Beberapa waktu lalu saya dan beberapa teman menyempatkan diri liburan singkat ke Semarang.
Tujuan utamanya sebenarnya sederhana, yaitu kulineran, jalan-jalan, dan menemani teman yang sudah punya jadwal treatment wajah.
Tapi bagi saya, bagian yang paling menarik justru ketika bisa menikmati suasana Kota Lama Semarang di sore hari.
Perjalanan dimulai sejak pukul lima pagi dari Jogja. Kami sengaja berangkat lebih awal agar perjalanan lebih nyaman dan gak terlalu terjebak kemacetan.
Udara pagi masih terasa sejuk, jalanan pun relatif lengang sehingga perjalanan terasa santai.
Oh ya, saya memang termasuk orang yang lebih suka berangkat pagi saat bepergian karena suasananya masih tenang dan badan juga masih segar.
Sampai di daerah Ungaran, kami memutuskan berhenti untuk sarapan soto. Tempatnya sederhana banget, bahkan dari luar terlihat seperti warung biasa.
Tapi soal rasa sih ternyata lumayan enak. Kuahnya hangat, porsinya pas, dan cocok untuk mengisi energi sebelum melanjutkan perjalanan.
Di tengah perjalanan kami juga sempat berhenti di sebuah rest area. Yang menarik, area belakangnya dipenuhi pepohonan yang sekilas mirip hutan pinus.
Suasananya adem dan nyaman untuk sekadar meregangkan kaki. Sekalian juga menemani teman yang ingin salat karena kebetulan tersedia masjid yang cukup nyaman di sana.
Tujuan ke Semarang: Kuliner, Jalan-Jalan, dan Sedikit Me Time
Sesampainya di Semarang, agenda kami cukup santai. Teman saya langsung menuju tempat treatment wajah yang sudah dijadwalkan sejak jauh hari. Sementara saya kebagian menikmati bagian yang menurut saya lebih menyenangkan, yaitu jalan-jalan dan kulineran. Hihihihi....
Biasanya kalau ke Semarang, kami hampir selalu mampir ke Ayam Goreng Pak Supar. Menu favorit saya adalah ayam goreng dan sup sapinya yang gurih.
Selain itu, saya juga suka berburu tahu gimbal legendaris yang sudah beberapa kali saya kunjungi. Sayangnya saya selalu lupa nama warungnya.
Yang jelas, setiap ke Semarang, tempat itu hampir pasti masuk daftar kunjungan.
Oh ya, salah satu alasan saya suka kulineran di Semarang adalah karena pilihan makanannya beragam dan banyak yang sudah melegenda sejak puluhan tahun lalu.
Setelah urusan treatment selesai, barulah kami menuju destinasi yang sejak awal ingin saya kunjungi, yaitu kawasan Kota Lama Semarang.
Menyusuri Kota Lama Semarang Saat Sore Hari
Sore hari memang menjadi waktu yang pas untuk menyusuri Kota Lama Semarang. Cuaca mulai bersahabat, sinar matahari gak terlalu terik, dan suasana kawasan mulai ramai oleh wisatawan.
Ketika memasuki area ini, saya langsung merasa seperti sedang berpindah ke masa lalu.
Deretan bangunan kolonial yang berdiri kokoh membuat suasana terasa berbeda dibanding kawasan perkotaan modern pada umumnya.
Kota Lama Semarang sendiri merupakan salah satu kawasan heritage Semarang yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Kawasan ini berkembang sejak abad ke-17 ketika Belanda menjadikan Semarang sebagai pusat perdagangan penting di pesisir utara Jawa.
Dulu area ini bahkan sering dijuluki sebagai "Little Netherlands" karena tata kota dan arsitekturnya yang sangat kental dengan nuansa Eropa.
Kini kawasan tersebut telah direvitalisasi sehingga menjadi salah satu destinasi wisata sejarah Semarang yang paling populer.
Oh ya, saya senang melihat bagaimana kawasan bersejarah ini tetap dirawat dengan baik sehingga generasi sekarang masih bisa menikmati jejak sejarah yang ada.
Spot Ikonik dan Foto Estetik di Kota Lama Semarang
Kalau berkunjung ke sini, ada beberapa tempat yang menurut saya wajib disinggahi.
Gereja Blenduk yang Ikonik
Gereja Blenduk menjadi landmark paling terkenal di kawasan ini. Bangunannya yang megah dengan kubah besar berwarna tembaga selalu berhasil menarik perhatian wisatawan.
Saya pun gak melewatkan kesempatan untuk berfoto di area sekitar gereja. Hampir dari sudut mana pun, hasil fotonya terlihat menarik.
Taman Srigunting yang Nyaman
Tepat di depan Gereja Blenduk terdapat Taman Srigunting. Area terbuka ini menjadi tempat favorit wisatawan untuk bersantai, duduk menikmati suasana, atau sekadar mengamati aktivitas sekitar.
Kalau saya sih paling suka duduk beberapa menit sambil memperhatikan wisatawan yang lalu-lalang membawa kamera dan berburu foto.
Gedung Marba dan Deretan Bangunan Bersejarah
Salah satu bangunan yang selalu menarik perhatian adalah Gedung Marba. Fasad berwarna merah khas membuat bangunan ini terlihat sangat fotogenik.
Selain Gedung Marba, masih banyak bangunan tua lain yang menjadi spot foto Kota Lama Semarang. Setiap sudut memiliki karakter tersendiri sehingga rasanya gak pernah bosan untuk dijelajahi.
Kebetulan saya berasal dari Jogja. Karena itu, melihat bangunan-bangunan peninggalan Belanda di kawasan ini terasa cukup akrab.
Beberapa desain arsitekturnya bahkan mengingatkan saya pada sejumlah bangunan tua yang ada di Jogja.
Menikmati Senja dan Pulang Membawa Cerita
Waktu favorit saya selama berada di sana adalah ketika memasuki golden hour. Cahaya matahari sore yang hangat membuat seluruh kawasan terlihat semakin cantik. Inilah momen terbaik untuk menikmati senja di Semarang.
Oh ya, kalau datang menjelang sore, jangan buru-buru pulang. Perubahan suasana dari siang menuju petang justru menjadi salah satu daya tarik utama kawasan ini.
Kami menghabiskan cukup banyak waktu untuk berfoto dan menikmati suasana sore di Kota Lama Semarang.
Rasanya waktu berjalan begitu pelan. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari, pengalaman seperti ini terasa sangat menyenangkan.
Kalau saya sih selalu suka destinasi yang menawarkan cerita, bukan hanya pemandangan. Dan Kota Lama Semarang berhasil memberikan keduanya sekaligus.
Menjelang magrib, kami akhirnya meninggalkan kawasan tersebut. Tapi perjalanan belum selesai. Sebelum pulang ke Jogja, kami kembali berburu kuliner Kota Lama Semarang dan beberapa makanan favorit lainnya.
Perjalanan pulang terasa santai karena hati sudah puas. Hahahaha....
Rasanya menyenangkan bisa menghabiskan satu hari penuh bersama teman-teman, menikmati makanan enak, melihat bangunan bersejarah, dan merasakan suasana yang berbeda dari rutinitas sehari-hari.
Oh ya, perjalanan singkat ini kembali mengingatkan saya bahwa liburan gak harus jauh atau mahal.
Kadang satu hari yang diisi dengan wisata sore Semarang, kulineran, dan nostalgia sejarah sudah cukup untuk membuat pikiran kembali segar.
***
Pada akhirnya, kunjungan ke Kota Lama Semarang bukan sekadar perjalanan wisata biasa.
Bagi saya, ini adalah perjalanan yang penuh cerita, penuh kenangan, dan memberikan kesempatan untuk melihat bagaimana sejarah tetap hidup di tengah perkembangan kota modern.
Sebuah perjalanan sederhana yang layak untuk diulang lagi suatu hari nanti.







.png)
0 komentar:
Post a Comment