Kira-kira di bulan Juni 2021, saya berkesempatan datang ke Enam Langit by Plataran Borobudur saat mengikuti event Konferensi Sound of Borobudur. Dari sekian banyak venue yang kami kunjungi selama 5 hari, tempat ini jadi salah satu yang paling membekas.
Awalnya, saya pikir ini cuma tempat biasa dengan pemandangan hijau khas perbukitan. Tapi begitu sampai… wah, ternyata luar biasa. Banyak spot estetik yang bikin saya benar-benar speechless.
Oh ya, jujur saja saya gak berekspektasi tinggi sebelumnya, tapi ternyata justru itu yang bikin pengalaman ini terasa lebih spesial.
Kalau kamu penasaran seperti apa rasanya sarapan dengan pemandangan gunung dari atas bukit, yuk ikuti cerita saya ini…
Pengalaman Pertama ke Enam Langit Saat Subuh
Perjalanan dimulai sangat pagi, bahkan bisa dibilang masih gelap gulita. Saya dan rombongan yang menginap di The Gade Village sudah bersiap sejak sebelum jam 4 pagi.
Oh ya, mandi pagi di udara dingin kaki perbukitan Menoreh itu pengalaman tersendiri sih—antara segar dan menggigil jadi satu.
Sekitar jam 4.15, kami berangkat menggunakan mini bus. Jalan menuju lokasi ternyata cukup menanjak dan berliku. Sepanjang perjalanan, suasana masih sepi, hanya lampu kendaraan yang menemani.
Sesampainya di Enam Langit by Plataran sekitar pukul 5 kurang, suasana masih gelap. Udara dingin langsung menyambut, dan tempatnya terasa tenang banget.
Awalnya memang belum terlihat apa-apa. Tapi perlahan… langit mulai berubah warna.
Dan saat cahaya mulai muncul, satu hal yang langsung terlintas di kepala saya: “Ini sih bukan tempat biasa…”
Menikmati Sarapan dengan View Gunung yang Memukau
Momen Sunrise yang Bikin Speechless
Perubahan langit dari gelap ke terang benar-benar magis. Gunung-gunung mulai terlihat satu per satu, menciptakan view alam Borobudur dari atas yang luar biasa indah.
Saya yang biasanya gak terlalu suka live, tiba-tiba langsung buka Instagram dan mulai siaran. Dan lucunya, banyak teman yang langsung join dan bertanya, “Kamu lagi di mana? Kok bagus banget?”
Dengan bangga saya jawab dong… hihihihi… jarang-jarang bisa pamer view seperti ini.
Oh ya, momen menikmati sunrise dari ketinggian seperti ini benar-benar bikin saya sadar kalau Indonesia punya banyak hidden gem dekat Borobudur yang luar biasa.
Suasana Sarapan yang Tenang dan Eksklusif
Setelah matahari mulai naik, suasana jadi makin hangat tapi tetap sejuk. Tempat ini punya ambience yang tenang, nyaman, dan terasa premium.
Selain view gunung yang menjulang, saya juga sempat melihat kolam renang di depan resto yang terlihat segar banget.
Kalau saya sih, rasanya pengin sekalian nginep dan menikmati semua fasilitasnya.
Sarapan dengan pemandangan gunung seperti ini jelas bukan pengalaman biasa. Ini lebih ke pengalaman makan di atas bukit yang lengkap; view, udara, dan suasana semuanya menyatu.
Oh ya, hampir setiap sudut di sini juga cocok banget buat spot foto instagramable di Borobudur.
Dan tentu saja… makanan saya foto dulu sebelum dimakan. Itu wajib sih. Hahahaha…
Menu dan Harga Enam Langit by Plataran
Pilihan Menu Sarapan yang Disajikan
Menu di sini disajikan dalam bentuk paket, bukan à la carte. Konsepnya lebih ke picnic breakfast yang estetik.
Isi menunya cukup lengkap, mulai dari hidangan utama seperti nasi goreng, ayam, atau sate, hingga pendamping seperti telur, sambal, dan buah. Ada juga minuman hangat dan jus segar.
Menunya kombinasi antara tradisional Indonesia dan internasional, jadi cocok untuk berbagai selera.
Dari segi rasa, menurut saya enak dan cukup berkelas. Tapi yang paling menonjol tetap pengalaman makan dengan panorama pegunungan.
Plating-nya juga cantik banget: rapi, estetik, dan Instagramable. Vibes-nya seperti fine dining tapi di alam terbuka.
Harga dan Sistem Reservasi
Untuk harga Enam Langit Borobudur, memang tergolong premium.
Kisaran paket sarapan sekitar Rp300.000 – Rp500.000 per orang, sudah termasuk makanan, minuman, dan akses view eksklusif.
Oh ya, harga ini bisa berubah tergantung hari dan paket yang dipilih.
Reservasi di sini wajib, karena kapasitas terbatas dan banyak yang datang khusus untuk sunrise di Enam Langit Borobudur.
Tanpa booking, kemungkinan besar kamu gak akan dapat tempat.
- Booking minimal H-3
- Pilih slot sunrise
- Minta spot outdoor
- Datang tepat waktu
Kalau saya sih, lebih baik effort di awal daripada menyesal karena gak dapat view terbaik.
Lokasi, Akses, dan Tips Berkunjung
Lokasi Enam Langit di Area Borobudur
Lokasi Enam Langit Borobudur berada di kawasan perbukitan Menoreh, tepatnya di Desa Candirejo.
Dari Candi Borobudur, jaraknya sekitar 15–20 menit berkendara.
Akses menuju lokasi memang menanjak, tapi justru itu yang membuat tempat ini terasa eksklusif.
View yang ditawarkan bukan hanya satu gunung, tapi beberapa sekaligus. Inilah yang membuatnya jadi restoran dengan view gunung di Borobudur yang unik.
Worth It Gak Sarapan di Enam Langit?
Kalau ditanya worth it atau gak?
Jawaban saya: worth it.
Dari awal datang sampai selesai, yang saya rasakan bukan sekadar sarapan, tapi sebuah pengalaman.
Mulai dari perjalanan subuh, suasana pagi yang tenang dan sejuk, sampai menikmati makanan dengan view terbaik, semuanya terasa spesial.
Oh ya, ada satu momen di mana saya cuma diam, pegang secangkir teh hangat, dan menikmati pemandangan tanpa gangguan. Dan itu rasanya priceless.
Kelebihan
- View alam yang luar biasa
- Suasana tenang dan eksklusif
- Konsep makan yang unik
Kekurangan
- Harga cukup tinggi
- Akses jalan menanjak
Pada akhirnya, saya sadar… yang saya bayar bukan cuma makanan.
Melainkan pengalaman sarapan di atas awan yang gak bisa saya dapatkan di tempat lain.
Dan buat saya pribadi, itu sangat layak untuk dicoba, ya minimal sekali seumur hidup.


.png)
0 komentar:
Post a Comment