Berharga

Traveling bersama anak memang melelahkan, tapi juga penuh cerita manis yang suatu saat pasti dirindukan. 

Jangan sia siakan waktu bersama anak karena lambat laun mereka akan tumbuh besar dan memiliki dunia sendiri.

Karena itu, manfaatkan setiap momen liburan keluarga nyaman untuk membangun kedekatan dengan anak. 

Selalu jeli menyiapkan perlengkapan traveling anak agar gak ada yang tertinggal dan perjalanan tetap lancar.

keluarga traveling bersama balita dengan suasana liburan nyaman
Saya traveling bersama balita dengan suasana liburan nyaman (doc. Riana Dewie)


Oh ya, gak harus selalu pergi jauh kok untuk menciptakan kenangan indah bersama anak. 

Bahkan tips staycation dengan anak kecil pun bisa jadi pengalaman menyenangkan kalau dilakukan dengan penuh perhatian dan cinta.

Semoga tips traveling bawa anak kecil ini bisa membantu para orang tua yang ingin menikmati liburan tanpa drama bersama anak. 

Selamat membuat Catatan Perjalanan baru bersama keluarga dan jangan ragu mencari Rekomendasi Wisata yang ramah anak untuk destinasi liburan berikutnya ya.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Destinations

Wisdom Park UGM Jogja: Spot Hijau Favorit Anak Muda

Wisdom Park UGM Jogja dengan hamparan rumput hijau luas dan suasana santai

Setiap orang pasti pernah merasa penat dengan rutinitas yang itu-itu saja. Saya pun begitu. Kadang, kerjaan numpuk, pikiran penuh, dan rasanya butuh healing tipis-tipis tanpa harus pergi jauh. 

Nah, salah satu tempat yang sering saya datangi adalah Wisdom Park UGM.

Oh ya, buat saya pribadi, tempat ini tuh semacam “pelarian sehat” yang selalu berhasil bikin mood balik lagi. Gak perlu tiket mahal, gak perlu ribet, tapi efeknya tuh berasa banget.

Kalau saya sih biasanya datang sore hari, duduk santai sambil lihat orang jogging, jalan santai, bahkan ada juga yang sibuk ngonten. 

Suasana wisdom park UGM Jogja ini emang hidup banget, tapi tetap terasa tenang.

Melihat orang ngobrol santai, pacaran, sampai sekadar rebahan di rumput tuh rasanya sederhana tapi hangat. Hihihihi… kadang saya juga ikut-ikutan bengong tanpa tujuan jelas.


Kenalan dengan Wisdom Park UGM

Kalau kamu belum pernah ke sini, Wisdom Park UGM adalah salah satu taman kampus UGM Jogja yang luas dan terbuka. Lokasinya cukup strategis dan mudah diakses dari berbagai arah.

Pintu masuk utama biasanya lewat area utara kampus, dekat Jalan Bhineka Tunggal Ika dan tidak jauh dari Masjid Kampus UGM. Gapura “Taman Kearifan Wisdom Park” jadi penandanya.

Aksesnya juga fleksibel. Dari arah utara bisa lewat portal UGM, sedangkan dari pusat kampus tinggal arahkan ke jalan utama tersebut.

Oh ya, saya biasanya masuk dari pintu utara sih karena lebih sepi dan sudah hafal spot-spot favorit di sana. Pernah juga masuk dari arah pusat UGM, tapi cuma sekali waktu nemenin teman jogging.

Secara keseluruhan, tempat ini adalah ruang terbuka hijau di Jogja yang luas, dengan hamparan rumput yang bikin mata adem. Gak heran kalau suasana wisdom park UGM selalu jadi daya tarik utama.

Aktivitas di Wisdom Park UGM seperti duduk di rumput dan menikmati angin sore
Aktivitas di Wisdom Park UGM seperti duduk di rumput dan menikmati angin sore (doc. Riana Dewie)


Alasan Saya Sering Healing ke Wisdom Park UGM

Tempatnya Luas & Gak Bikin Sumpek

Salah satu alasan saya sering datang ke sini adalah karena areanya luas banget. Mau lari ke sana kemari juga bebas.

Bahkan, saya sering lihat mahasiswa nugas bareng pakai almamater mereka. Jadi, tempat ini memang multifungsi, mulai dari belajar sampai santai.

Bisa Duduk Santai di Rumput

Ini bagian favorit saya. Duduk di rumput UGM tuh punya sensasi tersendiri.

Kalau datang bareng teman, saya biasanya bikin picnic vibes kecil-kecilan. Bawa tikar, snack, minuman dingin, bahkan kadang bawa permainan sederhana. 

Seru banget, hahahaha… berasa kembali ke masa kecil.

Gratis & Tanpa Ribet

Ini sih yang paling bikin nagih. Wisdom Park UGM termasuk tempat nongkrong UGM gratis yang ramah di kantong.

Kalau saya sih, biaya paling cuma parkir saja. Selebihnya, tinggal menikmati suasana tanpa beban.

Oh ya, selama kita tetap menjaga sikap dan gak melanggar aturan, semuanya aman dan nyaman kok.

Danau Bijak (Danau Lembah UGM) di Wisdom Park
Danau Bijak (Danau Lembah UGM) di Wisdom Park (doc. Riana Dewie)


Cocok untuk Me Time Tanpa Distraksi

Kadang saya juga datang sendiri. Duduk, pakai headset, atau sekadar lihat sekitar.

Banyak juga yang baca buku, foto-foto, atau menikmati waktu sendiri. Ini yang bikin tempat ini cocok sebagai tempat cari ketenangan di Jogja.


Aktivitas Santai yang Bisa Dilakukan di Sini

Duduk di Rumput & Menikmati Suasana

Sederhana, tapi efeknya luar biasa. Duduk di rumput sambil menikmati angin sore di Jogja bikin pikiran lebih ringan.

Oh ya, saya sering banget melakukan ini saat lagi butuh jeda dari aktivitas harian.

Lihat Orang Jogging & Jalan Santai

Wisdom Park juga jadi tempat jogging di UGM yang cukup populer. Banyak orang olahraga ringan di sini.

Melihat mereka tuh bikin saya ikut semangat bergerak.

Ngonten & Lihat Orang Ngonten

Sekarang, banyak juga yang datang untuk bikin konten. Spotnya aesthetic banget tanpa perlu biaya mahal.

Saya sendiri pernah coba ngonten di sini, dan hasilnya cukup unik karena serba hijau dan terlihat sejuk gitu. 

Saya dan anak lanang berfoto di Wisdom Park UGM
Saya dan anak lanang berfoto di Wisdom Park UGM (doc. Riana Dewie)


Oh ya, ada juga video lucu yang kami buat di sini. Kalau mau nonton bisa kepoin LINK ini yaa.... Hihihi

Sekadar Bengong yang Justru Menenangkan

Kadang, gak melakukan apa-apa justru yang paling menenangkan.

Kalau kamu lagi capek, coba deh duduk dan bengong di sini. Percaya deh, mood kamu bakal pelan-pelan naik lagi.


Suasana Wisdom Park UGM di Berbagai Waktu

Pagi hari, tempat ini terasa segar. Banyak yang jogging santai di taman dan menikmati udara pagi.

Sore hari adalah waktu favorit saya. Golden hour di taman hijau luas Jogja ini memang gak pernah gagal. Cahaya matahari, angin sepoi-sepoi, dan suasana yang hidup jadi kombinasi sempurna.

Oh ya, kalau malam, suasananya lebih tenang. Cocok buat kamu yang ingin suasana lebih sepi.

Pemandangan taman kampus UGM Jogja di Wisdom Park dengan suasana asri dan nyamanPemandangan taman kampus UGM Jogja di Wisdom Park dengan suasana asri dan nyaman (doc. Riana Dewie)


Kenapa Wisdom Park UGM Cocok untuk Healing Murah

Pertama, jelas karena gratis. Ini termasu

k tempat healing di Jogja murah yang tetap berkualitas.

Kedua, aksesnya mudah. Lokasi wisdom park UGM yang berada di area kampus membuatnya gampang dijangkau.

Ketiga, suasana kampus UGM yang asri bikin tempat ini terasa beda.

Keempat, gak perlu planning ribet. Tinggal datang, duduk, dan menikmati.

Kalau saya sih, ini definisi slow living versi sederhana.


Tips Biar Healing Kamu Makin Maksimal

- Datang sore hari biar gak terlalu panas
- Bawa alas duduk kalau mau lebih nyaman
- Pakai outfit santai
- Jangan lupa bawa air minum

Oh ya, satu lagi, jangan lupa bawa mood yang baik. Karena tempat ini akan terasa lebih menyenangkan kalau kita juga datang dengan pikiran terbuka.


Tempat Sederhana yang Selalu Bikin Rindu

Buat saya, Wisdom Park UGM bukan sekadar taman biasa. Ini adalah tempat di mana saya bisa “berhenti sebentar” dari dunia yang terlalu sibuk.

Gak perlu biaya mahal, gak perlu jauh-jauh. Cukup duduk di rumput, menikmati angin, dan melihat aktivitas santai di ruang terbuka.

Spot healing di Wisdom Park UGM Jogja yang cocok untuk me time dan santai
Spot healing di Wisdom Park UGM Jogja yang cocok untuk me time dan santai (doc. Riana Dewie)


Oh ya, healing saya memang sesederhana ini. Melihat taman hijau, merasakan angin, dan menikmati suasana sudah cukup untuk mengisi ulang energi.

Jadi, kalau kamu lagi butuh tempat santai sore hari Jogja yang murah dan nyaman, Wisdom Park UGM bisa jadi pilihan.

Buat kamu yang di Jogja, sudah pernah ke sini belum?



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Travel Stories

Ubur-Ubur Api Parangtritis Muncul, Wisatawan Harus Hati-Hati!

fenomena ubur ubur api Parangtritis muncul di bibir pantai setelah ombak besar

Ke pantai lagi? Jangan heran kalau saya sering menulis tentang pantai ya. Hahahaha... 

Jogja dan sekitarnya itu punya banyak pantai, tinggal pilih dan masing-masing punya keunikan sendiri saat buat healing

Nah, kali ini saya mau cerita tentang ubur-ubur api Parangtritis yang sempat bikin saya kaget sekaligus belajar banyak hal soal keselamatan wisata pantai.

Oh ya, saya sendiri memang tipe yang lebih suka liburan santai, duduk di pasir sambil lihat ombak daripada ke tempat ramai yang penuh antrean.


Jogja Itu Punya Banyak Pantai!

Beberapa waktu lalu, saya bersama sepupu dan ponakan niatin main ke Pantai Parangtritis. Pantai ini memang jadi favorit karena lokasinya gampang dijangkau dan vibes-nya selalu bikin rileks.

Kami datang pagi hari, jalan-jalan santai, foto-foto, dan menikmati suasana pantai selatan dengan ombak besar khasnya. 

Setelah capek main pasir, biasanya kami lanjut ke Pantai Depok buat kulineran. Nah, di sini surganya seafood segar.

suasana wisata pantai Jogja aman dengan tanda peringatan ubur ubur Parangtritis
Suasana wisata pantai Jogja aman dengan tanda peringatan ubur ubur Parangtritis (doc. Riana Dewie)


Saya sih biasanya langsung ke pasar ikan, pilih sendiri kerang, ikan, atau cumi, lalu dibawa ke warung langganan buat dimasak sesuai selera. Rasanya? Gak usah ditanya, selalu bikin nagih.

Masalahnya, waktu itu saya gak tahu kalau kunjungan kami bertepatan dengan musim ubur ubur Parangtritis. 

Katanya sih ubur-ubur ini bisa nyetrum. Lah, kok bisa? Nah, dari situ saya mulai penasaran.

Oh ya, awalnya saya juga mikir ubur-ubur itu cuma ada di laut dalam, ternyata bisa sampai ke pinggir pantai juga.


Fenomena Ubur-Ubur Api di Pantai Parangtritis

Saat di Parangtritis, saya belum langsung nemu ubur-uburnya. Mungkin karena lokasi saya berbeda dengan titik kemunculan mereka. Katanya sih, ubur-ubur ini sering muncul bergerombol memanjang di area tertentu. Saya sempat mikir, “Ah, mungkin lagi gak ada.”

Eh, ternyata begitu pindah ke Pantai Depok, saya malah nemu makhluk unik ini. Bentuknya kecil, transparan, agak kebiruan, seperti dilapisi plastik tipis. Jujur, lucu sih dilihat, tapi juga bikin penasaran.

ubur ubur di pasir pantai Parangtritis yang berbahaya jika disentuh wisatawan
Ubur ubur di pasir pantai Parangtritis yang berbahaya jika disentuh wisatawan (doc. Riana Dewie)


Untungnya saya gak jadi pegang. Setelah tanya warga sekitar, ternyata itu ubur-ubur api Parangtritis yang dikenal bisa menyengat. Hihihihi... kebayang gak sih kalau tadi saya pegang?

Fenomena ubur ubur di Parangtritis ini memang sering bikin wisatawan kaget. Soalnya gak muncul setiap hari. Kadang pantai bersih, tiba-tiba di hari tertentu banyak ubur-ubur di pasir pantai.

Selain itu, banyak orang gak sadar kalau ubur-ubur tetap berbahaya meski sudah terdampar. Ini yang sering jadi masalah.

Oh ya, ubur-ubur ini sering banget terlihat di pasir, bukan cuma di air. Jadi walaupun kamu gak main ke laut, tetap ada risiko kalau gak hati-hati.

Sebenarnya, apa sih ubur-ubur api itu?


Apa Itu Ubur-Ubur Api dan Kenapa Berbahaya?

Ciri-Ciri Ubur-Ubur Api

Ubur-ubur ini biasanya berukuran kecil, transparan, dan kadang berwarna biru. Sekilas memang terlihat cantik dan gak berbahaya. Tapi justru itu yang bikin banyak orang tertipu.

- Bentuknya seperti gel lembek
- Ada tentakel halus
- Terlihat seperti ubur ubur kecil transparan biru

Walaupun sudah di pasir, mereka tetap bisa menyengat. Jadi jangan pernah anggap aman.

Oh ya, saya sempat lihat anak kecil mau pegang karena penasaran. Untung langsung dilarang orang tuanya.

Keponakan saya saat main di Pantai Parangtritis
Keponakan saya saat main di Pantai Parangtritis (doc. Riana Dewie)


Kenapa Bisa Menyengat?

Ubur-ubur punya tentakel yang mengandung racun. Saat tersentuh, racun ini bisa langsung bereaksi ke kulit.

- Sengatan ubur ubur terasa panas
- Perih seperti terbakar
- Bisa merah dan gatal

Makanya, bahaya ubur ubur api di pantai ini gak boleh diremehkan.


Kapan Musim Ubur-Ubur di Parangtritis?

Banyak yang tanya, ubur ubur Parangtritis kapan muncul?

Jawabannya: musiman.

- April sampai Juni (pancaroba ke kemarau)
- Bisa berlanjut sampai Juli atau Agustus

Fenomena ini sangat dipengaruhi oleh arus laut Samudra Hindia, pantai selatan ombak besar, serta kondisi cuaca dan angin.

Kadang ubur-ubur muncul tiba-tiba setelah ombak tinggi semalaman.

Oh ya, gak setiap hari ada ubur-ubur. Jadi kalau kamu datang dan gak lihat, bukan berarti aman terus ya.


Penyebab Ubur-Ubur Naik ke Pantai

Sambil nunggu pesanan seafood diolah ibu-ibu warung, saya sempat ngobrol soal penyebab ubur-ubur ini naik ke pantai.

Saya waktu itu beli kerang dara, kerang hijau, cakalang, dan cumi. Sambil nunggu, saya lihat-lihat sekitar, dan ternyata memang cukup banyak ubur-ubur.

Hidangan seafood siap disantap
Hidangan seafood siap disantap (doc. Riana Dewie)


Dan taraaaa... makanan datang! Hahaha... serius deh, makan seafood di pinggir pantai itu rasanya “surgaaa” banget.

Oh ya, setelah kenyang, saya lanjut cari tahu soal ubur-ubur ini.

- Arus laut membawa ubur-ubur ke bibir pantai
- Perubahan suhu air laut mempengaruhi pergerakan
- Angin kencang dan gelombang besar mendorong ke daratan
- Habitat alami yang terganggu

Fenomena ini umum terjadi di ubur ubur pantai selatan Jogja termasuk Parangtritis dan Depok.


Tips Aman Saat Berwisata di Parangtritis

Hal yang Harus Dihindari

- Jangan menyentuh ubur-ubur
- Jangan bermain terlalu jauh saat ada peringatan
- Jangan anggap remeh ubur-ubur kecil

Oh ya, rasa penasaran itu wajar, tapi tetap harus dikontrol ya.

Cara Menghindari Sengatan

- Gunakan alas kaki
- Perhatikan pengumuman petugas pantai
- Hindari area yang banyak ubur-ubur

Ini penting banget buat keselamatan wisata pantai dan menjaga liburan tetap nyaman.

Ubur-ubur biasanya berkelompok dan tampak memanjang
Ubur-ubur biasanya berkelompok dan tampak memanjang di beberapa titik pantai (doc. Riana Dewie)


Pertolongan Pertama Jika Tersengat Ubur-Ubur

- Jangan panik
- Bilas dengan air laut, bukan air tawar
- Gunakan cuka jika tersedia
- Jangan digosok
- Segera ke petugas jika parah

Oh ya, penanganan yang tepat bisa membantu mengurangi rasa sakit dan mencegah iritasi lebih lanjut.


Tetap Seru Liburan, Asal Lebih Waspada

Walaupun ada ubur-ubur api Parangtritis, bukan berarti kamu gak bisa liburan ke pantai.

Menurut saya sih, selama kita tahu risikonya dan tetap waspada, semuanya masih aman dan menyenangkan.

Pantai tetap jadi destinasi favorit dengan keindahan yang gak tergantikan. Yang penting, pahami kondisi alam dan ikuti aturan yang ada.

Liburan tetap bisa nyaman asal jaga diri
Liburan tetap bisa nyaman asal jaga diri (doc. Riana Dewie)


Hihihihi... pengalaman ini justru bikin saya lebih respect sama alam.

Oh ya, liburan itu tetap bisa nyaman kalau kita tahu cara jaga diri. Bahkan pengalaman seperti ini bisa jadi cerita seru. Iya kannnn..... :D 


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Culinary Journey

Jadah Tempe Kaliurang, Kuliner Jogja yang Dirindukan

Jadah Tempe Kaliurang dengan tempe bacem manis gurih

Siapa yang pernah liburan ke Kaliurang? Wisata Jogja area utara ini memang selalu punya daya tarik tersendiri. 

Selain memiliki beberapa titik wisata menarik, kawasan ini juga terkenal dengan udara sejuk khas kaki Gunung Merapi yang bikin betah berlama-lama. 

Nah, di balik suasana adem itu, ada satu kuliner yang hampir gak pernah dilewatkan wisatawan: Jadah Tempe.

Saya sendiri sebagai orang Jogja sih, tiap ke sana hampir pasti beli. Rasanya kayak ada yang kurang kalau pulang tanpa bawa ini. 

Bahkan bapak ibu di rumah juga sering nitip kalau tahu saya lagi ke Kaliurang. 

Oh ya, lucunya, kadang niatnya cuma beli satu bungkus, eh malah jadi nambah karena tergoda aromanya, hahahaha....

Apa sih sebenarnya yang bikin Jadah Tempe begitu spesial? Yuk, saya ceritain dari pengalaman pribadi yang mungkin juga bakal kamu rasakan kalau mampir ke sana.


Apa Itu Jadah Tempe? Kuliner Sederhana yang Ikonik

Jadah tempe adalah salah satu makanan tradisional Jawa yang terdiri dari dua komponen utama: jadah dari ketan dan tempe bacem. 

Jadah dibuat dari beras ketan yang ditumbuk hingga halus, menghasilkan tekstur legit dan sedikit kenyal. 

Jadah Tempe sebagai oleh oleh khas Kaliurang Jogja
Jadah Tempe sebagai oleh oleh khas Kaliurang Jogja (foto: Anggoro Dwi Kurniawan dari Google Review)


Sementara itu, tempe bacem dimasak dengan bumbu manis gurih yang meresap sempurna.

Perpaduan keduanya menciptakan rasa yang unik: legit dari ketan berpadu dengan tempe bacem manis gurih yang bikin nagih. 

Sederhana banget sebenarnya, tapi justru di situ letak keistimewaannya.

Oh ya, saya sih selalu suka bagian jadahnya yang lembut itu, apalagi kalau masih hangat. Rasanya tuh kayak comfort food versi lokal yang gak pernah gagal bikin mood naik.

Jadah tempe juga termasuk jajanan pasar khas Jogja yang masih bertahan sampai sekarang. Di tengah banyaknya makanan modern, kuliner ini tetap punya tempat di hati banyak orang.


Asal Usul Jadah Tempe Kaliurang yang Melegenda

Kalau ngomongin jadah tempe Kaliurang, kita gak bisa lepas dari sejarahnya yang cukup panjang. 

Kuliner ini awalnya dijual oleh masyarakat lokal sebagai makanan sederhana untuk para pengunjung yang datang ke kawasan wisata.

Seiring waktu, jadah tempe berkembang menjadi bagian dari kuliner legendaris Yogyakarta. Banyak penjual yang mempertahankan resep turun-temurun, sehingga cita rasanya tetap autentik.

Oh ya, menariknya, kawasan Kaliurang yang berada di kaki Gunung Merapi memang sejak dulu jadi tujuan wisata. Jadi gak heran kalau makanan khas seperti ini ikut berkembang bersama ramainya wisata.


Jadah Tempe dan Perkembangannya dari Dulu ke Sekarang

Dulu, jadah tempe dijual secara sederhana di pinggir jalan. Sekarang, sudah banyak tempat yang menjualnya dengan kemasan lebih rapi dan menarik.

Meski begitu, resep jadah tempe tradisional tetap dipertahankan. Cara membuat jadah tempe pun masih banyak yang menggunakan teknik manual agar rasa khasnya gak hilang.

Dari sekadar camilan tradisional Indonesia, kini jadah tempe jadi salah satu ikon wisata kuliner Kaliurang yang selalu dicari.


Kenapa Jadah Tempe Kaliurang Selalu Jadi Favorit Wisatawan?

Ada beberapa alasan kenapa jadah tempe khas Jogja ini selalu jadi incaran:

Pertama, lokasinya yang berada di kawasan wisata. Setelah jalan-jalan, rasanya pas banget buat ngemil sesuatu yang hangat.

Kedua, udara sejuk Kaliurang bikin makanan ini terasa lebih nikmat. Serius deh, makan di sana tuh beda rasanya.

Ketiga, harganya masih terjangkau. Harga jadah tempe Kaliurang relatif ramah di kantong, jadi cocok untuk semua kalangan.

Keempat, mudah ditemukan sebagai oleh oleh khas Kaliurang. Hampir di sepanjang jalan, kamu bisa nemuin penjualnya.

Oh ya, saya pernah bandingin makan di rumah sama di lokasi langsung, dan jujur beda sih. Lebih berasa vibes-nya kalau dimakan di sana.

Sensasi Makan Jadah Tempe di Udara Sejuk Kaliurang

Bapak Ibu saya saat berwisata ke Telaga Putri Kaliurang
Bapak Ibu saya saat berwisata ke Telaga Putri Kaliurang (doc. Riana Dewie)

Pengalaman makan langsung di Kaliurang itu gak tergantikan. Saya pribadi sering beli lalu dimakan sambil jalan menuju area Telaga Putri.

Bayangin aja, suasana alam yang tenang, udara dingin, lalu ditemani makanan hangat. Kombinasi yang simpel tapi menyenangkan.

Kadang saya sampai mikir, kenapa makanan sederhana bisa seenak ini ya? hihihihi....

Walaupun akhirnya harus dibawa pulang juga sebagai oleh-oleh, tenang aja. Rasanya tetap enak kok, gak jauh beda.


Rekomendasi Tempat Jadah Tempe Enak di Kaliurang

Kalau ngomongin jadah tempe paling enak di Jogja, pasti banyak versi. Tapi salah satu yang cukup terkenal adalah jadah tempe Mbah Carik.

Setiap penjual biasanya punya ciri khas sendiri, entah dari rasa jadahnya atau bumbu tempenya.

Oh ya, tips dari saya sih, jangan ragu buat cobain beberapa tempat. Kadang justru nemu yang enak dari penjual yang gak terlalu ramai.

Warung Jadah Tempe Mbah Carik yang legendaris di Jogja
Warung Jadah Tempe Mbah Carik yang legendaris di Jogja (foto: Anggoro Dwi Kurniawan dari Google Review)


Tips Membeli Jadah Tempe untuk Oleh-Oleh

Pilih yang masih hangat supaya rasanya lebih nikmat dan tahan lebih lama.

Perhatikan tekstur jadah, sebaiknya yang lembut dan gak terlalu keras.

Untuk penyimpanan, kamu bisa tanya langsung ke penjual. Tapi kalau saya pribadi sih, biasanya langsung masuk kulkas.

Besoknya tinggal dipanaskan lagi: jadah dikukus, tempe digoreng sebentar. Dijamin rasanya masih otentik banget.

Oh ya, setelah sekitar setengah perjalanan tulisan ini, saya jadi inget pernah baca cerita dari blogger rafahlevi yang juga ngebahas pengalaman kulineran di Jogja.

Ternyata banyak juga ya yang punya kenangan tentang Jogja dan kuliner menariknya :)

Jadah Tempe khas Jogja disajikan hangat di Kaliurang
Jadah Tempe khas Jogja disajikan hangat di Kaliurang (doc. Riana Dewie)


Cara Membuat Jadah Tempe Khas Jogja di Rumah

Kalau kamu penasaran, sebenarnya cara membuat jadah tempe itu cukup sederhana.

Bahan jadah: beras ketan, kelapa parut, dan garam.

Bahan tempe bacem: tempe, gula merah, bawang putih, ketumbar, dan daun salam.

Langkahnya dimulai dari memasak ketan lalu ditumbuk hingga halus. Setelah itu, tempe dimasak dengan bumbu bacem hingga meresap.

Oh ya, kunci rasanya ada di keseimbangan bumbu. Jangan terlalu manis, tapi juga gak hambar.

Kalau saya sih, walaupun bisa bikin sendiri, tetap aja rasanya beda sama yang di Kaliurang. Mungkin karena suasananya juga ya.


Jadah Tempe, Rasa Tradisional yang Gak Pernah Hilang

Jadah tempe bukan sekadar makanan, tapi juga bagian dari cerita dan kenangan. Dari dulu sampai sekarang, kuliner ini tetap eksis sebagai makanan khas daerah Sleman yang dicintai banyak orang.

Perpaduan rasa manis dan gurih yang sederhana justru jadi daya tarik utamanya. Ditambah suasana Kaliurang yang adem, pengalaman menikmatinya jadi makin lengkap.

Sambil berwisata Jeep Merapi juga asyik
Sambil berwisata Jeep Merapi juga asyik (doc. Riana Dewie)


Eh, jadi inget deh. Saya pernah baca cerita seru dari seorang blogger film bandung yang menjadikan aneka kuliner enak sebagai bagian dari pengalaman traveling mereka, seperti tulisan ini. Hihihi....

Oh ya, kalau kamu main ke Jogja, khususnya ke Kaliurang, jangan sampai melewatkan kuliner ini. Percaya deh, sekali coba pasti pengen lagi.

Pokoknya, kalau kamu mampir ke sana, jangan lupa bawa jadah tempe untuk camilan di perjalanan. Enak, gurih, dan bikin nagih! 





Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Cultural Events

Dari Legenda ke Panggung: Tari Sugriwa Subali di Gua Kiskendo

Tari Sugriwa Subali di Gua Kiskendo saat pertunjukan

Pernah gak sih membayangkan menyaksikan pertunjukan seni di sekitar gua yang dingin, lembap, dan penuh cerita? 

Saya sendiri merasakan pengalaman itu saat melihat Tari Sugriwa Subali di Gua Kiskendo. 

Beberapa waktu lalu, saya beserta teman teman pegiat media sosial diajak oleh Dinas Pariwisata Kulon Progo untuk berjalan jalan ke beberapa destinasi di Kulon Progo. Nah, salah satunya adalah Gua Kiskendo.

Gua Kiskendo adalah sebuah gua berbentuk lorong yang lumayan panjang dan berliku. Area di dalamnya cenderung basah dengan hiasan stalaktit pada langit langit guanya. 

Oh ya, suasananya tuh langsung berubah begitu masuk, lebih dingin, agak sunyi, dan terasa magis banget. Saya sih langsung merasa seperti masuk ke dunia lain, hahahaha....

Nah, apa hubungan Gua Kiskendo dengan legenda Sugriwa Subali? Daripada penasaran, ikuti petualangan saya kali ini ya!

Suasana Gua Kiskendo Kulon Progo yang mistis
Suasana Gua Kiskendo Kulon Progo yang mistis (doc. Riana Dewie)


Gua Kiskendo, Tempat Legenda Itu Berasal

Terletak di kawasan Kulon Progo, Gua Kiskendo bukan sekadar destinasi wisata alam biasa. Tempat ini punya aura yang berbeda, perpaduan antara keindahan alam dan cerita rakyat yang sudah hidup sejak lama. 

Begitu memasuki gua, suasana langsung terasa berubah, lebih dingin, lembap, dan sunyi. Cahaya meredup, digantikan bayangan alami dari dinding batu yang basah dan tetesan air yang jatuh perlahan.

Lorong lorong gua yang sempit dengan stalaktit dan stalagmit membentuk siluet unik. Kadang terlihat seperti sosok samar yang memancing imajinasi. 

Lorong gua dengan stalaktit dan stalagmit
Lorong gua dengan stalaktit dan stalagmit (doc. Riana Dewie)


Aura mistisnya makin kuat karena tempat ini dipercaya sebagai lokasi pertarungan dalam legenda Gua Kiskendo. Hawa didalamnya cukup dingin, tapi ada juga yang keringetan karena harus menyusur gua yang lumayan luas. 

Oh ya, saya sempat berhenti beberapa kali hanya untuk menikmati suara tetesan air yang jatuh, tenang tapi bikin merinding juga, hihihihi.... Perpaduan keheningan dan cerita yang menyelimuti membuat tempat ini terasa hidup.

Kisah Singkat Gua Kiskendo

Kaitan antara Gua Kiskendo dengan cerita Sugriwa dan Subali berasal dari legenda lokal yang mengadaptasi kisah Ramayana. 

Dalam kisah Ramayana Sugriwa Subali, keduanya adalah saudara yang mengalami konflik karena kesalahpahaman dan perebutan kekuasaan.

Dalam cerita tersebut, terjadi pertarungan Subali dan Sugriwa yang sangat sengit. Versi lokal percaya bahwa pertempuran itu terjadi di dalam Gua Kiskendo. Bahkan, beberapa bagian gua diyakini menggambarkan adegan cerita tersebut.

Kostum penari Tari Sugriwa Subali yang khas
Kostum penari Tari Sugriwa Subali yang khas (doc. Riana Dewie)

Oh ya, yang menarik, masyarakat sekitar masih sangat menghormati cerita ini. Gua ini bukan hanya tempat wisata, tapi juga dianggap sebagai ruang yang punya nilai sejarah dan spiritual. 

Saya sih merasa tempat ini punya roh cerita yang kuat banget.


Dari Cerita Rakyat Menjadi Tari Tradisional

Menariknya, asal usul Tari Sugriwa Subali gak berhenti sebagai cerita lisan saja. Seiring waktu, legenda ini diangkat menjadi seni pertunjukan yang bisa dinikmati secara visual.

Awalnya, masyarakat hanya mengenal kisah ini lewat wayang atau cerita turun temurun. Namun, untuk menjaga agar cerita tetap hidup, muncullah ide menjadikannya sebagai tari dramatik. 

Dari sinilah lahir Tari Sugriwa Subali Gua Kiskendo.

Oh ya, menurut saya ini langkah cerdas sih. Karena dengan mengubah cerita menjadi pertunjukan, generasi sekarang jadi lebih mudah memahami dan merasakan kisahnya. 

Gak cuma dibayangkan, tapi benar benar dihidupkan di depan mata.

Nilai Budaya yang Diangkat

Tari ini gak hanya menampilkan gerakan indah, tapi juga membawa pesan moral yang dalam seperti kepahlawanan dalam menghadapi konflik, kisah saudara yang berselisih, serta nilai kejujuran dan keadilan. 

Semua itu dibungkus dalam seni tari tradisional Jawa yang penuh ekspresi.


Keunikan Tari Sugriwa Subali di Gua Kiskendo

Kalau dibandingkan dengan pertunjukan lain, pertunjukan tari Gua Kiskendo ini punya keunikan tersendiri. Lokasinya yang berada di alam terbuka dekat area gua membuat suasana terasa lebih dramatis.

Bayangkan saja, kamu menonton seni pertunjukan di Gua Kiskendo dengan latar alam asli, bukan panggung buatan. Ini yang bikin pengalaman jadi beda banget.

Oh ya, saya duduk di area penonton sambil menikmati suasana alam yang sejuk. Rasanya tuh seperti ikut masuk ke dalam cerita, bukan sekadar menonton.

Atraksi Tari Sugriwa Subali di alam terbuka
Atraksi Tari Sugriwa Subali di alam terbuka (doc. Riana Dewie)


Kostum dan Gerakan yang Ikonik

Karakter Sugriwa dan Subali ditampilkan dengan kostum khas yang mencolok. Gerakannya tegas, dinamis, dan penuh energi, menggambarkan konflik yang intens. 

Ekspresi para penari juga kuat banget dan mampu menghidupkan cerita.

Musik dan Nuansa Dramatis

Iringan gamelan menambah suasana semakin hidup. Ditambah lagi dengan efek suara alami dari lingkungan sekitar, membuat pertunjukan terasa lebih nyata. 

Oh ya, bagian ini yang paling saya suka sih karena suara alam dan musik tradisional berpadu jadi satu pengalaman yang sulit dilupakan.

Penabuh gamelan dan sinden ikut meramaikan pentas Sugriwa Subali
Penabuh gamelan dan sinden ikut meramaikan pentas Sugriwa Subali (doc. Riana Dewie)


Pengalaman Menonton yang Gak Biasa

Menonton wisata budaya Gua Kiskendo ini bukan sekadar hiburan. Ini adalah pengalaman yang melibatkan emosi dan imajinasi. 

Sensasi duduk di alam terbuka dengan latar gua benar benar berbeda dari pertunjukan biasa.

Oh ya, saya merasa pengalaman ini cocok banget buat kamu yang suka eksplor hal baru, apalagi kalau kamu tipe yang suka wisata alam dan budaya Jogja.

Tips Buat Kamu yang Mau Nonton

Datang lebih awal supaya dapat spot terbaik. Gunakan pakaian yang nyaman karena area terbuka. Jaga sikap dan hormati jalannya pertunjukan agar tetap kondusif.

Wisata budaya Gua Kiskendo di Kulon Progo
Wisata budaya Gua Kiskendo di Kulon Progo (doc. Riana Dewie)


Kenapa Tari Ini Wajib Kamu Masukkan ke Wishlist Wisata

Sebagai bagian dari destinasi wisata Kulon Progo, pertunjukan ini punya banyak keunggulan. Unik karena menggabungkan alam dan budaya, edukatif karena membawa cerita legenda, serta estetik untuk kebutuhan foto dan video.

Pemainnya juga banyak dan berkarakter. Mereka mampu menghidupkan makna Tari Sugriwa Subali dengan sangat indah. 

Oh ya, menurut saya sih ini bukan cuma tontonan, tapi pengalaman yang bikin kita lebih menghargai budaya lokal.

Seluruh penari Sugriwa Subali di akhir pementasan
Seluruh penari Sugriwa Subali di akhir pementasan (doc. Riana Dewie)


Dari pengalaman saya, sejarah Tari Sugriwa Subali bukan sekadar cerita masa lalu. Ini adalah bukti bahwa legenda bisa terus hidup dan berkembang.

Rasanya pingin balik ke sana lagi dan menikmati pertunjukan ini sekali lagi. Transformasi ini menunjukkan bagaimana sebuah legenda bisa terus hidup dengan cara yang relevan. 

Dari cerita yang dulu hanya didengar, kini menjadi pengalaman yang bisa dilihat dan dirasakan.

Oh ya, kalau kamu sedang mencari wisata alam dan budaya Jogja, jangan ragu memasukkan Gua Kiskendo ke dalam daftar perjalananmu. 

Karena di sini, cerita bukan hanya diceritakan, tapi benar benar dihidupkan.




Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments