Kalau kamu sedang mencari ramen enak di Jogja dengan suasana yang beda dari kebanyakan restoran, Joffi Ramen Pakualaman layak masuk dalam daftar kunjunganmu.
Saya sendiri sudah tiga kali datang ke sini. Pertama bersama teman-teman blogger yang memang hobi berburu kuliner, kedua saat meeting santai dengan teman, lalu yang terakhir datang bersama keluarga.
Menariknya, datang di hari dan jam yang berbeda ternyata cukup berpengaruh terhadap jumlah pengunjung. Kalau saya sih, justru paling menikmati suasana saat weekday karena terasa lebih santai.
Satu hal yang langsung membuat saya jatuh hati adalah bangunannya. Beneran, saya memang termasuk penikmat bangunan tua, rumah bergaya kolonial, sampai dekorasi vintage yang masih mempertahankan karakter aslinya.
Jadi, baca review ini sampai selesai ya. Siapa tahu bisa jadi referensi buat kamu yang sedang mencari ramen halal Jogja dengan harga ramah di kantong.
Lokasi Joffi Ramen Pakualaman
Joffi Ramen Pakualaman beralamat di Jalan Sultan Agung No. 69, Pakualaman, Kota Yogyakarta. Lokasinya sangat strategis karena berada di kawasan yang mudah dijangkau dari berbagai penjuru kota.
Dari Titik Nol Kilometer Yogyakarta hanya membutuhkan waktu sekitar beberapa menit berkendara, begitu juga jika datang dari kawasan Malioboro.
Buat yang belum pernah ke sini, patokannya juga cukup mudah. Restoran ini berada di Jalan Sultan Agung, masih satu jalur menuju kawasan Pakualaman.
Lokasinya berada dekat Pura Pakualaman, berseberangan dengan Pasar Sentul, dan hanya beberapa langkah dari Toko Intisari Sultan Agung.
Jadi, meski baru pertama kali datang, kamu gak akan kesulitan menemukannya.
Area sekitarnya juga cukup nyaman karena dipenuhi berbagai bangunan lama yang masih terawat.
Nuansa kuliner Pakualaman memang terasa berbeda dibanding kawasan lain di Jogja.
Di sini kamu bisa menemukan perpaduan antara bangunan bersejarah, tempat makan kekinian, hingga deretan usaha lokal yang sudah berdiri sejak lama.
Restoran ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.
Berdasarkan pengalaman saya, suasana pada malam hari saat weekday memang cukup ramai, tetapi bangkunya masih banyak yang kosong sehingga tetap nyaman untuk ngobrol.
Sementara saat Minggu siang, pengunjungnya jauh lebih padat. Banyak keluarga, mahasiswa, anak sekolah, hingga pasangan yang datang untuk makan bersama.
Oh ya, kalau ingin suasana lebih tenang untuk ngobrol atau bekerja ringan, saya menyarankan datang sebelum jam makan siang atau setelah pukul dua siang.
Dengan rating sekitar 4,7 dari 5, gak heran kalau Joffi Ramen Sultan Agung menjadi salah satu rekomendasi tempat makan Jepang Jogja yang cukup populer.
Selain lokasinya strategis, akses menuju restoran ini juga mudah, area parkirnya lega, dan cocok dijadikan tempat singgah setelah berkeliling kawasan Pakualaman.
Bangunan Heritage yang Langsung Mencuri Perhatian
Kalau ditanya apa yang paling saya sukai dari Joffi Ramen Pakualaman, jawabannya justru bukan makanannya terlebih dahulu, melainkan bangunannya.
Ya, nuansa bangunan heritage di sini benar-benar terasa begitu kuat. Restoran ini menempati sebuah rumah bergaya kolonial yang masih mempertahankan karakter aslinya.
Perpaduan interior vintage dengan sentuhan industrial juga berhasil menciptakan suasana yang hangat sekaligus modern. Menurut saya, konsep seperti ini justru membuat restoran terasa lebih hidup.
Detail bangunan yang membuat betah
Ada beberapa detail yang menurut saya menjadi daya tarik utama restoran ini.
- Fasad klasik dengan nuansa heritage yang masih dipertahankan.
- Pintu dan jendela kayu berukuran besar khas rumah kolonial.
- Langit-langit tinggi sehingga ruangan terasa lega.
- Perpaduan dekorasi klasik dan elemen industrial yang selaras.
- Area duduk indoor maupun outdoor yang sama-sama nyaman.
- Banyak sudut dengan pencahayaan alami yang cantik untuk berfoto.
- Cocok dijadikan tempat nongkrong, meeting santai, hingga work from café ringan.
Kalau saya sih, restoran yang punya karakter seperti ini selalu meninggalkan kesan lebih mendalam dibanding tempat makan dengan desain yang seragam.
Rasanya seperti sedang menikmati semangkuk ramen di sebuah rumah tua yang disulap menjadi restoran modern tanpa menghilangkan identitas aslinya.
Oh ya, buat kamu yang suka berburu foto, jangan buru-buru langsung memesan makanan. Luangkan waktu sebentar untuk menikmati setiap sudut bangunannya.
Percaya deh, hampir setiap sisi restoran ini punya daya tarik tersendiri dan terasa begitu fotogenik.
Menu Joffi Ramen dan Kisaran Harga
Selain konsep bangunannya yang menarik, alasan saya kembali lagi ke Joffi Ramen Pakualaman tentu karena pilihan menunya cukup beragam.
Menariknya lagi, harga yang ditawarkan juga masih ramah di kantong.
Jadi, menurut saya restoran ini cocok untuk mahasiswa, pekerja kantoran, sampai keluarga yang ingin menikmati ramen murah Jogja tanpa harus menguras dompet.
Joffi mengusung konsep 100% ramen halal Jogja, sehingga seluruh menunya menggunakan bahan yang halal.
Kuahnya memakai kaldu ayam maupun sapi, bukan tonkotsu, sehingga lebih mudah diterima oleh lidah masyarakat Indonesia.
Pilihan Joffi Ramen menu juga cukup lengkap. Mulai dari ramen berkuah, ramen tanpa kuah, aneka camilan, rice box, sampai dessert tersedia di sini.
Pilihan menu favorit di Joffi Ramen
Kalau masih bingung mau pesan apa, berikut beberapa menu yang cukup populer.
🍜 Ramen Mala
🍜 Ramen Miso
🍜 Shoyu Ramen
🍜 Curry Ramen
🍜 Dry Ramen
🍗 Chicken Rice Box
🥟 Dimsum Platter
🍤 Agemono
🍰 Japanese Cheesecake
🥤 Aneka kopi, teh, serta minuman segar
Selain menu utama, saya juga suka karena pilihan camilannya lumayan banyak. Jadi kalau datang untuk nongkrong sore sambil ngobrol panjang, tetap ada banyak pilihan selain ramen.
Kisaran harga Joffi Ramen
Kalau bicara soal harga Joffi Ramen, menurut saya masih tergolong bersahabat. Bahkan beberapa menu dibanderol mulai belasan ribu rupiah.
| Menu | Kisaran Harga |
|---|---|
| Original Ramen | Rp13.900–Rp18.000 |
| Signature Ramen | Rp20.000–Rp30.000 |
| Dimsum | Rp10.000–Rp20.000 |
| Agemono | Rp12.000–Rp22.000 |
| Chicken Rice Box | Rp20.000–Rp30.000 |
| Japanese Cheesecake | Mulai Rp9.500 |
| Minuman | Rp5.000–Rp18.000 |
Melihat harga tersebut, saya rasa restoran ini memang cukup ramah untuk berbagai kalangan.
Mau datang sendirian, bersama pasangan, teman kantor, maupun keluarga tetap terasa nyaman. Tinggal menyesuaikan saja dengan budget yang dimiliki.
Review Rasa Menu yang Dicoba
Karena sudah tiga kali datang, saya akhirnya punya kesempatan mencoba beberapa menu yang berbeda. Menurut saya, masing-masing punya karakter rasa sendiri sehingga gak terasa membosankan.
Kunjungan pertama: Curry Ramen yang ringan di lidah
Saat pertama kali datang bersama teman-teman blogger, saya memesan Curry Ramen. Waktu itu saya sengaja memilih menu yang aman karena baru pertama kali mencoba ramen di sini.
Kuah karinya cukup ringan, gurih, dan punya tekstur yang creamy tanpa terasa berlebihan. Aroma rempahnya juga masih bersahabat sehingga tetap cocok untuk lidah Indonesia.
Sebagai pelengkap, saya memesan Corn Ribs. Dari dulu saya memang penggemar camilan satu ini. Jagung manis yang dipotong memanjang lalu dibumbui gurih memang selalu berhasil jadi teman makan yang menyenangkan.
Kalau saya sih, Corn Ribs di Joffi termasuk salah satu side dish yang layak dicoba.
Kunjungan kedua: Ramen Mala yang bikin nagih
Kunjungan berikutnya terasa lebih seru karena saya memutuskan mencoba Ramen Mala.
Sejujurnya, saya memang gampang tergoda melihat kuah merah yang menggoda selera. Sebagai penyuka makanan pedas, menu ini langsung menarik perhatian saya sejak pertama membuka daftar menu.
Dan ternyata pilihan saya gak salah.
Rasa pedasnya cukup terasa, tetapi masih nyaman dinikmati. Sensasi mala yang khas juga muncul tanpa membuat lidah terasa mati rasa berlebihan.
Bahkan saya menikmati semangkuk ramen ini tanpa perlu menambahkan chilli oil lagi karena menurut saya tingkat kepedasannya sudah pas.
Oh ya, buat kamu yang suka pedas, menu ini wajib masuk daftar pesanan. Menurut saya, inilah salah satu alasan mengapa banyak orang menyebut Joffi sebagai ramen viral Jogja.
Kunjungan ketiga: Dry Ramen yang berbeda
Nah, saat datang bersama keluarga, saya ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Akhirnya pilihan saya jatuh pada Dry Ramen Katsu.
Berbeda dengan ramen berkuah, menu ini disajikan tanpa kuah sehingga cita rasanya lebih fokus pada bumbu yang melapisi mie.
Tekstur mie kenyal berpadu dengan potongan chicken katsu yang renyah di luar namun tetap lembut di dalam.
Menu ini cocok buat kamu yang kurang suka makanan berkuah atau ingin mencoba sensasi ramen dengan karakter rasa yang berbeda.
Secara keseluruhan, menurut saya karakter rasa ramen di Joffi memang dibuat lebih ramah untuk lidah Indonesia. Kuahnya gurih, creamy, porsinya mengenyangkan, dan tetap terasa ringan dinikmati.
Mungkin bagi pencinta ramen Jepang yang autentik akan menemukan perbedaan dibanding ramen berbasis tonkotsu. Namun justru di situlah kelebihan Joffi.
Konsep restoran Jepang Jogja ini berhasil menghadirkan cita rasa yang familiar tanpa kehilangan identitas sebagai restoran ramen.
Spot Instagramable Favorit
Kalau ada satu hal lagi yang membuat saya berkali-kali kembali ke Joffi Ramen Pakualaman, jawabannya adalah banyaknya sudut yang cantik untuk difoto.
Bukan sekadar tempat instagramable, tetapi setiap sudutnya terasa punya karakter.
Buat saya yang memang menyukai bangunan lawas dan suasana klasik, rasanya ingin berhenti di hampir setiap sudut untuk mengambil gambar.
Sudut favorit yang wajib kamu abadikan
Beberapa spot yang paling saya sukai antara lain:
Teras depan rumah heritage dengan fasad klasik yang ikonik.
Pintu kayu berukuran besar yang memberi kesan elegan.
Area indoor dengan pencahayaan hangat dan interior vintage yang nyaman.
Jendela besar bergaya kolonial yang membuat foto terlihat lebih estetik.
Area outdoor belakang yang menurut saya gak kalah menarik. Ada sepeda klasik, ornamen khas Jepang, tanaman hijau, serta bangunan bergaya Jepang yang membuat suasananya terasa berbeda.
Semangkuk ramen dengan latar bangunan heritage. Percaya deh, hasil fotonya langsung terlihat lebih menarik tanpa perlu banyak edit.
Kalau saya sih, area outdoor belakang menjadi spot favorit. Suasananya lebih tenang dan punya kombinasi unsur Jepang serta bangunan heritage yang unik.
Cocok buat kamu yang suka membuat konten kuliner maupun travel.
Oh ya, usahakan datang saat pagi menjelang siang atau sore hari kalau ingin mendapatkan pencahayaan alami yang cantik. Hasil fotonya biasanya jauh lebih maksimal dibanding malam hari.
Fasilitas dan Suasana
Selain makanan dan desain bangunannya, fasilitas yang tersedia juga membuat saya merasa nyaman berlama-lama di sini.
Beberapa fasilitas yang bisa kamu nikmati antara lain:
Area parkir yang cukup luas untuk mobil maupun motor.
Pilihan tempat duduk indoor dan outdoor.
Kapasitas bangku yang banyak sehingga cocok untuk rombongan.
Suasana cozy untuk ngobrol santai.
Cocok dijadikan tempat meeting informal.
Nyaman untuk work from café ringan.
Pelayanan yang ramah dan cepat.
Proses penyajian makanan relatif gak terlalu lama.
Pilihan menu sangat beragam.
Harga makanan mulai sekitar Rp9 ribuan sehingga bisa disesuaikan dengan budget.
Toilet yang bersih.
Musala untuk pengunjung.
Pembayaran non-tunai tersedia.
Lokasi mudah dijangkau dari pusat Kota Yogyakarta.
Yang saya perhatikan selama tiga kali berkunjung, suasananya memang berbeda tergantung waktu datang.
Saat saya datang pada malam hari di weekday, restoran cukup ramai, tetapi belum sampai penuh. Saya masih bebas memilih tempat duduk dan suasananya terasa lebih santai.
Sebaliknya, saat datang pada Minggu siang bersama keluarga, kondisinya jauh lebih ramai.
Banyak keluarga yang makan bersama, anak-anak sekolah yang sedang janjian, pasangan muda, hingga rombongan teman. Menurut saya ini wajar karena bertepatan dengan hari libur dan jam makan siang.
Worth It atau Tidak?
Kalau ditanya apakah Joffi Ramen Pakualaman layak dikunjungi, jawaban saya tentu worth it.
Alasannya bukan hanya karena makanannya enak. Saya justru melihat restoran ini menawarkan paket yang lengkap.
Pertama, pilihan menu sangat beragam sehingga pengunjung punya banyak opsi.
Kedua, harga makanannya masih bersahabat sehingga cocok untuk berbagai kalangan.
Ketiga, konsep bangunan heritage yang dipadukan dengan sentuhan Jepang membuat pengalaman makan terasa berbeda dibanding restoran ramen lainnya.
Keempat, lokasinya strategis di kawasan Pakualaman sehingga mudah dijangkau.
Terakhir, suasananya nyaman untuk berbagai aktivitas. Mau datang bersama keluarga, teman, pasangan, bahkan sendirian pun tetap terasa menyenangkan.
FAQ
Apakah Joffi Ramen Pakualaman halal?
Ya. Joffi mengusung konsep 100% halal, sehingga cocok bagi pengunjung yang mencari ramen halal di Jogja.
Berapa harga Joffi Ramen?
Harga menu cukup terjangkau, mulai sekitar Rp13 ribuan untuk ramen original, sedangkan menu lain berkisar Rp20–30 ribuan. Side dish dan dessert bahkan tersedia mulai sekitar Rp9 ribuan.
Apakah cocok untuk work from café?
Cocok. Suasananya nyaman, tempat duduk cukup banyak, dan relatif tenang jika datang di luar jam makan siang.
Menu apa yang paling saya rekomendasikan?
Kalau suka pedas, saya merekomendasikan
Ramen Mala. Sementara bagi yang ingin rasa lebih ringan, Curry Ramen juga layak dicoba.
Kapan waktu terbaik untuk berkunjung?
Kalau ingin suasana lebih santai, datanglah pada weekday di luar jam makan siang. Namun kalau ingin merasakan suasana yang lebih hidup, akhir pekan bisa menjadi pilihan.
Lebih dari Semangkuk Ramen
Menurut saya, Joffi Ramen Pakualaman berhasil menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar menikmati semangkuk ramen.
Konsep ramen halal Jogja dipadukan dengan bangunan heritage, dekorasi klasik, dan suasana yang nyaman membuat restoran ini punya karakter yang sulit dilupakan.
Jadi, kalau sedang mencari tempat makan Jepang Jogja, tempat nongkrong Pakualaman, atau sekadar ingin menikmati review ramen Jogja yang benar-benar berdasarkan pengalaman pribadi, saya rasa Joffi Ramen Pakualaman layak masuk dalam daftar tujuanmu.
Selamat menikmati semangkuk ramen hangat sambil merasakan suasana heritage yang khas. Siapa tahu, setelah sekali datang, kamu juga akan ingin kembali lagi seperti saya.











.png)
0 komentar:
Post a Comment