Suatu sore, saya menemani teman ke Malioboro karena ada keperluan di Hamzah Batik. Sambil menunggu, saya memilih mlipir sebentar jalan-jalan ke Titik Nol KM Jogja.
Niat awalnya sederhana, cuma mau foto-foto. Eh, ternyata saya malah betah duduk dan menikmati suasana pusat Kota Yogyakarta.
Tahu gak, suasana Titik Nol Kilometer Yogyakarta pada Agustus 2026 terasa cukup berbeda karena nuansa merah putih masih kental di berbagai sudut kota.
Saat saya datang, kawasan ini juga sedang diramaikan pameran fotografi jurnalistik “Merdeka: Merayakan Kemerdekaan, Merawat Kebersamaan” yang digelar 14–21 Agustus 2026. Sebanyak 68 karya foto dipajang di ruang terbuka sehingga wisatawan bisa menikmatinya sambil jalan-jalan.
Buat saya yang memang orang Jogja, duduk santai di area Titik Nol KM tetap menjadi aktivitas favorit. Rasanya seperti healing singkat tanpa harus pergi jauh.
Apalagi saat weekend, keramaian sudah terasa, meski ketika saya datang suasananya belum sepadat Sabtu atau Minggu yang biasanya lebih ramai.
Tahu gak, dari kunjungan yang awalnya cuma ingin foto-foto itu, saya malah menemukan beberapa pengalaman menarik. Ini lima hal yang bisa kamu nikmati saat melakukan wisata Titik Nol KM Jogja.
1. Foto-Foto dan Menikmati Angklung Jalanan
Dua hal ini justru menjadi pengalaman yang paling cepat saya temukan begitu sampai. Jadi, jangan buru-buru pergi setelah mendapatkan satu foto di landmark Jogja.
Hunting Foto dengan Nuansa Jogja
Titik Nol KM punya banyak latar menarik untuk hunting foto. Selain area penanda Titik Nol, ada bangunan bersejarah seperti Gedung Bank Indonesia, Kantor Pos Besar Yogyakarta, hingga Benteng Vredeburg yang membuat suasananya terasa klasik.
Pada Agustus 2026, area pedestrian juga semakin menarik karena pameran foto “Merdeka” membuat ruang publik ini seperti galeri terbuka. Pengunjung bahkan terlihat ikut mengabadikan karya-karya yang dipajang.
Kalau saya sih suka mencari foto yang menangkap suasana, bukan cuma pose di depan landmark. Keramaian pedestrian, bangunan lama, kendaraan yang lewat, sampai orang-orang yang sedang menikmati kota bisa menjadi bagian dari cerita.
Oh ya, kalau datang menjelang sore, cahaya yang mulai lembut juga bisa membuat foto terasa lebih hangat. Tinggal pilih mau bergaya formal, candid, atau sok-sokan jadi fotografer jalanan, hihihihi....
Mendengarkan Angklung Jalanan
Setelah puas mengambil beberapa foto, perhatian saya justru beralih pada alunan musik. Ada kelompok seniman jalanan yang memainkan angklung dengan lagu-lagu yang asyik dan suara yang cukup merdu sebagai penghias kawasan Titik Nol KM.
Yang menarik, pertunjukan angklung jalanan Jogja seperti ini membuat suasana kota terasa lebih hidup. Bukan cuma mendengarkan, pengunjung juga bisa request lagu atau ikut bernyanyi dengan iringan mereka.
Buat saya sih, ini salah satu bentuk kesenian tradisional yang menarik karena bisa dinikmati secara spontan ketika sedang jalan-jalan. Gak perlu masuk gedung pertunjukan atau membeli tiket khusus. Cukup berhenti sebentar, menikmati musik, lalu melanjutkan perjalanan.
2. Duduk Santai dan Menikmati Keramaian Kota
Setelah foto-foto dan mendengarkan musik jalanan Jogja, saya memilih duduk di kursi yang tersedia di sekitar kawasan. Di sinilah saya sadar bahwa salah satu hal yang bisa dilakukan di Titik Nol KM Jogja ternyata sesederhana menikmati orang berlalu-lalang.
Tahu gak, dari tempat duduk saja saya bisa melihat banyak cerita kecil. Ada wisatawan dari komunitas, keluarga yang sedang jalan-jalan, anak muda yang nongkrong, sampai orang yang sekadar melewati kawasan ini.
Belum lagi kendaraan yang ikut meramaikan suasana. Ada motor, mobil, becak, delman, hingga Trans Jogja yang melintas. Semuanya bergerak dalam ritme masing-masing, sementara saya cukup duduk dan memperhatikan.
Suasana seperti ini yang membuat saya suka menikmati Titik Nol KM Jogja. Bagi wisatawan, ini bisa menjadi bagian dari wisata kota. Bagi orang Jogja seperti saya, justru terasa seperti kesempatan untuk berhenti sebentar dari rutinitas.
Oh ya, kalau kamu suka suasana kota yang ramai tetapi tetap punya ruang untuk duduk santai, kawasan ini cocok untuk sekadar people watching. Gak harus selalu punya agenda wisata yang padat.
3. Naik Becak dari Malioboro ke Titik Nol KM
Kalau ingin merasakan pengalaman yang lebih “Jogja”, coba naik becak dari kawasan Malioboro menuju Titik Nol KM.
Saya sendiri merasa pengalaman ini asyik banget. Duduk di becak wisata sambil melihat suasana Jalan Malioboro dari jarak dekat memberikan sensasi yang berbeda dibandingkan naik kendaraan biasa.
Becak tradisional juga membuat perjalanan terasa lebih santai. Kamu bisa melihat pedestrian, toko, wisatawan, pedagang, sampai aktivitas kota sepanjang perjalanan. Untuk wisatawan dari luar daerah, menurut saya pengalaman seperti ini layak dicoba setidaknya sekali.
Tahu gak, naik becak bukan cuma soal berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Ada pengalaman budaya yang ikut terasa sepanjang perjalanan. Apalagi jika sebelumnya kamu sudah berjalan kaki menyusuri kawasan Malioboro.
Sebelum berangkat, sebaiknya sepakati tarif dan tujuan terlebih dahulu supaya perjalanan terasa nyaman untuk kedua pihak. Setelah itu tinggal duduk manis dan menikmati Jogja.
Wkwkwkwk.... rasanya memang beda ketika biasanya terburu-buru mengejar kendaraan, lalu kali ini justru duduk santai sambil menikmati perjalanan.
4. Berburu Street Food yang Menggoda
Jalan-jalan tentu terasa kurang lengkap tanpa jajan. Nah, setelah puas menikmati suasana, kamu bisa lanjut berburu kuliner sekitar Titik Nol KM Jogja.
Di sekitar kawasan ini, terutama menuju area Pasar Beringharjo, ada banyak pilihan kuliner kaki lima yang bisa menggoda mata sekaligus perut. Pilihannya cukup beragam, mulai dari sate kere, sate ayam, gorengan, bakso, nasi dengan berbagai lauk, sempol, siomay, wedang ronde, sampai jagung rebus.
Kalau saya sih, justru suka melihat-lihat dulu sebelum menentukan mau makan apa. Street food Jogja punya daya tarik sendiri karena kita bisa menemukan makanan sederhana di tengah suasana kota yang ramai.
Buat wisatawan, kuliner seperti ini juga bisa menjadi pengalaman wisata. Setelah berkeliling, duduk menikmati jajanan sambil melihat keramaian kota rasanya pas banget untuk menutup perjalanan.
Oh ya, jangan hanya terpaku pada tempat makan yang terlihat besar atau terkenal. Jajanan kaki lima di sekitar kawasan Malioboro juga bisa menjadi bagian menarik dari perjalanan. Tinggal pilih sesuai selera dan kondisi perut.
Jadi, Apa yang Menarik dari Titik Nol KM?
Ternyata ada banyak kegiatan di Titik Nol KM Jogja yang bisa dilakukan tanpa harus membuat itinerary rumit. Kamu bisa mulai dengan hunting foto, berhenti menikmati pertunjukan angklung, duduk melihat keramaian, naik becak dari Malioboro, lalu menutupnya dengan kuliner malam Jogja.
Buat saya, pengalaman ini mengingatkan bahwa menjadi wisatawan gak selalu berarti harus pergi ke tempat baru. Sesekali, melihat kota sendiri dari sudut pandang wisatawan justru bisa memberikan pengalaman berbeda.
Titik Nol KM Jogja memang ramai, tetapi di tengah keramaian itu selalu ada hal kecil yang bisa dinikmati. Jadi, kalau sedang berada di kawasan Malioboro, sempatkan saja mampir dan duduk sebentar.
Kamu harus nongkrong di Titik Nol KM Jogja. Biar tahu sensasinya!






























.png)