In Destinations

Wisdom Park UGM Jogja: Spot Hijau Favorit Anak Muda

Wisdom Park UGM Jogja dengan hamparan rumput hijau luas dan suasana santai

Setiap orang pasti pernah merasa penat dengan rutinitas yang itu-itu saja. Saya pun begitu. Kadang, kerjaan numpuk, pikiran penuh, dan rasanya butuh healing tipis-tipis tanpa harus pergi jauh. 

Nah, salah satu tempat yang sering saya datangi adalah Wisdom Park UGM.

Oh ya, buat saya pribadi, tempat ini tuh semacam “pelarian sehat” yang selalu berhasil bikin mood balik lagi. Gak perlu tiket mahal, gak perlu ribet, tapi efeknya tuh berasa banget.

Kalau saya sih biasanya datang sore hari, duduk santai sambil lihat orang jogging, jalan santai, bahkan ada juga yang sibuk ngonten. 

Suasana wisdom park UGM Jogja ini emang hidup banget, tapi tetap terasa tenang.

Melihat orang ngobrol santai, pacaran, sampai sekadar rebahan di rumput tuh rasanya sederhana tapi hangat. Hihihihi… kadang saya juga ikut-ikutan bengong tanpa tujuan jelas.


Kenalan dengan Wisdom Park UGM

Kalau kamu belum pernah ke sini, Wisdom Park UGM adalah salah satu taman kampus UGM Jogja yang luas dan terbuka. Lokasinya cukup strategis dan mudah diakses dari berbagai arah.

Pintu masuk utama biasanya lewat area utara kampus, dekat Jalan Bhineka Tunggal Ika dan tidak jauh dari Masjid Kampus UGM. Gapura “Taman Kearifan Wisdom Park” jadi penandanya.

Aksesnya juga fleksibel. Dari arah utara bisa lewat portal UGM, sedangkan dari pusat kampus tinggal arahkan ke jalan utama tersebut.

Oh ya, saya biasanya masuk dari pintu utara sih karena lebih sepi dan sudah hafal spot-spot favorit di sana. Pernah juga masuk dari arah pusat UGM, tapi cuma sekali waktu nemenin teman jogging.

Secara keseluruhan, tempat ini adalah ruang terbuka hijau di Jogja yang luas, dengan hamparan rumput yang bikin mata adem. Gak heran kalau suasana wisdom park UGM selalu jadi daya tarik utama.

Aktivitas di Wisdom Park UGM seperti duduk di rumput dan menikmati angin sore
Aktivitas di Wisdom Park UGM seperti duduk di rumput dan menikmati angin sore (doc. Riana Dewie)


Alasan Saya Sering Healing ke Wisdom Park UGM

Tempatnya Luas & Gak Bikin Sumpek

Salah satu alasan saya sering datang ke sini adalah karena areanya luas banget. Mau lari ke sana kemari juga bebas.

Bahkan, saya sering lihat mahasiswa nugas bareng pakai almamater mereka. Jadi, tempat ini memang multifungsi, mulai dari belajar sampai santai.

Bisa Duduk Santai di Rumput

Ini bagian favorit saya. Duduk di rumput UGM tuh punya sensasi tersendiri.

Kalau datang bareng teman, saya biasanya bikin picnic vibes kecil-kecilan. Bawa tikar, snack, minuman dingin, bahkan kadang bawa permainan sederhana. 

Seru banget, hahahaha… berasa kembali ke masa kecil.

Gratis & Tanpa Ribet

Ini sih yang paling bikin nagih. Wisdom Park UGM termasuk tempat nongkrong UGM gratis yang ramah di kantong.

Kalau saya sih, biaya paling cuma parkir saja. Selebihnya, tinggal menikmati suasana tanpa beban.

Oh ya, selama kita tetap menjaga sikap dan gak melanggar aturan, semuanya aman dan nyaman kok.

Danau Bijak (Danau Lembah UGM) di Wisdom Park
Danau Bijak (Danau Lembah UGM) di Wisdom Park (doc. Riana Dewie)


Cocok untuk Me Time Tanpa Distraksi

Kadang saya juga datang sendiri. Duduk, pakai headset, atau sekadar lihat sekitar.

Banyak juga yang baca buku, foto-foto, atau menikmati waktu sendiri. Ini yang bikin tempat ini cocok sebagai tempat cari ketenangan di Jogja.


Aktivitas Santai yang Bisa Dilakukan di Sini

Duduk di Rumput & Menikmati Suasana

Sederhana, tapi efeknya luar biasa. Duduk di rumput sambil menikmati angin sore di Jogja bikin pikiran lebih ringan.

Oh ya, saya sering banget melakukan ini saat lagi butuh jeda dari aktivitas harian.

Lihat Orang Jogging & Jalan Santai

Wisdom Park juga jadi tempat jogging di UGM yang cukup populer. Banyak orang olahraga ringan di sini.

Melihat mereka tuh bikin saya ikut semangat bergerak.

Ngonten & Lihat Orang Ngonten

Sekarang, banyak juga yang datang untuk bikin konten. Spotnya aesthetic banget tanpa perlu biaya mahal.

Saya sendiri pernah coba ngonten di sini, dan hasilnya cukup unik karena serba hijau dan terlihat sejuk gitu. 

Saya dan anak lanang berfoto di Wisdom Park UGM
Saya dan anak lanang berfoto di Wisdom Park UGM (doc. Riana Dewie)


Oh ya, ada juga video lucu yang kami buat di sini. Kalau mau nonton bisa kepoin LINK ini yaa.... Hihihi

Sekadar Bengong yang Justru Menenangkan

Kadang, gak melakukan apa-apa justru yang paling menenangkan.

Kalau kamu lagi capek, coba deh duduk dan bengong di sini. Percaya deh, mood kamu bakal pelan-pelan naik lagi.


Suasana Wisdom Park UGM di Berbagai Waktu

Pagi hari, tempat ini terasa segar. Banyak yang jogging santai di taman dan menikmati udara pagi.

Sore hari adalah waktu favorit saya. Golden hour di taman hijau luas Jogja ini memang gak pernah gagal. Cahaya matahari, angin sepoi-sepoi, dan suasana yang hidup jadi kombinasi sempurna.

Oh ya, kalau malam, suasananya lebih tenang. Cocok buat kamu yang ingin suasana lebih sepi.

Pemandangan taman kampus UGM Jogja di Wisdom Park dengan suasana asri dan nyamanPemandangan taman kampus UGM Jogja di Wisdom Park dengan suasana asri dan nyaman (doc. Riana Dewie)


Kenapa Wisdom Park UGM Cocok untuk Healing Murah

Pertama, jelas karena gratis. Ini termasu

k tempat healing di Jogja murah yang tetap berkualitas.

Kedua, aksesnya mudah. Lokasi wisdom park UGM yang berada di area kampus membuatnya gampang dijangkau.

Ketiga, suasana kampus UGM yang asri bikin tempat ini terasa beda.

Keempat, gak perlu planning ribet. Tinggal datang, duduk, dan menikmati.

Kalau saya sih, ini definisi slow living versi sederhana.


Tips Biar Healing Kamu Makin Maksimal

- Datang sore hari biar gak terlalu panas
- Bawa alas duduk kalau mau lebih nyaman
- Pakai outfit santai
- Jangan lupa bawa air minum

Oh ya, satu lagi, jangan lupa bawa mood yang baik. Karena tempat ini akan terasa lebih menyenangkan kalau kita juga datang dengan pikiran terbuka.


Tempat Sederhana yang Selalu Bikin Rindu

Buat saya, Wisdom Park UGM bukan sekadar taman biasa. Ini adalah tempat di mana saya bisa “berhenti sebentar” dari dunia yang terlalu sibuk.

Gak perlu biaya mahal, gak perlu jauh-jauh. Cukup duduk di rumput, menikmati angin, dan melihat aktivitas santai di ruang terbuka.

Spot healing di Wisdom Park UGM Jogja yang cocok untuk me time dan santai
Spot healing di Wisdom Park UGM Jogja yang cocok untuk me time dan santai (doc. Riana Dewie)


Oh ya, healing saya memang sesederhana ini. Melihat taman hijau, merasakan angin, dan menikmati suasana sudah cukup untuk mengisi ulang energi.

Jadi, kalau kamu lagi butuh tempat santai sore hari Jogja yang murah dan nyaman, Wisdom Park UGM bisa jadi pilihan.

Buat kamu yang di Jogja, sudah pernah ke sini belum?



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Travel Stories

Ubur-Ubur Api Parangtritis Muncul, Wisatawan Harus Hati-Hati!

fenomena ubur ubur api Parangtritis muncul di bibir pantai setelah ombak besar

Ke pantai lagi? Jangan heran kalau saya sering menulis tentang pantai ya. Hahahaha... 

Jogja dan sekitarnya itu punya banyak pantai, tinggal pilih dan masing-masing punya keunikan sendiri saat buat healing

Nah, kali ini saya mau cerita tentang ubur-ubur api Parangtritis yang sempat bikin saya kaget sekaligus belajar banyak hal soal keselamatan wisata pantai.

Oh ya, saya sendiri memang tipe yang lebih suka liburan santai, duduk di pasir sambil lihat ombak daripada ke tempat ramai yang penuh antrean.


Jogja Itu Punya Banyak Pantai!

Beberapa waktu lalu, saya bersama sepupu dan ponakan niatin main ke Pantai Parangtritis. Pantai ini memang jadi favorit karena lokasinya gampang dijangkau dan vibes-nya selalu bikin rileks.

Kami datang pagi hari, jalan-jalan santai, foto-foto, dan menikmati suasana pantai selatan dengan ombak besar khasnya. 

Setelah capek main pasir, biasanya kami lanjut ke Pantai Depok buat kulineran. Nah, di sini surganya seafood segar.

suasana wisata pantai Jogja aman dengan tanda peringatan ubur ubur Parangtritis
Suasana wisata pantai Jogja aman dengan tanda peringatan ubur ubur Parangtritis (doc. Riana Dewie)


Saya sih biasanya langsung ke pasar ikan, pilih sendiri kerang, ikan, atau cumi, lalu dibawa ke warung langganan buat dimasak sesuai selera. Rasanya? Gak usah ditanya, selalu bikin nagih.

Masalahnya, waktu itu saya gak tahu kalau kunjungan kami bertepatan dengan musim ubur ubur Parangtritis. 

Katanya sih ubur-ubur ini bisa nyetrum. Lah, kok bisa? Nah, dari situ saya mulai penasaran.

Oh ya, awalnya saya juga mikir ubur-ubur itu cuma ada di laut dalam, ternyata bisa sampai ke pinggir pantai juga.


Fenomena Ubur-Ubur Api di Pantai Parangtritis

Saat di Parangtritis, saya belum langsung nemu ubur-uburnya. Mungkin karena lokasi saya berbeda dengan titik kemunculan mereka. Katanya sih, ubur-ubur ini sering muncul bergerombol memanjang di area tertentu. Saya sempat mikir, “Ah, mungkin lagi gak ada.”

Eh, ternyata begitu pindah ke Pantai Depok, saya malah nemu makhluk unik ini. Bentuknya kecil, transparan, agak kebiruan, seperti dilapisi plastik tipis. Jujur, lucu sih dilihat, tapi juga bikin penasaran.

ubur ubur di pasir pantai Parangtritis yang berbahaya jika disentuh wisatawan
Ubur ubur di pasir pantai Parangtritis yang berbahaya jika disentuh wisatawan (doc. Riana Dewie)


Untungnya saya gak jadi pegang. Setelah tanya warga sekitar, ternyata itu ubur-ubur api Parangtritis yang dikenal bisa menyengat. Hihihihi... kebayang gak sih kalau tadi saya pegang?

Fenomena ubur ubur di Parangtritis ini memang sering bikin wisatawan kaget. Soalnya gak muncul setiap hari. Kadang pantai bersih, tiba-tiba di hari tertentu banyak ubur-ubur di pasir pantai.

Selain itu, banyak orang gak sadar kalau ubur-ubur tetap berbahaya meski sudah terdampar. Ini yang sering jadi masalah.

Oh ya, ubur-ubur ini sering banget terlihat di pasir, bukan cuma di air. Jadi walaupun kamu gak main ke laut, tetap ada risiko kalau gak hati-hati.

Sebenarnya, apa sih ubur-ubur api itu?


Apa Itu Ubur-Ubur Api dan Kenapa Berbahaya?

Ciri-Ciri Ubur-Ubur Api

Ubur-ubur ini biasanya berukuran kecil, transparan, dan kadang berwarna biru. Sekilas memang terlihat cantik dan gak berbahaya. Tapi justru itu yang bikin banyak orang tertipu.

- Bentuknya seperti gel lembek
- Ada tentakel halus
- Terlihat seperti ubur ubur kecil transparan biru

Walaupun sudah di pasir, mereka tetap bisa menyengat. Jadi jangan pernah anggap aman.

Oh ya, saya sempat lihat anak kecil mau pegang karena penasaran. Untung langsung dilarang orang tuanya.

Keponakan saya saat main di Pantai Parangtritis
Keponakan saya saat main di Pantai Parangtritis (doc. Riana Dewie)


Kenapa Bisa Menyengat?

Ubur-ubur punya tentakel yang mengandung racun. Saat tersentuh, racun ini bisa langsung bereaksi ke kulit.

- Sengatan ubur ubur terasa panas
- Perih seperti terbakar
- Bisa merah dan gatal

Makanya, bahaya ubur ubur api di pantai ini gak boleh diremehkan.


Kapan Musim Ubur-Ubur di Parangtritis?

Banyak yang tanya, ubur ubur Parangtritis kapan muncul?

Jawabannya: musiman.

- April sampai Juni (pancaroba ke kemarau)
- Bisa berlanjut sampai Juli atau Agustus

Fenomena ini sangat dipengaruhi oleh arus laut Samudra Hindia, pantai selatan ombak besar, serta kondisi cuaca dan angin.

Kadang ubur-ubur muncul tiba-tiba setelah ombak tinggi semalaman.

Oh ya, gak setiap hari ada ubur-ubur. Jadi kalau kamu datang dan gak lihat, bukan berarti aman terus ya.


Penyebab Ubur-Ubur Naik ke Pantai

Sambil nunggu pesanan seafood diolah ibu-ibu warung, saya sempat ngobrol soal penyebab ubur-ubur ini naik ke pantai.

Saya waktu itu beli kerang dara, kerang hijau, cakalang, dan cumi. Sambil nunggu, saya lihat-lihat sekitar, dan ternyata memang cukup banyak ubur-ubur.

Hidangan seafood siap disantap
Hidangan seafood siap disantap (doc. Riana Dewie)


Dan taraaaa... makanan datang! Hahaha... serius deh, makan seafood di pinggir pantai itu rasanya “surgaaa” banget.

Oh ya, setelah kenyang, saya lanjut cari tahu soal ubur-ubur ini.

- Arus laut membawa ubur-ubur ke bibir pantai
- Perubahan suhu air laut mempengaruhi pergerakan
- Angin kencang dan gelombang besar mendorong ke daratan
- Habitat alami yang terganggu

Fenomena ini umum terjadi di ubur ubur pantai selatan Jogja termasuk Parangtritis dan Depok.


Tips Aman Saat Berwisata di Parangtritis

Hal yang Harus Dihindari

- Jangan menyentuh ubur-ubur
- Jangan bermain terlalu jauh saat ada peringatan
- Jangan anggap remeh ubur-ubur kecil

Oh ya, rasa penasaran itu wajar, tapi tetap harus dikontrol ya.

Cara Menghindari Sengatan

- Gunakan alas kaki
- Perhatikan pengumuman petugas pantai
- Hindari area yang banyak ubur-ubur

Ini penting banget buat keselamatan wisata pantai dan menjaga liburan tetap nyaman.

Ubur-ubur biasanya berkelompok dan tampak memanjang
Ubur-ubur biasanya berkelompok dan tampak memanjang di beberapa titik pantai (doc. Riana Dewie)


Pertolongan Pertama Jika Tersengat Ubur-Ubur

- Jangan panik
- Bilas dengan air laut, bukan air tawar
- Gunakan cuka jika tersedia
- Jangan digosok
- Segera ke petugas jika parah

Oh ya, penanganan yang tepat bisa membantu mengurangi rasa sakit dan mencegah iritasi lebih lanjut.


Tetap Seru Liburan, Asal Lebih Waspada

Walaupun ada ubur-ubur api Parangtritis, bukan berarti kamu gak bisa liburan ke pantai.

Menurut saya sih, selama kita tahu risikonya dan tetap waspada, semuanya masih aman dan menyenangkan.

Pantai tetap jadi destinasi favorit dengan keindahan yang gak tergantikan. Yang penting, pahami kondisi alam dan ikuti aturan yang ada.

Liburan tetap bisa nyaman asal jaga diri
Liburan tetap bisa nyaman asal jaga diri (doc. Riana Dewie)


Hihihihi... pengalaman ini justru bikin saya lebih respect sama alam.

Oh ya, liburan itu tetap bisa nyaman kalau kita tahu cara jaga diri. Bahkan pengalaman seperti ini bisa jadi cerita seru. Iya kannnn..... :D 


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Culinary Journey

Jadah Tempe Kaliurang, Kuliner Jogja yang Dirindukan

Jadah Tempe Kaliurang dengan tempe bacem manis gurih

Siapa yang pernah liburan ke Kaliurang? Wisata Jogja area utara ini memang selalu punya daya tarik tersendiri. 

Selain memiliki beberapa titik wisata menarik, kawasan ini juga terkenal dengan udara sejuk khas kaki Gunung Merapi yang bikin betah berlama-lama. 

Nah, di balik suasana adem itu, ada satu kuliner yang hampir gak pernah dilewatkan wisatawan: Jadah Tempe.

Saya sendiri sebagai orang Jogja sih, tiap ke sana hampir pasti beli. Rasanya kayak ada yang kurang kalau pulang tanpa bawa ini. 

Bahkan bapak ibu di rumah juga sering nitip kalau tahu saya lagi ke Kaliurang. 

Oh ya, lucunya, kadang niatnya cuma beli satu bungkus, eh malah jadi nambah karena tergoda aromanya, hahahaha....

Apa sih sebenarnya yang bikin Jadah Tempe begitu spesial? Yuk, saya ceritain dari pengalaman pribadi yang mungkin juga bakal kamu rasakan kalau mampir ke sana.


Apa Itu Jadah Tempe? Kuliner Sederhana yang Ikonik

Jadah tempe adalah salah satu makanan tradisional Jawa yang terdiri dari dua komponen utama: jadah dari ketan dan tempe bacem. 

Jadah dibuat dari beras ketan yang ditumbuk hingga halus, menghasilkan tekstur legit dan sedikit kenyal. 

Jadah Tempe sebagai oleh oleh khas Kaliurang Jogja
Jadah Tempe sebagai oleh oleh khas Kaliurang Jogja (foto: Anggoro Dwi Kurniawan dari Google Review)


Sementara itu, tempe bacem dimasak dengan bumbu manis gurih yang meresap sempurna.

Perpaduan keduanya menciptakan rasa yang unik: legit dari ketan berpadu dengan tempe bacem manis gurih yang bikin nagih. 

Sederhana banget sebenarnya, tapi justru di situ letak keistimewaannya.

Oh ya, saya sih selalu suka bagian jadahnya yang lembut itu, apalagi kalau masih hangat. Rasanya tuh kayak comfort food versi lokal yang gak pernah gagal bikin mood naik.

Jadah tempe juga termasuk jajanan pasar khas Jogja yang masih bertahan sampai sekarang. Di tengah banyaknya makanan modern, kuliner ini tetap punya tempat di hati banyak orang.


Asal Usul Jadah Tempe Kaliurang yang Melegenda

Kalau ngomongin jadah tempe Kaliurang, kita gak bisa lepas dari sejarahnya yang cukup panjang. 

Kuliner ini awalnya dijual oleh masyarakat lokal sebagai makanan sederhana untuk para pengunjung yang datang ke kawasan wisata.

Seiring waktu, jadah tempe berkembang menjadi bagian dari kuliner legendaris Yogyakarta. Banyak penjual yang mempertahankan resep turun-temurun, sehingga cita rasanya tetap autentik.

Oh ya, menariknya, kawasan Kaliurang yang berada di kaki Gunung Merapi memang sejak dulu jadi tujuan wisata. Jadi gak heran kalau makanan khas seperti ini ikut berkembang bersama ramainya wisata.


Jadah Tempe dan Perkembangannya dari Dulu ke Sekarang

Dulu, jadah tempe dijual secara sederhana di pinggir jalan. Sekarang, sudah banyak tempat yang menjualnya dengan kemasan lebih rapi dan menarik.

Meski begitu, resep jadah tempe tradisional tetap dipertahankan. Cara membuat jadah tempe pun masih banyak yang menggunakan teknik manual agar rasa khasnya gak hilang.

Dari sekadar camilan tradisional Indonesia, kini jadah tempe jadi salah satu ikon wisata kuliner Kaliurang yang selalu dicari.


Kenapa Jadah Tempe Kaliurang Selalu Jadi Favorit Wisatawan?

Ada beberapa alasan kenapa jadah tempe khas Jogja ini selalu jadi incaran:

Pertama, lokasinya yang berada di kawasan wisata. Setelah jalan-jalan, rasanya pas banget buat ngemil sesuatu yang hangat.

Kedua, udara sejuk Kaliurang bikin makanan ini terasa lebih nikmat. Serius deh, makan di sana tuh beda rasanya.

Ketiga, harganya masih terjangkau. Harga jadah tempe Kaliurang relatif ramah di kantong, jadi cocok untuk semua kalangan.

Keempat, mudah ditemukan sebagai oleh oleh khas Kaliurang. Hampir di sepanjang jalan, kamu bisa nemuin penjualnya.

Oh ya, saya pernah bandingin makan di rumah sama di lokasi langsung, dan jujur beda sih. Lebih berasa vibes-nya kalau dimakan di sana.

Sensasi Makan Jadah Tempe di Udara Sejuk Kaliurang

Bapak Ibu saya saat berwisata ke Telaga Putri Kaliurang
Bapak Ibu saya saat berwisata ke Telaga Putri Kaliurang (doc. Riana Dewie)

Pengalaman makan langsung di Kaliurang itu gak tergantikan. Saya pribadi sering beli lalu dimakan sambil jalan menuju area Telaga Putri.

Bayangin aja, suasana alam yang tenang, udara dingin, lalu ditemani makanan hangat. Kombinasi yang simpel tapi menyenangkan.

Kadang saya sampai mikir, kenapa makanan sederhana bisa seenak ini ya? hihihihi....

Walaupun akhirnya harus dibawa pulang juga sebagai oleh-oleh, tenang aja. Rasanya tetap enak kok, gak jauh beda.


Rekomendasi Tempat Jadah Tempe Enak di Kaliurang

Kalau ngomongin jadah tempe paling enak di Jogja, pasti banyak versi. Tapi salah satu yang cukup terkenal adalah jadah tempe Mbah Carik.

Setiap penjual biasanya punya ciri khas sendiri, entah dari rasa jadahnya atau bumbu tempenya.

Oh ya, tips dari saya sih, jangan ragu buat cobain beberapa tempat. Kadang justru nemu yang enak dari penjual yang gak terlalu ramai.

Warung Jadah Tempe Mbah Carik yang legendaris di Jogja
Warung Jadah Tempe Mbah Carik yang legendaris di Jogja (foto: Anggoro Dwi Kurniawan dari Google Review)


Tips Membeli Jadah Tempe untuk Oleh-Oleh

Pilih yang masih hangat supaya rasanya lebih nikmat dan tahan lebih lama.

Perhatikan tekstur jadah, sebaiknya yang lembut dan gak terlalu keras.

Untuk penyimpanan, kamu bisa tanya langsung ke penjual. Tapi kalau saya pribadi sih, biasanya langsung masuk kulkas.

Besoknya tinggal dipanaskan lagi: jadah dikukus, tempe digoreng sebentar. Dijamin rasanya masih otentik banget.

Oh ya, setelah sekitar setengah perjalanan tulisan ini, saya jadi inget pernah baca cerita dari blogger rafahlevi yang juga ngebahas pengalaman kulineran di Jogja.

Ternyata banyak juga ya yang punya kenangan tentang Jogja dan kuliner menariknya :)

Jadah Tempe khas Jogja disajikan hangat di Kaliurang
Jadah Tempe khas Jogja disajikan hangat di Kaliurang (doc. Riana Dewie)


Cara Membuat Jadah Tempe Khas Jogja di Rumah

Kalau kamu penasaran, sebenarnya cara membuat jadah tempe itu cukup sederhana.

Bahan jadah: beras ketan, kelapa parut, dan garam.

Bahan tempe bacem: tempe, gula merah, bawang putih, ketumbar, dan daun salam.

Langkahnya dimulai dari memasak ketan lalu ditumbuk hingga halus. Setelah itu, tempe dimasak dengan bumbu bacem hingga meresap.

Oh ya, kunci rasanya ada di keseimbangan bumbu. Jangan terlalu manis, tapi juga gak hambar.

Kalau saya sih, walaupun bisa bikin sendiri, tetap aja rasanya beda sama yang di Kaliurang. Mungkin karena suasananya juga ya.


Jadah Tempe, Rasa Tradisional yang Gak Pernah Hilang

Jadah tempe bukan sekadar makanan, tapi juga bagian dari cerita dan kenangan. Dari dulu sampai sekarang, kuliner ini tetap eksis sebagai makanan khas daerah Sleman yang dicintai banyak orang.

Perpaduan rasa manis dan gurih yang sederhana justru jadi daya tarik utamanya. Ditambah suasana Kaliurang yang adem, pengalaman menikmatinya jadi makin lengkap.

Sambil berwisata Jeep Merapi juga asyik
Sambil berwisata Jeep Merapi juga asyik (doc. Riana Dewie)


Eh, jadi inget deh. Saya pernah baca cerita seru dari seorang blogger film bandung yang menjadikan aneka kuliner enak sebagai bagian dari pengalaman traveling mereka, seperti tulisan ini. Hihihi....

Oh ya, kalau kamu main ke Jogja, khususnya ke Kaliurang, jangan sampai melewatkan kuliner ini. Percaya deh, sekali coba pasti pengen lagi.

Pokoknya, kalau kamu mampir ke sana, jangan lupa bawa jadah tempe untuk camilan di perjalanan. Enak, gurih, dan bikin nagih! 





Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Cultural Events

Dari Legenda ke Panggung: Tari Sugriwa Subali di Gua Kiskendo

Tari Sugriwa Subali di Gua Kiskendo saat pertunjukan

Pernah gak sih membayangkan menyaksikan pertunjukan seni di sekitar gua yang dingin, lembap, dan penuh cerita? 

Saya sendiri merasakan pengalaman itu saat melihat Tari Sugriwa Subali di Gua Kiskendo. 

Beberapa waktu lalu, saya beserta teman teman pegiat media sosial diajak oleh Dinas Pariwisata Kulon Progo untuk berjalan jalan ke beberapa destinasi di Kulon Progo. Nah, salah satunya adalah Gua Kiskendo.

Gua Kiskendo adalah sebuah gua berbentuk lorong yang lumayan panjang dan berliku. Area di dalamnya cenderung basah dengan hiasan stalaktit pada langit langit guanya. 

Oh ya, suasananya tuh langsung berubah begitu masuk, lebih dingin, agak sunyi, dan terasa magis banget. Saya sih langsung merasa seperti masuk ke dunia lain, hahahaha....

Nah, apa hubungan Gua Kiskendo dengan legenda Sugriwa Subali? Daripada penasaran, ikuti petualangan saya kali ini ya!

Suasana Gua Kiskendo Kulon Progo yang mistis
Suasana Gua Kiskendo Kulon Progo yang mistis (doc. Riana Dewie)


Gua Kiskendo, Tempat Legenda Itu Berasal

Terletak di kawasan Kulon Progo, Gua Kiskendo bukan sekadar destinasi wisata alam biasa. Tempat ini punya aura yang berbeda, perpaduan antara keindahan alam dan cerita rakyat yang sudah hidup sejak lama. 

Begitu memasuki gua, suasana langsung terasa berubah, lebih dingin, lembap, dan sunyi. Cahaya meredup, digantikan bayangan alami dari dinding batu yang basah dan tetesan air yang jatuh perlahan.

Lorong lorong gua yang sempit dengan stalaktit dan stalagmit membentuk siluet unik. Kadang terlihat seperti sosok samar yang memancing imajinasi. 

Lorong gua dengan stalaktit dan stalagmit
Lorong gua dengan stalaktit dan stalagmit (doc. Riana Dewie)


Aura mistisnya makin kuat karena tempat ini dipercaya sebagai lokasi pertarungan dalam legenda Gua Kiskendo. Hawa didalamnya cukup dingin, tapi ada juga yang keringetan karena harus menyusur gua yang lumayan luas. 

Oh ya, saya sempat berhenti beberapa kali hanya untuk menikmati suara tetesan air yang jatuh, tenang tapi bikin merinding juga, hihihihi.... Perpaduan keheningan dan cerita yang menyelimuti membuat tempat ini terasa hidup.

Kisah Singkat Gua Kiskendo

Kaitan antara Gua Kiskendo dengan cerita Sugriwa dan Subali berasal dari legenda lokal yang mengadaptasi kisah Ramayana. 

Dalam kisah Ramayana Sugriwa Subali, keduanya adalah saudara yang mengalami konflik karena kesalahpahaman dan perebutan kekuasaan.

Dalam cerita tersebut, terjadi pertarungan Subali dan Sugriwa yang sangat sengit. Versi lokal percaya bahwa pertempuran itu terjadi di dalam Gua Kiskendo. Bahkan, beberapa bagian gua diyakini menggambarkan adegan cerita tersebut.

Kostum penari Tari Sugriwa Subali yang khas
Kostum penari Tari Sugriwa Subali yang khas (doc. Riana Dewie)

Oh ya, yang menarik, masyarakat sekitar masih sangat menghormati cerita ini. Gua ini bukan hanya tempat wisata, tapi juga dianggap sebagai ruang yang punya nilai sejarah dan spiritual. 

Saya sih merasa tempat ini punya roh cerita yang kuat banget.


Dari Cerita Rakyat Menjadi Tari Tradisional

Menariknya, asal usul Tari Sugriwa Subali gak berhenti sebagai cerita lisan saja. Seiring waktu, legenda ini diangkat menjadi seni pertunjukan yang bisa dinikmati secara visual.

Awalnya, masyarakat hanya mengenal kisah ini lewat wayang atau cerita turun temurun. Namun, untuk menjaga agar cerita tetap hidup, muncullah ide menjadikannya sebagai tari dramatik. 

Dari sinilah lahir Tari Sugriwa Subali Gua Kiskendo.

Oh ya, menurut saya ini langkah cerdas sih. Karena dengan mengubah cerita menjadi pertunjukan, generasi sekarang jadi lebih mudah memahami dan merasakan kisahnya. 

Gak cuma dibayangkan, tapi benar benar dihidupkan di depan mata.

Nilai Budaya yang Diangkat

Tari ini gak hanya menampilkan gerakan indah, tapi juga membawa pesan moral yang dalam seperti kepahlawanan dalam menghadapi konflik, kisah saudara yang berselisih, serta nilai kejujuran dan keadilan. 

Semua itu dibungkus dalam seni tari tradisional Jawa yang penuh ekspresi.


Keunikan Tari Sugriwa Subali di Gua Kiskendo

Kalau dibandingkan dengan pertunjukan lain, pertunjukan tari Gua Kiskendo ini punya keunikan tersendiri. Lokasinya yang berada di alam terbuka dekat area gua membuat suasana terasa lebih dramatis.

Bayangkan saja, kamu menonton seni pertunjukan di Gua Kiskendo dengan latar alam asli, bukan panggung buatan. Ini yang bikin pengalaman jadi beda banget.

Oh ya, saya duduk di area penonton sambil menikmati suasana alam yang sejuk. Rasanya tuh seperti ikut masuk ke dalam cerita, bukan sekadar menonton.

Atraksi Tari Sugriwa Subali di alam terbuka
Atraksi Tari Sugriwa Subali di alam terbuka (doc. Riana Dewie)


Kostum dan Gerakan yang Ikonik

Karakter Sugriwa dan Subali ditampilkan dengan kostum khas yang mencolok. Gerakannya tegas, dinamis, dan penuh energi, menggambarkan konflik yang intens. 

Ekspresi para penari juga kuat banget dan mampu menghidupkan cerita.

Musik dan Nuansa Dramatis

Iringan gamelan menambah suasana semakin hidup. Ditambah lagi dengan efek suara alami dari lingkungan sekitar, membuat pertunjukan terasa lebih nyata. 

Oh ya, bagian ini yang paling saya suka sih karena suara alam dan musik tradisional berpadu jadi satu pengalaman yang sulit dilupakan.

Penabuh gamelan dan sinden ikut meramaikan pentas Sugriwa Subali
Penabuh gamelan dan sinden ikut meramaikan pentas Sugriwa Subali (doc. Riana Dewie)


Pengalaman Menonton yang Gak Biasa

Menonton wisata budaya Gua Kiskendo ini bukan sekadar hiburan. Ini adalah pengalaman yang melibatkan emosi dan imajinasi. 

Sensasi duduk di alam terbuka dengan latar gua benar benar berbeda dari pertunjukan biasa.

Oh ya, saya merasa pengalaman ini cocok banget buat kamu yang suka eksplor hal baru, apalagi kalau kamu tipe yang suka wisata alam dan budaya Jogja.

Tips Buat Kamu yang Mau Nonton

Datang lebih awal supaya dapat spot terbaik. Gunakan pakaian yang nyaman karena area terbuka. Jaga sikap dan hormati jalannya pertunjukan agar tetap kondusif.

Wisata budaya Gua Kiskendo di Kulon Progo
Wisata budaya Gua Kiskendo di Kulon Progo (doc. Riana Dewie)


Kenapa Tari Ini Wajib Kamu Masukkan ke Wishlist Wisata

Sebagai bagian dari destinasi wisata Kulon Progo, pertunjukan ini punya banyak keunggulan. Unik karena menggabungkan alam dan budaya, edukatif karena membawa cerita legenda, serta estetik untuk kebutuhan foto dan video.

Pemainnya juga banyak dan berkarakter. Mereka mampu menghidupkan makna Tari Sugriwa Subali dengan sangat indah. 

Oh ya, menurut saya sih ini bukan cuma tontonan, tapi pengalaman yang bikin kita lebih menghargai budaya lokal.

Seluruh penari Sugriwa Subali di akhir pementasan
Seluruh penari Sugriwa Subali di akhir pementasan (doc. Riana Dewie)


Dari pengalaman saya, sejarah Tari Sugriwa Subali bukan sekadar cerita masa lalu. Ini adalah bukti bahwa legenda bisa terus hidup dan berkembang.

Rasanya pingin balik ke sana lagi dan menikmati pertunjukan ini sekali lagi. Transformasi ini menunjukkan bagaimana sebuah legenda bisa terus hidup dengan cara yang relevan. 

Dari cerita yang dulu hanya didengar, kini menjadi pengalaman yang bisa dilihat dan dirasakan.

Oh ya, kalau kamu sedang mencari wisata alam dan budaya Jogja, jangan ragu memasukkan Gua Kiskendo ke dalam daftar perjalananmu. 

Karena di sini, cerita bukan hanya diceritakan, tapi benar benar dihidupkan.




Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Destinations

Candi Plaosan Jogja: Cantik, Sepi, dan Instagramable!

Spot foto Candi Plaosan yang estetik dan Instagramable

Seorang teman tiba-tiba chat, “mbak, anterin ke Candi Plaosan yuk? Cuma deket Candi Prambanan kok...”. Akhirnya tanpa pikir panjang, saya bilang, gasss! 

Hahahaha… kadang keputusan spontan justru jadi pengalaman paling berkesan, ya gak sih?

Kalau kamu lagi cari tempat wisata adem, gak terlalu rame, tapi tetap estetik buat foto-foto, Candi Plaosan bisa jadi jawaban yang pas. 

Oh ya, saya sendiri awalnya juga gak terlalu berekspektasi tinggi, tapi ternyata tempat ini punya vibes yang beda banget dari candi lainnya.


Sekilas Tentang Candi Plaosan

Candi Plaosan Jogja sebenarnya berada di wilayah Klaten, tepatnya di perbatasan Jogja dan Jawa Tengah. Lokasinya strategis banget, jadi sering masuk list wisata dekat Candi Prambanan.

Candi ini merupakan peninggalan kerajaan Mataram Kuno, dan punya cerita romantis antara Rakai Pikatan dan Pramodhawardhani. 

Saya sih selalu suka kalau wisata sejarah punya cerita cinta di baliknya, rasanya jadi lebih hidup.

Suasana sepi di wisata Candi Plaosan Klaten yang tenang dan nyaman
Suasana sepi di wisata Candi Plaosan Klaten yang tenang dan nyaman (doc. Riana Dewie)

Oh ya, sejarah Candi Plaosan Jogja juga menunjukkan perpaduan budaya Hindu dan Buddha. Hal ini terlihat dari arsitektur dan ornamen yang unik.

Candi ini dikenal sebagai candi kembar di Klaten, karena terdiri dari dua bagian utama: Candi Plaosan Lor dan Kidul. Dua kompleks ini punya kemiripan yang langsung terasa begitu kamu datang.


Daya Tarik Candi Plaosan yang Bikin Kamu Betah

Arsitektur Candi yang Unik dan Simetris

Begitu sampai, saya langsung terpesona dengan bentuk Candi Plaosan Lor dan Kidul yang simetris. Detail relief dan stupa di sini juga masih terlihat jelas.

Oh ya, saya sempat berhenti cukup lama cuma buat memperhatikan ukiran di dindingnya. Arsitektur candi Buddha Indonesia di sini benar-benar detail dan menarik.

Vibes-nya klasik tapi tetap estetik, cocok banget buat kamu yang suka wisata sejarah sekaligus foto-foto.

Candi Plaosan Kidul
Candi Plaosan Kidul (doc. Riana Dewie)


Suasana Sepi yang Bikin Lebih Nikmat

Kalau dibandingkan dengan candi populer lainnya, suasana di wisata Candi Plaosan ini jauh lebih tenang. Gak ada desak-desakan, jadi kamu bisa menikmati setiap sudutnya dengan santai.

Saya sih paling suka bagian ini, karena bisa benar-benar healing tanpa distraksi. Asyik banget gak perlu rebutan spot foto dengan pengunjung lain.

Oh ya, suasana seperti ini jarang banget ditemukan di destinasi wisata yang dekat dengan Jogja.

Spot Foto Instagramable di Setiap Sudut

Buat kamu yang cari spot foto Candi Plaosan, ini surganya! Area rumput yang luas dengan background candi kembar bikin hasil foto terlihat estetik banget.

Bahkan tanpa masuk ke dalam area candi pun, kamu sudah bisa memotret dari luar dengan angle yang bagus. Jadi fleksibel banget, apalagi kalau kamu punya banyak destinasi dalam satu hari.

Oh ya, tempat ini juga sering dijadikan tempat prewedding di Jogja karena suasananya yang tenang dan romantis.

Candi Plaosan Lor
Candi Plaosan Lor (doc. Riana Dewie)


Lokasi, Rute, dan Akses ke Candi Plaosan

Lokasi Candi Plaosan Klaten ada di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan. Dari Jogja, jaraknya sekitar 30 menit saja.

Saya waktu itu berangkat dari area Malioboro naik motor, dan perjalanan terasa cukup santai. Kalau kamu cari rute ke Candi Plaosan dari Jogja, tinggal arahkan saja ke Prambanan lalu lanjut ke arah timur.

Oh ya, akses ke sini cukup mudah. Kamu bisa pakai motor, mobil, atau transport online. Saya sih lebih nyaman pakai motor karena lebih fleksibel.


Tiket Masuk dan Jam Buka Terbaru

Untuk tiket masuk Candi Plaosan, harganya masih terjangkau, biasanya di kisaran Rp10.000 – Rp15.000 per orang.

Jam buka Candi Plaosan umumnya dari pagi hingga sore hari. Jadi kamu punya waktu cukup panjang untuk eksplor.

Fasilitasnya juga sudah cukup lengkap, mulai dari area parkir, toilet, sampai warung kecil.

Oh ya, kalau kamu mau hasil foto maksimal, datang pagi atau sore hari. Cahaya mataharinya lebih lembut dan bikin foto makin estetik, hihihihi…

Pemandangan Candi Plaosan Kidul dari luar area
Pemandangan Candi Plaosan Kidul dari luar area (doc. Riana Dewie)


Tips Berkunjung ke Candi Plaosan Biar Makin Seru

Datang di Waktu yang Tepat

Golden hour adalah waktu terbaik untuk menikmati suasana sekaligus berburu foto.

Pakai Outfit yang Nyaman & Estetik

Saya biasanya pakai outfit warna cerah biar kontras dengan warna candi. Hasilnya jadi lebih hidup.

Tetap Jaga Kebersihan & Kelestarian

Karena ini termasuk peninggalan sejarah, penting banget buat kita ikut menjaganya. Oh ya, sekecil apa pun tindakan kita tetap berpengaruh.


Kamu Harus Mampir!

Candi Plaosan Jogja dengan latar langit biru cerah
Candi Plaosan Jogja dengan latar langit biru cerah (doc. Riana Dewie)

Setelah dari sini, saya baru sadar kalau Candi Plaosan adalah hidden gem wisata Jogja yang underrated.

Tempatnya tenang, estetik, dan punya nilai sejarah tinggi. Cocok banget buat kamu yang bosan dengan destinasi mainstream.

Oh ya, kalau kamu lagi eksplor wisata sejarah di Jogja dan sekitarnya, tempat ini wajib masuk list kamu.

Jadi, kapan kamu mau ke sini?



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Travel Tips

Itinerary Jogja 3 Hari 2 Malam Low Budget, Liburan Hemat Seru!


Keraton Jogja - itinerary Jogja 3 Hari 2 Malam

Saya sebagai orang Jogja sering banget dapat pertanyaan dari teman luar kota soal itinerary Jogja 3 hari low budget

Banyak yang mikir liburan ke sini pasti mahal, padahal kalau tahu triknya, kamu bisa jalan-jalan puas tanpa bikin dompet tipis.

Oh ya, saya sendiri sudah cukup sering nemenin teman yang backpacker ke Jogja 3 hari, jadi itinerary ini benar-benar realistis dan bisa kamu tiru tanpa ribet.

Kalau kamu lagi cari itinerary Jogja 3 hari 2 malam low budget, santai aja, saya bakal kasih rute yang nyaman, hemat, tapi tetap dapet pengalaman wisata hits Jogja.


Hari Pertama: Jelajah Ikon Jogja yang Dekat & Murah

Hari pertama, saya sarankan kamu fokus ke area kota dulu biar gak capek. Banyak kok tempat wisata dekat Malioboro yang bisa kamu explore.

Jalan Santai di Malioboro

Mulai dari kawasan Malioboro, ikon Jogja yang selalu ramai. Kamu bisa jalan santai, foto-foto, atau sekadar menikmati suasana khas kota ini.

Kalau saya sih, bagian paling seru itu lihat aktivitas jalanan yang hidup banget.

Oh ya, supaya hemat, kamu bisa pakai transportasi Trans Jogja yang murah dan cukup nyaman.

Malioboro Yogyakarta
Malioboro Yogyakarta (doc. Riana Dewie)


Wisata Budaya Jogja

Lanjut ke wisata budaya Jogja seperti keraton atau taman sari. Tiket masuknya ramah di kantong, cocok buat konsep wisata Jogja murah 2026.

Kalau kamu suka foto, spot di sini juga instagramable banget.

Kuliner Malam Murah Meriah

Malamnya, jangan lewatkan street food Jogja. Kamu wajib coba angkringan Jogja yang terkenal murah.

Hihihihi… makan nasi kucing hangat sambil ngobrol santai itu vibes-nya Jogja banget.

Angkringan Jogja
Angkringan Jogja (doc. Riana Dewie)


Hari Kedua: Alam & Hidden Gem Jogja

Hari kedua waktunya eksplor tempat yang lebih jauh tapi tetap masuk kategori low budget.

Sunrise di Bukit Panguk Kediwung

Pagi-pagi banget, kamu bisa berburu sunrise di Bukit Panguk Kediwung. View-nya keren dan tiketnya murah.

Oh ya, ini salah satu spot favorit saya kalau lagi butuh suasana tenang.

Berburu Hidden Gem Jogja Murah

Setelah itu, lanjut ke beberapa hidden gem Jogja murah yang belum terlalu ramai.

Biasanya kamu butuh kendaraan, jadi opsi terbaik adalah sewa motor Jogja murah.

Kalau kamu tipe yang suka eksplor, ini sih bakal jadi pengalaman seru.

Main ke Pantai Selatan

Sore hari, arahkan perjalanan ke pantai selatan Jogja. Banyak pilihan pantai dengan tiket masuk terjangkau.

Oh ya, jangan lupa bawa air minum sendiri biar lebih hemat.

Pantai Selatan yang indah
Pantai Selatan yang indah (doc. Riana Dewie)


Hari Ketiga: Santai & Oleh-Oleh

Hari terakhir, waktunya santai sebelum pulang.

Wisata Gratis di Jogja

Kamu bisa cari wisata gratis di Jogja seperti taman kota atau sekadar jalan santai menikmati suasana.

Oh ya, Jogja itu gak melulu soal tempat wisata mahal, justru banyak yang gratis tapi berkesan.

Belanja Oleh-Oleh

Sebelum pulang, jangan lupa mampir ke pusat oleh-oleh.

Setelah lebih dari setengah perjalanan ini, itinerary ini bisa jadi tempat berbagi ide buat kamu yang ingin liburan hemat tapi tetap seru.


Estimasi Biaya Liburan ke Jogja 3 Hari

Biar makin kebayang, ini estimasi biaya liburan ke Jogja 3 hari:

- Penginapan murah di Jogja: Rp100.000 – Rp200.000/malam
- Tempat makan murah di Jogja: Rp20.000 – Rp50.000
- Transportasi murah di Jogja: Rp10.000 – Rp50.000
- Tiket wisata: Rp5.000 – Rp20.000

Totalnya sekitar Rp500.000 – Rp900.000 untuk 3 hari.

Hahahaha… murah banget kan kalau dibanding liburan ke kota lain?

Oh ya, biaya ini bisa lebih hemat lagi kalau kamu pergi bareng teman.


Tips Liburan Hemat di Jogja

- Pilih penginapan murah di Jogja dekat pusat kota
- Gunakan transportasi Trans Jogja
- Susun itinerary Malioboro 3 hari biar efisien
- Cari rekomendasi tempat wisata Jogja murah
- Atur budget harian

Kalau saya sih, yang penting kamu gak terlalu memaksakan banyak destinasi dalam sehari.

Salah satu sudut Malioboro
Salah satu sudut Malioboro (doc. Riana Dewie)

Dengan konsep itinerary backpacker Indonesia seperti ini, kamu tetap bisa menikmati semua tanpa harus boros.

Akhirnya, dari pengalaman saya sebagai orang Jogja, liburan hemat itu bukan soal mengurangi keseruan, tapi soal pintar mengatur perjalanan. 

Siapa tahu, pengalaman ini juga bisa jadi inspirasi kamu untuk bikin konten atau bahkan masuk ke dunia bisnis dan wirausaha di bidang travel.






Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Culinary Journey

Kuliner Jogja: Sate Kere Bu Sum Beringharjo yang Melegenda

Sate Kere Bu Sum Beringharjo

Kalau lagi jalan-jalan ke Jogja, rasanya gak lengkap kalau belum menyusuri kawasan legendaris seperti Pasar Beringharjo. 

Tempat ini bukan cuma terkenal sebagai pusat batik dan oleh-oleh, tapi juga jadi spot kuliner tradisional yang selalu berhasil bikin kangen.

Di antara banyak pilihan makanan, ada satu yang cukup unik dan punya cerita menarik, yaitu sate kere Bu Sum. 

Namanya mungkin terdengar sederhana, bahkan sedikit “nyeleneh”, tapi justru di situlah daya tariknya. Kuliner ini membuktikan kalau rasa enak gak harus selalu mahal.

Apa Sih Sate Kere Itu?

Sebelum jauh membahas warung Bu Sum, kita kenalan dulu dengan istilah “sate kere”. Dalam bahasa Jawa, kata “kere” berarti miskin atau sederhana. 

Dulu, makanan ini memang identik dengan masyarakat yang ingin tetap menikmati sate, tapi dengan bahan yang lebih terjangkau.

Alih-alih menggunakan daging sapi premium, sate kere biasanya dibuat dari gajih (lemak sapi) atau bagian jeroan tertentu. Meski begitu, jangan salah.... soal rasa, sate ini tetap punya karakter kuat yang khas banget.

Justru karena kesederhanaannya, sate kere jadi bukti kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan seadanya menjadi makanan yang lezat. 

Dan sekarang, statusnya malah naik kelas jadi kuliner legendaris yang banyak diburu wisatawan.

Lorong Warung Bu Sum Beringharjo
Lorong Warung Bu Sum Beringharjo (doc. Riana Dewie)


Warung Bu Sum: Dari Sederhana Jadi Legendaris

Di antara banyak penjual sate kere di Jogja, nama Bu Sum termasuk yang paling dikenal. Warung ini sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu dan tetap eksis sampai sekarang. 

Bahkan, banyak orang yang sengaja datang ke Beringharjo hanya untuk mencicipi sate ini.

Lokasinya yang berada di sekitar pasar membuat warung ini selalu ramai, terutama di pagi hari. Banyak pengunjung yang menjadikan sate kere Bu Sum sebagai menu sarapan sebelum melanjutkan aktivitas keliling Jogja.

Meski tempatnya sederhana, suasana yang ditawarkan justru terasa hangat dan autentik. Kamu bisa merasakan langsung kehidupan khas Jogja yang santai, ramah, dan penuh kehangatan.

Kenapa Sate Kere Bu Sum Selalu Dicari?

Ada beberapa alasan kenapa kuliner ini tetap bertahan dan bahkan makin populer dari waktu ke waktu.

1. Rasa yang Konsisten dari Dulu

Salah satu kekuatan utama sate kere Bu Sum adalah cita rasanya yang tetap terjaga. Bumbu yang digunakan meresap sempurna, menghasilkan perpaduan rasa gurih, manis, dan sedikit smoky dari proses pembakaran.

2. Harga yang Bersahabat

Sesuai dengan konsep awalnya, sate kere tetap dikenal sebagai makanan yang ramah di kantong. Ini jadi alasan kenapa semua kalangan bisa menikmatinya, mulai dari warga lokal sampai wisatawan.

Harga bersahabat, rasa nikmat
Harga bersahabat, rasa nikmat (doc. Riana Dewie)

3. Pengalaman Makan yang Autentik

Makan di sini bukan cuma soal kenyang, tapi juga pengalaman. Suasana pasar, aroma sate yang dibakar, hingga interaksi dengan penjual membuat semuanya terasa lebih hidup.

4. Porsi yang Pas untuk Semua

Porsi sate kere biasanya tidak terlalu besar, tapi cukup memuaskan. Cocok banget buat kamu yang ingin kulineran tanpa merasa terlalu kenyang, apalagi kalau masih mau lanjut coba makanan lain.

Sensasi Rasa yang Bikin Balik Lagi

Begitu sate mulai dibakar, aroma khasnya langsung tercium dan bikin perut otomatis lapar. Proses pembakaran dengan arang membuat cita rasa sate jadi lebih autentik dibandingkan metode modern.

Tekstur gajih yang lembut berpadu dengan bumbu yang meresap menciptakan sensasi unik di setiap gigitan. Ada rasa gurih yang dominan, tapi tetap seimbang dengan sentuhan manis dari bumbu kecap.

Biasanya, sate ini disajikan bersama lontong atau nasi, lengkap dengan sambal dan pelengkap sederhana lainnya. Kombinasi ini bikin rasanya makin lengkap dan nikmat.

Lebih dari Sekadar Kuliner

Sate kere Bu Sum bukan cuma soal makanan, tapi juga tentang cerita. Kuliner ini lahir dari keterbatasan, tapi justru berkembang jadi sesuatu yang istimewa.

Di balik setiap tusuk sate, ada nilai budaya, sejarah, dan kreativitas masyarakat lokal. Ini yang membuat sate kere punya makna lebih dibanding sekadar hidangan biasa.

Bahkan, banyak orang yang merasa pengalaman makan sate kere di Beringharjo memberikan kesan tersendiri. Ada nuansa nostalgia, kesederhanaan, dan kehangatan yang sulit ditemukan di tempat lain.

Nuansa nostalgia & kebersamaan
Nuansa nostalgia & kebersamaan (doc. Riana Dewie)


Tips Kalau Mau Coba Sate Kere Bu Sum

1. Datang Lebih Pagi

Karena cukup populer, sate kere Bu Sum sering cepat habis. Jadi, sebaiknya datang di pagi hari agar tidak kehabisan.

2. Siapkan Uang Tunai

Seperti kebanyakan warung tradisional, pembayaran biasanya masih menggunakan uang tunai. Jadi, pastikan kamu sudah siap sebelum datang.

3. Jangan Ragu Tanya Menu

Kalau baru pertama kali datang, gak ada salahnya bertanya ke penjual tentang pilihan menu yang tersedia. Mereka biasanya ramah dan siap membantu.

4. Nikmati Suasananya

Jangan buru-buru. Luangkan waktu untuk menikmati suasana sekitar agar pengalaman kuliner kamu terasa lebih lengkap.
***
Nah, seenak ini ternyata Sate Kere Bu Sum. Pokoknya gak rugi jajan di sini, aneka sate menunggumu sampai kamu kenyang maksimal. Hihihi ... Yuk mampir kalau kamu pas liburan ke Jogja :)


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments