Wisata sehari di Jogja ternyata gak selalu harus diisi dengan mengunjungi tempat-tempat terkenal atau pergi jauh dari pusat kota.
Kadang, agenda sederhana seperti menemani teman membuat konten, mampir membeli jajanan, lalu menikmati suasana sore di tengah kota justru bisa menjadi cerita perjalanan yang menyenangkan.
Itulah yang saya alami pada 20 Oktober 2026. Hari itu, saya punya agenda bersama seorang teman yang biasa saya panggil anak lanang & dia memanggil saya, mami.
Kami sudah saling mengenal sekitar lima tahun. Selain berteman, saya juga berperan sebagai managernya dalam berbagai aktivitas, termasuk ketika dia membuat konten dance di ruang publik.
Menemani orang ngonten ternyata bisa menjadi pengalaman tersendiri. Saya perlahan memahami bahwa membuat video bukan sekadar menyalakan kamera, menari sebentar, lalu mengunggahnya ke media sosial.
Ada proses mencari lokasi, menentukan sudut pengambilan gambar, mengulang gerakan, sampai mengedit video agar hasilnya sesuai harapan.
Konten dance publik yang dibuatnya pun cukup dikenal. Beberapa videonya bahkan berhasil masuk FYP TikTok. Saya ikut senang melihat proses panjang itu menghasilkan karya yang bisa dinikmati banyak orang.
Oh ya, agenda kami hari itu sebenarnya sederhana: mencari lokasi untuk ngonten sekaligus nongkrong santai.
Namun, perjalanan yang awalnya berorientasi pada pekerjaan kreatif tersebut malah terasa seperti liburan kecil. Ada aktivitas membuat konten, menikmati jajanan, sampai menyempatkan diri melihat suasana kota.
Memulai Daily Trip Jogja dengan Agenda Sederhana
Cuaca Jogja hari itu cukup cerah, bahkan terasa panas karena hujan belum turun. Meski begitu, semangat kami untuk menjalankan agenda hari itu gak ikut luntur.
Tujuan awalnya adalah Pakuwon Mall Jogja, salah satu tempat yang kami pilih untuk membuat konten dance publik.
Sebagai manager, saya berusaha mendampingi anak lanang dalam aktivitasnya. Mulai dari menemani perjalanan, membantu mempertimbangkan lokasi, sampai memberikan dukungan ketika proses pengambilan video berlangsung.
Tentu saja, tugas saya gak selalu berkaitan dengan pekerjaan serius. Ada kalanya saya cukup menjadi teman perjalanan yang siap menemani dari satu tempat ke tempat lain.
Buat saya sendiri, kegiatan seperti ini juga menjadi kesempatan untuk menyegarkan pikiran.
Sesekali, kami memilih lokasi terbuka yang punya suasana alam agar kegiatan ngonten terasa lebih menyenangkan. Bahkan, perjalanan semacam itu bisa sekalian menjadi agenda piknik sederhana.
Kalau saya sih, menikmati kota gak harus menunggu punya jadwal liburan panjang. Selama ada waktu luang dan kesempatan untuk keluar rumah, banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan tanpa perlu menyusun itinerary rumit.
Itulah yang membuat daily trip Jogja kali ini terasa menarik. Kami gak sedang mengejar banyak destinasi wisata, melainkan menikmati proses perjalanan sambil menyelesaikan agenda yang sudah direncanakan.
Mampir ke Selokan Mataram, Jajan Donat Susu Malaka Jumbo
Dalam perjalanan menuju Pakuwon Mall, mobil kami sempat berhenti dan berputar balik di area Selokan Mataram Jogja. Rupanya, anak lanang melihat penjual donat susu Malaka yang ingin dia datangi.
“Di sana ada donat jumbo enak, Mam. Beli yuk!”
Saya pun mengiyakan ajakannya. Kebetulan, saat kami datang, antreannya gak panjang. Jadi, kami bisa membeli donat tanpa harus menunggu terlalu lama sebelum melanjutkan perjalanan.
Donat susu Malaka jumbo ini menjadi salah satu selingan kuliner dalam perjalanan kami. Pilihan rasanya cukup beragam, dengan ukuran yang menarik perhatian.
Tekstur donatnya terasa lembut, sementara rasa susunya menjadi salah satu hal yang membuat saya menikmati jajanan ini.
Oh ya, satu box berisi enam donat dibanderol dengan harga 40-ribuan saat kami membelinya. Menurut saya, harga tersebut cukup ramah di kantong untuk camilan yang bisa dinikmati bersama.
In this economy, menemukan jajanan enak dengan harga bersahabat rasanya memang menyenangkan. Wkwkwkwk....
Sebagai catatan, cerita ini murni berdasarkan pengalaman jajan kami hari itu, bukan konten endorsement.
Saya hanya ingin berbagi bahwa di sela-sela agenda berburu konten, ada kesempatan menemukan jajanan yang layak dicoba.
Buat kamu yang sedang jalan-jalan di Jogja, berburu kuliner seperti ini bisa menjadi aktivitas tambahan yang menyenangkan.
Gak harus menjadikan makanan sebagai tujuan utama perjalanan. Terkadang, berhenti sebentar untuk membeli camilan justru membuat perjalanan terasa lebih santai.
Setelah mendapatkan donat, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Pakuwon Mall. Perjalanan pun terasa lebih menyenangkan karena ada camilan untuk menemani kami di jalan.
Ngonten dan Nongkrong Santai di Pakuwon Mall Jogja
Dari area Selokan Mataram, kami melanjutkan perjalanan ke Pakuwon Mall Jogja. Jarak tempuhnya relatif singkat dari lokasi kami saat itu, sekitar sepuluh menit jika kondisi lalu lintas lancar.
Setibanya di mal, kami menuju area yang menurut kami cukup ramai dengan aktivitas pengunjung. Untuk konten dance publik, memilih lokasi yang tepat menjadi salah satu pertimbangan penting. Ada suasana, latar belakang, dan keramaian yang bisa membuat video terlihat lebih hidup.
Tentu saja, membuat konten di ruang publik membutuhkan kesiapan mental. Ada orang yang berlalu-lalang, ada pula pengunjung yang mungkin memperhatikan aktivitas kami.
Selama situasinya memungkinkan, kami mencoba menjalankan agenda dengan santai sambil tetap menghormati kenyamanan orang lain.
Tahu gak, proses merekam video dance bisa membutuhkan waktu lebih lama daripada durasi hasil akhirnya.
Gerakan yang kurang pas, sudut kamera yang perlu diperbaiki, atau hasil rekaman yang belum sesuai keinginan bisa membuat pengambilan gambar diulang berkali-kali.
Karena sudah cukup terbiasa mendampingi anak lanang, saya mulai memahami ritme kegiatan tersebut. Kadang, saya ikut membantu mempertimbangkan lokasi atau menunggu sampai pengambilan video selesai.
Di sisi lain, saya juga menikmati kesempatan melihat suasana mal yang selalu punya aktivitas menarik.
Hari itu, kami berhasil mengambil sekitar tiga konten. Setelah selesai, waktunya beristirahat sejenak. Kami mencari minuman, duduk santai, sekaligus mulai mengedit video agar bisa segera diposting ke TikTok.
Bagi saya, bagian nongkrong ini justru menjadi salah satu momen menyenangkan dalam perjalanan.
Sambil menunggu proses editing, saya bisa bermain ponsel dan memperhatikan lalu-lalang pengunjung. Aktivitas sederhana seperti ini memberi kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas.
Kalau saya sih, nongkrong di mal gak harus selalu diisi dengan belanja. Menikmati suasana, mengobrol, atau sekadar duduk sambil mengamati keramaian juga bisa menjadi cara menyegarkan pikiran.
Dalam konteks wisata urban Jogja, ruang publik seperti mal menawarkan pengalaman berbeda dari destinasi alam terbuka.
Setelah agenda di Pakuwon Mall selesai, kami memutuskan berpindah lokasi. Tujuan berikutnya adalah Tugu Jogja, salah satu ikon kota yang sering menjadi latar foto maupun video.
Menutup Hari dengan Berburu Konten di Tugu Jogja
Menikmati Suasana Sore di Ikon Kota Jogja
Perjalanan menuju Tugu Jogja menjadi bagian terakhir dari agenda ngonten kami hari itu. Suasana kota menjelang sore memberikan nuansa berbeda setelah sebelumnya menghabiskan waktu di dalam mal.
Mengambil video dengan latar Tugu Jogja terasa menarik karena ada perpaduan ikon kota dan lalu-lalang kendaraan.
Namun, kami gak berlama-lama di sana. Setelah mendapatkan sekitar dua sampai tiga konten, kami bersiap menyudahi aktivitas.
Prosesnya berlangsung kurang dari tiga puluh menit. Bagi kami, yang penting agenda hari itu sudah berjalan dengan baik tanpa harus memaksakan diri membuat terlalu banyak video.
Jajan Jasuke Sambil Menikmati Jogja
Sebelum pulang, kami menemukan tenant Jasuke Mozarella di dekat area parkir mobil.
Melihat sajian jagung, susu, dan keju yang menggugah selera, kami akhirnya memutuskan membeli satu porsi ukuran besar untuk dinikmati berdua.
Tahu gak, taburan kejunya cukup melimpah sampai membuat kami tergoda untuk segera mencicipinya. Setelah seharian berpindah lokasi, menikmati jasuke menjadi penutup perjalanan yang sederhana.
Buat pencinta jajanan, mencari jasuke enak di Jogja juga bisa menjadi selingan saat menjelajahi kota. Meski bukan tujuan wisata utama, jajanan seperti ini melengkapi pengalaman perjalanan dengan cara yang menyenangkan.
Oh ya, beberapa hasil kontennya bisa diintip di TikTok atau Youtube ya.
Perjalanan Sederhana yang Tetap Berkesan
Oh ya, pengalaman hari itu kembali mengingatkan saya bahwa berwisata gak selalu harus pergi jauh.
Ketika waktu atau anggaran belum memungkinkan untuk bepergian ke luar kota, menikmati hal-hal kecil di sekitar kita juga layak dilakukan.
Daily trip Jogja kali ini memang berawal dari pekerjaan, yaitu menemani teman berburu konten.
Namun, perjalanan tersebut memberi kesempatan untuk menikmati suasana mal, mencicipi jajanan, dan melihat kembali kesibukan kota menjelang sore.
Saya percaya, setiap orang punya cara sendiri untuk menikmati perjalanan.
Ada yang senang mengejar destinasi alam, ada yang suka menjelajahi tempat bersejarah, dan ada pula yang menikmati wisata santai dengan berjalan-jalan sambil mencari suasana baru.
Hihihihi.... Ternyata, agenda ngonten yang awalnya terdengar biasa saja bisa berkembang menjadi cerita perjalanan sehari yang menyenangkan.
Bagi saya, kuncinya adalah memberi ruang untuk menikmati proses, bukan hanya berfokus pada tujuan akhir. Sebab, terkadang momen kecil yang terjadi di sela-sela aktivitas justru menjadi bagian yang paling diingat.
Nah, buat kamu yang tinggal di luar kota dan berencana ngonten di Jogja, kira-kira ingin mampir ke mana?
Apakah kamu lebih tertarik membuat konten di tempat ramai seperti Pakuwon Mall, berburu suasana kota di sekitar Tugu Jogja, atau menjelajahi sudut-sudut lain yang belum banyak diketahui orang?
Ceritakan pilihanmu, siapa tahu bisa menjadi inspirasi perjalanan berikutnya.








.png)
0 komentar:
Post a Comment