In Stay & Hotels

Menoreh Farm Stay, Penginapan Bernuansa Alam di Kulon Progo

Menoreh Farm Stay, penginapan bernuansa alam di Kulon Progo

Mencari penginapan keluarga di Menoreh yang menawarkan suasana sejuk, pemandangan hijau, dan pengalaman menginap yang berbeda dari biasanya? 

Menoreh Farm Stay di Samigaluh, Kulon Progo, bisa menjadi salah satu pilihan untuk dipertimbangkan. 

Bukan cuma soal tempat untuk tidur, kawasan ini menawarkan pengalaman menikmati alam yang cocok untuk kamu yang ingin sejenak menjauh dari rutinitas.

Saya sendiri pernah menginap di Menoreh Farm Stay bersama suami dan sahabat. Awalnya, tujuan kami sederhana: mencari tempat untuk beristirahat sekaligus menikmati suasana pegunungan. 

Namun, pengalaman selama di sana justru membuat saya ingin berlama-lama menikmati suasananya.

Oh ya, saya termasuk orang yang senang mencari suasana baru saat mulai jenuh dengan aktivitas harian. Gak harus pergi jauh atau menghabiskan banyak uang, yang penting ada kesempatan untuk menghirup udara segar dan mengisi ulang energi.

Menoreh Farm Stay, Penginapan di Tengah Alam Kulon Progo

Perjalanan menuju Menoreh Farm Stay menjadi bagian menarik dari pengalaman menginap saya. Setelah melewati kawasan perkotaan, suasana perjalanan perlahan berubah. 

Jalanan mulai berkelok, pepohonan terlihat semakin rimbun, dan hamparan perbukitan menemani perjalanan menuju kawasan Samigaluh.

Lokasinya berada di Suren, Pagerharjo, Samigaluh, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan ini dikenal dengan bentang alam Perbukitan Menoreh yang memiliki karakter berbeda dari suasana pusat Kota Yogyakarta.

Saat itu, saya dan rombongan bersemangat menikmati perjalanan. Deretan bukit, langit biru, serta pepohonan hijau menjadi pemandangan yang menyegarkan mata. 

Bahkan, perjalanan menuju penginapan pun terasa seperti bagian dari liburan, bukan sekadar proses menuju tempat tujuan.

Oh ya, buat saya, suasana seperti ini punya daya tarik tersendiri. Ada perasaan lega ketika pemandangan gedung dan jalanan ramai mulai berganti dengan alam yang lebih terbuka.

Menoreh Farm Stay mengusung konsep penginapan yang memadukan kenyamanan dengan nuansa alam. Jadi, tempat ini menarik untuk dipertimbangkan oleh pasangan, keluarga, maupun teman-teman yang ingin menikmati waktu bersama di kawasan perbukitan.

Pilihan vila keluarga di Menoreh Farm Stay Kulon Progo
Pilihan vila keluarga di Menoreh Farm Stay Kulon Progo (doc. Riana Dewie)


Mengenal Pilihan Vila dan Fasilitas Menoreh Farm Stay

Dalam kunjungan saya pada 2023, Menoreh Farm Stay memiliki empat pilihan vila yang masing-masing menawarkan karakter berbeda. Berikut gambaran berdasarkan pengalaman dan catatan kunjungan saya saat itu.

1. Villa Lawangsih

Villa Lawangsih berada di bagian depan area penginapan, relatif dekat dengan restoran dan lobi. Dalam artikel kunjungan saya sebelumnya, vila ini disebut memiliki tiga ruang tidur. Lokasinya bisa menjadi pertimbangan bagi tamu yang ingin akses lebih dekat ke area pelayanan.

2. Villa Widosari

Villa Widosari memiliki bentuk bangunan yang mirip dengan Villa Lawangsih, tetapi posisinya lebih tinggi. Perbedaan posisi ini menjadi salah satu hal yang menarik dari tata letak penginapan di kawasan berbukit.

3. Villa Suralaya

Saya mendapatkan kesempatan menginap di Villa Suralaya. Vila ini berada di bagian atas dan memiliki desain interior dengan ornamen kayu yang memberikan kesan hangat. Suasananya terasa berbeda dari kamar penginapan perkotaan yang biasanya didominasi desain modern minimalis.

Ada satu detail kecil yang masih saya ingat, yaitu sikat gigi berbahan bambu yang tersedia saat itu. Sederhana, tetapi cukup berkesan karena sejalan dengan nuansa alam yang ditawarkan.

4. Villa Menoreh

Villa Menoreh menjadi salah satu pilihan yang menarik perhatian saya karena pemandangannya. Berdasarkan catatan kunjungan kala itu, tersedia dua pilihan, yakni Menoreh 1 dengan balkon dan Menoreh 2 dengan sofa.

Oh ya, informasi mengenai jumlah vila, fasilitas kamar, dan ketersediaannya di atas merujuk pada kunjungan saya beberapa waktu lalu. Sebelum memesan, sebaiknya tanyakan langsung kepada pengelola mengenai tipe kamar yang masih tersedia, kapasitas tamu, serta fasilitas terbarunya.

Dari sisi kenyamanan, saya menikmati kamar dengan pendingin ruangan, televisi, kamar mandi bersih, dan interior bernuansa kayu. 

Buat saya sih, suasana kamar yang nyaman tetap penting, meskipun tujuan utama menginap adalah menikmati alam.

Jika kamu sedang mencari penginapan keluarga di Menoreh, jangan lupa memastikan kapasitas kamar sesuai jumlah anggota keluarga. Apalagi jika bepergian bersama anak-anak atau orang tua, akses menuju kamar dan kebutuhan khusus setiap anggota keluarga juga perlu diperhatikan.

Bukan Cuma Menginap, Ada Pengalaman Menarik Lainnya

Salah satu hal yang membuat pengalaman saya di Menoreh Farm Stay terasa berkesan adalah suasana di luar kamar. Ada beberapa hal yang membuat waktu menginap terasa lebih dari sekadar bermalam.

Menikmati panorama Bukit Menoreh

Momen yang paling saya tunggu adalah saat pagi tiba. Begitu membuka tirai kamar, pemandangan perbukitan menjadi suguhan yang menyenangkan. Udara pagi dan warna hijau di sekeliling penginapan membuat suasana terasa lebih santai.

Saya juga sempat menikmati area kebun yang ditumbuhi tanaman hijau. Pemandangan seperti ini cocok untuk kamu yang ingin beristirahat dari kebisingan kota atau sekadar mencari latar foto dengan suasana alami.

Oh ya, jika ingin mendapatkan pengalaman serupa, tanyakan terlebih dahulu soal kondisi cuaca dan tipe kamar dengan pemandangan terbaik. Pemandangan pegunungan tentu bisa berubah tergantung cuaca, jadi jangan berharap langit cerah setiap saat.

Hidangan restoran saat menginap di Menoreh Farm Stay
Hidangan restoran saat menginap di Menoreh Farm Stay (doc. Riana Dewie)


Menikmati makanan di kafe dan restoran

Saat menginap, saya juga mencoba hidangan yang tersedia di kafe dan restoran. Pengalaman makan menjadi bagian menyenangkan karena kami bisa menikmati waktu bersama tanpa harus selalu pergi keluar dari area penginapan.

Dalam kunjungan tersebut, saya menikmati beberapa menu makanan dan minuman dengan kesan yang cukup positif. Bagi saya sih, keberadaan tempat makan di penginapan bisa menjadi nilai tambah, terutama saat bepergian bersama keluarga.

Namun, menu, harga, dan jam operasional bisa berubah. Sebaiknya cek informasi terbaru kepada pengelola sebelum datang, terutama jika kamu memiliki anggaran makan tertentu atau kebutuhan makanan khusus.

Mengenal kebun sayur organik

Hal menarik lainnya adalah keberadaan kebun sayur organik yang diperkenalkan kepada tamu dalam kunjungan saya. Saat itu, kebun tersebut menjadi bagian dari pengalaman wisata edukasi, termasuk kegiatan mengenal tanaman dan cara bercocok tanam.

Aktivitas seperti ini berpotensi menjadi pengalaman tambahan bagi keluarga yang ingin mengenalkan anak-anak pada alam. Anak bisa belajar bahwa sayuran yang hadir di meja makan memiliki proses tumbuh dan perawatan sebelum dipanen.

Tentu, ketersediaan aktivitas kebun perlu dikonfirmasi terlebih dahulu. Jangan lupa menanyakan apakah tamu bisa mengikuti kegiatan tersebut secara langsung atau hanya menikmati area kebunnya.

Hahahaha, ternyata agenda menginap yang awalnya ingin santai saja bisa membuat saya menemukan banyak hal menarik di satu tempat.

Kebun sayur organik di kawasan Menoreh Farm Stay
Kebun sayur organik di kawasan Menoreh Farm Stay (doc. Riana Dewie)

Apakah Menoreh Farm Stay Cocok untuk Liburan Keluarga?

Menurut saya, Menoreh Farm Stay layak masuk daftar pertimbangan bagi wisatawan yang menyukai suasana alam dan ingin menikmati waktu bersama orang-orang terdekat. Kombinasi vila, panorama perbukitan, area hijau, serta pengalaman kuliner membuatnya menarik untuk liburan singkat.

Namun, cocok atau gaknya penginapan ini untuk keluarga tetap bergantung pada kebutuhan masing-masing. 

Jika kamu bepergian bersama anak kecil atau orang tua, perhatikan akses menuju vila, kondisi jalan, tangga, dan jarak kamar ke restoran. Jangan lupa memastikan kapasitas kamar serta fasilitas yang dibutuhkan tersedia.

Oh ya, lokasi penginapan di kawasan perbukitan juga perlu diperhitungkan saat menyusun rencana perjalanan. 

Kamu bisa menggabungkan waktu menginap dengan kunjungan ke sejumlah tempat di sekitarnya, seperti Kebun Teh Nglinggo dan Bukit Ngisis, yang sempat saya kunjungi setelah check-out.

Bagi saya, pengalaman menginap yang menyenangkan bukan melulu soal fasilitas mewah. Suasana yang nyaman, kesempatan menikmati pemandangan, dan waktu berkualitas bersama orang tersayang juga punya nilai tersendiri.

Jika ingin memesan, hubungi pengelola Menoreh Farm Stay melalui kanal resmi yang masih aktif untuk mengecek tarif, ketersediaan kamar, serta fasilitas terbaru. 

Nomor kontak yang tercantum dalam artikel lama saya adalah 0822-2636-5522, tetapi sebaiknya verifikasi kembali sebelum digunakan.

***

Panorama alam sekitar penginapan keluarga di Menoreh
Panorama alam sekitar penginapan keluarga di Menoreh (doc. Riana Dewie)


Pada akhirnya, Menoreh Farm Stay meninggalkan kenangan menyenangkan dari perjalanan saya ke Kulon Progo. 

Hihihihi, kadang liburan yang paling membekas justru bukan yang jadwalnya padat, melainkan yang memberi kita kesempatan untuk menikmati suasana tanpa terburu-buru.

Jadi, jika kamu sedang mencari penginapan bernuansa alam di Kulon Progo, Menoreh Farm Stay bisa menjadi salah satu opsi yang layak ditelusuri lebih lanjut. 

Siapa tahu, suasana perbukitannya juga menjadi tempat yang pas untuk menikmati jeda sejenak dari kesibukan sehari-hari.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Destinations

Tempuran Space Bantul, Kafe yang Bikin Serasa Masuk "Dunia Lain"

Tempuran Space Bantul, kafe bernuansa alam dengan pepohonan rindang.

Kamu orang Jogja yang lagi pengin cari tempat ngadem, me time, ngobrol bareng teman, kumpul keluarga, pacaran, atau mengerjakan tugas sekolah dan kuliah? Coba deh, sesekali cari suasana yang berbeda dari kafe pada umumnya. Gak harus pergi jauh ke luar kota untuk menemukan tempat yang bikin pikiran sedikit lebih santai.

Salah satu tempat yang baru saya kunjungi adalah Tempuran Space Bantul. Kebetulan, saya diajak adik-adik mampir ke sini. Lokasinya sebenarnya gak terlalu jauh dari rumah, hanya sekitar 15–20 menit perjalanan. Namun, baru kali ini saya tahu ada tempat ngopi dengan suasana alam yang senyaman ini.

Tahu gak, terkadang kita gak butuh liburan panjang untuk menikmati suasana baru. Duduk santai sambil mendengarkan suara alam saja sudah bisa menjadi cara sederhana untuk mengambil jeda dari rutinitas. Penasaran seperti apa pengalaman saya di sini? Yuk, ikuti ceritanya!

1. Tempuran Space Bantul, Kafe dengan Suasana yang Beda

Begitu memasuki kawasan Tempuran Space, suasananya langsung terasa berbeda. Bayangkan, kamu melewati jalan di sebuah perkampungan, lalu disambut pepohonan yang rimbun. Cahaya matahari yang semula terasa terang perlahan tersaring dedaunan. Suasananya jadi lebih teduh, sejuk, dan tenang.

Tahu gak, pengalaman seperti ini yang membuat Tempuran Space terasa punya karakter tersendiri. Bukan sekadar datang ke coffee shop untuk membeli minuman, kita juga diajak menikmati lingkungan di sekitarnya.

Lokasinya berada di Jalan Plataran No. 9, Sembungan, Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jadi, buat kamu yang sedang mencari tempat ngopi di Bantul dengan nuansa alam, tempat ini bisa masuk daftar kunjungan.

Ada pula bangunan bernuansa klasik dengan unsur kayu yang menambah kesan alami. Di beberapa sudut perkampungan, saya juga melihat rumah-rumah dengan suasana yang menyatu dengan lingkungan hijau. Rasanya seperti menemukan sudut Jogja yang bergerak dengan ritme lebih lambat.

Oh ya, suasana di kawasan ini juga terasa hidup karena ada kucing-kucing yang berjalan-jalan di sekitar kafe. Saya pun sempat melihat anjing milik warga di lingkungan sekitarnya. Kehadiran hewan-hewan ini menambah kesan bahwa kita sedang berada di kawasan permukiman yang dekat dengan alam, bukan di tengah keramaian pusat kota.

Pilihan tempat duduknya juga menarik. Saat berkunjung bersama adik-adik, saya memilih area luar yang berada di atas aliran sungai. Dari tempat duduk tersebut, saya bisa menikmati suasana hijau sambil mengamati air yang mengalir. Rasanya seperti masuk ke dunia lain, padahal perjalanan dari rumah gak sampai setengah jam.

2. Ngopi Ditemani Gemericik Sungai dan Suara Alam

Gemericik sungai yang menambah suasana tenang di Kopi Tempuran Bantul.
Gemericik sungai yang menambah suasana tenang di Kopi Tempuran Bantul (doc. Riana Dewie)

Ada perbedaan antara ngopi di kafe yang ramai dengan menikmati minuman di tempat yang menawarkan suasana alam. Di Tempuran Space, perhatian saya justru lebih banyak tertuju pada lingkungan sekitar daripada sekadar minuman yang tersaji di meja.

Suara gemericik air sungai menjadi salah satu hal yang membuat pengalaman di sini terasa istimewa. Ditambah pepohonan, udara yang lebih sejuk, dan semilir angin, suasananya cocok untuk kamu yang ingin duduk santai tanpa harus terus-menerus menatap layar ponsel.

Tahu gak, suara alam bisa menjadi teman yang menyenangkan saat kita ingin membaca buku, menulis, atau sekadar melamun sebentar. Gak perlu selalu ada musik kencang atau hiburan yang ramai untuk membuat waktu nongkrong terasa menyenangkan.

Menurut saya, daya tarik Tempuran Space bukan cuma soal konsep kafe outdoor di Bantul. Ada pengalaman menikmati lingkungan sekitar yang membuat kunjungan terasa lebih dari sekadar agenda ngopi biasa.

Oh ya, kondisi sungai dan tingkat keramaian tentu bisa berbeda tergantung cuaca serta waktu kunjungan. Jadi, kalau kamu membayangkan suasana yang benar-benar sunyi, sebaiknya datang dengan ekspektasi yang fleksibel. Pengunjung lain tetap bisa datang dan menikmati tempat yang sama.

Suasana kafe di tengah alam Jogja dengan udara segar dan pepohonan hijau.
Suasana kafe di tengah alam Jogja dengan udara segar dan pepohonan hijau (doc. Riana Dewie)


3. Kenapa Harus Mampir ke Tempuran Space Bantul?

Ada beberapa alasan yang membuat Tempuran Space menarik untuk dikunjungi. Bukan berarti semua orang harus datang dengan tujuan yang sama, tetapi suasananya memberi ruang untuk berbagai aktivitas santai.

Tempat Menepi Sejenak untuk Healing

Pernah merasa jenuh dengan rutinitas yang itu-itu saja? Bangun tidur, bekerja, menghadapi kemacetan, menyelesaikan pekerjaan, lalu mengulang aktivitas yang sama keesokan harinya.

Sesekali, mengambil jeda di tempat bernuansa alam bisa menjadi pilihan untuk mengubah suasana. Tempuran Space bisa dipertimbangkan sebagai tempat healing di Bantul bagi kamu yang ingin duduk santai sambil menikmati lingkungan hijau.

Healing di sini gak harus dimaknai sebagai sesuatu yang rumit. Bisa sesederhana menikmati minuman favorit, berbincang dengan orang terdekat, dan memberi waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat.

Cocok untuk Refleksi Diri dan Mencari Inspirasi

Ada kalanya kita justru mendapatkan ide saat berhenti memaksakan diri untuk terus produktif. Suasana yang berbeda dapat membantu kita mengambil jarak sejenak dari kesibukan.

Tahu gak, duduk di tengah pepohonan sambil memperhatikan aliran sungai bisa menjadi kesempatan untuk merapikan pikiran. Kamu bisa membawa buku catatan, menulis jurnal, membaca, atau sekadar menikmati waktu tanpa agenda khusus.

Kalau saya sih, suasana seperti ini terasa pas untuk ngobrol santai sekaligus menikmati momen bersama keluarga. Gak harus selalu ada rencana besar agar sebuah kunjungan terasa berkesan.

Mengerjakan Tugas Sambil Menikmati Suasana Alam

Siapa bilang mengerjakan tugas harus selalu dilakukan di kamar atau perpustakaan? Sesekali, mencoba tempat nugas di Bantul dengan pemandangan alam bisa menjadi alternatif untuk mengubah suasana belajar.

Kamu bisa membawa laptop, buku, atau catatan kuliah sambil menikmati minuman. Namun, sebelum menjadikan Tempuran Space sebagai working space bernuansa alam, pastikan terlebih dahulu ketersediaan Wi-Fi, stopkontak, dan fasilitas lain yang kamu perlukan.

Kalau ingin bekerja lebih lama, pilih waktu yang sesuai dan tetap perhatikan kenyamanan pengunjung lain. Suasana alam memang menyenangkan, tetapi kebutuhan produktivitas setiap orang berbeda.

Tempuran Space Bantul, tempat ngopi sejuk di Jogja untuk bersantai dan mencari inspirasi.
Tempuran Space Bantul, tempat ngopi sejuk di Jogja untuk bersantai dan mencari inspirasi (doc. Riana Dewie)


Nongkrong dengan Pengalaman yang Berbeda

Buat kamu yang bosan dengan tempat nongkrong yang didominasi bangunan modern, Tempuran Space menawarkan alternatif dengan suasana hijau dan aliran sungai.

Oh ya, tempat seperti ini juga bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga. Kamu bisa mengobrol, menikmati makanan dan minuman, atau mengambil foto dengan latar alam.

Buat saya sih, pengalaman yang paling menarik justru ketika kita gak terlalu sibuk mengejar foto bagus atau memikirkan agenda berikutnya. Duduk santai bersama adik-adik saja sudah menyenangkan. Wkwkwkwk, ternyata agenda ngopi bisa berubah menjadi sesi menikmati alam yang lebih panjang!

4. Tips Sebelum Berkunjung ke Tempuran Space

Sebelum berangkat, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan agar kunjungan lebih nyaman.

Pertama, catat alamat Tempuran Space di Jalan Plataran No. 9, Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Kamu bisa menggunakan aplikasi peta digital untuk membantu menemukan rute dari lokasimu. Perhatikan juga kondisi jalan di kawasan perkampungan ketika mendekati tujuan.

Kedua, pilih waktu kunjungan sesuai kebutuhan. Jika ingin menikmati suasana yang lebih teduh, kamu bisa mempertimbangkan pagi atau sore hari, sambil tetap mengecek cuaca dan jam operasional terbaru. Jangan lupa memastikan informasi jam buka sebelum berangkat.

Ketiga, cek menu, harga, dan fasilitas terlebih dahulu jika ada kebutuhan khusus. Harga yang terasa sepadan tentu bukan hanya tentang nominal makanan atau minuman, tetapi juga pengalaman yang didapatkan selama berkunjung.

Saat datang bersama adik-adik, saya justru lebih fokus menikmati alam daripada sekadar ngopi atau ngemil. Menurut saya, harga yang dibayarkan terasa sepadan dengan rasa hidangan dan suasana yang bisa dinikmati. Namun, penilaian soal harga tentu bisa berbeda untuk setiap pengunjung.

Terakhir, jika memilih duduk di area dekat sungai, tetap perhatikan keselamatan dan jaga kebersihan. Hindari membuang sampah ke aliran air dan awasi anak-anak saat berada di area tepi sungai.

Buat kamu yang ingin datang untuk bekerja atau belajar, jangan lupa memastikan fasilitas pendukungnya terlebih dahulu. Dengan begitu, kamu bisa menikmati suasana tanpa kecewa karena ada kebutuhan yang ternyata belum tersedia.

Pada akhirnya, Tempuran Space Bantul menjadi salah satu pilihan menarik untuk menikmati suasana berbeda di sekitar Jogja. Tempat ini menawarkan kesempatan untuk ngopi, berbincang, membaca, atau sekadar duduk sambil menikmati pepohonan dan suara aliran sungai.

Tempat healing di Bantul dengan suasana asri dan jauh dari hiruk-pikuk kota.
Tempat healing di Bantul dengan suasana asri dan jauh dari hiruk-pikuk kota (doc. Riana Dewie)


Buat kamu yang belakangan gampang capek, mulai merasa jenuh, atau ingin mencari suasana baru, sesekali gak ada salahnya meluangkan waktu untuk diri sendiri. Gak harus pergi jauh atau menghabiskan banyak uang untuk menikmati jeda.

Jadi, kapan terakhir kali kamu duduk santai tanpa terburu-buru mengejar sesuatu? Siapa tahu, secangkir kopi dan suasana hijau di Tempuran Space bisa menjadi awal dari hari yang terasa sedikit lebih ringan. Hihihihi, yuk, sesekali kasih kesempatan buat diri sendiri untuk bernapas lebih lega!



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Life Tips

Cara Memilih Makanan Kucing yang Bagus Tanpa Bikin Boncos

Berbagai pilihan makanan kucing untuk kebutuhan harian

Punya kucing memang menyenangkan, tetapi urusan memilih makanannya kadang bisa bikin bingung. Apalagi sekarang pilihan cat food makin banyak. Ada yang harganya belasan ribu, puluhan ribu, bahkan bisa jauh lebih tinggi.

Saya sendiri pernah berada di depan rak makanan kucing sambil membandingkan beberapa kemasan dan bertanya dalam hati, “Sebenarnya yang mahal memang lebih bagus, ya?”

Oh ya, suami saya cukup sayang dengan kucing-kucing tetangga. Lama-lama, dia malah hobi membelikan banyak makanan kucing dari aneka brand. 

Katanya, “Coba-coba dulu, cari yang paling cocok buat anak-anak itu.” Wkwkwkwk.... Yang dimaksud “anak-anak” tentu saja kucing-kucing tersebut.

Dari situ, perjalanan kami sebenarnya punya fokus yang sederhana: mencari makanan kucing yang harganya terjangkau, tetapi kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi. Nah, loh, memang ada?

Tahu gak, setelah riset beberapa waktu dan mencoba beberapa pilihan, akhirnya kami menemukan satu brand yang menurut kami cukup menarik untuk diberikan kepada kucing-kucing liar di sekitar rumah.

Ada satu hal yang kemudian saya sadari: harga ternyata gak bisa dijadikan satu-satunya patokan untuk menentukan kualitas makanan kucing. 

Ada banyak hal lain yang justru perlu diperhatikan, mulai dari kandungan nutrisi, usia kucing, feeding guide, sampai respons tubuh setelah makanan diberikan secara rutin.

Oh ya, buat saya yang paling penting adalah menemukan makanan yang sesuai kebutuhan kucing sekaligus masih masuk akal untuk budget bulanan. Jadi, gak harus selalu memilih yang paling mahal.

Jangan Terjebak Harga Saat Memilih Makanan Kucing

Makanan kucing yang mahal belum tentu otomatis menjadi pilihan yang paling sesuai. Sebaliknya, makanan kucing dengan harga lebih ekonomis juga gak berarti kualitasnya pasti rendah.

Sih, bagian ini yang sering bikin pemilik kucing terkecoh. Kita melihat harga di kemasan, lalu langsung menganggap semakin mahal berarti semakin bagus.

Padahal, ada beberapa faktor yang bisa membuat harga makanan kucing berbeda. Misalnya bahan yang digunakan, formulasi, ukuran kemasan, proses produksi, distribusi, hingga strategi penjualan.

Karena itu, daripada hanya melihat nominal di label, saya lebih suka membandingkan harga per gram atau bahkan memperkirakan biaya per porsi. Kemasan yang kelihatannya murah belum tentu paling hemat kalau kebutuhan makan hariannya lebih banyak.

Tahu gak, feeding guide pada kemasan juga bisa membantu menghitung perkiraan kebutuhan makanan setiap hari. Dari sana, kita bisa lebih mudah memperkirakan berapa biaya makan kucing dalam sebulan.

Jadi, konsep “hemat” bukan sekadar mencari harga paling murah. Yang dicari adalah value for money: kebutuhan kucing terpenuhi dengan biaya yang masih sesuai kemampuan pemilik.

Cara Memilih Makanan Kucing: 5 Hal yang Perlu Dicek

Lalu, bagaimana cara memilih makanan kucing yang bagus tanpa sekadar terpaku pada harga? Saya biasanya akan melihat beberapa hal berikut.

1. Cek Kandungan Nutrisinya

Jangan hanya melihat satu angka pada label. Perhatikan keseluruhan kandungan nutrisinya, seperti protein, lemak, serat, vitamin, mineral, taurine, dan kadar air.

Yang penting adalah makanan tersebut memang diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kucing sesuai peruntukannya.

2. Sesuaikan dengan Usia Kucing

Kebutuhan kitten tentu berbeda dengan kucing dewasa. Begitu juga dengan induk kucing yang sedang menyusui.

Karena itu, pilih makanan berdasarkan tahap kehidupan kucing. Misalnya, makanan untuk kitten, adult cat, atau mother & kitten.

Oh ya, jangan lupa mempertimbangkan kondisi masing-masing kucing juga. Usia memang penting, tetapi berat badan, aktivitas, dan kondisi tubuh bisa ikut memengaruhi kebutuhan makanannya.

Makanan kucing ekonomis dengan nutrisi yang sesuai kebutuhan
Makanan kucing ekonomis dengan nutrisi yang sesuai kebutuhan (freepik.com


3. Jangan Lewatkan Feeding Guide

Saya dulu juga termasuk yang suka mengabaikan tulisan kecil di belakang kemasan. Hihihihi.... Padahal, feeding guide justru cukup berguna.

Petunjuk pemberian makan biasanya memberikan gambaran jumlah makanan berdasarkan berat badan atau kondisi tertentu. Informasi ini bisa membantu menentukan porsi harian sekaligus menghitung pengeluaran bulanan.

4. Perhatikan Daya Cerna

Makanan yang dikonsumsi kucing tentu berkaitan dengan sistem pencernaannya. Salah satu hal yang bisa diamati di rumah adalah kondisi feses setelah kucing mengonsumsi makanan secara rutin.

Namun, jangan menjadikan kondisi feses sebagai satu-satunya indikator kualitas makanan. Jika kucing mengalami diare atau sembelit yang terus-menerus, sebaiknya konsultasikan dengan dokter hewan.

5. Amati Kondisi Kucing Setelah Makan

Cara memilih makanan kucing juga perlu melibatkan pengamatan setelah makanan diberikan. Bagaimana nafsu makannya? Bagaimana aktivitasnya? Bagaimana kondisi bulu dan tubuhnya?

Body Condition Score atau BCS juga bisa menjadi salah satu hal yang diperhatikan untuk melihat kondisi tubuh kucing. Namun, perubahan pada kucing gak selalu disebabkan oleh makanan saja karena banyak faktor lain yang bisa berpengaruh.

Makanan Kucing BOLT, Bisa Jadi Pilihan Ekonomis?

Dari berbagai pertimbangan tadi, kami akhirnya mengenal BOLT Cat Food sebagai salah satu pilihan yang cukup menarik untuk kebutuhan kucing-kucing di sekitar rumah.

Tahu gak, salah satu alasan makanan kucing BOLT masuk dalam pertimbangan kami adalah karena konsepnya cukup sesuai dengan pencarian kami sejak awal: makanan yang bisa memenuhi kebutuhan nutrisi kucing dengan harga yang lebih ekonomis.

BOLT Cat Food memiliki beberapa pilihan berdasarkan kebutuhan dan tahap kehidupan kucing. Ada BOLT Adult untuk kucing dewasa serta BOLT Mother & Kitten yang diperuntukkan bagi induk dan anak kucing.

Menurut saya, pembagian seperti ini penting karena memilih makanan kucing bukan cuma soal “kucing saya mau makan atau gak”. Kebutuhan nutrisi juga perlu disesuaikan dengan tahap kehidupannya.

Jadi, saat menemukan makanan kucing dengan harga yang relatif terjangkau, tetap cek peruntukan, kandungan nutrisi, dan feeding guide-nya. Jangan langsung mengambil kesimpulan hanya dari harga kemasan.

Biar Makanan Kucing Tetap Hemat Tanpa Asal Pilih

Pada akhirnya, cara memilih makanan kucing yang bagus bukan berarti harus mencari produk dengan harga tertinggi. Justru, kita perlu melihat kebutuhan kucing secara lebih menyeluruh.

Mulai dari usia, kondisi tubuh, kandungan nutrisi, feeding guide, sampai respons kucing setelah mengonsumsinya. Setelah itu, baru bandingkan dengan budget yang memang kita punya.

Sih, menurut saya pola seperti ini jauh lebih masuk akal daripada sekadar berpikir “yang mahal pasti bagus” atau “yang murah pasti kurang bagus”.

Kucing sedang menikmati makanan kucing di rumahKucing sedang menikmati makanan kucing di rumah (freepik.com) 


Beberapa kesalahan yang juga sebaiknya dihindari antara lain:

  • Hanya melihat harga tanpa membaca label.

  • Memilih makanan berdasarkan kemasan atau klaim “premium” saja.

  • Gak menyesuaikan makanan dengan usia kucing.

  • Mengabaikan feeding guide.

  • Langsung mengganti makanan tanpa memperhatikan respons kucing.

  • Menganggap kesehatan kucing hanya ditentukan oleh harga makanannya.

Oh ya, kalau kucing punya kebutuhan khusus atau kondisi kesehatan tertentu, pilihan makanannya sebaiknya dibicarakan dengan dokter hewan. Kebutuhan setiap kucing memang bisa berbeda.

***

Buat saya, mencari makanan kucing yang tepat memang sedikit butuh usaha. Apalagi kalau yang diberi makan bukan cuma satu atau dua ekor. Tapi setelah tahu apa saja yang perlu diperhatikan, proses memilihnya jadi jauh lebih gampang.

Dan buat kamu yang sedang mencari makanan kucing yang tetap ramah di kantong, BOLT Cat Food bisa menjadi salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan. Kepoin saja Instagram @boltpetfoodid, TikTok BOLT atau Facebook BOLT Pet Food Indonesia. 

Untuk pembelian, BOLT juga tersedia melalui pet shop serta official store CPPETINDO di e-commerce. Biar gak kelamaan, yuk klik tautan ini untuk membeli BOLT Cat Food DISINI. 

FAQ Seputar Memilih Makanan Kucing

Apakah makanan kucing murah pasti kualitasnya rendah?

Gak selalu. Harga bukan satu-satunya penentu kualitas. Periksa kandungan nutrisi, peruntukan, feeding guide, dan kebutuhan kucing.

Apakah makanan kucing mahal selalu lebih bagus?

Belum tentu. Yang lebih penting adalah kesesuaian makanan dengan kebutuhan nutrisi dan kondisi kucing.

Bagaimana cara membandingkan harga makanan kucing?

Jangan hanya membandingkan harga kemasan. Coba lihat berat bersih, feeding guide, kebutuhan harian, lalu hitung perkiraan biaya per gram atau per hari.

Apakah makanan ekonomis bisa diberikan setiap hari?

Bisa menjadi pilihan jika makanan tersebut memang diformulasikan untuk kebutuhan harian dan memenuhi kebutuhan nutrisi sesuai peruntukannya.

Jadi, kamu lebih pilih mana nih? Makanan kucing yang murah tapi bernutrisi? Atau mau tetap pilih yang mahal saja? Hihihi.... Selera kamu aja deh, yang penting kucingnya sehat-sehat ya :)


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Cultural Events

Travelling ke Pameran Lukisan? Ini 7 Manfaat untuk Pikiran dan Emosi

Manfaat melihat pameran lukisan saat travelling

Tinggal di Jogja membuat saya cukup beruntung karena kota ini punya banyak ruang untuk menikmati seni. 

Bukan cuma soal wisata kuliner atau jalan-jalan ke tempat hits, saya juga bisa menemukan banyak pameran lukisan yang menghadirkan karya para seniman dengan karakter masing-masing.

Gak heran kalau circle teman-teman saya sesekali mengajak mampir ke pameran seni lukis yang sedang berlangsung. Saya pribadi suka takjub sih. 

Kadang sebuah lukisan terlihat sederhana, tetapi setelah diamati lebih lama, ternyata punya makna yang dalam. Ada pula karya yang tampak abstrak, tetapi justru memancarkan keindahan dengan caranya sendiri.

Tahu gak, aktivitas seperti ini sebenarnya bisa menjadi bagian menarik dari travelling. Sebab, jalan-jalan gak selalu harus diisi dengan foto di tempat wisata, mencoba makanan baru, atau berburu oleh-oleh. 

Mengunjungi pameran lukisan juga bisa menjadi pengalaman yang memperkaya pikiran dan emosi. Lalu, apa saja manfaat melihat pameran lukisan yang bisa kita dapatkan?

Menikmati karya seni sebagai aktivitas travelling
Menikmati karya seni sebagai aktivitas travelling (doc. Riana Dewie)


Kenapa Pameran Lukisan Bisa Jadi Bagian dari Travelling?

Bagi saya, travelling adalah kesempatan untuk melihat sesuatu yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Karena itu, mengunjungi galeri seni, museum seni, atau art exhibition bisa menjadi salah satu aktivitas saat travelling.

Apalagi ketika sedang berkunjung ke sebuah kota yang punya kehidupan seni cukup kuat. 

Kita gak hanya melihat destinasi wisata dari sisi bangunan, kuliner, atau pemandangan, tetapi juga mengenal bagaimana masyarakat dan seniman di tempat tersebut mengekspresikan gagasan.

Oh ya, wisata seni juga bisa menjadi bentuk wisata budaya dan wisata edukasi yang menarik. Kita dapat mengenal seniman lokal, melihat koleksi seni, memahami kurasi pameran, sampai mengetahui cerita di balik sebuah karya.

Saya juga sering dibuat penasaran dengan hasil karya para seniman. Kok bisa, ya, mereka kepikiran membuat karya seperti ini?

Dari rasa penasaran tersebut, kita sebenarnya sedang belajar melihat dunia dari sudut pandang orang lain. Itulah yang membuat manfaat mengunjungi pameran lukisan gak berhenti pada pengalaman visual saja.

Wisata seni dan pengalaman travelling di galeri
Wisata seni dan pengalaman travelling di galeri (doc. Riana Dewie)


Manfaat Melihat Pameran Lukisan untuk Pikiran dan Emosi

Ada alasan kenapa sebagian orang merasa lebih tenang setelah menikmati karya seni. Proses mengamati lukisan membuat kita berhenti sejenak dari aktivitas yang serba cepat.

1. Membantu memberi ruang untuk relaksasi

Saat melihat lukisan, perhatian kita bisa tertuju pada warna, bentuk, tekstur, detail, dan komposisinya. Aktivitas sederhana ini dapat menjadi jeda dari berbagai hal yang memenuhi kepala.

Buat saya, momen seperti ini terasa seperti mengambil napas di tengah perjalanan. Gak perlu buru-buru memahami semuanya. Cukup berdiri, melihat, lalu membiarkan mata menikmati karya yang ada di depan kita.

Dalam konteks kesehatan mental, aktivitas yang membuat seseorang lebih mindful dan fokus pada pengalaman saat ini dapat menjadi bagian dari kegiatan self-care. 

Jadi, manfaat pameran lukisan untuk kesehatan mental bisa dilihat dari pengalaman menikmati seni sebagai ruang jeda dan relaksasi, bukan sebagai pengganti penanganan profesional.

2. Membantu mengenali dan mengekspresikan emosi

Menariknya, satu lukisan bisa menimbulkan respons emosional yang berbeda pada setiap orang. Warna gelap mungkin terasa muram bagi seseorang, tetapi justru menenangkan bagi orang lain.

Tahu gak, kita bisa saja menemukan perasaan tertentu saat mengamati sebuah karya, bahkan ketika sebelumnya gak sadar sedang merasakan emosi tersebut.

Inilah salah satu manfaat seni bagi emosi. Melalui pengalaman visual, seseorang dapat melakukan refleksi diri, mengenali suasana hati, atau sekadar memberi kesempatan kepada dirinya untuk merasakan sesuatu tanpa harus menjelaskannya panjang lebar.

Menikmati lukisan untuk relaksasi dan refleksi diri
Menikmati lukisan untuk relaksasi dan refleksi diri (doc. Riana Dewie)


3. Memberikan pengalaman yang menyenangkan

Menikmati lukisan juga bisa menjadi aktivitas sederhana untuk memperbaiki suasana hati. Ada rasa puas ketika menemukan karya yang menarik perhatian, memahami cerita di baliknya, atau menemukan detail yang sebelumnya terlewat.

Bukan berarti setiap orang otomatis menjadi lebih bahagia setelah melihat pameran seni, tetapi pengalaman positif dan menyenangkan tentu bisa menjadi bagian dari kesejahteraan psikologis.

Melihat Lukisan Juga Bisa Mengasah Otak dan Kreativitas

Pernah melihat lukisan abstrak lalu bertanya dalam hati, “Ini sebenarnya menggambarkan apa?” Nah, justru dari pertanyaan semacam itu otak diajak bekerja.

Manfaat melihat karya seni salah satunya adalah memberikan stimulasi kognitif melalui proses mengamati, menafsirkan, dan menghubungkan berbagai informasi visual.

4. Melatih kemampuan observasi

Saat berada di art gallery, coba jangan hanya melihat lukisan sekilas. Perhatikan warna dan komposisi, garis, ekspresi, objek kecil, hingga detail yang mungkin sengaja ditampilkan oleh seniman.

Aktivitas tersebut melatih kemampuan observasi karena kita belajar memperhatikan sesuatu secara lebih teliti. Bahkan karya yang awalnya terlihat biasa saja bisa terasa berbeda setelah diamati lebih lama.

5. Memancing imajinasi dan kreativitas

Seni dan kreativitas memang punya hubungan yang menarik. Ketika melihat sebuah lukisan, otak gak selalu menerima informasi secara mentah. Kita bisa membayangkan cerita, suasana, karakter, atau kejadian yang mungkin melatarbelakangi karya tersebut.

Saya sih suka bagian ini karena setiap orang bisa punya interpretasi berbeda. Satu lukisan bisa membuat seseorang teringat masa lalu, sementara orang lain justru mendapatkan ide baru.

Proses tersebut dapat menjadi latihan untuk membuka imajinasi dan melihat kemungkinan dari sesuatu yang sama. Karena itu, manfaat seni bagi otak gak hanya berkaitan dengan pengetahuan, tetapi juga cara kita mengolah informasi.

Mengamati detail lukisan di sebuah galeri seni
Mengamati detail lukisan di sebuah galeri seni (doc. Riana Dewie)


6. Membiasakan diri melihat perspektif berbeda

Sebuah karya seni gak selalu dibuat untuk memberikan jawaban yang jelas. Justru kadang seniman sengaja membiarkan penikmatnya membuat interpretasi sendiri.

Dari sini kita belajar bahwa sesuatu dapat dilihat dari berbagai perspektif. Kebiasaan memahami makna sebuah karya, mempertimbangkan konteks, dan menerima interpretasi yang berbeda dapat mendorong kemampuan berpikir kritis.

Jadi, seni dan kecerdasan gak harus selalu dibicarakan dalam konteks akademis. Berdiri di depan lukisan dan mencoba memahami gagasan pembuatnya pun bisa menjadi pengalaman belajar.

Travelling ke Pameran Seni Bikin Jalan-Jalan Lebih Berkesan

Travelling sering kali meninggalkan kenangan melalui tempat yang kita kunjungi. Namun, pengalaman tersebut bisa terasa lebih kaya ketika kita juga berinteraksi dengan budaya dan karya kreatif di sebuah daerah.

Oh ya, manfaat mengunjungi pameran seni juga bisa menjadi cara untuk mengenal karakter sebuah kota. Setiap daerah punya cerita, kebiasaan, sejarah, dan lingkungan sosial yang dapat memengaruhi karya para senimannya.

Ketika mengunjungi pameran saat travelling, kita bisa mendapatkan pengalaman wisata yang berbeda. 

Bukan hanya melihat karya, tetapi juga bertemu orang dengan ketertarikan serupa, berbincang mengenai seni, atau menemukan destinasi seni yang sebelumnya gak masuk itinerary.

Pameran lukisan sebagai destinasi wisata seni
Pameran lukisan sebagai destinasi wisata seni (doc. Riana Dewie)


7. Membawa pulang cerita, bukan cuma foto

Ini mungkin menjadi salah satu alasan saya menyukai wisata seni. Setelah pulang, yang tersisa bukan hanya foto di galeri atau dokumentasi di media sosial, tetapi juga cerita tentang karya yang kita lihat.

Kita mungkin jadi ingat satu lukisan dengan warna tertentu, seorang seniman yang baru dikenal, atau percakapan singkat dengan teman saat membahas sebuah karya.

Wkwkwkwk.... ternyata travelling memang bisa sesederhana itu: pergi ke suatu tempat, melihat sesuatu yang baru, lalu pulang membawa pikiran yang sedikit berbeda.

Pada akhirnya, manfaat menikmati karya seni memang bisa terasa sangat personal. Ada yang menemukan ketenangan, mendapatkan inspirasi, belajar memahami perspektif, atau sekadar menikmati pengalaman visual yang menyenangkan.

Tahu gak, kita juga gak harus pergi jauh untuk mendapatkan pengalaman tersebut. Pameran lukisan bisa saja ada di kota sendiri, galeri kecil, ruang komunitas, museum, atau agenda seni yang sedang berlangsung.

***

Jadi, saat sedang merencanakan travelling berikutnya, gak ada salahnya memasukkan pameran seni ke dalam daftar aktivitas. 

Siapa tahu, perjalanan kali ini bukan cuma membuat kaki melangkah lebih jauh, tetapi juga membuat pikiran melihat dunia dengan cara yang baru.

Karena travelling bukan cuma tentang ke mana kita pergi, tetapi juga tentang apa yang kita lihat, rasakan, dan bawa pulang setelahnya.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Cultural Events

Pasar Malam Sekaten Jogja: Dulu Selalu Saya Tunggu

Pasar Malam Sekaten Jogja di Alun-Alun Utara Yogyakarta

Sebagai orang Jogja, ada satu event tahunan yang dulu selalu saya tunggu-tunggu: Pasar Malam Sekaten Jogja di Alun-Alun Utara. 

Rasanya belum lengkap melewati bulan Mulud tanpa melihat kerlap-kerlip lampu, mendengar suara wahana dari kejauhan, lalu ikut hanyut dalam keramaian pasar malam.

Sejak kecil, Pasar Malam Perayaan Sekaten atau PMPS sudah mewarnai hari-hari saya. Sampai dewasa pun, event ini tetap punya daya tarik sendiri. 

Gak harus punya tujuan khusus. Kadang datang cuma untuk keliling, jajan, melihat wahana, atau berburu barang yang sebenarnya gak ada di daftar belanja.

Tahu gak, bukan cuma warga Jogja yang datang ke sini. Dulu, banyak orang dari luar kota berbondong-bondong datang menggunakan mobil, bus, bahkan truk rombongan demi menikmati pasar malam di Alun-Alun Utara Yogyakarta.

Sayangnya, suasana seperti itu kini tinggal kenangan. PMPS di Alun-Alun Utara terakhir digelar pada 2018. Setelah itu, pasar malamnya ditiadakan di lokasi tersebut. 

Memang sempat ada pasar malam bernuansa nostalgia di tempat lain pada 2022, tetapi rasanya tetap berbeda.

Pasar Malam Sekaten, Event Tahunan yang Selalu Saya Tunggu

Dulu, begitu mendengar kabar Pasar Malam Sekaten akan dibuka, rasanya sudah ada agenda yang harus masuk kalender. Bukan karena saya harus membeli sesuatu, melainkan karena suasananya memang selalu bikin penasaran.

PMPS berlangsung berminggu-minggu sehingga punya cukup banyak waktu untuk dikunjungi. Hari ini datang bersama keluarga, beberapa hari kemudian datang lagi dengan teman. 

Bahkan bisa saja awalnya cuma ingin jalan-jalan, tetapi pulangnya membawa jajanan, mainan, atau barang yang sebelumnya gak terpikir untuk dibeli.

Oh ya, yang paling saya ingat justru bukan satu wahana atau satu makanan tertentu, melainkan suasananya secara keseluruhan.

Alun-Alun Utara Yogyakarta berubah menjadi kawasan yang penuh manusia. Ada suara musik dari wahana, teriakan pengunjung, suara pedagang menawarkan dagangan, sampai suara orang yang sedang sibuk menawar harga.

Mau naik Ombak Banyu, suara teriakannya bisa terdengar dari jauh. Masuk area Tong Setan juga gak kalah heboh. Sementara di sisi lain, orang sibuk memilih pakaian, melihat mainan, atau sekadar mencari jajanan.

Kalau saya sih, bagian keliling tanpa tujuan ini justru yang paling menyenangkan. Kita bisa berjalan pelan sambil melihat apa saja yang menarik perhatian.

Dan karena PMPS menjadi event tahunan Jogja, ada semacam perasaan, “Nanti tahun depan datang lagi.” Begitu terus dari tahun ke tahun.

Tahu gak, mungkin justru karena selalu datang setiap tahun itulah kenangan tentang Pasar Malam Sekaten dulu terasa begitu kuat sampai sekarang.

Dari Wahana, Jajanan, sampai Barang yang Bikin Kalap

Kalau membicarakan nostalgia Pasar Malam Sekaten, rasanya kurang lengkap tanpa membahas isi pasar malamnya. Sebab, daya tarik PMPS bukan cuma keramaiannya.

Wahana yang bikin deg-degan

Wahana Ombak Banyu di Pasar Malam Perayaan Sekaten
Wahana Ombak Banyu di Pasar Malam Perayaan Sekaten (doc. Riana Dewie)

Ada banyak wahana permainan yang menjadi magnet pengunjung. Sebut saja komidi putar, bianglala, Ombak Banyu, Tong Setan, sampai istana karet untuk permainan anak.

Masing-masing punya penggemar sendiri.

Bagi anak-anak, melihat wahana saja sudah cukup membuat mata berbinar. Bagi yang lebih dewasa, mungkin justru bagian paling seru adalah menyaksikan keberanian orang lain dari bawah. Hihihihi....

Tong Setan, misalnya, selalu punya cara sendiri untuk mengundang penonton berkumpul. Suara kendaraan yang melaju di dinding tong bercampur dengan teriakan penonton menciptakan suasana yang khas pasar malam.

Komedi Putar di Pasar Malam Sekaten Jogja
Komedi Putar di Pasar Malam Sekaten Jogja (doc. Riana Dewie)


Jajanan yang susah ditolak

Belum lagi urusan kuliner pasar malam. Ada bakso, siomay, sate kere, sate ayam, sempol, gula-gula, galundeng atau bolang-baling, telur gulung, cilok, jagung bakar, sampai aneka gorengan.

Oh ya, aroma makanan yang bercampur dengan bau khas wahana dan keramaian pengunjung itu entah kenapa justru menjadi bagian dari kenangan masa kecil.

Datang dengan niat cuma jalan-jalan, akhirnya tangan membawa makanan. Mau hemat, tapi melihat jajanan lain jadi ingin mencoba. Begitu terus sampai dompet ikut merasakan atmosfer PMPS. Wkwkwkwk....

Mainan dan barang dagangan

Istana bermain anak di Pasar Malam Sekaten Jogja
Istana bermain anak di Pasar Malam Sekaten Jogja (doc. Riana Dewie)

Ada pula mainan anak yang sederhana tetapi menghibur. Salah satu yang saya ingat adalah kapal otok-otok yang dimainkan di atas wadah berisi air.

Ada juga permainan memancing untuk anak dan berbagai mainan kecil yang biasanya membuat anak berhenti berkali-kali.

Untuk orang dewasa, pilihannya lebih beragam lagi. Ada pakaian, celana, boneka, aksesori, peralatan dapur, pecah belah, sampai berbagai barang kebutuhan rumah.

Namun, salah satu yang paling bikin saya kangen adalah awul-awul alias pakaian thrift.

Awul-awul di pasar malam punya sensasi berburu tersendiri. Harus sabar mengaduk-aduk tumpukan pakaian demi menemukan barang yang dirasa menarik. 

Pedagang awul-awul di Pasar Malam Sekaten
Pedagang awul-awul di Pasar Malam Sekaten (doc. Riana Dewie)


Kadang dapat, kadang pulang dengan tangan kosong. Tapi justru proses berburu itulah yang seru.

Tahu gak, saya bisa saja datang tanpa rencana membeli baju, tetapi begitu melihat tumpukan awul-awul, niat belanja mendadak berubah. Hahaha.

Riuhnya yang bikin kangen

Semua elemen tadi bercampur menjadi satu: lampu warna-warni, stan pedagang, wahana permainan, kuliner, suara musik, pengunjung yang berdesakan, dan kadang panggung hiburan yang membuat suasana semakin ramai.

Itulah kenapa kenangan masa kecil dan masa muda tentang PMPS sulit hilang. Pasar malamnya memang sederhana, tetapi pengalaman yang ditinggalkan terasa lengkap.

Kenapa PMPS di Alun-Alun Utara Akhirnya Ditiadakan?

Pertanyaan “kenapa Pasar Malam Sekaten ditiadakan?” sebenarnya punya beberapa sisi. Peniadaan PMPS pada 2019 bukan berarti tradisi Sekaten ikut dihentikan.

1. Ada upaya memulihkan kondisi Alun-Alun Utara

Keraton Yogyakarta pada 2019 menyampaikan bahwa PMPS ditiadakan salah satunya untuk memulihkan kondisi Alun-Alun Utara. Setelah digunakan untuk wahana dan pedagang selama pasar malam, kondisi kawasan tersebut dinilai perlu dipulihkan, termasuk persoalan rumput dan kebersihan.

Namun, pada saat itu ada juga penjelasan dari Pemerintah Kota Yogyakarta yang memberikan sudut pandang berbeda. 

Pemkot menyebut PMPS 2019 memang tidak dianggarkan dan terdapat konsolidasi mengenai penyelenggaraan pasar malam. Jadi, alasan peniadaan saat itu tidak bisa disederhanakan hanya menjadi persoalan rumput.

Suasana ramai Pasar Malam Sekaten di Alun-Alun Utara
Suasana ramai Pasar Malam Sekaten di Alun-Alun Utara (doc. Riana Dewie)

2. Penataan kawasan menjadi pertimbangan

Alun-Alun Utara merupakan bagian penting dari kawasan Keraton Yogyakarta. Ketika sebuah area digunakan untuk pasar rakyat dengan banyak wahana dan pedagang selama berminggu-minggu, tentu ada konsekuensi terhadap kondisi kawasan.

Keraton kemudian ingin mengembalikan kondisi Alun-Alun Utara sekaligus menata kembali penyelenggaraan Sekaten.

3. PMPS dan tradisi Sekaten sebenarnya berbeda

Nah, ini bagian yang sering tertukar.

Pasar Malam Perayaan Sekaten merupakan kegiatan keramaian yang selama bertahun-tahun melekat dengan perayaan Sekaten. 

Namun, menurut penjelasan Keraton pada 2019, pasar malam bukan bagian inti dari tradisi Hajad Dalem Sekaten. Keraton ingin mengembalikan Sekaten pada semangat dan makna awalnya.

Tradisi Sekaten sendiri tetap berlangsung sebagai bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pada 2026 pun rangkaian Hajad Dalem Sekaten tetap dilaksanakan, termasuk Miyos Gangsa dan Kondur Gangsa.

4. Pandemi ikut memperpanjang jedanya

Setelah PMPS di Alun-Alun Utara berhenti, pandemi COVID-19 ikut membuat keramaian besar seperti pasar malam semakin sulit diselenggarakan.

Baru pada 2022 masyarakat kembali mendapat kesempatan menikmati pasar malam bernuansa Sekaten melalui Pasar Rakyat Jogja Gumregah. 

Lokasinya bukan di Alun-Alun Utara, melainkan di eks kampus STIE Kerjasama, Jalan Parangtritis, Sewon, Bantul, dan berlangsung sekitar satu bulan.

Buat saya, suasananya tetap menyenangkan. Tetapi tetap ada satu hal yang terasa berbeda: lokasinya.

Sebab, yang dirindukan bukan sekadar wahana atau jajanan. Ada hubungan antara pasar malam, Alun-Alun Utara, Keraton, dan memori bertahun-tahun yang membuat PMPS dulu terasa begitu spesial.

PMPS Hilang, Kenangannya Tetap Tinggal

Mungkin yang hilang sebenarnya bukan sekadar pasar malam.

Yang hilang adalah feel-nya.

Ada rasa berbeda ketika melihat Alun-Alun Utara yang biasanya menjadi ruang terbuka berubah menjadi lautan lampu, wahana, pedagang, dan manusia. 

Ada sensasi berjalan berdesakan sambil mencari jajanan. Ada rasa penasaran setiap melihat wahana baru. Ada juga awul-awul yang tiba-tiba membuat dompet menipis.

Sebagai generasi milenial, saya termasuk orang yang cukup beruntung pernah menikmati keramaian itu hampir tanpa absen setiap tahunnya. Pasar Malam Sekaten zaman dulu menjadi bagian dari kenangan masa kecil, lalu terbawa sampai masa muda.

Saat saya naik Bom bom car di Pasar Malam Sekaten Jogja
Saat saya naik Bom bom car di Pasar Malam Sekaten Jogja (doc. Riana Dewie)


Oh ya, setiap generasi mungkin punya versi nostalgia masing-masing. Anak-anak sekarang mungkin akan mengingat event dan tempat yang berbeda. 

Begitu pula dengan generasi sebelum saya yang punya kenangan lain tentang Sekaten Alun-Alun Utara Jogja.

Jadi, menurut saya, gak perlu membandingkan mana yang lebih baik. Setiap zaman memang punya wajahnya sendiri.

Pasar Malam Sekaten dulu boleh menjadi kenangan. PMPS sekarang mungkin sudah gak lagi hadir seperti yang saya kenal. Tetapi tradisi Sekaten tetap hidup dan terus dijalankan.

Dan justru di situlah menariknya Yogyakarta. Tradisi bisa tetap dijaga, sementara bentuk perayaannya dapat berubah mengikuti zaman.

Sekaten bukan hanya soal pasar malam. Ada gamelan pusaka, prosesi Keraton, peringatan Maulid Nabi, Garebeg Mulud, serta berbagai tradisi budaya yang masih bisa dinikmati masyarakat.

***

Jadi, kalau suatu hari saya merasa rindu keramaian PMPS, mungkin jawabannya bukan terus menunggu pasar malam yang dulu kembali. 

Saya bisa datang menikmati event budaya Keraton lainnya, melihat prosesi, pertunjukan seni, atau sekadar berjalan-jalan di kawasan yang menyimpan begitu banyak cerita.

Sebab, kenangan tentang Pasar Malam Sekaten memang boleh tinggal di masa lalu. Tetapi semangat untuk menikmati budaya Yogyakarta seharusnya tetap jalan terus.

Dan siapa tahu, suatu hari nanti ada bentuk perayaan baru yang kembali membuat generasi berikutnya berkata, “Dulu, event ini selalu saya tunggu.”


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Personal Notes

Nonton Film Daniel and the Fiery Furnace: Belajar Kitab Suci

Nonton Film Daniel and the Fiery Furnace

Aktivitas saya belakangan ini cukup padat dengan kerjaan. Rasanya waktu untuk sekadar refreshing atau healing jadi makin tipis. 

Tahu gak, sebenarnya saya sudah cukup lama gak punya agenda nonton yang benar-benar santai tanpa memikirkan pekerjaan.

Tanggal 24 September 2026 kemarin, saya baru saja sampai Jogja setelah perjalanan pulang dari Jakarta. 

Sebelumnya saya mengantar teman-teman atlet senam mengikuti Lomba Senam Perwosi 2026. Sampai Jogja dini hari, saya memilih istirahat seharian karena badan memang butuh diajak kompromi.

Hari sebelumnya, dua teman tiba-tiba mengajak saya nonton. Saya bahkan gak tahu sinopsisnya, belum melihat trailernya, dan gak punya ekspektasi apa-apa. Saya langsung bilang, “OK.” Saya pikir, sekalian refreshing lah.

Akhirnya di Kamis Sore itu saya bergegas ke XXI Jogja City Mall. Seperti biasa, saya telat sekitar lima menit dan dua teman saya sudah duduk manis di kursi deretan B. Hahaha.

Ternyata film yang kami tonton adalah Film Daniel and the Fiery Furnace. Awalnya saya mengira ini hanya akan menjadi tontonan film rohani biasa. Eh, setelah selesai menonton, saya malah jadi penasaran lagi dengan kisah Nabi Daniel.

Tahu gak, salah satu hal yang saya rasakan justru sederhana: membaca Kitab Suci kadang membuat saya harus membayangkan sendiri bagaimana suasana, tokoh, tempat, sampai konflik yang sedang terjadi. Lewat film, semuanya terasa lebih hidup.

Film Daniel and the Fiery Furnace Bercerita tentang Apa?

Poster Film Daniel and the Fiery Furnace
Poster Film Daniel and the Fiery Furnace (20thecountdown.com)

Jadi, film Daniel and the Fiery Furnace tentang apa? Film ini merupakan drama Alkitab berlatar pembuangan bangsa Yahudi ke Babilonia. 

Daniel diperankan Mena Massoud, sementara Raja Nebukadnezar diperankan Elijah Alexander. Ceritanya membawa penonton mengikuti perjalanan Daniel dan teman-temannya ketika mereka harus mempertahankan iman di tengah kekuasaan kerajaan Babilonia.

Daniel digambarkan sebagai sosok yang tetap memegang keyakinannya kepada Tuhan meskipun berada di lingkungan yang berbeda. 

Film kemudian membawa kita pada konflik ketika Raja Nebukadnezar mengeluarkan perintah penyembahan terhadap patung emas. 

Sadrakh, Mesakh, dan Abednego memilih untuk gak tunduk pada perintah tersebut dan akhirnya menghadapi hukuman dilempar ke dalam tungku api.

Kalau ada yang bertanya Daniel and the Fiery Furnace bercerita tentang apa, jawaban sederhananya adalah tentang iman, keberanian, kesetiaan, dan pilihan untuk tetap berpegang kepada Tuhan ketika tekanan datang dari berbagai arah.

Nonton Film Daniel and the Fiery Furnace
Nonton Film Daniel and the Fiery Furnace (doc. Riana Dewie)


Film tentang Nabi Daniel ini juga menarik karena gak hanya berhenti pada satu peristiwa. Perjalanan Daniel sebagai seorang pemuda Yahudi di Babilonia ikut menjadi bagian penting dari cerita.

Oh ya, ada juga tokoh Yeremia yang menjadi salah satu highlight dalam film. Roberto Zenca memerankan Jeremiah, dan situs resmi film bahkan menyebut perjalanan Daniel dan Jeremiah sebagai bagian dari materi pendalaman cerita. 

Jadi, karakter Jeremiah dalam film ini ikut memberi warna pada perjalanan Daniel dalam memperjuangkan imannya.

Buat saya, kehadiran karakter-karakter tersebut membuat kisah yang sebelumnya hanya saya kenal sebagai cerita Alkitab terasa lebih punya wajah.

Nabi Daniel dan Iman yang Gak Gampang Goyah

Bagian yang paling mudah ditangkap dari kisah Nabi Daniel dalam film adalah soal kesetiaan kepada Tuhan.

Daniel berada di tempat asing. Ia hidup di tengah budaya dan kekuasaan yang berbeda dengan keyakinannya. Namun, keadaan tersebut gak membuatnya begitu saja meninggalkan iman kepada Tuhan.

Nabi Daniel mempertahankan iman kepada Tuhan
Nabi Daniel mempertahankan iman kepada Tuhan (IG @menamassoud)


Berani Mempertahankan Iman

Salah satu pelajaran dari kisah Nabi Daniel adalah keberanian mempertahankan iman ketika ada tekanan. 

Dalam cerita tentang tungku api, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menolak menyembah patung emas yang dibuat Raja Nebukadnezar. Mereka memilih tetap setia kepada Tuhan meskipun konsekuensinya sangat berat.

Tahu gak, justru bagian seperti ini yang menurut saya lebih gampang direnungkan setelah melihat visualisasinya. Kita bisa melihat ekspresi ketakutan, suasana kerajaan, kobaran api, sampai keputusan para tokohnya.

Iman Bukan Sekadar Kata

Dari kisah Nabi Daniel dalam Alkitab, saya menangkap bahwa iman bukan cuma soal berkata percaya kepada Tuhan. Ada saat ketika keyakinan itu harus dibuktikan lewat pilihan.

Buat saya sih, bagian ini cukup relatable. Bentuk “tungku api” dalam kehidupan sekarang mungkin berbeda. 

Bisa berupa tekanan pekerjaan, masalah keluarga, keputusan sulit, atau situasi ketika kita harus memilih antara mengikuti keadaan dan tetap memegang prinsip.

Kenapa Belajar Kitab Suci Lewat Film Terasa Lebih Mudah?

Nah, ini justru alasan utama kenapa saya merasa film Alkitab seperti Daniel and the Fiery Furnace menarik untuk dibahas.

Bukan berarti film menggantikan Kitab Suci. Justru sebaliknya, film bisa menjadi pintu masuk untuk membuat seseorang lebih penasaran dan kemudian membaca sumber aslinya.

Visual Membantu Otak Membayangkan Cerita

Ketika membaca Kitab Daniel, kita perlu membangun gambaran sendiri mengenai tokoh, tempat, pakaian, suasana kerajaan, hingga kondisi ketika para tokoh menghadapi ancaman.

Lewat film, visualisasi cerita Alkitab tersebut sudah tersedia. Kita tinggal mengikuti alurnya.

Tahu gak, buat saya cara seperti ini terasa lebih mudah untuk memahami kisah dalam Alkitab. Setelah melihat adegannya, beberapa bagian cerita jadi lebih gampang diingat.

Film Alkitab tentang Nabi Daniel dan teman-temannya
Film Alkitab tentang Nabi Daniel dan teman-temannya (doc. Riana Dewie)


Cerita Jadi Terasa Lebih Dekat

Film juga membuat cerita yang sudah sangat lama terasa lebih dekat dengan kehidupan kita. Ada karakter yang harus memilih, ada rasa takut, ada tekanan, ada persahabatan, dan tentu saja ada iman kepada Tuhan.

Kalau saya sih, pendekatan visual seperti ini cocok untuk orang yang selama ini merasa membaca Kitab Suci cukup berat. Bukan karena Kitab Sucinya kurang menarik, tetapi karena setiap orang punya cara berbeda dalam memahami sebuah cerita.

Tentu tetap ada batasnya. Film adalah karya visual yang mengadaptasi kisah Kitab Suci, sehingga kita tetap perlu membaca Kitab Suci untuk memahami konteksnya secara lebih utuh.

Setelah Nonton Film Daniel, Saya Jadi Penasaran Buka Kitab Suci

Salah satu hal yang saya suka dari film ini justru efek setelah menontonnya.

Saya jadi ingin membaca lagi Kitab Daniel. Bukan karena merasa sudah memahami semuanya setelah menonton film, tetapi justru karena muncul rasa penasaran.

Hihihihi.... ternyata cara saya belajar bisa sesederhana itu: nonton dulu, penasaran, kemudian membaca.

Buat saya, film rohani tentang Nabi Daniel ini akhirnya bukan sekadar tontonan. Ia menjadi semacam jembatan untuk kembali melihat kisah Alkitab dengan perspektif yang lebih hidup.

Tahu gak, saya malah merasa pengalaman ini mengingatkan bahwa belajar Kitab Suci gak selalu harus dimulai dengan cara yang terasa serius atau berat. 

Kadang kita bisa memulainya dari sebuah film, kemudian perlahan mencari tahu kisah aslinya.

Pada akhirnya, saya gak ingin menjadikan film ini sebagai pengganti Kitab Suci. Justru saya ingin menjadikannya sebagai pengingat untuk lebih mengenal kisah-kisah iman yang selama ini mungkin hanya saya baca sekilas.

Wkwkwkwk.... niat awalnya cuma diajak nonton dadakan untuk refreshing, pulangnya malah membawa PR baru: pengin buka Kitab Daniel lagi.

Pengalaman belajar Kitab Suci lewat Film Daniel and the Fiery Furnace
Pengalaman belajar Kitab Suci lewat Film Daniel and the Fiery Furnace (doc. Riana Dewie)


Kadang kita cuma butuh satu cerita yang divisualisasikan untuk membuat kita berkata, “Oh, ternyata kisahnya seperti ini.”

Cukup menarik dan semoga pengalaman sederhana ini juga menguatkan iman saya kepada Tuhan yang saya imani dari dulu. Thank you untuk filmnya. Saya jadi lebih mudah memahami isi Kitab Suci tentang Nabi Daniel.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments