In travelling

Pengalaman ke Gardens by the Bay yang Tak Terlupa

Gardens By The Bay - Riana Dewie


Pengalaman ke Gardens by the Bay adalah salah satu cerita yang selalu bikin saya tersenyum sendiri sampai hari ini. Ya, izinkan saya untuk bercerita tentang sebuah negara yang sebelumnya hanya ada dalam impian. 

Dulu, saat duduk di bangku kuliah, ada sebuah mata kuliah Geografi (atau sebutannya lain ya, agak lupa) yang memberi tugas kelompok untuk mengulas satu negara; boleh tentang wisata, tata kota, sampai kuliner khasnya. Kelompok saya waktu itu membahas Singapura, pemilihan negara yang awalnya merupakan ide saya. 

Nah, sejak saat itu saya diam-diam menyimpan mimpi kecil: suatu hari saya harus ke sana, melihat langsung negara yang dulu cuma saya presentasikan di kelas.


8 Tahun Kemudian.... Beneran ke Singapura 

Delapan tahun kemudian, Tuhan benar-benar mengabulkannya. Saya terbang ke Singapura tanpa biaya sedikit pun. Iya, gratis. Pengalaman ke Gardens by the Bay dan berbagai sudut kota lainnya akhirnya bukan cuma bahan diskusi, tapi nyata di depan mata saya.

Kalau ditanya, negara mana yang ingin saya kunjungi sejak zaman dulu? Singapura jelas ada di urutan atas. Sekarang sih nambah lagi, ada Venezia dan Switzerland. Hehehe. Tapi Singapura tetap punya tempat spesial karena di sanalah mimpi pertama saya tentang luar negeri dimulai.

Pertama kali menginjakkan kaki di Bandara Changi bulan April 2015, saya langsung terpukau. Tata kotanya rapi dan bersih. Bahkan selembar daun rontok pun kayaknya hampir gak ada. Hahahaha… saya sampai mikir, ini negara nyata atau setting film?

Di dalam bus menuju resto di kawasan Sentosa Island, juga tempat saya menginap, saya sempat bertanya ke beberapa orang, “Pernah ke sini sebelumnya?” Mereka santai menjawab, “Udah lebih dari dua kali, kak.” 

Jujur saja, mental saya langsung agak drop. Dalam hati saya bilang, “Berarti saya ndeso banget ya?” Tapi ya sudahlah, setiap orang punya perjalanan masing-masing.


Singapura, Mimpi itu Nyata

Pengalaman ke Gardens by the Bay tentu gak bisa dilepaskan dari cerita awal saya tentang Singapura sebagai destinasi impian. Kota ini kecil tapi modern, tertata, dan efisien. Transportasinya jelas, warganya disiplin, dan tata kotanya bikin betah.

Oh ya, saya paling suka memperhatikan detail kecil dalam sebuah kota. Di Singapura, taman kota pun dirancang dengan konsep futuristik. Kalau saya sih memang gampang takjub melihat hal-hal seperti itu.

Singapura buat saya bukan sekadar negara tetangga. Ia adalah simbol bahwa mimpi yang dulu hanya dibahas dalam tugas kuliah, ternyata bisa benar-benar saya pijak tanahnya. Rasanya campur aduk antara haru dan bangga.


Pengalaman ke Gardens by the Bay yang Megah

Gardens by the Bay adalah salah satu destinasi yang kami kunjungi. Terwujud sebagai taman futuristik seluas kurang lebih 101 hektare di kawasan Marina Bay. Tempat ini menjadi salah satu ikon wisata modern Singapura dengan konsep taman berteknologi tinggi.

Supertree Grove di Gardens by the Bay (doc. Riana Dewie)
Supertree Grove di Gardens by the Bay (doc. Riana Dewie)

Pengalaman ke Gardens by the Bay waktu itu terasa sangat spesial. Rasanya melihat Supertree Grove pertama kali tuh takjub banget. Struktur raksasa setinggi puluhan meter itu sebelumnya cuma saya lihat di media sosial. Sekarang berdiri megah tepat di depan saya.

Sayangnya, saya datang pagi menjelang siang. Jadi belum sempat menikmati pertunjukan cahaya malam yang terkenal itu. Tapi ya gak apa-apa, setiap perjalanan pasti punya cerita uniknya sendiri.

Oh ya, walau datang di siang hari, suasananya tetap luar biasa. Langit biru, udara hangat, dan siluet Supertree yang menjulang bikin saya beberapa kali berhenti cuma untuk memandangi lalu... jepret..!!!. Kalau sekarang diingat-ingat, rasanya seperti mimpi.


Apa Aja yang Bisa Kita Explore?

Setelah puas memandangi Supertree Grove dan mencoba menenangkan hati yang masih deg-degan, saya sadar bahwa perjalanan ini bukan sekadar jalan-jalan biasa. Pengalaman ke Gardens by the Bay kali ini terasa berbeda karena saya gak datang sendirian.

Saya datang bersama tim Kompasiana dan tim dari Samsung yang saat itu mengundang kami ke Singapura dalam rangka peluncuran produk terbaru mereka. Tahu gak sih, rasanya seperti alur cerita yang disusun rapi oleh Tuhan.

Oh ya, yang bikin suasana makin berkesan, dalam rombongan itu juga hadir dua brand ambassador mereka, yaitu Paula Verhoeven dan Arifin Putra. Saya yang biasanya cuma melihat mereka di layar kaca, tiba-tiba bisa satu lokasi wisata yang sama. Wahahaha auto seneng dong!

Paula Verhoeven dan Arifin Putra
Paula Verhoeven dan Arifin Putra (Doc. Riana Dewie)


Kalau diingat sekarang, momen itu terasa hangat sekaligus membanggakan. Di tengah taman modern yang dulu hanya saya lihat di internet, penulis receh ini cukup hoki karena bisa liburan ke tempat ini. Hihihihi… hidup memang sering memberi kejutan.

Setelah sesi foto dan menikmati suasana bersama rombongan, barulah saya benar-benar fokus menjelajahi setiap sudutnya. Dan di sinilah cerita liburan ke Gardens by the Bay itu benar-benar dimulai.

1. Supertree Grove

Ikon utama taman ini. Deretan “pohon” setinggi 25–50 meter dilapisi tanaman rambat dan vertikal garden. Malam hari ada pertunjukan cahaya gratis yang cantik. Area bawahnya nyaman untuk duduk atau berfoto. Pokok asyik banget kalau kamu kesini!

2. Flower Dome

Salah satu kubah kaca terbesar di dunia. Suhunya sejuk dengan koleksi tanaman dari wilayah Mediterania. Jadi dijamin sejuk seperti di bawah AC jadi gak bakal keringetan walau muter-muter. hihihi...

Bunga di Flower Dome Singapura
Bunga di Flower Dome Singapura (doc. Riana Dewie)

Dekorasinya sering berubah tema sesuai musim. Pas saya berkunjung, kebetulan saat perayaan Paskah 2015. Gak heran jika dekorasinya banyak tentang telur paskah yang lucu dan unik :)

3. Cloud Forest

Di dalamnya ada air terjun indoor tinggi yang langsung bikin saya terpukau. Jalur skywalk mengelilingi vegetasi tropis dan memberi pengalaman edukatif tentang perubahan iklim. Inget banget deh, disini saya berfoto berdua sama Arifin Putra. Hihihi...

Saya berfoto dengan Arifin Putra
Saya berfoto dengan Arifin Putra (doc. Riana Dewie)


4. OCBC Skyway

Jembatan gantung di antara Supertree dengan pemandangan Marina Bay dari atas. Kalau saya sih lebih suka datang sore supaya dapat cahaya cantik.

5. Floral Fantasy

Zona indoor dengan instalasi bunga artistik dan efek visual imersif.

6. Heritage Gardens

Area taman outdoor gratis dengan tanaman khas budaya Asia.

7. Dragonfly & Kingfisher Lakes

Danau buatan dengan jalur jogging dan boardwalk yang tenang.

Sepertinya dulu saya hanya tour ke lokasi no 1-4 saja, selebihnya tidak dilanjut karena waktu terbatas untuk ke destinasi lainnya. 


Berapa Harga Tiketnya?

Untuk Harga tiket Gardens by the Bay 2026, biasanya Outdoor Gardens & Supertree Grove masih gratis, sedangkan konservatori berbayar dengan paket kombinasi yang lebih hemat. 

Nah, dari data yang saya baca di Google, harga tiket masuk Gardens by the Bay Singapura per Februari 2026 berkisar antara Rp109.000 hingga Rp559.000, tergantung atraksi yang dipilih (Cloud Forest, Flower Dome, Floral Fantasy). 

Tiket terusan untuk dua kubah (Cloud Forest + Flower Dome) umumnya dijual mulai Rp278.000 - Rp345.000, sedangkan penambahan akses OCBC Skyway atau Supertree Observatory berkisar Rp146.000 - Rp380.000.

Harga ini dapat berubah sewaktu-waktu ya, tergantung kurs Rupiah dan promo. Oh ya, jam buka Gardens by the Bay biasanya mulai pagi hingga malam, tapi untuk area konservatori seperti Flower Dome dan Cloud Forest ada jam operasional khusus. Pastikan cek informasi terbaru sebelum datang.

Gardens by the Bay Singapura
Gardens by the Bay Singapura (Doc. Riana Dewie)


Tips Liburan ke Gardens by the Bay

Supaya pengalaman ke Gardens by the Bay makin maksimal, ini beberapa tips dari saya:

Datang Sore Hari

Selain menghindari matahari yang terlalu terik, kamu juga bisa menikmati suasana siang sekaligus pertunjukan malam.

Cek Jam Buka Terbaru

Pastikan update jam buka Gardens by the Bay sebelum berangkat, biar kamu gak kecewa!

Siapkan Kamera

Spot fotonya banyak banget. Kamu bisa jepret & selfie sesuka hati. 

Gunakan Sepatu Nyaman

Area tamannya luas dan bikin betah jalan kaki. Buat kamu yang hobi olahraga, kaki dijamin aman!

Salah satu spot di Gardens by the Bay
Salah satu spot di Gardens by the Bay (doc. Riana Dewie)

Jaga stamina

Oh ya, jangan lupa minum yang cukup karena cuaca Singapura bisa cukup terik. Siapkan stamina juga biar gak kecapekan. 

***

Pengalaman ke Gardens by the Bay ini sebenarnya tulisan ulang dari cerita pertama yang saya posting di Kompasiana tahun 2015. Gara-gara sebuah tulisan tentang Samsung Galaxy S6 (lomba), saya diajak ke Singapura gratis untuk menghadiri malam launching produk tersebut plus jalan-jalan gratis selama 4 hari 3 malam.

Saya harus bersaing dengan ratusan penulis lainnya dan akhirnya tulisan sederhana itu terpilih bersama satu orang lainnya untuk berangkat ke Singapura. Bersyukur banget.... 

Gardens By The Bay - flower dome
Momen tak terlupakan saat mengunjungi Gardens by the Bay (doc. Riana Dewie)


Bagi sebagian orang yang terbiasa liburan ke luar negeri, mungkin ini hanya secuil pengalaman yang tak berarti. Tapi bagi saya, pengalaman ke liburan ke Singapura adalah bukti bahwa tulisan bisa membuka jalan yang gak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Oh ya, semoga suatu hari nanti saya bisa menuliskan cerita perjalanan ke negara impian berikutnya. Aamiiiiiiiiiin.

Dan sampai sekarang, setiap kali mengingat pengalaman ke Gardens by the Bay, saya selalu percaya: mimpi yang ditulis dengan sungguh-sungguh, suatu saat bisa jadi nyata.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In travelling

Pantai Jungwok Blue Ocean, Hidden Gem Jogja

Pantai Jungwok Blue Ocean

Pantai jungwok blue ocean adalah salah satu destinasi yang namanya terdengar ala Korea-koreaan, padahal lokasinya ada di pesisir selatan Jogja. Saya sendiri awalnya cuma dengar dari media sosial, katanya tempat ini viral karena konsepnya unik dan estetik. Tapi ya gitu, untuk sampai ke pantai Gunungkidul ini memang butuh perjuangan. Jalannya lumayan jauh, naik turun, dan berkelok.

Oh ya, saya akhirnya berkesempatan piknik ke sana bareng teman-teman saat cuaca cerah banget. Dan sumpah, begitu sampai, rasa capek langsung kebayar lunas. Lautnya biru jernih, anginnya segar, dan suasananya tenang. Kalau saya sih langsung merasa, ini pantai Gunungkidul yang bagus banget dan beda dari biasanya.

pantai jungwok blue ocean memang sudah viral sejak beberapa waktu lalu. Tapi datang langsung ke lokasi itu rasanya beda. Saya sempat mengabadikan beberapa momen berharga di sana, duduk santai memandangi ombak laut selatan yang berderu pelan. Rasanya damai banget, hihihihi….

Pantai Jungwok Blue Ocean
Pantai Jungwok Blue Ocean (doc. Riana Dewie)

Kenapa pantai jungwok blue ocean Viral?

Kalau dipikir-pikir, pantai jungwok blue ocean ini viral bukan tanpa alasan. Tempat ini berhasil menggabungkan keindahan alam klasik khas Gunungkidul dengan konsep estetika modern yang instagrammable.

Oh ya, begitu masuk area Jungwok beach, mata saya langsung tertuju pada bangunan putih-biru yang berdiri kontras dengan birunya laut. Visualnya bikin mata berbinar. Kombinasi warna putih bersih dan biru laut itu memang cantik banget.

Pantai Jungwok sendiri sebenarnya sudah lama dikenal sebagai pantai Jogja yang alami. Pasir putihnya lembut, tebing karangnya gagah, dan laut selatannya luas membentang. Tapi kehadiran konsep modern di pantai jungwok blue ocean membuatnya terasa naik kelas tanpa menghilangkan nuansa alamnya.

Saat cuaca cerah, air lautnya tampak biru terang dan jernih. Angin berhembus pelan, dan suara ombak jadi latar musik alami yang menenangkan. Saya sih merasa tempat ini cocok banget untuk healing tipis-tipis dari rutinitas.

Oh ya, yang bikin menarik lagi, tempat ini cocok untuk liburan keluarga, pasangan, bahkan konten kreator. Banyak sudut estetik yang bisa dieksplor. Gak heran kalau Jungwok beach sekarang sering masuk daftar pantai Gunungkidul yang bagus versi wisatawan.

Salah satu spot instagramable di Jungwok
Salah satu spot instagramable di Jungwok (Doc. Riana Dewie)


Jungwok Beach Rasa Santorini

Kalau biasanya orang harus terbang jauh ke Yunani untuk melihat Santorini, sekarang di pantai Jogja juga ada versi lokalnya. Konsep putih-biru khas Santorini itu dihadirkan dengan cukup serius di pantai jungwok blue ocean.

Bangunan bertingkat dengan tangga melengkung, dinding putih bersih, dan sentuhan biru laut membuat suasananya terasa seperti di luar negeri. Saya sempat berdiri di salah satu spot tinggi dan melihat laut lepas dari atas. Rasanya seperti sedang berada di Jungwok beach versi Eropa.

Oh ya, saya sempat bercanda ke teman, “Ini sih gak perlu ke Santorini, cukup ke Gunungkidul aja.” Hahahaha…. Tapi memang beneran terasa berbeda.

Pantai Gunungkidul yang biasanya identik dengan tebing karang alami dan suasana tradisional, kini punya sentuhan modern yang tetap menyatu dengan alam. Saya sih suka konsep seperti ini, karena tetap mempertahankan karakter alamnya.

Tempat ini juga cocok untuk pasangan yang ingin foto prewedding, keluarga yang ingin quality time, atau sekadar ingin mempercantik feed media sosial. Estetiknya dapet, view lautnya juga dapet.

Oh ya, jangan lupa datang saat cuaca cerah supaya warna biru lautnya maksimal. Percaya deh, hasil fotonya jauh lebih hidup.


Fasilitas Lengkap di pantai jungwok blue ocean

Selain visual yang cantik, pantai jungwok blue ocean juga unggul dari segi fasilitas. Ini yang bikin pengalaman liburan terasa nyaman dan praktis.

Playground & Mini Pool

Untuk yang datang bersama anak-anak, tersedia playground dan mini pool. Anak-anak bisa bermain dengan aman sambil orang tua menikmati pemandangan laut. Jadi liburannya gak cuma untuk orang dewasa saja.

Resto & Souvenir

Ada restoran atau kafe dengan pemandangan laut yang luas. Menikmati makanan sambil melihat ombak itu rasanya beda banget. Selain itu, ada juga outlet butik dan souvenir untuk oleh-oleh khas Jungwok beach.

Oh ya, area duduknya juga cukup nyaman dan bersih. Saya sempat duduk cukup lama sambil menikmati angin laut.

Area Parkir & Mushola

Area parkirnya luas, toilet bersih, dan tersedia mushola. Fasilitas seperti ini penting sih menurut saya, apalagi kalau datang bareng keluarga besar.

Pantai Jogja memang banyak yang indah, tapi pantai jungwok blue ocean menawarkan kenyamanan lebih. Itu yang membuatnya terasa istimewa.

Kolam renang Jungwok
Saya berfoto di atas kolam renang (doc. Riana Dewie)


Tiket Masuk, Jam Buka & Foto Murah

Soal harga, pantai jungwok blue ocean termasuk ramah di kantong. Dengan tiket masuk sekitar Rp 25.000 – Rp 35.000, pengunjung sudah bisa menikmati semua spot wisata yang ada.

Jam Operasional

Pantai Jungwok secara umum buka 24 jam untuk akses ke area pantainya. Namun untuk area komersial Jungwok Blue Ocean biasanya buka sekitar pukul 08.00 atau 09.00 WIB hingga 19.00 atau 20.00 WIB saat weekday, dan bisa sampai 20.00 atau 21.00 WIB saat weekend atau libur nasional.

Oh ya, sebaiknya datang lebih pagi supaya bisa menikmati suasana yang lebih tenang dan cahaya matahari yang bagus untuk foto.

Harga Tiket

Harga tiketnya relatif terjangkau. Menurut saya sih dengan konsep dan fasilitas yang ditawarkan, harga segitu cukup worth it.

Fotografer 5 Ribuan

Yang unik, ada banyak mas fotografer yang siap membantu mengabadikan momen terbaikmu. Dengan harga sekitar 5 ribu rupiah saja, kamu sudah bisa mendapatkan foto proper dengan latar laut dan bangunan putih-biru yang estetik.

Oh ya, saya sempat mencoba jasa fotografernya dan hasilnya cukup memuaskan. Murah tapi hasilnya oke.

***

Di akhir perjalanan, saya merasa pantai jungwok blue ocean bukan cuma soal spot foto estetik. Tempat ini adalah kombinasi antara alam pantai Gunungkidul yang memesona dan konsep modern yang bikin pengalaman liburan terasa berbeda.

Keceriaan kami di Jungwok Blue Ocean
Keceriaan kami di Jungwok Blue Ocean (Doc. team)


Kalau kamu mencari pantai Gunungkidul yang bagus, ingin merasakan Jungwok beach dengan nuansa Santorini, sekaligus menikmati fasilitas lengkap di pantai Jogja, maka pantai jungwok blue ocean layak masuk daftar kunjunganmu.

Buat saya pribadi, perjalanan jauh menuju pantai jungwok blue ocean terasa sepadan. Dan mungkin suatu hari nanti, saya akan kembali lagi ke pantai jungwok blue ocean untuk menikmati birunya laut selatan yang menenangkan hati.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Lifestyle

Pola Hidup Sehat: Formula Realistis Pekerja Kantoran

Pola hidup sehat

Di tengah ritme kerja yang padat dan tuntutan hidup yang terus bergerak cepat, saya akhirnya menemukan satu formula sederhana yang bisa saya jalani tanpa drama: pola hidup sehat yang realistis, terukur, dan konsisten. Bukan yang terlihat sempurna di luar, tapi yang benar-benar bisa saya lakukan setiap hari. Dari situlah rutinitas ini terbentuk: pelan, sadar, dan penuh komitmen.

Healthy Habit untuk Pekerja Sibuk: Jogging Pagi, IF, dan Tidur Disiplin

Pola hidup sehat buat saya dulu terdengar seperti sesuatu yang ribet, mahal, dan butuh waktu luang yang banyak. Padahal saya pekerja kantoran yang jam kerjanya padat, target numpuk, dan kadang pulang sudah capek duluan. Tapi justru karena rutinitas itulah saya sadar, kalau saya gak mengatur diri sendiri, siapa lagi?

Oh ya, perjalanan saya membangun kebiasaan sehat ini juga penuh trial and error, bukan langsung sempurna sejak hari pertama. Ada fase malas, ada fase over semangat, ada juga fase ingin menyerah. Hihihihi… manusiawi banget kan.

Kalau saya sih akhirnya memilih satu prinsip sederhana: bikin pola hidup sehat yang realistis, bukan yang cuma kelihatan keren di media sosial. Buat saya, healthy habit itu harus bisa dijalani dalam jangka panjang. Bukan sekadar seminggu rajin, lalu hilang.


Pilar 1: Bangun Pagi & Tidur Terjadwal dalam Pola Hidup Sehat

Banyak orang fokus ke olahraga dan makanan, tapi lupa bahwa fondasi pola hidup sehat adalah tidur.

Kenapa tidur jam 21.30 itu krusial

Saya sengaja “memaksa” diri tidur jam 21.30. Awalnya berat banget, karena godaan scrolling itu luar biasa. Tapi saya sadar, kalau mau bangun pagi dengan segar, ya harus kompromi dengan waktu istirahat.

Oh ya, saya juga sadar kualitas tidur sangat memengaruhi metabolisme dan hormon lapar. Kalau tidur kurang, besoknya pasti craving gula naik. Jadi buat saya, tidur cepat itu bukan hukuman, tapi investasi.

Target bangun jam 3 pagi

Jam 3 pagi alarm berbunyi. Kadang masih gelap, kadang masih dingin, dan kadang saya ingin tarik selimut lagi. Tapi di momen itulah disiplin diuji.

Kalau saya sih biasanya langsung duduk, minum air putih, dan gak kasih waktu buat otak bernegosiasi. Karena kalau kebanyakan mikir, pasti kalah.

Hubungan kualitas tidur & metabolisme

Sejak konsisten tidur teratur, saya merasa energi lebih stabil. Badan lebih ringan. Fokus lebih tajam. Ternyata contoh kebiasaan sehat sehari hari seperti tidur cukup itu efeknya luar biasa.

Pola hidup sehat itu bukan cuma soal keringat, tapi juga soal istirahat yang cukup.

Saya & suami jogging pagi bersama anabul
Saya & suami jogging pagi bersama anabul (Doc. Riana Dewie)


Pilar 2: Jogging Pagi Bersama Anabul (05.00–06.30)

Bagian ini favorit saya. Jam 5 pagi sampai 6.30 adalah waktu sakral buat saya dan anabul.

Awali dengan pemanasan atau cardio singkat

Sebelum lari, saya selalu awali dengan pemanasan. Kadang stretching ringan, kadang cardio sebentar seperti jumping jack. Biar otot gak kaget.

Oh ya, tubuh kita itu butuh adaptasi, jadi jangan langsung gas penuh. Saya pernah cedera ringan karena terlalu semangat di awal, dan itu bikin kapok.

90 menit gerak aktif untuk stamina

Total sekitar 90 menit saya bergerak. Gak selalu lari cepat, kadang kombinasi jalan cepat dan jogging santai. Yang penting konsisten.

Buat saya, kebiasaan sehat seperti ini bikin stamina meningkat signifikan. Naik tangga kantor pun gak ngos-ngosan lagi. Hahahaha… dulu sih beda cerita.

Manfaat mental health dari olahraga pagi

Udara pagi itu beda. Lebih sejuk, lebih tenang, dan belum banyak polusi. Di momen itu, pikiran terasa lebih jernih.

Saya merasa olahraga pagi membantu mengurangi stres kerja. Mood jadi lebih stabil. Ini bagian dari pola hidup sehat yang sering diremehkan, padahal efeknya nyata banget.

Bonding time dengan anabul sebagai terapi alami

Jogging bareng anabul itu bukan cuma olahraga, tapi juga terapi. Melihat dia berlari dengan semangat bikin hati hangat.

Kalau saya sih merasa ini salah satu contoh kebiasaan sehat sehari hari yang berdampak emosional. Hubungan kami jadi lebih dekat. Rasanya seperti recharge energi sebelum masuk dunia kerja.


Pilar 3: Pola Makan Terstruktur dengan IF untuk Pola Hidup Sehat

Setelah olahraga dan kerja, bagian berikutnya adalah makan. Saya memilih metode intermittent fasting 16:8.

Skema IF 16:8 versi saya

Saya puasa dari jam 20.00 malam sampai jam 12.00 siang keesokan harinya. Jadi jendela makan hanya 8 jam.

Oh ya, awalnya lapar banget sih di pagi hari. Tapi setelah beberapa minggu, tubuh mulai terbiasa. Sekarang malah terasa ringan.

Sebagai Mindful Lifestyle Blogger dalam perjalanan pribadi saya, saya belajar bahwa kebiasaan sehat itu butuh kesadaran, bukan paksaan berlebihan.

Buah potong menjadi menu favorit
Buah potong menjadi menu favorit (doc. Riana Dewie)


Buka puasa jam 12 siang dengan buah praktis

Jam 12 siang saya biasanya buka dengan potongan buah dari minimarket. Praktis, cepat, dan segar.

Kalau saya sih lebih suka pepaya atau semangka. Simpel tapi cukup buat mengisi energi awal. Ini bagian dari pola hidup sehat yang mudah diterapkan pekerja kantoran.

Buah membantu pencernaan lebih siap sebelum makan berat.

Kenapa makan malam dibatasi jam 20.00

Saya membatasi makan malam maksimal jam 20.00. Bukan karena tren, tapi karena saya ingin tubuh punya waktu istirahat.

Makan terlalu malam bikin tidur kurang nyenyak. Dan itu mengganggu siklus healthy habit yang sudah saya bangun.

Konsistensi puasa sampai siang berikutnya

Kuncinya di konsistensi. Kalau hari ini longgar, besok juga pasti ikut longgar.

Pola hidup sehat bukan tentang sempurna, tapi tentang menjaga ritme. Sedikit demi sedikit, tubuh belajar beradaptasi.


Dampak yang Saya Rasakan Setelah Konsisten dengan Pola Hidup Sehat

Setelah beberapa bulan menjalani rutinitas ini, saya mulai merasakan perubahan signifikan.

  • Energi lebih stabil.
  • Berat badan lebih terkontrol.
  • Fokus kerja meningkat.
  • Mood lebih stabil.

Oh ya, saya juga merasa lebih percaya diri. Bukan karena angka timbangan saja, tapi karena berhasil menepati komitmen pada diri sendiri.

Pola hidup sehat ini membuat saya sadar bahwa healthy habit gak harus mahal. Gak perlu alat gym canggih atau makanan super mahal. Cukup disiplin waktu, olahraga rutin, dan pola makan terstruktur.

Sekarang, jam 21.30 adalah alarm alami untuk tidur. Jam 3 pagi bukan lagi musuh. Jogging pagi bersama anabul jadi momen yang selalu saya tunggu. Dan IF sudah seperti bagian dari identitas saya.

Kalau dipikir-pikir, kebiasaan sehat ini sebenarnya sederhana. Tapi efeknya menyentuh banyak aspek hidup saya: fisik, mental, bahkan relasi.

Saya yang mengusahakan untuk selalu sehat
Saya yang mengusahakan untuk selalu sehat (doc. Riana Dewie)


Di akhir perjalanan kecil ini, saya belajar satu hal penting: pola hidup sehat adalah bentuk cinta pada diri sendiri. Bukan tentang siapa paling kuat, tapi siapa paling konsisten.

Dan buat saya pribadi, perjalanan ini masih panjang. Masih akan ada hari malas, hari capek, hari ingin rebahan saja. 

Apalagi di satu tahun terakhir ini, ritme jogging saya agak berubah karena seringnya menemani orang tua opname untuk perawatan. Jadi, saya tetap mengusahakan olahraga walau hanya dari rumah. 

Walau begitu, saya selalu ingat alasan awal memulai. Karena pada akhirnya, healthy habit bukan gaya hidup mahal, tapi pola yang konsisten. Dan pola hidup sehat ini sudah menjadi bagian dari Family & Personal Journey saya.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In culinary

Kopi Jogja Viral Outdoor Unik di Tengah Kota

Kopi Viral Jogja


Cari coffee shop di Jogja itu banyak banget. Serius. Dari yang konsepnya industrial, estetik minimalis, sampai yang vintage klasik juga ada. Apalagi saat saya lagi suntuk dan ingin melepas segala penat, beban hati, beban kerja, atau sekadar meet up bareng teman untuk berbagi cerita, pilihan tempatnya kayak gak ada habisnya. Tapi di tengah ramainya kuliner kopi jogja, saya justru nemu satu spot kopi jogja viral yang konsepnya beda dari yang lain.

Asyik banget ya bisa nongkrong bareng temen. Ketawa, curhat, sharing mimpi, atau cuma bengong bareng pun rasanya tetap hangat. Nah, biasanya kalau saya sih suka cari tempat yang gak terlalu formal, gak terlalu ribet, dan tetap nyaman. Eh, ternyata ada satu tempat ngopi asyik yang konsepnya semacam street coffee gitu. Outdoor. Santai. Dan lokasinya… di museum. What?

Oh ya, waktu pertama kali tahu tempat ini, saya sempat mikir, “Seriusan ngopi depan museum?” Tapi justru itu yang bikin penasaran. Di antara banyaknya kopi jogja viral yang berlomba tampil estetik, tempat ini malah tampil simpel tapi berkarakter.

Coffee Street Asyik di Jogja

Konsep street coffee ini menurut saya unik banget. Bayangin aja, meja dan kursinya portable, mirip peralatan camping atau wisata alam. Gak ada kursi empuk mewah, gak ada ruangan ber-AC super dingin. Tapi justru di situlah letak pesonanya.

Ngopi di jogja itu identik dengan suasana santai dan obrolan panjang. Di sini, sensasinya lebih membumi. Duduk di kursi lipat, meja kecil minimalis, lampu temaram menjelang malam, dan angin Jogja yang sepoi-sepoi. Kalau saya sih suka banget suasana kayak gini karena terasa lebih intim dan hangat.

Oh ya, konsep outdoor ini juga bikin kita lebih leluasa menikmati suasana sekitar. Gak terkurung dinding. Gak terasa sempit. Justru terasa luas dan bebas. Hihihihi…. kadang saya merasa suasana kayak gini lebih jujur, lebih apa adanya.

Di tengah tren kopi Yogyakarta yang makin kreatif, street coffee seperti ini jadi warna tersendiri. Sederhana, tapi tetap serius soal rasa. Apalagi buat yang lagi cari kopi jogja viral dengan vibes beda, ini bisa jadi pilihan menarik.

Ngajak teman ngopi juga asyik
Ngajak teman ngopi juga asyik (Doc. Riana Dewie)


Strategis: Lokasi di Museum TNI AD Dharma Wiratama

Baree Street Coffee (IG @baree.idn) berlokasi di area trotoar depan Museum TNI AD Dharma Wiratama, Jalan Jenderal Sudirman No.75, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta. Lokasinya strategis banget karena ada di pusat kota.

Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama sendiri adalah museum sejarah perjuangan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Di dalamnya tersimpan ribuan artefak senjata, peralatan perang, dokumen sejarah, hingga bangunan yang dulu pernah digunakan sebagai markas TKR. Tempat ini mengabadikan citra, rasa, karsa, dan dharma prajurit TNI AD.

Oh ya, saya sempat masuk ke museumnya juga sebelumnya, dan auranya memang terasa penuh sejarah. Jadi habis menyerap cerita perjuangan bangsa, lanjut ngopi santai di depannya tuh rasanya unik banget.

Ngopi di jogja sambil menikmati Jalan Sudirman itu punya sensasi tersendiri. Kita bisa melihat gedung-gedung tinggi seperti Swiss-Belboutique Yogyakarta yang menghias area tersebut. Lampu kota mulai menyala saat sore berganti malam. Mobil lalu lalang, tapi tetap terasa santai.

Menurut saya sih, kombinasi antara sejarah dan kopi itu jarang banget ditemui. Biasanya kan kopi identik dengan area kampus atau sudut-sudut hipster. Tapi di sini, kopi jogja viral justru menyatu dengan nuansa perjuangan.

Tempatnya luas untuk ukuran trotoar, adem karena pepohonan, dan nyaman buat nongkrong lama. Gak heran kalau makin ke malam, pengunjungnya makin ramai.

Kopinya Nikmat & Creamy!

Sekarang kita masuk ke bagian paling penting: rasa kopinya.

Varian kopinya memang gak begitu banyak, tapi justru itu yang bikin fokus. Kopi susu-nya creamy banget. Beneran lembut dan gak terlalu pahit. Perpaduan espresso dan susunya pas. Saya yang biasanya sensitif sama kopi terlalu strong pun masih bisa menikmati dengan santai.

Kopi yang saya pesan
Kopi yang saya pesan: Caramel & Matcha (Doc. Riana Dewie)

Beberapa varian rasa yang tersedia antara lain Brown Sugar, Aren, Caramel, Americano dan Matcha. Matcha-nya juga seenak itu, loh. Gak terlalu manis, gak terlalu pahit. Balance banget. Menu non coffee juga ada, seperti Dark Chocolate, Matcha & red Velvet buat kamu yang gak bisa konsumsi kopi. 

Oh ya, harga di sini juga ramah di kantong. Mulai dari 15 ribuan aja, kita sudah bisa dapat satu cup coffee dengan mesin espresso sekelas resto. Untuk ukuran kopi jogja viral dengan kualitas rasa seperti ini, menurut saya sih worth it banget.

Jam bukanya dari pukul 15.00 sampai 23.59 WIB. Cocok buat yang habis kerja dan ingin melepas penat. Atau buat mahasiswa yang lagi cari tempat nongkrong hemat tapi tetap berkualitas.

Di tengah ramainya kuliner kopi jogja, tempat ini membuktikan bahwa gak perlu tempat mewah untuk menyajikan kopi enak. Kadang yang sederhana justru lebih membekas.

Apa sih Manfaat Ngopi itu?

Tempatnya adem, luas, dan nyaman buat nongkrong lama bareng temen. Pilihan minumannya oke, harganya terjangkau, vibes-nya pas buat santai kapan aja.

Oh ya, ternyata ngopi juga ada manfaatnya, loh! Banyak yang mengira ngopi cuma soal gaya hidup, padahal ada sisi positifnya juga.

1. Meningkatkan Mood

Kafein dalam kopi bisa membantu meningkatkan hormon dopamin. Makanya setelah ngopi, suasana hati terasa lebih ringan.

2. Menambah Fokus

Buat saya pribadi, kopi sering membantu saat lagi butuh konsentrasi ekstra. Apalagi kalau lagi nulis atau kerja deadline.

3. Jadi Momen Sosialisasi

Ngopi di jogja itu identik dengan ngobrol. Dari yang serius sampai receh. Hahahaha…. kadang obrolan random justru jadi kenangan paling seru.

4. Me Time yang Berkualitas

Duduk sendirian, menyeruput kopi Yogyakarta yang creamy, sambil melihat lalu lintas kota, itu bisa jadi terapi kecil yang menenangkan.

5. Mengurangi Rasa Penat

Kadang yang kita butuhkan cuma berhenti sebentar. Duduk. Tarik napas. Minum kopi jogja viral favorit. Dan biarkan pikiran pelan-pelan tenang.

Oh ya, saya sendiri sering merasa bahwa ngopi itu bukan sekadar minumannya, tapi jeda. Jeda dari rutinitas yang padat. Jeda dari pikiran yang berisik.

***

Jadi, kapan kamu ngajak temanmu ngopi di sini? Atau mungkin pingin me time saja, ngopi sendirian sambil melamun pelan di bawah langit Jogja sore hari?

Baree Street Coffee membuktikan bahwa kopi jogja viral gak selalu harus mewah dan glamor. Kadang yang sederhana, outdoor, dengan kursi lipat dan suasana museum justru terasa lebih berkesan.

Oh ya, kalau kamu lagi cari pengalaman ngopi yang beda dari biasanya, tempat ini layak masuk daftar. Perpaduan sejarah, suasana kota, harga terjangkau, dan rasa creamy yang konsisten bikin saya pengin balik lagi.

Nongkrong asyik sambil ngopi
Nongkrong asyik sambil ngopi (Doc. Riana Dewie)

Di tengah ramainya kopi Yogyakarta dan tren kuliner kopi jogja yang terus berkembang, Baree Street Coffee punya identitas yang kuat. Dan menurut saya sih, identitas itu yang bikin sebuah tempat bertahan lama.

Akhirnya, saya sadar satu hal. Ngopi itu bukan cuma soal rasa, tapi soal cerita. Tentang siapa yang duduk di sebelah kita. Tentang obrolan apa yang mengalir. Tentang jeda kecil yang kita beri untuk diri sendiri.

Dan di sudut Jalan Sudirman itu, kopi jogja viral menemukan maknanya sendiri.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In travelling

Odong-Odong Yogyakarta, Cara Simpel Menikmati Malam Jogja

 

odong-odong Yogyakarta

Sebagai orang Jogja, saya itu tipe yang gampang suntuk kalau rutinitas mulai padat. Kerja, deadline, urusan rumah, kadang bikin kepala penuh sih. Nah, salah satu cara paling simpel buat refreshing versi saya adalah cari wisata malam yang terjangkau dan gak jauh dari rumah. Dan jawabannya hampir selalu sama: odong-odong yogyakarta di Alun-Alun Kidul.

Oh ya, sejak dulu saya memang suka suasana malam Jogja yang hangat tapi santai, rame tapi gak bikin sumpek. Naik odong-odong Alkid itu rasanya kayak balik ke masa kecil, muter pelan sambil ketawa bareng orang terdekat. Kadang saya mikir, kok bisa ya hal sesederhana ini bikin mood naik drastis, hihihihi….

Buat saya sih, Alkid bukan cuma tempat wisata, tapi ruang jeda. Lampu warna-warni, suara tawa, aroma jajanan kaki lima, semuanya menyatu tanpa dibuat-buat. Dan yang paling ikonik tentu saja odong-odong Alun-Alun Jogja yang dari dulu sampai sekarang tetap eksis.


Mau Liburan ke Jogja? Jangan Lupa Mampir ke Alun-Alun Kidul

Buat kamu yang lagi nyusun daftar liburan ke Jogja dan masih bingung mau dolan ke mana, saya selalu nyaranin Alun-Alun Kidul. Tempat ini tuh low budget friendly tapi pengalamannya kaya. Apalagi kalau kamu pengin ngerasain suasana Jogja yang hidup di malam hari.

Oh ya, Alkid itu gak cuma soal mitos dua beringin atau jalan lurus dengan mata tertutup. Sekarang, kawasan ini justru makin dikenal sebagai pusat wisata malam keluarga yang ramah buat semua umur. Anak-anak seneng, orang dewasa enjoy, yang capek kerja juga bisa sedikit bernapas lega.

Salah satu daya tarik terbesarnya tentu odong-odong yogyakarta yang berjajar rapi menunggu penumpang. Lampunya nyala terang, bentuknya lucu-lucu, dan selalu sukses bikin orang tersenyum bahkan sebelum naik. Kalau kamu datang ramean bareng keluarga atau sahabat, sensasinya beda sih, ketawanya lebih lepas, hahahaha….

Odong-odong Alkid Jogja

Odong-odong Alkid Jogja (Doc. Riana Dewie)

Saya pribadi ngerasa Alkid itu tempat yang adil. Kamu gak perlu tampil wah, gak perlu bawa uang banyak, cukup datang dan nikmati suasananya. Dan dari sekian banyak hiburan, odong-odong Jogja tetap jadi primadona.


Pesona Odong-Odong Yogyakarta yang Bikin Nagih

Kalau ngomongin odong-odong yogyakarta, sebenarnya wahana ini sederhana banget. Tapi justru di situ letak pesonanya. Odong-odong di Alkid berbentuk kendaraan kayu yang dihias lampu LED warna-warni dan digerakkan dengan cara dikayuh alias digenjot.

Oh ya, yang bikin unik, odong-odong Jogja ini beda dengan odong-odong keliling di daerah lain yang pakai mesin motor. Di sini, semua digerakkan oleh tenaga penumpangnya sendiri. Jadi sambil seneng-seneng, kita juga sedikit olahraga, walaupun ya gak kerasa sih karena terlalu fokus ketawa.

Biasanya satu odong-odong bisa dinaiki 2 sampai 4 orang, tergantung modelnya. Bentuknya macem-macem, ada yang mirip mobil, kereta, sampai karakter kartun atau hewan lucu. Cocok banget buat keluarga, pasangan, atau sekadar sahabat yang pengin keliling Alkid bareng.

Yang menarik, odong-odong Alun-Alun Jogja ini diproduksi di Yogyakarta dan bahkan sudah diekspor ke luar negeri. Bangga gak sih, hiburan sederhana yang lahir dari kreativitas lokal bisa dikenal sampai mancanegara.

Buat saya, naik odong-odong yogyakarta itu bukan cuma soal muter lapangan, tapi soal rasa. Ada rasa bebas, ada rasa ringan, ada tawa yang muncul tanpa dipaksa.


Selain Odong-Odong, Ada Juga Kuliner Alkid yang Menggoda

Deretan Kuliner Alun-alin Kidul Jogja
Deretan Kuliner Alun-alun Kidul Jogja (Doc. Riana Dewie)

Wisata malam di Alkid gak lengkap tanpa jajan. Bahkan kadang, niat awal cuma pengin naik odong-odong, pulangnya malah kenyang karena tergoda kuliner malam Alun-Alun Kidul Jogja. Nah, ini beberapa jajanan favorit yang wajib kamu lirik:

Jajan Wajib Saat Nongkrong di Alkid

1. Lekkericious Alkid
Leker tipis renyah dengan topping manis atau gurih. Murah, cepat, dan bikin nagih.

2. Wedang ronde
Cocok banget buat menghangatkan badan sambil duduk santai. Saya sih sering pilih ini kalau malam lagi agak dingin.

3. Cilok, cilor, maklor
Street food sejuta umat yang selalu rame pembeli, apalagi anak muda.

4. Telur gulung & bakso tusuk
Jajanan klasik yang gak pernah kehilangan penggemar.

Lesehan Alkid

Lesehan Kakilima di Alkid (Doc. Riana Dewie)

5. Angkringan lesehan
Nasi kucing, sate-satean, gorengan, plus teh hangat. Simpel tapi ngena.

6. Es Goreng Pak Gatot
Unik dan legendaris, wajib dicoba minimal sekali. 

Oh ya, harga jajanan di sini ramah banget di kantong. Banyak yang mulai dari Rp4.000-an, jadi kamu bisa jajan tanpa rasa bersalah. Buat saya sih, jajan di Alkid itu bagian dari pengalaman, bukan sekadar makan.


Kenapa Odong-Odong Alkid Selalu Dirindukan

Kalau ditanya kenapa odong-odong yogyakarta selalu bikin kangen, jawabannya sederhana: karena jujur. Gak dibuat mewah, gak berusaha viral, tapi tetap hidup dari generasi ke generasi.

Oh ya, saya sering memperhatikan, yang naik odong-odong itu lintas usia. Anak kecil ketawa, orang tua tersenyum, anak muda foto-foto. Semua larut dalam satu putaran yang sama. Di situ saya sadar, kebahagiaan itu kadang sesederhana muter pelan di bawah lampu warna-warni.

Buat saya pribadi, odong-odong Jogja adalah pengingat bahwa kita gak selalu butuh liburan mahal untuk merasa utuh. Cukup hadir, menikmati, dan berbagi tawa. Bahkan setelah muter beberapa kali, rasanya masih pengin nambah lagi, hahahaha….

Dan ketika malam mulai larut, perut kenyang oleh kuliner Alkid, kaki sedikit pegal karena genjot, hati justru terasa ringan. Itu yang bikin saya selalu balik lagi ke sini.

***

Jogja memang selalu punya cara sederhana untuk bikin rindu. Kombinasi odong-odong yogyakarta dan kuliner malam Alun-Alun Kidul Jogja itu paket lengkap buat melepas penat tanpa ribet. Murah, meriah, dan penuh cerita.

Icon Alkid Pohon Bringin Kembar
Icon Alkid Pohon Bringin Kembar (Doc. Riana Dewie)

Oh ya, sampai sekarang saya masih percaya, beberapa kenangan terbaik justru lahir dari hal-hal kecil yang kita jalani dengan penuh rasa. Dan Alkid selalu jadi tempat yang pas untuk itu.

Jadi, kapan kamu dolan ke Jogja dan naik odong-odong Alun-Alun Jogja bareng orang tersayang?

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In health

Cara Menyehatkan Mental Saat Saya Merasa Sepi di Keramaian

cara menyehatkan mental

Akhir-akhir ini saya sering merasa capek. Padahal secara aktivitas, harusnya sudah jauh berkurang karena sekarang saya gak ngantor lagi. Semua pekerjaan saya lakukan dari rumah, sesuai passion, dan jujur saja saya happy menjalaninya. Ritme kerja lebih fleksibel, tekanan jauh berkurang, dan saya merasa hidup lebih terkendali.

Oh ya, kesibukan saya yang lain adalah mengantar ibu kontrol ke rumah sakit secara rutin setiap minggu. Aktivitas ini sudah jadi bagian dari keseharian saya. Saya jalani dengan penuh tanggung jawab, meski kadang fisik dan mental sama-sama terasa lelah.

Entah kenapa, di tengah kondisi yang terlihat baik-baik saja itu, saya justru sering merasa sendiri. Ada rasa sepi yang muncul tanpa aba-aba. Mudah capek, cepat lelah, dan pikiran seperti gak pernah benar-benar istirahat. Dari sini saya mulai bertanya tentang cara menyehatkan mental saya sendiri.

Kalau dipikir-pikir sih, hidup saya sedang aman. Gak ada konflik besar. Tapi rasa kosong itu tetap datang, bahkan saat rumah ramai.

Oh ya, mungkin kamu juga pernah merasa sepi di keramaian, tapi bingung menjelaskannya ke siapa.

Apa Saya Kena Mental Breakdown ya?

Pertanyaan ini cukup sering mampir di kepala saya. Mental breakdown adalah kondisi ketika seseorang merasa kewalahan secara emosional karena tekanan yang menumpuk, baik disadari maupun gak.

Gejalanya bisa berupa mudah cemas, overthinking, cepat lelah, mental gampang down, dan sensitif terhadap hal-hal kecil. Kadang emosi naik turun tanpa sebab yang jelas.

Kalau saya sih, hampir semuanya saya rasakan. Capek padahal aktivitas biasa saja. Pikiran penuh, dan hati gampang tersentuh.

Oh ya, pernah suatu malam saya ketawa sendiri sambil mikir, “Kok lebay amat ya perasaan begini?” hahahaha…. Tapi setelah tawa itu hilang, rasa sepinya tetap ada.

Di titik ini, saya sadar bahwa cara menyehatkan mental gak bisa hanya dengan menyuruh diri sendiri untuk kuat.

Pergi ke Luar untuk Mengurangi Penat

Salah satu hal yang cukup membantu adalah pergi ke luar rumah. Saya dan keluarga sering melakukan aktivitas sederhana untuk healing dan melepas penat.

Kami pernah ke Hutan Pinus Kalilo, menikmati udara sejuk dan suasana tenang. Duduk tanpa banyak bicara, tapi rasanya menenangkan. Kami juga beberapa kali ke Gembira Loka, melihat anak-anak tertawa, dan ikut merasa hangat.

Kalau lagi santai sih, kami ke coffee shop, makan malam bareng keluarga di resto, atau hunting tempat wisata baru. Aktivitas sederhana ini cukup membantu menjaga kesehatan mental.

Oh ya, momen kebersamaan seperti ini sering jadi pengingat kalau hidup gak selalu harus berat.

Di tengah perjalanan ini, saya juga menyadari bahwa konsep destinasi wisata keluarga gak selalu soal tempat jauh, tapi soal rasa aman dan nyaman bersama.


mental health
Kuliner ria untuk menyehatkan mental (Doc. Riana Dewie)

Solusi Mengatasi Mental Breakdown

Beberapa hal yang saya lakukan untuk membantu menjaga kondisi mental adalah sebagai berikut. 

1. Mengakui kondisi diri
Saya jujur mengakui kalau saya sedang gak baik-baik saja. Ini langkah awal dalam cara menyehatkan mental.

2. Mengurangi tuntutan pada diri sendiri
Saya berhenti memaksa diri untuk selalu produktif setiap hari.

3. Bercerita ke orang terpercaya
Didengar saja sudah cukup melegakan.

4. Mendekat secara spiritual
Doa dan refleksi membantu menenangkan pikiran.

5. Menjaga ritme hidup
Tidur cukup, makan teratur, dan memberi ruang untuk diri sendiri.

Kalau saya sih, proses ini naik turun. Ada hari ringan, ada hari berat, dan itu wajar.

Oh ya, di salah satu fase ini saya sempat tertawa kecil tanpa alasan, hihihihi…. Mungkin karena akhirnya saya berhenti melawan perasaan sendiri.

Issue Mental Health Jangan Disepelekan

Kesehatan mental sering dianggap sepele karena gak terlihat. Padahal dampaknya nyata. Merasa sepi di keramaian, mental gampang down, dan kelelahan emosional bisa memengaruhi kualitas hidup.

Setiap masalah pasti ada solusi. Dukungan dari pasangan, orang tua, anak, keluarga, sahabat, dan orang-orang yang peduli sangat berarti.

Oh ya, cara menyehatkan mental juga berarti berani meminta bantuan.

***

Kalau kamu sedang berada di fase ini, saya ingin bilang: kamu gak sendirian. Merasa capek dan sepi di keramaian itu manusiawi.

Saya sendiri masih belajar menerima naik turunnya emosi dan terus mencari cara menyehatkan mental yang paling cocok.

Pelan-pelan saja. Ambil jeda. Temukan hal-hal sederhana yang bikin hati hangat.

Dan semoga, di akhir perjalanan ini, kamu juga menemukan versi tips liburan paling sederhana: memberi diri sendiri izin untuk berhenti sejenak dan bernapas.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In travelling

Wisata Religi Jogja: Pengalaman Spiritual di Candi Ganjuran

Wisata Religi Jogja

Pengalaman wisata religi jogja di Gereja Ganjuran, tempat doa yang tenang dengan nuansa budaya Jawa, refleksi iman, dan rasa syukur mendalam.

Karena kebetulan saya mengimani Katolik, kali ini saya ingin berbagi pengalaman pribadi saat berdoa di Candi Ganjuran atau yang lebih dikenal sebagai Gereja Hati Kudus Yesus Ganjuran, salah satu destinasi wisata religi jogja yang selalu bikin hati adem.

Oh ya, sejak awal saya menulis, saya memang suka mengaitkan perjalanan dengan cerita personal, karena buat saya perjalanan rohani itu gak pernah benar-benar netral. Ada emosi, ada harapan, ada rasa syukur yang kadang tumpah begitu saja. 

Kalau dipikir-pikir, pengalaman spiritual memang gak bisa dilepaskan dari fase hidup yang sedang kita jalani sih. Hahahaha… kadang saya sendiri baru sadar betapa capeknya hidup setelah duduk diam dan menyalakan lilin doa.

Rutin Ziarah Sejak Dulu

Ziarah sudah jadi bagian hidup saya sejak jaman pacaran sampai sekarang. Saya tipe yang kalau lagi penuh pikiran, lebih memilih diam dan berdoa daripada cerita ke banyak orang. Kebetulan juga, dari dulu saya sering dapat pasangan seiman (Katolik), jadi sefrekuensi kalau ingin doa bareng atau sekadar mampir ke gua Maria terdekat. Aktivitas sederhana, tapi maknanya dalam.

Saya setelah doa di depan Candi Ganjuran

Saya setelah doa di depan Candi Ganjuran (doc. Riana Dewie)

Oh ya, belum lama ini saya menyelesaikan ziarah ke sembilan gua Maria dalam satu hari. Mulai subuh sampai malam, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dengan niat dan doa yang sama. Capek? Jelas. Tapi hati rasanya penuh. Dalam perjalanan itu, Gereja Hati Kudus Yesus Ganjuran tetap jadi titik favorit saya dalam rangkaian wisata religi jogja yang saya jalani.

Biasanya saya datang ke Ganjuran malam hari. Setelah aktivitas selesai atau pulang kerja, suasananya jauh lebih tenang. Hawa sejuk, lilin-lilin kecil yang menyala, dan langkah kaki peziarah yang pelan bikin suasana doa terasa hangat. Kalau saya sih lebih suka suasana malam karena lebih khusyuk, lebih sunyi, dan pikiran lebih gampang fokus.

Wisata Religi Jogja di Gereja Ganjuran

Tapi ternyata, doa di siang hari pun gak kalah khusyuk. Awal Februari 2026 lalu, saya datang ke Gereja Ganjuran di siang hari. Cuacanya cerah, tapi gak terlalu panas. Langit biru, angin sepoi-sepoi, dan suasana yang tetap hening membuat pengalaman wisata religi jogja ini terasa berbeda.

Oh ya, saya justru merasa siang hari memberi ruang refleksi yang lebih luas. Kita bisa melihat detail arsitektur, pepohonan hijau di sekitar kompleks, dan wajah-wajah peziarah yang datang dengan niat masing-masing. Rasa syukur saya rasanya gak pernah berhenti, apalagi saat menyadari Tuhan masih memberi rejeki yang cukup dan umur yang baik sampai hari ini.

Kompleks Candi Ganjuran
Kompleks Candi Ganjuran Bantul (Doc. Riana Dewie)

Di tengah rutinitas hidup yang kadang melelahkan, wisata religi seperti ini jadi pengingat bahwa hidup gak cuma soal target dan pencapaian. Ada ruang untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan mengucap terima kasih. Gereja Ganjuran, dalam konteks wisata religi jogja, bukan sekadar destinasi, tapi tempat pulang bagi banyak orang.

Titik-Titik Doa di Kawasan Candi Ganjuran

Di kompleks Gereja Hati Kudus Yesus Ganjuran, ada beberapa titik doa yang bisa dikunjungi. Setiap titik punya suasana dan energi yang berbeda, tapi semuanya sama-sama menenangkan.

Titik Doa Utama di Gereja Ganjuran

1. Candi Hati Kudus Tuhan Yesus

Patung Yesus yang berada di dalam candi menjadi pusat doa utama. Banyak peziarah duduk diam, menyalakan lilin, dan memanjatkan doa pribadi.

2. Ruang Adorasi

Ruang ini terasa sangat hening. Cocok untuk refleksi pribadi, terutama kalau ingin benar-benar menyendiri.

3. Gua Maria

Gua Maria yang asri dengan pepohonan rindang di sekitarnya menjadikannya lokasi ideal untuk berdevosi dan menenangkan diri.

4. Jalan Salib Pendek

Ada jalur jalan salib yang bisa digunakan untuk berdoa, baik sendiri maupun bersama keluarga atau komunitas.

Oh ya, setiap titik doa ini memberi pengalaman yang berbeda, tergantung kondisi batin kita saat datang. Kadang saya duduk lama di satu titik, kadang berpindah pelan sambil merenung. Wisata religi jogja di Candi Ganjuran memang memberi kebebasan untuk berdoa dengan cara masing-masing.

Air suci untuk membersihkan diri
Air suci untuk membersihkan diri (Doc. Riana Dewie)


Akulturasi Budaya yang Unik di Candi Ganjuran

Salah satu hal yang membuat Candi Ganjuran istimewa adalah akulturasi budayanya. Gereja ini menjadi simbol pertemuan iman Katolik dengan budaya Jawa yang begitu kental. Bentuk candinya mengadopsi arsitektur Hindu-Jawa, sementara fungsinya tetap sebagai tempat devosi umat Katolik.

Patung Yesus digambarkan mengenakan busana khas Jawa, dengan sentuhan batik dan ekspresi wajah yang membumi. Relief jalan salib pun memiliki estetika lokal yang halus. Bahkan dalam beberapa perayaan liturgi, digunakan iringan gamelan dan bahasa Jawa. Buat saya, ini bukan sekadar estetika, tapi bentuk penghormatan terhadap budaya setempat.

Oh ya, di kawasan ini juga terdapat mata air Tirta Perwitasari yang sering dikaitkan dengan tradisi ziarah. Banyak peziarah mengambil airnya dengan penuh hormat. Akulturasi seperti ini membuat wisata religi jogja di Gereja Ganjuran terasa inklusif dan membumi, gak terlepas dari akar budaya masyarakatnya.

Manfaat Melakukan Wisata Religi

Melakukan wisata religi, termasuk wisata religi jogja, punya banyak manfaat yang sering baru kita rasakan setelah menjalaninya.

1. Menjaga kesehatan mental
Berdoa dan refleksi membantu menenangkan pikiran yang penat oleh rutinitas.
2. Memperdalam iman
Mengunjungi tempat suci memberi ruang untuk memperkuat hubungan spiritual.
3. Belajar bersyukur
Dalam doa, kita belajar melihat hidup dari sisi yang lebih jernih.
4. Mengenal budaya lokal
Seperti di Candi Ganjuran, kita belajar tentang akulturasi iman dan budaya.
5. Mengisi ulang energi batin
Pulang dari wisata religi biasanya hati terasa lebih ringan, sih.


Gereja Ganjuran
Gereja Ganjuran (Doc. Riana Dewie)

Oh ya, manfaat ini gak selalu langsung terasa. Kadang baru muncul beberapa hari setelahnya, saat kita kembali ke rutinitas dan menyadari hati lebih tenang. Hihihihi… saya sendiri sering kangen suasana Ganjuran setelah pulang.

***

Cara berdoa setiap orang memang berbeda, sesuai iman dan kepercayaannya masing-masing. Tapi saya percaya, sekecil apa pun lantunan doa kita, Tuhan akan selalu mendengarnya. Doa di Gereja Ganjuran selalu memberi rasa yang berbeda buat saya: tenang, hangat, dan penuh makna. 

Dalam konteks wisata religi jogja, tempat ini bukan cuma destinasi, tapi ruang untuk berdamai dengan diri sendiri dan kehidupan. 


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments