Traveling bareng anak? Siapa takut! Aktivitas ini sebenarnya gak seribet yang dibayangkan kok, walaupun dalam perjalanan mungkin akan ada drama anak rewel yaaaa.
Saya sendiri dulu sempat berpikir kalau traveling dengan balita bakal bikin capek mental dan fisik. Tapi ternyata setelah dijalani, semua tetap bisa menyenangkan asal persiapannya matang.
Saya pun merasakan sendiri saat traveling bersama ponakan yang usianya jelang 2 tahun. Ada aja dramanya, mulai dari minta gendong terus sampai tiba tiba nangis karena bosan di mobil.
Hahahaha... namanya juga anak kecil ya. Tapi justru dari situ saya belajar banyak tentang tips traveling bawa anak kecil supaya perjalanan tetap nyaman.
Nah, biar perjalanan liburan bareng si kecil makin seru dan menyenangkan, orang tua memang harus siap merencanakan perjalanan.
Mulai dari memilih jadwal keberangkatan, menyiapkan perlengkapan traveling bayi dan balita, sampai menentukan destinasi yang nyaman untuk keluarga, semuanya bisa berpengaruh pada suasana liburan.
Oh ya, saya pribadi sekarang jadi lebih paham kalau traveling bersama anak itu bukan cuma soal jalan jalan, tapi juga proses belajar parenting saat traveling yang menyenangkan untuk orang tua maupun anak.
Nah, supaya liburan keluarga tetap nyaman dan minim drama, berikut 10 tips traveling bawa anak di bawah 5 tahun yang bisa dicoba sebelum berangkat.
Traveling Bersama Anak Kecil Perlu Persiapan Khusus
Traveling bersama balita memang membutuhkan perhatian ekstra. Anak kecil biasanya lebih sensitif terhadap perubahan suasana, cuaca, makanan, bahkan jadwal tidur.
Jadi, orang tua memang perlu membuat checklist traveling anak balita supaya semuanya lebih siap.
Selain itu, anak usia di bawah 5 tahun juga masih mudah lelah dan gampang bosan. Kalau saya sih biasanya lebih memilih itinerary ramah anak dibanding jadwal liburan yang terlalu padat.
Dengan begitu, anak tetap happy dan orang tua juga gak gampang stres.
Oh ya, jangan pernah skip traveling gara gara takut anak rewel. Justru perjalanan seperti ini bisa menjadi momen anak belajar bersosialisasi, mengenal lingkungan baru, dan melatih keberanian mereka sejak kecil.
Perjalanan aman untuk balita tetap bisa dilakukan asal persiapannya matang.
Persiapkan Barang Anak Sejak Jauh Hari
Menurut saya, salah satu kesalahan paling sering saat traveling adalah packing mendadak. Padahal barang wajib saat traveling dengan anak itu banyak banget.
Mulai dari pakaian, camilan, obat, sampai perlengkapan tidur anak.
Karena itu, usahakan packing perlengkapan anak dilakukan lebih dulu agar gak ada yang tertinggal. Saya pernah traveling ke Wonosobo bersama keluarga dan tiba tiba baru sadar kalau gendongan anak tertinggal di rumah.
Tepuk jidat banget sih rasanya. Sudah kebayang kan bagaimana ribetnya saat harus jalan di area menanjak sambil menggendong bocil terus menerus.
Oh ya, sejak kejadian itu saya selalu membuat daftar perlengkapan bayi praktis sebelum bepergian supaya gak panik lagi saat hari keberangkatan tiba.
Bawa Pakaian Cadangan Lebih Banyak
Anak kecil memang lebih gampang kotor. Kadang baru sejam jalan, bajunya sudah kena makanan atau minuman. Jadi jangan pelit membawa stok pakaian cadangan, terutama kalau tujuan traveling berada di daerah dingin.
Selain pakaian biasa, siapkan juga jaket, kaos kaki, dan selimut kecil untuk menghangatkan badan anak. Ini penting banget terutama saat melakukan tips road trip bersama anak kecil ke daerah pegunungan.
Siapkan Obat dan Perlengkapan Darurat Anak
Anak biasanya lebih rentan sakit saat berada di luar rumah karena perubahan cuaca atau kelelahan. Jadi, orang tua wajib membawa obat dasar dan perlengkapan darurat anak.
Minimal siapkan obat penurun panas, minyak telon, plester luka, tisu basah, dan termometer kecil.
Dengan begitu, kita gak panik kalau tiba tiba anak demam atau kurang fit saat perjalanan jauh bersama keluarga.
Jangan Lupa Mainan atau Comfort Item Favorit Anak
Setiap anak biasanya punya barang favorit yang selalu dibawa kemana mana. Ada yang suka boneka kecil, bantal tertentu, atau mobil mobilan kesayangannya.
Benda sederhana seperti ini ternyata bisa membantu cara menjaga mood anak saat traveling. Anak jadi merasa lebih nyaman walaupun sedang berada di tempat baru.
Sepele memang, tapi ternyata comfort item seperti itu penting banget untuk ketenangan anak. Hihihihi...
Pilih Waktu Perjalanan yang Ramah untuk Anak
Menentukan waktu terbaik traveling dengan anak juga penting banget. Sebisa mungkin pilih jam perjalanan yang sesuai dengan jadwal tidur anak saat liburan.
Kalau anak biasanya tidur siang, usahakan perjalanan panjang dilakukan di jam tersebut supaya mereka lebih tenang selama di kendaraan.
Anak tidur di kendaraan biasanya membuat suasana perjalanan jadi lebih santai untuk semua anggota keluarga.
Oh ya, saya sih lebih suka berangkat pagi dibanding malam karena anak biasanya masih fresh dan mood nya lebih bagus.
Jangan Membuat Itinerary Terlalu Padat
Banyak orang terlalu semangat saat liburan sampai membuat jadwal super padat.
Padahal traveling family friendly itu bukan soal banyaknya tempat wisata yang dikunjungi, tapi kenyamanan seluruh anggota keluarga.
Sisakan Waktu Istirahat di Tengah Aktivitas
Anak kecil tetap membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Jadi jangan memaksa mereka terus berjalan dari pagi sampai malam.
Kadang saya sengaja menyisipkan waktu santai di hotel ramah anak supaya si kecil bisa bermain atau tidur sebentar sebelum lanjut jalan jalan lagi.
Utamakan Destinasi yang Family Friendly
Pilih tempat wisata yang aman dan nyaman untuk anak. Misalnya taman bermain, kebun binatang, atau tempat wisata alam yang gak terlalu ekstrem.
Dengan memilih lokasi yang tepat, liburan tanpa drama bersama anak jadi lebih mungkin dilakukan.
Hindari Terlalu Banyak Pindah Tempat dalam Sehari
Terlalu sering berpindah tempat justru bikin anak gampang lelah dan cranky. Kalau saya sih biasanya cukup dua atau tiga destinasi saja dalam sehari agar anak tetap enjoy selama perjalanan.
Siapkan Camilan dan Minuman Favorit Anak
Ini penting banget karena makanan wajib untuk anak saat traveling bisa membantu menjaga mood mereka tetap stabil.
Saya biasanya selalu membawa camilan anak untuk perjalanan jauh seperti biskuit, buah potong, susu, dan air minum.
Anak yang lapar biasanya lebih gampang rewel, jadi jangan sampai stok camilan habis di tengah perjalanan.
Oh ya, membawa makanan sendiri juga bisa membantu traveling hemat bersama anak karena kita gak harus sering membeli snack di rest area atau tempat wisata.
Pastikan Anak Tetap Nyaman Selama Perjalanan
Kenyamanan anak selama perjalanan memang wajib diperhatikan. Mulai dari suhu kendaraan, posisi duduk, sampai pakaian yang digunakan.
Gunakan stroller travel friendly jika memang diperlukan, terutama untuk anak yang masih mudah lelah saat berjalan jauh.
Selain itu, pilih pakaian yang nyaman dan menyerap keringat agar anak aktif saat traveling tetap merasa nyaman.
Gunakan Transportasi yang Paling Cocok untuk Keluarga
Setiap keluarga punya gaya traveling berbeda beda. Ada yang lebih nyaman naik mobil pribadi, kereta, atau pesawat.
Kalau melakukan perjalanan udara, orang tua bisa mencoba tips naik pesawat dengan balita seperti membawa headset anak, susu, dan mainan kecil agar anak gak bosan selama penerbangan.
Sementara untuk perjalanan darat, tips membawa anak liburan jauh yang paling penting adalah sering berhenti untuk stretching dan ke toilet.
Ajak Anak Tetap Aktif dan Tidak Mudah Bosan
Cara mengatasi anak bosan saat perjalanan sebenarnya sederhana. Ajak mereka ngobrol, bermain tebak tebakan, atau melihat pemandangan di luar kendaraan.
Mainan anak saat di perjalanan juga bisa membantu mengalihkan perhatian mereka. Tapi usahakan pilih mainan yang praktis dan gak terlalu berisik agar penumpang lain tetap nyaman.
Tetap Fleksibel Saat Traveling Bersama Balita
Traveling dengan anak kecil memang membutuhkan fleksibilitas tinggi. Kadang rencana yang sudah disusun rapi tetap bisa berubah karena mood anak.
Jadi jangan terlalu memaksakan semuanya harus sempurna. Orang tua juga perlu santai menghadapi situasi yang gak terduga.
Nikmati Momen Liburan Tanpa Terlalu Perfeksionis
Menurut saya, momen terbaik saat traveling justru sering muncul dari hal hal sederhana. Misalnya melihat anak tertawa saat main pasir atau antusias melihat hewan di kebun binatang.
Jadi gak perlu terlalu perfeksionis mengejar foto estetik atau jadwal super padat. Yang penting kebersamaan bersama keluarga tetap terasa hangat.
Traveling Bersama Anak Bisa Jadi Kenangan Berharga
Traveling bersama anak memang melelahkan, tapi juga penuh cerita manis yang suatu saat pasti dirindukan.
Jangan sia siakan waktu bersama anak karena lambat laun mereka akan tumbuh besar dan memiliki dunia sendiri.
Karena itu, manfaatkan setiap momen liburan keluarga nyaman untuk membangun kedekatan dengan anak.
Selalu jeli menyiapkan perlengkapan traveling anak agar gak ada yang tertinggal dan perjalanan tetap lancar.
Oh ya, gak harus selalu pergi jauh kok untuk menciptakan kenangan indah bersama anak.
Bahkan tips staycation dengan anak kecil pun bisa jadi pengalaman menyenangkan kalau dilakukan dengan penuh perhatian dan cinta.
Semoga tips traveling bawa anak kecil ini bisa membantu para orang tua yang ingin menikmati liburan tanpa drama bersama anak.
Selamat membuat Catatan Perjalanan baru bersama keluarga dan jangan ragu mencari Rekomendasi Wisata yang ramah anak untuk destinasi liburan berikutnya ya.








.png)
0 komentar:
Post a Comment