Showing posts with label Stay & Hotels. Show all posts
Showing posts with label Stay & Hotels. Show all posts

In Stay & Hotels

Menginap di Wisma Balai Inap Karyawan Kaliurang, Nyaman dan Ramah di Kantong

Wisma Balai Inap Karyawan Kaliurang dengan suasana asri di lereng Gunung Merapi

Menghabiskan waktu di kawasan Kaliurang memang selalu punya cerita tersendiri buat saya. Hampir setiap tahun, om saya mengajak keluarga besar untuk menginap di villa sekitar Kaliurang. 

Kadang momen itu berlangsung saat libur Lebaran, kadang juga ketika menyambut pergantian tahun. 

Dari sekian banyak penginapan yang pernah saya singgahi, Wisma Balai Inap Karyawan Kaliurang menjadi salah satu tempat yang paling berkesan.

Tahu gak, yang membuat saya selalu ingin kembali bukan karena bangunannya yang mewah, melainkan suasananya yang benar-benar bikin rileks. 

Begitu memasuki area wisma, udara sejuk langsung terasa menyapa. 

Pepohonan rindang di sekelilingnya membuat suasana asri semakin terasa, seolah mengajak saya untuk berhenti sejenak dari rutinitas yang padat.

Buat saya sih, menginap itu gak melulu soal kamar yang modern. Lingkungan yang tenang, udara segar, dan tempat yang nyaman untuk berkumpul bersama keluarga justru jauh lebih berharga. 

Wkwkwkwk... rasanya baru beberapa jam tiba saja, badan sudah terasa lebih ringan karena jauh dari hiruk pikuk kota.

Sebagai salah satu pilihan penginapan murah di Kaliurang, Wisma Balai Inap Karyawan Kaliurang menawarkan suasana yang cocok untuk liburan hemat tanpa mengurangi kenyamanan. 

Lokasinya berada di kawasan lereng Gunung Merapi yang terkenal memiliki udara segar hampir sepanjang hari. 

Gak heran kalau banyak rombongan keluarga, komunitas, hingga instansi memilih tempat ini sebagai lokasi menginap.

Lokasi Wisma Balai Inap Karyawan Kaliurang yang Strategis

Salah satu alasan saya menyukai wisma di Kaliurang ini adalah lokasinya yang mudah dijangkau. 

Dari pusat Kota Yogyakarta, perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar satu jam, tergantung kondisi lalu lintas. 

Jalannya juga sudah bagus sehingga nyaman dilalui kendaraan pribadi maupun bus rombongan.

Oh ya, posisi wisma ini juga cukup dekat dengan berbagai destinasi wisata Kaliurang yang populer. 

Jadi setelah beristirahat semalaman, saya dan keluarga biasanya langsung melanjutkan perjalanan tanpa harus berkendara terlalu jauh.

Dekat Berbagai Tempat Wisata Favorit

Beberapa destinasi yang bisa dikunjungi dari area Wisma Balai Inap Karyawan Kaliurang antara lain:

  • Museum Ullen Sentalu

  • Lava Tour Merapi

  • Merapi Park

  • The Lost World Castle

  • Bukit Klangon

  • Tlogo Putri

  • Kaliurang Park

Keberadaan tempat-tempat wisata tersebut tentu menjadi nilai tambah, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pegunungan sekaligus menjelajahi berbagai destinasi menarik dalam satu perjalanan.

Area depan Wisma Balai Inap Karyawan Kaliurang
Area depan Wisma Balai Inap Karyawan Kaliurang (doc. Riana Dewie) 


Cocok untuk Liburan Keluarga Maupun Rombongan

Menurut saya, lokasi ini juga pas dijadikan penginapan keluarga Kaliurang maupun penginapan rombongan Kaliurang. 

Selain aksesnya mudah, suasananya juga relatif tenang sehingga cocok untuk menikmati waktu bersama orang-orang terdekat.

Hihihihi... biasanya setelah selesai jalan-jalan, kami lebih memilih duduk santai di area luar sambil menikmati dinginnya udara malam daripada kembali keluar mencari keramaian. 

Rasanya sederhana, tetapi justru momen seperti inilah yang sering paling diingat.

Suasana Wisma yang Sejuk, Asri, dan Bikin Betah

Begitu memasuki area Wisma Balai Inap Karyawan Kaliurang, kesan pertama yang saya rasakan adalah suasananya yang adem. 

Berada di kawasan lereng Gunung Merapi membuat udara sejuk seolah menjadi "bonus" yang bisa dinikmati setiap saat. 

Membuat api unggun di halaman Wisma Balai Inap Karyawan Kaliurang
Membuat api unggun di halaman Wisma Balai Inap Karyawan Kaliurang sebagai penghangat badan (doc. Riana Dewie)


Apalagi saat pagi dan malam hari, hawa dinginnya benar-benar terasa, bahkan sesekali membuat saya buru-buru mencari jaket.

Tahu gak, momen favorit saya justru saat bangun pagi. Membuka pintu kamar lalu menghirup udara segar sambil melihat pepohonan rindang rasanya menyenangkan banget.

Suasana seperti ini memang sulit ditemukan ketika tinggal di perkotaan yang lebih padat dan ramai.

Area wisma juga dipenuhi tanaman hijau yang membuat lingkungan terlihat terawat. Burung-burung yang berkicau sejak pagi semakin menambah kesan alami. 

Bagi saya, tempat seperti ini cocok dijadikan lokasi healing singkat saat ingin melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

Arsitektur yang Sederhana, tetapi Tetap Nyaman

Dari sisi bangunan, Wisma Balai Inap Karyawan Kaliurang memang gak mengusung konsep hotel modern. Justru desainnya terasa lebih hangat dengan nuansa khas villa pegunungan. 

Bagian eksterior didominasi bangunan bergaya sederhana yang berpadu dengan halaman luas dan pepohonan di sekitarnya.

Interior kamarnya juga dibuat fungsional. Perabot yang tersedia memang gak berlebihan, tetapi sudah cukup memenuhi kebutuhan tamu untuk beristirahat. 

Perapian di area dalam Wisma Balai Inap Karyawan Kaliurang
Perapian di area dalam Wisma Balai Inap Karyawan Kaliurang (doc. Riana Dewie)


Penataan ruangnya terasa lega sehingga tetap nyaman digunakan bersama keluarga.

Menurut saya sih, kesederhanaan inilah yang justru menjadi daya tariknya. Fokus utama tempat ini bukan menghadirkan kemewahan, melainkan memberikan suasana menginap yang tenang dan nyaman.

Kamar yang Nyaman untuk Istirahat Bersama Keluarga

Salah satu hal yang saya suka adalah jumlah kamarnya cukup banyak, sehingga cocok untuk rombongan. 

Saat keluarga besar berkumpul, pembagian kamar pun menjadi lebih mudah tanpa harus mencari penginapan tambahan.

Meski begitu, ada cerita yang hampir selalu terulang setiap kali kami menginap. 

Bukannya tidur di kamar masing-masing, beberapa anggota keluarga malah memilih menggelar kasur atau rebahan di depan televisi hingga pagi. 

Keluarga berkumpul di ruang keluarga Wisma Balai Inap Karyawan Kaliurang
Keluarga berkumpul di ruang keluarga Wisma Balai Inap Karyawan Kaliurang (doc. Riana Dewie)


Obrolan yang awalnya cuma sebentar sering kali berlanjut sampai larut malam karena asyik bercanda bersama. Momen seperti ini justru membuat suasana liburan terasa semakin hangat.

Kondisi kamar menurut saya juga cukup nyaman untuk beristirahat setelah seharian berkeliling menikmati wisata Kaliurang. 

Tempat tidurnya membuat badan bisa rileks, sementara udara alami dari luar membantu suasana tidur menjadi lebih nyaman tanpa perlu pendingin ruangan.

Oh ya, karena suhu malam di Kaliurang bisa cukup dingin, saya biasanya membawa jaket atau selimut tambahan, terutama jika menginap saat musim hujan atau akhir tahun. 

Dengan begitu, waktu istirahat pun terasa lebih maksimal sebelum kembali melanjutkan aktivitas keesokan harinya.

Selain cocok untuk keluarga, suasana kamar yang nyaman juga mendukung kegiatan seperti family gathering, reuni, hingga outing kantor. 

Setelah seharian beraktivitas, semua peserta bisa berkumpul kembali untuk beristirahat dalam suasana yang tenang dan jauh dari kebisingan kota.

Fasilitas Wisma Balai Inap Karyawan Kaliurang yang Cukup Lengkap

Meski mengusung konsep penginapan yang sederhana, fasilitas di Wisma Balai Inap Karyawan Kaliurang menurut saya sudah cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan selama menginap. 

Inilah yang membuat pengalaman bermalam di sini tetap terasa nyaman, baik untuk keluarga maupun rombongan.

Beberapa fasilitas yang bisa dinikmati antara lain:

1. Kamar yang Bersih dan Nyaman

Hal pertama yang saya perhatikan tentu kebersihan kamarnya. Kondisinya cukup rapi sehingga terasa nyaman untuk beristirahat. 

Tempat tidur yang tersedia juga pas digunakan setelah seharian berkeliling menikmati wisata Kaliurang.

2. Kamar Mandi ada Banyak

Buat kamu yang menginap rame-rame gak usah khawatir rebutan kamar mandi karena tersedia banyak disini.  

Fasilitas ini tentu membuat aktivitas menjadi lebih nyaman, apalagi saat menginap bersama keluarga besar.

Area parkir luas di Wisma Balai Inap Karyawan KaliurangArea parkir luas di Wisma Balai Inap Karyawan Kaliurang (doc. Riana Dewie)


3. Area Parkir yang Luas

Salah satu nilai plusnya adalah area parkir luas. 

Bagi rombongan yang datang menggunakan beberapa mobil, bahkan bus pariwisata, area parkir seperti ini tentu sangat membantu sehingga kendaraan bisa diparkir dengan lebih nyaman.

4. Halaman yang Lapang

Di bagian depan maupun sekitar bangunan terdapat halaman luas yang sering dimanfaatkan untuk berkumpul. 

Anak-anak bisa bermain dengan leluasa, sedangkan orang dewasa biasanya memilih duduk santai sambil menikmati udara pegunungan.

5. Ruang Berkumpul

Karena sering digunakan sebagai lokasi menginap bersama, tersedia area yang nyaman untuk bercengkerama. 

Saat malam hari, suasana menjadi semakin hangat karena semua orang bisa duduk bersama, mengobrol, atau menikmati camilan yang dibawa dari rumah.

6. Lingkungan yang Tenang

Bagi saya, fasilitas terbaik justru bukan sesuatu yang bisa disentuh, melainkan suasana di sekitarnya. 

Lingkungan yang tenang, jauh dari kebisingan kendaraan, membuat waktu istirahat terasa lebih berkualitas.

Tahu gak, suasana malam di sini terdengar begitu damai. Sesekali hanya terdengar suara serangga dan semilir angin yang melewati pepohonan. 

Buat saya sih, hal sederhana seperti ini justru menjadi kemewahan yang sulit ditemukan di tengah padatnya perkotaan.

Perlu diketahui juga bahwa tarif menginap di Wisma Balai Inap Karyawan Kaliurang tergolong ramah di kantong. 

Saya sengaja gak mencantumkan nominal karena tarif dapat berubah sewaktu-waktu, tergantung kebijakan pengelola. 

Jadi, sebelum berkunjung sebaiknya menghubungi pihak pengelola untuk memperoleh informasi terbaru mengenai harga maupun ketersediaan kamar.

Keluarga kami menikmati udara segar di Wisma Balai Inap Karyawan Kaliurang
Keluarga kami menikmati udara segar di Wisma Balai Inap Karyawan Kaliurang (doc. Riana Dewie)


Siapa Saja yang Cocok Menginap di Sini?

Menurut saya, Wisma Balai Inap Karyawan Kaliurang termasuk penginapan yang fleksibel karena dapat digunakan oleh berbagai kalangan.

Beberapa di antaranya yaitu:

  • Keluarga yang ingin menikmati liburan hemat di kawasan pegunungan.

  • Komunitas yang mengadakan acara kebersamaan atau kegiatan akhir pekan.

  • Instansi yang menyelenggarakan outing kantor atau pelatihan.

  • Rombongan wisata dari sekolah maupun organisasi.

  • Teman-teman yang ingin staycation dengan suasana tenang dan udara sejuk.

Oh ya, saya juga sering melihat tempat seperti ini dipilih sebagai lokasi family gathering. Selain kapasitasnya cukup besar, suasana yang asri membuat kegiatan bersama terasa lebih santai. 

Jadi, gak hanya sekadar menginap, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat kebersamaan.

Menikmati Pagi yang Segar dan Menjelajahi Wisata Kaliurang

Menikmati pagi di sekitaran Wisma Kaliurang
Menikmati pagi di sekitaran Wisma Kaliurang (doc. Riana Dewie)

Salah satu momen yang paling saya tunggu setiap menginap di Wisma Balai Inap Karyawan Kaliurang adalah suasana paginya. 

Udara yang berasal dari kawasan lereng Gunung Merapi terasa begitu segar. Bahkan tanpa pendingin ruangan pun, hawa sejuknya sudah cukup membuat tubuh terasa rileks.

Saya biasanya menyempatkan diri berjalan santai mengelilingi area wisma. Pepohonan rindang di sekitar penginapan membuat udara terasa semakin bersih. 

Sesekali terlihat kabut tipis yang masih menyelimuti kawasan Kaliurang, menciptakan pemandangan yang menenangkan. 

Aktivitas sederhana seperti ini ternyata ampuh mengembalikan energi sebelum memulai hari.

Kalau saya sih, liburan memang gak harus selalu dipenuhi jadwal yang padat. 

Duduk santai menikmati secangkir kopi sambil menghirup udara pagi sudah menjadi cara sederhana untuk menikmati suasana pegunungan.

Setelah sarapan, perjalanan bisa dilanjutkan menuju berbagai wisata Kaliurang yang lokasinya cukup dekat dari wisma (seperti yang tertulis di atas). 

Menginap di Wisma Balai Inap Karyawan Kaliurang memberikan pengalaman yang menurut saya selalu menyenangkan. 

Tempat ini memang bukan penginapan mewah dengan berbagai fasilitas premium. Namun justru di situlah daya tariknya. 

Suasana asri, udara sejuk, lingkungan yang tenang, serta harga yang ramah di kantong membuat saya selalu menikmati waktu bersama keluarga di sini.

Penginapan murah di Kaliurang yang cocok untuk keluarga dan komunitas
Penginapan murah di Kaliurang yang cocok untuk keluarga dan komunitas (doc. Riana Dewie)


Tahu gak, sampai sekarang setiap om mengajak liburan ke Kaliurang, saya masih berharap salah satu pilihan menginapnya adalah wisma ini. 

Rasanya seperti kembali ke tempat yang sudah menyimpan banyak kenangan hangat bersama keluarga.

Bagi kamu yang sedang mencari penginapan dekat Merapi, penginapan dekat wisata Kaliurang, atau tempat yang cocok untuk keluarga, komunitas, hingga rombongan, Wisma Balai Inap Karyawan Kaliurang bisa menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan. 

Selain nyaman untuk beristirahat, suasananya juga mendukung siapa saja yang ingin menikmati healing, staycation, maupun liburan hemat di kawasan Kaliurang. 

Hihihihi... siapa tahu setelah sekali menginap, kamu juga jadi ingin kembali lagi seperti saya.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Stay & Hotels

Camping di Telaga Cebong, Tempat Camping Keluarga di Kaki Bukit Sikunir

Camping di Telaga Cebong dekat Bukit Sikunir saat pagi hari

Saat pertama kali tiba di kawasan Dieng untuk mengejar sunrise di Bukit Sikunir, fokus saya sebenarnya hanya satu: bangun pagi, naik bukit, lalu menikmati matahari terbit yang terkenal itu.

Namun siapa sangka, sebelum petualangan dimulai, saya justru menemukan sesuatu yang menarik di sekitar area parkir. 

Di sinilah saya pertama kali mengenal Camping di Telaga Cebong, sebuah tempat yang ternyata begitu menarik untuk dijadikan lokasi bermalam bersama keluarga.

Di dekat area parkir, berdiri rumah-rumah kecil yang cantik di tepi telaga. Bentuknya estetik dan fotogenik. 

Saya pun sibuk mengambil foto dari berbagai sudut. Hihihihi, namanya juga suka jalan-jalan, kalau melihat tempat bagus rasanya tangan otomatis ingin mengabadikan momen.

Oh ya, suasana pagi itu benar-benar menyenangkan karena udara sejuk pegunungan langsung terasa sejak saya turun dari kendaraan.

Kami berfoto di area berkemah Telaga Cebong
Kami berfoto di area berkemah Telaga Cebong (doc. Riana Dewie)


Saat sedang asyik berfoto, perhatian saya tiba-tiba tertuju pada deretan tenda warna-warni yang berdiri rapi di pinggir telaga. 

Beberapa di antaranya bahkan dilengkapi area api unggun yang terlihat nyaman untuk berkumpul bersama keluarga.

"Loh, ini tempat camping kah?" tanya saya dalam hati waktu itu.

Awalnya saya mengira itu hanya camp ilegal, tempat orang membawa tenda sendiri lalu mendirikan kemah secara mandiri. 

Camping ground Telaga Cebong Dieng dengan latar telaga alami
Camping ground Telaga Cebong Dieng dengan latar telaga alami (doc. Riana Dewie)


Saya pun gak terlalu memikirkannya dan langsung melanjutkan perjalanan menuju Bukit Sikunir.

Barulah keesokan harinya, setelah turun dari Sikunir, saya mengetahui bahwa area tersebut ternyata merupakan salah satu tempat camping di Telaga Cebong yang cukup populer di kawasan Dieng.


Mengenal Pesona Telaga Cebong di Kaki Bukit Sikunir

Telaga Cebong berada di Desa Sembungan, sebuah desa yang terkenal sebagai salah satu desa tertinggi di Pulau Jawa. 

Lokasinya berada tepat di kaki Bukit Sikunir sehingga menjadi titik awal bagi wisatawan yang ingin menikmati golden sunrise Dieng.

Oh ya, meskipun namanya telaga, pemandangan di sini jauh dari kesan biasa saja. Justru sebaliknya, telaga alami ini dikelilingi perbukitan hijau yang membuat suasananya terasa menenangkan.

Dari area telaga, pengunjung bisa menikmati pemandangan pegunungan Dieng yang indah hampir dari semua sudut. 

Air telaga yang tenang sering memantulkan siluet bukit dan langit sehingga menjadi spot foto Dieng yang cukup diminati wisatawan.

Area camping di Telaga Cebong dengan pemandangan pegunungan Dieng
Area camping di Telaga Cebong dengan pemandangan pegunungan Dieng (doc. Riana Dewie)


Kalau saya sih langsung paham kenapa banyak orang betah berlama-lama di sini. Kombinasi telaga, pegunungan, udara segar, dan suasana pedesaan memang punya daya tarik tersendiri.

Selain menjadi bagian dari wisata alam Dieng, Telaga Cebong juga sering menjadi tujuan wisata keluarga Wonosobo karena suasananya yang relatif tenang dan cocok untuk semua usia.


Kenapa Camping di Telaga Cebong Menarik untuk Keluarga?

Setelah melihat langsung lokasinya, saya akhirnya mengerti mengapa banyak wisatawan memilih Camping ground Telaga Cebong Dieng sebagai tempat bermalam.

1. Pemandangannya Langsung Menghadap Alam

Berbeda dengan hotel yang membatasi pemandangan lewat jendela, area berkemah Telaga Cebong menawarkan panorama terbuka. 

Dari depan tenda, pengunjung bisa menikmati telaga, perbukitan, dan suasana khas kawasan Dieng Plateau.

2. Suasana Lebih Dekat dengan Alam

Bagi keluarga yang ingin merasakan liburan keluarga di alam, tempat ini bisa menjadi pilihan menarik. 

Anak-anak dapat melihat langsung lingkungan alam pegunungan, sementara orang tua bisa menikmati suasana santai yang jauh dari hiruk pikuk kota.

Panorama Telaga Cebong sebagai tempat camping keluarga di Jawa Tengah
Panorama Telaga Cebong sebagai tempat camping keluarga di Jawa Tengah (doc. Riana Dewie)


3. Bisa Menikmati Langit Malam

Salah satu daya tarik yang sering dicari wisatawan adalah kesempatan melihat langit malam yang lebih jelas. 

Bahkan banyak orang menyebut kawasan ini sebagai salah satu tempat melihat bintang di Dieng yang cukup menarik saat cuaca sedang cerah.

Oh ya, momen berkumpul di dekat api unggun bersama keluarga tentu menjadi pengalaman yang sulit ditemukan saat menginap di hotel biasa.

4. Biaya Cenderung Lebih Terjangkau

Jika dibandingkan beberapa hotel atau penginapan premium di kawasan Dieng, camping ramah keluarga seperti ini bisa menjadi alternatif yang lebih ekonomis tanpa mengurangi pengalaman berwisata.

Kalau urusan kenyamanan sih tentu setiap orang punya preferensi berbeda. Namun untuk pengalaman yang lebih dekat dengan alam, camping tepi telaga jelas menawarkan sensasi yang berbeda.


Lokasi Strategis untuk Menjelajahi Wisata Dieng

Salah satu keunggulan terbesar Camping di Telaga Cebong adalah lokasinya yang strategis.

Dari sini, wisatawan dapat dengan mudah menuju Bukit Sikunir untuk menikmati matahari terbit. 

Camping ground Telaga Cebong Dieng dengan latar telaga alami
Camping ground Telaga Cebong Dieng dengan latar telaga alami (doc. Riana Dewie)


Bahkan banyak pengunjung memilih bermalam di area ini agar gak perlu berangkat terlalu dini dari penginapan yang lokasinya jauh.

Sunrise Sikunir dari Telaga Cebong memang menjadi salah satu alasan utama banyak wisatawan datang ke sini.

Selain dekat dengan Sikunir, lokasi ini juga relatif mudah dijangkau dari berbagai destinasi populer di Dieng. 

Karena itulah kawasan ini menjadi destinasi camping populer bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi berbagai tempat dalam satu perjalanan.

Oh ya, bagi yang datang saat musim kemarau, suasana di sekitar telaga biasanya terlihat lebih cerah sehingga cocok untuk aktivitas fotografi maupun camping saat musim kemarau.

Camping dekat Bukit Sikunir juga memberi keuntungan tersendiri karena wisatawan bisa lebih santai mengatur waktu perjalanan tanpa harus terburu-buru mengejar subuh.


Masuk Daftar Tempat yang Ingin Saya Coba Berikutnya

Jujur saja, saat perjalanan kemarin saya belum sempat mencoba Camping di Telaga Cebong. Jadwal perjalanan sudah tersusun jauh-jauh hari sehingga agenda bermalam di area ini belum bisa masuk daftar kegiatan.

Meski begitu, melihat langsung suasananya membuat saya cukup tertarik untuk kembali lagi suatu saat nanti.

Area parkir depan Telaga Cebong Dieng
Area parkir depan Telaga Cebong Dieng (doc. Riana Dewie)


Kalau saya sih membayangkan seru juga menghabiskan malam di tepi telaga, menikmati udara dingin khas Dieng, lalu bangun pagi untuk melihat aktivitas sekitar sebelum melanjutkan perjalanan.

Rasanya menyenangkan jika suatu hari nanti bisa berkemah bersama keluarga di sini, menikmati suasana alam tanpa terburu-buru mengejar jadwal wisata.

Hahahaha, siapa tahu kunjungan berikutnya justru lebih santai daripada perjalanan kemarin yang penuh agenda dari pagi sampai malam.

Yang pasti, Telaga Cebong berhasil memberi kesan yang cukup kuat bagi saya. 

Bukan hanya sebagai gerbang menuju Bukit Sikunir, tetapi juga sebagai tempat camping keluarga di Jawa Tengah yang menawarkan panorama indah dan suasana yang nyaman.

***

Jika nanti kembali ke Dieng, saya ingin sekali mencoba menginap di sini. Setelah menikmati malam di tepi telaga, paginya saya bisa menjelajahi beberapa destinasi yang kemarin terlewat. 

Area berkemah Telaga Cebong dengan view perbukitan hijau
Area berkemah Telaga Cebong dengan view perbukitan hijau (doc. Riana Dewie)


Salah satunya adalah Kawah Sikidang yang harus saya skip karena bangunnya terlalu santuy dan kesiangan.

Pada akhirnya, wisata Telaga Cebong Dieng membuktikan bahwa sebuah perjalanan sering kali menghadirkan kejutan yang gak terduga. 

Awalnya saya datang hanya untuk melihat sunrise, tetapi pulang dengan daftar destinasi baru yang ingin saya coba pada kunjungan berikutnya.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments