Jogja memang punya banyak cerita. Kota yang dikenal dengan suasana istimewa ini gak pernah benar-benar sepi dari aktivitas.
Mulai dari mahasiswa yang sibuk kuliah, pekerja yang mengejar rutinitas, sampai wisatawan yang datang silih berganti.
Namun, di antara padatnya kegiatan tersebut, ternyata ada sebuah tempat yang menawarkan suasana berbeda. Namanya Taman Doa Pringwulung.
Saya sendiri baru pertama kali mengunjungi taman doa ini ketika mengikuti rekoleksi bertajuk "Menjadi Ibu Bahagia" bersama beberapa ibu lainnya.
Selain ingin mengikuti kegiatan rohani, saya juga sekaligus mendampingi peserta lain yang sebagian besar sudah berusia lanjut. Jadi, bisa dibilang kunjungan kali ini punya cerita tersendiri.
Awalnya, saya hanya membayangkan sebuah area doa di lingkungan gereja. Namun, begitu melihat langsung tempatnya, saya justru dibuat takjub.
Ternyata, di tengah kawasan perkotaan Jogja, ada taman doa yang cukup luas, hijau, dan terasa begitu menenangkan.
1. Mengenal Taman Doa di Bawah Salib Yesus Pringwulung
Taman Doa Pringwulung atau dikenal dengan nama Taman Doa di Bawah Salib Yesus berada di kompleks Gereja Santo Yohanes Rasul Pringwulung, tepatnya di Jalan Empu Panuluh, Pringwulung, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta.
Lokasinya berada di bagian kompleks gereja yang menghadirkan ruang terbuka untuk kegiatan rohani.
Jadi, pengunjung gak hanya menemukan bangunan gereja sebagai tempat ibadah, tetapi juga area taman yang dirancang untuk berdoa, merenung, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Tahu gak, taman doa ini berdiri di atas lahan sekitar 1.300 meter persegi. Ukurannya cukup luas untuk sebuah ruang doa terbuka yang berada di kawasan perkotaan.
Keberadaannya juga menjadi salah satu daya tarik Paroki Santo Yohanes Rasul Pringwulung, yang dikenal dekat dengan lingkungan mahasiswa.
Hal yang langsung terasa ketika memasuki area taman adalah suasananya yang adem dan hening. Ada kesan teduh yang membuat saya ingin berjalan lebih pelan, menikmati lingkungan sekitar, lalu duduk sejenak.
Bagi umat Katolik, tempat ini tentu bisa menjadi ruang untuk melakukan doa pribadi, Jalan Salib, maupun refleksi iman.
Namun, taman doa juga menghadirkan pengalaman yang berbeda dari berdoa di dalam ruangan. Kita bisa menikmati suasana alam sambil mengambil waktu untuk berkomunikasi dengan Tuhan.
2. Taman Doa yang Asri di Tengah Keramaian Kota Jogja
Salah satu hal yang membuat saya cukup terkesan adalah suasana tamannya.
Bayangkan, di kawasan yang aktivitas masyarakatnya cukup padat, ada ruang terbuka hijau yang terasa sejuk dan jauh dari kesan terburu-buru.
Taman doa ini memiliki pepohonan, aneka tanaman, area duduk, serta beberapa gazebo kecil.
Elemen-elemen tersebut membuat tempatnya terasa lebih hidup, tetapi tetap mempertahankan suasana hening yang mendukung kegiatan rohani.
Ruang terbuka yang nyaman untuk berdoa
Keberadaan gazebo menjadi salah satu bagian yang menarik. Pengunjung bisa duduk dan beristirahat sejenak sambil menikmati suasana taman.
Ada juga area doa terbuka dengan bangku-bangku yang menghadap ke bagian utama taman.
Tahu gak, suasana seperti ini justru membuat kegiatan berdoa terasa lebih dekat dengan alam. Kita gak harus selalu berada di dalam bangunan untuk menciptakan suasana yang khusyuk.
Duduk di area taman, menikmati udara segar, lalu memanjatkan doa juga bisa menjadi pengalaman yang berkesan.
Ada area Jalan Salib yang menjadi daya tarik
Selain taman hijau, terdapat pula area Jalan Salib yang menggambarkan perjalanan sengsara Yesus. Pengunjung dapat mengikuti setiap perhentian sambil merenungkan kisah pengorbanan-Nya.
Di bagian utama, terdapat patung Yesus yang disalibkan bersama representasi Bunda Maria dan Santo Yohanes Rasul.
Kehadiran patung tersebut menjadi pusat perhatian sekaligus mengingatkan pengunjung pada makna kesetiaan, kasih, dan pengorbanan.
Buat saya, perpaduan antara taman hijau dan elemen rohani seperti ini membuat Taman Doa di Bawah Salib Yesus terasa istimewa.
Bukan sekadar taman untuk menikmati pemandangan, melainkan ruang refleksi diri yang punya makna lebih dalam.
3. Lokasi Strategis, Bisa Jadi Tempat Menepi Sejenak dari Rutinitas
Hal menarik lainnya adalah lokasi Taman Doa Pringwulung Jogja yang cukup strategis.
Kawasan Pringwulung berada di Condongcatur, Depok, Sleman, yang masih terhubung dengan berbagai pusat aktivitas masyarakat di Yogyakarta.
Lokasinya juga relatif dekat dengan kawasan Gejayan dan sejumlah lingkungan kampus. Seperti yang kita tahu, area ini menjadi salah satu kawasan pendidikan yang cukup ramai di Jogja.
Aktivitas mahasiswa, perkantoran, tempat makan, hingga berbagai usaha lokal membuat lingkungannya selalu punya denyut kehidupan.
Alternatif tempat menenangkan diri bagi mahasiswa
Buat mahasiswa yang sehari-hari berkutat dengan tugas kuliah, organisasi, atau pekerjaan sampingan, keberadaan taman doa seperti ini bisa menjadi pilihan untuk mengambil jeda.
Gak harus menunggu ada kegiatan gereja atau rekoleksi untuk datang dan berdoa.
Oh ya, suasana taman yang lebih terbuka juga memberikan pengalaman berbeda dibandingkan sekadar duduk di kafe atau tempat nongkrong.
Ada kesempatan untuk menjauh sebentar dari layar ponsel, merapikan pikiran, dan menikmati suasana yang lebih tenang.
Bukan hanya untuk mereka yang sedang berziarah
Taman doa ini juga bisa menjadi tempat singgah bagi umat Katolik yang sedang berada di sekitar Pringwulung, baik untuk doa pribadi maupun ziarah rohani.
Bagi pekerja yang aktivitasnya berada di area perkantoran Yogyakarta, tempat ini juga bisa menjadi alternatif untuk menepi sejenak dari rutinitas.
Tentu saja, pengunjung tetap perlu memperhatikan aturan dan kegiatan yang berlangsung di lingkungan gereja.
Menurut saya sih, keberadaan ruang seperti ini cukup penting di tengah kota.
Kita sering mencari tempat liburan jauh-jauh hanya untuk mendapatkan suasana tenang, padahal terkadang ada tempat menenangkan diri di Jogja yang lokasinya gak terlalu jauh dari aktivitas sehari-hari.
4. Menemukan Ketenangan dan Menguatkan Iman di Taman Doa
Ada satu pengalaman yang cukup membekas selama saya berada di taman doa ini, yaitu suasananya yang terasa begitu menenangkan ketika digunakan untuk berdoa.
Saya masih ingat bagaimana angin bertiup lembut, disertai suara beberapa helai daun yang saling bergesekan. Sederhana memang, tetapi justru hal-hal kecil seperti itu membuat suasana taman terasa semakin asri.
Oh ya, ada juga backsound bertema alam yang diputar di area taman. Musiknya mengingatkan saya pada suasana Taizé yang pernah saya dengar ketika mengikuti kegiatan doa.
Perpaduan musik lembut, suara alam, dan lingkungan yang hijau membuat suasana berdoa terasa semakin nyaman.
Saya sendiri merasa lebih tenang saat mengikuti doa di sana.
Rasanya seperti mendapatkan kesempatan untuk berhenti sebentar dari berbagai kesibukan dan memberi ruang bagi diri sendiri untuk berkomunikasi dengan Tuhan.
Dalam kunjungan kali ini, kegiatan rekoleksi "Menjadi Ibu Bahagia" menjadi bagian dari pengalaman tersebut.
Saya senang bisa mendampingi ibu-ibu lainnya mengikuti kegiatan rohani. Apalagi, berada di lingkungan yang nyaman seperti ini membuat suasana rekoleksi terasa lebih berkesan.
Wkwkwkwk.... terkadang kita memang membutuhkan suasana yang berbeda supaya bisa lebih menikmati waktu untuk berdoa.
Bukan berarti harus pergi jauh atau mencari tempat yang mewah, tetapi cukup menemukan ruang yang membuat hati terasa lebih lapang.
Taman Doa di Bawah Salib Yesus juga mengajak pengunjung untuk kembali merenungkan makna iman melalui kehadiran Salib Yesus, Bunda Maria, dan Santo Yohanes Rasul.
Ada pesan tentang kasih, kesetiaan, serta pengorbanan yang bisa menjadi bahan refleksi dalam kehidupan sehari-hari.
Oh ya, bagi saya, pengalaman berkunjung ke taman doa ini menjadi pengingat bahwa waktu untuk berdoa dan menenangkan diri gak harus selalu menunggu momen khusus.
Kita bisa menyempatkan diri di sela-sela rutinitas, selama ada niat untuk mengambil jeda.
***
Pada akhirnya, Taman Doa Pringwulung bukan hanya menjadi salah satu tempat doa umat Katolik di Yogyakarta. Keberadaannya juga menghadirkan ruang terbuka yang asri di tengah kawasan perkotaan.
Jadi, jika suatu saat sedang berada di sekitar Pringwulung, Condongcatur, dan ingin mengambil waktu sejenak untuk berdoa, tempat ini bisa menjadi salah satu pilihan.
Sebuah ruang teduh yang mengingatkan kita bahwa di tengah ramainya kehidupan, selalu ada kesempatan untuk berhenti, bersyukur, dan menemukan kembali ketenangan.









































.png)