Kalau lagi jalan-jalan ke Jogja, rasanya gak lengkap kalau belum menyusuri kawasan legendaris seperti Pasar Beringharjo.
Tempat ini bukan cuma terkenal sebagai pusat batik dan oleh-oleh, tapi juga jadi spot kuliner tradisional yang selalu berhasil bikin kangen.
Di antara banyak pilihan makanan, ada satu yang cukup unik dan punya cerita menarik, yaitu sate kere Bu Sum.
Namanya mungkin terdengar sederhana, bahkan sedikit “nyeleneh”, tapi justru di situlah daya tariknya. Kuliner ini membuktikan kalau rasa enak gak harus selalu mahal.
Apa Sih Sate Kere Itu?
Sebelum jauh membahas warung Bu Sum, kita kenalan dulu dengan istilah “sate kere”. Dalam bahasa Jawa, kata “kere” berarti miskin atau sederhana.
Dulu, makanan ini memang identik dengan masyarakat yang ingin tetap menikmati sate, tapi dengan bahan yang lebih terjangkau.
Alih-alih menggunakan daging sapi premium, sate kere biasanya dibuat dari gajih (lemak sapi) atau bagian jeroan tertentu. Meski begitu, jangan salah.... soal rasa, sate ini tetap punya karakter kuat yang khas banget.
Justru karena kesederhanaannya, sate kere jadi bukti kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan seadanya menjadi makanan yang lezat.
Dan sekarang, statusnya malah naik kelas jadi kuliner legendaris yang banyak diburu wisatawan.
Warung Bu Sum: Dari Sederhana Jadi Legendaris
Di antara banyak penjual sate kere di Jogja, nama Bu Sum termasuk yang paling dikenal. Warung ini sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu dan tetap eksis sampai sekarang.
Bahkan, banyak orang yang sengaja datang ke Beringharjo hanya untuk mencicipi sate ini.
Lokasinya yang berada di sekitar pasar membuat warung ini selalu ramai, terutama di pagi hari. Banyak pengunjung yang menjadikan sate kere Bu Sum sebagai menu sarapan sebelum melanjutkan aktivitas keliling Jogja.
Meski tempatnya sederhana, suasana yang ditawarkan justru terasa hangat dan autentik. Kamu bisa merasakan langsung kehidupan khas Jogja yang santai, ramah, dan penuh kehangatan.
Kenapa Sate Kere Bu Sum Selalu Dicari?
Ada beberapa alasan kenapa kuliner ini tetap bertahan dan bahkan makin populer dari waktu ke waktu.
1. Rasa yang Konsisten dari Dulu
Salah satu kekuatan utama sate kere Bu Sum adalah cita rasanya yang tetap terjaga. Bumbu yang digunakan meresap sempurna, menghasilkan perpaduan rasa gurih, manis, dan sedikit smoky dari proses pembakaran.
2. Harga yang Bersahabat
Sesuai dengan konsep awalnya, sate kere tetap dikenal sebagai makanan yang ramah di kantong. Ini jadi alasan kenapa semua kalangan bisa menikmatinya, mulai dari warga lokal sampai wisatawan.
3. Pengalaman Makan yang Autentik
Makan di sini bukan cuma soal kenyang, tapi juga pengalaman. Suasana pasar, aroma sate yang dibakar, hingga interaksi dengan penjual membuat semuanya terasa lebih hidup.
4. Porsi yang Pas untuk Semua
Porsi sate kere biasanya tidak terlalu besar, tapi cukup memuaskan. Cocok banget buat kamu yang ingin kulineran tanpa merasa terlalu kenyang, apalagi kalau masih mau lanjut coba makanan lain.
Sensasi Rasa yang Bikin Balik Lagi
Begitu sate mulai dibakar, aroma khasnya langsung tercium dan bikin perut otomatis lapar. Proses pembakaran dengan arang membuat cita rasa sate jadi lebih autentik dibandingkan metode modern.
Tekstur gajih yang lembut berpadu dengan bumbu yang meresap menciptakan sensasi unik di setiap gigitan. Ada rasa gurih yang dominan, tapi tetap seimbang dengan sentuhan manis dari bumbu kecap.
Biasanya, sate ini disajikan bersama lontong atau nasi, lengkap dengan sambal dan pelengkap sederhana lainnya. Kombinasi ini bikin rasanya makin lengkap dan nikmat.
Lebih dari Sekadar Kuliner
Sate kere Bu Sum bukan cuma soal makanan, tapi juga tentang cerita. Kuliner ini lahir dari keterbatasan, tapi justru berkembang jadi sesuatu yang istimewa.
Di balik setiap tusuk sate, ada nilai budaya, sejarah, dan kreativitas masyarakat lokal. Ini yang membuat sate kere punya makna lebih dibanding sekadar hidangan biasa.
Bahkan, banyak orang yang merasa pengalaman makan sate kere di Beringharjo memberikan kesan tersendiri. Ada nuansa nostalgia, kesederhanaan, dan kehangatan yang sulit ditemukan di tempat lain.
Tips Kalau Mau Coba Sate Kere Bu Sum
1. Datang Lebih Pagi
Karena cukup populer, sate kere Bu Sum sering cepat habis. Jadi, sebaiknya datang di pagi hari agar tidak kehabisan.
2. Siapkan Uang Tunai
Seperti kebanyakan warung tradisional, pembayaran biasanya masih menggunakan uang tunai. Jadi, pastikan kamu sudah siap sebelum datang.
3. Jangan Ragu Tanya Menu
Kalau baru pertama kali datang, gak ada salahnya bertanya ke penjual tentang pilihan menu yang tersedia. Mereka biasanya ramah dan siap membantu.


.png)