Siang itu panas buanget. Tapi saya dan suami tetap semangat untuk mengunjungi salah satu “kerajaan” Jogja di masa lalu, yaitu Taman Sari Jogja.
Dari luar saja, bangunannya sudah terlihat klasik dengan dominasi warna putih kusam yang justru bikin suasananya terasa makin estetik.
Begitu masuk area wisata, aura kerajaan langsung terasa kuat banget.
Mulai dari arsitektur depan hingga belakang, semuanya mencerminkan suasana zaman dulu.
Oh ya, sejak dulu saya memang suka mengunjungi bangunan bersejarah karena selalu punya cerita menarik di baliknya.
Dinding tua yang masih kokoh berdiri, lorong lorong sempit, hingga kolam pemandian membuat saya seperti sedang masuk ke cerita kerajaan Jawa.
Gak heran saya pribadi saat masuk kesini, berasa jadi putri kerajaan loh. Hahahaha... Baiklah, ikuti saya jalan jalan kesini ya.
Taman Sari Jogja, Wisata Sejarah yang Masih Memikat
Wisata Taman Sari Jogja sampai sekarang masih jadi destinasi wisata favorit Jogja. Saya sih gak heran kalau tempat ini selalu ramai wisatawan lokal maupun luar kota.
Daya tariknya memang kuat banget, terutama buat pecinta wisata sejarah Jogja dan tempat instagramable di Jogja.
Banyak wisatawan datang kesini untuk menikmati suasana zaman kerajaan, hunting foto estetik, sampai belajar tentang sejarah Taman Sari Jogja yang cukup panjang.
Selain itu, kawasan ini juga termasuk wisata budaya Yogyakarta yang terkenal sampai mancanegara.
Lokasi Strategis di Tengah Kota Yogyakarta
Lokasi Taman Sari Yogyakarta cukup strategis karena masih berada di area kompleks Keraton Yogyakarta. Tepatnya berada di Jalan Taman, Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta.
Kalau dari Malioboro, jaraknya sekitar 3 kilometer saja. Sedangkan dari Keraton Yogyakarta sangat dekat karena masih berada dalam satu kawasan kompleks keraton.
Di sebelah utara terdapat area pemukiman warga, sementara sisi selatannya dekat dengan kampung wisata Taman Sari yang cukup terkenal.
Oh ya, akses menuju lokasi juga gampang banget karena jalannya sudah bagus dan bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.
Sekilas Tentang Kompleks Taman Sari
Taman Sari adalah kompleks bekas taman kerajaan milik Kesultanan Yogyakarta yang dibangun pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I sekitar abad ke 18.
Tempat ini dulu dikenal sebagai “istana air” karena memiliki kolam pemandian, kanal, dan area rekreasi keluarga kerajaan.
Kompleks Taman Sari bukan cuma dipakai untuk bersantai, tapi juga menjadi tempat meditasi, pertahanan, hingga lokasi persembunyian.
Di dalamnya terdapat beberapa bangunan ikonik seperti Umbul Binangun, lorong bawah tanah Taman Sari, masjid bawah tanah Sumur Gumuling Jogja, dan area bekas danau buatan.
Arsitektur Jawa dan Eropa yang berpadu disini membuat suasananya terasa unik. Sampai sekarang kawasan ini masih menjadi hidden gem Jogja yang selalu menarik untuk dikunjungi.
Sejarah Taman Sari yang Penuh Cerita Kerajaan
Menurut saya, bagian sejarahnya justru paling menarik. Cerita kerajaan yang populer ini berasal dari masa Kesultanan Yogyakarta ketika Taman Sari Keraton Jogja digunakan sebagai tempat khusus keluarga kerajaan.
Oh ya, saat mendengar kisah kerajaan zaman dulu, saya selalu membayangkan bagaimana hiruk pikuk kehidupan masyarakat kerajaan pada masa itu.
Dibangun pada Masa Sultan Hamengkubuwono I
Taman Sari dibangun pada masa Sri Sultan Hamengkubuwono I sekitar tahun 1758.
Konon, pembangunan pesanggrahan kerajaan ini melibatkan arsitek dari Portugis sehingga bentuk bangunannya terlihat berbeda dibanding bangunan Jawa biasa.
Dulu kawasan ini dikelilingi air sehingga terlihat seperti benteng air kerajaan. Makanya gak sedikit wisatawan yang kagum saat mengetahui konsepnya sudah modern sejak ratusan tahun lalu.
Fungsi Taman Sari di Zaman Dahulu
Ternyata fungsi Taman Sari zaman dulu cukup banyak. Selain menjadi tempat rekreasi keluarga kerajaan, area ini juga dipakai sebagai tempat meditasi Sultan.
Beberapa bagian juga digunakan sebagai tempat pertahanan dan persembunyian ketika terjadi serangan musuh. Bahkan ada lorong rahasia kerajaan yang menghubungkan area tertentu untuk keamanan.
Selain itu, area kolam dipakai sebagai pemandian putri kerajaan. Saya membayangkan suasananya pasti tenang banget pada masa itu.
Kisah Pemandian Putri Keraton yang Melegenda
Salah satu cerita paling terkenal dari Taman Sari Jogja adalah kisah pemandian putri kerajaan. Konon, Sultan memilih putri kerajaan dari menara yang berada dekat kolam pemandian.
Cerita ini memang cukup melegenda dan sampai sekarang masih sering diceritakan oleh pemandu wisata. Kalau pas airnya penuh, saya pingin juga sih mandi disini ala ala kerajaan gitu. Hihihi...
Pesona Taman Sari yang Membuat Pengunjung Kagum
Saat masuk lebih dalam, saya makin kagum karena hampir setiap sudut punya keindahan tersendiri. Gak cuma estetik, tapi juga penuh nilai sejarah.
Kolam Pemandian dengan Nuansa Kerajaan
Kolam pemandiannya benar benar jadi ikon utama Taman Sari Jogja. Airnya terlihat kebiruan dengan bangunan putih klasik di sekitarnya.
Nuansa klasik Yogyakarta terasa kuat banget disini. Saya pribadi suka melihat detail bangunan yang masih dipertahankan sampai sekarang. Tempat ini juga jadi spot foto Taman Sari paling favorit wisatawan.
Lorong Bawah Tanah yang Misterius
Bagian yang bikin penasaran tentu saja lorong bawah tanah Taman Sari. Suasananya agak gelap dan lembap, tapi justru membuat pengalaman wisata terasa berbeda.
Konon lorong ini dipakai sebagai jalur rahasia kerajaan pada masa lalu. Jadi, kalau sekarang kamu berada disana, kira kira berani sendirian gak ni?
Oh ya, saya sempat membayangkan bagaimana suasana lorong ini saat masih dipakai keluarga kerajaan zaman dulu. Agak merinding tapi menarik juga sih.
Sumur Gumuling yang Ikonik dan Unik
Sumur Gumuling Jogja termasuk area yang cukup viral di media sosial. Bentuk bangunannya melingkar dengan tangga bersilang di tengah membuat tempat ini terlihat unik banget.
Saya juga takjub saat kesini karena suasananya benar benar berbeda dibanding area lain. Tempat ini sering dipakai untuk fotografi karena hasil fotonya memang estetik. Buat foto prewed bagus juga loh!
Spot Foto Estetik di Setiap Sudut
Buat pecinta fotografi, Taman Sari Yogyakarta memang surganya foto estetik. Hampir semua sudut terlihat cantik untuk dijadikan background.
Beberapa spot menarik disini adalah area kolam pemandian, lorong batu, Sumur Gumuling, hingga dinding klasik bernuansa vintage. Gak heran kalau tempat ini disebut destinasi wisata favorit Jogja.
Pengalaman Serasa Balik ke Zaman Kerajaan
Satu kompleks yang kental dengan kerajaan zaman dulu memang bikin rindu ya. Rasanya gak ingin dengar ceritanya saja, tapi juga ingin balik ke masa itu.
Kehidupannya, hiruk pikuk masyarakatnya, rajanya, putri putrinya dan semuanya.
Suasana Tenang dengan Bangunan Klasik
Saya memang penyuka bangunan klasik yang masih berdiri sampai sekarang. Ada rasa kagum tersendiri melihat bangunan bersejarah Jogja yang tetap kokoh walau sudah berusia ratusan tahun.
Suasananya juga tenang banget meski ramai wisatawan. Cocok untuk wisata heritage Jogja maupun wisata edukasi Jogja.
Arsitektur Jawa dan Eropa yang Menarik
Perpaduan arsitektur Jawa dan Eropa menghadirkan nuansa unik karena terlihat elegan sekaligus klasik. Detail jendela, lorong, dan bentuk bangunannya membuat saya betah berlama lama disini.
Oh ya, menurut saya perpaduan budaya seperti ini justru bikin Taman Sari Jogja terasa berbeda dibanding tempat wisata sejarah populer lainnya.
Nuansa Heritage yang Masih Terasa Kuat
Pecinta heritage wajib mampir kesini karena suasana zaman kerajaan masih terasa kuat. Dari bentuk bangunan hingga area kompleks keraton Yogyakarta, semuanya punya cerita tersendiri.
Saya sih termasuk orang yang gampang kagum dengan tempat seperti ini. Apalagi kalau sambil membayangkan kehidupan masa lalu. Hahahaha...
Kolam pemandian bersejarah di Taman Sari Jogja dengan nuansa kerajaan Jawa yang estetik (doc. Riana Dewie)
Informasi Wisata Taman Sari Jogja
Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional
Tiket masuk Taman Sari Jogja (2026) untuk wisatawan domestik sekitar Rp15.000 per orang. Sedangkan wisatawan asing dikenakan tarif sekitar Rp25.000.
Jam buka Taman Sari biasanya mulai pukul 09.00 sampai 15.00 WIB setiap hari.
Rute dan Cara Menuju Taman Sari
Kalau dari Malioboro, perjalanan menuju Taman Sari bisa ditempuh sekitar 10 sampai 15 menit menggunakan motor atau mobil.
Bisa juga menggunakan becak dan andong supaya pengalaman wisata terasa lebih khas Jogja.
Tips Berkunjung agar Lebih Nyaman
Datanglah pagi atau sore supaya cuacanya gak terlalu panas. Gunakan alas kaki nyaman karena area wisatanya cukup luas untuk dijelajahi.
Jangan lupa membawa air minum dan kamera karena banyak tempat wisata estetik Jogja yang sayang kalau gak diabadikan.
Kenapa Taman Sari Jogja Selalu Jadi Favorit Wisatawan?
Cocok untuk Wisata Sejarah dan Edukasi
Tempat ini cocok banget untuk belajar sejarah sekaligus menikmati wisata budaya Yogyakarta.
Banyak Spot Instagramable untuk Konten Media Sosial
Setiap sudutnya punya nilai estetika yang tinggi sehingga cocok untuk konten media sosial.
Memberikan Pengalaman Wisata yang Berbeda
Masuk Taman Sari Jogja benar benar memberikan pengalaman berbeda dibanding wisata biasa. Ada suasana klasik, sejarah, dan nuansa kerajaan yang masih terasa hidup sampai sekarang.
***
Disini mata terasa segar melihat bangunan bernuansa putih dengan air kolam yang jernih kebiruan. Saya pribadi merasa wisata sejarah ternyata bisa terasa sangat menyenangkan dan gak membosankan.
Saat liburan ke Jogja, jangan lupa mampir ke tempat bersejarah ini ya. Siapa tahu kamu juga ikut merasakan sensasi serasa balik ke zaman kerajaan, dimana kamu jadi salah satu putri kerajaan hihihi....


.png)
0 komentar:
Post a Comment