In Travel Stories

9 Hewan Lucu di Gembira Loka Zoo Jogja yang Bikin Gemes!

Hewan Lucu di Gembira Loka Zoo Jogja

Menikmati masa-masa setelah resign kerja itu rasanya campur aduk, tapi jujur lebih banyak bahagianya. Dulu saya cuma bisa jalan-jalan kalau nunggu libur kantor. 

Sekarang, hari biasa pun bisa jadi hari healing. Dan salah satu momen paling seru belakangan ini adalah saat saya kembali melihat hewan lucu di Gembira Loka Zoo Jogja tanpa dikejar waktu.

Apalagi sekarang saya lagi senang banget quality time bareng keponakan. Kadang anter dia lomba merangkak, kadang ngemall, kadang main di kafe yang ada playground-nya. 

Oh ya, sebagai budhe yang dipanggil “mami” sama keponakan, saya tuh gampang banget bilang “ayo berangkat!” begitu ada ide keluar rumah. Jadi waktu kepikiran wisata keluarga ke Gembira Loka Zoo, saya langsung semangat.

Kunjungan kali ini terasa berbeda. Bukan cuma soal jalan-jalan, tapi juga tentang pengalaman saya ke Gembira Loka Zoo yang penuh nostalgia.

Gembira Loka Zoo: Taman Bermain Sejak Saya Kecil

Kalau ngomongin hewan lucu di Gembira Loka Zoo Jogja, saya langsung kebayang masa kecil. Dulu sekitar tahun 90-an, bapak dan ibu sering ngajak saya ke sini. Rasanya luas banget dan penuh kejutan.

Dari yang saya baca sih, kebun binatang ini sudah berdiri sejak 1956. Lama banget ya. Dan sampai sekarang masih jadi ikon wisata Jogja.

Saya pernah melihat kabar di media sosial ada kebun binatang di kota lain yang kondisinya bikin sedih. Hewannya kurus dan kandangnya kurang terawat. Jadi, waktu kemarin saya masuk lagi ke sini dan melihat hewan lucu di Gembira Loka Zoo Jogja dalam kondisi sehat, lega rasanya.

Oh ya, zaman pacaran dulu saya juga sempat beberapa kali ke sini. Jadi kunjungan kemarin tuh seperti mengulang fase-fase hidup saya sendiri, hahahaha…. Bedanya sekarang saya datang sebagai budhe yang sibuk motret dan memastikan keponakan saya gak kepanasan.


Gembira Loka Zoo Dulu vs Sekarang

Eskalator Gembria Loka
Eskalator Outdoor Gembira Loka Zoo (doc. Riana Dewie)

Perubahannya terasa banget. Kalau dulu kesannya sederhana, sekarang jauh lebih tertata dan modern. Ada area yang sudah dilengkapi eskalator outdoor, jadi gak terlalu capek naik-turun. 

Fasilitas ini terletak di area dekat pintu keluar, dirancang untuk membantu pengunjung, terutama lansia, ibu hamil, dan anak-anak, menuju area parkir atau pintu keluar dengan nyaman setelah berkeliling.

Ada juga ruangan ber-AC di Zona Cakar (dibuka 2025), memungkinkan pengunjung melihat satwa buas melalui lorong kaca yang sejuk, seperti macan, hyena, dan singa. Buat saya sih ini peningkatan yang bikin pengunjung lebih nyaman.

Ruangan ber-AC Gembira Loka Zoo
Ruangan AC Gembira Loka Zoo (Doc. Riana Dewie)


Oh ya, area danaunya sekarang cantik banget. Bahkan ada kafe di sekitarnya. Jadi setelah keliling panjang, bisa duduk santai sambil minum dan lihat air yang tenang. Rasanya damai.

Beberapa hal yang saya rasakan berbeda:

Fasilitas Lebih Nyaman

  • Jalur pejalan kaki lebih rapi  
  • Area duduk lebih banyak  
  • Informasi edukasi satwa lebih lengkap  

Pengelolaan Lebih Baik

  • Kandang terlihat bersih  
  • Hewan terlihat sehat  
  • Suasana lebih hijau dan terawat  

Menurut saya sih sekarang Gembira Loka bukan cuma tempat lihat satwa, tapi benar-benar paket lengkap untuk wisata keluarga ke Gembira Loka Zoo.

Hewan Lucu di Gembira Loka Zoo Jogja yang Bikin Saya Gemas

Ini bagian yang paling saya tunggu. Karena tujuan utama saya memang ingin melihat langsung hewan lucu di Gembira Loka Zoo Jogja.

Oh ya, saya sampai berkali-kali bilang ke keponakan, “lihat tuh lucu banget!” sambil sibuk ambil foto.

1. Alpaka  

Alpaka Gembira Loka
Alpaka di Gembira Loka Zoo (Doc. Riana Dewie)

Bulunya tebal dan ekspresinya kalem. Wajahnya kayak selalu tersenyum, mirip kamu... hahaha...

2. Babi Mini  

Babi Mini Gembira Loka Zoo
Babi mini di Gembira Loka Zoo (Doc. Riana Dewie)

Kecil dan jalannya menggemaskan. Si kecil sampai ketawa terus lihat tingkahnya, apalagi pas kami datang kesana tuh mereka sedang berkerumun santai. 

3. Gajah  

Gajah Gembira Loka
Gajah di Gembira Loka Zoo (Doc. Riana Dewie)

Besar tapi lembut. Interaksinya dengan pawang bikin saya terharu. Tingkah lakunya ternyata menggemaskan juga!

4. Orangutan  

Orangutan Gembira Loka
Orangutan di Gembira Loka Zoo (Doc. Riana Dewie)

Tatapannya dalam banget. Seolah lagi mikir serius. Mirip manusia yang sedang mikirin banyak hutang. Hahaha!

5. Harimau Sumatera  

Harimau Sumatera di Gembira Loka
Harimau Sumatera di Gembira Loka Zoo (Doc. Riana Dewie)

Gagah dan berwibawa. Walau cuma tiduran, tetap memikat. Kalau berdiri dan jalan, gagahnya sungguh terpancar. 

6. Monyet Capuchin  

Monyet Capuchin Gembira Loka
Monyet Capuchin di Gembira Loka Zoo (Doc. Riana Dewie)

Nah ini favorit saya sih. Lincah banget dan ekspresif. Dan saat saya memberi makanan, mereka tampak berebut dan enggan berbagi dengan yang lainnya!

7. Burung Pelikan  

Burung Pelikan Gembira Loka
Burung Pelikan di Gembira Loka Zoo (Doc. Riana Dewie)

Paruhnya unik. Saat berdiri dekat danau, kelihatan estetik banget. Cakep banget dia!

8. Pinguin  

Pinguin Gembira Loka
Pinguin di Gembira Loka Zoo (doc. Riana Dewie)

Ini salah satu hewan paling menggemaskan di Gembira Loka. Cara jalannya bikin senyum sendiri. Dan mereka bisa loh bertahan hidup di kebun binatang ini, tentunya dengan fasilitas ruangan yang mirip dengan habitat aslinya. 

9. Singa  

Singa Gembira Loka
Singa di Gembira Loka Zoo (Doc. Riana Dewie)

Diam saja sudah terlihat berkarisma. Apalagi saya bisa foto semobil sama dia. Hahaha.....

Semakin lama keliling, saya semakin sadar kalau hewan lucu di Gembira Loka Zoo Jogja memang beragam. Dari yang kecil sampai besar, semuanya menarik.

Tips Santai Biar Gak Capek Keliling

Keliling kebun binatang itu butuh tenaga juga, apalagi areanya luas. Jadi saya punya beberapa tips kecil.

Oh ya, sebaiknya datang pagi supaya cuacanya belum terlalu panas dan hewan lebih aktif.

Kalau saya sih selalu pakai sepatu nyaman karena jalannya cukup jauh. Bawa topi atau payung juga membantu banget.

Dan jangan lupa minum yang cukup. Kadang karena terlalu asyik lihat hewan paling menggemaskan di Gembira Loka, kita jadi lupa istirahat.

Tiket masuknya Rp60.000 untuk hari biasa dan Rp75.000 saat akhir pekan. Sudah termasuk kereta dan katamaran. Anak di bawah 80 cm gratis. Menurut saya sih harganya masih sepadan dengan pengalaman yang didapat.

***

Akhirnya, walau kaki agak gempor, hati saya tetap penuh. Melihat hewan lucu di Gembira Loka Zoo Jogja kali ini terasa lebih bermakna. Bukan cuma soal melihat satwa, tapi tentang berbagi tawa bareng keluarga.

Oh ya, momen sederhana seperti ini yang sering kali justru paling membekas. Duduk di tepi danau, melihat anak kecil tertawa memanggil “mami…”, dan menyadari bahwa hidup gak selalu harus buru-buru.


Danau Gembira LokaDanau Gembira Loka (doc. Riana Dewie)

Healing banget sih rasanya.

Dan kalau suatu hari nanti saya kembali lagi, saya yakin tetap akan tersenyum saat melihat hewan lucu di Gembira Loka Zoo Jogja. Karena tempat ini bukan cuma kebun binatang, tapi juga ruang untuk mengulang kenangan dan menciptakan cerita baru.



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Lifestyle

Ide Mengisi Waktu Senggang di Rumah yang Seru

Ide Mengisi Waktu Senggang di Rumah


Hari libur biasanya identik dengan traveling. Kalau lagi semangat, saya bisa aja dolan ke pantai atau tempat wisata terdekat di Jogja. Tapi jujur, gak setiap minggu saya punya energi dan waktu buat jalan-jalan jauh. Hahaha....

Kadang justru yang saya butuhkan adalah ide mengisi waktu senggang di rumah yang simpel tapi tetap bikin hati senang. Oh ya, beberapa waktu lalu saya sadar, ternyata momen senggang itu bukan cuma soal ke mana kita pergi, tapi bagaimana kita menikmatinya.

Kalau gak dolan, biasanya saya utak-atik blog, beberes rumah, atau sekadar dengerin lagu favorit sambil rebahan. Teman-teman saya sih banyak yang hobi baca novel tebal atau marathon nonton film sampai larut malam. 

Saya sendiri dulu termasuk yang gak betah nonton film kelamaan, padahal ceritanya bagus-bagus. Hihihihi…. entah kenapa dulu rasanya dua jam itu lama banget.

Waktu Senggang? Tetep Produktif Yuk!

Buat saya, waktu senggang itu bisa datang kapan saja. Saat weekend, saat cuti kerja, atau bahkan di sela-sela hari biasa ketika pekerjaan sedang gak terlalu padat. Waktu senggang seperti ini sebenarnya berharga banget kalau dimanfaatkan dengan baik.

Biasanya saya manfaatkan untuk dolan atau meet up bareng teman dan keluarga. Ngobrol santai, makan bareng, atau sekadar jalan sore sudah cukup bikin hati hangat. 

Tapi kalau lagi di rumah, saya mulai mencari kegiatan santai di rumah yang tetap produktif. Oh ya, saya percaya waktu senggang itu sebaiknya gak cuma dihabiskan untuk rebahan tanpa arah (kecuali emang beneran males ya.. wkwkkw)

Menurut saya sih, menikmati hiburan sederhana di rumah tetap bisa jadi aktivitas relaksasi setelah kerja yang menyenangkan. Asal kita tahu batasannya dan tetap punya tujuan kecil yang ingin dicapai. 

Entah itu menyelesaikan satu buku, menonton satu film sampai tuntas, atau merapikan sudut rumah yang lama terabaikan.

Ide Mengisi Waktu Senggang di Rumah agar Tetap Produktif

Seiring waktu, saya mulai menyadari bahwa ada banyak ide mengisi waktu senggang di rumah yang bisa dilakukan tanpa harus keluar biaya besar. Justru di rumah, saya merasa lebih leluasa mengatur ritme dan suasana hati.

Oh ya, saya juga suka membaca tulisan di Blog Tulisandin. Saya termasuk yang rajin mengikuti update-nya karena tulisannya menarik dan selalu fresh. 

Kadang dari sana saya jadi terinspirasi mencoba hal baru, termasuk menonton film yang kemudian ingin saya tulis review film versi saya sendiri. Hahahaha…. ternyata membaca pengalaman orang lain bisa ikut memantik ide.

Berikut beberapa tips ala saya untuk mengisi waktu senggang supaya tetap seru dan produktif:

1. Baca Novel atau Buku Favorit

Membaca adalah cara paling tenang untuk menikmati waktu luang. Saya suka memilih novel ringan atau buku pengembangan diri yang bahasanya santai. Dengan membaca, pikiran terasa lebih segar dan wawasan bertambah.

Oh ya, membaca juga membantu saya melatih fokus. Di tengah dunia yang serba cepat, duduk tenang dengan satu buku rasanya mewah banget. Aktivitas ini termasuk me time di rumah yang gak ribet tapi berdampak besar.

Selain itu, membaca membuat saya lebih mudah memahami sudut pandang orang lain. Cerita-cerita yang saya baca sering kali terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

2. Nonton Film, Drakor, atau Dracin

Sekarang saya mulai menikmati nonton film saat senggang. Dulu saya gampang bosan, tapi sekarang saya belajar memilih tontonan sesuai mood. Ternyata, manfaat nonton film untuk kesehatan mental itu nyata terasa.

Saya biasanya memilih genre ringan seperti komedi, drama keluarga, atau film bertema perjalanan hidup. Menurut saya sih, kunci menikmati tontonan itu ada pada cerita yang relate dengan kondisi kita saat itu.

Dari satu film saja, saya bisa tertawa, terharu, bahkan merenung cukup lama. Kadang setelah selesai menonton, saya tergoda menulis review film kecil-kecilan sebagai catatan pribadi. Aktivitas ini benar-benar jadi salah satu ide mengisi waktu senggang di rumah yang sekarang saya sukai.

3. Cobain Resep Masakan Baru

Kalau lagi bosan dengan menu yang itu-itu saja, saya suka coba resep baru. Entah itu camilan sederhana atau menu utama yang belum pernah saya buat sebelumnya.

Oh ya, memasak juga bisa jadi quality time yang hangat bersama keluarga. Meski dapur kadang jadi agak berantakan, prosesnya tetap menyenangkan. Ada rasa puas tersendiri ketika hasil masakan dinikmati bersama.

Memasak termasuk hiburan sederhana di rumah yang bikin hati terasa penuh.

4. Mandiin Anabul Sebulan Sekali

Buat yang punya hewan peliharaan, memandikan anabul bisa jadi kegiatan menyenangkan sekaligus bermanfaat. Idealnya sih, yang rajin bisa memandikan mereka lebih sering supaya kebersihannya tetap terjaga.

Tapi kalau saya, sering kali menunggu waktu kosong yang benar-benar luang. Kadang susah banget mencari waktu yang pas karena jadwal cukup padat. Jadi biasanya saya lakukan sebulan sekali ketika benar-benar punya waktu santai.

Meski begitu, melihat anabul bersih dan wangi tetap bikin hati senang. Aktivitas sederhana seperti ini membuat saya sadar bahwa ide mengisi waktu senggang di rumah gak selalu harus rumit.

5. Benerin Blog atau Nulis Artikel

Sebagai orang yang suka menulis, saya merasa memperbaiki blog adalah aktivitas produktif yang menyenangkan. Mulai dari merapikan tampilan, memperbarui artikel lama, sampai menulis konten baru.

Kadang saya membaca ulang tulisan lama dan memperbaikinya supaya lebih rapi. Aktivitas ini bukan cuma bikin blog berkembang, tapi juga meningkatkan kemampuan saya dalam merangkai kata. Oh ya, konsistensi kecil seperti ini lama-lama terasa hasilnya.

Nonton Film: Belajar Empati dan Kesabaran

Semakin ke sini, saya makin sadar bahwa nonton film bukan sekadar hiburan biasa. Ini adalah bentuk aktivitas relaksasi setelah kerja yang efektif.

Saya memang belum bisa marathon berjam-jam seperti teman-teman saya. Mereka sih kuat banget nonton sampai tengah malam. Tapi buat saya, satu film yang berkualitas sudah cukup memberi pengalaman berharga.

Menariknya, dari satu tontonan saja saya bisa belajar tentang empati, kesabaran, bahkan keberanian mengambil keputusan. Kadang dari situ muncul keinginan untuk menulis review film dengan sudut pandang yang lebih personal.

Oh ya, sekarang saya jadi lebih terbuka mencoba berbagai genre. Kadang film yang awalnya saya kira membosankan justru memberi pelajaran penting. Dan di situlah saya merasa menemukan kembali makna ide mengisi waktu senggang di rumah yang sebenarnya.

Menikmati Waktu Senggang dengan Cara Sendiri

Pada akhirnya, mengisi waktu senggang memang semenyenangkan ini. Kita gak harus selalu pergi jauh atau menghabiskan banyak uang. Di rumah pun, ada banyak ide mengisi waktu senggang di rumah yang bisa membuat hidup terasa lebih seimbang.

Saya belajar bahwa yang terpenting bukan seberapa mewah aktivitasnya, tapi seberapa sadar kita menjalaninya. Entah itu membaca buku, mencoba resep baru, memandikan anabul, memperbaiki blog, atau menikmati satu film yang menyentuh hati.

Oh ya, mungkin dulu saya terlalu cepat menilai nonton film itu membosankan. Sekarang justru saya menantikannya sebagai momen jeda yang menenangkan. Dari satu cerita, saya bisa tertawa, menangis, bahkan terinspirasi menulis review film dengan perspektif yang lebih dewasa.

Jadi, kalau kamu sedang bingung mencari ide mengisi waktu senggang di rumah, coba mulai dari hal-hal sederhana yang kamu suka. Siapa tahu dari aktivitas kecil itu, kamu menemukan kebahagiaan versi kamu sendiri. 

Dan buat saya, perjalanan menikmati waktu senggang ini masih terus berjalan, satu cerita demi cerita.



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Travel Stories

Pengalaman ke Gardens by the Bay yang Tak Terlupa

Gardens By The Bay - Riana Dewie


Pengalaman ke Gardens by the Bay adalah salah satu cerita yang selalu bikin saya tersenyum sendiri sampai hari ini. Ya, izinkan saya untuk bercerita tentang sebuah negara yang sebelumnya hanya ada dalam impian. 

Dulu, saat duduk di bangku kuliah, ada sebuah mata kuliah Geografi (atau sebutannya lain ya, agak lupa) yang memberi tugas kelompok untuk mengulas satu negara; boleh tentang wisata, tata kota, sampai kuliner khasnya. Kelompok saya waktu itu membahas Singapura, pemilihan negara yang awalnya merupakan ide saya. 

Nah, sejak saat itu saya diam-diam menyimpan mimpi kecil: suatu hari saya harus ke sana, melihat langsung negara yang dulu cuma saya presentasikan di kelas.


8 Tahun Kemudian.... Beneran ke Singapura 

Delapan tahun kemudian, Tuhan benar-benar mengabulkannya. Saya terbang ke Singapura tanpa biaya sedikit pun. Iya, gratis. Pengalaman ke Gardens by the Bay dan berbagai sudut kota lainnya akhirnya bukan cuma bahan diskusi, tapi nyata di depan mata saya.

Kalau ditanya, negara mana yang ingin saya kunjungi sejak zaman dulu? Singapura jelas ada di urutan atas. Sekarang sih nambah lagi, ada Venezia dan Switzerland. Hehehe. Tapi Singapura tetap punya tempat spesial karena di sanalah mimpi pertama saya tentang luar negeri dimulai.

Pertama kali menginjakkan kaki di Bandara Changi bulan April 2015, saya langsung terpukau. Tata kotanya rapi dan bersih. Bahkan selembar daun rontok pun kayaknya hampir gak ada. Hahahaha… saya sampai mikir, ini negara nyata atau setting film?

Di dalam bus menuju resto di kawasan Sentosa Island, juga tempat saya menginap, saya sempat bertanya ke beberapa orang, “Pernah ke sini sebelumnya?” Mereka santai menjawab, “Udah lebih dari dua kali, kak.” 

Jujur saja, mental saya langsung agak drop. Dalam hati saya bilang, “Berarti saya ndeso banget ya?” Tapi ya sudahlah, setiap orang punya perjalanan masing-masing.


Singapura, Mimpi itu Nyata

Pengalaman ke Gardens by the Bay tentu gak bisa dilepaskan dari cerita awal saya tentang Singapura sebagai destinasi impian. Kota ini kecil tapi modern, tertata, dan efisien. Transportasinya jelas, warganya disiplin, dan tata kotanya bikin betah.

Oh ya, saya paling suka memperhatikan detail kecil dalam sebuah kota. Di Singapura, taman kota pun dirancang dengan konsep futuristik. Kalau saya sih memang gampang takjub melihat hal-hal seperti itu.

Singapura buat saya bukan sekadar negara tetangga. Ia adalah simbol bahwa mimpi yang dulu hanya dibahas dalam tugas kuliah, ternyata bisa benar-benar saya pijak tanahnya. Rasanya campur aduk antara haru dan bangga.


Pengalaman ke Gardens by the Bay yang Megah

Gardens by the Bay adalah salah satu destinasi yang kami kunjungi. Terwujud sebagai taman futuristik seluas kurang lebih 101 hektare di kawasan Marina Bay. Tempat ini menjadi salah satu ikon wisata modern Singapura dengan konsep taman berteknologi tinggi.

Supertree Grove di Gardens by the Bay (doc. Riana Dewie)
Supertree Grove di Gardens by the Bay (doc. Riana Dewie)

Pengalaman ke Gardens by the Bay waktu itu terasa sangat spesial. Rasanya melihat Supertree Grove pertama kali tuh takjub banget. Struktur raksasa setinggi puluhan meter itu sebelumnya cuma saya lihat di media sosial. Sekarang berdiri megah tepat di depan saya.

Sayangnya, saya datang pagi menjelang siang. Jadi belum sempat menikmati pertunjukan cahaya malam yang terkenal itu. Tapi ya gak apa-apa, setiap perjalanan pasti punya cerita uniknya sendiri.

Oh ya, walau datang di siang hari, suasananya tetap luar biasa. Langit biru, udara hangat, dan siluet Supertree yang menjulang bikin saya beberapa kali berhenti cuma untuk memandangi lalu... jepret..!!!. Kalau sekarang diingat-ingat, rasanya seperti mimpi.


Apa Aja yang Bisa Kita Explore?

Setelah puas memandangi Supertree Grove dan mencoba menenangkan hati yang masih deg-degan, saya sadar bahwa perjalanan ini bukan sekadar jalan-jalan biasa. Pengalaman ke Gardens by the Bay kali ini terasa berbeda karena saya gak datang sendirian.

Saya datang bersama tim Kompasiana dan tim dari Samsung yang saat itu mengundang kami ke Singapura dalam rangka peluncuran produk terbaru mereka. Tahu gak sih, rasanya seperti alur cerita yang disusun rapi oleh Tuhan.

Oh ya, yang bikin suasana makin berkesan, dalam rombongan itu juga hadir dua brand ambassador mereka, yaitu Paula Verhoeven dan Arifin Putra. Saya yang biasanya cuma melihat mereka di layar kaca, tiba-tiba bisa satu lokasi wisata yang sama. Wahahaha auto seneng dong!

Paula Verhoeven dan Arifin Putra
Paula Verhoeven dan Arifin Putra (Doc. Riana Dewie)


Kalau diingat sekarang, momen itu terasa hangat sekaligus membanggakan. Di tengah taman modern yang dulu hanya saya lihat di internet, penulis receh ini cukup hoki karena bisa liburan ke tempat ini. Hihihihi… hidup memang sering memberi kejutan.

Setelah sesi foto dan menikmati suasana bersama rombongan, barulah saya benar-benar fokus menjelajahi setiap sudutnya. Dan di sinilah cerita liburan ke Gardens by the Bay itu benar-benar dimulai.

1. Supertree Grove

Ikon utama taman ini. Deretan “pohon” setinggi 25–50 meter dilapisi tanaman rambat dan vertikal garden. Malam hari ada pertunjukan cahaya gratis yang cantik. Area bawahnya nyaman untuk duduk atau berfoto. Pokok asyik banget kalau kamu kesini!

2. Flower Dome

Salah satu kubah kaca terbesar di dunia. Suhunya sejuk dengan koleksi tanaman dari wilayah Mediterania. Jadi dijamin sejuk seperti di bawah AC jadi gak bakal keringetan walau muter-muter. hihihi...

Bunga di Flower Dome Singapura
Bunga di Flower Dome Singapura (doc. Riana Dewie)

Dekorasinya sering berubah tema sesuai musim. Pas saya berkunjung, kebetulan saat perayaan Paskah 2015. Gak heran jika dekorasinya banyak tentang telur paskah yang lucu dan unik :)

3. Cloud Forest

Di dalamnya ada air terjun indoor tinggi yang langsung bikin saya terpukau. Jalur skywalk mengelilingi vegetasi tropis dan memberi pengalaman edukatif tentang perubahan iklim. Inget banget deh, disini saya berfoto berdua sama Arifin Putra. Hihihi...

Saya berfoto dengan Arifin Putra
Saya berfoto dengan Arifin Putra (doc. Riana Dewie)


4. OCBC Skyway

Jembatan gantung di antara Supertree dengan pemandangan Marina Bay dari atas. Kalau saya sih lebih suka datang sore supaya dapat cahaya cantik.

5. Floral Fantasy

Zona indoor dengan instalasi bunga artistik dan efek visual imersif.

6. Heritage Gardens

Area taman outdoor gratis dengan tanaman khas budaya Asia.

7. Dragonfly & Kingfisher Lakes

Danau buatan dengan jalur jogging dan boardwalk yang tenang.

Sepertinya dulu saya hanya tour ke lokasi no 1-4 saja, selebihnya tidak dilanjut karena waktu terbatas untuk ke destinasi lainnya. 


Berapa Harga Tiketnya?

Untuk Harga tiket Gardens by the Bay 2026, biasanya Outdoor Gardens & Supertree Grove masih gratis, sedangkan konservatori berbayar dengan paket kombinasi yang lebih hemat. 

Nah, dari data yang saya baca di Google, harga tiket masuk Gardens by the Bay Singapura per Februari 2026 berkisar antara Rp109.000 hingga Rp559.000, tergantung atraksi yang dipilih (Cloud Forest, Flower Dome, Floral Fantasy). 

Tiket terusan untuk dua kubah (Cloud Forest + Flower Dome) umumnya dijual mulai Rp278.000 - Rp345.000, sedangkan penambahan akses OCBC Skyway atau Supertree Observatory berkisar Rp146.000 - Rp380.000.

Harga ini dapat berubah sewaktu-waktu ya, tergantung kurs Rupiah dan promo. Oh ya, jam buka Gardens by the Bay biasanya mulai pagi hingga malam, tapi untuk area konservatori seperti Flower Dome dan Cloud Forest ada jam operasional khusus. Pastikan cek informasi terbaru sebelum datang.

Gardens by the Bay Singapura
Gardens by the Bay Singapura (Doc. Riana Dewie)


Tips Liburan ke Gardens by the Bay

Supaya pengalaman ke Gardens by the Bay makin maksimal, ini beberapa tips dari saya:

Datang Sore Hari

Selain menghindari matahari yang terlalu terik, kamu juga bisa menikmati suasana siang sekaligus pertunjukan malam.

Cek Jam Buka Terbaru

Pastikan update jam buka Gardens by the Bay sebelum berangkat, biar kamu gak kecewa!

Siapkan Kamera

Spot fotonya banyak banget. Kamu bisa jepret & selfie sesuka hati. 

Gunakan Sepatu Nyaman

Area tamannya luas dan bikin betah jalan kaki. Buat kamu yang hobi olahraga, kaki dijamin aman!

Salah satu spot di Gardens by the Bay
Salah satu spot di Gardens by the Bay (doc. Riana Dewie)

Jaga stamina

Oh ya, jangan lupa minum yang cukup karena cuaca Singapura bisa cukup terik. Siapkan stamina juga biar gak kecapekan. 

***

Pengalaman ke Gardens by the Bay ini sebenarnya tulisan ulang dari cerita pertama yang saya posting di Kompasiana tahun 2015. Gara-gara sebuah tulisan tentang Samsung Galaxy S6 (lomba), saya diajak ke Singapura gratis untuk menghadiri malam launching produk tersebut plus jalan-jalan gratis selama 4 hari 3 malam.

Saya harus bersaing dengan ratusan penulis lainnya dan akhirnya tulisan sederhana itu terpilih bersama satu orang lainnya untuk berangkat ke Singapura. Bersyukur banget.... 

Gardens By The Bay - flower dome
Momen tak terlupakan saat mengunjungi Gardens by the Bay (doc. Riana Dewie)


Bagi sebagian orang yang terbiasa liburan ke luar negeri, mungkin ini hanya secuil pengalaman yang tak berarti. Tapi bagi saya, pengalaman ke liburan ke Singapura adalah bukti bahwa tulisan bisa membuka jalan yang gak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Oh ya, semoga suatu hari nanti saya bisa menuliskan cerita perjalanan ke negara impian berikutnya. Aamiiiiiiiiiin.

Dan sampai sekarang, setiap kali mengingat pengalaman ke Gardens by the Bay, saya selalu percaya: mimpi yang ditulis dengan sungguh-sungguh, suatu saat bisa jadi nyata.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Travel Stories

Pantai Jungwok Blue Ocean, Hidden Gem Jogja

Pantai Jungwok Blue Ocean

Pantai jungwok blue ocean adalah salah satu destinasi yang namanya terdengar ala Korea-koreaan, padahal lokasinya ada di pesisir selatan Jogja. Saya sendiri awalnya cuma dengar dari media sosial, katanya tempat ini viral karena konsepnya unik dan estetik. Tapi ya gitu, untuk sampai ke pantai Gunungkidul ini memang butuh perjuangan. Jalannya lumayan jauh, naik turun, dan berkelok.

Oh ya, saya akhirnya berkesempatan piknik ke sana bareng teman-teman saat cuaca cerah banget. Dan sumpah, begitu sampai, rasa capek langsung kebayar lunas. Lautnya biru jernih, anginnya segar, dan suasananya tenang. Kalau saya sih langsung merasa, ini pantai Gunungkidul yang bagus banget dan beda dari biasanya.

pantai jungwok blue ocean memang sudah viral sejak beberapa waktu lalu. Tapi datang langsung ke lokasi itu rasanya beda. Saya sempat mengabadikan beberapa momen berharga di sana, duduk santai memandangi ombak laut selatan yang berderu pelan. Rasanya damai banget, hihihihi….

Pantai Jungwok Blue Ocean
Pantai Jungwok Blue Ocean (doc. Riana Dewie)

Kenapa pantai jungwok blue ocean Viral?

Kalau dipikir-pikir, pantai jungwok blue ocean ini viral bukan tanpa alasan. Tempat ini berhasil menggabungkan keindahan alam klasik khas Gunungkidul dengan konsep estetika modern yang instagrammable.

Oh ya, begitu masuk area Jungwok beach, mata saya langsung tertuju pada bangunan putih-biru yang berdiri kontras dengan birunya laut. Visualnya bikin mata berbinar. Kombinasi warna putih bersih dan biru laut itu memang cantik banget.

Pantai Jungwok sendiri sebenarnya sudah lama dikenal sebagai pantai Jogja yang alami. Pasir putihnya lembut, tebing karangnya gagah, dan laut selatannya luas membentang. Tapi kehadiran konsep modern di pantai jungwok blue ocean membuatnya terasa naik kelas tanpa menghilangkan nuansa alamnya.

Saat cuaca cerah, air lautnya tampak biru terang dan jernih. Angin berhembus pelan, dan suara ombak jadi latar musik alami yang menenangkan. Saya sih merasa tempat ini cocok banget untuk healing tipis-tipis dari rutinitas.

Oh ya, yang bikin menarik lagi, tempat ini cocok untuk liburan keluarga, pasangan, bahkan konten kreator. Banyak sudut estetik yang bisa dieksplor. Gak heran kalau Jungwok beach sekarang sering masuk daftar pantai Gunungkidul yang bagus versi wisatawan.

Salah satu spot instagramable di Jungwok
Salah satu spot instagramable di Jungwok (Doc. Riana Dewie)


Jungwok Beach Rasa Santorini

Kalau biasanya orang harus terbang jauh ke Yunani untuk melihat Santorini, sekarang di pantai Jogja juga ada versi lokalnya. Konsep putih-biru khas Santorini itu dihadirkan dengan cukup serius di pantai jungwok blue ocean.

Bangunan bertingkat dengan tangga melengkung, dinding putih bersih, dan sentuhan biru laut membuat suasananya terasa seperti di luar negeri. Saya sempat berdiri di salah satu spot tinggi dan melihat laut lepas dari atas. Rasanya seperti sedang berada di Jungwok beach versi Eropa.

Oh ya, saya sempat bercanda ke teman, “Ini sih gak perlu ke Santorini, cukup ke Gunungkidul aja.” Hahahaha…. Tapi memang beneran terasa berbeda.

Pantai Gunungkidul yang biasanya identik dengan tebing karang alami dan suasana tradisional, kini punya sentuhan modern yang tetap menyatu dengan alam. Saya sih suka konsep seperti ini, karena tetap mempertahankan karakter alamnya.

Tempat ini juga cocok untuk pasangan yang ingin foto prewedding, keluarga yang ingin quality time, atau sekadar ingin mempercantik feed media sosial. Estetiknya dapet, view lautnya juga dapet.

Oh ya, jangan lupa datang saat cuaca cerah supaya warna biru lautnya maksimal. Percaya deh, hasil fotonya jauh lebih hidup.


Fasilitas Lengkap di pantai jungwok blue ocean

Selain visual yang cantik, pantai jungwok blue ocean juga unggul dari segi fasilitas. Ini yang bikin pengalaman liburan terasa nyaman dan praktis.

Playground & Mini Pool

Untuk yang datang bersama anak-anak, tersedia playground dan mini pool. Anak-anak bisa bermain dengan aman sambil orang tua menikmati pemandangan laut. Jadi liburannya gak cuma untuk orang dewasa saja.

Resto & Souvenir

Ada restoran atau kafe dengan pemandangan laut yang luas. Menikmati makanan sambil melihat ombak itu rasanya beda banget. Selain itu, ada juga outlet butik dan souvenir untuk oleh-oleh khas Jungwok beach.

Oh ya, area duduknya juga cukup nyaman dan bersih. Saya sempat duduk cukup lama sambil menikmati angin laut.

Area Parkir & Mushola

Area parkirnya luas, toilet bersih, dan tersedia mushola. Fasilitas seperti ini penting sih menurut saya, apalagi kalau datang bareng keluarga besar.

Pantai Jogja memang banyak yang indah, tapi pantai jungwok blue ocean menawarkan kenyamanan lebih. Itu yang membuatnya terasa istimewa.

Kolam renang Jungwok
Saya berfoto di atas kolam renang (doc. Riana Dewie)


Tiket Masuk, Jam Buka & Foto Murah

Soal harga, pantai jungwok blue ocean termasuk ramah di kantong. Dengan tiket masuk sekitar Rp 25.000 – Rp 35.000, pengunjung sudah bisa menikmati semua spot wisata yang ada.

Jam Operasional

Pantai Jungwok secara umum buka 24 jam untuk akses ke area pantainya. Namun untuk area komersial Jungwok Blue Ocean biasanya buka sekitar pukul 08.00 atau 09.00 WIB hingga 19.00 atau 20.00 WIB saat weekday, dan bisa sampai 20.00 atau 21.00 WIB saat weekend atau libur nasional.

Oh ya, sebaiknya datang lebih pagi supaya bisa menikmati suasana yang lebih tenang dan cahaya matahari yang bagus untuk foto.

Harga Tiket

Harga tiketnya relatif terjangkau. Menurut saya sih dengan konsep dan fasilitas yang ditawarkan, harga segitu cukup worth it.

Fotografer 5 Ribuan

Yang unik, ada banyak mas fotografer yang siap membantu mengabadikan momen terbaikmu. Dengan harga sekitar 5 ribu rupiah saja, kamu sudah bisa mendapatkan foto proper dengan latar laut dan bangunan putih-biru yang estetik.

Oh ya, saya sempat mencoba jasa fotografernya dan hasilnya cukup memuaskan. Murah tapi hasilnya oke.

***

Di akhir perjalanan, saya merasa pantai jungwok blue ocean bukan cuma soal spot foto estetik. Tempat ini adalah kombinasi antara alam pantai Gunungkidul yang memesona dan konsep modern yang bikin pengalaman liburan terasa berbeda.

Keceriaan kami di Jungwok Blue Ocean
Keceriaan kami di Jungwok Blue Ocean (Doc. team)


Kalau kamu mencari pantai Gunungkidul yang bagus, ingin merasakan Jungwok beach dengan nuansa Santorini, sekaligus menikmati fasilitas lengkap di pantai Jogja, maka pantai jungwok blue ocean layak masuk daftar kunjunganmu.

Buat saya pribadi, perjalanan jauh menuju pantai jungwok blue ocean terasa sepadan. Dan mungkin suatu hari nanti, saya akan kembali lagi ke pantai jungwok blue ocean untuk menikmati birunya laut selatan yang menenangkan hati.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Wellness

Pola Hidup Sehat: Formula Realistis Pekerja Kantoran

Pola hidup sehat

Di tengah ritme kerja yang padat dan tuntutan hidup yang terus bergerak cepat, saya akhirnya menemukan satu formula sederhana yang bisa saya jalani tanpa drama: pola hidup sehat yang realistis, terukur, dan konsisten. Bukan yang terlihat sempurna di luar, tapi yang benar-benar bisa saya lakukan setiap hari. Dari situlah rutinitas ini terbentuk: pelan, sadar, dan penuh komitmen.

Healthy Habit untuk Pekerja Sibuk: Jogging Pagi, IF, dan Tidur Disiplin

Pola hidup sehat buat saya dulu terdengar seperti sesuatu yang ribet, mahal, dan butuh waktu luang yang banyak. Padahal saya pekerja kantoran yang jam kerjanya padat, target numpuk, dan kadang pulang sudah capek duluan. Tapi justru karena rutinitas itulah saya sadar, kalau saya gak mengatur diri sendiri, siapa lagi?

Oh ya, perjalanan saya membangun kebiasaan sehat ini juga penuh trial and error, bukan langsung sempurna sejak hari pertama. Ada fase malas, ada fase over semangat, ada juga fase ingin menyerah. Hihihihi… manusiawi banget kan.

Kalau saya sih akhirnya memilih satu prinsip sederhana: bikin pola hidup sehat yang realistis, bukan yang cuma kelihatan keren di media sosial. Buat saya, healthy habit itu harus bisa dijalani dalam jangka panjang. Bukan sekadar seminggu rajin, lalu hilang.


Pilar 1: Bangun Pagi & Tidur Terjadwal dalam Pola Hidup Sehat

Banyak orang fokus ke olahraga dan makanan, tapi lupa bahwa fondasi pola hidup sehat adalah tidur.

Kenapa tidur jam 21.30 itu krusial

Saya sengaja “memaksa” diri tidur jam 21.30. Awalnya berat banget, karena godaan scrolling itu luar biasa. Tapi saya sadar, kalau mau bangun pagi dengan segar, ya harus kompromi dengan waktu istirahat.

Oh ya, saya juga sadar kualitas tidur sangat memengaruhi metabolisme dan hormon lapar. Kalau tidur kurang, besoknya pasti craving gula naik. Jadi buat saya, tidur cepat itu bukan hukuman, tapi investasi.

Target bangun jam 3 pagi

Jam 3 pagi alarm berbunyi. Kadang masih gelap, kadang masih dingin, dan kadang saya ingin tarik selimut lagi. Tapi di momen itulah disiplin diuji.

Kalau saya sih biasanya langsung duduk, minum air putih, dan gak kasih waktu buat otak bernegosiasi. Karena kalau kebanyakan mikir, pasti kalah.

Hubungan kualitas tidur & metabolisme

Sejak konsisten tidur teratur, saya merasa energi lebih stabil. Badan lebih ringan. Fokus lebih tajam. Ternyata contoh kebiasaan sehat sehari hari seperti tidur cukup itu efeknya luar biasa.

Pola hidup sehat itu bukan cuma soal keringat, tapi juga soal istirahat yang cukup.

Saya & suami jogging pagi bersama anabul
Saya & suami jogging pagi bersama anabul (Doc. Riana Dewie)


Pilar 2: Jogging Pagi Bersama Anabul (05.00–06.30)

Bagian ini favorit saya. Jam 5 pagi sampai 6.30 adalah waktu sakral buat saya dan anabul.

Awali dengan pemanasan atau cardio singkat

Sebelum lari, saya selalu awali dengan pemanasan. Kadang stretching ringan, kadang cardio sebentar seperti jumping jack. Biar otot gak kaget.

Oh ya, tubuh kita itu butuh adaptasi, jadi jangan langsung gas penuh. Saya pernah cedera ringan karena terlalu semangat di awal, dan itu bikin kapok.

90 menit gerak aktif untuk stamina

Total sekitar 90 menit saya bergerak. Gak selalu lari cepat, kadang kombinasi jalan cepat dan jogging santai. Yang penting konsisten.

Buat saya, kebiasaan sehat seperti ini bikin stamina meningkat signifikan. Naik tangga kantor pun gak ngos-ngosan lagi. Hahahaha… dulu sih beda cerita.

Manfaat mental health dari olahraga pagi

Udara pagi itu beda. Lebih sejuk, lebih tenang, dan belum banyak polusi. Di momen itu, pikiran terasa lebih jernih.

Saya merasa olahraga pagi membantu mengurangi stres kerja. Mood jadi lebih stabil. Ini bagian dari pola hidup sehat yang sering diremehkan, padahal efeknya nyata banget.

Bonding time dengan anabul sebagai terapi alami

Jogging bareng anabul itu bukan cuma olahraga, tapi juga terapi. Melihat dia berlari dengan semangat bikin hati hangat.

Kalau saya sih merasa ini salah satu contoh kebiasaan sehat sehari hari yang berdampak emosional. Hubungan kami jadi lebih dekat. Rasanya seperti recharge energi sebelum masuk dunia kerja.


Pilar 3: Pola Makan Terstruktur dengan IF untuk Pola Hidup Sehat

Setelah olahraga dan kerja, bagian berikutnya adalah makan. Saya memilih metode intermittent fasting 16:8.

Skema IF 16:8 versi saya

Saya puasa dari jam 20.00 malam sampai jam 12.00 siang keesokan harinya. Jadi jendela makan hanya 8 jam.

Oh ya, awalnya lapar banget sih di pagi hari. Tapi setelah beberapa minggu, tubuh mulai terbiasa. Sekarang malah terasa ringan.

Sebagai Mindful Lifestyle Blogger dalam perjalanan pribadi saya, saya belajar bahwa kebiasaan sehat itu butuh kesadaran, bukan paksaan berlebihan.

Buah potong menjadi menu favorit
Buah potong menjadi menu favorit (doc. Riana Dewie)


Buka puasa jam 12 siang dengan buah praktis

Jam 12 siang saya biasanya buka dengan potongan buah dari minimarket. Praktis, cepat, dan segar.

Kalau saya sih lebih suka pepaya atau semangka. Simpel tapi cukup buat mengisi energi awal. Ini bagian dari pola hidup sehat yang mudah diterapkan pekerja kantoran.

Buah membantu pencernaan lebih siap sebelum makan berat.

Kenapa makan malam dibatasi jam 20.00

Saya membatasi makan malam maksimal jam 20.00. Bukan karena tren, tapi karena saya ingin tubuh punya waktu istirahat.

Makan terlalu malam bikin tidur kurang nyenyak. Dan itu mengganggu siklus healthy habit yang sudah saya bangun.

Konsistensi puasa sampai siang berikutnya

Kuncinya di konsistensi. Kalau hari ini longgar, besok juga pasti ikut longgar.

Pola hidup sehat bukan tentang sempurna, tapi tentang menjaga ritme. Sedikit demi sedikit, tubuh belajar beradaptasi.


Dampak yang Saya Rasakan Setelah Konsisten dengan Pola Hidup Sehat

Setelah beberapa bulan menjalani rutinitas ini, saya mulai merasakan perubahan signifikan.

  • Energi lebih stabil.
  • Berat badan lebih terkontrol.
  • Fokus kerja meningkat.
  • Mood lebih stabil.

Oh ya, saya juga merasa lebih percaya diri. Bukan karena angka timbangan saja, tapi karena berhasil menepati komitmen pada diri sendiri.

Pola hidup sehat ini membuat saya sadar bahwa healthy habit gak harus mahal. Gak perlu alat gym canggih atau makanan super mahal. Cukup disiplin waktu, olahraga rutin, dan pola makan terstruktur.

Sekarang, jam 21.30 adalah alarm alami untuk tidur. Jam 3 pagi bukan lagi musuh. Jogging pagi bersama anabul jadi momen yang selalu saya tunggu. Dan IF sudah seperti bagian dari identitas saya.

Kalau dipikir-pikir, kebiasaan sehat ini sebenarnya sederhana. Tapi efeknya menyentuh banyak aspek hidup saya: fisik, mental, bahkan relasi.

Saya yang mengusahakan untuk selalu sehat
Saya yang mengusahakan untuk selalu sehat (doc. Riana Dewie)


Di akhir perjalanan kecil ini, saya belajar satu hal penting: pola hidup sehat adalah bentuk cinta pada diri sendiri. Bukan tentang siapa paling kuat, tapi siapa paling konsisten.

Dan buat saya pribadi, perjalanan ini masih panjang. Masih akan ada hari malas, hari capek, hari ingin rebahan saja. 

Apalagi di satu tahun terakhir ini, ritme jogging saya agak berubah karena seringnya menemani orang tua opname untuk perawatan. Jadi, saya tetap mengusahakan olahraga walau hanya dari rumah. 

Walau begitu, saya selalu ingat alasan awal memulai. Karena pada akhirnya, healthy habit bukan gaya hidup mahal, tapi pola yang konsisten. Dan pola hidup sehat ini sudah menjadi bagian dari Family & Personal Journey saya.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Culinary Journey

Kopi Jogja Viral Outdoor Unik di Tengah Kota

Kopi Viral Jogja


Cari coffee shop di Jogja itu banyak banget. Serius. Dari yang konsepnya industrial, estetik minimalis, sampai yang vintage klasik juga ada. Apalagi saat saya lagi suntuk dan ingin melepas segala penat, beban hati, beban kerja, atau sekadar meet up bareng teman untuk berbagi cerita, pilihan tempatnya kayak gak ada habisnya. Tapi di tengah ramainya kuliner kopi jogja, saya justru nemu satu spot kopi jogja viral yang konsepnya beda dari yang lain.

Asyik banget ya bisa nongkrong bareng temen. Ketawa, curhat, sharing mimpi, atau cuma bengong bareng pun rasanya tetap hangat. Nah, biasanya kalau saya sih suka cari tempat yang gak terlalu formal, gak terlalu ribet, dan tetap nyaman. Eh, ternyata ada satu tempat ngopi asyik yang konsepnya semacam street coffee gitu. Outdoor. Santai. Dan lokasinya… di museum. What?

Oh ya, waktu pertama kali tahu tempat ini, saya sempat mikir, “Seriusan ngopi depan museum?” Tapi justru itu yang bikin penasaran. Di antara banyaknya kopi jogja viral yang berlomba tampil estetik, tempat ini malah tampil simpel tapi berkarakter.

Coffee Street Asyik di Jogja

Konsep street coffee ini menurut saya unik banget. Bayangin aja, meja dan kursinya portable, mirip peralatan camping atau wisata alam. Gak ada kursi empuk mewah, gak ada ruangan ber-AC super dingin. Tapi justru di situlah letak pesonanya.

Ngopi di jogja itu identik dengan suasana santai dan obrolan panjang. Di sini, sensasinya lebih membumi. Duduk di kursi lipat, meja kecil minimalis, lampu temaram menjelang malam, dan angin Jogja yang sepoi-sepoi. Kalau saya sih suka banget suasana kayak gini karena terasa lebih intim dan hangat.

Oh ya, konsep outdoor ini juga bikin kita lebih leluasa menikmati suasana sekitar. Gak terkurung dinding. Gak terasa sempit. Justru terasa luas dan bebas. Hihihihi…. kadang saya merasa suasana kayak gini lebih jujur, lebih apa adanya.

Di tengah tren kopi Yogyakarta yang makin kreatif, street coffee seperti ini jadi warna tersendiri. Sederhana, tapi tetap serius soal rasa. Apalagi buat yang lagi cari kopi jogja viral dengan vibes beda, ini bisa jadi pilihan menarik.

Ngajak teman ngopi juga asyik
Ngajak teman ngopi juga asyik (Doc. Riana Dewie)


Strategis: Lokasi di Museum TNI AD Dharma Wiratama

Baree Street Coffee (IG @baree.idn) berlokasi di area trotoar depan Museum TNI AD Dharma Wiratama, Jalan Jenderal Sudirman No.75, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta. Lokasinya strategis banget karena ada di pusat kota.

Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama sendiri adalah museum sejarah perjuangan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Di dalamnya tersimpan ribuan artefak senjata, peralatan perang, dokumen sejarah, hingga bangunan yang dulu pernah digunakan sebagai markas TKR. Tempat ini mengabadikan citra, rasa, karsa, dan dharma prajurit TNI AD.

Oh ya, saya sempat masuk ke museumnya juga sebelumnya, dan auranya memang terasa penuh sejarah. Jadi habis menyerap cerita perjuangan bangsa, lanjut ngopi santai di depannya tuh rasanya unik banget.

Ngopi di jogja sambil menikmati Jalan Sudirman itu punya sensasi tersendiri. Kita bisa melihat gedung-gedung tinggi seperti Swiss-Belboutique Yogyakarta yang menghias area tersebut. Lampu kota mulai menyala saat sore berganti malam. Mobil lalu lalang, tapi tetap terasa santai.

Menurut saya sih, kombinasi antara sejarah dan kopi itu jarang banget ditemui. Biasanya kan kopi identik dengan area kampus atau sudut-sudut hipster. Tapi di sini, kopi jogja viral justru menyatu dengan nuansa perjuangan.

Tempatnya luas untuk ukuran trotoar, adem karena pepohonan, dan nyaman buat nongkrong lama. Gak heran kalau makin ke malam, pengunjungnya makin ramai.

Kopinya Nikmat & Creamy!

Sekarang kita masuk ke bagian paling penting: rasa kopinya.

Varian kopinya memang gak begitu banyak, tapi justru itu yang bikin fokus. Kopi susu-nya creamy banget. Beneran lembut dan gak terlalu pahit. Perpaduan espresso dan susunya pas. Saya yang biasanya sensitif sama kopi terlalu strong pun masih bisa menikmati dengan santai.

Kopi yang saya pesan
Kopi yang saya pesan: Caramel & Matcha (Doc. Riana Dewie)

Beberapa varian rasa yang tersedia antara lain Brown Sugar, Aren, Caramel, Americano dan Matcha. Matcha-nya juga seenak itu, loh. Gak terlalu manis, gak terlalu pahit. Balance banget. Menu non coffee juga ada, seperti Dark Chocolate, Matcha & red Velvet buat kamu yang gak bisa konsumsi kopi. 

Oh ya, harga di sini juga ramah di kantong. Mulai dari 15 ribuan aja, kita sudah bisa dapat satu cup coffee dengan mesin espresso sekelas resto. Untuk ukuran kopi jogja viral dengan kualitas rasa seperti ini, menurut saya sih worth it banget.

Jam bukanya dari pukul 15.00 sampai 23.59 WIB. Cocok buat yang habis kerja dan ingin melepas penat. Atau buat mahasiswa yang lagi cari tempat nongkrong hemat tapi tetap berkualitas.

Di tengah ramainya kuliner kopi jogja, tempat ini membuktikan bahwa gak perlu tempat mewah untuk menyajikan kopi enak. Kadang yang sederhana justru lebih membekas.

Apa sih Manfaat Ngopi itu?

Tempatnya adem, luas, dan nyaman buat nongkrong lama bareng temen. Pilihan minumannya oke, harganya terjangkau, vibes-nya pas buat santai kapan aja.

Oh ya, ternyata ngopi juga ada manfaatnya, loh! Banyak yang mengira ngopi cuma soal gaya hidup, padahal ada sisi positifnya juga.

1. Meningkatkan Mood

Kafein dalam kopi bisa membantu meningkatkan hormon dopamin. Makanya setelah ngopi, suasana hati terasa lebih ringan.

2. Menambah Fokus

Buat saya pribadi, kopi sering membantu saat lagi butuh konsentrasi ekstra. Apalagi kalau lagi nulis atau kerja deadline.

3. Jadi Momen Sosialisasi

Ngopi di jogja itu identik dengan ngobrol. Dari yang serius sampai receh. Hahahaha…. kadang obrolan random justru jadi kenangan paling seru.

4. Me Time yang Berkualitas

Duduk sendirian, menyeruput kopi Yogyakarta yang creamy, sambil melihat lalu lintas kota, itu bisa jadi terapi kecil yang menenangkan.

5. Mengurangi Rasa Penat

Kadang yang kita butuhkan cuma berhenti sebentar. Duduk. Tarik napas. Minum kopi jogja viral favorit. Dan biarkan pikiran pelan-pelan tenang.

Oh ya, saya sendiri sering merasa bahwa ngopi itu bukan sekadar minumannya, tapi jeda. Jeda dari rutinitas yang padat. Jeda dari pikiran yang berisik.

***

Jadi, kapan kamu ngajak temanmu ngopi di sini? Atau mungkin pingin me time saja, ngopi sendirian sambil melamun pelan di bawah langit Jogja sore hari?

Baree Street Coffee membuktikan bahwa kopi jogja viral gak selalu harus mewah dan glamor. Kadang yang sederhana, outdoor, dengan kursi lipat dan suasana museum justru terasa lebih berkesan.

Oh ya, kalau kamu lagi cari pengalaman ngopi yang beda dari biasanya, tempat ini layak masuk daftar. Perpaduan sejarah, suasana kota, harga terjangkau, dan rasa creamy yang konsisten bikin saya pengin balik lagi.

Nongkrong asyik sambil ngopi
Nongkrong asyik sambil ngopi (Doc. Riana Dewie)

Di tengah ramainya kopi Yogyakarta dan tren kuliner kopi jogja yang terus berkembang, Baree Street Coffee punya identitas yang kuat. Dan menurut saya sih, identitas itu yang bikin sebuah tempat bertahan lama.

Akhirnya, saya sadar satu hal. Ngopi itu bukan cuma soal rasa, tapi soal cerita. Tentang siapa yang duduk di sebelah kita. Tentang obrolan apa yang mengalir. Tentang jeda kecil yang kita beri untuk diri sendiri.

Dan di sudut Jalan Sudirman itu, kopi jogja viral menemukan maknanya sendiri.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments