In Kuliner Jogja

Sate Ratu Jogja: Wisata Kuliner Wajib Saat Liburan ke Jogja

sate ratu jogja wisata kuliner jogja

Kalau bicara soal wisata kuliner Jogja, rasanya hampir semua orang pernah mendengar tentang sate ratu jogja. Kuliner yang satu ini memang cukup viral beberapa tahun terakhir.

Tapi kalau kita bicara lebih dalam, kisah Sate Ratu jogja sebenarnya bukan sekadar cerita kuliner yang viral sesaat.

Perjalanan tempat makan ini sudah lebih dari satu dekade. Ya, saya adalah salah satu saksi yang pernah makan di Angkringan Ratu (nama lama dengan kondisi warung sederhana) yang saat itu belum punya penggemar. 

Ya, dari warung sederhana dengan dua meja di bangunan anyaman bambu, sekarang berkembang menjadi restoran yang bisa menampung ratusan pengunjung setiap hari. 

Buat saya, perjalanan Sate Ratu jogja ini menarik karena menunjukkan bahwa sebuah kuliner bisa bertahan bukan hanya karena viral, tetapi juga karena konsistensi.

Coba ingat-ingat deh! Adakah kuliner di sekitarmu yang didatangi banyak pembeli saat viral namun lama-lama meredup hingga bangkrut dan gakda gaungnya lagi?

Nah, beda dengan Sate Ratu ini. Semakin hari makin viral, dan hebatnya penggemarnya makin banyak. Satu kunci yang menurut saya jadi keunggulan menu disini adalah olahan satenya yang juicy. 


Sate Ratu Jogja dalam Peta Wisata Kuliner Jogja

Kalau membahas wisata kuliner Jogja Sate Ratu, restoran ini memang punya posisi yang cukup menarik di dunia kuliner Yogyakarta. Banyak wisatawan yang memasukkan Sate Ratu jogja ke dalam daftar kuliner wajib saat liburan ke Jogja. Jangan-jangan kamu salah satunya? Hihihi....

Saya sendiri gak terlalu heran sih. Setiap ada teman atau saudara yang datang ke Jogja, hampir selalu ada yang berkata, “Nanti anterin makan di Sate Ratu ya.” Seolah-olah tempat ini memang sudah menjadi destinasi wajib bagi traveler.

Saat wisatawan mancanegara memberi testimoninya
Saat wisatawan mancanegara memberi testimoninya (IG Sate Ratu)

Oh ya, yang menarik lagi adalah pelanggan Sate Ratu Jogja tidak hanya datang dari dalam negeri. Dari cerita yang saya dengar, pengunjung dari ratusan negara pernah mampir untuk mencicipi sate ayam merah yang menjadi menu andalan mereka. Cetazzzz! 

Bahkan beberapa artis juga terlihat pernah datang ke sini. Ada yang berfoto bersama staf restoran dengan ekspresi ceria. Melihat itu rasanya seperti melihat brand lokal yang benar-benar dicintai banyak orang.

Siapa coba yang gak penasaran sama taste-nya kalau viral terus gini....


Pengalaman Makan di Sate Ratu Jogja

Saat saya datang, antrean pengunjung sudah cukup panjang. Tapi anehnya suasana antre terasa santai. Banyak orang yang ngobrol, ada yang sibuk foto-foto, bahkan ada yang livestream di media sosial. Hahaha.... 

Saya cuma bisa tersenyum melihat suasana itu. Rasanya seperti sedang berada di tempat makan yang bukan hanya soal makanan, tapi juga pengalaman. 

Pasti deh mereka kepo banget dengan menu sate merah yang terkenal itu. Begitu datang, tampilannya memang menggoda. Bumbu merahnya terlihat meresap dan aromanya cukup kuat. Aahhhh, berkali-kali makan tetap aja saya dibuat ngiler tiap membahas kuliner yang satu ini!

Menu Sate Merah
Menu Sate Merah di Sate Ratu (doc. Riana Dewie)


Oh ya, selain sate merah ternyata ada juga beberapa menu lain yang cukup menarik. Beberapa di antaranya bahkan sering disebut dalam berbagai sate ratu jogja review wisatawan.

Beberapa menu favorit yang pernah saya makan di sini adalah:

  • Sate Merah: sate ayam dengan bumbu pedas manis yang meresap

  • Lilit Basah: olahan daging cincang yang lembut dan juicy

  • Ceker Tugel: ceker pedas dengan rempah kuat

  • Sate Kanak: versi sate merah yang tidak pedas untuk anak-anak

  • Sate Kulit: sate kulit ayam yang gurih

Selain itu ada juga menu pelengkap seperti kuah kaldu ayam, sup hangat, hingga camilan kulit goreng. Pokoknya kalau kami jajan disini, semua pasti pingin dicobain. Hihihi....

Yang cukup unik adalah minuman khas mereka. Ada teh tubruk yang sederhana tapi menghangatkan, dan minuman racikan yang disebut “Hou”. 

Katanya sih dibuat dari buah, bunga, dan… “cinta terlarang”. Hahahaha… itu istilah dari owner-nya sendiri loh ya, yang pernah bercerita sama saya saat jajan di sana. 

Ceker Tugel di Sate Ratu
Ceker Tugel di Sate Ratu (doc. Riana Dewie)


Cerita di Balik Kesuksesan Sate Ratu Jogja

Di balik ramainya pengunjung Sate Ratu jogja, ternyata ada cerita menarik tentang strategi bisnis mereka. Salah satu yang cukup menonjol adalah peran owner yang aktif di media sosial.

Oh ya, Pak Budi sebagai owner cukup sering membagikan konten edukatif tentang bisnis kuliner. Saya memang beebrapa kali lihat kontennya di IG pribadinya yang berkolaborasi dengan IG @sateratu. 

Ia berbicara dari berbagai sudut pandang, mulai dari pengusaha, karyawan, hingga pelanggan. Pokoknya pembahasannya cukup lengkap dan cukup inspiratif. 

Saya pernah menonton beberapa videonya. Tahu gak sih, rasanya tuh seperti diajak ngobrol santai tapi tetap penuh insight. Ia bahkan mengakui bahwa tempatnya tidak terlalu estetis dan variasi menunya tidak banyak.

Tapi justru dari situ muncul pendekatan yang terasa jujur. Konten mereka bukan hanya foto makanan cantik, tapi juga cerita dan edukasi.


restoran sate ratu jogja kuliner wajibRestoran Sate Ratu Jogja kuliner wajib wisatawan (doc. Sate Ratu)


Kalau saya sih melihat ini sebagai fondasi emosional sebuah brand. Orang datang bukan hanya untuk makan, tapi juga karena merasa terhubung dengan nilai yang dibangun.

Selain itu ada beberapa faktor lain yang membuat Sate Ratu Jogja bisa bertahan lama.

  • Konsep bisnis terus diperbaiki dari waktu ke waktu

  • Owner aktif berinteraksi dengan pelanggan

  • Kerja sama yang solid antara Pak Budi dan Pak Lanang

  • Ulasan positif di Google Review

  • Menjaga kualitas bahan dan rasa

  • Hubungan baik dengan karyawan dan mitra

  • Tidak membuka franchise demi menjaga kualitas

Menurut saya, keputusan untuk tidak membuka waralaba justru menjadi langkah yang menarik. Mereka memilih fokus menjaga kualitas daripada ekspansi besar. 

Pola pikir ini gak selalu dipikirkan oleh owner resto dan Pak Budi sudah membuktikan bahwa keputusannya memang benar. 


Wisata Kuliner Jogja yang Punya Cerita

Akhirnya saya menyadari bahwa Sate Ratu Jogja bukan hanya soal kuliner viral. Di balik ramainya antrean pelanggan, ada perjalanan panjang yang penuh proses.

Oh ya, saat saya duduk menikmati sate merah sambil melihat antrean yang terus datang, saya sempat berpikir bahwa bertahan selama lebih dari sepuluh tahun tentu bukan hal mudah.

Ada evaluasi, ada perubahan konsep, bahkan mungkin ada masa-masa sulit yang tidak terlihat oleh pelanggan.

Warung Sate Ratu dipenuhi tamu
Warung Sate Ratu dipenuhi tamu (doc. Riana Dewie)


Kalau saya sih sekarang lebih paham kenapa banyak orang memasukkan Sate Ratu Jogja ke dalam daftar wisata kuliner Jogja. Tempat ini bukan hanya menyajikan makanan enak, tapi juga cerita tentang konsistensi dan hubungan manusia.

Dan kalau suatu hari kamu sedang liburan ke Jogja, mungkin Sate Ratu Jogja bisa jadi salah satu destinasi kuliner yang layak dicoba. Siapa tahu kamu juga punya cerita sendiri setelah makan di sana, seperti saya.... Hihihihi…

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Cultural Events

Ngayogjazz: Festival Jazz Unik di Desa Yogyakarta

Festival Ngayogjazz yang unik

Ngayogjazz adalah salah satu festival musik yang menurut saya paling unik di Indonesia. Festival ini menghadirkan musik jazz di tengah desa, jauh dari kesan formal yang biasanya melekat pada konser jazz. 

Sejak pertama kali mendengar tentang Ngayogjazz, saya langsung merasa penasaran. Kok bisa sih festival jazz digelar di kampung, bahkan di dekat sawah dan rumah warga?

Oh ya, saya pertama kali tahu tentang Ngayogjazz dari cerita teman yang pernah datang langsung ke acaranya, bahkan sudah berkali-kali. 

Katanya suasananya santai banget, penonton bisa duduk lesehan sambil menikmati musik jazz. Kalau saya sih membayangkannya seperti piknik musik di pedesaan yang hangat dan penuh kebersamaan.

Buat banyak orang, festival Ngayogjazz Jogja memang punya daya tarik tersendiri. Festival jazz di Yogyakarta ini selalu berhasil menghadirkan pengalaman yang berbeda. 

Bukan hanya musiknya yang menarik, tapi juga atmosfer desa yang membuat acara ini terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.


Ngayogjazz dan Cerita Awal Festivalnya

Ngayogjazz pertama kali digelar pada tahun 2007. Ide dasarnya cukup sederhana, yaitu membawa musik jazz keluar dari ruang konser yang eksklusif dan menghadirkannya langsung ke tengah masyarakat. 

Tapi emang bener sih, musik jazz selama ini terkesan eksklusif banget kan? Dari situlah konsep Ngayogjazz di desa mulai berkembang.

Oh ya, konsep festival seperti ini sebenarnya jarang ditemui di tempat lain. Biasanya festival musik jazz Jogja digelar di gedung pertunjukan atau hotel. Tapi di sini justru sebaliknya. 

Suasana Ngayogjazz yang asyik
Ngayogjazz dengan suasana"ndeso" (doc. Riana Dewie)

Musisi datang ke desa dan bermain di panggung yang dekat dengan warga. Keren banget sih konsepnya!

Setiap tahun festival ini juga selalu berpindah lokasi. Beberapa desa yang pernah menjadi tuan rumah antara lain Desa Wisata Brayut, Desa Ketingan, Desa Tembi, hingga kawasan Imogiri di Bantul. Perpindahan lokasi ini membuat festival Ngayogjazz Jogja terasa selalu baru.

Yang menarik, festival ini juga terbuka untuk siapa saja. Pengunjung bisa datang tanpa harus merasa canggung. 

Bahkan banyak keluarga yang datang bersama anak-anak mereka. Hahahaha... membayangkan anak kecil duduk santai sambil mendengar jazz memang terasa unik ya. Saya sempat ngobrol dengan teman saya tentang fenomena anak-anak diajak nonton jazz disini. 

"Mungkin dulu bapak ibunya pas masih pacaran suka nonton Ngayogjazz, jadi kebawa sampai mereka udah punya anak...", katanya. Ehhh, setelah dipikir-pikir, bener juga sih logika dia... Hahaha....

Penonton Ngayogjazz dari segala kalangan
Penonton Ngayogjazz dari segala kalangan (doc. Riana Dewie)

Suasana Festival Ngayogjazz yang Bikin Rindu

Kalau bicara soal atmosfer, Ngayogjazz memang punya karakter yang berbeda dari festival musik lainnya. Begitu memasuki area desa tempat festival berlangsung, pengunjung biasanya langsung disambut oleh keramaian yang hangat.

Oh ya, yang paling menarik menurut saya adalah cara orang menikmati musik di festival ini. Banyak yang duduk di atas tikar atau rumput sambil mendengarkan alunan musik dari panggung. Rasanya santai banget.

Suasana festival musik jazz Jogja ini juga terasa lebih akrab karena warga desa ikut terlibat langsung. Rumah-rumah warga kadang dihias sederhana, dan jalan kampung dipenuhi pengunjung yang berjalan santai dari satu panggung ke panggung lainnya.

Panggung Musik di Area Desa

Biasanya Ngayogjazz menghadirkan beberapa panggung musik yang tersebar di area desa. Setiap panggung memiliki karakter yang berbeda.

Beberapa panggung menampilkan musisi jazz nasional, sementara panggung lainnya menghadirkan komunitas jazz dari berbagai kota. Kadang ada juga kolaborasi musik jazz dengan unsur tradisional Jawa.

Menurut saya sih konsep ini membuat festival terasa lebih hidup. Pengunjung bisa bebas memilih panggung mana yang ingin mereka nikmati.

Peta lokasi acara Ngayogjazz 2025
Peta lokasi acara Ngayogjazz 2025 (doc. Riana Dewie)


Ngayogjazz 2025: Lokasi, Bintang Tamu, dan Suasana

Ngayogjazz kembali digelar meriah pada tahun 2025 di kawasan Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Festival Ngayogjazz Jogja ini berlangsung sekitar pukul 13.00 hingga malam hari dan menghadirkan puluhan musisi jazz dari dalam maupun luar negeri.

First time saya datang ke festival ini adalah saat Ngayogjazz 2025 kemarin. Lumayan kaget sih, karena sejak dari parkrian, saya melihat papan-papan seni di sudut-sudut jalan dengan kata-kata nyleneh. 

Ngayogjazz 2025
Salah satu jalan masuk Ngayogjazz 2025 di Imogiri, Bantul (doc. Riana Dewie)

Tahun 2025 Ngayogjazz Jogja mengusung tema unik “Jazz Diundang Mbokmu”, sebuah ajakan santai yang menggambarkan bahwa musik jazz bisa dinikmati oleh siapa saja, seperti hajatan desa yang terbuka untuk semua orang

Oh ya, satu kunci yang membuat Ngayogjazz selalu menarik adalah konsepnya yang tetap gratis untuk pengunjung. Jadi siapa saja bisa datang menikmati festival jazz di Yogyakarta tanpa harus membeli tiket mahal.

Bintang Tamu yang Tampil

Beberapa musisi yang meramaikan Ngayogjazz 2025 antara lain:

  • Sri Hanuraga

  • Andre Dinuth

  • Aditya Ong Quartet

  • Encik Sri Krishna

  • Kua Etnika feat. Ari Wvlv & Gamellance

  • Kevin Saura Group

  • Eef Van Breen Quartet

  • Bennet Brandeis Trio

Musisi siap menghibur penikmat Ngayogjazz
Musisi siap menghibur penikmat Ngayogjazz (doc. Riana Dewie)

Selain musisi profesional, festival musik jazz Jogja ini juga menghadirkan berbagai komunitas jazz dari berbagai kota di Indonesia.

Panggung Festival

Pada penyelenggaraan Ngayogjazz 2025 terdapat sekitar empat panggung utama yang tersebar di area desa, yaitu:

  • Panggung Simbok

  • Panggung Ibu

  • Panggung Biyung

  • Panggung Simak

Konsep panggung yang tersebar ini membuat pengunjung bisa berjalan santai menyusuri desa sambil menikmati berbagai penampilan musik jazz.


Kuliner Tradisional dan Booth UMKM

Selain musik, salah satu daya tarik Ngayogjazz adalah keberadaan kuliner tradisional yang dijual oleh warga desa. Area festival biasanya dipenuhi berbagai warung kecil yang menawarkan makanan khas.

Pengunjung bisa menemukan nasi kucing, sate ayam, mie jawa, cilok, sate kere, seafood bakar hingga berbagai jajanan pasar seperti getuk dan klepon. 

Minuman hangat seperti wedang jahe juga sering menjadi favorit pengunjung. Kebetulan kemarin saya sempat jajan es jeruk baby untuk menyegarkan tenggorokan siang itu. Hihihi....

Oh ya, saya selalu membayangkan suasana makan jajanan pasar sambil mendengar musik jazz. Kedengarannya sederhana, tapi justru di situlah letak keistimewaan Ngayogjazz di desa.

Di beberapa area juga terdapat Pasar Jazz, yaitu tempat berbagai produk lokal dijual. Kerajinan tangan, kaos festival, hingga tote bag biasanya tersedia di sana. Kemarin saya lihat banyak pengunjung yang tergoda untuk membeli suvenir kecil sebagai kenang-kenangan.

Menariknya lagi, konsep festival ini juga mengingatkan saya pada berbagai tulisan perjalanan yang pernah saya baca, termasuk artikel dari Review Bandung yang sering membahas pengalaman wisata unik di Indonesia.

Hihihihi... rasanya menarik juga membayangkan jalan kampung yang biasanya sepi tiba-tiba dipenuhi pecinta musik jazz dari berbagai kota, ya!

Salah satu seniman yang menghibur Ngayogjazz 2025
Salah satu seniman yang menghibur Ngayogjazz 2025 (doc. Riana Dewie)


Kenapa Ngayogjazz Selalu Ditunggu?

Setiap tahun Ngayogjazz selalu dinanti oleh para pecinta musik. Selain karena musiknya, pengalaman yang ditawarkan memang terasa berbeda.

Oh ya, saya pernah membaca cerita pengunjung yang datang dari luar kota hanya untuk merasakan suasana festival ini. Mereka bilang, Ngayogjazz bukan hanya konser musik, tapi juga pengalaman budaya yang hangat.

Menurut saya sih itu masuk akal. Ketika musik jazz dimainkan di tengah desa, suasananya otomatis terasa lebih santai. Penonton dan musisi juga terasa lebih dekat. Saya lihat, penonton ada yang maju ke depan panggung untuk ikut berjoget, menyanyi dan menikmati alunan musik yang mengalun dinamis. 

Di sisi lain, festival Ngayogjazz Jogja ini juga memberi manfaat bagi masyarakat desa. Kehadiran ribuan pengunjung tentu membantu meningkatkan aktivitas ekonomi warga.

Pada akhirnya, Ngayogjazz memang lebih dari sekadar festival musik jazz di Yogyakarta. Festival ini menjadi tempat berkumpulnya komunitas, pecinta musik, serta masyarakat desa dalam suasana yang hangat.

Festival Ngayogjazz selalu ditunggu
Festival Ngayogjazz selalu ditunggu (doc. Riana Dewie)

Bagi banyak orang, datang ke Ngayogjazz bukan hanya soal menonton konser. Mereka datang untuk menikmati suasana santai, berjalan di jalan kampung, dan merasakan momen kecil yang menyenangkan. Ya, termasuk yang saya kemarin. 

Buat saya pribadi, acara ini menjadi kesempatan untuk sekadar mencari waktu healing sambil menikmati alunan musik jazz di desa-desa yang sejuk dan menangkan. 




Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Hotels

Pengalaman Staycation di Grand Rohan Jogja: Hotel Nyaman untuk Refreshing

Grand Rohan Jogja

Pengalaman Staycation di Grand Rohan Jogja ini benar-benar jadi momen yang saya tunggu tanpa sengaja. Tiba-tiba saja seorang teman mengirim pesan, “Temenin aku staycation yuk… mau gak?” Lha jelas saya gak nolak dong. 

Hahaha…. Apalagi kondisi otak lagi burnout kerjaan dan butuh hotel buat refreshing pikiran. Oh ya, saya memang tipe yang gampang banget capek kalau kerjaan numpuk, jadi ajakan seperti ini rasanya kayak oase di tengah gurun.

Bareng beberapa teman lain, akhirnya kami sepakat sampai hotel di sore hari. Pas banget sih, matahari sudah mulai redup, jadi panasnya gak kebangetan. Kebetulan saya dan teman-teman lainnya memang suka nge-blog. 

Jadi, kalau hobinya sama begini, kebayang kan serunya kalau staycation bareng? Kami memilih Grand Rohan Jogja karena vibes-nya oke banget. Dan dari awal datang saja, saya sudah merasa Pengalaman Staycation di Grand Rohan Jogja ini bakal beda dari biasanya.

Snack Time di Suasana Eksotis

Makanan di Grand Rohan Jogja
Snack time di pinggir kolam renang (doc. Riana Dewie)

Kebayang gak sih, waktu saya datang, ternyata teman-teman sudah kumpul di pinggiran kolam renang. Ada yang pegang HP buat selfie, ada yang bawa kamera buat jepret sana jepret sini, ada juga yang duduk santai sambil melihat tamu lain berenang. 

Area kolamnya memang cantik, khas hotel Jogja dengan kolam renang yang estetik dan bersih. Ah, ternyata senikmat ini meluangkan waktu untuk healing lagi. First impression saya, ini gak sekadar hotel bintang 4 di Jogja ya. 

Tapi benar-benar bisa jadi tempat healing di Jogja yang tenang, menepi, dan menemukan kembali “diri saya” dalam keheningan. Oh ya, suasana sore itu ditambah angin semilir bikin pikiran saya terasa lebih ringan.

Di meja outdoor sudah tersaji aneka camilan menggiurkan. Dimsum, pizza, sosis, dan aneka snack lezat lainnya. Ya ampun nikmat banget sore itu. Sambil bergosip manja, kami menikmati snack time yang rasanya lebih dari sekadar ngemil. 

Kalau saya sih jarang banget bisa duduk santai tanpa mikirin deadline, jadi momen ini berasa mahal banget hihihihi….

Dan di momen itu, saya sadar, Pengalaman Staycation di Grand Rohan Jogja memang bukan cuma soal menginap, tapi soal menikmati waktu tanpa terburu-buru.

Ngobrol dan Berbagi Rasa dalam Pengalaman Staycation di Grand Rohan Jogja

Karena lama gak bertemu, obrolan kami ngalor ngidul gak jelas. Ada yang cerita soal kesibukan kerja, drama rumah tangga saat urus anak kecil, sampai bahas olahraga dan kesehatan. Bahkan beberapa dari kami sedang menjalani IF (intermittent fasting) dan saling tukar tips biar konsisten.

Ngobrol di Grand Rohan Jogja
Menikmati kudapan di Grand Rohan Jogja (doc. Hotelicious)

Rasanya nyambung banget bisa staycation seru di Jogja sambil berbagi rasa. Malamnya pun, kami menikmati hidangan hangat di restoran. Menu-menunya lengkap banget, dari Nusantara sampai internasional. Kalau soal rasa sih gak perlu diragukan lagi.

Oh ya, reunian dengan teman yang sebagian datang dari luar Jogja itu rasanya se-asyik ini. Saya benar-benar menikmati Pengalaman Staycation di Grand Rohan Jogja karena bisa tertawa lepas tanpa beban. Bahkan ada momen kami ketawa sampai sakit perut, hahahaha….

Keunggulan Grand Rohan Hotel dari POV Pengunjung

Nah, daripada cerita saya kepanjangan, saya ringkas saja ya beberapa keunggulan hotel ini. Siapa tahu kamu lagi cari hotel buat refreshing pikiran atau staycation anti ribet di Jogja.

Suasana Tenang & Konsep Syariah

Salah satu hal yang bikin beda adalah konsep syariah yang diusung. Hotel dengan konsep syariah itu artinya pengelolaannya mengikuti nilai-nilai Islam, seperti suasana lebih tertib, tamu pasangan harus sah, tersedia fasilitas ibadah lengkap, dan lingkungan lebih kondusif.

Di sini ada Masjid Al-Mi’raj dalam area hotel, lengkap dengan prayer set di kamar dan penunjuk arah kiblat. Musiknya pun lembut, bahkan kadang terdengar gamelan pelan di ruang umum. 

Suasana seperti ini membantu banget menciptakan rasa rileks jauh dari hiruk pikuk kota. Kalau saya sih merasa lebih nyaman dengan suasana seperti ini.

Lingkungan Ramah Keluarga

Bawa anak? Aman banget. Ada playground, kolam renang anak, dan area yang cukup luas untuk bermain. Hotel ini memang ramah keluarga. Jadi orang tua bisa istirahat tanpa khawatir si kecil bosan.

Suasana kamar Grand Rohan Jogja
Suasana kamar Grand Rohan Jogja (doc. Riana Dewie)

Oh ya, kamar-kamarnya juga beragam, dari Deluxe Room, Family Room, sampai Grand Rohan Suite yang paling luas. Totalnya sekitar 185-an kamar. Semua bersih dan nyaman. Saya sempat lihat tipe Deluxe Balcony yang cocok banget buat pasangan atau solo traveler.

Suka Olahraga? Ada Fitness Center

Buat kamu yang khawatir jadwal olahraga terganggu, tenang saja. Di sini ada fitness center dengan peralatan cukup lengkap, jogging area, dan taman outdoor. Saya kemarin sempat coba olahraga ringan di dekat kolam. Suasananya asyik banget, berasa menjalani slow living jauh dari target kantor. Hahaha….

Ruang fitnes Grand Rohan Jogja
Saya sedang fitnes di Grand Rohan Jogja (doc. Riana Dewie)

Teman saya ada juga yang jogging di seberang hotel, karena dekat dengan Jogja Expo Center yang lahannya luas untuk lari pagi. Strategis banget sih lokasinya.

Restoran Nyaman & Fasilitas Lengkap

Restoran Seroja (indoor) dan area Lembayung Senja atau Anggur Laut (outdoor) menyajikan banyak pilihan menu. Dijamin gak kekurangan opsi makanan. Fasilitas Grand Rohan Jogja lainnya juga lengkap: Wi-Fi gratis, layanan kamar, laundry, hingga antar-jemput bandara.

Menu di restoran Grand Rohan Jogja
Menu di restoran Grand Rohan Jogja (doc. Riana Dewie)

Oh ya, pelayanan stafnya ramah dan responsif. Saya merasa benar-benar dihargai sebagai tamu. Dan ini jadi poin penting dalam Pengalaman Staycation di Grand Rohan Jogja yang bikin saya puas.

Lokasinya pun dekat Malioboro dan Keraton, jadi akses ke pusat kota gampang banget. Mau wisata kuliner atau belanja oleh-oleh tinggal melipir sebentar.

Pengalaman Staycation di Grand Rohan Jogja: Pilihan Hotel Holidaymu

Buat saya pribadi, Pengalaman Staycation di Grand Rohan Jogja ini sukses mengisi ulang energi. Fisik sehat, mental juga sehat. Kombinasi hotel bintang 4 di Jogja dengan fasilitas lengkap dan suasana tenang membuatnya cocok jadi tempat healing di Jogja.

Ini bukan iklan berbayar ya, tapi murni pengalaman saya. Kenyamanan, suasana syariah yang adem, serta fasilitas Grand Rohan Jogja yang mendukung rekreasi bikin saya gak ragu kasih bintang lima.

Hotel Grand Rohan Jogja tampak dari depan
Hotel Grand Rohan Jogja tampak dari depan (doc. Riana Dewie)

Oh ya, kalau kamu lagi cari staycation anti ribet dan pengin quality time bareng teman atau keluarga, hotel ini layak banget masuk daftar. 

Karena pada akhirnya, Pengalaman Staycation di Grand Rohan Jogja ini bukan cuma soal menginap, tapi tentang memberi jeda pada diri sendiri agar bisa kembali kuat menghadapi rutinitas.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Travel Stories

Review Obelix Sea View Jogja: Sunsetnya Bikin Lupa Pulang

Review Obelix Sea View Jogja

Review Obelix Sea View Jogja ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi waktu diajak healing dadakan sama "anak lanang". Jadi ceritanya, suatu sore di hari libur, saat saya lagi santai di rumah, tiba-tiba dia chat, “Tak ajak ke satu tempat wisata estetik tapi seru.”

Saya yang lagi butuh angin segar jelas auto mau lah. Namanya juga diajak jalan, siapa sih yang nolak? Apalagi katanya tempatnya punya pemandangan laut dari atas tebing. Kalau saya sih urusan healing dan cuci mata memang jarang saya tolak, hihihihi....

Oh ya, saya memang tipe yang gampang banget tergoda kalau diajak lihat sunset. Rasanya selalu ada energi baru tiap lihat langit berubah warna pelan-pelan. Dan tanpa banyak tanya, kami pun sepakat berangkat sore itu juga.


Perjalanan Naik Turun Gunung

Dari rumah saya di Wirobrajan, perjalanan ke lokasi Obelix Sea View Jogja memakan waktu sekitar satu jam. Ada beberapa rute yang bisa dilewati.

Pertama, lewat Jl. Parangtritis. Ini menurut saya paling cepat dan simpel. Kedua, bisa lewat Jl. Bantul lalu sambung ke Jl. Parangtritis. Ketiga, lewat Jl. Bantul – Jl. Samas/Palbapang – Samas – lalu Jl. Parangtritis.

Jarak waktunya sebenarnya gak beda jauh, hanya selisih beberapa menit saja. Kebetulan kemarin saya pilih jalur Jl. Parangtritis karena menurut saya lebih praktis.

Oh ya, sepanjang perjalanan makin ke selatan, suasananya mulai berubah. Rumah-rumah makin jarang, sawah dan pepohonan makin banyak. Begitu mulai masuk area perbukitan, jalannya naik turun dan berkelok. Deg-deg’an? Lumayan sih.

Kalau saya sih lebih deg-deg’an lihat kendaraan di depan yang kadang melambat saat nanjak curam.


Finally, Sampai ke Obelix Sea View

Begitu mendekati lokasi Obelix Sea View Jogja, jalannya memang cukup menanjak. Bahkan sempat ada momen mobil di depan kami berhenti di tengah tanjakan karena gak kuat naik. Untung langsung ada yang bantu dorong. Saya cuma bisa bilang dalam hati, “Semoga mobil kami aman.”

Karena lokasi ini berada di perbatasan Bantul–Gunungkidul, biasanya pengunjung melewati retribusi jalan atau TPR Parangtritis dan retribusi masuk wilayah Gunungkidul. Ini terpisah dari tiket masuk utama. Jadi siapkan uang kecil ya.

Bukit di Obelix Sea View
Bukit di Obelix Sea View (doc. Riana Dewie)

Akhirnya kami sampai di area parkir pintu utama. Parkirannya luas dan tertata rapi. Kebetulan waktu itu sudah sore, jadi suasananya sejuk dengan angin laut yang cukup kencang.

Oh ya, lokasi Obelix Sea View Jogja memang berada di atas tebing yang menghadap langsung ke Samudra Hindia. Jadi jangan heran kalau anginnya terasa lebih kuat dibanding tempat biasa.


Menikmati Senja di Obelix Sea View

Obelix Sea View sering disebut sebagai “The Twilight Paradise” karena menyajikan sunset di Obelix Sea View yang luar biasa cantik. Dan setelah saya lihat sendiri, memang gak berlebihan sih julukannya.

Sebelum masuk, kami membeli tiket terlebih dahulu. Berdasarkan informasi harga tiket Obelix Sea View terbaru tahun 2026:
- Weekdays (Senin–Kamis): Rp 30.000/orang
- Weekend (Jumat–Minggu) & Libur Nasional: Rp 40.000/orang

Suasana Obelix Sea View setelah pintu masuk
Suasana Obelix Sea View setelah pintu masuk (doc. Riana Dewie)


Menurut saya, harga tiket Obelix Sea View terbaru ini cukup worth it karena sudah bisa menikmati area utama dengan panorama laut dan perbukitan.

Oh ya, kami sampai sekitar jam 16.00 dan itu timing yang pas banget. Matahari sudah gak terlalu terik, tapi langit masih terang. Jadi bisa dapat dua suasana sekaligus: sore cerah dan senja keemasan. Otomatis foto jadi makin banyak dong, hahahaha....

Angin laut berhembus kencang, suara ombak terdengar samar dari bawah tebing, dan langit pelan-pelan berubah dari biru ke jingga, lalu keunguan. Momen sunset di Obelix Sea View ini memang susah dijelaskan kalau gak lihat langsung.

Kalau ditanya review jujur Obelix Sea View versi saya, bagian senjanya ini yang paling bikin nagih.

Obelix Sea View menjelang senja
Obelix Sea View menjelang senja (doc. Riana Dewie)


Spot Menarik di Obelix Sea View

Obelix Sea View bukan sekadar tempat lihat pemandangan. Tempat ini konsepnya modern dan panoramik.

Pemandangan Ciamik

Dari atas bukit, panorama Laut Selatan terlihat luas tanpa penghalang. Kombinasi laut, langit, dan tebing benar-benar memanjakan mata.

Spot Foto Instagramable

1. The Nest
Spot berbentuk sarang raksasa dengan latar laut lepas. Cocok buat foto siluet saat senja.

The Nest di Obelix Sea View
The Nest di Obelix Sea View (doc. Riana Dewie)

2. Single & Couple Swing
Ayunan dengan latar Samudra Hindia. Seru dan sedikit memacu adrenalin.

Ayunan di Atas Laut Obelix Sea View
Single Swing - Ayunan di Atas Laut Obelix Sea View (doc. Riana Dewie)

3. Infinity Pool
Kolam renang yang menghadap langsung ke laut, jadi seolah menyatu dengan horizon.

4. Pool Deck, Amphitheater Mozaik, Cactus Land
Area ini estetik banget buat foto santai atau sekadar duduk menikmati suasana.

Oh ya, datang agak sore memang lebih nyaman karena cahaya mataharinya lebih lembut untuk foto.

Kuliner & Santai

Kami sempat makan di Element Restaurant by Petit Paris. Restonya menghadap laut dan punya area duduk dekat kolam renang yang cantik. Menu yang ditawarkan kombinasi Western dan Nusantara.

Untungnya anak lanang sudah reservasi dulu jauh-jauh hari. Karena antreannya panjang banget. Kalau datang dadakan sih belum tentu kebagian meja.

Aneka hidangan menggiurkan
Aneka hidangan menggiurkan di Element Restaurant by Petit Paris (Doc. Riana Dewie) 


Sambil makan, kami menikmati senja yang pelan-pelan tenggelam. Rasanya malas beranjak. Tempat ini memang cocok buat hangout santai.

Selain itu, ada live music, live DJ, sampai pertunjukan sendratari di waktu tertentu. Perpaduan cerita klasik dan panorama senja dari ketinggian bikin suasana makin hidup.


Review Obelix Sea View Jogja: Keunggulannya

Suasana Obelix Sea View menjelang senja
Suasana Obelix Sea View menjelang senja (doc. Riana Dewie)

Panorama Alam yang Menawan

Lokasinya di atas bukit tinggi membuat pemandangan laut dan perbukitan terlihat dramatis.

Spot Foto Kekinian

Banyak sudut estetik yang cocok untuk konten media sosial atau foto keluarga.

Suasana Lengkap dan Santai

Ada beach club, restoran, hiburan, jadi bukan cuma tempat foto lalu pulang.

Area live music di Obelix Sea View
Area live music di Obelix Sea View (doc. Riana Dewie)


Dekat Destinasi Lain

Lokasinya relatif dekat kawasan Parangtritis dan beberapa wisata Gunungkidul lain. Bisa sekalian dalam satu itinerary.

Oh ya, fasilitasnya juga lengkap. Area parkir luas, musholla, toilet bersih, VIP room atau gazebo (beberapa berbayar), dan toko oleh-oleh.


Obelix Sea View Memang Seasyik ini

Kalau saya sih merasa tempat ini memang dirancang untuk orang-orang yang ingin santai tapi tetap dapat pengalaman visual yang maksimal.

Di akhir kunjungan, saya sadar kenapa banyak orang mencari review Obelix Sea View Jogja sebelum datang. Karena memang pengalaman tiap orang bisa beda, tapi suasana sunsetnya hampir pasti bikin terkesan.

Review jujur Obelix Sea View dari saya: tempat ini cocok buat healing sejenak dari rutinitas. Melupakan kerjaan kantor, urusan rumah, dan beban pikiran yang kadang bikin lelah.

Saya menikmati suasana Obelix Sea View
Saya menikmati suasana Obelix Sea View (Doc. Riana Dewie)

Dan saat saya turun dari lokasi menuju parkiran, langit sudah gelap sepenuhnya. Angin masih berhembus, tapi suasananya terasa lebih tenang.

Akhir kata, review Obelix Sea View Jogja ini benar-benar berdasarkan apa yang saya rasakan sendiri. Tempatnya indah, vibes-nya santai, dan sunset di Obelix Sea View memang seasyik itu.

Kalau kamu lagi cari tempat untuk kabur sebentar dari rutinitas, tempat ini bisa jadi pilihan. Jangan lupa mampir ke Obelix Sea View Jogja kapan-kapan ya. Siapa tahu kamu juga bakal susah pulang, seperti saya waktu itu.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Travel Stories

Wisata Heritage Prambanan Jogja: Menikmati Senja dari Abhayagiri

Wisata Heritage Prambanan Jogja: Menikmati Senja dari Abhayagiri

Adakah yang pernah jalan-jalan ke wisata heritage Jogja area Prambanan? Kalau bicara soal wisata heritage Prambanan Jogja, banyak orang langsung terpikir pada candi. Dan itu memang benar. Kawasan ini adalah salah satu lanskap sejarah paling kuat di Yogyakarta.

Tapi sore itu saya ingin melihat warisan sejarah dari sudut yang berbeda. Bukan dari halaman candi, melainkan dari atas bukit.

Saya menuju Abhayagiri, bersama beberapa teman saya yang lainnya. Niat awal cuma dinner, tapi kok jadi sesuka ini sama tempatnya. 

Buat kamu yang suka ngonten, kesini gak bakal rugi. Banyak banget spot yang bisa kamu manfaatkan untuk membuat feed-mu makin kece!  

Dan setelah sampai di sana, saya paham kenapa tempat ini sering disebut sebagai bagian dari pengalaman heritage di Prambanan.


Kenapa Abhayagiri Disebut Heritage?

Nah, wisata heritage biasanya fokus pada warisan budaya dan sejarah suatu daerah, baik yang berwujud fisik maupun yang berupa tradisi. Saat ke tempat ini pun, kamu gak sekadar jalan-jalan, tapi mengenang jejak masa lalu. 

Sebelum cerita makin jauh, saya mau menjawab pertanyaan yang sempat muncul di kepala saya sendiri: memangnya kenapa Abhayagiri disebut heritage? 

Jawabannya ternyata cukup jelas.

Pertama, lokasinya berada di kawasan cagar budaya Prambanan. Jadi secara geografis saja, ia sudah berdiri di tengah lanskap sejarah.

Dari area atas, kita bisa melihat megahnya Candi Prambanan. Di sisi lain, tak jauh dari situ ada kompleks Ratu Boko yang berdiri di perbukitan. Bahkan Candi Sojiwan juga terlihat dari kejauhan saat cuaca cerah. 

Sekali lagi, buat kamu yang doyan ngonten, berkunjung ke area ini bakal dapat banyak materi sejarah yang menarik dan asyik!

Kedua, Abhayagiri mengusung konsep arsitektur dan filosofi bernuansa klasik. Material batu alam, tata ruang bertingkat mengikuti kontur bukit, dan konsep terbuka membuat bangunan ini terasa menyatu dengan sejarah di sekitarnya. Gak heran ya, suasana di area ini sejukk banget. 

Stupa Sumberwatu di Abhayagiri
Stupa Sumberwatu di Abhayagiri (doc. Riana Dewie)

Ketiga, tempat ini merupakan bagian dari Sumberwatu Heritage Resort. Jadi memang sejak awal dibangun memang berfokus juga untuk menghormati lanskap budaya Prambanan.

Hmmm.. jadi ternyata bukan sekadar restoran dengan view bagus ya.

Ia berdiri di tengah cerita panjang peradaban.


Lanskap yang Bikin Hati Langsung Adem

Salah satu alasan utama saya merasa ini layak disebut wisata heritage Prambanan Jogja adalah karena pemandangannya. Beneran beda, loh! 

Dan bukan pemandangan biasa. Dari ketinggian, saya bisa melihat Gunung Merapi yang berdiri gagah. Tapi dengan syarat, cuaca saat cerah ya. Hihihi....

Gak cuma itu, saya kemarin juga sempat memandang siluet Candi Prambanan dan Candi Sojiwan yang gagah dan penuh nilai sejarah. 

Ini yang bikin mata seger, yaitu pemandangan sawah hijau luas dan perbukitan yang berlapis. 

Sawah hijau & pemandangan luas di Abhayagiri
Sawah hijau & pemandangan luas di Abhayagiri (doc. Riana Dewie)

Oh ya, semua itu bisa dinikmati dari area makan outdoor, balkon, bahkan spot foto yang tersebar di beberapa titik.

Saya duduk cukup lama tanpa banyak bicara. Angin sore berembus pelan. Langit perlahan berubah warna.

Ada rasa kecil yang muncul saat melihat candi dari kejauhan. Seolah diingatkan bahwa tempat ini sudah menyimpan cerita ratusan tahun.

Tak lama, hujan turun dengan derasnya. Ah, saya berhenti jeprat-jepret suasana dan langsung lari ke area resto untuk menyantap hidangan nikmat. Hehehe... 


Inilah 5 Keunggulan Abhayagiri yang Bikin Saya Malas Pulang

1. Pemandangan Alam & Landmark Budaya

Ini jelas juaranya.

Perpaduan Gunung Merapi, Candi Prambanan, sawah, dan langit senja membuat pengalaman di sini terasa lengkap. Bukan hanya cantik, tapi juga berlapis makna.

Wisata heritage Prambanan Jogja terasa lebih hidup ketika dilihat dari atas seperti ini.

2. Pengalaman Bersantap Nikmat

Restoran di Abhayagiri menyajikan kombinasi masakan Indonesia dan internasional. Bisa à la carte, buffet, atau menu set untuk acara tertentu.

Area makannya ada indoor yang nyaman, dan outdoor dengan view terbuka. Tinggal pilih mau suasana seperti apa.

Dinner di Resto Abhayagiri
Dinner di Resto Abhayagiri (doc. Riana Dewie)

3. Atmosfer Romantis & Fotogenik

Saya paham kenapa tempat ini sering direkomendasikan untuk dinner romantis, bahkan candlelight dinner. Sunset di sini memang istimewa.

Langit berubah dari biru ke oranye, lalu keunguan. Siluet candi semakin tegas. Lampu-lampu mulai menyala hangat.

Tak heran banyak yang memilih tempat ini untuk foto pre-wedding, foto keluarga, ulang tahun, atau perayaan anniversary.

4. Aktivitas Wisata yang Beragam

Yang menarik, Abhayagiri bukan cuma soal makan dan nongkrong. Tapi kamu juga bisa memanjakan diri dengan: 

1. Horse riding dan feeding kuda

Mainan sama kuda
Mainan sama kuda (doc. Riana Dewie)


2. Jemparingan, memanah tradisional Jawa

3. Breakfast picnic dan lunch picnic di alam terbuka

4. Cycling tour ke Candi Barong dan desa sekitar

5. Open air theater dan hiburan budaya seperti sendratari

6. Jeep adventure untuk sunrise Merapi atau eksplorasi candi lokal

5. Fasilitas Lengkap & Nyaman

Selain restoran dan aktivitas, fasilitasnya juga lengkap loh, seperti kolam renang, playground anak, shuttle ke Candi Prambanan, massage tradisional, mushola, area parkir luas dengan keamanan 24 jam, bahkan villa untuk menginap.

Kebayang gak sih kamu suatu hari menginap semalam di sini, bangun pagi dengan udara bukit yang segar. Rileks banget ya....


Menikmati Senja, Menghormati Sejarah

Wisata heritage Prambanan Jogja di Abhayagiri bukan hanya tentang datang dan foto. Tapi tentang merasakan ruang.

Ruang yang menghadap sejarah.
Ruang yang memberi jeda.
Ruang yang membuat kita sedikit melambat.

Hmmm.. mungkin itu sebabnya saya selalu betah di tempat seperti ini. Karena saat beraktivitas rutin, semua serba tergesa-gesa. 

Area masuk resto Abhayagiri
Area masuk resto Abhayagiri (doc. Riana Dewie)

Kalau kamu ingin merasakan sisi lain dari kawasan Prambanan. Bukan dari pelataran candi, tapi dari ketinggian dengan lanskap utuh, Abhayagiri bisa jadi pilihan.

Datang saja di sore hari. Biarkan senja dan sejarah bekerja dengan caranya sendiri. 




Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments