Liburan Bingung Mau ke Mana, Pikiran Ikut Penuh
Pesona hutan pinus selalu punya daya tarik sendiri buat orang-orang yang lagi pengin berhenti sebentar dari rutinitas, termasuk saya. Di satu masa libur, yang harusnya santai, kepala malah penuh pikiran, hahahaha…. Kerjaan numpuk, notifikasi bunyi terus, badan di rumah tapi pikiran ke mana-mana.
Mumpung lagi libur, saya pengin melepas penat tanpa ribet. Gak perlu jauh-jauh, gak harus mahal, yang penting suasananya beda. Oh ya, sekalian juga ngajak adek-adek jalan, biar liburannya gak cuma rebahan sambil scroll layar.
Kalau saya sih percaya, liburan kecil tetap penting buat menjaga kewarasan. Kadang kita cuma butuh ganti udara, bukan ganti negara. Apalagi kalau sudah ngomongin pesona hutan pinus yang katanya bisa bikin pikiran lebih tenang.
Oh ya, jujur aja, awalnya saya gak punya ekspektasi besar. Yang penting keluar rumah dulu, duduk di tempat adem, dan membiarkan kepala sedikit lebih ringan.
Awalnya Cuma Cari Kuliner, Eh Jalannya Kok Familiar
Rencana awal kami sebenarnya sederhana: cari kuliner. Tapi di perjalanan, saya ngerasa jalurnya kok gak asing. Kami melewati Kopi Ampirono, lanjut ke arah Gua Kiskendo, dan sejalan dengan Gua Maria Lawangsih, tempat saya dan keluarga sering berziarah.
Di titik itu saya senyum sendiri. Kadang hidup memang lucu sih, niatnya ke satu tujuan, eh malah diarahkan ke hal lain. Hihihihi…. Tapi justru di situ rasanya perjalanan jadi lebih bermakna.
Oh ya, sepanjang jalan suasana mulai berubah. Rumah makin jarang, pepohonan makin rapat, udara pelan-pelan terasa lebih sejuk. Tanpa sadar, rasa capek di kepala mulai turun.
Pesona hutan pinus seolah sudah terasa bahkan sebelum benar-benar sampai lokasi. Dan menurut saya, bagian perjalanan ini justru jadi pembuka healing yang pelan-pelan.
Melewati Area Hutan Pinus yang Bikin Adem
Banyak Destinasi Pinus di Sepanjang Jalan
Sepanjang perjalanan menuju lokasi, ada beberapa destinasi hutan pinus yang kelihatan menarik. Arsitekturnya unik, spot fotonya estetik, dan suasananya ramah buat keluarga. Tapi ternyata tempat tujuan kami masih sekitar 3 km lagi.
Awalnya saya kira sudah dekat, ternyata masih harus lanjut. Tapi gak masalah sih. Selama jalannya masih cantik dan udaranya bersih, perjalanan terasa ringan.
Akhirnya Sampai di Hutan Pinus Kalilo
Begitu sampai di Hutan Pinus Kalilo, rasa lelah langsung kebayar. Pohon pinusnya tinggi dan rindang, udaranya super sejuk dan bersih. Saya tarik napas panjang, rasanya dada ikut lega.
Hutan pinus Yogyakarta memang punya karakter yang khas. Sunyinya pas, gak bikin horor, tapi menenangkan. Pesona hutan pinus di Kalilo ini terasa alami dan gak dibuat-buat.
Oh ya, di momen ini saya sempat diam sebentar, menikmati suara angin dan gesekan daun pinus. Kadang kita cuma perlu berhenti, tanpa harus mikir apa-apa.
Bisa Dolan Sekalian Healing di Alam
Beneran seneng bisa menghirup udara segar di Hutan Pinus Kalilo. Ada area gratis dan ada juga area berbayar, tapi tenang, tiketnya ramah di kantong, sekitar Rp5.000 saja.
Menurut saya sih, harga segitu tergolong murah banget jika dibandingkan sama suasana yang didapat. Di sini juga ada resto dan area yang dikenal sebagai Kafe Pinus Menoreh. Makanannya cukup enak dan menggoda, plus tempatnya estetik banget buat foto.
Oh ya, soal kuliner dan kafenya nanti bakal saya bahas lebih detail di artikel selanjutnya. Soalnya memang asyik ibikin cerita sendiri. Hihihi....
Banyak pengunjung datang bareng keluarga, pasangan, sahabat, bahkan ada juga yang sendirian. Healing di hutan memang fleksibel, tergantung kebutuhan masing-masing.
Manfaat Healing di Hutan Pinus untuk Tubuh dan Pikiran
Kenapa Banyak Orang Betah Berlama-lama
1. Pikiran Lebih Tenang
Suasana sunyi dan udara sejuk membantu otak lebih rileks. Duduk di antara pohon pinus bikin pikiran gak lompat ke mana-mana.
2. Badan Lebih Rileks
Udara bersih kawasan perbukitan Menoreh bikin napas lebih lega. Ada juga yang percaya memeluk pohon pinus bagus buat energi tubuh, dan jujur, pas dicoba rasanya nyaman.
3. Cocok untuk Healing dan Camping
Area ini sering dipakai buat healing di hutan, camping ringan, atau sekadar duduk santai menikmati alam.
***
Oh ya, biar gak bingung, Hutan Pinus Kalilo beralamat di Dusun Kalilo, Desa Tlogoguwo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Lokasinya ada di perbukitan Menoreh dengan waktu tempuh sekitar 30–40 menit dari pusat Kota Purworejo.
Kawasannya masuk Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Katerban, KPH Kedu Selatan. Akses jalannya menanjak dan berkelok, jadi disarankan kendaraan dalam kondisi prima. Daya tariknya antara lain Puncak Titanic, jembatan layang, spot foto, dan area camping.
Pesona Hutan Pinus Kalilo (Doc. Pribadi)
Kalau saya sih, pulang dari sini rasanya lebih ringan. Pesona hutan pinus memang sederhana, tapi efeknya panjang. Dan jujur, tempat seperti ini bikin saya pengin balik lagi.
Oh ya, buat kamu yang lagi butuh ruang bernapas, pesona hutan pinus di Kalilo ini layak masuk daftar. Gak ribet, gak mahal, tapi mampu memberi jeda yang tulus.











