In Culinary Journey

Louis Franc Palagan Jogja: Ngopi, Menikmati Pastry & Bertukar Cerita

Louis Franc Palagan Jogja

Tahu gak, salah satu hal menyenangkan saat punya sahabat dari luar kota adalah bisa menjadi teman jalan sekaligus pemandu wisata dadakan. 

Apalagi ketika mereka datang ke Jogja dan kami punya kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama. Kali ini, giliran dua sahabat dari Surabaya yang berkunjung, dan saya bertugas menjemput mereka di hotel kawasan Malioboro.

Mereka menginap di Summer Season Hotel, yang lokasinya dekat dengan jalan utama Malioboro. 

Gak heran jika kawasan ini menjadi pilihan menginap bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pusat kota, berjalan-jalan, atau berburu kuliner tanpa harus pergi terlalu jauh.

Setelah bertemu, rencana kami sebenarnya sederhana: mencari tempat nongkrong untuk menghabiskan malam. Namun, rencana sederhana ternyata gak selalu berarti perjalanan yang mulus. Kami malah muter-muter Jogja tanpa tujuan yang benar-benar pasti.

Oh ya, saya sendiri sering merasa bahwa mencari tempat nongkrong bersama teman justru menjadi bagian paling membingungkan dari sebuah perjalanan. 

Semua punya ide, tetapi ketika ditanya mau ke mana, jawabannya malah saling melempar pilihan.

Setelah berkeliling dan berdiskusi, akhirnya kami memutuskan menuju kawasan Palagan, Sleman. 

Kawasan ini punya sejumlah pilihan kafe dan tempat makan yang bisa dipertimbangkan untuk menghabiskan waktu bersama teman.

Louis Franc Palagan Jogja sebagai tempat nongkrong malam
Louis Franc Palagan Jogja sebagai tempat nongkrong malam (doc. Riana Dewie)


Louis Franc Palagan Jogja, Pilihan Nongkrong Malam yang Menarik

Setelah sepakat melipir ke Palagan, pilihan kami jatuh ke Louis Franc. Tempat ini menjadi tujuan untuk menikmati kopi, pastry, dan obrolan santai setelah cukup lama berkeliling tanpa arah.

Tahu gak, meskipun saya tinggal di Jogja, ternyata saya baru sempat mampir ke Louis Franc kali ini. Padahal, tempat ini sudah cukup lama beroperasi. 

Kadang, tempat yang lokasinya gak terlalu jauh dari keseharian kita justru baru dikunjungi ketika ada momen tertentu.

Bangunan Semi-Industrial dengan Tampilan Minimalis

Kesan pertama saya saat tiba di Louis Franc adalah desain bangunannya yang punya sentuhan semi-industrial. 

Bagian atas bangunan terlihat seperti konstruksi yang belum sepenuhnya selesai, tetapi justru memberikan karakter tersendiri pada tampilannya.

Konsep seperti ini terasa menyatu dengan gaya industrial modern yang sering dijumpai pada kafe-kafe masa kini. Alih-alih menampilkan banyak ornamen atau warna mencolok, Louis Franc terlihat minimalis dan relatif clean.

Bagi saya, desain seperti ini cukup menarik karena perhatian pengunjung gak hanya tertuju pada dekorasi, tetapi juga pada suasana ruang dan pengalaman saat berada di dalamnya.

Sofa outdoor Louis Franc untuk menikmati waktu bersama sahabat
Sofa outdoor Louis Franc untuk menikmati waktu bersama sahabat (doc. Riana Dewie)


Cocok untuk Nongkrong Santai di Palagan

Louis Franc bisa menjadi salah satu pilihan tempat nongkrong di Palagan Jogja bagi pengunjung yang ingin menikmati waktu bersama teman. Saat itu, kami memilih area outdoor karena ingin duduk santai sambil berbincang.

Suasana malam membuat agenda nongkrong terasa lebih rileks. Kami gak sedang mengejar banyak tempat wisata atau membuat daftar aktivitas yang harus diselesaikan. 

Cukup duduk bersama, menikmati minuman, dan membiarkan obrolan mengalir.

Buat saya sih, kenyamanan tempat nongkrong gak selalu ditentukan oleh seberapa mewah desainnya. Posisi duduk yang nyaman, suasana yang mendukung, dan teman ngobrol yang menyenangkan juga punya peran besar.

Menikmati Pastry dan Obrolan Panjang di Sofa Outdoor

Salah satu hal yang membuat pengalaman kami di Louis Franc terasa menyenangkan adalah keberuntungan mendapatkan sofa di area outdoor. 

Kami berempat bisa duduk dengan nyaman tanpa perlu terburu-buru menyelesaikan pesanan.

Karena niat awalnya hanya mencari camilan, kami gak memesan makanan berat. Pilihan kami jatuh pada beberapa pastry dan minuman yang bisa dinikmati bersama.

Croissant dan pastry cokelat untuk teman ngopi malam
Croissant dan pastry cokelat untuk teman ngopi malam (doc. Riana Dewie)


Lima Pastry untuk Empat Orang, Ternyata Kebanyakan!

Kami memesan lima macam pastry, di antaranya roti abon, croissant, donat dengan topping cokelat, dan pastry cokelat. Untuk minuman, ada kopi dan teh leci yang dipilih sesuai selera masing-masing.

Pilihan ini terasa pas untuk agenda nongkrong malam. Ada yang lebih suka kopi, ada pula yang memilih minuman dengan rasa segar. Sementara itu, pastry menjadi teman ngemil sambil berbagi cerita.

Oh ya, lima pastry untuk empat orang ternyata bukan berarti semuanya akan habis dimakan. Awalnya, kami merasa jumlah tersebut masih masuk akal untuk dinikmati bersama. 

Roti abon favorit saya di Louis Franc Palagan Jogja
Roti abon favorit saya di Louis Franc Palagan Jogja (doc. Riana Dewie)


Namun, setelah mencicipi beberapa gigitan, rasa kenyang mulai datang lebih cepat daripada perkiraan.

Wkwkwkwk.... Ternyata agenda ngemil santai bisa berakhir dengan perjuangan menghabiskan makanan!

Akhirnya, sebagian pastry kami bawa pulang. Sayang juga jika makanan yang masih layak dikonsumsi harus ditinggalkan begitu saja. Setidaknya, sisanya masih bisa dinikmati keesokan pagi sebagai teman sarapan.

Saya pribadi terbiasa berusaha menghabiskan atau menyimpan makanan yang masih layak dikonsumsi, tentu dengan memperhatikan kebersihannya. 

Menurut saya, menghargai makanan merupakan kebiasaan sederhana yang penting, terlebih ketika masih banyak orang yang kesulitan mendapatkan makanan sehari-hari.

Pilihan pastry di Louis Franc Palagan Jogja
Pilihan pastry di Louis Franc Palagan Jogja (doc. Riana Dewie)


Sofa Outdoor, Tempat yang Pas untuk Bertukar Cerita

Di sela-sela menikmati pastry dan minuman, obrolan kami terus berjalan. 

Ceritanya beragam, mulai dari keseharian, pekerjaan, pengalaman hidup, sampai hal-hal kecil yang mungkin terasa biasa, tetapi menyenangkan untuk dibagikan ketika bertemu teman lama.

Dua sahabat kami datang dari Surabaya, sehingga ada banyak cerita tentang perbedaan rutinitas dan pengalaman hidup yang bisa dibahas. 

Momen seperti ini terasa menyenangkan karena kami gak harus selalu melakukan aktivitas besar untuk menciptakan kenangan.

Tahu gak, terkadang quality time bersama sahabat justru terasa paling berkesan saat semua orang bisa menjadi diri sendiri. 

Gak perlu memikirkan agenda berikutnya, gak harus sibuk berpindah tempat, dan gak perlu membuat setiap momen terlihat sempurna.

Kami juga sempat mengabadikan beberapa foto sebagai kenang-kenangan. Siapa tahu, foto-foto tersebut bisa menjadi pengingat untuk merencanakan pertemuan berikutnya di Jogja.

Bagi saya sih, Louis Franc bukan hanya soal menikmati kopi dan pastry pada malam itu. Pengalaman ini juga menjadi kesempatan untuk melepas rindu dan kembali terhubung dengan sahabat yang sehari-harinya tinggal di kota berbeda.

Kalau sedang mencari cafe untuk ngobrol santai di Jogja, suasana seperti ini bisa menjadi salah satu hal yang layak dipertimbangkan. 

Namun, tentu kenyamanan setiap pengunjung bisa berbeda, tergantung waktu kunjungan, kondisi kafe, dan area tempat duduk yang tersedia.

Suasana outdoor Louis Franc Palagan pada malam hari
Suasana outdoor Louis Franc Palagan pada malam hari (doc. Riana Dewie)


Menutup Malam dengan Berburu Soto di Dekat Tugu Jogja

Setelah cukup lama nongkrong di Louis Franc, ternyata malam kami belum benar-benar selesai. Kami masih ingin jalan-jalan sebentar sebelum akhirnya kembali ke tempat masing-masing.

Kali ini, tujuan kami bukan kafe lain, melainkan mencari soto untuk kuliner penutup malam. Pilihan pun jatuh ke Soto Sampah di kawasan dekat Tugu Jogja.

Dari menikmati pastry dan minuman di kafe, kami beralih ke semangkuk soto yang terasa cocok untuk melengkapi perjalanan malam. 

Ada sensasi tersendiri saat menikmati kuliner sederhana setelah menghabiskan waktu berjam-jam untuk berjalan-jalan dan mengobrol.

Oh ya, pengalaman ini juga mengingatkan saya bahwa wisata kuliner Jogja malam hari gak selalu harus dimulai dengan daftar tempat yang sudah disusun rapi. Kadang, keputusan spontan justru membawa kita pada pengalaman yang menyenangkan.

Tempat nongkrong outdoor di Louis Franc Palagan
Tempat nongkrong outdoor di Louis Franc Palagan (doc. Riana Dewie)


Wkwkwkwk.... Dari awal bingung menentukan tempat nongkrong, berakhir dengan makan soto setelah ngemil lima pastry. Benar-benar perjalanan yang sederhana, tetapi penuh cerita.

***

Buat saya sih, inti dari pertemuan kali ini bukan seberapa banyak tempat yang berhasil kami datangi, melainkan kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama. Louis Franc menjadi salah satu persinggahan yang menyenangkan, sementara Soto Sampah menjadi penutup malam yang melengkapi cerita kami.

Sampai jumpa di pertemuan berikutnya, ya! Besok mau ke kafe mana lagi, ya? Semoga masih ada banyak tempat menarik di Jogja yang bisa kami datangi bersama, lengkap dengan cerita baru, camilan lezat, dan tawa yang gak ada habisnya.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Destinations

Berburu Senja di Geblek Pari Kulon Progo Lewat Drone

Menikmati sore di Kulon Progo dengan latar pegunungan

Ada kalanya rencana jalan-jalan justru muncul ketika kita sama sekali gak sedang merencanakannya. Begitu juga pengalaman saya berburu senja di Geblek Pari Kulon Progo. 

Berawal dari sebuah telepon dadakan, sore yang awalnya biasa saja berubah menjadi kesempatan menikmati hamparan sawah, pegunungan, kuliner lokal, dan pemandangan senja dari perspektif drone.

Tahu gak, saya memang punya kelemahan terhadap pemandangan alam, terutama saat matahari mulai turun dan cahaya keemasan menyentuh hamparan hijau. 

Rasanya ada saja alasan untuk berhenti sejenak, mengeluarkan kamera, lalu mengabadikan momen. 

Kali ini, pengalaman tersebut terasa lebih istimewa karena saya bisa menyaksikan keindahan alam dari dua sudut pandang sekaligus: langsung dari lokasi dan melalui layar drone.

1. Geblek Pari, Pilihan untuk Menikmati Sore di Kulon Progo

Singkat cerita, siang itu saya sedang berziarah ke Gua Maria di Klaten ketika sebuah telepon masuk. Ada ajakan untuk nge-drone di Kulon Progo pada sore harinya. 

Wah, tawaran yang cukup sulit ditolak, apalagi saya memang senang menikmati suasana alam terbuka.

Saat ditanya mau ke mana, ternyata ada dua pilihan tempat dengan bentangan alam yang menarik untuk dijelajahi menggunakan drone. Setelah mempertimbangkan suasana dan pemandangannya, akhirnya kami memilih Geblek Pari.

Begitu tiba, kesan pertama saya adalah, wow, tempatnya menyenangkan! Hamparan sawah dan latar pegunungan langsung mencuri perhatian. Buat saya yang menyukai wisata alam, kombinasi seperti ini punya daya tarik tersendiri. 

Suasana Geblek Pari sore hari di Kulon Progo
Suasana Geblek Pari sore hari di Kulon Progo (doc. Riana Dewie)


Gak perlu dekorasi yang berlebihan, pemandangan alami saja sudah bisa membuat suasana terasa istimewa.

Geblek Pari menjadi salah satu pilihan destinasi wisata Kulon Progo untuk menikmati suasana pedesaan sambil bersantai dan mencicipi kuliner. 

Area terbuka dengan pemandangan hijau memberikan pengalaman yang berbeda dari menghabiskan waktu di tengah keramaian kota.

Tahu gak, salah satu hal yang membuat saya betah adalah suasananya yang terasa hidup. Ada anak-anak berlarian, pengunjung bercengkerama, dan orang-orang yang duduk santai menikmati waktu bersama keluarga. 

Di beberapa area tersedia kursi dan gazebo yang bisa dimanfaatkan untuk duduk sambil menyantap makanan.

Udara sore yang terasa nyaman juga membuat saya ingin berjalan lebih lama. 

Buat pencinta pemandangan hijau, Geblek Pari sore hari bisa menjadi pilihan untuk melepas penat tanpa harus menyusun agenda liburan yang rumit.

2. Menunggu Senja Sambil Menikmati Suasana Geblek Pari

Sebelum berburu senja, tentu ada ritual kecil yang gak boleh dilewatkan: jalan-jalan sambil mengambil foto. Saya memilih berfoto di sekitar sawah dengan latar belakang pegunungan. 

Hasilnya? Sederhana, tetapi justru itu yang saya suka. Ada hamparan hijau, langit terbuka, dan suasana pedesaan yang terasa menenangkan.

Aneka penyewaan sepeda listrik di Geblek Pari Kulon Progo
Aneka penyewaan sepeda listrik di Geblek Pari Kulon Progo (doc. Riana Dewie)


Di kawasan ini, pengunjung juga bisa menjumpai sepeda listrik yang disewakan untuk berkeliling. Aktivitas tersebut bisa menjadi alternatif bagi yang ingin menikmati area sekitar tanpa terlalu banyak berjalan kaki. 

Namun, saya memilih berjalan santai saja karena tujuan utama sore itu memang menikmati suasana, bukan mengejar banyak tempat dalam satu kunjungan.

Oh ya, buat saya, pengalaman nyore gak selalu harus diisi dengan aktivitas yang padat. Kadang, cukup berjalan perlahan, memperhatikan pemandangan, dan mengambil beberapa foto sudah menyenangkan. 

Ada semacam jeda kecil dari rutinitas yang biasanya membuat kepala penuh dengan urusan pekerjaan.

Menikmati Golden Hour yang Bikin Susah Beranjak

Momen yang paling saya tunggu akhirnya datang. Cahaya matahari mulai berubah, perlahan menjadi lebih hangat dan keemasan. Inilah golden hour, waktu menjelang matahari terbenam ketika cahaya alami bisa memberikan kesan dramatis pada foto maupun video.

Cantik banget, sih! Rasanya sudah lama saya gak menikmati golden hour seindah itu. Hamparan sawah, siluet pegunungan, dan perubahan warna langit menciptakan pemandangan yang membuat saya ingin berhenti sejenak dari segala kesibukan.

Saya pun bersyukur kepada Tuhan karena masih diberi kesempatan menikmati keindahan seperti ini. Hal sederhana yang terkadang kita anggap biasa ternyata bisa terasa begitu berharga ketika benar-benar diperhatikan.

Kuliner geblek khas Kulon Progo untuk teman menikmati sore
Kuliner geblek khas Kulon Progo untuk teman menikmati sore (doc. Riana Dewie)


Sambil menikmati suasana, kami memesan beberapa makanan dan minuman. Ada nasi goreng telur, pisang goreng, serta geblek, camilan khas Kulon Progo berbahan dasar pati singkong. 

Untuk minuman, pilihannya juga beragam, mulai dari wedang tape, susu jahe, kopi, hingga es dawet dan es cendol.

Nasi goreng telur cocok dinikmati saat Nyore di Geblek Pari
Nasi goreng telur cocok dinikmati saat Nyore di Geblek Pari (doc. Riana Dewie)


Menikmati makanan sambil memandangi pemandangan terbuka punya sensasi tersendiri. Apalagi setelah berjalan-jalan dan mengambil foto, duduk sejenak sambil menyantap hidangan terasa makin nikmat. Wkwkwkwk.... ternyata agenda berburu senja juga perlu didukung urusan perut!

3. Berburu Senja dari Ketinggian Lewat Drone

Salah satu alasan kunjungan kali ini terasa berbeda adalah kehadiran drone yang dibawa adik ipar saya. Kebetulan, ia memang membawa perangkat tersebut untuk membuat konten di lokasi ini. 

Saya pun berkesempatan melihat Geblek Pari dari perspektif yang selama ini jarang saya nikmati secara langsung.

Menyiapkan Drone Sebelum Matahari Terbenam

Menerbangkan drone untuk merekam pemandangan saat senja membutuhkan perencanaan waktu. Golden hour berlangsung relatif singkat, sehingga operator perlu memperhatikan kondisi cahaya, cuaca, arah angin, dan daya baterai.

Area terbuka memang menarik untuk pengambilan gambar, tetapi keselamatan tetap menjadi prioritas. Sebelum menerbangkan drone, penting untuk memastikan lokasi aman, memperhatikan keberadaan pengunjung, serta mematuhi aturan penerbangan yang berlaku. 

Hindari pula menerbangkan drone terlalu dekat dengan orang lain atau melintasi area yang berisiko.

Dalam kunjungan ini, adik ipar saya yang mengendalikan drone. Saya menikmati prosesnya sambil melihat bagaimana bentangan alam yang tampak biasa dari permukaan tanah dapat berubah menjadi komposisi visual yang menarik ketika dilihat dari atas.

Foto suasana pedesaan di Geblek Pari Kulon Progo dari lensa drone
Foto suasana pedesaan di Geblek Pari Kulon Progo dari lensa drone (doc. Riana Dewie)


Menangkap Pesona Geblek Pari dari Udara

Ternyata, menyaksikan proses perekaman foto udara dan video aerial secara langsung itu menyenangkan. Dari perspektif ketinggian, pola hamparan sawah terlihat lebih jelas. 

Bentangan lahan, garis pematang, serta latar pegunungan membentuk pemandangan yang berbeda dibandingkan ketika kita berdiri di bawahnya.

Oh ya, bagian paling seru adalah ketika hasil rekaman mulai diperlihatkan. Saya langsung girang melihatnya! 

Wkwkwkwk.... ternyata pemandangan yang sudah terasa indah dari bawah bisa menghadirkan kejutan lain saat dilihat dari udara.

Bukan berarti hasil drone selalu lebih bagus daripada foto biasa. Keduanya punya kelebihan masing-masing. 

Foto udara Geblek Pari Kulon Progo menggunakan drone
Foto udara Geblek Pari Kulon Progo menggunakan drone (doc. Riana Dewie)


Foto dari permukaan tanah bisa menangkap detail, suasana, dan ekspresi manusia, sedangkan drone memberikan gambaran lebih luas tentang lanskap.

Bagi saya, justru perpaduan dua perspektif inilah yang menarik. Kita bisa menikmati langsung udara sore dan suasana sekitar, kemudian melihat kembali keindahan tempat yang sama melalui hasil rekaman dari ketinggian.

Jika kamu gemar fotografi atau membuat konten perjalanan, pengalaman seperti ini bisa menjadi cara untuk mengeksplorasi destinasi wisata dengan pendekatan visual yang berbeda. 

Namun, tanpa drone sekalipun, menikmati senja di Geblek Pari tetap bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan.

4. Geblek Pari dan Cerita Sore yang Berkesan

Ada sesuatu yang menyenangkan dari perjalanan spontan seperti ini. Gak perlu rencana panjang, tiket mahal, atau agenda yang terlalu padat. 

Terkadang, sebuah ajakan sederhana sudah cukup untuk membawa kita pada pengalaman baru yang menyegarkan pikiran.

Buat saya, nyore di Kulon Progo bukan semata-mata tentang mendapatkan foto sunset yang bagus. 

Ada kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas, menikmati makanan lokal, mengobrol dengan keluarga, dan menyadari bahwa hidup juga punya banyak hal kecil yang layak disyukuri.

Tahu gak, menikmati waktu luang seperti ini juga mengingatkan saya bahwa setiap orang membutuhkan ruang untuk bernapas. Pekerjaan, tanggung jawab, dan berbagai persoalan memang gak bisa selalu dihindari. 

Pemandangan senja di Geblek Pari yang asyik
Pemandangan senja di Geblek Pari yang asyik (doc. Riana Dewie)


Namun, sesekali mengambil jeda bisa membantu kita kembali menghadapi semuanya dengan pikiran yang lebih segar.

Di tengah rasa syukur itu, pikiran saya juga tertuju pada saudara-saudara kita di Kalimantan yang terdampak kebakaran hutan. 

Ketika saya masih bisa menikmati udara sore dan pemandangan alam dengan nyaman di kota Jogja, ada masyarakat yang harus menghadapi kondisi lingkungan yang mengganggu aktivitas dan kualitas udara mereka.

Saya berharap kebakaran hutan bisa segera tertangani, masyarakat yang terdampak mendapat perlindungan, dan alam yang rusak dapat dipulihkan. 

Semoga kita juga semakin peduli terhadap lingkungan, sebab udara bersih dan alam yang sehat bukan sekadar pelengkap kehidupan, melainkan kebutuhan bersama.

***

Sore itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda menerbangkan drone. Ada pemandangan indah, makanan sederhana, tawa kecil, dan pengingat untuk lebih menghargai kesempatan menikmati alam. Rasanya menyenangkan bisa pulang membawa cerita, bukan hanya foto dan video.

Golden Sunrise di Geblek Pari Kulon Progo menggunakan drone
Foto Golden Sunrise di Geblek Pari Kulon Progo menggunakan drone (doc. Riana Dewie)


Jadi, jika suatu hari kamu ingin menikmati wisata sore hari di Kulon Progo, Geblek Pari bisa masuk dalam daftar tempat yang ingin dikunjungi. 

Kamu bisa datang untuk bersantai, mencicipi kuliner lokal, mengambil foto, atau sekadar duduk menikmati perubahan warna langit menjelang malam.

Gak harus membawa drone untuk mendapatkan pengalaman yang berkesan. Terkadang, cukup hadir sepenuhnya, menikmati suasana, dan memberi waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat sudah menjadi hadiah kecil yang berarti.

Oh ya, semoga kita selalu punya kesempatan untuk menikmati senja, menjaga alam, dan mensyukuri hal-hal sederhana yang sering kali luput dari perhatian. 

Karena pada akhirnya, perjalanan yang menyenangkan bukan cuma soal seberapa jauh kita pergi, tetapi juga tentang apa yang kita rasakan dan pelajari selama perjalanan itu.





Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Destinations

Gua Maria Ratuning Katentreman Klaten, Serasa Menyusuri Lorong Yerusalem

Gua Maria Ratuning Katentreman Klaten yang diresmikan Oktober 2026.

Minggu, 11 Oktober 2026, saya bersama dua teman berangkat dari Jogja untuk mengunjungi Gua Maria Ratuning Katentreman Klaten. 

Sebenarnya kami sudah janjian untuk berangkat sekitar pukul delapan pagi. Namun, karena saya mengikuti perayaan Ekaristi pukul delapan di gereja kawasan Kalasan, saya berangkat dari rumah lebih awal, sekitar pukul 07.15.

Sepulang dari gereja, kedua teman saya ternyata sudah menunggu di depan. Kami pun melanjutkan perjalanan menuju Gua Maria Ratuning Katentreman, yang belakangan dikenal dengan singkatan GMRK.

Tahu gak, salah satu hal yang langsung menarik perhatian saya begitu sampai adalah desain arsitekturnya. Ada lorong dengan tampilan yang mengingatkan saya pada gambaran lorong di Yerusalem. 

Katanya sih, suasananya mirip dengan lorong di Tanah Suci. Saya sendiri belum pernah mengunjungi Yerusalem secara langsung, jadi penilaian ini tentu berdasarkan kesan visual saja, hihihihi....

Meski begitu, kesan pertama tersebut cukup membuat saya penasaran untuk melihat lebih dekat. Tempat ziarah yang baru diresmikan pada 1 Oktober 2026 ini menawarkan pengalaman yang terasa berbeda dari beberapa Gua Maria yang pernah saya kunjungi.

Buat umat Katolik yang sedang mencari tempat untuk berdoa, atau kamu yang tertarik mengenal destinasi religi dengan arsitektur unik, GMRK bisa menjadi tempat yang menarik untuk masuk daftar kunjungan.

Gapura Gua Maria Ratuning Katentreman dengan material batu alam.
Gapura Gua Maria Ratuning Katentreman dengan material batu alam (doc. Riana Dewie)


Mengenal Gua Maria Ratuning Katentreman Klaten

Gua Maria Ratuning Katentreman merupakan tempat ziarah yang berada di wilayah Klaten, Jawa Tengah. Berdasarkan informasi yang saya miliki, tempat ini diresmikan pada 1 Oktober 2026. Artinya, saat saya berkunjung sepuluh hari kemudian, usianya masih sangat muda sebagai destinasi ziarah.

Tahu gak, nama Ratuning Katentreman sendiri terasa menarik karena menggunakan bahasa Jawa. Kata ratu berarti ratu, sedangkan katentreman berkaitan dengan ketenteraman atau kedamaian. Secara harfiah, nama tersebut dapat dimaknai sebagai Ratu Kedamaian.

Dalam tradisi Katolik, Bunda Maria dihormati sebagai Bunda Yesus dan menjadi sosok yang memiliki tempat istimewa dalam kehidupan iman umat. 

Devosi kepada Bunda Maria menjadi salah satu bentuk ungkapan iman, doa, dan penghormatan yang dijalani umat Katolik.

Nama Ratuning Katentreman pun terasa selaras dengan harapan banyak orang yang datang ke tempat ziarah: menemukan ketenangan, menyampaikan doa, dan mengambil waktu sejenak untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Dinding Gua Maria Ratuning Katentreman dari bagian depan
Dinding Gua Maria Ratuning Katentreman dari bagian depan (doc. Riana Dewie)


Meski demikian, saya belum menemukan keterangan resmi yang cukup untuk menjelaskan secara terperinci sejarah pembangunan GMRK, pihak yang menggagasnya, maupun filosofi lengkap di balik desain bangunannya. 

Informasi tersebut menarik untuk ditelusuri lebih lanjut agar kita bisa mengenal tempat ini bukan hanya dari tampilan fisiknya, tetapi juga dari cerita di balik pembangunannya.

Lorong GMRK yang Mengingatkan pada Yerusalem

Kalau ada satu bagian yang paling membuat saya penasaran saat mengunjungi GMRK, jawabannya tentu lorongnya.

Begitu mendekati bagian depan, saya disambut gapura bertuliskan “Gua Maria Ratuning Katentreman”. Materialnya tampak menyerupai batu alam dengan perpaduan warna krem. 

Kesan yang muncul cukup kuat, seolah-olah saya sedang memasuki kawasan dengan karakter arsitektur yang berbeda dari lingkungan sekitarnya.

Tahu gak, justru bagian lorong inilah yang membuat pengalaman berkunjung ke GMRK terasa unik. Bukan hanya datang, melihat patung Bunda Maria, lalu pulang, tetapi ada perjalanan visual yang bisa dinikmati sejak memasuki area tersebut.

Mengapa lorongnya mengingatkan pada Yerusalem?

Yerusalem dikenal luas sebagai kota yang memiliki banyak situs penting dalam sejarah dan tradisi Kekristenan. Karena itu, gambaran lorong dengan nuansa batu dan suasana yang mengingatkan pada kawasan bersejarah di Tanah Suci bisa memunculkan asosiasi tersendiri bagi pengunjung.

Di GMRK, kesan tersebut muncul dari tampilan gapura dan lorong yang saya amati saat berkunjung. 

Tentu, kemiripan visual ini bukan berarti bangunannya merupakan replika persis suatu lorong di Yerusalem. Untuk memastikan sumber inspirasi arsitekturnya, masih diperlukan keterangan dari pengelola.

Namun, menurut saya, daya tarik sebuah tempat gak selalu harus berasal dari bangunan yang megah atau dekorasi yang berlebihan. Detail sederhana yang dirancang dengan karakter kuat pun bisa menciptakan pengalaman berbeda.

Lorong Gua Maria Ratuning Katentreman Klaten yang mirip lorong Yerusalem.
Lorong Gua Maria Ratuning Katentreman Klaten yang mirip lorong Yerusalem (doc. Riana Dewie)


Sensasi ziarah yang berbeda

Saya cukup menikmati perjalanan menyusuri lorong tersebut. Ada rasa penasaran tentang seperti apa bagian berikutnya, sekaligus keinginan untuk mengamati detail bangunannya lebih dekat.

Oh ya, pengalaman seperti ini juga membuat kunjungan terasa lebih berkesan karena kita gak hanya datang untuk melihat satu titik utama. Ada proses berjalan, mengamati, dan menikmati suasana sebelum akhirnya tiba di bagian yang menjadi tujuan.

Bagi saya, GMRK menawarkan sensasi ziarah yang berbeda dari tempat-tempat yang selama ini pernah saya kunjungi. Wajar jika desain lorongnya menjadi salah satu hal yang paling mudah diingat setelah pulang.

Detail arsitektur lorong GMRK di salah satu pemberhentian Jalan Salib
Detail arsitektur lorong GMRK di salah satu pemberhentian Jalan Salib (doc. Riana Dewie)


Bukan Sekadar Tempat Ziarah, Ini Daya Tarik GMRK

Setelah melewati lorong, perjalanan saya berlanjut hingga ke bagian belakang. Di ujung area tersebut, akhirnya saya bisa melihat patung Bunda Maria yang cantik.

Rasanya seperti menemukan tujuan dari perjalanan singkat yang dimulai sejak gapura depan. Dari luar, perhatian kita tertuju pada bentuk lorong dan material bangunan. Setelah menyusurinya, pandangan kemudian diarahkan ke sosok Bunda Maria yang menjadi pusat perhatian di area ziarah.

Tahu gak, pengalaman berkunjung ke tempat seperti ini bisa memberikan ruang untuk berhenti sejenak dari rutinitas. Kita bisa menggunakan waktu untuk berdoa, merenung, atau sekadar menenangkan pikiran sambil menghormati suasana yang ada.

Banyak peziarah yang berdoa di depan Patung Bunda Maria Gua Maria Ratuning Katentreman.
Banyak peziarah yang berdoa di depan Patung Bunda Maria Ratuning Katentreman (doc. Riana Dewie)


Tempat untuk berdoa dan refleksi diri

Bagi umat Katolik, GMRK dapat menjadi salah satu tempat untuk menjalankan devosi kepada Bunda Maria. Pengunjung bisa mengambil waktu untuk menyampaikan doa pribadi sesuai tradisi dan kebiasaan masing-masing.

Tentu, tujuan utama tempat ziarah bukan sekadar mengagumi bangunan atau mengambil foto. Ada nilai spiritual yang membuat kunjungan terasa lebih bermakna, terutama ketika kita datang dengan niat berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Kalau saya sih, justru perpaduan antara pengalaman visual dan suasana doa inilah yang membuat tempat ziarah menarik untuk dikunjungi. Arsitektur menjadi bagian dari pengalaman, sedangkan makna spiritual tetap menjadi inti kunjungan.

Ramai dikunjungi sejak diresmikan

Saat saya datang pada 11 Oktober 2026, masih terlihat banyak pengunjung yang datang untuk berdoa. Antrean doa juga masih cukup ramai. Hal ini bisa dimaklumi karena GMRK baru diresmikan beberapa hari sebelumnya dan sedang menarik perhatian banyak orang.

Namun, saya gak ingin menyimpulkan bahwa semua pengunjung datang karena viral. Setiap orang tentu memiliki tujuan masing-masing, mulai dari berziarah, mengungkapkan rasa syukur, menyampaikan permohonan dalam doa, hingga mengenal tempat baru.

Bagi yang senang mengamati arsitektur, lorong dan gapura GMRK juga menawarkan detail yang menarik untuk diperhatikan. Sementara itu, bagi peziarah, keberadaan patung Bunda Maria menjadi bagian penting dari pengalaman spiritual.

Wkwkwkwk.... ternyata satu kunjungan singkat bisa meninggalkan banyak hal untuk diceritakan, ya!

Suasana ziarah saat saya berdoa Rosario di GMRK beberapa hari setelah peresmian.
Suasana ziarah saat saya berdoa Rosario di GMRK beberapa hari setelah peresmian (doc. Riana Dewie)


Tips Berkunjung ke Gua Maria Ratuning Katentreman

Tertarik mengunjungi Gua Maria Ratuning Katentreman Klaten? Sebelum berangkat, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan agar perjalanan lebih nyaman.

1. Pastikan alamat dan rute perjalanan

Sebelum berangkat, cari informasi lokasi GMRK melalui kanal resmi pengelola atau gunakan tautan peta yang dibagikan oleh pihak terkait. Pastikan pin lokasi benar-benar mengarah ke Gua Maria Ratuning Katentreman yang baru diresmikan di Klaten, bukan tempat lain yang memiliki nama serupa.

Saya belum bisa memastikan alamat jalan lengkap GMRK maupun titik koordinatnya dari sumber publik yang tersedia. Karena itu, sebaiknya jangan mengandalkan nama tempat saja tanpa memeriksa kembali lokasi tujuan.

2. Periksa jam kunjungan

Jam operasional dan aturan kunjungan perlu dikonfirmasi sebelum berangkat. Terlebih, tempat ini masih tergolong baru sehingga informasi mengenai pengaturan pengunjung mungkin dapat berubah.

Oh ya, jika kamu berencana datang bersama rombongan, ada baiknya menanyakan terlebih dahulu apakah terdapat ketentuan khusus untuk kunjungan kelompok atau kegiatan doa bersama.

3. Jaga ketenangan selama berziarah

GMRK merupakan tempat ziarah, sehingga pengunjung perlu menghormati orang lain yang sedang berdoa. Hindari berbicara terlalu keras, berdesakan, atau menghalangi jalur pengunjung yang hendak menuju area doa.

Jika ingin mengambil foto, perhatikan kondisi sekitar. Jangan sampai keinginan mendapatkan gambar yang bagus justru mengganggu orang yang sedang menjalankan ibadah.

Saya selfie dengan dua teman saya di GMRK
Saya selfie dengan dua teman saya di GMRK (doc. Riana Dewie)


4. Siapkan waktu untuk menikmati suasana

Menurut saya sih, mengunjungi tempat ziarah akan terasa lebih nyaman jika kita gak terburu-buru. Berikan waktu untuk mengamati arsitektur, menyusuri lorong, dan berdoa sesuai kebutuhan.

Jika antrean sedang ramai, bersabarlah dan ikuti arahan petugas atau pengelola. Hindari memaksakan diri mengambil foto di area yang sedang digunakan untuk berdoa.

Penutup

Kunjungan saya bersama dua teman ke Gua Maria Ratuning Katentreman Klaten pada 11 Oktober 2026 meninggalkan kesan tersendiri. 

Dari gapura bernuansa batu alam, lorong yang mengingatkan pada Yerusalem, hingga patung Bunda Maria di bagian belakang, semuanya menghadirkan pengalaman ziarah yang berbeda.

Buat saya, daya tarik GMRK bukan hanya soal kemiripan arsitekturnya dengan gambaran lorong di Tanah Suci. 

***

Tempat ini juga mengingatkan bahwa perjalanan bisa menjadi kesempatan untuk mengambil jeda, menenangkan pikiran, dan memberi ruang bagi kehidupan spiritual.

Kalau kamu berencana berkunjung, pastikan informasi lokasi dan jam kunjungan sudah terkonfirmasi. Dengan begitu, perjalanan bisa dipersiapkan lebih nyaman dan waktu di tempat ziarah pun dapat dinikmati dengan baik.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Stay & Hotels

Menoreh Farm Stay, Penginapan Bernuansa Alam di Kulon Progo

Menoreh Farm Stay, penginapan bernuansa alam di Kulon Progo

Mencari penginapan keluarga di Menoreh yang menawarkan suasana sejuk, pemandangan hijau, dan pengalaman menginap yang berbeda dari biasanya? 

Menoreh Farm Stay di Samigaluh, Kulon Progo, bisa menjadi salah satu pilihan untuk dipertimbangkan. 

Bukan cuma soal tempat untuk tidur, kawasan ini menawarkan pengalaman menikmati alam yang cocok untuk kamu yang ingin sejenak menjauh dari rutinitas.

Saya sendiri pernah menginap di Menoreh Farm Stay bersama suami dan sahabat. Awalnya, tujuan kami sederhana: mencari tempat untuk beristirahat sekaligus menikmati suasana pegunungan. 

Namun, pengalaman selama di sana justru membuat saya ingin berlama-lama menikmati suasananya.

Oh ya, saya termasuk orang yang senang mencari suasana baru saat mulai jenuh dengan aktivitas harian. Gak harus pergi jauh atau menghabiskan banyak uang, yang penting ada kesempatan untuk menghirup udara segar dan mengisi ulang energi.

Menoreh Farm Stay, Penginapan di Tengah Alam Kulon Progo

Perjalanan menuju Menoreh Farm Stay menjadi bagian menarik dari pengalaman menginap saya. Setelah melewati kawasan perkotaan, suasana perjalanan perlahan berubah. 

Jalanan mulai berkelok, pepohonan terlihat semakin rimbun, dan hamparan perbukitan menemani perjalanan menuju kawasan Samigaluh.

Lokasinya berada di Suren, Pagerharjo, Samigaluh, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan ini dikenal dengan bentang alam Perbukitan Menoreh yang memiliki karakter berbeda dari suasana pusat Kota Yogyakarta.

Saat itu, saya dan rombongan bersemangat menikmati perjalanan. Deretan bukit, langit biru, serta pepohonan hijau menjadi pemandangan yang menyegarkan mata. 

Bahkan, perjalanan menuju penginapan pun terasa seperti bagian dari liburan, bukan sekadar proses menuju tempat tujuan.

Oh ya, buat saya, suasana seperti ini punya daya tarik tersendiri. Ada perasaan lega ketika pemandangan gedung dan jalanan ramai mulai berganti dengan alam yang lebih terbuka.

Menoreh Farm Stay mengusung konsep penginapan yang memadukan kenyamanan dengan nuansa alam. Jadi, tempat ini menarik untuk dipertimbangkan oleh pasangan, keluarga, maupun teman-teman yang ingin menikmati waktu bersama di kawasan perbukitan.

Pilihan vila keluarga di Menoreh Farm Stay Kulon Progo
Pilihan vila keluarga di Menoreh Farm Stay Kulon Progo (doc. Riana Dewie)


Mengenal Pilihan Vila dan Fasilitas Menoreh Farm Stay

Dalam kunjungan saya pada 2023, Menoreh Farm Stay memiliki empat pilihan vila yang masing-masing menawarkan karakter berbeda. Berikut gambaran berdasarkan pengalaman dan catatan kunjungan saya saat itu.

1. Villa Lawangsih

Villa Lawangsih berada di bagian depan area penginapan, relatif dekat dengan restoran dan lobi. Dalam artikel kunjungan saya sebelumnya, vila ini disebut memiliki tiga ruang tidur. Lokasinya bisa menjadi pertimbangan bagi tamu yang ingin akses lebih dekat ke area pelayanan.

2. Villa Widosari

Villa Widosari memiliki bentuk bangunan yang mirip dengan Villa Lawangsih, tetapi posisinya lebih tinggi. Perbedaan posisi ini menjadi salah satu hal yang menarik dari tata letak penginapan di kawasan berbukit.

3. Villa Suralaya

Saya mendapatkan kesempatan menginap di Villa Suralaya. Vila ini berada di bagian atas dan memiliki desain interior dengan ornamen kayu yang memberikan kesan hangat. Suasananya terasa berbeda dari kamar penginapan perkotaan yang biasanya didominasi desain modern minimalis.

Ada satu detail kecil yang masih saya ingat, yaitu sikat gigi berbahan bambu yang tersedia saat itu. Sederhana, tetapi cukup berkesan karena sejalan dengan nuansa alam yang ditawarkan.

4. Villa Menoreh

Villa Menoreh menjadi salah satu pilihan yang menarik perhatian saya karena pemandangannya. Berdasarkan catatan kunjungan kala itu, tersedia dua pilihan, yakni Menoreh 1 dengan balkon dan Menoreh 2 dengan sofa.

Oh ya, informasi mengenai jumlah vila, fasilitas kamar, dan ketersediaannya di atas merujuk pada kunjungan saya beberapa waktu lalu. Sebelum memesan, sebaiknya tanyakan langsung kepada pengelola mengenai tipe kamar yang masih tersedia, kapasitas tamu, serta fasilitas terbarunya.

Dari sisi kenyamanan, saya menikmati kamar dengan pendingin ruangan, televisi, kamar mandi bersih, dan interior bernuansa kayu. 

Buat saya sih, suasana kamar yang nyaman tetap penting, meskipun tujuan utama menginap adalah menikmati alam.

Jika kamu sedang mencari penginapan keluarga di Menoreh, jangan lupa memastikan kapasitas kamar sesuai jumlah anggota keluarga. Apalagi jika bepergian bersama anak-anak atau orang tua, akses menuju kamar dan kebutuhan khusus setiap anggota keluarga juga perlu diperhatikan.

Bukan Cuma Menginap, Ada Pengalaman Menarik Lainnya

Salah satu hal yang membuat pengalaman saya di Menoreh Farm Stay terasa berkesan adalah suasana di luar kamar. Ada beberapa hal yang membuat waktu menginap terasa lebih dari sekadar bermalam.

Menikmati panorama Bukit Menoreh

Momen yang paling saya tunggu adalah saat pagi tiba. Begitu membuka tirai kamar, pemandangan perbukitan menjadi suguhan yang menyenangkan. Udara pagi dan warna hijau di sekeliling penginapan membuat suasana terasa lebih santai.

Saya juga sempat menikmati area kebun yang ditumbuhi tanaman hijau. Pemandangan seperti ini cocok untuk kamu yang ingin beristirahat dari kebisingan kota atau sekadar mencari latar foto dengan suasana alami.

Oh ya, jika ingin mendapatkan pengalaman serupa, tanyakan terlebih dahulu soal kondisi cuaca dan tipe kamar dengan pemandangan terbaik. Pemandangan pegunungan tentu bisa berubah tergantung cuaca, jadi jangan berharap langit cerah setiap saat.

Hidangan restoran saat menginap di Menoreh Farm Stay
Hidangan restoran saat menginap di Menoreh Farm Stay (doc. Riana Dewie)


Menikmati makanan di kafe dan restoran

Saat menginap, saya juga mencoba hidangan yang tersedia di kafe dan restoran. Pengalaman makan menjadi bagian menyenangkan karena kami bisa menikmati waktu bersama tanpa harus selalu pergi keluar dari area penginapan.

Dalam kunjungan tersebut, saya menikmati beberapa menu makanan dan minuman dengan kesan yang cukup positif. Bagi saya sih, keberadaan tempat makan di penginapan bisa menjadi nilai tambah, terutama saat bepergian bersama keluarga.

Namun, menu, harga, dan jam operasional bisa berubah. Sebaiknya cek informasi terbaru kepada pengelola sebelum datang, terutama jika kamu memiliki anggaran makan tertentu atau kebutuhan makanan khusus.

Mengenal kebun sayur organik

Hal menarik lainnya adalah keberadaan kebun sayur organik yang diperkenalkan kepada tamu dalam kunjungan saya. Saat itu, kebun tersebut menjadi bagian dari pengalaman wisata edukasi, termasuk kegiatan mengenal tanaman dan cara bercocok tanam.

Aktivitas seperti ini berpotensi menjadi pengalaman tambahan bagi keluarga yang ingin mengenalkan anak-anak pada alam. Anak bisa belajar bahwa sayuran yang hadir di meja makan memiliki proses tumbuh dan perawatan sebelum dipanen.

Tentu, ketersediaan aktivitas kebun perlu dikonfirmasi terlebih dahulu. Jangan lupa menanyakan apakah tamu bisa mengikuti kegiatan tersebut secara langsung atau hanya menikmati area kebunnya.

Hahahaha, ternyata agenda menginap yang awalnya ingin santai saja bisa membuat saya menemukan banyak hal menarik di satu tempat.

Kebun sayur organik di kawasan Menoreh Farm Stay
Kebun sayur organik di kawasan Menoreh Farm Stay (doc. Riana Dewie)

Apakah Menoreh Farm Stay Cocok untuk Liburan Keluarga?

Menurut saya, Menoreh Farm Stay layak masuk daftar pertimbangan bagi wisatawan yang menyukai suasana alam dan ingin menikmati waktu bersama orang-orang terdekat. Kombinasi vila, panorama perbukitan, area hijau, serta pengalaman kuliner membuatnya menarik untuk liburan singkat.

Namun, cocok atau gaknya penginapan ini untuk keluarga tetap bergantung pada kebutuhan masing-masing. 

Jika kamu bepergian bersama anak kecil atau orang tua, perhatikan akses menuju vila, kondisi jalan, tangga, dan jarak kamar ke restoran. Jangan lupa memastikan kapasitas kamar serta fasilitas yang dibutuhkan tersedia.

Oh ya, lokasi penginapan di kawasan perbukitan juga perlu diperhitungkan saat menyusun rencana perjalanan. 

Kamu bisa menggabungkan waktu menginap dengan kunjungan ke sejumlah tempat di sekitarnya, seperti Kebun Teh Nglinggo dan Bukit Ngisis, yang sempat saya kunjungi setelah check-out.

Bagi saya, pengalaman menginap yang menyenangkan bukan melulu soal fasilitas mewah. Suasana yang nyaman, kesempatan menikmati pemandangan, dan waktu berkualitas bersama orang tersayang juga punya nilai tersendiri.

Jika ingin memesan, hubungi pengelola Menoreh Farm Stay melalui kanal resmi yang masih aktif untuk mengecek tarif, ketersediaan kamar, serta fasilitas terbaru. 

Nomor kontak yang tercantum dalam artikel lama saya adalah 0822-2636-5522, tetapi sebaiknya verifikasi kembali sebelum digunakan.

***

Panorama alam sekitar penginapan keluarga di Menoreh
Panorama alam sekitar penginapan keluarga di Menoreh (doc. Riana Dewie)


Pada akhirnya, Menoreh Farm Stay meninggalkan kenangan menyenangkan dari perjalanan saya ke Kulon Progo. 

Hihihihi, kadang liburan yang paling membekas justru bukan yang jadwalnya padat, melainkan yang memberi kita kesempatan untuk menikmati suasana tanpa terburu-buru.

Jadi, jika kamu sedang mencari penginapan bernuansa alam di Kulon Progo, Menoreh Farm Stay bisa menjadi salah satu opsi yang layak ditelusuri lebih lanjut. 

Siapa tahu, suasana perbukitannya juga menjadi tempat yang pas untuk menikmati jeda sejenak dari kesibukan sehari-hari.



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Destinations

Tempuran Space Bantul, Kafe yang Bikin Serasa Masuk "Dunia Lain"

Tempuran Space Bantul, kafe bernuansa alam dengan pepohonan rindang.

Kamu orang Jogja yang lagi pengin cari tempat ngadem, me time, ngobrol bareng teman, kumpul keluarga, pacaran, atau mengerjakan tugas sekolah dan kuliah? 

Coba deh, sesekali cari suasana yang berbeda dari kafe pada umumnya. Gak harus pergi jauh ke luar kota untuk menemukan tempat yang bikin pikiran sedikit lebih santai.

Salah satu tempat yang baru saya kunjungi adalah Tempuran Space Bantul. Kebetulan, saya diajak adik-adik mampir ke sini. 

Lokasinya sebenarnya gak terlalu jauh dari rumah, hanya sekitar 15–20 menit perjalanan. Namun, baru kali ini saya tahu ada tempat ngopi dengan suasana alam yang senyaman ini.

Tahu gak, terkadang kita gak butuh liburan panjang untuk menikmati suasana baru. Duduk santai sambil mendengarkan suara alam saja sudah bisa menjadi cara sederhana untuk mengambil jeda dari rutinitas. 

Penasaran seperti apa pengalaman saya di sini? Yuk, ikuti ceritanya!

1. Tempuran Space Bantul, Kafe dengan Suasana yang Beda

Begitu memasuki kawasan Tempuran Space, suasananya langsung terasa berbeda. Bayangkan, kamu melewati jalan di sebuah perkampungan, lalu disambut pepohonan yang rimbun. 

Cahaya matahari yang semula terasa terang perlahan tersaring dedaunan. Suasananya jadi lebih teduh, sejuk, dan tenang.

Tahu gak, pengalaman seperti ini yang membuat Tempuran Space terasa punya karakter tersendiri. Bukan sekadar datang ke coffee shop untuk membeli minuman, kita juga diajak menikmati lingkungan di sekitarnya.

Lokasinya berada di Jalan Plataran No. 9, Sembungan, Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jadi, buat kamu yang sedang mencari tempat ngopi di Bantul dengan nuansa alam, tempat ini bisa masuk daftar kunjungan.

Ada pula bangunan bernuansa klasik dengan unsur kayu yang menambah kesan alami. 

Di beberapa sudut perkampungan, saya juga melihat rumah-rumah dengan suasana yang menyatu dengan lingkungan hijau. Rasanya seperti menemukan sudut Jogja yang bergerak dengan ritme lebih lambat.

Oh ya, suasana di kawasan ini juga terasa hidup karena ada kucing-kucing yang berjalan-jalan di sekitar kafe. Saya pun sempat melihat anjing milik warga di lingkungan sekitarnya. 

Kehadiran hewan-hewan ini menambah kesan bahwa kita sedang berada di kawasan permukiman yang dekat dengan alam, bukan di tengah keramaian pusat kota.

Pilihan tempat duduknya juga menarik. Saat berkunjung bersama adik-adik, saya memilih area luar yang berada di atas aliran sungai. 

Dari tempat duduk tersebut, saya bisa menikmati suasana hijau sambil mengamati air yang mengalir. Rasanya seperti masuk ke dunia lain, padahal perjalanan dari rumah gak sampai setengah jam.

2. Ngopi Ditemani Gemericik Sungai dan Suara Alam

Gemericik sungai yang menambah suasana tenang di Kopi Tempuran Bantul.
Gemericik sungai yang menambah suasana tenang di Kopi Tempuran Bantul (doc. Riana Dewie)

Ada perbedaan antara ngopi di kafe yang ramai dengan menikmati minuman di tempat yang menawarkan suasana alam. 

Di Tempuran Space, perhatian saya justru lebih banyak tertuju pada lingkungan sekitar daripada sekadar minuman yang tersaji di meja.

Suara gemericik air sungai menjadi salah satu hal yang membuat pengalaman di sini terasa istimewa. 

Ditambah pepohonan, udara yang lebih sejuk, dan semilir angin, suasananya cocok untuk kamu yang ingin duduk santai tanpa harus terus-menerus menatap layar ponsel.

Tahu gak, suara alam bisa menjadi teman yang menyenangkan saat kita ingin membaca buku, menulis, atau sekadar melamun sebentar. 

Gak perlu selalu ada musik kencang atau hiburan yang ramai untuk membuat waktu nongkrong terasa menyenangkan.

Menurut saya, daya tarik Tempuran Space bukan cuma soal konsep kafe outdoor di Bantul. Ada pengalaman menikmati lingkungan sekitar yang membuat kunjungan terasa lebih dari sekadar agenda ngopi biasa.

Oh ya, kondisi sungai dan tingkat keramaian tentu bisa berbeda tergantung cuaca serta waktu kunjungan. Jadi, kalau kamu membayangkan suasana yang benar-benar sunyi, sebaiknya datang dengan ekspektasi yang fleksibel. Pengunjung lain tetap bisa datang dan menikmati tempat yang sama.

Suasana kafe di tengah alam Jogja dengan udara segar dan pepohonan hijau.
Suasana kafe di tengah alam Jogja dengan udara segar dan pepohonan hijau (doc. Riana Dewie)


3. Kenapa Harus Mampir ke Tempuran Space Bantul?

Ada beberapa alasan yang membuat Tempuran Space menarik untuk dikunjungi. Bukan berarti semua orang harus datang dengan tujuan yang sama, tetapi suasananya memberi ruang untuk berbagai aktivitas santai.

Tempat Menepi Sejenak untuk Healing

Pernah merasa jenuh dengan rutinitas yang itu-itu saja? Bangun tidur, bekerja, menghadapi kemacetan, menyelesaikan pekerjaan, lalu mengulang aktivitas yang sama keesokan harinya.

Sesekali, mengambil jeda di tempat bernuansa alam bisa menjadi pilihan untuk mengubah suasana. Tempuran Space bisa dipertimbangkan sebagai tempat healing di Bantul bagi kamu yang ingin duduk santai sambil menikmati lingkungan hijau.

Healing di sini gak harus dimaknai sebagai sesuatu yang rumit. Bisa sesederhana menikmati minuman favorit, berbincang dengan orang terdekat, dan memberi waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat.

Cocok untuk Refleksi Diri dan Mencari Inspirasi

Ada kalanya kita justru mendapatkan ide saat berhenti memaksakan diri untuk terus produktif. Suasana yang berbeda dapat membantu kita mengambil jarak sejenak dari kesibukan.

Tahu gak, duduk di tengah pepohonan sambil memperhatikan aliran sungai bisa menjadi kesempatan untuk merapikan pikiran. Kamu bisa membawa buku catatan, menulis jurnal, membaca, atau sekadar menikmati waktu tanpa agenda khusus.

Kalau saya sih, suasana seperti ini terasa pas untuk ngobrol santai sekaligus menikmati momen bersama keluarga. Gak harus selalu ada rencana besar agar sebuah kunjungan terasa berkesan.

Mengerjakan Tugas Sambil Menikmati Suasana Alam

Siapa bilang mengerjakan tugas harus selalu dilakukan di kamar atau perpustakaan? Sesekali, mencoba tempat nugas di Bantul dengan pemandangan alam bisa menjadi alternatif untuk mengubah suasana belajar.

Kamu bisa membawa laptop, buku, atau catatan kuliah sambil menikmati minuman. 

Namun, sebelum menjadikan Tempuran Space sebagai working space bernuansa alam, pastikan terlebih dahulu ketersediaan Wi-Fi, stopkontak, dan fasilitas lain yang kamu perlukan.

Kalau ingin bekerja lebih lama, pilih waktu yang sesuai dan tetap perhatikan kenyamanan pengunjung lain. Suasana alam memang menyenangkan, tetapi kebutuhan produktivitas setiap orang berbeda.

Tempuran Space Bantul, tempat ngopi sejuk di Jogja untuk bersantai dan mencari inspirasi.
Tempuran Space Bantul, tempat ngopi sejuk di Jogja untuk bersantai dan mencari inspirasi (doc. Riana Dewie)


Nongkrong dengan Pengalaman yang Berbeda

Buat kamu yang bosan dengan tempat nongkrong yang didominasi bangunan modern, Tempuran Space menawarkan alternatif dengan suasana hijau dan aliran sungai.

Oh ya, tempat seperti ini juga bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga. Kamu bisa mengobrol, menikmati makanan dan minuman, atau mengambil foto dengan latar alam.

Buat saya sih, pengalaman yang paling menarik justru ketika kita gak terlalu sibuk mengejar foto bagus atau memikirkan agenda berikutnya. Duduk santai bersama adik-adik saja sudah menyenangkan. Wkwkwkwk, ternyata agenda ngopi bisa berubah menjadi sesi menikmati alam yang lebih panjang!

4. Tips Sebelum Berkunjung ke Tempuran Space

Sebelum berangkat, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan agar kunjungan lebih nyaman.

Pertama, catat alamat Tempuran Space di Jalan Plataran No. 9, Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. 

Kamu bisa menggunakan aplikasi peta digital untuk membantu menemukan rute dari lokasimu. Perhatikan juga kondisi jalan di kawasan perkampungan ketika mendekati tujuan.

Kedua, pilih waktu kunjungan sesuai kebutuhan. Jika ingin menikmati suasana yang lebih teduh, kamu bisa mempertimbangkan pagi atau sore hari, sambil tetap mengecek cuaca dan jam operasional terbaru. Jangan lupa memastikan informasi jam buka sebelum berangkat.

Ketiga, cek menu, harga, dan fasilitas terlebih dahulu jika ada kebutuhan khusus. Harga yang terasa sepadan tentu bukan hanya tentang nominal makanan atau minuman, tetapi juga pengalaman yang didapatkan selama berkunjung.

Saat datang bersama adik-adik, saya justru lebih fokus menikmati alam daripada sekadar ngopi atau ngemil. Menurut saya, harga yang dibayarkan terasa sepadan dengan rasa hidangan dan suasana yang bisa dinikmati. Namun, penilaian soal harga tentu bisa berbeda untuk setiap pengunjung.

Terakhir, jika memilih duduk di area dekat sungai, tetap perhatikan keselamatan dan jaga kebersihan. Hindari membuang sampah ke aliran air dan awasi anak-anak saat berada di area tepi sungai.

Buat kamu yang ingin datang untuk bekerja atau belajar, jangan lupa memastikan fasilitas pendukungnya terlebih dahulu. Dengan begitu, kamu bisa menikmati suasana tanpa kecewa karena ada kebutuhan yang ternyata belum tersedia.

Pada akhirnya, Tempuran Space Bantul menjadi salah satu pilihan menarik untuk menikmati suasana berbeda di sekitar Jogja. Tempat ini menawarkan kesempatan untuk ngopi, berbincang, membaca, atau sekadar duduk sambil menikmati pepohonan dan suara aliran sungai.

Tempat healing di Bantul dengan suasana asri dan jauh dari hiruk-pikuk kota.
Tempat healing di Bantul dengan suasana asri dan jauh dari hiruk-pikuk kota (doc. Riana Dewie)


Buat kamu yang belakangan gampang capek, mulai merasa jenuh, atau ingin mencari suasana baru, sesekali gak ada salahnya meluangkan waktu untuk diri sendiri. 

Gak harus pergi jauh atau menghabiskan banyak uang untuk menikmati jeda.

Jadi, kapan terakhir kali kamu duduk santai tanpa terburu-buru mengejar sesuatu? Siapa tahu, secangkir kopi dan suasana hijau di Tempuran Space bisa menjadi awal dari hari yang terasa sedikit lebih ringan. 

Hihihihi, yuk, sesekali kasih kesempatan buat diri sendiri untuk bernapas lebih lega!



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Life Tips

Cara Memilih Makanan Kucing yang Bagus Tanpa Bikin Boncos

Berbagai pilihan makanan kucing untuk kebutuhan harian

Punya kucing memang menyenangkan, tetapi urusan memilih makanannya kadang bisa bikin bingung. Apalagi sekarang pilihan cat food makin banyak. Ada yang harganya belasan ribu, puluhan ribu, bahkan bisa jauh lebih tinggi.

Saya sendiri pernah berada di depan rak makanan kucing sambil membandingkan beberapa kemasan dan bertanya dalam hati, “Sebenarnya yang mahal memang lebih bagus, ya?”

Oh ya, suami saya cukup sayang dengan kucing-kucing tetangga. Lama-lama, dia malah hobi membelikan banyak makanan kucing dari aneka brand. 

Katanya, “Coba-coba dulu, cari yang paling cocok buat anak-anak itu.” Wkwkwkwk.... Yang dimaksud “anak-anak” tentu saja kucing-kucing tersebut.

Dari situ, perjalanan kami sebenarnya punya fokus yang sederhana: mencari makanan kucing yang harganya terjangkau, tetapi kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi. Nah, loh, memang ada?

Tahu gak, setelah riset beberapa waktu dan mencoba beberapa pilihan, akhirnya kami menemukan satu brand yang menurut kami cukup menarik untuk diberikan kepada kucing-kucing liar di sekitar rumah.

Ada satu hal yang kemudian saya sadari: harga ternyata gak bisa dijadikan satu-satunya patokan untuk menentukan kualitas makanan kucing. 

Ada banyak hal lain yang justru perlu diperhatikan, mulai dari kandungan nutrisi, usia kucing, feeding guide, sampai respons tubuh setelah makanan diberikan secara rutin.

Oh ya, buat saya yang paling penting adalah menemukan makanan yang sesuai kebutuhan kucing sekaligus masih masuk akal untuk budget bulanan. Jadi, gak harus selalu memilih yang paling mahal.

Jangan Terjebak Harga Saat Memilih Makanan Kucing

Makanan kucing yang mahal belum tentu otomatis menjadi pilihan yang paling sesuai. Sebaliknya, makanan kucing dengan harga lebih ekonomis juga gak berarti kualitasnya pasti rendah.

Sih, bagian ini yang sering bikin pemilik kucing terkecoh. Kita melihat harga di kemasan, lalu langsung menganggap semakin mahal berarti semakin bagus.

Padahal, ada beberapa faktor yang bisa membuat harga makanan kucing berbeda. Misalnya bahan yang digunakan, formulasi, ukuran kemasan, proses produksi, distribusi, hingga strategi penjualan.

Karena itu, daripada hanya melihat nominal di label, saya lebih suka membandingkan harga per gram atau bahkan memperkirakan biaya per porsi. Kemasan yang kelihatannya murah belum tentu paling hemat kalau kebutuhan makan hariannya lebih banyak.

Tahu gak, feeding guide pada kemasan juga bisa membantu menghitung perkiraan kebutuhan makanan setiap hari. Dari sana, kita bisa lebih mudah memperkirakan berapa biaya makan kucing dalam sebulan.

Jadi, konsep “hemat” bukan sekadar mencari harga paling murah. Yang dicari adalah value for money: kebutuhan kucing terpenuhi dengan biaya yang masih sesuai kemampuan pemilik.

Cara Memilih Makanan Kucing: 5 Hal yang Perlu Dicek

Lalu, bagaimana cara memilih makanan kucing yang bagus tanpa sekadar terpaku pada harga? Saya biasanya akan melihat beberapa hal berikut.

1. Cek Kandungan Nutrisinya

Jangan hanya melihat satu angka pada label. Perhatikan keseluruhan kandungan nutrisinya, seperti protein, lemak, serat, vitamin, mineral, taurine, dan kadar air.

Yang penting adalah makanan tersebut memang diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kucing sesuai peruntukannya.

2. Sesuaikan dengan Usia Kucing

Kebutuhan kitten tentu berbeda dengan kucing dewasa. Begitu juga dengan induk kucing yang sedang menyusui.

Karena itu, pilih makanan berdasarkan tahap kehidupan kucing. Misalnya, makanan untuk kitten, adult cat, atau mother & kitten.

Oh ya, jangan lupa mempertimbangkan kondisi masing-masing kucing juga. Usia memang penting, tetapi berat badan, aktivitas, dan kondisi tubuh bisa ikut memengaruhi kebutuhan makanannya.

Makanan kucing ekonomis dengan nutrisi yang sesuai kebutuhan
Makanan kucing ekonomis dengan nutrisi yang sesuai kebutuhan (freepik.com


3. Jangan Lewatkan Feeding Guide

Saya dulu juga termasuk yang suka mengabaikan tulisan kecil di belakang kemasan. Hihihihi.... Padahal, feeding guide justru cukup berguna.

Petunjuk pemberian makan biasanya memberikan gambaran jumlah makanan berdasarkan berat badan atau kondisi tertentu. Informasi ini bisa membantu menentukan porsi harian sekaligus menghitung pengeluaran bulanan.

4. Perhatikan Daya Cerna

Makanan yang dikonsumsi kucing tentu berkaitan dengan sistem pencernaannya. Salah satu hal yang bisa diamati di rumah adalah kondisi feses setelah kucing mengonsumsi makanan secara rutin.

Namun, jangan menjadikan kondisi feses sebagai satu-satunya indikator kualitas makanan. Jika kucing mengalami diare atau sembelit yang terus-menerus, sebaiknya konsultasikan dengan dokter hewan.

5. Amati Kondisi Kucing Setelah Makan

Cara memilih makanan kucing juga perlu melibatkan pengamatan setelah makanan diberikan. Bagaimana nafsu makannya? Bagaimana aktivitasnya? Bagaimana kondisi bulu dan tubuhnya?

Body Condition Score atau BCS juga bisa menjadi salah satu hal yang diperhatikan untuk melihat kondisi tubuh kucing. Namun, perubahan pada kucing gak selalu disebabkan oleh makanan saja karena banyak faktor lain yang bisa berpengaruh.

Makanan Kucing BOLT, Bisa Jadi Pilihan Ekonomis?

Dari berbagai pertimbangan tadi, kami akhirnya mengenal BOLT Cat Food sebagai salah satu pilihan yang cukup menarik untuk kebutuhan kucing-kucing di sekitar rumah.

Tahu gak, salah satu alasan makanan kucing BOLT masuk dalam pertimbangan kami adalah karena konsepnya cukup sesuai dengan pencarian kami sejak awal: makanan yang bisa memenuhi kebutuhan nutrisi kucing dengan harga yang lebih ekonomis.

BOLT Cat Food memiliki beberapa pilihan berdasarkan kebutuhan dan tahap kehidupan kucing. Ada BOLT Adult untuk kucing dewasa serta BOLT Mother & Kitten yang diperuntukkan bagi induk dan anak kucing.

Menurut saya, pembagian seperti ini penting karena memilih makanan kucing bukan cuma soal “kucing saya mau makan atau gak”. Kebutuhan nutrisi juga perlu disesuaikan dengan tahap kehidupannya.

Jadi, saat menemukan makanan kucing dengan harga yang relatif terjangkau, tetap cek peruntukan, kandungan nutrisi, dan feeding guide-nya. Jangan langsung mengambil kesimpulan hanya dari harga kemasan.

Biar Makanan Kucing Tetap Hemat Tanpa Asal Pilih

Pada akhirnya, cara memilih makanan kucing yang bagus bukan berarti harus mencari produk dengan harga tertinggi. Justru, kita perlu melihat kebutuhan kucing secara lebih menyeluruh.

Mulai dari usia, kondisi tubuh, kandungan nutrisi, feeding guide, sampai respons kucing setelah mengonsumsinya. Setelah itu, baru bandingkan dengan budget yang memang kita punya.

Sih, menurut saya pola seperti ini jauh lebih masuk akal daripada sekadar berpikir “yang mahal pasti bagus” atau “yang murah pasti kurang bagus”.

Kucing sedang menikmati makanan kucing di rumahKucing sedang menikmati makanan kucing di rumah (freepik.com) 


Beberapa kesalahan yang juga sebaiknya dihindari antara lain:

  • Hanya melihat harga tanpa membaca label.

  • Memilih makanan berdasarkan kemasan atau klaim “premium” saja.

  • Gak menyesuaikan makanan dengan usia kucing.

  • Mengabaikan feeding guide.

  • Langsung mengganti makanan tanpa memperhatikan respons kucing.

  • Menganggap kesehatan kucing hanya ditentukan oleh harga makanannya.

Oh ya, kalau kucing punya kebutuhan khusus atau kondisi kesehatan tertentu, pilihan makanannya sebaiknya dibicarakan dengan dokter hewan. Kebutuhan setiap kucing memang bisa berbeda.

***

Buat saya, mencari makanan kucing yang tepat memang sedikit butuh usaha. Apalagi kalau yang diberi makan bukan cuma satu atau dua ekor. Tapi setelah tahu apa saja yang perlu diperhatikan, proses memilihnya jadi jauh lebih gampang.

Dan buat kamu yang sedang mencari makanan kucing yang tetap ramah di kantong, BOLT Cat Food bisa menjadi salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan. Kepoin saja Instagram @boltpetfoodid, TikTok BOLT atau Facebook BOLT Pet Food Indonesia. 

Untuk pembelian, BOLT juga tersedia melalui pet shop serta official store CPPETINDO di e-commerce. Biar gak kelamaan, yuk klik tautan ini untuk membeli BOLT Cat Food DISINI. 

FAQ Seputar Memilih Makanan Kucing

Apakah makanan kucing murah pasti kualitasnya rendah?

Gak selalu. Harga bukan satu-satunya penentu kualitas. Periksa kandungan nutrisi, peruntukan, feeding guide, dan kebutuhan kucing.

Apakah makanan kucing mahal selalu lebih bagus?

Belum tentu. Yang lebih penting adalah kesesuaian makanan dengan kebutuhan nutrisi dan kondisi kucing.

Bagaimana cara membandingkan harga makanan kucing?

Jangan hanya membandingkan harga kemasan. Coba lihat berat bersih, feeding guide, kebutuhan harian, lalu hitung perkiraan biaya per gram atau per hari.

Apakah makanan ekonomis bisa diberikan setiap hari?

Bisa menjadi pilihan jika makanan tersebut memang diformulasikan untuk kebutuhan harian dan memenuhi kebutuhan nutrisi sesuai peruntukannya.

Jadi, kamu lebih pilih mana nih? Makanan kucing yang murah tapi bernutrisi? Atau mau tetap pilih yang mahal saja? Hihihi.... Selera kamu aja deh, yang penting kucingnya sehat-sehat ya :)


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments