Kalau ditanya destinasi yang sering saya kunjungi bersama keluarga untuk mencari ketenangan, jawabannya pasti makam Romo Sanjoyo di Muntilan, Magelang.
Tempat ini memang bukan objek wisata yang ramai seperti Candi Borobudur, tetapi justru suasananya yang tenang membuat saya selalu ingin kembali.
Apalagi kalau pikiran lagi penuh dengan pekerjaan atau rutinitas sehari-hari, rasanya menyempatkan diri berziarah ke sini selalu membawa perasaan lebih damai.
Ide untuk berziarah biasanya memang dadakan. Di tengah kesibukan masing-masing, saya dan suami kadang tiba-tiba sepakat, "Yuk, ke Muntilan."
Kalau cuma berdua, kami lebih sering naik motor karena perjalanan terasa lebih praktis dan cepat.
Namun kalau ada orang tua atau anggota keluarga lain yang ikut, kami memilih naik mobil supaya lebih nyaman.
Sejak kecil saya memang sudah dikenalkan orang tua dengan tempat ini. Beberapa kali kami singgah untuk berdoa sebelum atau sesudah bepergian ke Magelang.
Yang paling saya ingat sampai sekarang adalah suasananya yang adem, rindang, dan bikin hati terasa lebih tenang.
Oh ya, dulu saya mengira tempat ini hanya berupa kompleks makam biasa. Setelah dewasa dan beberapa kali datang lagi, saya baru sadar ternyata banyak cerita sejarah dan nilai rohani yang membuat tempat ini begitu istimewa.
Lalu, sebenarnya apa saja yang bisa ditemukan saat berziarah ke sini? Bagaimana rute menuju Makam Romo Sanjoyo dari Jogja?
Dan kalau sudah sampai Muntilan, tempat wisata apa saja yang menarik untuk dikunjungi? Tenang, saya akan berbagi pengalaman sekaligus panduannya sampai selesai.
Jadi, baca artikel ini sampai akhir ya!
Mengenal Sosok Romo Sanjoyo
Sebelum datang, menurut saya menarik juga kalau kita mengenal sedikit sosok yang dimakamkan di sini. Dengan begitu, ziarah yang dilakukan terasa lebih bermakna daripada sekadar datang, berdoa, lalu pulang.
Romo Sanjoyo merupakan salah satu imam Katolik yang berjasa dalam perkembangan Gereja Katolik di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa.
Nama beliau cukup dikenal oleh banyak umat Katolik karena dedikasinya dalam pelayanan dan pendampingan umat.
Makam beliau berada di kompleks Kerkhof Muntilan, sebuah kompleks pemakaman yang juga menjadi tempat peristirahatan beberapa tokoh Gereja Katolik lainnya.
Kawasan ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata religi Magelang sekaligus tempat ziarah Katolik dekat Jogja yang cukup populer.
Yang membuat saya senang, area makamnya benar-benar dirawat dengan baik. Pepohonan yang rindang membuat udara terasa sejuk hampir sepanjang hari.
Jadi meskipun datang saat siang, suasananya tetap nyaman untuk berdoa maupun duduk sejenak melakukan refleksi diri.
Banyak Didatangi Peziarah dari Berbagai Kota
Oh ya, banyak peziarah yang datang bukan hanya karena memiliki intensi doa tertentu.
Ada juga yang sekadar ingin mencari ketenangan, bersyukur atas berkat yang diterima, atau mengambil waktu hening di tengah aktivitas yang padat.
Selain makam Romo Sanjoyo, di kompleks ini juga terdapat Makam Romo Van Lith beserta beberapa makam para romo di Muntilan yang memiliki peran penting dalam perkembangan iman Katolik di Indonesia.
Karena itulah kawasan ini sering menjadi tujuan ziarah Katolik Jawa Tengah, baik secara pribadi maupun rombongan.
Bagi saya pribadi, mengetahui sedikit tentang sejarah Romo Sanjoyo membuat setiap kunjungan terasa berbeda.
Saya jadi lebih menghargai perjalanan para imam yang telah mengabdikan hidupnya bagi pelayanan umat.
Suasana teduh di makam Romo Sanjoyo sebagai tempat ziarah Katolik dekat Jogja (doc. Riana Dewie)
Rute Perjalanan dari Jogja ke Makam Romo Sanjoyo
Salah satu alasan saya cukup sering datang ke sini adalah karena lokasinya relatif dekat dari Yogyakarta.
Jadi, kalau sedang ingin melakukan perjalanan sehari dari Jogja, destinasi ini cocok sekali dimasukkan ke dalam daftar.
Naik Kendaraan Pribadi
Menurut saya, menggunakan kendaraan pribadi merupakan pilihan paling praktis.
Dari pusat Kota Yogyakarta, perjalanan menuju lokasi Makam Romo Sanjoyo biasanya memakan waktu sekitar satu hingga satu setengah jam, tergantung kondisi lalu lintas.
Rute yang biasa saya ambil adalah melewati Jalan Magelang menuju Muntilan. Jalannya lebar, mudah diikuti melalui aplikasi navigasi, dan banyak pilihan tempat makan maupun SPBU di sepanjang perjalanan.
Oh ya, kalau berangkat pagi sekitar pukul tujuh atau delapan, udara masih cukup sejuk sehingga perjalanan terasa lebih menyenangkan.
Pemandangan sawah dan Gunung Merapi di beberapa titik juga menjadi bonus yang bikin perjalanan gak terasa membosankan.
Hahahaha... kadang niat awal cuma ziarah, pulangnya malah mampir kuliner.
Naik Bus Umum
Buat yang gak membawa kendaraan pribadi, cara ke Makam Romo Sanjoyo juga cukup mudah menggunakan bus jurusan Yogyakarta-Magelang.
Turunlah di kawasan Muntilan, kemudian perjalanan bisa dilanjutkan menggunakan ojek atau layanan transportasi daring menuju kompleks Kerkhof.
Jaraknya relatif dekat sehingga biaya tambahan juga masih cukup terjangkau.
Pilihan ini cocok untuk peziarah dari luar kota yang ingin melakukan wisata rohani Katolik Magelang tanpa harus menyewa kendaraan.
Estimasi Waktu dan Biaya
Kalau berangkat dari Jogja menggunakan kendaraan pribadi, estimasi waktu perjalanan sekitar 60–90 menit.
Untuk motor, biaya bensin pulang-pergi biasanya sekitar Rp50.000 - Rp70.000, tergantung jenis kendaraan dan kondisi jalan.
Kalau menggunakan mobil tentu sedikit lebih besar, tetapi tetap tergolong ekonomis untuk perjalanan keluarga.
Sementara bila menggunakan bus umum, biaya perjalanan juga relatif ramah di kantong. Tinggal menambahkan ongkos ojek menuju kompleks makam.
Apa yang Bisa Dilakukan Saat Berziarah?
Banyak orang mengira berziarah ke makam hanya sebentar, lalu selesai. Padahal menurut saya, ada banyak hal yang bisa dilakukan selama berada di kompleks Kerkhof Muntilan.
Karena suasananya benar-benar tenang, saya biasanya memilih menikmati setiap sudutnya tanpa terburu-buru.
1. Berdoa Secara Pribadi
Tentu saja tujuan utama datang ke sini adalah berdoa. Setiap orang punya intensi yang berbeda-beda. Ada yang mendoakan keluarga, memohon kelancaran pekerjaan, mengucap syukur, hingga menyerahkan pergumulan hidup kepada Tuhan.
Oh ya, saya juga sering melihat para peziarah Katolik datang membawa buku doa atau rosario. Ada yang berdoa secara pribadi, ada pula yang datang bersama rombongan dan mengadakan doa novena sesuai intensi masing-masing.
2. Mengunjungi Makam Romo Van Lith
Kalau sudah berada di kompleks ini, jangan langsung pulang. Luangkan waktu untuk mengunjungi Makam Romo Van Lith yang lokasinya masih berada di kawasan yang sama.
Nama Romo Van Lith tentu sudah sangat dikenal dalam sejarah perkembangan Gereja Katolik di Indonesia. Beliau memiliki jasa besar dalam dunia pendidikan sekaligus penyebaran iman Katolik, khususnya di wilayah Jawa.
3. Berjalan Mengelilingi Kompleks Kerkhof
Selain berdoa, saya juga suka berjalan santai mengelilingi area Kerkhof Muntilan.
Kompleks ini bersih, rapi, dan dipenuhi pepohonan besar yang membuat suasana semakin teduh. Di beberapa sudut terdapat kapel sederhana yang sering dimanfaatkan umat untuk berdoa. Ada pula area yang biasa digunakan rombongan untuk berkumpul sebelum atau sesudah ziarah.
Yang menarik, kawasan ini juga menjadi bagian dari wisata sejarah Gereja Katolik di Indonesia. Banyak tokoh penting yang dimakamkan di sini sehingga setiap sudutnya menyimpan cerita tersendiri.
Kalau suka fotografi, tempat ini juga cukup menarik. Tentu saja tetap menjaga sikap hormat karena ini merupakan kawasan pemakaman dan tempat doa.
4. Menikmati Suasana Hening untuk Refleksi
Inilah bagian favorit saya.
Kadang saya gak langsung pulang setelah selesai berdoa. Saya memilih duduk di bawah pohon sambil menikmati udara segar beberapa menit. Rasanya seperti memberi waktu kepada diri sendiri untuk berhenti sejenak dari rutinitas yang padat.
Di zaman sekarang yang serba cepat, menemukan tempat hening seperti ini menurut saya cukup sulit. Karena itu saya selalu menikmati setiap kesempatan saat berada di sini.
Fasilitas yang Tersedia
Walaupun merupakan kawasan ziarah, fasilitas di sekitar lokasi Makam Romo Sanjoyo menurut saya sudah cukup memadai.
Area parkir tersedia untuk motor maupun mobil sehingga peziarah gak perlu khawatir mencari tempat parkir. Jalur menuju makam juga cukup nyaman dilalui berbagai usia.
Di sekitar kawasan Muntilan juga terdapat warung makan, minimarket, toilet umum, hingga SPBU. Jadi kalau ingin melanjutkan perjalanan ke destinasi lain, semuanya sudah cukup mudah dijangkau.
Tidak jauh dari kawasan ini juga terdapat Gereja Santo Antonius Muntilan yang sering dikunjungi umat sebelum atau sesudah berziarah.
Selain itu, kawasan Seminari Mertoyudan yang terkenal sebagai tempat pendidikan calon imam juga berada di wilayah Muntilan sehingga sering menjadi bagian dari rangkaian wisata rohani bagi banyak umat.
Kalau sudah jauh-jauh datang ke Muntilan, menurut saya sayang sekali kalau langsung pulang.
Masih banyak destinasi menarik yang bisa dikunjungi dalam satu hari. Kamu bisa mampir ke Candi Mendut, Candi Borobudur, Gereja Ayam Bukit Rhema, Punthuk Setumbu, Svargabumi Borobudur dsb.
Menurut saya, kombinasi ziarah di makam Romo Sanjoyo lalu dilanjutkan menjelajahi berbagai destinasi ini membuat satu hari di Magelang terasa sangat berkesan.
Kita bisa mendapatkan ketenangan batin sekaligus menikmati keindahan alam dan kekayaan sejarah yang dimiliki daerah ini.
Tips Agar Ziarah Lebih Nyaman
Setelah beberapa kali berkunjung ke makam Romo Sanjoyo, saya punya beberapa tips sederhana yang mungkin bisa membantu, terutama kalau ini adalah pengalaman ziarah pertama. Tipsnya memang sederhana, tetapi cukup berpengaruh supaya perjalanan terasa lebih nyaman dan berkesan.
1. Datang pada Pagi Hari
Kalau memungkinkan, usahakan berangkat pagi dari Jogja. Selain udara masih segar, suasana di kompleks Kerkhof Muntilan juga relatif lebih tenang. Saya biasanya berangkat sekitar pukul 07.00 sehingga sebelum siang sudah sampai di lokasi.
Oh ya, kalau datang lebih pagi, kita juga punya waktu lebih leluasa untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi wisata di sekitar Magelang tanpa terburu-buru.
2. Gunakan Pakaian yang Sopan dan Nyaman
Karena ini merupakan tempat ziarah dan tempat berdoa, sebaiknya gunakan pakaian yang sopan serta nyaman dipakai berjalan kaki.
Saya biasanya memilih pakaian berbahan adem karena cuaca Magelang kadang cukup hangat menjelang siang.
3. Jaga Ketenangan Selama Berada di Area Makam
Meski banyak peziarah datang bersama keluarga atau rombongan, tetap usahakan menjaga suara agar gak terlalu keras.
Menurut saya, saling menghormati sesama pengunjung merupakan bagian dari pengalaman wisata rohani itu sendiri. Dengan suasana yang tenang, semua orang bisa berdoa dan melakukan refleksi tanpa terganggu.
4. Siapkan Air Minum dan Kamera
Kalau ingin melanjutkan perjalanan ke beberapa destinasi wisata seperti Candi Borobudur, Punthuk Setumbu, atau Svargabumi Borobudur, sebaiknya siapkan air minum sejak awal.
Saya juga hampir selalu membawa kamera atau menggunakan kamera ponsel.
Bukan untuk berfoto di area makam secara berlebihan, tetapi lebih untuk mengabadikan perjalanan menuju berbagai tempat menarik di Magelang.
Penutup
Buat saya, perjalanan ke makam Romo Sanjoyo selalu lebih dari sekadar perjalanan biasa. Ada rasa tenang yang sulit dijelaskan setiap kali memasuki kawasan Kerkhof Muntilan.
Dalam satu hari, saya bisa berdoa dengan lebih khusyuk, mengenang perjalanan para tokoh Gereja seperti Romo Van Lith, menikmati suasana teduh di kawasan Muntilan
Kamu juga bis amelanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi menarik seperti Candi Mendut, Candi Borobudur, Gereja Ayam, hingga Punthuk Setumbu.
Kalau saya sih, perpaduan antara perjalanan spiritual, wisata sejarah, dan wisata alam seperti ini memang sulit ditemukan di tempat lain.
Rasanya pulang bukan hanya membawa foto-foto baru, tetapi juga hati yang jauh lebih tenang.
Selamat berziarah, semoga perjalananmu lancar, doa-doamu membawa ketenangan, dan kamu juga sempat menikmati indahnya Magelang dalam satu perjalanan yang penuh makna.


























.png)